Rabu, 29 April 2026
Beranda blog Halaman 13775

Perayaan Cap Go Meh di Centeng

0

batampos.co.id – Perayaan Hari Raya Imlek dan gelar budaya peringatan 15 hari pasca tahun baru atau dikenal dengan istilah Cap Go Meh warga Thionghua di Centeng, Lingga berlangsung meriah. Tidak hanya diramaikan warga keturunan, namun menjadi geliat ekonomi warga dan pedagang setempat.

Pantauan di lapangan sejak 3 hari terakhir, kegiatan Cap Go Meh di dusun Centeng, Desa Limbung Kecamatan Lingga Utara ramai didatangai warga. Gelar budaya ini juga diramaikan pedagang yang mengais rezeki dengan cara berjualan di sepanjang jalan dusun tersebut. Mulai dari mainan anak-anak, makanan hingga pakaian sehari-hari.

“Setiap tahun memang seperti ini. Di Centeng selalu ramai. Toleransi di sini sangat baik. Warga lain memanfaatkan keramaian dengan berjualan,” kata Rudi warga Centeng, Kamis (16/2).

Tidak hanya warga lokal sambung Rudi, wisatawan dan warga Thionghua yang tinggal diluar daerah seperti Pinang, Batam dan Singapura juga banyak yang datang.

“Kalau tidak salah semalam ada kegiatan lelang. Salah satu budaya warga Thionghua. Tiga hari ini ramai. Mungkin puncaknya sampai malam Minggu karena ada tradisi Loya lagi,” tambahnya.

Warga asli sambung Rudi juga ikut antusias. Menjaga keamanan dan memanfaatkan momentum tersebut sebagai penambah ekonomi. (mhb)

Zahar Ditemukan Tewas Terlentang di Pinggir Pantai

0

batampos.co.id – Zahar, 64, warga Kampung Sakera, Kelurahan Tanjunguban Timur, ditemukan tewas dengan posisi telentang di atas pasir Pantai Sakera, Kecamatan Bintan Utara, Kamis (16/2). Diduga kematian korban disebabkan karena sakit yang dideritanya selama ini.

“Benar, pagi tadi kami menemukan mayat sekitar pukul 05.30 WIB. Informasi penemuan ini didapat dari seorang nelayan yang melihatnya pertama kali di pinggir pantai,” terang Kapolsek Tanjunguban, Kompol Jaswir, Kamis (16/2).

Berdasarkan dari keterangan istrinya, Rosmawati, 57, sambungnya korban ini sudah pergi sejak Rabu (15/2) lalu, sekitar pukul 21.00 WIB, dengan tujuan ke pantai untuk mencari barang-barang plastik bekas yang hanyut dibawa gelombang laut, seperti yang biasa dilakukannya saat memasuki musim angin utara.

“Saat mayat ditemukan kondisinya masih mengenakan sepatu, les merah, jaket parasut, baju lengan panjang, dan sudah tidak mengenakan celana,” paparnya.

Jaswir menuturkan terkait penyebab kematian korban, pihaknya belum bisa menyimpulkannya. Namun menurut keterangan dari istri korban, suaminya selama ini mempunyai riyawat penyakit sesak nafas dan jantung.

“Kondisi mayat diperkirakan sudah meninggal selama 12 jam, karena posisi tubuh sudah kaku. Dan tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan ditubuh korban,” jelasnya.

Dia menambahkan saat ini jenazah sudah dibawa ke rumah duka dan akan dikebumikan sebelum waktu Dzuhur oleh keluarga di TPU Kampung Sera, Kelurahan Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara.

“Keluarga korban menolak adanya autopsi, karena mereka sudah bisa menerima kematian korban sebagai musibah. Selanjutnya korban akan langsung dikebumikan oleh keluarga secepatnya,” imbuhnya. (cr20)

Mesin Unit 1 PLTU Dalam Pemeliaraan, Mei Beroperasi Lagi

0

batampos.co.id – Sejak Oktober 2016, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjungsebatak, beroperasi dengan menggunakan mesin pembangkit unit kedua. Sedangkan, unit pertama dalam pemeliharaan yang diprediksi selesai pengerjaan empat bulan mendatang atau tepatnya bulan Mei nanti.

”Insha Allah, Mei atau menjelang puasa kita sudah stand by mesin unit 1 untuk dioperasikan. Sekarang mesin unit 2 sudah beroperasi yang menghasil daya listrik mencapai 6.5 Megawatt dari 7 Megawatt,” jelas Manager PLTU Tanjungsebatak Lukman, Kamis (16/2).

Begitu mesin unit 1 dengan daya listrik yang dihasilkan 7 Megawatt beroperasi, maka secara otomatis Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang ada di Bukit Carok milik PT (Persero) PLN Rayon Tanjungbalai Karimun akan dilakukan perawatan. Sehingga, tidak ada terjadi defisit daya akibat kekurangan pasokan daya listrik baik dari PLTU maupun PLTD.

”Biasanya, kalau perawatan mesin dilakukan setelah 6000 jam hingga 8000 jam beroperasi. Sebab, mesin-mesin tersebut beroperasi 24 jam non stop. Kalau terjadi pemadaman dikarenakan faktor alam, anda bisa lihat sendiri saat sekarang ini cuacanya cukup ekstrem terutama pada sore hari,” ungkapnya.

Sementara Kepala PT (Persero) PLN Rayon Tanjungbalai Karimun Fauzar Zain mengatakan, daya listrik ke pelanggan saat ini mencapai 30,5 Megawatt dengan beban puncak 25,8 Megawatt di saat sore hingga malam hari. Sehingga, kebutuhan daya listrik di pulau Karimun ini telah mencukupi bahkan surplus daya listrik yang sudah termasuk dari PLTU Tanjungsebatak.

”Alhamdulillah, saat ini daya listrik cukup untuk kebutuhan pelanggan PLN yang mencapai 38.681 pelanggan yang tersebar di 4 kecamatan,” tuturnya.

Dan direncanakan pihaknya akan menambah mesin PLTD sebanyak 17 unit dengan daya 17 Megawatt untuk memperkuat sistem di PLTD sendiri. Dimana saat ini mesin yang dimiliki PLN termasuk sewa ada sekitar 21 mesin dengan daya sekitar 26 Megawatt.

”Pokoknya, dari wilayah kita dapat 17 unit mesin PLTD tambahan lagi. Tinggal tunggu pengiriman dari PLN wilayah ke Tanjungbalai Karimun, waktunya belum pasti yang jelas tahun ini,” ucapnya. (tri)

BUMD Kepri, (masih) Merugi

0
ilustrasi

batampos.co.id – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi Kepri belum bisa memberikan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Bahkan untuk bertahan saja susah.

“Sejak saya dilantik, BUMD sudah harus menanggung utang sebesar Rp10 miliar dari pimpinan sebelumnya,” Direktur PT. Pembangunan Kepri (PK), Rudianto Ruben, kepada Batam Pos, Rabu (15/2/2017).

“Kalau ditanya kondisi, seperti pepatah mengatakan, hidup segan mati tak mau. Namun demikian, kami tetap berupaya untuk membangkitkan kembali kesehatan PT Pembangunan Kepri,” ujar tambahnya.

Dikatakannya, sejak dirinya dilantik menggantikan Muhammad Syahrial pada 7 Maret 2014, kondisi keuangan BUMD dalam keadaan morat-marit.

Karena dirinya harus menanggung beban utang yang ditinggalkan. Pihaknya sudah berupaya untuk bangkit dengan berbagai cara. Tetap saja belum bisa menstabilkan kondisi keuangan PT. Pembangunan Kepri.

“Apa artinya kita dikasih senjata, tetapi pelurunya tidak ada,” papar Rudianto Ruben.

Disebutkannya juga, dengan kondisi keuangan yang semakin memprihatinkan, pihaknya juga terpaksa melakukan efesiensi tenaga kerja. Dari awalnya yang jumlahnya hampir 20 pekerja, kini yang tersisa hanya tinggal 4 orang pekerja.

Masa baktinya akan berakhir pada 2019 mendatang. Sebelum tiba waktu tersebut, dirinya masih terus berupaya berbuat. Sehingga ada hasil yang signifikan dibawah kepimimpinannya.

“Memang saat ini, kita masih memegang pengelolan aptur di Bandara. Tetapi penerimaan yang ada, hanya mampu untuk operasional dan gaji karyawan. Dengan bergantinya Gubernur, tentunya menjadi spirit bagi bangkitnya PT Pembangunan Kepri,” harap Rudianto Ruben.(jpg)

Angin Kencang, Ombak Besar, Tug Boat dan Tongkang Terdampar di Lingga

0
foto: Wijaya Satria / batam pos

batampos.co.id – Saat ini Kepulauan Riau memang memasuki musim angin kencang. Saking kencangnya, ombak menjadi besar dan menyeret dua kapal tugboat yang tengah menarik tongkang ke pantai.

Kejadian nahas berlaku di dua pantai di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Selasa (14/2) sore.

Tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Kapal TB. AA1 dan TB Cahaya I terseret ke pantai setelah dihantam ombak setinggi empat meter disertai dorongan angin yang kuat.

“Yang satu kandas di pantai Menangku Desa Laboh, Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga dan satu lagi terdampar di Penat, Desa Lanjut,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga Yusrizal seperti diberitakan Batam Pos.

Terdamparnya kapal TB. AA1 saat berlayar dari Putung Selat Panjang menuju Teluk Air Batuampar, Pontianak.

Saat kapal berada pada titik koordinat 002.499 N – 104.43.898 E, tak kuat menahan hantaman ombak.

Sehingga Kapten kapal, Dimyati mengambil inisiatif melepaskan tongkang TK Surya II hingga akhirnya terdampar di Pantai Menangku, Desa Laboh.

foto: wijaya satria / batam pos

Hingga saat ini Tongkang Surya II dengan GT 2137 bermuatan kayu akasia sebanyak 5281.922 metrik ton itu masih bersandar di pantai, dengan posisi miring.

Mereka masih menunggu bantuan kapal untuk menarik tongkang tersebut kembali ke laut.

Sementara itu, kapal TB Cahaya I tugboat juga mendapat hadangan ombak yang sama sehingga membuat kapal tersebut juga terdampar di Pantai Penat, Desa Lanjut.

Karena air laut sampai masuk ke dalam kapal, hingga saat ini AKB kapal tersebut bekerja menguras air dengan bantuan mesin.

“Tak ada korban jiwa akibat kejadian itu, namun kapal juga belum dapat dievakuasi karena cuaca masih belum kondusif,” kata Yusrizal.

Untuk itu, Yusrizal menyarankan kepada seluruh penggiat aktifitas di atas laut agar lebih berhati-hati karena saat ini kondisi laut masih belum stabil. Terlebih, ombak yang tinggi serta tiupan angin yang sangat kencang dapat terjadi sewaktu-waktu. (wsa)

Sepanjang 2016, Perbankan di Kepri Himpun Dana sebanyak Rp 49,91 Triliun

0
ilustrasi

batampos.co.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) merilis, selama 2016, jumlah dana yang berhasil dihimpun oleh perbankan Kepri per Desember 2016 tercatat sebesar Rp 49,91 triliun atau tumbuh 8,15 persen.

Komposisi terbesar berasal dari tabungan sebesar Rp 20,26 triliun (40,59 persen); deposito sebesar Rp16,52 triliun (33,09 persen); dan giro sebesar Rp 13,14 triliun (26,32 persen).

“Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) Kepri diakselerasi terutama pada pertumbuhan deposito sebesar 12,69 persen, giro sebesar 8,66 persen dan tabungan yang tumbuh sangat rendah yaitu hanya 4,40 persen,” jelas Kepala OJK Kepri, Uzersyah seperti dilansir Batam Pos, Jumat (17/2).

Dia mengapresiasi kondisi komposisi dana pihak ketiga yang didominasi oleh tabungan tersebut, karena mencerminkan perbankan Kepri dalam melakukan penghimpunan dana.

“Dana ini berasal dari kalangan masyarakat dengan penghasilan menengah ke bawah atau disebut dengan dana retail,” sebutnya.

Untuk itu melalui beberapa program-program literasi dan inklusi keuangan yang telah dicanangkan oleh OJK.

“Kami terus mengajak perbankan Kepri untuk terus memperluas akses keuangan bagi masyarakat yang berada di daerah-daerah remote area, masyarakat dengan penghasilan menengah ke bawah dan para pelajar,” ungkapnya.

Apabila program-program inklusi keuangan tersebut dapat secara konsisten dijalankan, OJK Kepri yakin pertumbuhan tabungan yang merupakan produk berbiaya rendah akan dapat terus meningkat dan pada akhirnya juga menguntungkan bagi sektor perbankan.

“Dan di sisi lain jumlah penduduk yang mendapat akses keuangan juga dapat terus meningkat,” ucapnya. (cr18/iil/JPG)

Angin Kencang, Kapal Besar Terdampar di Pantai Tanjung Bemban

0
Sebuah kapal Tanker terdampar di pantai Tanjung Bemban Nongsa, Kamis (16/2).
foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Sebuah kapal tanker milik asing terdampar di Pantai Tanjung Bemban, Batam, Kepri, pada Kamis (16/2/2017).

“Sehari sebelumnya (15/2) kapal tersebut di tengah. Lalu tadi pagi sudah berada di depan halaman rumah saya,” kata warga Tanjung Bemban, Mazlan dilansir Batam Pos, Jumat (17/2).

Kapal itu terbawa angin kencang yang melanda Batam.

Saat kapal itu terdampar, Mazlan langsung mengecek ke dalamnya.  Tapi di tak ditemukan satupun awak kapal. Lalu dokumen yang menerangkan kapal ini membawa apa atau milik siapa juga tak ditemukan.

Baginya kapal itu seperti menyembunyikan suatu rahasia dan terasa sangat aneh.

“Kapal ini masih membawa minyak, walau tak banyak. Tapi ada,” ucapnya.

Dia mengatakan di bagian tempat kru kapal terlihat diacak-acak, dimana kasur tergeletak di lantai. Lalu di bagian kemudi kapal juga tak terlihat kompas dan GPS.

“Seharusnya ada, tapi tinggal sarungnya saja,” ungkapnya.

Mazlan takut akan keberadaan kapal ini menjadi masalah, sehingga dia telah melaporkan hal ini ke beberapa instansi yang berwenang.
Pada Kamis (16/2) pagi itu, pihak kepolisian, Syhabandar juga sudah melakukan pengecekan di kapal tersebut.

“Takutnya barang-barang kapal ini diambil orang, makanya saya minta pihak kepolisian mengamankan kapal ini,” ungkapnya.

“Jelasnya kemarin sudah ada di tengah, tapi sebelumnya dimana kapal ini saya gak tahu,” ungkap pemuka masyarakat Tanjung Bemban, Raja Ahmad. (ska/iil/JPG)

Bertamu ke Gedung DPRD Kota Batam, Eh, Meja Resepsionis Kosong

0
ilustrasi
foto: rezaa herdiyato / batam pos

batampos.co.id – Kamis (16/2), beberapa warga sengaja datang ke gedung DPRD hendak bertemu para wakilnya untuk menyampaikan aspirasi.

Akan tetapi niat itu harus terganjal dengan beberapa prosedur yang rumit, karena pelayanan di DPRD Batam terlalu berbelit-belit. Buktiinya untuk mencari informasi keberadaan ruang pimpinan dan sekretariat saja, tak ada satu pun pegawai yang mengarahkan mereka. Penerima tamu tidak ada yang berjaga di sana.

“Ini yang jaga resepsionis mana? Masak sudah jam tiga sore masih istirahat,” gerutu salah seorang warga di depan meja resepsionis DPRD Batam.

Menurut warga Botania itu, dia ingin ke lantai dua ruang protokol. Namun dia tak mengetahui posisi persis ruangan protokol tersebut, sehingga haru mencari tahu ke resepsionis.

“Heran, masak tak ada satupun yang jaga. Gimana kalau yang datang pejabat,” keluhnya.

Senada itu, dua orang pemuda lainnya juga merasa bingung saat menanyakan ruangan salah seorang anggota DPRD. “Katanya di Komisi III. Kebetulan baru pertama ke sini, jadi tak tahu,” ucap warga itu.

Pantauan Batam Pos (Jawa Pos Group), gedung wakil rakyat itu memang tampak sepi, begitu juga dengan pos penjagaan penerima tamu. Papan bertuliskan ‘istirahat’ masih terpampang di depan meja resepsionis. Padahal sudah pukul 15.00 WIB, jam istirahat pun sudah habis.

“Pada kemana nih orang,” ujar Wini, seorang wanita yang mengaku dari salah satu Hotel di Batam.

“Mau nawarin paket hotel. Ruang anggota dewan dimana ya,” tanya dia.

Sebelumnya, Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Riky Indrakari mengatakan, jumlah tenaga harian lepas di DPRD Batam di atas 100 orang.

“Kalau tak salah 162 orang,” kata Riky.

Riky juga mengusulkan agar setiap penerimaan tenaga harian lepas (THL) harus memuat hak dan kewajiban yang jelas. Sehingga menjadi tolak ukur menentukan kinerja mereka.

“Termasuk juga kewajiban untuk datang ke kantor. Pola kerja yang terukur, hasil (output) kinerja yang dilakukan,” kata Riky. (rng/iil/JPG)

Gas Melon Rentan Disalahgunakan

0
Pekerja merapikan gas 3 Kg (gas melon) di salah satu distributor LPG yang berada di Ruko Anugrah Park, Bengkong, Senin (13/2). F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Gas LPG 3 kg atau sering disebut gas melon sangat rentan disalahgunakan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab. Penyelewengan dilakukan oleh oknum tersebut, dilakukan dalam bentuk penyulingan dari gas tabung 3 kg ke tabung 12 kg.

Aksi ini sering didapati pihak kepolisian. “Tahun lalu kami beberapa kali mengamankan operandi seperti ini (penyulingan ilegal),” kata Direktur Ditreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Budi Suryanto pada Batam Pos, Rabu (15/2).

Ia mengungkapkan banyaknya penyulingan ditandai dengan beberapa indikasi. Salah satunya yakni terjadinya kelangkaan gas melon. “Bila itu terjadi, berarti ada penyulingan ilegal disana. Bila masyarakat mengetahui tempatnya, secara laporkan ke kami. Akan segera kami tindak,” ungkapnya.

Penyulingan ini, dijelaskan oleh Budi akibat adanya perbedaan harga yang cukup mencolok antara 4 tabung gas melon dengan gas tabung 12 kg.

“Jadi tabung gas melon disubsidi ini, disalinnya ke tabung 12 kg. Sehingga oknum-oknum itu untung banyak,” ucapnya.

Selain itu, disebutkan oleh Budi. Biasanya gas tabung 12 kg hasil penyulingan ilegal, isinya tak sesuai dengan takaran. “Ada pengurangan,” tuturnya.

Mengenai penyulingan ini, ia sangat menyayangkan hal ini terjadi. Sebab gas melon diperuntukkan untuk masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah. “Kalau disuling dan gas langka. Makin menyulitkan masyarakat,” ucapnya.

Budi mengungkapkan pihaknya akan terus melakukan pengawasan pada gas melon. “Laporkan saja ke kami, jangan takut,” pungkasnya. (ska)

Moge Harley Davidson Fat Bob Hanya Rp300 Juta

0
Marketing Pemasaran, Lynn menunjukan berfose di Motor Harley Davidson . F-Cecep Mulyana/Batam Pos.

batampos.co.id– Showroom mobil dan motor Completely Build Up (CBU), Igenoto di Sei Baloi Batuampar, memberikan diskon spesial setiap pembelian motor gede (moge) legendaris Harley Davidson Fat Bob. Motor ini dibandrol seharga Rp 300 jutaan. “Setiap pembeli pasti ada diskon, dan nego sampai jadi,” ujar Supervisor Igenoto, Desinta Putri Lestari, Selasa (14/2).

Putri mengatakan motor ini dibekali dengan kapasitas mesin 1.600 cc, dengan tranmisi enam percepatan. Sedangkan untuk dapur pacu motor mengusung mesin dengan kapasitas besar dengan teknologi evolution engine membuat mesin lebih besar dengan suara yang garang, model yang ergonomis antara jok. “Stang dan foot step membuat motor ini nyaman saat di kendarai dalam kondisi cepat dan saat perjalanan jauh,” kata Putri.

Tak hanya itu, motor ini masih mengusung unsur klasik sebagai ciri khas motor. Dilengkapi dengan sistem starter elektrik, dengan kapasitas tangki bahan bakar 18,9 liter, dan sistem bahan bakar berupa injeksi port sekuensial elektronik (ESP FI). Sedangkan untuk berat keseluruhan motor ini sekitar 320 kilogram. “Motor yang ada hanya warna hitam saja,” ujar Putri.

Selain itu motor rakitan Korea ini memiliki dua cup di bagian belakang jok serta memiliki foot step yang luas di bagian depan yang membuat motor ini nyaman di kendarai dengan menempuh jarak yang cukup jauh. Sementara itu, untuk menjaga performa mesin, motor ini dibekali dengan pendingin udara twin cam sehingga keawetan mesin terjaga saat perjalanan.

Lebih lanjut, Putri mengatakan selain menawarkan moge Harley Davidson Fat Bob, pihaknya juga menghadirkan moge merek lain seperti merek Harley, Ernem, dan Apprilia, serta mobil CBU lainnya. Informasi lebih lanjut kunjungi jalan Yos Sudarso, Sei Baloi Batuampar disamping Chevrolet, Mazda, dan ex Proton. (cr12)