Selasa, 17 Maret 2026
Beranda blog Halaman 13840

JCH Kloter Pertama Embarkasi Batam Berangkat, Ini Pesan Gubernur Kepri

0
Gubernur Kepri Nurdin Basirun menyerahkan bendera merah putih kepada ketua Kloter Pertama JCH Embarkasi Batam, pada acar apelepas JCH di ruang keberangkatan JCH di Asrama Haji Batam Centre, Selasa (9/8/2016). Foto: humas pemprov
Gubernur Kepri Nurdin Basirun menyerahkan bendera merah putih kepada ketua Kloter Pertama JCH Embarkasi Batam, pada acar apelepas JCH di ruang keberangkatan JCH di Asrama Haji Batam Centre, Selasa (9/8/2016). Foto: humas pemprov

batampos.co.id – Gubrnur Kepri H Nurdin Basirun melepas Jamaah Calon Haji (JCH) kloter pertama Embarkasi Batam di Asrama Haji Batam Senter,  Selasa (9/8/2016) pagi. Sebanyak 443 JCH tersebut semuanya berasal dari kabupaten/kota se-Kepri kemudian diterbangkan ke Saudi Arabia pukul 09.00 WIB menggunakan pesawat Saudi Arabia Airlines.

Gubernur dalam pesannya berharap, agar para JCH bisa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ibadah haji secara baik. Menjaga kesehatan, mengikuti setiap instruksi yang disampaikan petugas kloter, agar rangakaian ibadah bisa dilaksanakan secara maksimal.
Dijelaskan Nurdin, atas nama Pemerintah Provinsi Kepri,  pihaknya terus berupaya secara maksimal agar pelayanan haji khsusunya dari Embarkasi Batam makin tahun makin baik lagi.
“Saya yakin, bersama seluruh pihak terkait, Insya Allah komitmen untuk terus memberikan pelayanan maksimal akan terus kami lakukan,” kata Nurdin.
Dengan memberi pelayanan terbaik, Nurdin yakin JCH makin nyaman. Sehingga para jamaah bisa menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan makin khusyuk.
“Saya juga berpesan, kepada JCH selama di Tanah Suci untuk memberbanyak ibdah. Termasuk ibadah-ibadah sunah. Bukan melakukan kegiatan fisik yang tidak terkait langsung dengan rangkaian ibadah haji,” kaya Nurdin
Nurdin juga berpesan agar JCH menjaga kesehatan. Apalagi di Tanah Suci kondisi cuaca sangat panas. Info terkhir kondisi cuaca mencapai 44 hingga 56 derajat celsius.
“Saya hanya bisa selalu mendoakan,  mudah-mudahan semua JCH yang berangkat hari ini akan menjadi haji yang mabrur,” ujar Nurdin.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah  Kementrian Agama Provinsi Kepri Marwin Jamal sekaligus Ketua Tim Penyelenggara Ibdah Haji (TPIH) Provinsi Kepri menjelaskan,  untuk Embarkasi Batam sendiri tahun ini akan memberangkatkan sebanyak  8.911 JCH.
Jumlah tersebut berasal dari Provinsi Kepri sebanyak 700 orang, asal Provinsi Riau sebanyak 4.030 orang, dari Provinsi Kalimantan Barat sebanyak 1.872 orang dan terakhir dari Provinsi  Jambi sebanyak 2.108  orang.
Mereka selanjutnya akan dibantu oleh 100 orang petugas kloter. Dimana nantinya mereka akan diterbangkan secara  bertahap.
Sesuai jadwal, untuk JCH yang akan berangkat dari Embarkasi Batam akan diterbangkan melalui 20 kelompok penerbangan.
Untuk kloter pertama ini, juga terdapat  JCH tertua yakni Jafar 86 tahun asal Natuna. Adapun jamaah haji termuda yakni Doni Fardiansyah 25 tahun asal Kota Tanjungpinang. (humas pemprov/nur)

Perintah Penyerangan Singapura Didapat Melalui Facebook

0

tiga-saksi-diperiksa-terkait-temuan-bom-di-binjai-bIDg2pWlEBbatampos.co.id – Penyidik Mabes Polri dan Polda Kepri terus menggali keterangan dari para terduga teroris yang saat ini masih ditahan di Mapolda Kepri. Polisi menyebut kelompok KGR ini terbukti merupakan jaringan Bahrun Naim, seperti yang dikutip dari koran Batam Pos.

Baca juga

Densus 88 Tangkap Terduga Jaringan Terorisme di Batam, 6 Orang Diamankan, Ini Data Lengkapnya

Bahkan polisi mengungkap ada perintah Bahrun Naim melalui akun Facebook dan email kepada kelompok KGR untuk menyerang Singapura. Perintah ini disampaikan kepada pimpinan kelompok KGR, Gigih Rahmat Dewa.

“Ada perintah Bahrun Naim melalui Gigih untuk melakukan penyerangan ke Singapura,” ujar Kapolda Kepri, Brigjen Sam Budigusdian di Mapolda Kepri.

Menurutnya, saat ini Tim Densus Antiteror Mabes Polri masih menyelidiki komunikasi antara jaringan KGR dan Bahrun Naim. Termasuk menyelidiki sumber dana yang didapatkan.(Opi)

Tak Terpengaruh Isu, Arus Lalu Lintas Pelabuhan Batam Centre Point Masih Normal

0

Batam_centerbatampos.co.id – Pantauan Batam Pos (grup batampos.co.id) atas sejumlah pelabuhan internasional pascapenangkapan terduga teroris menunjukkan hasil bahwa tak adanya penurunan arus lalu lintas penumpang dari dan ke Singapura.

General Manager (GM) PT Synergi Tharada selaku pengelola Pelabuhan Internasional Batam Center Point, Reza Slamet Riyadi, mengatakan jumlah orang yang berangkat dan pergi dari dan ke Batam masih normal pascapenangkapan terduga teroris, Jumat pekan lalu.

“Jumlahnya sama. Rata-rata 4.500 hingga 5.000 per hari,” kata Reza usai menghadiri perayaan HUT ke-13 Pelabuhan Batam Center Point, kemarin.

Reza mengakui, banyak isu yang berkembang terkait terorisme. Termasuk dengan isu Pelabuhan Batam Centre Point menjadi salah satu target pengeboman. Namun, pihaknya segera mengantisipasi hal tersebut.(ceu)

4 Polisi Singapura ke Polda Kepri, Ada Apa?

0

Sam Budigusdian Kapolda Kepri-F Cecep Mulyana (3)batampos.co.id – Empat perwakilan Kepolisian Singapura mendatangi Polda Kepri, Senin (8/8/2016). Selain ingun melihat dan mendapatkan informasi detail soal terduga jaringan teroris Batam yang diamankan Densus 88, Jumat pagi (5/8/2016), juga datang menyampaikan terimakasih  atas keberhasilan jajaran Polri membekuk jaringan yang diklaim Densus akan menyerang Singapura.

Empat orang perwakilan pihak Singapura ini terdiri dari Brigjend Raymond, Kolonel Tang, Kolonel Bagjesing, dan Kolonel Rahim.

“Mereka datang kesini untuk mengucapkan terima kasih atas keberhasilan Polri dalam membekuk (terduga) jaringan teroris,” ujar Kapolda Kepri Brigen Sam Budigusdian.

Selain mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada jajaran Polri, Kepolisian Singapura juga mengharapkan kerja sama yang lebih intensif ke depannya dalam penanganan Teroris.

Kapolda juga menyampaikan perkembangan terkait penangkapan terduga jaringan teroris Batam yang oleh Densus menyebut Kelompok Khatib Rahmad Dewa pimpinan Gigih RD yang diduga binaan Bahrum Naim.

Dalam hasil pendalaman yang dilakukan oleh Tim Densus 88, kata Sam, Densus mengklaim struktur organisasi dalam kelompok ini terdiri dari, Gigih RD sebagai pimpinan, TS sebagai koordinator lapangan, TZ, HGY, dan EP sebagai perakit senjata.

Dari hasil penggeledahan, Densus juga mengklaim mendapatkan barang bukti berupa laptop dan perangkat IT, dua pucuk air soft gun laras pendek dan dua soft gun laras panjang

Untuk sasaran dari kelompok KRD sendiri merupakan kawasan Marina Bay, Singapura. Tujuan penyerangan ini diungkapkan Sam Budigusdian berdasarkan dari pengembangan yang dilakukan oleh Tim IT Densus 88.

“Rencana itu sudah pasti diperintahkan oleh Bahrun Naim, untuk melakukan aksi di Singapura. Hasil ini dari analisa yang dilakukan oleh Tim IT Densus,” kata Sam.

Klaim Densus tersebut memang masih banyak yang meragukan kalau 5 orang yang disebut-sebut jaringan Bahrum Naim itu akan meroket Singapira dari Batam. Apalagi dalam pemeriksaa , tak satupun bisa membuat roket.

Bahkan, Densus tak menemukan bukti komponen atau peralatan apapun untuk membuat roket dari rumah kelima orang tersebut. (eggi)

Perlu Sertifikasi untuk Standarisasi Upah Buruh

0
Ribuan buruh melakukan aksi demo di kantor Walikota Batam, Rabu (25/11). Mereka menolak PP 78 yang diterapkan oleh pemerintah. Kamis (26/11/2-015)  Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Ribuan buruh melakukan aksi demo di kantor Walikota Batam terkait upah buruh, tahun lalu. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau, Amir Hakim Siregar mengatakan, polemik soal penatapan standar upah buruh bisa diatasi melalui proses sertifikasi. Dengan begitu, penepatan angka-angka besaran upah yang diterima bisa saling terbuka.

“Saya rasa memang perlu sertifikasi sehingga nanti standar upah itu sesuai kompetensi,” ujarnya, kemarin.

Beberapa waktu sebelumnya, kata dia, sudah pernah ada pembicaraan mengenai rencana sertifikasi ini dengan sejumlah perwakilan buruh. Amir menyatakan, segala peluangnya masih terbuka. Karena itu, dalam waktu dekat, diagendakan rapat dengar pendapat antara buruh, anggota legislatif, dan kepala daerah.

“Jadi untuk selanjutnya, bahkan mereka bakal diundang untuk morning coffee untuk meluapkan segala keluh-kesahnya, dan masukan yang paling win-win solution,” ujar politisi asal Partai Hanura ini.

Amir mengungkapkan, Gubernur Kepri Nurdin Basirun menyambut positif masukan sertifikasi bagi pekerja ini. Diharapkan bisa ditindaklanjuti secepatnya bila memang rumusan-rumusan bakunya telah disepakati bersama.

Seperti apa bentuk dukungan yang bisa diberikan pemerintah daerah? Amir menjelaskan, yang paling harus didepankan pada anggaran tahun depan adalah dengan memperbanyak alokasi program-program kepelatihan ketenagakerjaan.

“Kami juga sudah tekankan nanti di APBD 2017 harus diperbanyak dengan pelatihan-pelatihan. Mudah-mudahan dengan sudah terjalinnya komunikasi dan kesepakatan ini, tidak akan ada demo lagi,” pungkasnya. (aya/bpos)

Anggota DPRD Minta Pemko Batam Tolak Imigran

0
Would-be immigrants are pictured in a dinghy after being rescued in the sea near Italy's southern island of Lampedusa on August 28, 2008. Seventy would-be illegal African immigrants to Europe perished when their boat sank in the Mediterranean Sea, according to eight companions rescued off Malta. AFP PHOTO/MAURO SEMINARA (Photo credit should read Mauro Seminara/AFP/Getty Images)
ilustrasi f.era muslim

batampos.co.id – Semakin hari, jumlah pencari suaka di Batam terus bertambah. Selain di hotel Kolekta Batam, Taman Aspirasi, dan depan gedung DPRD Batam menjadi lokasi tempat tinggal para imigran dari Timur Tengah, seperti yang dikutip dari koran Batam Pos.

Para imigran yang berada di Hotel Kolekta tergolong beruntung karena biaya dibiayai dan menjadi tanggung jawab UNHCR. Berbanding terbalik bagi mereka yang berada di taman Aspirasi, terkatung-katung dan tak jelas arah dan tujuannya.

Ironisnya lagi, International Organization for Migration atau Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) yang sebelumnya menjadi tanggung jawab mereka, lepas tangan dan melayangkan surat resmi kepada pihak DPRD kota Batam.

“IOM tak lagi memberikan biaya bagi mereka yang ada di Taman Aspirasi Batamcenter,” ujar ketua DPRD Batam, Nuryanto.

Menanggapi hal ini, politisi PDIP itu mengaku akan memberikan rekomendasi pada walikota agar bisa berkoordinasi dengan badan-badan di Muspida.

“IOM sudah tidak tanggung jawab lagi. Makanya Pemko harus ambil sikap tegas,” ucapnya. Alasannya, tak ada tempat untuk penempatan mereka.

Bila perlu Pemko harus menutup ruang ruang gerak bagi imigran ini. Pasalnya, apabila kita kasih harapan maka Kota Batam akan semakin diserbu para pencari suaka.

“Kalau perlu stop mereka, karena Batam bukan tempat mereka,” pungkasnya.

Pantauan Batam Pos (grup batampos.co.id), para imigran itu tinggal di Taman Aspirasu karena tidak mendapatkan tempat penampungan. Dalam kesehariannya, imigran ini tidur di taman dengan mendirikan tenda dengan beralaskan spanduk dan kardus.

Apabila usai Magrib, mereka pindah ke parkiran DPRD Batam. Lantai menjadi tempat peristirahatan mereka. Sebelum jam masuk pegawai dan anggota DPRD, mereka kembali pindah ke taman Aspirasi.(rng)

Densus Tak Temukan Bukti Terduga Jaringan Teroris Batam Mau Roket Singapura

0
Sejumlah anggota Densus 88 Mabes Polri dan Brimob Polda Kepri melakukan penggerbekan sebuah rumah terduga teroris di Perumahan Sakura Cluster  Batamcenter saat dilakukan penggeledahan, Jumat (5/8). dari penggeledahan tersebut polisi mengamankan sejumlah barang bukti.  F Cecep Mulyana/Batam Pos
Sejumlah anggota Densus 88 Mabes Polri dan Brimob Polda Kepri melakukan penggerbekan sebuah rumah terduga teroris di Perumahan Sakura Cluster Batamcenter saat dilakukan penggeledahan, Jumat (5/8). dari penggeledahan tersebut polisi mengamankan sejumlah barang bukti. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id -Klaim Densus 88 bahwa terduga jaringan teroris Batam yang Densus sebut berafiliasi dengan Bahrum Naim sempat merencanakan akan meroket Marina Bay Singapura, belum bisa dibuktikan. Densus tak menemukan bukti bahan atau komponen pembuatan roket.

“Sampai saat ini belum ditemukan (roketnya), dari pendalaman itu masih sebatas rencana,” ujar Agus Rianto, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Agus Rianto di Mabes Polri, Ahad (7/8/2016).

Berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui pula terduga jaringan Bahrum Naik di Batam Batam ini ternyata belum mampu membuat roket.

Sebekumnya, enam terduga jaringan teroris ditangkap Tim Densus 88, Jumat (5/8/2016) pagi di Batam, Kepulauan Riau. Namun satu orang dilepas karena tak terkait sama sekali. Sementara lima lainnya, oleh Densus disebut jaringan Bahrum Naim.

Kelompok Batam disebut Densus dipimpin GRD. Namun pihak yang disebut-sebut jaringan teroris itu belum pernah diberi kesempatan bicara ke publik, apakah mereka benar-benar jaringan Bahrum Naim atau bukan. Informasi selama ini masih sebatas sumber dari kepolisian.(elf/RPG)

Balapan Liar, Polisi Curigai Motor Yang Dipakai Hasil Curian

0
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Sebanyak 39 anak di bawah umur terjaring razia cipta kondisi Satuan Polresta Barelang, Minggu (7/8) dini hari. Anak-anak ini terlibat balapan liar di jalan Yos Sudarso atau di Seraya Atas Lubukbaja dan jalan Brigjen Suprpato, seperti yang dikutip dari koran Batam Pos.

Seluruh pembalap dan barang bukti diamankan Mapolresta Barelang. Dalam kegiatan itu polisi turut mengamankan 24 sepeda motor.

“Kita mendapatkan informasi dari masyarakat. Saat kita datangi, mereka (anak-anak) tengah balapan,” ujar Kasat Sabhara Polresta Barelang, Kompol Faisal Syahroni.

Ia menjelaskan bahwa seluruh anak tersebut didata dan diberikan sanksi ringan. Termasuk pemanggilan orang tua anak.

Menurutnya, dalam cipta kondisi itu pihaknya juga mengamankan 5 pengendara dan 3 sepeda motor lainnya.

Pengendara ini dicurigai membawa motor curian karena tidak menggunakan plat nomor polisi serta nomor rangka dan mesin motor juga sudah dihapus.(opi)

Sering Gonta-ganti Pria, Pramusaji Ini Ditemukan Tewas di Kamar

0

tkw-meninggal-ilustrasi-_110911115445-785batampos.co.id – Penghuni wisma Mitra Inn di kawasan Mitra Mall, Batu Aji, geger, Sabtu (6/8) malam. Pasalnya, Fira penghuni kamar 203 ditemukan tewas di dalam kamar sekitar pukul 22.30 WIB seperti yang dikutip dari koran Batam Pos.

Belum diketahui penyebab pasti tewasnya wanita 30 tahun itu, namun polisi menduga Fira tewas karena pengaruh minuman keras karena ditemukan sejumlah kaleng minuman keras di dalam kamar wisma saat olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kematian wanita yang diketahui sebagai pramusaji di Lupa Lelah Cafe (LLC) yang ada di dalam kawasan Mitra Mall itu, pertama kali diketahui petugas wisma yang hendak menagih tarif sewa kamar.

Saat melakukan olah TKP, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. “Penyebab meninggalnya korban belum diketahui pasti karena masih tunggu hasil visum,” ujar Kanit Reskrim Polsek Batuaji AKP M Said.(eja)

Istono: Menerbitkan PL Bukan Bagian dari Keputusan Strategis

0

batampos.co.id – Mantan Deputi III Badan Pengusahaan (BP) Batam, Istono, buka suara terkait hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang dianggap menyudutkan kinerja BP Batam di masa kepemimpinan Mustofa Widjaja. Istono membantah sebagian besar temuan BPKP.

Misalnya terkait temuan BPKP yang menyebut BP Batam mengabaikan surat Ketua Dewan Kawasan (DK) Batam yang juga Menko Perekonomian, Darmin Nasution.

Di mana dalam surat bernomor S-57/M.EKON/03/2016 bertanggal 8 Maret 2016 tersebut Darmin meminta BP Batam untuk tidak mengambil kebijakan, keputusan, tindakan penting dan strategis serta berimplikasi luas, misalnya pengalihan aset, pengamanan dokumen, penandatanganan perjanjian, pemberian dan perpanjangan izin, perubahan status hukum dan organisasi, kepegawaian, dan alokasi anggaran.

“Surat tersebut hanya menyarankan BP Batam untuk tidak mengambil keputusan strategis, bukan melarang,” jelasnya.

Karena itulah, kata Istono, kebijakan BP Batam menerbitkan 149 izin penetapan lokasi (PL) untuk lahan seluas 300 hektare lebih dalam rentang waktu 8 Maret hingga 5 April 2016, bukan sebuah kesalahan.

“Menerbitkan PL itu bukanlah bagian dari keputusan strategis, itu merupakan bentuk pelayanan publik. Tak mungkin kami hentikan karena tiap harinya banyak permohonan (lahan) yang masuk,” jelasnya.

Menurut Istono, dari 149 PL yang diterbitkan itu sebagian besar datanya sudah diproses jauh sebelum Ketua DK menerbitkan surat edaran itu.

Berikutnya mengenai transaksi pembayaran termin kedua dana Uang Penghargaan Pengabdian (UPP) sebesar Rp 227.575.387.585 pada tangal 29 April 2016, Istono menjelaskan UPP itu merupakan uang pensiun yang berlaku di internal BP Batam dan sudah ada aturannya. Lagi-lagi Istono menyebut hal itu bukan bagian dari keputusan strategis, melainkan merupakan kewajiban rutin.

Menurut Istono, banyak yang salah menafsirkan isi surat Ketua DK tersebut. Menurut dia, keputusan yang bersifat strategis di BP Batam antara lain perombakan organisasi dan perjanjian kerjasama dengan investor luar negeri.

“Kami sudah bertanya ke Menko saat itu, dan urusan terkait layanan publik mengenai pertanahan boleh jalan,” tegasnya.

Sementara soal temuan BPKP yang menyebut Bandara Hang Nadim merugi Rp 29.8 miliar, itu karena bandara tersebut tidak bisa sepenuhnya dikembangkan secara komersil. Alasannya, sampai saat ini Bandara Hang Nadim masih berupa Badan Layanan Umum (BLU). Dan BLU tak boleh cari profit secara penuh.

“Harus ada sosialnya,” ujarnya.

Memang, bandara ini merupakan satu-satunya bandara di Indonesia yang tidak dikelola oleh PT Angkasapura melainkan oleh BP Batam.

“Kami tidak bisa cari uang secara kebablasan,” katanya.

Makanya, tarif airport tax di Hang Nadim lebih kecil daripada bandara lainnya. “Kalau tidak salah, tarifnya sekitar Rp 30 ribu, bandara lain malah sudah ada yang mencapai Rp 70 ribu,” ungkapnya.

Sedangkan mengenai masalah tunggakan pajak parkir ke Pemerintah Kota (Pemko) Batam senilai Rp 794 juta hanyalah masalah administrasi. Termasuk tagihan listrik dari mitra bandara yang macet sebesar Rp 479 miliar.

“Tunggakan Pemko ke BP Batam juga banyak kok,” katanya.

Dan mengenai kerugian Rumah Sakit Otorita Batam (RSOB), Istono membenarkan defisit senilai Rp 28,1 miliar tersebut terjadi karena RSOB menanggung selisih tarif pengobatan karena tarif BPJS lebih rendah dari tarif RSOB.

“Makanya merugi karena RSOB ditekan oleh BPJS,” ujarnya. (leo)