Selasa, 17 Maret 2026
Beranda blog Halaman 13839

Lima Warga Batam yang Disebut Densus Jaringan Teroris Diterbangkan ke Jakarta

0
Terduga Teroris
Terduga Teroris

batampos.co.id – Lima warga Batam yang oleh Densus 88 disebut sebagai terduga teroris jaringan Katibah Gigih Rahmat (KGR) yang ditangkap di Batam, Jumat (5/8/2016) lalu diterbangkan ke Jakarta, Selasa (9/8). Kelima orang ini dikawal 15 polisi.

“Dua hingga tiga orang mengapit satu orang,” kata seorang sumber, seperti diberitakan koran Batam Pos, Rabu (10/8/2016).

Kelima warga Batam itu, yakni Gigih Rahmat Dewa, Trio Syafrido, Eka Saputra, Tarmidzi, dan Hadi Gusti Yanda. Mereka diterbangkan menggunakan pesawat komersil dan bergabung dengan penumpang lainnya. Namun kelimanya dan ke-15 polisi yang mengawalnya menggunakan pakaian basa sehingga tak diketahui penumpang lainnya.

Agus Purwanto, kuasa hukum keluarga Gigih Rahmat Dewa, mengaku pihak kepolisian sudah memberitahukan jika pemeriksaan Gigih dan empat orang lainnya dilanjutkan di Mabes Polri di Jakarta.

“Tadi malam (kemarin malam, red) diberitahu langsung oleh pihak kepolisian,” ujarnya.

Mengenai langkah yang akan diambil oleh keluarga Gigih, Agus mengatakan pihak keluarga sedang mengkaji dan membahasnya. “Soal langkah hukum, lagi dirapatkan oleh pihak keluarga,” ungkapnya.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Helmy Santika, membenarkan kelima warga Batam itu diterbangkan ke Jakarta, Selasa (9/8/2016) pagi. Kelimanya akan menjalani pemeriksaan lanjutan di Mabes Polri.

“Tadi pagi (kemarin pagi, red) sudah diberangkatkan melalui Bandara Hang Nadim,” ujar Helmy.

Sementara itu, Gigih dan empat rekannya belum pernah diberi kesempatan bicara ke publik atau media, apakah tudingan bagian dari jaringan teroris yang berafiliasi dengan Bahrum Naim benar atau tidak.

Informasi soal dugaan Gigih dan empat orang lainnya bagian dari jaringan KGR selama ini hanya datang dari pihak kepolisian. Termasuk soal tudingan akan meyerang Singapura dari Batam, transfer uang dari Bahrum Naim, memberangkatan Dwi Djoko Wiwoho, pernah melatih pelaku bom Mapolresta Solo, menampung terduga teroris asal Uighur, dan masih banyak tudingan lain yang dialamatkan ke Gigih. (jpgrup)

Police: Batam is Conducive

0

batampos.co.id – Riau Islands Police Chief Officer, Brigjend Sam Budigusdian, guarantee that Batam is in safe and conducive conditions.

“Batam is safe, and so far we’ve done with special security,” he said, Friday (5/8/2016).

Separately, Batam Major Muhammad Rudi, also ensures Batam is safe. The arrested  of terrorists suspected was shown that Batam is under control.

“I appreciate what Police did, ” Major told at press conference in his office, Friday (5/8/2016).

Lomba Buku Puisi Berhadiah Rp 100 Juta, Wow… Ikutan Yuk

0

batampos.co.id – Pembaca batampos.co.id, ada lomba buku puisi dengan hadiah wow loh…

Ya, Yayasan Hari Puisi Indonesia bekerjasama dengan Indopos kembali menggelar lomba buku puisi berhadiah total Rp100 juta.

Acara itu bagian dari Perayaan Hari Puisi Indonesia 2016 yang jatuh pada 26 Juli lalu. Puncak acara hari puisi itu akan digelar di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada 11-12 Oktober 2016.

“Lomba terbuka untuk umum dan temanya bebas,” kata Ketua Panitia Hari Puisi Indonesia, Asrizal Nur, di Jakarta, Selasa, 9 Agustus 2016.

Arizal mengatakan selain lomba buku puisi, puncak Hari Puisi Indonesia akan diisi dengan pidato kebudayaan oleh sastrawan Ajib Rosidi, baca puisi oleh para maesto penyair Indonesia, baca oleh para tokoh dalam dan luar negeri dan panggung apriesiasi.

“Panggung apresiasi untuk memberi ruang kepada anak-anak muda pegiat dan pecinta sastra untuk mengekspresikan karya dan kreativitasnya,” ujar Asrizal.

Hari Puisi Indonesia dideklarasikan di Pekanbaru, Riau, pada 22 November 2012. Deklarasi itu dihadiri oleh sekitar 40 penyair yang mewakili berbagai provinsi di Indonesia. Selanjutnya, tiap daerah memperingati sendiri-sendiri hari puisi tiap 26 Juli.

“Adapun puncak Hari Puisi Indonesia diadakan di Jakarta,” tutur Asrizal lagi.

Khusus untuk lomba buku puisi, peserta diharuskan mengirimkan buku kumpulan puisi terbaru yang terbit pada 25 September 2015 hingga 25 September 2016.  Buku itu harus memiliki ISBN dan melampirkan tanda bukti terdaftar ISBN. Syarat lain, buku itu belum pernah memperoleh penghargaan dari mana pun.

“Peserta boleh mengirim lebih dari satu judul buku kumpulan puisi dan masing-masing judul sebanyak lima eksemplar,”  kata Sekretaris Panitia Hari Puisi Indonesia, Mustafa Ismail.

Buku puisi itu dikirim ke Sekretariat Panitia Hari Puisi Indonesia di PDS HB Jassin, Jl. Cikini Raya 73, Jakarta Pusat 10330 dengan menyertakan alamat lengkap dan nomor telepon. Menurut Mustafa, naskah hurus sudah diterima paling lambat pada 30 September 2016.

“Dewan juri akan memilih satu buku kumpulan puisi terbaik dan dan lima buku puisi pilihan,” ujar penyair asal Aceh itu.

Buku Kumpulan Puisi Terbaik mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp. 50 juta dan lima Buku Puisi pilihan masing-masing Rp 10 juta.

Hadiah pemenang diserahkan pada malam Anugerah Hari Puisi Indonesia pada 12 Oktober 2016 di Graha Bakti Budaya Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.

Buku-buku yang diterima panitia akan dinilai oleh dewan juri terdiri dari Maman S Mahayana, Sutardji Calzoum Bahri dan Abdul Hadi WM.

Maman S Mahayana mengatakan ada sejumlah aspek yang dinilai dalam lomba itu. “Aspek utama tentu saja estetika puisi itu,” ujar pengajar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia itu. Estetika dimaksud termasuk cara ungkap, kedalaman tema dan gagasan, orisinalitas, kebaruan,  dan capaian-capaian estetik yang melingkupi keseluruhan puisi-puisi dalam buku yang dilombakan.

“Selain itu, tampilan, perwajahan buku dan keseriusan menggarapnya juga dinilai.”

Salah seorang inisiator Hari Puisi Rida K. Liamsi mengatakan dalam malam puncak peringatan Hari Puisi Indonesia juga akan diluncurkan dua buku antologi puisi. Antologi pertama adalah berisi puisi-puisi para penyair Indonesia yang pernah dimuat di rubrik Hari Puisi di Harian Indopos.

“Seperti kita ketahui, halaman Hari Puisi di Indopos dikuratori oleh Presiden Penyair Indonesia Sutardji Calzoum Bahri,” kata Rida.

Buku kedua, menurut Rida, adalah kumpulan puisi yang memuat karya-karya penyair Indonesia yang ditulis pada Hari Puisi yakni 26 Juli hingga 17 Agustus 2016.

Penyair yang berminat bergabung dalam antologi ini bisa mengirimkan karyanya ke email: [email protected]. Namun, panitia tidak bisa memberi honor kepada puisi yang terpilih masuk antologi tersebut sebab ini bagian dari “pesta” merayakan Hari Puisi. “Penyair yang puisinya dimuat akan dikirim masing-masing 10 buku puisi.”

Salah seorang deklarator Hari Puisi Indonesia Ahmadun Yosi Herfanda berharap pemerintah di daerah-daerah mendukung para penyair untuk bisa mengikuti kegiatan ini. Salah satu caranya dengan mensponsori penerbitan buku antologi puisi penyair di daerahnya masing-masing.

“Jika buku puisi itu menang pastilah akan mengharumkan nama daerah itu,” ujar penyair “Sembahyang Rumputan” itu. [R]

Selidiki Lagi Beberapa Tempat, Densus 88 Temukan Bukti-bukti Ini

0
Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli. Foto: Dokumen JPNN
Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli. Foto: Dokumen JPNN

batampos.co.id – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri kembali memeriksa sejumlah tempat terduga teroris kelompok Kitabah Gigih Rahmat (KGR) yang masih berada di Batam, Kepulauan Riau.

Selain menggeledah beberapa lokasi, kelima terduga terus diperiksa Densus 88 secara intensif untuk mengumpulkan barang bukti baru.

Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli mengatakan, dari rumah Gigih Rahmat Dewa, Densus menyita alat panah, uang tunai Rp 2,5 juta, buku catatan, kamera, satu buah paspor, akte kelahiran, dan akte keluarga.

“Kemudian ada sejumlah buku tabungan Bank Mandiri, Mandiri Syariah, dan Muamalat,” kata Boy di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (9/8).

Sementara itu, dari rumah terduga teroris inisial ES, Densus menemukan senjata api rakitan. “Jadi itu senjata air soft gun yang dimodifikasi sedemikian rupa mirip seperti AK-47. Itu diletakkan yang bersangkutan di atas rumahnya di loteng,” imbuh Boy.

Lebih lanjut, kata Boy, Densus juga menyita beberapa barang bukti dari rumah terduga teroris inisial TS. Antara lain ialah satu senapan angin, satu pucuk air soft gun, satu unit CPU, dan note book.

Menurut Boy, Densus sudah menyerahkan satu unit CPU dan note book kepada tim Cyber Crime Mabes Polri untuk diperiksa secara forensik.

“Pemeriksaan berkaitan dengan percakapan yang dilakukan bersama dengan kelompok-kelompok mereka,” terang Boy.

Terlepas dari itu, lanjut Boy, pemeriksaan dan pengumpulan barang bukti masih berlanjut. Sebab, Densus menduga, kelima terduga teroris tersebut masih menyembunyikan barang bukti terkait terorisme di tempat lain di Batam.

“Ada sesuatu yang masih disembunyikan. Kami masih perlu tunggu dengan mengonfirmasi terhadap petunjuk-petunjuk lainnya sehingga kami harapkan upaya penyitaan terhadap segala properti yang mereka kuasai.

“Tentunya juga berkaitan dengan masalah-masalah yang mengarah pada peralatan yang digunakan untuk aksi-aksi teroris. Itu yang kami waspadai dari kelompok ini,” tandas Boy. (Mg4/jpnn)

Pencuri di Golden Land Batam Bonyok Dihajar Warga

0
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Seorang pencuri babak belur dihajar massa di Perumahan Golden Land, Minggu (7/8/2016) malam. Beruntung, jajaran Polsek Batamkota langsung datang ke lokasi untuk mengamankan pelaku.

“Warga yang emosi sempat menghajarnya namun aksi main hakim berhasil diredam dan langsung kita amankan,” ungkap Kapolsek Batamkota, Kompol Arwin, Selasa (9/8/2016).

Arwin mengungkapkan, kegeraman warga itu meladak usai korbannya Liston yang memergoki aksi pelaku yang hendak mencuri di rumahnya. Namun nahas, belum sempat berhasil menjalankan aksinya, pelaku sudah dipergoki korbannya.

“Saat itu korban sedang menonton, kemudian dia mendengar suara tas yang ditarik. Kemudian korban langsung melihat ke belakang dan melihat tas sandangnya di seret ke luar. Korban tidak melihat yang menarik tasnya itu,” jelas Arwin.

Setelah melihat tasnya yang di bawa keluar, Liston pun kemudian berlari keluar dan melihat pelaku berlari dan melompati pagar rumahnya. Sontak saja melihat kejadian ini korban langsung meneriaki maling.

Warga yang mendengar teriakan Liston pun langsung keluar dan mengejar pelaku hingga akhirnya tertangkap. Pelaku yang diketahui bernama Deni warga Kampung Harapan Swadaya RT 03 RW 05 Sungai Panas itu langsung dihakimi warga.

Beruntung bagi Deni, ia yang hampir kehilangan nyawa akibat dihajar warga langsung diselamatkan jajaran Polsek Batamkota dan di larikan menuju Rumah Sakit Santa Elisabet untuk mendapatkan pertolongan.

“Mungkin kalau tidak segera kita amankan, pelaku bisa mati dihajar massa,” lanjutnya.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga turut mengamankan barang bukti yang digunakan pelaku dalam menjalankan aksinya seperti sepeda motor jenis Yamaha Mio M3 dan sebilah pisau yang berada di dalam jok motor tersebut.

“Pelaku kita jerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman penjara selama tujuh tahun,” pungkasnya. (eggi)

Wonderful Indonesia Semakin Lengket di Body Air Asia

0
Wonderful Indonesia di pesawat Air Asia. Foto: @kemenpar_ri/twitter
Wonderful Indonesia di pesawat Air Asia. Foto: @kemenpar_ri/twitter

batampos.co.id – Maskapai Air Asia memang cukup atraktif desain gambar-gambar di badan pesawatnya. Setelah meluncurkan corak pesawat berlogo Wonderful Indonesia pada Airbus A330 seri 300, maskapai  yang baru menyambar World’s Best Low Cost Airline by Skytrax itu akan kembali bekerjasama mengampanyekan pariwisata Wonderful Indonesia. Dari mulai kampanye pemasaran di wraping bus hingga driver content di media internal Air Asia, akan segera dilakoni mulai pertengahan Agustus 2016.

“Nanti akan ada media gathering di Singapura. Media-media internal Air Asia, komunitas dan travel-travel akan bertemu 11 Agustus 2016. Semua akan membahas Wonderful Indonesia Promotion with Air Asia,” terang Prof. I Gde Pitana, Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata, Kamis (4/8).

Lantas mengapa harus Air Asia? Maskapai penerbangan bertarif rendah yang berpusat di Bandara Internasional Kuala Lumpur? Soal ini, Pitana sudah punya jawabannya. Dari mulai gelar World’s Best Low Cost Airline by Skytrax (2007–2015), maskapai yang paling banyak dicari hingga wilayah operasi yang menjangkau 11 kota besar di Asia, jadi alas an utamanya.

Selain itu, Air Asia memang cepat sekali menyesuaikan desain gambar di bodi pesawatnya. Cepat sekali berubah, mengikuti apa yang sedang dibicarakan orang-orang. Misalnya saat polisi mengenakan kostum kaus “Turn Back Crime” tiba-tiba Air Asia yang mendarat di Bali dan Jogjakarta sudah berdesain tulisan hitam besar, “Turn Back Crime.” Apa hubungannya? Ya, itulah kreativitas Air Asia yang selalu tampil dinamis, di tengah perhatian public pada desain badan pesawat.

Kiprah di negara-negara ASEAN juga terbilang sangat wow juga ikut jadi rujukan. Maklum, Air Asia memiliki anak perusahaan di hampir semua negara ASEAN. Di Thailand, ada Thai AirAsia yang mengudara. Untuk Indonesia, pelayanannya dihandle Indonesia AirAsia. Filipina, ada Philippines’ AirAsia Inc. Dan yang terbaru, ada AirAsia X yang berbasis di Malaysia. “Kurang apa lagi? Brand Air Asia sudah sangat dikenal,” beber Pitana.

Bersama Air Asia, Wonderful Indonesia akan berpromosi melalui wraping bus. Nanti akan ada  destinasi dan landmark ikon pariiwasata Indonesia yang hadir di bus-bus Air Asia. Selain itu, kampanye pemasaran di media-media internal Air Asia seperti Lepak Satu Korner, Night Owl Cinematic, Travel Yahoo Inspirasi dan Warna Radio, juga akan dilakoni. Ke depannya, semua media tadi akan rutin menampilkan berita-berita menarik tentang sejumlah destinasi di Indonesia.

Yang perlu dicatat, media-media Air Asia mendapat respon yang sangat bagus dari netizen. Predikat nomor 1 travel website di Asia ada di dalam genggaman mereka. Page views-nya? Sangat tinggi. Tiap bulannya, ada lebih dari 300 juta page views yang berkunjung. Dan dalam satu tahun, impression page-nya menembus lebih dari 200 juta impression. Rata-rata, usernya berseluncur selama 8 menit dalam setiap kunjungan. “Kalau Wonderful Indonesia hadir di sana, dampaknya bisa sangat dahsyat. Kami ingin trend kunjungan wisatawan asing ke Indonesia terus meningkat,” ungkap Pitana.

Dari data BPS, jumlah kunjungan wisatawan asing periode Januari-Juni 2016 mencapai 5.291,6 ribu orang. Trend kenaikan Juni 2016 tercatat pada kunjungan turis asal Tiongkok dan Australia. Tiongkok naik menjadi 115,84 ribu kunjungan. Sementara  Australia dan 113,67 ribu kunjungan. Di periode yang sama 2015,dua negara itu masing-masing 98,26 ribu dan 102,21 ribu kunjungan. (*)

Truk Tanah Hantam Pos Polisi Simpang Nagoya Batam

0
Truk tanah hantam pos polisi di Simpang Nagoya, Selasa (9/8/2016) dini hari WIB. Foto: istimewa
Truk tanah hantam pos polisi di Simpang Nagoya, Selasa (9/8/2016) dini hari WIB. Foto: istimewa

batampos.co.id – Sebuah truk pengangkut tanah yang dalam bermuatan kosong menabrak pos polisi di Simpang Nagoya, Selasa (9/8/2016) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

Akibat dari insiden tabrakan ini, pos polisi rusak berat. Selain itu, sopir truk Fajri (29) mengalami luka di kening, tangan kiri, dan kaki.

Satu orang korban lainnya yang merupakan seorang pengawas yang juga berada dalam truk mengalami luka pada wajah dan tangan.

Kanit Laka Lantas Polresta Barelang, Ipda Arman mengungkapkan tabrakan ini berawal akibat rem angin kosong, mesin mati dan perseneling yang dalam kondisi netral.

“Supirnya itu tidak bisa lagi menghentikan truknya, karena rem anginnya kosong dan perseneling truk juga dalam keadaan netral,” ungkap Arman.

Lebih lanjut Arman menjelaskan pada saat kejadian, kondisi truk dalam keadaan parkir untuk beristirahat di jalanan yang menurun.

“Karena dalam keadaan menurun itu truknya langsung meluncur hingga melewati trotoar hingga menabrak pos kita. Pos kita dalam kondisi rusak parah dan diperkirakan kerugian hingga mencapai puluhan juta,” pungkasnya. (eggi)

Gundahnya Hati Orangtua yang Anaknya Ditangkap Densus 88

0
Ilustrasi penangkapan terduga teroris. Foto: tempo.co
Ilustrasi penangkapan terduga teroris. Foto: tempo.co

batampos.co.id – Sejak Densus 88 melakukan operasi penangkapan orang-orang yang Densus klaim terduga jaringan teroris Bahrum Naim di Batam, Jumat (5/8/2016) lalu, hingga saat ini para orangtua yang anaknya diciduk makin gundah.

Orangtua tidak bisa bertemu dengan anak mereka, bahkan tempat anak mereka ditahan pun tidak diberitahu. Bahkan, pemberitahuan dari kepolisian hingga saat ini tidak ada.

Baca Juga: Kapolda Kepri Sebut Dana untuk KGR Dikirim Bahrum Naim via Western Union

Orangtua Hadi (sebelumya berinisial HGY) misalnya. Mereka mengaku sangat cemas dengan kondisi putra pertamanya itu. Namun mereka tak tahu harus kemana mencari informasi tentang anaknya tersebut.

“Ibunya yang sangat khawatir sampai nggak (bisa) tidur, nggak makan mikirin Hadi. Ingin sekali tengok Hadi, tapi nggak tahu harus ke mana,” ujar HMD, ayah Hadi, saat ditemui di rumahnya di Taman Karina Batuaji, Batam, Kepri, seperti diberitakan JPNN (Jawa Pos Group), Selasa (9/8/2016).

HMD mengatakan, ia dan istrinya sangat ingin bertemu dengan Hadi. Namun dia tak tahu harus kemana menemui anaknya itu.

HMD enggan berkomentar banyak lagi terkait tuduhan teroris yang diarahkan kepada putranya yang baru berusia 20 tahun itu. Dia pasrah dengan berbagai informasi yang beredar tentang anaknya. Namun ia sangat yakin tuduhan jaringan teroris yang dialamatkan Densus kepada anaknya tidak benar.

“Nggak bisa ngomong apa-apa lagi. Semoga semua tuduhan itu tidak benar,” katanya.

Seperti diketahui, Hadi merupakan satu dari enam orang yang oleh Densus menyebut jaringan teroris Khatib Gigih Rahmat (KGR) yang berafiliasi dengan Bahrum Naim.

Hadi ditangkap saat naik sepeda motor bersama rekannya, M Tegar Sucianto. Namun belakangan Tegar dibebaskan.

Sehingga, saat ini tinggal lima orang yang masih ditahan. Masing-masing Gigih Rahmat Dewa, 31, Trio Syafrido, 46, Eka Saputra, 35, Tarmidzi, 21, dan Hadi Gusti Yanda, 20.

Gigih dan empat rekannya sendiri hingga saat ini belum pernah dimunculkan ke publik sejak ditangkap. Mereka juga belum pernah dikasi kesempatan mengklarifikasi semua tudingan yang dialamatkan kepadanya dan rekannya. Lokasi dimana mereka ditahan pun enggan disebutkan polisi.

Kapolda Kepri, Brigjen Pol Sam Budigusdian, masih merahasiakan keberadaan kelima warga Batam itu. Namun Sam memastikan posisi mereka masih di Batam. (ceu/opi/ska/eja/ray/jpnn)

Kapolda Kepri Sebut Dana untuk KGR Dikirim Bahrum Naim via Western Union

0
Terduga Teroris
Densus 88 menggeledah rumah terduga jaringan teroris Khatib Gigih Rahmat (KGR) di Batam, Jumat (5/8/2016). Foto: batampos/jpgrup

batampos.co.id -Bukti-bukti otentik tentang kelompok Khatib Gigih Rahmat (KGR) adalah jaringan Bahrum Naim belum dibeberkan kepada media oleh Densus 88, namun penyidik Mabes Polri dan Polda Kepri sudah menyebut KGR di Batam, Kepulauan Riau, ini terbukti merupakan jaringan Bahrun Naim.

Polisi bahkan mengklaim ada perintah Bahrun Naim melalui akun facebook dan email kepada kelompok KGR untuk menyerang Singapura, meski bukti perintah itu belum ditunjukkan ke media.

“Ada perintah Bahrun Naim melalui Gigih untuk melakukan penyerangan ke Singapura,” ujar Kapolda Kepri, Brigjen Sam Budigusdian seperti diberitakan JPNN, Selasa (9/8/2016).

Baca Juga: Kapolda Kepri Sebut Gigih Latih Pelaku Bom Mapolresta Solo di Batam

Dia menjelaskan penyerangan menggunakan roket ke Singapura dengan target Marina Bay tersebut diduga bertujuan mendapatkan dana. Namun, Sam enggan menyebutkan sumber dana yang akan didapatkan kelompok ini.

“Mungkin saja untuk mendapatkan dana. Dan untuk menekan (Singapura),” kata Sam.

Sam menambahkan untuk mematangkan perencanaan itu, Gigih menerima dana langsung dari Bahrun Naim. Dana itu digunakan untuk membeli bahan dan peralatan penyerangan.

Dana itu dikirim melalui jasa pengiriman uang antarnegara, Western Union. “Jumlah dana yang dikirimkan masih dalam pemeriksaan Tim Densus,” kata Sam.

Baca Juga: Kapolda Kepri Sebut Mantan Pejabat BP Batam Joko Wiwoho Berangkat ke Suriah Dibantu Gigih

Meski begitu, Sam maupun Densus serta Mabes Polri belum menemukan barang bukti apapun terkait klaim rencana penyerangan itu.

Bahkan Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Agus Rianto di Mabes Polri, Ahad (7/8/2016) lalu mengatakan, belum ada bukti apapun terkait roket yang disebut bakal digunakan untuk menyerang Singapura.

“Sampai saat ini belum ditemukan (roketnya), dari pendalaman itu masih sebatas rencana,” ujar Agus Rianto.

Gigih dan empat rekannya yang lain yang disebut Densus jaringan Bahrum Naim hingga saat ini belum memberikan klarifikasi kepada media terkait semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Gigih Cs belum diberi kesempatan bicara ke media secara langsung.

Bahkan, Kapolda Kepri Brigjen Sam Budigusdian saat ditanya keberadaan Gigh Cs setelah ditangkap Jumat (5/8/2016) lalu enggan menyebutkan. “Masih dalam pengawasan Densus 88, wilayah kerja densus seluruh Indonesia,” ujar Sam, Senin (8/8/2016). (ceu/opi/ska/eja/eggi/jpnn)

Baca Juga: Densus Tak Temukan Bukti Terduga Jaringan Teroris Batam Mau Roket Singapura

Kapolda Kepri Sebut Gigih Latih Pelaku Bom Mapolresta Solo di Batam

0
Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian didampingi Kapolresta Barelang dan Kepala Dinas Parawisata Kepri Guntur Sakti memberikan keterangan terkait terduga teroris di Mapolda Kepri, Senin (8/8/2016). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos/jpnn
Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian didampingi Kapolresta Barelang dan Kepala Dinas Parawisata Kepri Guntur Sakti memberikan keterangan terkait terduga teroris di Mapolda Kepri, Senin (8/8/2016). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos/jpnn

batampos.co.id – Tudingan kalau terduga jaringan teroris Khatib Gigih Rahmat (KGR) yang disebut Densus berafiliasi dengan Bahrum Naim, ada di balik beberapa serangan teror di Indonesia terus dilancarkan polisi ke Gigih.

Kapolda Kepri, Brigjen Sam Budigusdian mengklaim, Gigih merupakan otak penyerangan atau pemboman di Mapolresta Surakarta, 5 Juli lalu.

Gigih melatih langsung pelaku bom bunuh diri di Mapolresta Surakarta itu, Nur Rahman, di Batam.

Nur Rahman diketahui masuk Batam pada tahun 2015. Nur Rahman kemudian diberikan pelatihan dan tata cara penggunaan bom bunuh diri untuk menyerang Mapolresta Surakarta pada 5 Juli 2016.

“Nur Rahman pernah ke Batam dan di sini (Batam) perencanaan itu,” tutur Sam seperti diberitakan JPNN, Selasa (9/8/2016).

Menurutnya, saat ini Tim Densus Antiteror Mabes Polri masih menyelidiki komunikasi antara jaringan KGR dan Bahrun Naim. Termasuk menyelidiki sumber dana yang didapatkan.

Sam menambahkan, Gigih turut bertugas merekrut anggota dan melatihnya. Pria 31 tahun ini melatih anggota rekrutannya tersebut di dalam hutan di kawasan Nongsa, Batam.

“Latihannya menggunakan senjata juga. Tapi air softgun. Sementara senjata laras panjang yang asli belum dilatih,” klaim Kapolda Kepri.

Gigih diketahui merekrut Trio Syafrido, 46, Eka Saputra, 35, Tarmidzi, 21, Hadi Gusti Yanda, 20.

Keempat pria ini memiliki peran yang berbeda. Trio bertugas sebagai koordinator lapangan, Hadi sebagai bendahara. Eka sebagai perakit senjata dan Tarmidzi merupakan anggota yang baru direkrut.

“Peran mereka berbeda sesuai kemampuan,” imbuh Sam.

Menurut Sam, perekrutan dilakukan Gigih tergantung kebutuhannya. Seperti halnya perekrutan Hadi dan Trio. Kedua pria ini banyak mengetahui seluk beluk wilayah Batam dan bidang perbankan.

“Trio berperan sebagai koordinator lapangan jaringan ini. Eka selaku perakit senjata dan trainer. Sementara itu Tamidzi merupakan anggota rekrutan (calon pengantin, red),” kata Kapolda.

Pernyataan Kapolda Kepri tersebut, hingga berita ini diturunkan belum bisa diklarifikasi kepada Gigih dan empat temannya yang ditahan karena disebut-sebut terduga jaringan teroris yang berafiliasi dengan Bahrum Naim. Mereka ditahan sejak Jumat pagi (5/8/2016).

Apakah semua pernyataan Kapolda Kepri itu benar, Gigih sampai saat ini belum dikasi kesempatan untuk berbicara ke publik, sehingga informasi yang dipublis masih sebatas dari sumber kepolisian.(ceu/opi/ska/eja/ray/jpnn)