Ilustrasi. Foto: Yofi Yuhendri/ Batam Pos r siswanyaF Yofi
batampos.co.id – Sejumlah sekolah mengaku Batam belum siap menerapkan program full day school.
Menurut kepala SMP Negeri 27 Batam, Alisman, wacana full day school sulit diterapkan di Batam mengingat hingga saat ini hampir sejumlah sekolah menerapkan dua shift.
Misalnya di SMPN 27 Batam, sekolah ini terbagi 2 shift yakni, shift pertama mulai pagi pukul 07.30 WIB sampai pukul 12.30 WIB dan shift kedua masuk pukul 12.45 WIB sampai 17.30 WIB.
“Kalau itu (Full Day School) diterapkan di Batam, kita bisa pulang pagi,” ujar Alisman.
Selain masalah kekurangan ruang belajar, juga kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) guru dan fasilitas belajar lainnya.
“Saat ini ruang belajar yang dimiliki 22 ruangan, dan kekurangan guru 11 orang,” pungkas Alisman.
Hal serupa juga disampaikan oleh Kepala SMPN 21 Batam, Poniman Sardi. Menurutnya murid SDN 20 masih menumpang di SMPN 21 Batam. Dampaknya tentu saja kekurangan ruang belajar.(cr17/cr14)
Suasana penggeledahan rumah Gigih yang disebut-sebut terkait jaringan terorisme di Perumahan Mediterania Batam Centre, Jumat (5/8/2016). Foto: istimewa/grup WA
batampos.co.id – Gigih RD, satu dari lima orang yang disebut Densus 88 terduga jaringan terorisme kelompok Khatib Gigih Rahmat (KDR) Batam, yang juga disebut-sebut Densus berafiliasi dengan Bahrum Naim (pentolan ISIS asal Indonesia di Suriah, red), sebelumnya diberitakan diamankan oleh Densus di rumahnya di Mediterani, bersama istri dan anaknya.
Faktanya, Gigih diamankan bukan di rumahnya, tapi di ruas jalan Daeng Kamboja, samping Hotel Harmonie One Batam Centre, Jumat (5/8/2016), pukul 07.21 WIB, usai mengantarkan istrinya bekerja.
Sang istri, bahkan tidak tahu menahu penangkapan suaminya itu. Ia kehilangan kontak usai mengantarkan dirinya bekerja di salah satu kantor pemerintah di kawasan Batam Centre.
Kapolresta Barelang, Kombes Helmy Santika sebelumnya juga membantah kalau istri dan anak Gigih diamankan polisi. “Tidak ada diamankan,” ujarnya di Mapolresta Barelang beberapa hari lalu.
Istri Gigih yang dikabarkan tengah hamil itu kini memilih istirahat menenangkan diri. Namun ia berharap tetap bisa berkomunikasi dengan suaminya itu.
Gigih sendiri di kalangan Politeknik Negeri Batam, tempat ia pernah kuliah dikenal anak yang baik, rajin, dan pintar, serta ramah.
Begitupun di lingkungan tempat ia bekerja di salah satu perusahaan di Batam. Semua yang mengenal Gigih menilai Gigih sosok yang baik, ramah, dan taat beribadah.
Gigih sendiri dan empat orang lainnya yang diamankan belum pernah sekalipun diberi kesempatan berbicara ke media, apakah ia benar bagian dari jaringan terorisme atau bukan. Informasi apapun selama ini masih berasal dari satu pihak, yakni kepolisian.
Gigih dan empat warga Batam lainnya yang disebut-sebut Densus bagian dari jaringan terorisme dikabarkan kini sudah diberada di Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut. (nur/eggi)
batampos.co.id – Wacana penerapan Full Day School bagi sekolah negeri yang dilontarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy terus menuai pro dan kontra.
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) kota Batam, Rustam Effendi mendukung pelaksanaan Full Day School jika prosedur pelaksanaannya jelas.
Menurutnya, program ini bukan hanya membuat siswa berada di lingkungan sekolah lebih lama, akan tetapi benar-benar harus memperdalam kharakter siswa.
“Prosedur pelaksanaannya harus jelas dulu,” katanya.
Untuk itu, kata dia sekolah harus mempersiapkan sarana dan prasarana penunjang program ini, seperti ruang kelas yang siap menampung siswa. Tapi faktanya sekarang siswa satu kelas saja mencapai 45-50 orang, padahal efektifnya hanya 30-32 siswa.
“Sebenarnya yang harus diperhatikan adalah bagaimana siswa itu nyaman saat belajar. Bukan hanya lama atau tidaknya berada di sekolah,” ujar pria yang menjabat Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Kota Batam ini.(cr17/cr14)
batampos.co.id – Masyarakat Pasir Panjang, Kelurahan Rempang Cate, Galang mulai khawatir. Sebab, puluhan ton limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) mengendap di sepanjang bibir pantai daerah tersebut, seperti yang dikutip dari koran Batam Pos.
Mirisnya, hal itu telah berlangsung sejak bertahun-tahun lalu. Ketua RW 03 Pasir Panjang, Sarwik mengatakan setiap tahunnya, bibir pantai Pasir Panjang selalu mendapat kiriman limbah B3 yang terbawa air pasang dan gelombang laut.
Kiriman limbah dari bagian utara Batam itu, terjadi sepanjang November hingga Januari, dan terjadi setiap tahunnya. “Limbah itu mengendap di pasir. Bahkan ada limbah yang dibuang dalam kemasan karung,” ujar Sarwik pada wartawan Batam Pos (grup batampos.co.id).
Menurutnya, masyarakat yang rata-rata berprofesi sebagai nelayan mulai merasakan dampak dari limbah B3 itu. Karena jaring dan kelong mereka kerap terkena limbah tersebut.
Bahkan banyak ikan di daerah itu yang mati. “Nelayan tak bisa apa-apa. Peralatan rusak hingga ikan mati. Bahkan jika air pasang, anak-anak yang hendak berangkat sekolah kesulitan karena limbah itu sampai ke darat,” pungkas Sarwik.(she)
batampos.co.id – Seafood merupakan salah satu kuliner yang populer di Batam, baik bagi masyarakat setempat maupun turis dalam negeri dan mancanegara. Oleh karena itu, kuliner jenis ini bisa ditemui hampir di seluruh penjuru kota Batam.
Namun tentu saja, selain rasa yang menggugah selera, banyak indikator lain yang membuat kita memilih destinasi wisata kuliner.
Apalagi di era digital seperti sekarang, keindahan tempat juga menjadi salah satu pertimbangan bagi banyak orang dalam memilih tujuan wisata kuliner.
Di Batam, tepatnya di daerah Nongsa, Anda dapat menemukan sebuah destinasi wisata kuliner yang menarik, yaitu di Nongsa Point Marina & Resort.
Resort ini adalah satu-satunya resort di Batam yang memiliki fasilitas international marina atau tempat bersandarnya yacht dari berbagai negara. Di tempat ini pula anda dapat menikmati sensasi makan di pinggir pantai dengan pemandangan yang spektakuler.
Nongsa Point Marina & Resort memiliki beberapa food and beverage outlets, yaitu sebuah restoran dengan konsep semi outdoor bernama Selera Restaurant, satu buah bar di pinggir kolam renang yaitu Samudra Bar, serta beberapa venue yang dapat digunakan untuk outdoor dining.
Di bulan Agustus ini, Selera Restaurant yang merupakan restoran nomor satu di Nongsa berdasarkan review di www.tripadvisor.com (website penyedia informasi wisata di seluruh dunia), menawarkan menu seafood yang sudah tak asing lagi di telinga kita, yaitu seafood steamboat.
“Steamboat yang merupakan makanan khas Asia ini akan menjadi highlight menu di bulan ini,” jelas Junior Marketing Communication Nongsa Point Marina & Resort, Yossie.
Menu steamboat sebenarnya bukanlah menu baru di Selera Restaurant. Namun, selama ini menu ini hanya tersedia di “Pasar Malam Food Festival” atau makan malam berkonsep Outdoor BBQ yang diadakan setiap Sabtu malam di pinggir pantai.
“Karena banyak tamu yang menyukai menu ini dan juga banyak permintaan supaya steamboat dapat dipesan di restoran. Maka kami putuskan untuk memasukkannya menjadi menu baru di Selera Restaurant,” jelas Yossie.
Lalu apa yang membuat sajian yang dibandrol Rp 415.000 nett/couple ini lain daripada yang lain?
“Tentu saja ada perbedaannya. Kami selalu menggunakan bahan-bahan kualitas premium untuk setiap sajian yang ada Resort ini. Selain itu, Anda bisa dapat 2 hal sekaligus, yaitu makanan yang menggugah selera dan pemandangan yang eksklusif!,” ungkap Yossie lagi.(fenny)
batampos.co.id – Selasa, 9 Agustus 2016, Kepala BP Batam melantik pejabat tahap II untuk Kantor Bandar Udara Hang Nadim yang berubah pengelolaannya menjadi Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim, di Gedung Balairungsari, BP Batam.
Berdasar Keputusan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam Nomor 165 Tahun 2016, Kepala BP Batam Hatanto Reksodipetro mengangkat 12 pejabat yang menduduki posisi Managerial Badan Usaha Bandara Udara (BUBU) Hang Nadim Batam.
Adapun Manajemen BUBU kini memiliki 3 divisi utama yakni
Suwarso yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Umum Bandara dipilih kembali sebagai General Manager Umum BUBU Hang Nadim,
Dendi Gustinandar yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang Komersial Bandara dilantik sebagai General Manager Marketing BUBU,
General Manajer Keuangan BUBU adalah Zulhilal yang sebelumnya merupakan Kepala Bagian Akuntasi dan Keuangan RSOB BP Batam.
Sementara itu ada 9 posisi baru yakni
Manager Ground Operation,
Manajer Engineering,
Manager Security,
Manager Penjualan Avtur dan jasa Cargo,
Manager Fasilitas dan Teknik,
Manager Informasi Teknologi,
Manager SDM dan Umum,
Manager Terminal Penumpang
Manager Legal.
Mayoritas diisi oleh mereka yang memiliki kehalian khusus dan telah lama bekerja di kantor Bandara, Pusat Data dan Sistem Informasi (PDSI, RSOB dan Promosi.
Suwarso (kiri) saat dilantik Kepala BP Batam, Hatanto
Konsep baru pengembangan Bandara Hang Nadim yang kini menjadi Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim yang diemban oleh para pejabat yang baru dilantik, merupakan langkah dalam melakukan akselerasi agar Hang Nadim menunjukkan potensinya dan menjadi kebanggaan lebih besar lagi bagi Indonesia.
Hal ini disampaikan Hatanto saat memberikan pengarahan, diantara aset BP, Hang Nadim adalah yang terpenting, dirinya sangat berharap kepercayaan yang diberikan dapat diemban dengan baik dengan semangat dan juga integritas.
”Bantulah kami untuk ikut mengembangkan potensi Hang Nadim. Mari singsikan lengan baju kita bersama akselerasikan Hang Nadim, tunjukkan potensinya besarnya dan jadikan bagian dari kebanggaan Indonesia sesuai instruksi Presiden Jokowi”, terang Hatanto mengakhiri sambutannya.
Sementara itu, Anggota 3 / Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha, RC Eko Santoso, menjelaskaan bahwa konsep baru BUBU Hang Nadim akan mengubah paradigma Bandara Hang Nadim yang sebelumnya dikelola sebagai UPT (Unit Pelaksana Teknis) layanan pemerintah kepada public yang pengusahaanya tidak lebih dari 30%, kini BUBU merupakan BLU yang memaksimalkan potensi Hang Nadim selain sebagai layanan public juga harus bisa menghasilkan pemasukan optimal baik dari sisi operasional maupun investasinya.
Untuk itu, divisi marketing akan berperan besar kedepan bagaimana menarik investor/tenant untuk ikut mengembangan Hang Nadim. Sistem kerja Hang Nadim juga akan dirancang untuk semakin terintegrasi secara online dan sistematis bagi pelayanannya maupun bagi control pengembangan kinerja SDMnya.
Eko menambahkan, evaluasi akan terus dilakukan bagi pejabat yang baru saja dilantik. Untuk sementara dirinya juga akan menjabat sebagai Direktur BUBU Hang Nadim Batam serambi menyiapkan nama yang pas untuk menduduki posisi tersebut. (rilis)
Walt Disney World, salah satu theme park yang paling banyak dikunjungi di dunia tahun 2015 silam. Mempar Arief yahya mengajak investor dunia membangun hal serupa di 10 top destinasi wisata di Indonesia. Foto; disneyparks.disney.go.com
batampos.co.id – Menpar Arief Yahya ingin Indonesia memiliki theme park berskala internasional di 10 top destinasi prioritas. Itu akan memperkuat atraksi yang sudah ada, baik alam maupun culture. Sehingga semua level, semua yang disukai orang, bisa digabung menjadi satu kekuatan atraksi di destinasi tersebut.
Niatan itu, disampaikan Arief saat membuka Fun Asia Expo, pameran Theme park, Waterpark & Attraction terbesar di ASEAN yang digelar di JI Expo, Kemayoran, 4-5 Agustus 2016.
“Karena itu, kami membuka peluang bagi para investor yang berminat membangun theme park terutama di 10 top destinasi. Silakan, menambahkan satu atraksi man made yang memiliki business opportunity yang bagus di pariwisata ini,” kata Arief.
Lantas apa yang diincar dari wisata man made ini? Bagaimana dengan potensinya? Arief Yahya sudah punya jawabannya. Ada data kuat yang bisa dijadikan rujukan.
Dari data Theme Entertaiment Association (TEA / AECOM) 2015, pertumbuhan wisata ini sangat tinggi. Dan semua, didominasi oleh Asia dan based operator Amerika Serikat, yaitu Chimelong, Songcheng, Disney, dan Universal.
Untuk top 25 taman hiburan di seluruh dunia pada periode 2014-2015, rata-rata pertumbuhan kedatangan wisatawan mencapai 5,4%. Itu terjadi di tengah laju pertumbuhan Asia Pasifik sebesar 6,9%.
Secara keseluruhan, jumlah kunjungan top 25 wisata theme park di seluruh dunia pada 2014 mencapai 223.500.000. Sementara pada 2015 meningkat menjadi 235.600.000.
“Bila dikelola dan dipromosikan dengan baik standarnya global, punya karakteristik mass tourism dan keluarga, saya yakin bisa membantu capaian target nasional 20 juta wisatawan mancanegara di 2019,” tambah Arief.
Dan faktanya, trend kunjungan wisata theme park selalu tinggi. Lihat saja capaian top 5 taman hiburan di 2015:
Magic Kingdom Walt Disney World di Florida, Amerika Serikat, dikunjungi 20.492.000 wisatawan.
Disneyland di California, AS, menembus angka 18.278.000 kunjungan.
Tokyo Disneyland di ibukota Jepang itu dikunjungi 16.600.000 orang per tahun.
Universal Studios Japan di Osaka 13.900.000 wisatawan
Tokyo Disney Sea dikunjungi dan 13.600.000 pengunjung per tahun.
Yang membuat Arief gembira, angka pertumbuhan rata-rata theme park di Indonesia berdasarkan Asosiasi Rekreasi Keluarga Indonesia (ARKI) adalah sekitar 5-10%, Angkanya masih di atas pertumbuhan rata-rata dunia.
Bila perumbuhan pengunjung waterpark dunia di 2015 mencapai 3,7%, Indonesia ada di kisaran 5-7%.
Saat ini, salah satu waterpark di Indonesia, Atlantis di Ancol, Jakarta, hadir di peringkat 19 besar waterpark paling banyak dikunjungi di seluruh dunia. Pada 2015, angkanya menembus 970.000 pengunjung.
Dengan besarnya potensi tadi, mantan Dirut Telkom itu pun mengundang investor untuk mengembangkan theme park berskala internasional di Indonesia. Lokasi yang ditawarkan, adalah 10 destinasi prioritas:
Toba di Sumatera Utara,
Tanjung Kelayang-Belitung,
TanjungLesung-Banten,
Kepulauan Seribu-Jakarta,
Borobudur,
Bromo-Tengger-Semeru,
Mandalika-Lombok,
Labuan Bajo,
Wakatobi-Sulawesi,
Morotai di Maluku Utara.
Kesemuanya diyakini sangat berpotensi mendulang kunjungan wisatawan lewat wisata theme park. Dan saat ini, pembangunan atraksi, amenitas dan akses di seluruh wilayah tadi sedang dikebut pemerintah.
“Kami mendorong dan menyambut investor untuk datang dan berinvestasi di daerah tersebut. Kami berharap bantuan ARKI dan IAAPA (organisasi yang membawahi asosiasi berbagai taman wisata yang ada di berbagai belahan dunia, red), untuk membangun minimal satu theme park di 10 destinasi prioritas hingga 2019. Sesuai Perpres 44 Tahun 2016, usaha pariwisata taman rekreasi, taman bertema dan arena permainan terbuka 100% untuk investasi asing,” papar Arief.
Undangan tadi diutarakan Arief di hadapan 200 exhibitor dari Inggris Raya, Italia, Belanda, Jerman, Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Korea, Tiongkok, Taiwan dan Singapura.
Dari mulai Vice President of International Association of Amusement Parks and Attractions Asia Pacific (IAAPA), June Ko, eks President of IAAPA, Cesar Mario Mamon, Founder and Advisor of Indonesian Family Recreation Association (ARKI), Rachmat Sutiono hingga Chairman of Indonesian Family Recreation Association, Taufik A Wumu terlihat asyik menyimak ajakan sang menteri.
“Ajakan yang menarik. Nanti kami jajaki peluangnya. Kalau ada theme park berskala internasional di seluruh destinasi prioritas, modelnya seperti Disneyland, pasti wisatawan mancanegara akan banyak datang ke Indonesia,” ujar founder ARKI, Rachmat Sutiono. (inf)
Terdakwa kasus korupsi Alkes RSUD Embung Fatimah Batam, Fadilla Ratna Dumilla Mallarangan saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Selasa (2/8). Foto: Yusnadi/Batam Pos
batampos.co.id – Tim penasehat hukum, Drg Fadilla Ratna Dumilla Mallarangan, mantan Direktur RSUD Embung Fatimah, Kota Batam, yang tersandung perkara korupsi pengadaan alat kesehatan RSUD Embung Fatimah, tahun 2011, mengajukan eksepsi, dalam sidang di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Selasa (9/8).
Dalam eksepsinya, penasehat hukum terdakwa, Hendri Jayadi, mengatakan bahwa tidak ada persekongkolan antara terdakwa dan Fransisca, Direktur PT Masmo Masjaya, selaku pemenang tender. Menurut penasehat hukum terdakwa, hal ini menambah ketidakjelasan dakwaan penuntut umum.
”Tidak terbukti, bagaimana mungkin terdakwa dapat dikualifisir melakukan tindakan pidana bersama-sama Fransisca sementara pertemuan hanya satu kali,” ujar Hendry.
Menurutnya, dari pertemuan satu kali itu tidak secara intens dan tidak ada satu fakta hukum yang diuraikan dalam dakwaan penuntut bahwa terdakwa membuat skenario untuk mengatur-atur pengusaha.
”Hal tersebut tidak ada baik dalam fakta hukum yang sebenarnya terjadi maupun dalam uraian dakwaan penuntut umum,” kata Hendry.
Selain itu Hendry, menyebutkan bahwa terdakwa tidak memiliki kewenangan secara hukum untuk membuat penetapan pemenang lelang. Penetapan pemenang lelang ditentukan oleh panitia lelang, bukan oleh terdakwa Fadilla.
”Terdakwa sebagai kuasa pengguna Anggaran (KPA) berdasarkan keputusan walikota dengan nomor KPTS 174/HK/VIII/2011 dan penjabat pembuat komitmen (PPK) yang berdasarkan keputusan direktur RSUD Embung Fatimah. Jadi terdakwa memang tak memiliki kewenangan secara hukum untuk membuat penetapan pemenang lelang. Pemenang lelang yang menentukan panitia, bukan terdakwa,”sebut Hendry.
Penasehat hukum terdakwa menganggap Jaksa penuntut umum (JPU) salah pengertian tentang peran terdakwa. Terdakwa merupakan kuasa pengguna anggaran, bukan pengguna anggaran yang dituduhkan JPU. Hal itu juga berpengaruh dengan uraian dan salahnya pemahaman dan pengertian terhadap kasus tersebut.
Selain itu, PH terdakwa juga mempertanyakan keberadaan Fransiska yang seharusnya sudah menjadi tersangka. Namun hingga kini, pihaknya yang telah mengecek langsung ke Mabes Polri, Fransiska belum ditahan dan tidak memiliki status hukum yang jelas.
”Kami pertanyakan proses hukum Fransisca. Kok ini tak jelas. Dia katanya dah ditahan. Tapi saya tengok di Mabes tak ada. Gak tahu statusnya dia apa. Gak ada konfirmasi ke kami. Yang jelas hingga saat ini kami belum tau kalau dia sudah menjadi tersangka atau belum,” ucapnya.
Setelah mendengarkan eksepsi yang diajukan terdakwa melalui penasehat hukumnnya. Ketua Majelis Hakim yang dipimpin, Wahyu Prasetyo Wibowo, menunda sidang satu minggu kedepan dengan agenda jawaban dari JPU atas eksepsi tersebut.
Seperti diketahui, Drg Fadilla Ratna Dumilla Mallarangan, yang menjabat sebagai Direktur RSUD Embung Fatimah, Kota Batam, ditetapkan sebagai tersangka oleh Direktorat Tipikor Bareskrim Mabes Polri atas kasus korupsi proyek pengadaan alat kesehatan (alkes) tahun 2011.
Fadilla yang juga menjabat sebagai Kuasa Pengguna Anggaran dan merangkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) diduga menyadur spesifikasi teknis secara keseluruhan peralatan yang terdapat dalam brosur sehingga spesifikasi teknis peralatan hanya dapat dipenuhi oleh merek tertentu sesuai dengan pilihan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Kemudian dengan adanya Surat Keputusan Direktur RSUD Embung Fatmiha, nomor : KPTS.1064.a/RSUD-EF/VIII/2011 pertanggal 10 Agustus 2011 dijadikannya sebagai dasar untuk melaksanakan proses pengadaan oleh tim Panitia Pengadaan yang diangkat oleh terdakwa.
Selain itu, perbuatannya yang tidak pernah mengecek harga pasar yang berlaku untuk peralatan kesehatan yang dilelelangkan tak dapat dibenarkan. Karena hal itu tidak sesuai dengan pasal 66 ayat 7 Perpres nomor 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah. Sementara untuk kerugian negara akibat perbuatan tersebut berkisar Rp 5.604.815.696, ini sesuai hasil perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi.(ias/bpos)
Murid Sekolah Muhammadiyah Plus Batam salat sunat duha bareng di lapangan sebelum memulai pelajar. Foto: dok skpd.batamkota.go.id
batampos.co.id – Rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menerapkan model sekolah sehari penuh (full day school) secara nasional, sebenarnya bukan hal baru. Di Indonesia, sejumlah sekolah swasta telah menerapkan sistem ini sejak lama, termasuk di Batam.
Di Batam, hampir semua sekolah swasta menerapkan sistem Full Day School. Namun, mereka libur di Hari Sabtu dan Minggu.
Berikut beberapa sekolah di Batam yang menerapkan sistem Full Day School:
Sekolah Muhammadiyah Plus di KDA Batam Centre
Sekolah Global Indoa Asia Batam Centre
Sekolah Kalista Batam Centre
Sekolah Juwita
Sekolah Harapan Utama
Sekolah Nabilah
Beberapa Sekolah Swasta lainnya
Nisa, orangtua salah satu murid SD Muhammadiyah Plus mengatakan, sistem Full Day School yang diterapkan di Muhammadiyah Plus sangat bagus. Pasalnya, ada kesempatan bagi orangtua mengantar dan menjemput anak-anaknya tanpa menganggu jam kerja mereka.
Selain itu, rata-rata sekolah dengan sistem Full Day tidak membebankan banyak tugas kepada anak-anak untuk di rumah. Kalaupun ada, hanya sesekali untuk tugas tertentu. Dengan begitu, sekembali dari sekolah, anak-anak tidak dipusingkan lagi dengan pekerjaan rumah dari sekolahnya.
“Masih ada waktu beberapa jam untuk istirahat karena pulang jam 3 sore. Habis magrib masih bisa ngaji atau kursus,” kata Nisa, Rabu (10/8/2016).
Soal waktu anak bersama orangtua yang banyak dikhawatirkan, Nisa mengatakan masih tetap banyak. Begitupun kesempatan bermain, juga masih banyak karena Sabtu dan Minggu libur.
“Dua hari full bersama anak kan lebih dari cukup, yang mau liburan bareng pun waktunya dua hari,” kata Nisa.
Sementara itu, untuk sekolah negeri, sistem Full Day School masih sulit diterapkan di Batam. Pasalnya, rata-rata sekolah negeri di Batam dua shif saking banyaknya siswa yang ditampung di setiap sekolah negeri. (nur)
Jurgen Bogner dan Nathaly Eiche menikah di pesawat. (foto: abc news)
batampos.co.id – Berbagai cara unik dan tak biasa banyak dilakukan orang untuk mengabadikan momen pernikahan mereka. Seperti yang dilakukan seorang pria asal Austria, Jurgen Bogner.
Bogner akhirnya memutuskan untuk melamar kekasihnya, Nathaly Eiche, setelah lima tahun mereka berpacaran. Tak hanya sampai di situ, tetapi pernikahannya pun dilakukan di pesawat saat mengudara.
Bogner menunda pernikahannya di bulan lalu bahkan tahun lalu. Karena itu, ia ingin memberikan kejutan pada kekasihnya.
“Saya ingin memberikan kejutan terbesar. Karena pernikahan itu kan sekali seumur hidup, dan harus yang terbaik. Ini adalah hari terbaik dalam hidup,” ungkap Bogner.
Dengan pertolongan maskapai Austrian Airlines, pria berusia 36 tahun ini membuat rencana bukan hanya lamaran tetapi juga pernikahan selama mereka terbang ke Athena, Yunani. Sahabat Eiche, Petra, mengalihkan perhatian wanita cantik itu ketika Bogner tengah sibuk.
Segala hal sudah dipersiapkan baik cincin, gaun pernikahan, bunga, kain penutup kepala, seorang pemain biola, dan sederetan panitia pesta pernikahan.
Eiche berpikir kepergian mereka ke Yunani hanya untuk berlibur bukan untuk berbulan madu sampai akhirnya ia mendengar sebuah lagu Bruno Mars berjudul “Marry You” yang dinyanyikan seseorang di depan tempat duduknya.
“Tapi saya tidak sadar kalau lagu itu untuk saya,” kata Eiche.
Kemudian tak lama Bogner mulai mengucapkan kalimat saktinya di dalam pesawat, “Ayo buat momen ini menjadi spesial. Dan saya seperti, ayolah mari lakukan, ini tidak dapat dipercaya,” kata Eiche terkejut.
Selama prosesi berlangsung, ayah Eiche berjalan dengannya di lorong pesawat seolah sebagai altar.
“Kita enggak punya banyak ruang jadi tak bisa berjalan bersandingan. Ayah berjalan di belakang saya dan menjaga gaun saya saja,” ungkapnya tertawa.
Bogner juga sudah menyusun rencana dengan mengumumkan kepada penumpang pesawat sebelumnya dan merayakannya dengan segelas sampanye. Setelah selesai, mereka berfoto dengan pilot dan kru lainnya sambil mengucapkan selamat menempuh hidup baru.
“Dia berhasil membuat ini semua mengagumkan,” ucap Eiche terharu. (ris/JPG)