Senin, 11 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13841

Taxiway Bandara Hang Nadim Rusak di Beberapa Lokasi

0
Bandara Hang Nadim Batam. foto:yusuf hidayat/batampos

batampos.co.id – Landas hubung atau Taxiway Bandara Internasional Hang Nadim mengalami kerusakan di beberapa titik. Akibat kerusakan ini, pesawat tidak diizinkan langsung keluar dari apron menuju landasan pacu melewati taxiway jika hendak terbang.

“Tapi yang baru mendarat boleh,” kata General Manager Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso pada Batam Pos, kemarin.

Pesawat, kata Suwarso, harus berbelok ke kanan, dengan mengikuti landas pacu hingga titik mulai penerbangan.

“Setelah itu putar balik, lalu terbang,” ucapnya.

Ia mengatakan saat ini pihaknya sedang mengevaluasi bagian mana saja yang rusak. Serta penyebab kerusakan jalan penghubung apron ke landas pacu tersebut.

“Saat ini kami temukan dua lokasi, dan sudah teridentifikasi,” ucapnya.

Identifikasi untuk kerusakan lainnya diharapkan Suwarso, bisa selesai dalam waktu dekat. Sehingga dilakukan perbaikan, agar tak mengganggu arus penerbangan di bandara.

“Cepat aja, dan tak memakan waktu lama lah,” ungkapnya.

Ia mengatakan kerusakan sekecil apapun, sangat diperhatikan oleh pihak bandara. Hal ini agar tak menimbulkan masalah besar. Sebab dalam dunia penerbangan, keamanan menjadi prioritas pertama.

“Kerusakan kecil tidak boleh diabaikan. Harus segera diperbaiki,”ucapnya.

Selain memperbaiki taxiway, pihak bandara juga telah memperbanyak CCTV dan memperbaiki pagar landas pacu yang rusak pada beberapa waktu lalu. Dan untuk kenyamanan beberapa kios ditertibkan pihak bandara. Agar memberikan ruang yang luas bagi para penumpang. Tak itu saja, toilet bandara juga sedang dalam perbaikan.

“Kami juga ingin memberikan rasa nyaman ke penumpang,” pungkasnya. (ska)

Rupanya, Singapura Ingin Sewa Kepri selama 100 Tahun

0
ilustrasi

batampos.co.id – Presiden ke-3 RI BJ Habibie mengkritik wacana pemerintah menawarkan pulau-pulau kosong kepada pihak asing. Kebijakan ini bertolak belakang dengan sikapnya, saat menjadi presiden, yang keras menolak lobi-lobi asing yang ingin menguasai sejumlah wilayah di Tanah Air..

Salah satu negara yang gencar melakukan lobi itu adalah Singapura. Kata Habibie, Singapura yang kala itu di bawah pemerintahan Lee Kuan Yew, ingin menyewa Kepulauan Riau (Kepri).

“Saat itu mereka mengirim utusannya untuk bertemu saya. Mereka ingin layaknya Hong Kong, jadi mereka mau sewa Kepulauan Riau, sewa 100 tahun,” kata Habibie di Jakarta, Selasa (14/2) malam.

Singapura menawarkan sewa tersebut dibayar dengan pengurangan utang per tahun Indonesia ke Singapura. Namun dengan tegas, Habibie menolak hal itu. “Saya katakan langsung, tidak ada sejengkal daratan Indonesia ini saya serahkan ke negara lain,” ucap Habibie.

Habibie melanjutkan, komitmen ini tetap ia pegang karena sesuai amanah dari dua tokoh yang dia anggap sebagai guru. Dua guru itu adalah Soekarno sebagai Presiden ke-1 RI dan Soeharto sebagai Presiden ke-2 RI.

Mereka meminta untuk jaga kesatuan dan keutuhan NKRI. Itu janji saya kepada beliau, saya harus tepati,” ucap Habibie.

Sebelumnya pada 11 Januari 2017, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR), Sofyan Djalil mempersilakan jika ada pihak asing atau pihak swasta menguasai pulau kosong dan terluar di Indonesia, tapi bukan memiliki. Dalam penguasaannya, pemerintah hanya membatasi 70 persen dari luas pulau.

“Kalau ada orang kaya, punya banyak duit mau punya pulau pribadi, tidak masalah, selama diatur. Disewakan dengan harga mahal tidak apa, kan malah memberi manfaat,” tegas Sofyan.

Ada Peraturan Menteri ATR/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penataan Pertanahan di Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil. Namun pada Bab IV, Pasal 9 ayat (2) menyebut, pemberian hak atas tanah di pulau-pulau kecil harus memperhatikan beberapa ketentuan.

Antara lain penguasaan atas pulau-pulau kecil paling banyak 70 persen dari luas pulau, atau sesuai dengan arahan rencana tata ruang wilayah (RTRW) provinsi/kabupaten/kota, dan/atau rencana zonasi pulau terkait.

Kemudian, 30 persen sisanya dikuasai langsung oleh negara dan digunakan dan dimanfaatkan untuk kawasan lindung, area publik atau kepentingan masyarakat.

Selain itu, pihak pengelola pulau juga harus mengalokasikan 30 persen wilayah pulau untuk kawasan hutan lindung. (jpgrup)

Ekonomi Indonesia Berangsur Stabil

0
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. Foto: istimewa

batampos.co.id – Fundamen ekonomi Indonesia diproyeksi lebih stabil seiring dengan pertambahan arus modal masuk (capital inflow). Bank Indonesia (BI) mencatat capital inflow mulai Januari hingga pertengahan Februari mencapai Rp 26 triliun.

Aliran modal tersebut masuk lewat foreign direct investment (FDI) atau investasi asing langsung dan portofolio di pasar modal. Sepanjang tahun lalu, capital inflow ke Indonesia tercatat Rp 126 triliun.

Di sisi lain, Indonesia juga mengirimkan komoditas ekspornya sehingga pasokan valuta asing meningkat. Gubernur BI Agus D.W. Martowardojo menyatakan, naiknya harga komoditas cukup membuat investor optimistis akan prospek perekonomian Indonesia.

Dia menjelaskan, investor masih melihat capaian fundamental tahun lalu. Misalnya, pertumbuhan ekonomi yang naik dari 4,8 persen pada 2015 menjadi 5,02 persen pada 2016. Lalu, inflasi 3,02 persen yang masih sejalan dengan sasaran BI. Juga, cadangan devisa yang naik menjadi USD 116,4 miliar.

Sementara itu, defisit transaksi berjalan menyempit pada 0,8 persen dari produk domestik bruto (PDB).

”Kami juga mengikuti IMF (Dana Moneter Internasional, Red) atau lembaga survei Bank Dunia yang sudah melakukan kajian soal ekonomi Indonesia. Kan hasilnya positif,” kata Agus setelah menggunakan hak pilih dalam pilkada DKI Jakarta kemarin.

”Kami juga melihat Moody’s Rating maupun Fitch yang semuanya mengonfirmasi tentang kesehatan Indonesia tetap sebagai investment grade. Malah outlook-nya berubah dari netral menjadi positif,” terangnya.

Agus menilai, secara fundamental, nilai tukar masih stabil. Nilai tukar rupiah juga masih dipengaruhi faktor global. Mata uang dolar AS terus menunjukkan penguatannya. Berdasar kurs tengah BI, rupiah masih melemah.

Sejak 9 Februari 2016, kurs tengah BI menunjukkan nilai tukar rupiah berada di Rp 13.308 per USD dan terus melemah hingga Selasa (14/2) ke level Rp 13.330 per USD.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati menjelaskan, pemerintah harus bisa menjaga optimisme investor. Apalagi, investor masih melihat yield investasi Indonesia secara jangka panjang.

Capital inflow tahun ini bisa tumbuh positif dari tahun lalu selama investor melihat confidence dari Indonesia dan juga fundamental perekonomian yang kuat.

”Kuncinya stabilitas. Investor juga melihat pemerintahannya, bisa menjaga sentimen positif atau tidak,” ujarnya. (rin/c25/sof/jpgrup)

Anggota Polda Kepri Ditangkap Polisi saat Nyabu bersama Istri

0
Ilustrasi ailinstock

batampos.co.id – Jajaran Satres Narkoba Polresta Barelang menangkap oknum anggota Polda Kepri berinisial R dan istrinya berinisial I saat pesta sabu di rumah mereka di Sekupang, Batam, beberapa waktu lalu.

Selain itu polisi juga mengamankan dua warga sipil yang ikut dalam pesta sabu itu.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga mengatakan, polisi berpangkat Brigadir Satu (Briptu) itu saat ini masih ditahan di Mapolresta Barelang. Ia nanti akan menjalani dua sidang, yakni sidang pidana dan sidang kode etik.

“Sidang kode etiknya menunggu kasus pidananya inkracht,” ujar Erlangga, Rabu (15/2).

Erlangga menjelaskan kasus pidana R ditangani oleh pihak Polresta Barelang, karena pihak Polresta yang menangkap. Sementara sidang kode etiknya akan digelar oleh Paminal Polda Kepri.

Saat ditanya kronologis penangkapan R, Erlangga meminta wartawan koran ini menanyakan ke Polresta Barelang. Sebab R ditangkap jajaran Satres Narkoba Polresta Barelang.

Kasi Propam Polresta Barelang AKP Rianto membenarkan penangkapan Briptu R tersebut.

“Saat ini, kasusnya masih dilakukan pengembangan oleh Satres Narkoba Polresta Barelang,” katanya, kemarin.

Rianto mengatakan Briptu R bertugas di bagian Pelayanan Markas (Yanma) Polda Kepri. R kini dimasukkan ke dalam sel Mapolresta Barelang.

Anehnya, Rianto justru mengaku tidak tahu banyak terkait penangkapan R. Menurut dia, kasus ini sebaiknya ditanyakan ke Mapolda Kepri.

“Karena laporannya dibuat sama Paminal Polda Kepri,” katanya.

Sementara sejumlah warga RT 03/RW 02 Kelurahan Tanjungriau, Sekupang, membenarkan penangkapan R dan I, beberapa waktu lalu. Kepada Batam Pos beberapa warga mengatakan R dan I ditangkap di lantai dua rumahnya. Saat digerebek, R dan I sedang bersama dua orang tamu. Dan kedua tamu itu juga ikut dibawa polisi.

“Mereka tinggal bersama orang tua I,” kata warga tersebut, kemarin.

Ketua RT 03/RW 02 Kelurahan Tanjungriau, Sekupang, Batam, Hamdan Ali, juga membenarkan warganya ditangkap polisi. Namun ia mengaku tidak tahu secara pasti soal kasus yang menimpa R dan I.

“Saya baru tahu setelah pagi hari banyak warga yang cerita kalau I sama suaminya dan kawannya ditangkap polisi karena lagi mabuk,” kata Hamdan, kemarin.

Hamdan sendiri mengaku kaget mendengar kabar tersebut. “Apalagi suami I ini polisi,” ujarnya.

Hamdan mengenal I sebagai sosok warga yang jarang bergaul dengan masyarakat sekitar. I juga dikenal memiliki gaya hidup yang tinggi, layaknya para sosialita.

“Ya wajarlah, suaminya polisi, kaya, orangtua I juga kaya,” terang Hamdan.

Menurut Hamdan, R dan I memang sudah lama dikenal suka mabuk dengan kawan-kawannya. Karenanya, ia meminta polisi tegas menindak R dan I. Apalagi jika benar keduanya ditangkap karena sedang pesta sabu.

“Kami pun tak mau kampung kami rusak dengan masuknya barang haram itu,” ujar Hamdan.

Sejak ditangkap beberapa hari lalu, kata Hamdan, R dan I belum pulang ke rumahnya. I memiliki satu anak yang masih duduk di bangku SMP dari pernikahan pertamanya. Setelah cerai, I nikah lagi dengan R dan belum memiliki anak.

Sebelumnya beredar kabar, satu dari dua tamu R dan I yang ikut ditangkap polisi merupakan anak perempuan di bawah umur berinisial YG. YG merupakan anak dari mantan anggota DPRD Batam, GH. Namun informasi ini dibantah ibu YG.

“Keluarga kami baik-baik saja, tak ada berurusan dengan kepolisian. Soal kabar itu saya tak bisa menjawab karena memang keluarga saya baik-baik saja,” kilah ibu YG saat ditemui di rumahnya di Sekupang, Batam, kemarin.

Sementara saudara kandung YG yang diwawancarai melalui sambungan telepon juga membantah kabar itu.

“Bapak saya lagi sakit, maaf ya sebaiknya kembali saja pulang ke rumah, karena memang tidak ada apa-apa dengan keluarga saya,” terang pria tersebut.  (ska/cr1/eja)

Setelah Rasionalisasi, 767 PTT dan THL Tidak Mengembalikan Berkas

0

batampos.co.id – Setelah Pemkab Lingga melakukan verifikasi ulang terhadap tenaga Pegawai Tidak Tetap (PTT) dan Tenaga Harian Lepas (THL) di lingkungan pemda, hingga saat ini Badan Kepegawaian baru menerima pengembalian berkas PTT sebanyak 418 dan berkas THL sebanyak 1.117. Sedangkan Pemkab Lingga selama ini mempekerjakan tenaga PTT sebanyak 502 dan THL sebanyak 1800 orang.

Dengan kata lain, jumlah PTT dan THL yang mengembalikan berkas sebanyak 1535 orang sedangkan jumlah PTT dan THL yang bekerja di berbagai OPD sebelum diberlakukan rasionalisasi sebanyak 2302 orang. Sehingga dari jumlah tersebut sebanyak 767 PTT dan THL belum mengembalikan berkas.

Menurut Wakil Bupati Lingga M Nizar, hingga saat ini seluruh PTT dan THL masih dalam tahap verifikasi disetiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing dimana mereka bekerja dan masih dibahas bersama bersama BKD. Lebih lanjut, Nizar memastikan tahapan verifikasi tidak melalui ujian tertulis.

“Walau tidak ada tahapan verifikasi tertulis, tapi BKD juga sedang mempersiapkan rumusan yang baku terkait penerimaan PTT dan THL setelah rasionalisasi,” ujar Nizar kepada Batam Pos, Rabu (15/2) pagi.

Salah satu rumusan yang paling diperhatikan BKD yakni data usia PTT dan THL serta latar belakang pendidikan mereka. Untuk itu Pemkab akan menetapkan PTT dan THL sesuai bidang ilmu yang dimiliki mereka dengan latar belakang pendisikan yang jelas pula.

Sedangkan, aku Nizar, Pemkab Lingga belum dapat mengumumkan terkait rasionalisasi verifikasi terhadap seluruh PTT dan THL karena belum mencapai kata singkron yakni antara OPD dengan Pemkab Lingga, sehingga belum dapat direalisasikan kepada seluruh tenaga PTT dan THL untuk ditempatkan di OPD mana saja.

Walau demikian, Pemkab Lingga juga telah mempersiapkan sejumlah bidang yang membutuhkan THL atau PTT yang tidak lolos berifikasi nanti. Bidang yang akan dibuka Pemkab Lingga antaranya yakni tenaga penyuluh pertanian, penyuluh perikanan dan penyuluh dibidang peternakan.

“Namun tetap saja sesuai dengan latar belakang pendidikan dan usia mereka. Jika memang sesuai silahkan saja mendaftar,” ujar Nizar.

Saat ini, lanjut Nizar, Pemkab Lingga akan menggandeng Pemkab Bone, Sulawesi, untuk bekerjasama dalam bentuk penyuluhan pertanian sehingga sejumlah tenaga penyuluh dari Kabupaten Lingga dapat belajar di sana. Setelah selesai belajar di Bone, diharapkan tenaga penyuluh tersebut dapat menerapkan ilmunya di Kabupaten Tanah Bunda Melayu ini. (wsa)

Dinkes Perbaiki dan Ganti Alkes

0

batampos.co.id – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Kepulauan Anambas melakukan perbaikan dan penggantian terhadap alat-alat kesehatan. Perbaikan alat-alat kesehatan yang dilakukan sekitar satu bulan terakhir ini.

Herianto, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana kabupaten kepulauan Anambas mengatakan, perbaikan dan pergantian alkes yang lebih baik ini dilakukan secara perlahan untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan di Anambas.

“Untuk alat-alat yang masih bisa diperbaiki, dilakukan perbaikan. Kalau memang harus diganti, kami ganti. Saat ini proses perbaikannya sudah berjalan. Beberapa alat bahkan sudah kembali berfungsi. Kebetulan saya mencoba langsung rontgen kaki saya,” ujarnya Rabu (15/2).

Perbaikan peralatan kesehatan ini pun, diakui Herianto dilakukan pada dua rumah sakit yang ada di Palmatak dan Jemaja. Sejumlah peralatan, seperti peralatan anastesi diperbaiki di Bandung, Jawa Barat. “Sebelumnya kan peralatan itu sudah rusak. Yang masih bisa diperbaiki, kami perbaiki, yang tak bisa kami ganti yang lebih baik,” ungkapnya.

Perbaikan peralatan pun, diakuinya secara perlahan dilakukan dengan peningkatan Sumber Daya Manusia sekaligus. Hal ini yang yang kerap menjadi sorotan masyarakat. “Jadi diselesaikan satu per satu terlebih dahulu. Kalau sudah mendapat perbaikan semua, baru perlahan dipersiapkan SDM nya,” ungkapnya lagi.

Meskipun perbaikan pada peralatan kesehatan, namun Herianto tidak mengelak fasilitas infrastruktur pendukung kesehatan belum bisa
dipenuhi secara maksimal. Seperti diketahui, dua puskesmas yang ada di Jemaja sebelumnya mendapat sorotan dari masyarakat karena hingga kini belum memiliki ruang Unit Gawat Darurat (UGD), termasuk ruang bersalin yang layak.

“Untuk itu saya sudah melakukan pengecekan secara menyeluruh. Memang untuk tahun ini, anggarannya belum memungkinkan. Mungkin akan dilakukan pada tahun depan,” tutupnya. (sya)

Kenaikan Tarif Pass SBP Ditunda, Menunggu SK Direksi PT Pelindo I Medan

0

batampos.co.id – PT Pelindo I Cabang Tanjungpinang dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tanjungpinang sepakat menunda pemberlakuan kenaikan tarif pass Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP). Penundaan itu akan dilakukan sampai dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) dari Direksi PT Pelindo I Medan.

Kepala Perwakilan PT Pelindo I Cabang Tanjungpinang Divisi Kijang, Khoiruddin Lubis mengatakan kenaikan tarif pass SBP disusun dengan sisitem tarif tunggal (single tarif). Tujuannya untuk menyamakan dan menyesuaikan seluruh golongan serta mengantisipasi terjadinya keliruan perhitungan.

“Pak Lis (Walikota Tanjungpinang-red) meminta tarif tunggal hanya diberlakukan di domestik. Sedangkan internasional harus dua tarif, untuk WNA dan WNI harus beda,” ujar Khoirudin ketika konfrensi pers dengan awak media di kantornya, Rabu (15/2).

Permintaan Walikota Tanjungpinang, kata Khoirudin, tarif pass pelabuhan internasional bagi penumpang WNA tetap dengan patokan Rp 60 ribu. Namun untuk penumpang WNI harus lebih rendah atau maksimalnya Rp 40 ribu.

Menindaklanjuti permintaan itu, lanjut Khoirudin, General Manager (GM) PT Pelindo I Cabang Tanjungpinang beserta jajarannya mendatangi Direksi PT Pelindo I Medan. Tujuannya untuk meminta rekomendasi persetujuan pemberlakukan tarif pass pelabuhan internasional bagi WNI.

“Jadi kenaikan tarif pass itu ditunda sementara waktu. Kami akan berlakukan sampai dikeluarkan SK Persetujuan dari Direksi Medan,” jelasnya.

Sedangkan untuk tarif pass pelabuhan domestik, sambung Khoirudin, tidak ada perubahan. Diantaranya untuk penumpang dikenakan biaya Rp 6 ribu dan penjempu ataupun dikenakan biaya Rp 6 ribu juga.

“Kalau tarif pass pelabuhan domestik tetap. Karena tidak ada yang merasa diberatkan,” sebutnya.

Direktur Utama (Dirut) BUMD Tanjungpinang, Asep Nana Suryana mengaku sudah setuju dengan pemberlakukan kenaikan tarif pass pelabuhan domestik dan internasional. Sebab tarif baru yang dibebankan untuk penumpang dan penjemput ataupun pengantar sudah memenuhi perhitungan matang.

“Gak ada yang dirugikan dalam kenaikan tarif ini. Baik itu masyarakat, pemerintah, perusahaan maupun dewan. Sebab tujuan kenaikannya bukan untuk perkaya siapapun melainkan peningkatan pelayanan,” katanya.

Arah kebijakan kenaikan tarif pass pelabuhan, kata Asep, hanya semata-mata untuk mendukung dana pembangunan. Dari penambahan dermaga dan ponton, perluasan parkiran sampai pembangunan ruang tunggu VIP bertingkat. Dengan itu semua, menjadikan SBP berkelas internasioanal atau naik ke tipe A.

Kemudian, lanjut Asep, memiliki pelabuhan tipe A akan menjadikan kebanggaan tersendiri bagi Ibukota Provinsi Kepri. Sebab wilayah yang dijadikan gerbang masuk utama negara luar memiliki pelabuhan mewah dan megah. Bahkan kondisinya tak kalah dengan Singapura maupun Malaysia.

“Kenaikan tarif sangat diperlukan untuk menyokong dana pembangunan. Bahkan imbasnya juga kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tanjungpinang,” bebernya.

Meskipun kenaikannya ditunda, sambung Asep, BUMD tetap menjalankan tugasnya sesuai mekanisme yang ada. Dari menyusun sistem dan administrasi sampai menempatkan personil-personil untuk membantu pelayanan di SBP.

“Kami tetap jalankan tugas sambil menunggu SK Direski PT Pelindo Medan keluar. Sehingga saat diberlakukan tarif baru, kami langsung kerja sesuai kesepakatan,” ungkapnya. (ary)

Warga Korea Meninggal di RS Lapangan Matak

0

batampos.co.id – Gwansik (26), salah seorang warga negara Korea meningal di Rumah Sakit Lapangan kecamatan Palmatak pada Selasa (14/2) sekitar pukul 06.45 WIB. Dikabarkan Kwansik, merupakan krew kapal cargo yang berbendera Panama yang melakukan perjalanan dari Malaysia menuju Cina.

Kepala Imigrasi Kelas III Tarempa Ikhsanul, menjelaskan, pada saat kapal cargo yang membawa Kwansik dan kru kapal lainnya keluar perairan Malaysia dan memasuki laut cina selatan, Kwansik, tiba-tiba sakit parah, sehingga kapten kapal langsung mengambil langkah untuk merapat ke Indonesia.

Karena yang terdekat adalah pulau Matak, maka kapten merapatkan kapal ke Matak. Setelah sampai di Matak, kwansik, langsung dibawa ke RS Lapangan Palmatak, pada Senin (13/2) malam. Tapi nyawanya tak tertolong. “Pada keesokan harinya pada selasa (14/2) sekitar pukul 06.45 WIB Kwansik menghembuskan nafas terakhir,” ungkapnya kepada batampos kemarin.

Jenazah Kwansik sudah menginap satu malam di ruang mayat RS Palmatak, hari ini proses pemulangan jenazah baru diurus oleh kedutaan Korea yang ada di Indonesia dengan berkoordinasi dengan pemilik kapal Cargo dimana Kwansik bekerja.

“Kemungkinan hari ini akan diterbangkan ke Jakarta melalui bandara Letung dengan menggunakan pesawat khusus dari kedutaan yang didampingi oleh keluarga Kwansik, jadi harus naik pompong dulu ke Letung hari ini juga,” ungkapnya.

Direktur Rumah Sakit Lapangan di kecamatan Palmatak, Dr. Albar Heky, membenarkan bahwasanya di RS Lapangan ada satu jenazah
berkewarganegaraan Korea. Dari hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan, pasien memiliki riwayat sakit diabates.

Pada saat itu setelah dicek ternyata kadar gula darah pasien terlalu tinggi sehingga menyebabkan kematian. “Saat dicek memang kadar gulanya terlalu tinggi,” ungkap Albar Heky, kemarin.

Diakuinya saat ini jenazah Kwansik, sudah disimpan di ruang mayat RS Lapangan palmatak selama satu malah setelah meninggal di RS.
“Jenazahnya masih di simpan, kemungkinan hari ini sedang diurus oleh kedutaan dan pihak keluarganya,” tutupnya. (sya)

Lendot Paling Diminati di Bazar MTQ Kundur

0

batampos.co.id – Selama pelaksanaan MTQ Kecamatan Kundur, 35 stand bazar menjadi daya tarik pengunjung. Dengan menghidangkan makanan khas Melayu, lendot, stand milik grup medsos Tanjungbatu Kampong Kite, Kundur Pulau Kite, paling banyak diburu pengunjung.

Arman, ketua grup media sosial Tanjungbatu Kampong Kite, Kundur Pulau Kite mengaku, sengaja menghadirkan jenis makanan khas Malayu. Berbagai jenis makanan Melayu dijual di stand bazaar baik kue bangkit, dodol gula merah juga minuman timun telur katak. Namun dari beberapa jenis makanan tadi, Lendot paling banyak diminati pengunjung.

“Alhamdulillah banyak pengunjung yang membeli makanan lendot jenis makanan khas Melayu. Rata-rata setiap harinya bisa menghabiskan 70 sampai 90 mangkok lendot. Memang jenis makanan lendot ini susah ditemukan di hari-hari biasa, makanya banyak pembeli saat stand bazaar,” ujar Arman, Rabu (15/2) kemarin.

Lendot merupakan makanan yang terbuat dari tepung sagu, sayur kangkung, bayam ditambah siput, dan udang. Kuah lendot memiliki tekstur belendir mirip seperti lem, karena berlendir sehingga warga setempat menyebutnya dengan lendot.

Untuk menambah nikmat lendot diberi bumbu lada hitam, merica, dan penyedap rasa sehingga selesai makan lendot dipastikan berkeringat pengaruh lada hitam tersebut. Satu mangkok lendot dihargai Rp8 ribu.

“Dengan jajanan lendot, membuat anggota grup Tanjungbatu kampong kite, Kundur pulau kite, gembira. Dan hasil keuntungan dari penjualan akan kita sumbangkan untuk anak yatim,” papar Arman.

Hasyim salah satu warga Kecamatan Kundur Utara mengaku paling suka makan lendot. Lendot biasanya hadir di acara bazaar MTQ , ataupun pameran lainya. Sehingga dirinya bersama keluarga tidak menyia-yiakan kesempatan tersebut.

“Lendot merupakan makanan khas Melayu yang harus dilestarikan dan dipertahankan karena jenis makanan ini cukup unik dan jarang ditemukan,” tukasnya. (ims)

Bank Riau Kepri Syariah, Hadirkan Tabungan Wakaf Uang

0

batampos.co.id – Bank Riau Kepri Syariah Tanjungbalai Karimun bekerjasama dengan perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Karimun, membuka wakaf uang bagi umat muslim untuk melakukan investasi pahala. Adapun, jenis wakaf uang berbagi tiga yang pertama wakaf abadi dimana dana wakaf tersebut tidak dapat dikembalikan lagi kepada wakif (pihak yang mewakafkan) dan bisa dilakukan secara perorangan atau lembaga maupun secara kolektif.

Kedua wakaf Berjangka. Ketika nasabah sudah menabung dalam jangka waktu yang telah ditentukan oleh Wakif dan dapat diminta kembali uangnya dengan persyaratan tertentu. Penerimaan wakaf uang berjangka ditetapkan paling kurang dalam jangka 5 tahun dengan besaran nominal paling kurang Rp10 juta. Dan ketiga penerimaan wakaf uang, dimana wakif menentukan sendiri Mauquf Alaih (pihak yang ditunjuk untuk memperoleh manfaat dari peruntukkan uang wakaf) terhadap peruntukan harta benda wakaf ditetapkan paling kurang Rp1 Miliar.

”Jadi bagi umat muslim yang ingin melakukan wakaf dalam bentuk uang tunai, bisa datang langsung ke Bank Riau Kepri Syariah Tanjungbalai Karimun. Agar bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan pengelolaan wakaf secara produktif nantinya,” kata Pimpinan Cabang Bankriau Kepri Syariah Tanjungbalai Karimun Arrizal Saputra, Rabu (15/2) di aula kantor Kementerian Agama Karimun.

Sementara itu, Sekretaris BWI Kepri Erman Zaruddin menuturkan, wakaf uang di Kepri dalam tiga tahun ini sudah berkembang cukup bagus. Artinya, masyarakat yang beragama islam cukup merespon untuk menginvestasikan dananya secara tunai ke bank-bank yang telah di tunjuk oleh BWI. Sehingga, dana tersebut bisa dibelikan tanah wakaf langsung mempunyai sertifkat.

”Jadi di Kepri baru tanah wakaf yang sudah mempunyai sertifikat hanya 27 persen, sisanya belum ada bersetifikat. Dari 229,5 hektare se Kepri tanah wakaf yang diwakafkan oleh masyarakat. Kemudian, tanah wakaf tersebut harus bisa dikembangkan menjadi tanah produktif yang dapat menghasilkan dan bisa ditabung untuk membeli tanah wakaf lagi,” tuturnya.

Sedangkan Kepala Kantor Kementerian Agama Karimun Afrizal mengatakan, tujuan sosialisasi wakaf uang ini untuk meningkatkan wakaf uang bagi masyarakat. Yang bekerjasama dengan BMW Karimun dan Bankriau Kepri Syariah TBK, serta program kerja Kementerian Agama agar merubah paradigma kedepan. Bagaimana wakaf uang ini bisa diikuti oleh masyarakat, untuk meningkatkan kesejahteraan umat muslim.
”Kalau wakaf tanah maupun bangunan sudah cukup banyak ada 315 wakaf yang ada di Karimun. Nah, program wakaf uang ini baru di Karimun maka kita harus terus melakukan sosialisasi ke masyarakat,” ungkapnya. (tri)