Rabu, 8 April 2026
Beranda blog Halaman 13972

Ngaku Bawa Bom, Oknum TNI Diturunkan dari Pesawat Lion di Bandara Hang Nadim Batam

0
Lion Air mendarat di Bandara Soetta Cengkareng. Foto: tempo.co
Pesawat Lion Air. Foto: tempo.co

batampos.co.id – Kasus dua oknum polisi di Jambi yang mengaku membawa bom, Senin (4/4/2016) lalu harusnya menjadi pelajaran penting. Meski candaan, kedua oknum polisi ini akhirnya diturunkan dari pesawat Lion Air JT 601 yang akan terbang ke Jakarta.

Tak hanya diturunkan dari pesawat dan batal terbang, kedua oknum polisi ini juga harus menjalani pemeriksaan intensif oleh Propam hingga diberi sanksi.

Akibat lainnya, penerbangan sempat lumpuh karena sesuai prosedur pengamanan bandara, seluruh bagasi dan penumpang serta area bandara harus disisir dulu oleh tim gegana untu memastikan aman.

Baca Juga: Oknum Polisi Ngaku Bawa Bom, Penumpang Panik, Bandara Jambi Lumpuh

Nah, kejadian konyol serupa kembali terjadi, Selasa (12/7/2016). Namun kali ini pelakunya oknum TNI berinisial AP di Bandara Hang Nadim Batam.

Oknum anggota TNI berinisial AP terpaksa diturunkan dari pesawat Lion Air yang hendak terbang menuju Banda Aceh dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam karena mengaku membawa bom di dalam tasnya.

Siang itu, sebagian calon penumpang, termasuk AP, mulai masuk ke dalam pesawat (boarding). Saat itu, AP mencoba memasukkan tasnya ke dalam kabin di atas tempat duduknya. Namun karena terlihat kesulitan, seroang pramugari menghampirinya dan menawarkan bantuan.

Tapi tawaran bantuan itu ditolak. “Dia (AP) bilang ke pramugari itu di dalam tasnya ada bom. Jadi dia tak mau dibantu,” kata sumber koran Batam Pos (grup batampos.co.id) di Bandara Hang Nadim, kemarin.

Mendegar jawaban AP itu, sang pramugari panik. Dia langsung melaporkan hal itu ke kru lainnya. Laporan itu kemudian diteruskan ke otoritas bandara Hang Nadim.

Tak lama berselang, sejumlah aparat kepolisian dan TNI AU datang ke lokasi dan segera membawa AP keluar dari pesawat untuk dimintai keterangan.

“AP bilang hanya bercanda saja. Tapi walau begitu ini adalah bandara. Hal-hal seperti itu sangat sensitif,” ujar sang sumber tadi.

Karena AP mengaku anggota TNI, pihak bandara langsung menyerahkannya ke Polisi Militer Angkatan Udara (POM-AU).

“Tadi ada POM AU, kami serahkan ke sana. Biar diproses di satuannya bila memang anggota. Sebab tadi saat naik pesawat hanya menggunakan baju biasa,” katanya.

Distrik Manager Lion Air Batam, M Zaini Bire, membenarkan peristiwa itu. Namun dia memastikan, hal itu tak mengganggu penerbangan Lion Air tujuan Banda Aceh.

“Iya, dia bilang ada bom. Makanya diamankan,” ujar Bire.

Hal yang sama disampaikan Kabag Umum Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso. Menurutnya, Lion Air tetap melanjutkan penerbangannya ke Banda Aceh dengan membawa semua penumpangnya, kecuali AP.

“Hanya dia saja yang tinggal, sedangkan pesawatnya tetap berangkat tadi pukul 12.00,” kata  Suwarso.

Ia mengatakan, sesuai dengan peraturan Menteri Perhubungan, tidak diperbolehkan mengucapkan kata-kata yang membuat resah penumpang. “Apalagi bilang ada bom,” ungkapnya.

Suwarso menuturkan, meski AP hanya becanda soal bom, pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan. Sesaat setelah AP dibawa turun dari pesawat, pihaknya melakukan patroli di kawasan bandara. (ska)

Baca Juga: Dua Oknum Polisi yang Ngaku Bawa Bom Diamankan Polda Jambi

BP Batam Panggil 1.200 Penunggak UWTO, Nilainya Rp 300 Miliar

0

bp_batambatampos.co.id -Harapan masyarakat agar Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) dihapus masih jauh dari harapan. Kebijakan penghapusan itu sampai saat ini tidak pernah ada, sehingga BP Batam tetap akan memungutnya.

Bahkan, 20 Juli 2016 mendatang akan keluar tarif baru UWTO. Tarif baru ini akan diatur Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

Nah, dari hasil penelusuran BP Batam, tercatat ada 1.200 pengunggak UWTO. Dalam waktu dekat, BP Batam akan memanggil 1.200 penunggak UWTO tersebut.

Nilai tunggakannya mencapai Rp 300 miliar. “Tiap hari akan ada panggilan di koran, baik itu pribadi maupun perusahaan,” ujar Deputi III BP Batam, Eko Santoso Budianto, Selasa (12/7/2016).

Terpisah, anggota Komisi III DRPD Batam, Jefri Simanjutak menegaskan pihak perusahaan yang dipanggil jika tidak bisa meyakinkan BP Batam terkait lahan yang telah dialokasikan, segera dicabut izinnya.

“Berani gak mereka mencabut, itu saja,” ujarnya. (leo)

Baca Juga: Melunak, Pemko Usul UWTO Dibayar Sekali Saja, Ini Kata BP Batam

BP Batam Ancam Tarik 248 Titik Lahan Tidur

0
R.C Eko Santoso Budianto, deputi III BP Batam. Foto: Iman Wachyudi/batampos.co.id
R.C Eko Santoso Budianto, deputi III BP Batam. Foto: Iman Wachyudi/batampos.co.id

batampos.co.id – Audit lahan yang dilakukan di Badan Pengusahaan (BP) Batam menemukan banyak lahan tidur yang sudah dialokasikan sejak lama namun belum juga dimanfaatkan.

BP Batam mendata ada 248 titik lahan yang sudah dialokasikan tetapi tak kunjung dimanfaatkan. BP mengancam akan segera menarik lahan tidur tersebut jika tidak segera dibangun oleh pengusaha yang telah mendapatkan izin alokasinya.

Deputi III BP Batam, Eko Santoso Budianto, mengatakan 248 titik lahan tidur tersebut telah dialokasikan kepada perusahaan-perusahaan. Selasa (12/7/2016), BP Batam sudah memanggil ke-20 perusahaan untuk klarifikasi.

“Kami memanggil mereka untuk memverifikasi, jika tidak bisa meyakinkan BP Batam, maka izinnya akan segera dicabut,” ujar Eko.

Ke-20 perusahaan yang dipanggil yakni:

  1. PT Batam Marine Centre,
  2. PT Batam Steel Indonesia,
  3. PT Citra Indo Perkasa,
  4. PT Gading Mas Prima,
  5. PT Gerbang Mas,
  6. PT Gunung Puntang Mas,
  7. PT JHS Precast Concrete Industries,
  8. PT Kabil Shipyard Internasional,
  9. PT Kharisma Nuansa Dirgantara,
  10. PT Menteng Griya Lestari,
  11. PT Persero Batam,
  12. PT Perumtel,
  13. PT Pulau Mas Putih,
  14. PT Prisata Triwiratama,
  15. PT Lutan Abadi Perdana,
  16. PT Sulawesi Selatan Sejahtera,
  17. PT Surya Prima Bahtera,
  18. PT Tria Talang Mas,
  19. PT Repindo Raya,
  20. PT Wahana Cipta Prima Sejahtera.

Pemanggilan Selasa (12/7/2016) kemarin merupakan gelombang pertama dan Rabu (13/7/2016) hari ini merupakan gelombang kedua.

Eko menjelaskan ada lima atau enam perusahaan yang hadir pada hari pertama.

“Seharusnya setelah dialokasikan, paling lambat enam bulan harus sudah dibangun, namun ini ada yang sudah sampai empat tahun, belum dibangun apa-apa,” ungkapnya.

Menurut perjanjian, jika lahan belum dibangun paling lama enam bulan, maka izin dicabut dan Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO)-nya dikembalikan.

Eko kemudian menjelaskan diantara perusahaan-perusahaan tersebut sudah menerima Surat Peringatan (SP) 1 sampai dengan SP-3.

Namun, ia enggan memerinci perusahaan-perusahaan mana saja yang sudah dikenakan SP-3, begitu juga dengan lokasi lahan-lahan tidur tersebut.

Ia juga menegaskan pemanggilan ini bukan untuk menelusuri alasan mengapa pembangunan tak segera dilakukan, tapi ingin memverifikasi saja.

“Bagi yang tidak meyakinkan, kami akan cabut izinnya, jika mau minta lokasi lagi, nanti mereka bisa ajukan lagi, tentunya harus di lokasi baru dan dengan tarif UWTO yang baru,” ujarnya.

Tarif UWTO yang baru ini akan segera keluar lewat Peraturan Menteri Keuangan (PMK) pada 20 Juli 2016 mendatang.

Pemanggilan ini dilakukan untuk segera mengeliminasi kasus mafia lahan di Batam, karena berdasarkan penelusuran pihak BP Batam di lapangan, banyak lahan yang belum dibangun namun sudah dijual kepada pihak ketiga.

“Kalau sudah dibangun baru dijual itu lain cerita, nah ini belum dibangun sudah dikasih tanpa sepengetahuan kami, itu tidak boleh,” jelasnya. (leo)

Ada Rumah Sakit di Batam yang Pakai Vaksin Palsu

0
Ilustrasi vaksin bayi. Foto: istimewa
Ilustrasi vaksin bayi. Foto: istimewa

batampos.co.id -Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kepri sebelumnya menyebut kalau di Kepri tidak ada peredaran vaksin palsu. Namun, penyidik Badan Reserse Kriminal Polri menyebut, dari 14 rumah sakit di Indonesia yang terindikasi menerima vaksin palsu, ada rumah sakit di Batam yang masuk dalam 14 RS tersebut.

“Kalau rumah sakit negeri (pemerintah) tidak ada. Ada 14 ya (jumlahnya),” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Brigadir Jenderal Agung Setya di Markas Besar Polri, Jakarta, Selasa (12/7/2016).

BACA: Kumpulan Berita Vaksin Palsu

Agung belum mau merinci dan menyebutkan nama-nama rumah sakit ini. Agung hanya menyebut lokasi belasan fasilitas kesehatan tersebut berada di Pulau Jawa dan Sumatra.

“Masih kami lakukan pendalaman. Sudah 19 saksi, dan tiga saksi ahli kami mintai keterangan. Lainnya masih proses pemanggilan,” kata Agung.

Soal sanksi, kata Agung, nantinya dikembalikan ke Kementerian Kesehatan dan BPOM.

Agung menambahkan, selain penyebarannya yang sudah terdeteksi hingga Sumatra (Pekanbaru, Medan, Batam, dan lainnya), polisi mengungkapkan satu pelaku saja bisa memakan ratusan korban.

Menurut Agung, salah satu pelaku yang berada di Ciracas, Jakarta Timur diketahui telah mengakibatkan 197 bayi terpapar vaksin palsu. Diketahui, pelaku tersebut berinisial ME.

ME adalah seorang tenaga medis yang juga pemilik klinik yang beroperasi sejak 2010. Selain dia, penyidik juga telah menetapkan 17 orang lain dari beberapa rantai distribusi sebagai tersangka.

“(Tindak lanjut 197 korban) nanti dari Kemenkes. Bisa ditanyakan ke sana. Mulai minggu depan kita mulai bergerak untuk penanganan,” kata Agung.

Direktur Pengawasan Distribusi Obat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pusat, Arustiono membenarkan vaksin palsu beredar di Batam. Bahkan bukan hanya Batam (Kepri), peredaran vaksin palsu ini juga terjadi di Pekanbaru (Riau), Palembang (Sumsel), Bandar Lampung (Lampung), Serang (Banten), DKI Jakarta, Bandung (Jabar), Surabaya (Jatim), dan Pangkal Pinang (Bangka Belitung).

 

“Ada 39 sampel jenis vaksin yang diambil dari 37 titik fasilitas layanan kesehatan yang tersebar di wilayah tersebut,” kata Arustiono di Jakarta, Selasa (12/7/2016).

Dalam pengujian 39 jenis sampel itu ditemukan empat sampel yang terbukti vaksin palsu. Arustiono menjelaskan sampel-sampel tersebut terbukti palsu karena vaksin hanya mengandung natrium klorida (NaCL) atau garam.

Selain itu ada pula vaksin yang di dalamnya hanya berupa antigen atau perangsang respons kekebalan tubuh.

Di tempat terpisah, Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan BPOM telah melaporkan hasil invetigasi atas peredaran vaksin palsu ke Badan Reserse Kriminal Polri. Ia menyebut ada sampel vaksin dari 37 fasilitas kesehatan di sembilan provinsi.

Namun karena alasan penyelidikan, dia enggan menjelaskan secara rinci hasil investigasi tersebut. Ia juga menolak memastikan bahwa seluruh fasilitas kesehatan tersebut menggunakan vaksin palsu.

“Karena kepentingan penyelidikan, kami tidak mau mengganggu, Bareskrim Polri memerlukan (data investigasi tersebut). Ini harus tuntas hingga ke akarnya,” ujarnya.

Kemenkes juga tidak bisa langsung memberikan sanksi kepada fasilitas kesehatan yang terbukti menggunakan vaksin palsu. Karena keberadaan vaksin palsu bisa disebabkan oleh perbuatan oknum.

“Teguran dulu, kami lihat kesalahannya. apakah oknum atau manajemen,” ujar Nila. (cnnindonesia/jpgrup/nur)

Maaf yang Mulia, Saya Mencuri karena Gaji Kecil

0
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Bekerja sebagai ABK kapal, tak membuat Nurdin cukup dengan penghasilan yang diterimanya. Bahkan, kini ia harus berstatus terdakwa karena perbuatannya yang mencuri besi bekas milik PT Bandar Victory Shipyard.

Sidang beragendakan saksi yang digelar Senin (11/7) sore, menjelaskan bahwa terdakwa Nurdin terbukti melakukan perbuatan yang melawan hukum tersebut.

“Ada 100 batang besi anti karat bekas yang diambil terdakwa,” ujar saksi security PT Bandar Victory Shipyard, Widodo.

Kapal Wiras Permata 2 sebagai tempat kerja terdakwa, saat itu sedang melakukan doking di PT Bandar Victory Shipyard. Melihat ada besi anti karat bekas yang terletak tanpa penjagaan, membulatkan niat Nurdin untuk memindahkan besi tersebut ke kamarnya di kapal Wiras Permata 2.

Satu persatu besi dibawanya secara sembunyi-sembunyi, dengan menutupi besi menggunakan handuk. “Saya curiga dengan gelagatnya yang tiap sebentar bolak-balik di area yang sama,” tambah saksi Subiyanto, yang melaporkan terdakwa ke security.

Karena masih diiringi rasa takut, tanpa perlawanan terdakwa mengaku perbuatannya langsung saat ditanya saksi Subiyanto.

“Saya tanya bawa apa dan buat apa, terdakwa jawab jujur. Dia mau jual besi itu untuk memenuhi kebutuhan hidup,” sambung saksi.

Subiyanto pun langsung melapor ke saksi Widodi, hingga terdakwa menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Batam ini.

“Saya khilaf yang mulia. Gaji saya kecil, makanya saya terpaksa mencuri,” tutur terdakwa.

Mendengar pernyataan terdakwa itu, Hakim Ketua Tiwik, menegaskan kepadanya bahwa tidak ada alasan untuk mencuri.

“Apapun itu alasannya, tidak bisa mencuri menjadi jalan keluar. Yang ada kamu jadi malah tambah masalah,” tegas Hakim Tiwik.

Selanjutnya, pekan depan diagendakan sidang untuk pemeriksaan terdakwa. (cr15)

Otak Penyelundup 3 Kg Sabu Dituntut Pidana Seumur Hidup

0
Tejo Baskoro alias Jake saat menjalani sidang tuntutan di PN Batam, Senin (11/7/2016). Foto: batampos
Tejo Baskoro alias Jake saat menjalani sidang tuntutan di PN Batam, Senin (11/7/2016). Foto: batampos

batampos.co.id – Tejo Baskoro alias Jake, terdakwa otak penyelundupan sabu yang dilakukan oleh dua terdakwa yang telah divonis sebelumnya (berkas terpisah) yakni Dewi dan Abel, dituntut pidana seumur hidup oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada sidang  Senin (11/7/2016) lalu di Pengadilan Negeri Batam.

JPU Martua yang membacakan tuntutan terhadapnya, menyatakan Tejo melanggarpasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Keterlibatan terdakwa Tejo dalam penyelundupan sabu seberat 3.023 gram atau tiga kilogram lebih itu, dinilai sangat berani. Sebab, dirinya yang sudah menyandang status terpidana dan ditahan di Lapas kelas I Surabaya, ternyata tak membuatnya gentar. Ia masih mengendalikan penyelundupan sabu dari dalam tahanan.

“Terdakwa adalah otak dari penyelundupan sabu yang dilakukan Dewi dan Abel. Atas perintahnya, ia mengendalikan Dewi dan Abel untuk membawa sabu dari Batam ke Surabaya,” jelas JPU Martua.

Perbuatan terdakwa, kata Martua, yang juga residivis ini dinilai pantas untuk dikenakan hukuman maksimal.

Atas tuntutan yang telah dibacakan itu, Hakim Ketua taufik, didampingi Hakim Anggota Egi Novita dan Chandra, memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk mengajukan pembelaan (pledoi).

“Saya akan ajukan pembelaan secara tertulis yang mulia,” pinta terdakwa.

Sesuai permintaan itu, dijadwalkan pekan depan adalah sidang beragendakan pembelaan atas dakwaan terhadap terdakwa Tejo Baskoro alias Jake. (cr15)

Usai Lebaran, RSUD Batam Banjir Pasien

0
Masyarakat  yang hendak berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, Batuaji, Senin (11/7/2016) menunggu giliran. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Masyarakat yang hendak berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, Batuaji, Senin (11/7/2016) menunggu giliran. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji diserbu ratusan pasien sejak Senin (11/7/2016) pagi.

Pasien yang datang pada hari pertama masuk kerja setelah menjalani libur lebaran itu umumnya adalah pasien rawat jalan. Kondisi ini berbeda dengan hari-hari sebelumnya, dimana pasien rawat jalan tidak sebanyak itu.

Membeludaknya pasien rawat jalan itu karena sebagian pasien beranggapan bahwa klinik rawat jalan juga tutup selama libur Lebaran. Padahal klinik rawat jalan sudah dibuka sejak, Sabtu (9/7/2016) lalu.

“Nggak tahu kalau sudah buka dari hari Sabtu kemarin, pikirnya masih tutup, makanya baru hari ini saya ke sini,” ujar Ernawati, pasien di poliklinik THT, Senin (11/7).

Ernawati sendiri merupakan pasien yang mengalami gangguan pada telinga dan dia sudah rutin menjalani pengobatan di klinik THT RSUD, namun sepekan belakangan ini tidak bisa datang kontrol karena poliklinik rawat jalan tutup sejak tanggal 4-9 Juli. “Makanya baru hari ini saya kembali kontrol,” katanya.

Senada disampaikan oleh Robyn, pasien di poli syaraf. Dia terpaksa mengantre sejak pagi. “Cuma kontrol saja sih, bengkak leher dan pipi saya katanya ada kaitan sama syaraf. Sudah seminggu ini gejala penyakit ini, tapi kemarin-kemarin kan masih sibuk silaturrahmi dengan saudara dan kerabat jadi baru hari ini saya datang cek,” ujarnya.

Kedatangan pasien di klinik rawat jalan itu disambut baik oleh petugas medis di sana sebab seluruh petugas medis untuk semua klinik rawat jalan yang ada sudah aktif masuk kerja.

“Kalau aktif sudah dari tanggal 9 kemarin pak, hari ini memang agak banyak ya mungkin pasien pikir kami masih libur kemarin-kemarin,” ujar salah satu petugas medis di lantai II gedung rawat jalan RSUD Embung Fatimah.

Sementara itu pihak manajemen RSUD belum bisa memberikan keterangan pasti terkait pelayanan pascalibur Lebaran itu. Humas RSUD Nuraini saat dikonfirmasi tidak berada di tempat dan nomor ponselnya juga tak aktif. “Ibu lagi keluar,” kata salah satu petugas keamanan di gedung manajemen RSUD.

Tidak saja RSUD, warga yang membutuhkan pelayanan dari kantor camat juga terlihat membludak di kantor Camat Batuaji. Hari pertama masuk kerja itu kantor Camat Batuaji diserbu puluhan warga.

Warga yang mendatangi kantor camat Batuaji umumnya untuk mengurus atau mengambil kartu tanda penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).

“KTP saya sudah diurus sejak dua minggu lalu, sebenarnya minggu kemarin diambil tapi karena masih libur baru hari ini saya ke sini,” ujar Diana, salah seorang warga.

Kedatangan puluhan warga itu terpantau dilayani dengan baik oleh petugas di sana.

Camat Batuaji Rinaldi M Pane kepada koran Batam Pos (grup batampos.co.id) menuturkan, memang dihari pertama masuk kerja itu, semua staff dan pegawai di kantor camat tersebut semua sudah aktif bekerja.

“Ada 72 anggota dan semuanya sudah aktif masuk, jadi pelayanan di hari pertama sudah normal adanya,” ujar Rinaldi. (eja)

Bikin Rusak Jalan, Warga Hadang Truk Pengangkut Tanah Reklamasi Harbour Bay

0
Warga memasang kursi kayu mencegah keluar masuk truk pengangkut tanah untuk reklamasi laut kawasan Harbour Bay Batam, Selasa (12/78/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
Warga memasang kursi kayu mencegah keluar masuk truk pengangkut tanah untuk reklamasi laut kawasan Harbour Bay Batam, Selasa (12/78/2016). Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Warga Pantai Stres Kelurahan Sei-Jodoh Batuampar memblokir jalan dan menghadang truk pengangkut tanah untuk reklamasi kawasan Harbour Bay, Selasa (12/7/2016).

Aksi ini dilakukan karena warga kesal jalan di depan rumah mereka menjadi hancur akibat aktifitas lalu lalang truk pengangkut tanah tersebut.

Warga menuntut pihak Harbour Bay segera melakukan perbaikan jalan yang kondisinya sangat memperihatinkan itu.

Sebagai bentuk protes, warga menutup jalan dengan menggunakan kayu dan berdiri di tengah-tengah jalan mencegah mobil pengangkut tanah melintasi jalan untuk aktivitas reklamasi. Akibat aksi tersebut, beberapa mobil tertahan dan tidak dapat keluar.

Lurah Sei Jodoh, Imam Tohari yang dijumpai di lokasi menuturkan aksi ini bermula dari kegiatan penimbunan di kawasan Harbour Bay yang berdampak pada masyarakat dan jalanan rusak.

“Akibat jalan rusak ini, banyak masyarakat yang terjatuh. Makanya mereka meminta jalan ini segera diperbaiki,” ungkapnya.

Pantauan batampos.co.id di lapangan, aksi pemblokiran jalan yang dilakukan warga tersebut tetap diawasi polisi dan petugas Satpol PP kecamatan setempat.

Pihak Harbourbay sendiri merespon tuntutan warga. Mereka berjanji akan segera memperbaiki jalanan yang rusak akibat aktifitas truk pengangkut tanah.

“Dari pertemuan yang sudah dilakukan, kontraktor bersedia untuk memperbaiki jalan ini,” kata Imam. (eggi)

Ini TPS di Batam yang Sampahnya Masih Menumpuk

0
Sampah meluber di Jalan Brigjen Katamso, Tanjunguncang, Batuaji, Senin (11/7/2016). Banyak sampah yang tidak diangkut oleh DKP di berbagai titik yang mengakibatkan penumpukan dan bau menyengat. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Sampah meluber di Jalan Brigjen Katamso, Tanjunguncang, Batuaji, Senin (11/7/2016). Banyak sampah yang tidak diangkut oleh DKP di berbagai titik yang mengakibatkan penumpukan dan bau menyengat. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id -Tumpukan sampah masih terlihat di beberapa TPS (tempat pemuangan sementara) di Batam. Bau busuk semakin menyengat karena sampah dipenuhi belatung. Bila dibiarkan mengancam kesehatan warga.

Pantauan koran Batam Pos (grup batampos.co.id), sampah masih menumouk di pinggir jalan menuju Perumahan Aster Raya, Bukit Sakinah, Mutiara Indah, dan Gurindam Raya di Kelurahan Buliang Batuaji. Tumpukannya bahkan sudah menutupi sebagian badan jalan.  Belatung sudah banyak yang merayap ke jalan raya. Lalat juga semakin banyak.

“Kalau melintas dari sekitar tumpukan sampah ini harus sangat hati-hati. Setengan badan jalan sudah tertutup. Dan harus tutup hidung karena bau busuk,” kata Candra Bazalel, warga Perumahan Aster Raya.

Ia mengaku sudah melihat tumpukan sampah itu sejak seminggu lalu. Entah kenapa hingga saat ini tak kunjung diangkut.

Jarak tumpukan sampah dengan rumahnya hanya sekitar 300 meter. Sehingga bau busuk dari sampah sering tercium sampai dekat rumahnya. Lalat dari tumpukan sampah juga dikhawatirkan akan menebar penyakit untuk anak-anak di sekitar perumahan.

“Kalau sampahnya tak segera diangkut, akan semakin banyak lalat. Bisa menjadi sumber penyakit, terutama bagi anak-anak. Bisa diare,” katanya.

Beberapa waktu lalu, karena sampah yang sudah menggunung di sana, warga sempat membakar tumpukan sampah di sana. Sampah sempat berkurang, tetapi kini tumpukan sampah kembali menggunung. (ian)

Orangtua Lengah, Bocah 9 Tahun Tewas di Waterboom Bengkong

0
Queen Garden Waterboom. Sumber Foto: tempatwisataseru.com
Queen Garden Waterboom. Sumber Foto: tempatwisataseru.com

batampops.co.id – Jangan pernah melepas anak sendirian saat berada di pantai maupun di tempat wisata air seperti waterboom. Akibatnya bisa fatal, anak yang belum bisa berenang bisa tewas tenggelam.

Ya, itulah yang terjadi di Water Boom Queen Garden Bengkong, Minggu (10/9/2016) lalu. Habib Ahmad Syukri, bocah 9 tahun ini tenggelam di dalam kolam renang dengan ketinggian air 1,5 meter.

Informasi yang didapatkan, Habib mengunjungi tempat wisata tersebut bersama orangtuanya. Namun, saat bermain di tengah kolam, Habib terlihat tak sadarkan diri.

“Saya lihat orang sudah ramai. Anak itu diangkat oleh teman saya (petugas waterboom, red),” ujar Hasan Apandi, salah seorang karyawan Waterboom.

Menurut dia, saat kejadian, lokasi kolam sedang dipenuhi pengunjung. Beberapa orang anak terlihat bermain di tengah kolam.

“Kami (petugas) tetap mengawasi. Memang saat itu pengunjung ramai karena hari libur,” terangnya.

Sementara itu, Jemie Pranalidan, pengelola waterboom mengaku korban tewas akibat kelalaian orangtuanya. Saat itu, Habib bermain tanpa pengawasan orangtua.

“Diduga korban bermain tanpa pengawasan orangtuanya. Petugas kami melihat dan menolong anak ini sudah tak sadarkan diri,” terangnya.

Menurut Dia, pengelola waterboom telah mengeluarkan peringatan terhadap pengunjung anak-anak. Setiap anak-anak yang bermain di dalam kolam harus dalam pengawasan orangtua.

“Kita sudah pasang spanduk juga. Dan memberikan himbauan-himbauan kepada orangtua,” tuturnya.

Dia mengaku ke depannya akan lebih ketat dalam mengawasi anak-anak.

Khusus terhadap korban, sambung Jemie, pihaknya telah memberikan santunan.

“Kita sebagai pengelola tetap bertanggungjawab. Dan diberikan santunan kepada korban,” paparnya.

Sementara itu, Kapolsek Bengkong, AKP Hendrianto membenarkan kejadian ini. Dari keterangan orangtua korban, mereka hanya mengetahui anaknya tak sadarkan diri.

“Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, tapi nyawanya tak tertolong. Lokasi sudah di police line,” ujarnya singkat. (opi/eggi)