Jumat, 17 April 2026
Beranda blog Halaman 14127

GSM Kepri Gelar Doa Bersama untuk Sani, Dihadiri Wagub Kepri

0
Wakil Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, Dirut Batam Pos, Marganas Nainggolan,  Ketua Himpunan Seni Budaya Tionghoa Batam (Hisbutib) Harsono menghadiri doa bersama untuk Sani di Halaman Graha Pena, Batamcenter, Jumat (15/4). Foto: Iman Wachyudi/ batampos.co.id
Wakil Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, Dirut Batam Pos, Marganas Nainggolan, Ketua Himpunan Seni Budaya Tionghoa Batam (Hisbutib) Harsono menghadiri doa bersama untuk Sani di Halaman Graha Pena, Batamcenter, Jumat (15/4). Foto: Iman Wachyudi/ batampos.co.id

batampos.co.id – Gerakan Sejuta Melayu menggelar acara yasinan dan tahlilan untuk mengenang tujuh hari almarhum Gubernur Kepri, Drs H Muhammad Sani di Halaman Graha Pena, Batamcenter, Jumat (15/4).

Turut hadir dalam acara ini anak-anak dari tujuh panti asuhan yang ada di kota Batam, Wakil Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, Dirut Batam Pos, Marganas Nainggolan, Penggagas Gerakan Sejuta Melayu, Oktavio Bintana, anggota DPRD Kota Batam Helmy Hemilton, Ketua Himpunan Seni Budaya Tionghoa Batam (Hisbutib) Harsono, dan para tokoh masyarakat.

“Saya sebagai panitia, mengajak kepada seluruh yang hadir, marilah bersama kita memberikan doa agar beliau ditempatkan di taman firdaus,” ungkap Oktavio Bintana.

Selain memanjatkan doa kepada almarhum, acara ini dikatakan Vio sekaligus mendoakan agar Wakil Gubernur, Nurdin Basirun kedepannya dapat mewujudkan cita-cita almarhum yang belum sempat terwujud.

“Saya sangat yakin dibawah kepemimpinan pak Wagub kedepannya dapat membuat Kepri lebih maju lagi, pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kepri, Nurdin Basirun dalam sambutannya sangat yakin di pelosok-pelosok seluruh Kepri banyak masyarakat yang ikut mendoakan almarhum agar ditempatkan disisi Allah SWT.

“Kami sebagai sahabat, anak, dan adik beliau mengucapkan terima kasih sebesarnya kepada seluruh masyarakat Kepri atas doa yang telah diberikan kepada almarhum,” ungkap Nurdin.

“Tentu kita semua merasa kehilangan seorang pemimpin, seorang tauladan, dan seorang yang pekerja keras,” tambahnya lagi.

Nurdin berjanji kedepannya ia akan melanjutkan cita-cita yang belum sempat dicapai oleh alamarhum.

“Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubahnya. Kalau ingin Kepri lebih maju, jangan harap jika kita mengharapkan kemampuan dari pribadi seseorang,” seru Nurdin.

Adapun Pesan dari almarhum yang selalu diserukan oleh almarhum kepada Nurdin adalah mengajak kerja melalui hati, menjalin persaudaraan antar sesama, dan jauhi sifat fitnah, dengki, karena sifat itu dimurka oleh Allah.

“Semoga pembacaan yasin dan tahlilan yang kita panjatkan pada sore hari ini dapat membuat almarhum ditempatkan disisiNya,” pungkas Nurdin. (eggi)

Baca juga:

Hari Ini, GSM Kepri Gelar Doa Bersama untuk Sani

Pintu Masuk Narkoba di Kepri, Dewan Sarankan Pelabuhan Tikus Diatur dengan Perda

0
Pelabuhan rakyat Sagulung. foto:net
Pelabuhan rakyat Sagulung. foto:net

batampos.co.id – Kondisi Provinsi Kepulauan Riau, utamanya Kota Batam yang dijamuri oleh pelabuhan tikus dinilai menjadi penyebab Kepri sebagai daerah pemasok narkoba jaringan internasional.

Hal ini disampaikam anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri, Onwar Siahaan atas hasil reses di Batam pekan lalu. Ia menyampaikan, pihak kepolisian menyarankan agar DPRD Kepri dapat segera merancang Peraturan Daerah (Perda) yang isinya mengatur pelabuhan rakyat, sehingga dapat terkontrol dengan baik.

“Bersama institusi terkait mereka menyarankan pemerintah dapat mengaturnya melalui peraturan daerah,” ujar Onward kemarin.

Tanpa mendapatkan pengawasan ketat dari para aparat, pelabuhan rakyat yang tersebar banyak di wilayah Kepri bakal dimanfaatkan untuk kegiatan ilegal. Dan merugikan masyarakat.

“Dengan menangani pelabuhan tikus atau pelabuhan rakyat dengan baik, secara tak langsung juga membantu pemberantasan narkoba,” papar politikus Gerinda kemudian.

Penetapan Presiden Republik Indonesia yang telah menetapkan Indonesia darurat narkoba ini, dirasa sejalan jika pemerintah daerah turut melakukan kontrol di titik-titik potensi gerbang masuk obat terlarang tersebut.

“Ini permasalahan yang harus segera ditangani dan secepatnya diselesaikan,” tutup Onward. (aya/bpos)

Basuki Tinjau Pembangunan Waduk Sei Gong, Diperkirakan Rampung Pertengahan 2018

0
Proyek pengerjaan waduk Sei Gong di kelurahan Sijantung, Galang. Foto: Ist
Proyek pengerjaan waduk Sei Gong di Kelurahan Sijantung, Galang. Foto: Ist

batampos.co.id – Menteri pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono meninjau proyek pengerjaan waduk Sei Gong di kelurahan Sijantung, Galang, Jumat (15/4) pagi. Basuki berharap agar proyek dari kementrian PUPR itu rampung sesuai masa kontrak kerja yakni pertengahan 2018 mendatang.

Saat ini proyek yang menelan anggaran APBN Rp 280 miliar itu, sedang dalam tahap awal pengerjaan awal berupa pembukaan akses lahan dan pengerukan lahan. “Ini baru mulai akhir 2015 lalu, masih tahap awal dan rampungnya pertengahan 2018 mendatang,” kata Basuki disela-sela acara tinjauan tersebut.

Pembangunan waduk Sei Gong tersebut dijelaskan Basuki, merupakan program strategis nasional dari pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kala melalui kementrian PUPR tahun tahun 2015 lalu untuk meningkatkan penyediaan air baku di kota Batam. “Ini proyek waduk ke 13 di Batam. 12 waduk lainnya langsung ke Badan Pengawasan (BP) Batam dan satu ini melalui kami (Kementrian PUPR), ” tutur Basuki.

Proyek ini bertujuan untuk menjawab krisis air baku di kota Batam serta mempersiapkan sumber dan cadangan air baku bagi rencana pengembangan kawasan industri baru di pulau Galang, kota Batam dan pulau-pulau lain di sekitarnya.”Waduk ini sistem tampung air dan kapasitasnya bisa mencapai 11,80 juta meter kubik,” tutur Basuki.

Kepada pihak pengawas yakni Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sumatera IV di Kepri, Basuki berharap agar mampu mengembangkan tugas dan kepercayaan yang diberikan pemerintah dengan baik. “Bagaimanapun proyek ini punya tujuan yang strategis ke depannya. Batam sering defisit air, jadi ini bisa jadi penopang nantinya,” kata Basuki.

Kepala Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sumatera IV di Kepri Agus Rudianto, mengatakan proyek waduk Sei Gong itu sesuai dengan jadwal kalender kerja memang akan rampung pada pertengahan 2018 mendatang.

Proyek waduk itu dipercayakan kepada PT Wika dan PT Sukses Krida Utam-KSO, selaku pihak pemenang tender dengan konsultan pengawas PT Virama Karya (Persero) Tbk dengan waktu pengerjaan 1.440 hari.

Waduk tersebut dibangun di daerah aliran sungai (DAS) dengan luas kebutuhan lahan sekitar 355,99 hektare. Daya tampung dari waduk itu 11,80 juta m3 dengan volume tampungan efektif 8,9 juta m3 dengan potensi penyediaan air baku 400 liter/detik. “Tiper waduk urungan tanah, dengan panjang 280 meter dan tinggi 12 meter,” ujar Agus.

Waduk ini nantinya akan menggunakan sistem tampung air dan pengoperasioannya seperti waduk-waduk lainnya di kota Batam melalui sistem penyaringan. “Tapi teknisnya itu nanti PDAM, kami hanya menyediakan air baku, pengolahan nanti diserahkan ke PDAM,” kata Agus. (eja)

Operasi Pemisahan Rahma dan Rahmi Menunggu Berat Ideal

0
Pihak Rumah Sakit RS Camatha Sahidya Panbil memindahkan bayi dempet atas nama Rahma dan Rahmi ke dalam mobil ambulan untuk dipindahkan ke RS Awal Bros untuk diproses operasi, Rabu (14/4). F. Dalil Harahap/Batam Pos
Pihak Rumah Sakit RS Camatha Sahidya Panbil saat memindahkan bayi dempet atas nama Rahma dan Rahmi ke dalam mobil ambulan untuk dipindahkan ke RS Awal Bros untuk diproses operasi, Rabu (14/4) lalu. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Bayi kembar siam pasangan Junaidi Bakri Ratu Loli dan Warmin Bahrudin mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Awal Bros (RSAB). Kondisinya tengah distabilkan hingga layak operasi.

“Kami fokus menaikkan berat badannya,” kata Manager Pengembangan Bisnis RSAB, dr Shinta Trilusita, MARS.

Kedua bayi yang bernama Rahma dan Rahmi ini harus memiliki berat badan, minimal, sepuluh kilogram. Usia mereka pun harus sudah sepuluh minggu. Syarat lainnya, laju haemoglobin mereka 10 gr/dl.

Syarat tersebut mutlak dimiliki untuk mendapatkan hasil maksimal. Meskipun, di Swiss, pernah berlangsung operasi pemisahan bayi kembar yang masih berusia delapan hari. Tim dokter mengambil keputusan operasi mengingat kondisi kedua bayi tersebut memburuk. Beruntung, meski awalnya tingkat keberhasilan hanya satu persen, operasi tersebut berlangsung lancar.

“Awal Mei nanti, tim dokter dari RSUD Dr Soetomo Surabaya akan datang untuk melakukan survei,” ujar Dokter Spesialis Anak RS Camatha Sahidya, dr Sarita Miguna.

Saat ini, Tim Dokter Kembar Siam telah dibuat. Isinya, tim dokter dari Batam dan Surabaya. Tim dokter dari Batam diketuai Dokter Spesialis Anak RSAB dr Indrayanti. Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Riau Tjetjep Yudiana bertanggung-jawab atas tim ini.

“Kami masih terus berkoordinasi satu sama lain,” tutur dr Sarita Miguna. (ceu)

Baca juga:

Mei, Operasi Kembar Siam Rahma – Rahmi Dilakukan di Batam Dibantu Dokter Surabaya

Pariwisata Indonesia bakal Kalahkan Malaysia

0
Menteri Pariwisata Arief Yahya memberikan paparan di depan Dirut Bank Jatim R. Soeroso (kiri), Dirut Jawa Pos Koran Azrul Ananda (dua dari kiri), Direktur PT Pakuwon Jati Tbk Sutandi Purnomosidi (tiga dari kiri), Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim Jarianto (empat dari kiri), Dirut PT Gala Bumi Perkasa Henry J. Gunawan (tiga dari kanan), Ketua Hipmi Surabaya Giri Bayu Kusumah (kanan).
Menteri Pariwisata Arief Yahya memberikan paparan tentang masa depan pariwisata Indonesia. Foto: jawapos

batampos.co.id – Menteri Pariwisata, Arief Yahya optimistis industri pariwisata di dalam negeri akan terus tumbuh. Bahkan Arief yakin, pariwisata Tanah Air akan segera mengungguli negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand.

Menurut Arief, berdasar data dan prestasi Indonesia di bidang pariwisata menunjukkan kinerja yang positif. Misalnya soal branding ‘Wonderful Indonesia’ secara online yang mampu mengalahkan Malaysia dan Thailand.

“Kita berada di peringkat ke-47, lebih tinggi daripada Malaysia yang berada di posisi ke-96 dan Thailand di peringkat ke-83,” kata Arief dalam diskusi dengan sejumlah tokoh, klien, dan mitra kerja Jawa Pos (grup batampos.co.id) di Graha Pena Surabaya, Kamis (14/4/2016).

Selain itu, Indonesia mendapatkan 10 penghargaan internasional di bidang pariwisata tahun lalu. Di sisi lain, Malaysia hanya menang dua penghargaan. ’’Jadi, skor kita dengan Malaysia sudah 10:2. Saya yakin dua tahun lagi kita bisa menyalip Malaysia,” tegas pria 55 tahun itu.

Namun begitu, Arief mengakui saat ini Indonesia masih jauh tertinggal dari Malaysia dalam hal kunjungan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Data 2014 menyebutkan, kunjungan wisman ke Indonesia hanya 9,4 juta orang. Sementara itu, wisman Malaysia sudah mencapai 27,4 juta. Sementara Thailand masih berada di bawah Malaysia, yakni 24,8 juta turis.

Sehingga untuk mewujudkan tekad menyaingi Malaysia tersebut, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Misalnya, wisata buatan (man-made) yang masih kurang di Indonesia.

Arief menuturkan, ada tiga faktor yang menarik wisman berkunjung ke suatu negara, yakni budaya (culture), alam (nature), dan wisata buatan (man-made). Pengaruh faktor budaya mencapai 60 persen, alam 35 persen, dan wisata buatan 5 persen. Indonesia unggul dalam hal budaya dan alam, namun lemah di wisata buatan.

’’Kalau ini, kita masih kalah sama Singapura,” lanjutnya.

Kesiapan sumber daya manusia (SDM) juga harus diperhatikan. Tahun ini baru ada 125 ribu tenaga kerja di bidang pariwisata yang tersertifikasi sesuai dengan standar Mutual Recognition Arrangement (MRA). Padahal, kabutuhannya mencapai 375 ribu. Pada 2019 Indonesia bahkan membutuhkan 500 ribu tenaga kerja tersertifikasi. Sertifikasi MRA diakui di Asia Tenggara sehingga sangat dibutuhkan untuk memenangkan era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Menurut Arief, perkembangan tren dunia sudah melewati tiga tahap, yakni agrikultur, manufaktur, dan era teknologi informasi. ’’Nah, sejak dua tahun lalu, secara perlahan kita masuk ke fase cultural product,” sebutnya.

Di fase itu, produk-produk yang berbasis kreativitas seperti pariwisata, start-up technology, dan karya seni akan banyak dicari. ”Karena itu, saya bilang ke Presiden (Jokowi), kita harus serius mempromosikan pariwisata Indonesia. Syukurlah, presiden paham, anggaran kami kemudian ditambah hingga Rp 11 triliun,” cerita Arief yang disambut tepuk tangan hadirin.

Lantas, strategi promosi pariwisata apa yang cepat? Arief mengatakan menggunakan strategi klasik, yakni menciptakan musuh bersama (common enemy). Pada tahap awal, sektor pariwisata dua negara tetangga, yaitu Malaysia dan Indonesia, dibandingkan. Hasilnya mengejutkan. Devisa dari pariwisata Indonesia sebentar lagi menyalip penerimaan devisa pariwisata Malaysia.

’’Pada 2014 penerimaan devisa kita hanya setengah dari Malaysia dan seperempat dari Thailand. Dua tahun lagi, kita bisa menyalip Malaysia. Devisa kita akan mencapai setengah dari yang didapatkan Thailand,” ujarnya.

Menurut data World Travel & Tourism Council (WTTC), tahun lalu kontribusi sektor pariwisata terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia memang hanya USD 82,4 miliar atau 9,6 persen. Itu masih lebih rendah daripada Malaysia yang kontribusinya mencapai USD 38,9 miliar atau 13,1 persen terhadap PDB. Thailand malah lebih tinggi karena kontribusi sektor pariwisatanya mencapai 20,8 persen atau USD 81,6 miliar.

Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo menambahkan, daerah membutuhkan inovasi dalam hal kepariwisataan. Dia pun berharap Pelabuhan Tanjung Tembaga di Probolinggo, Jatim, bisa mengundang wisman. ’’Saya usulkan agar kapal turis bisa berhenti di pelabuhan itu,” katanya.

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia III Djarwo Surjanto mengungkapkan, pihaknya mulai memperkenalkan pariwisata maritim melalui event yang diadakan di pelabuhan. ’’Kita adakan event rutin di Surabaya North Quay. Kita juga mengelola Marina Boom di Banyuwangi. Ini dilakukan untuk membiasakan masyarakat dengan wisata bahari karena kita negara maritim,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Azwar Anas mengatakan, pengembangan wisata bahari di Banyuwangi hanyalah salah satu upaya memajukan pariwisata di daerahnya. Banyuwangi memang memiliki banyak pantai. Namun, selama ini pantai di sana terkenal jorok dan bau. Belum lagi, image Banyuwangi yang identik dengan kawasan tapal kuda yang penuh unsur klenik.

’’Kita buat banyak festival di pantai. Mulai festival jazz sampai festival busana muslim. Bahkan, kita juga mengadakan event festival toilet bersih untuk menghilangkan image tersebut,” tuturnya. (rin/c7/kim/jpgrup)

Formulasi Pembayaran UWTO & PBB Ditata Ulang

0
Menteri Agraria Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Ferry Mursydan Baldan dalam sosialisasi Pengembangan Kawasan Pulau Batam di Batam, Kepulauan Riau, Senin (14/03/16). Foto: muhammad nur/batampos.co.id
Menteri Agraria Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Ferry Mursydan Baldan dalam sosialisasi Pengembangan Kawasan Pulau Batam di Batam, Kepulauan Riau, Senin (14/03/16). Foto: muhammad nur/batampos.co.id

batampos.co.id – Menteri Agraria dan Tata Ruang/kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Ferry Mursyidan Baldan mengatakan wacana penghapusan uang wajib tahunan ororita (UWTO) di Batam seperti yang pernah ia lontarkan saat sosialisasi Pembangunan Pulau Batam, 14 Maret 2016 lalu di Batam, masih dalam tahap kajian.

“Kita lagi mencari formula yang tepat, dalam waktu dekat akan diputuskan mengenai UWTO dan PBB ini,” ujar Ferry saat menghadiri acara gala diner di Movie Town, Nongsa, Kamis (14/4/2016).

Ferry mengatakan, idealnya, masyarakat Batam tetap tidak boleh dibebankan dua kewajiban terhadap objek yang sama. Yakni kewajiban membayar UWTO dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). “Masa bayar UWTO juga harus bayar PBB,” katanya, lagi.

Menurutnya, kalaupun keputusan nantinya UWTO tidak dihapus, paling tidak ada penataan ulang sehingga pembayaran tidak terkesan dua. “Sekali bayar kan simple,” kata Ferry.

Namun pihaknya dan Dewan Kawasan saat ini masih terus mempelajari kemungkinan yang bisa diberlakukan ke depan, agar masyarakat Batam tidak terbebani lagi dua pungutan di objek yang sama.

Sebelumnya, Kepala BP Batam Hatanto mengatakan UWTO tidak akan dicabut. Pasalnya, UWTO merupakan salah satu bentuk penerimaan negara bukan pajak. UWTO juga sumber pendapatan BP Batam yang cukup besar untuk dipergunakan kembali untuk pembangunan di Batam.

“Kalau dihapus untuk apa ada kami di sini,” ujarnya. (bpcoid/nur)

Baca Juga:
> Hatanto: UWTO Tidak Akan Dihapus
> PBB Itu Pajak Kenikmatan, UWTO ialah Pengakuan Hak Menguasai Tanah
> UWTO Bakal Dihapus, Status Lahan Pemukiman Penduduk Menjadi Hak Milik
> UWTO Bakal Dihapus, Menteri ATR/BPN: Tak Boleh Ada Dua Pungutan
> HPL Diambil Alih DK Batam, Lahan Mangkrak Disita
> Badan Pengusahaan Batam Berubah Jadi Badan Pengelola Batam
> Ini Kriteria Pimpinan BP Batam yang Diminta Jokowi
> Personel BP Batam Bakal Tak Ada dari Kepri
> Negara Lain Belajar dari Batam, Sukses, Eh, Batam Malah Tertinggal
> Audit BP Batam Harus Menyeluruh, Jika Tidak KPK Masuk
> Ketua DK Pastikan Pimpinan BP Batam Orang-Orang Profesional
> Ketahuilah, Indonesia Tertinggal dari Vietnam
> Mendagri Janjikan Perubahan ke KEK untuk Kesejahteraan Masyarakat Batam

Tekan Kejahatan Jalanan, Kasat Reskrim Polresta Barelang Rangkul Setiap Polsek

0
Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian. Foto: facebook Memo Ardian
Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian. Foto: facebook Memo Ardian

batampos.co.id – Untuk menekan angka kriminalitas jalanan (street crime), Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian akan melakukan kerja sama dengan setiap Polsek untuk melakukan pengembangan dalam pengungkapan kasus.

“Dari buser Polresta Barelang nantinya kita juga akan turut membantu untuk melakukan penindakan jika terjadi kejahatan jalanan atau street crime,” ungkap Memo, Jum’at (15/4).

Lebih lanjut Kasat Reskrim yang baru dilantik pada Rabu (13/4) lalu ini menjelaskan bahwa jika terjadi kejahatan curanmor di satu daerah, yang datang nantinya tidak hanya dari pihak polsek saja.

“Buser Polresta Barelang juga akan datang untuk sama-sama melakukan pengembangan dalam pengungkapan setiap kasus,” kata Memo.

Adapun tujuan dari kerja sama ini menurutnya bertujuan untuk lebih meningkatkan lagi kerja sama yang sudah berjalan baik selama ini dan memudahkan dalam pengungkapan pelakunya.

“Selain untuk menekan angka street crime dan memudahkan dalam pengungkapan kasus, kerja sama ini nantinya agar dapat meningkatkan yang sudah baik menjadi lebih baik lagi. Yang jelas intinya kita fokus dalam penegakan hukumnya,” pungkas Memo. (eggi)

BP Batam Fokus Tertibkan Ruli di Kawasan Dam

0
Warga saat membersihkan enceng gondok di Dam Duriangkang beberapa waktu lalu. Foto: Immanuel Sebayang/ Batam Pos
Warga saat membersihkan enceng gondok di Dam Duriangkang beberapa waktu lalu. Foto: Immanuel Sebayang/ Batam Pos

batampos.co.id – Keberadaan rumah liar di sekitar dam terus menjamur. Deputi IV bidang pengusahaan sarana lainnya Purba Robert M Sianipar mengatakan penertiban rumah liar ini akan menjadi salah satu fokusnya. Ini penting untuk melestarikan dam yang ada di Batam.

“Kita akan urai, kita akan dudukkan bersama. Kenapa sampai banyak rumah liar di catchment area. Ini juga menjadi fokus kita,” kata Robert.

Menurutnya, daerah tangkapan air di sekitar dam harus steril dari bangunan. Pepohonan harus diperbanyak di sekitar dam. Perambahan hutan atau ilegal logging harus dihentikan.

“Ini tugas kita bersama-sama untuk menjaga kelestarian dam di Batam. BP Batam juga akan melakukan normalisasi dam,” katanya.

Memang, jumlah rumah liar di sekitar dam terus meningkat. Bahkan beberapa bangunannya sudah permanen. Bahkan untuk membuat rumah liar tersebut, harus menebang pohon. Bahkan ada yang membakar hutan di sekitar dam.

Yang paling memprihatinkan adalah perambahan hutan di sekitar Dam Mukakuning. Ruli di sana terus bertambah. Jaraknya hanya sekitar 300 meter dari dam. Bukit di sekitar Dam Mukakuning sudah gundul. BP Batam selama ini hanya berjanji untuk melakukan penertiban namun tak kunjung terealisasi.

Sementara itu Direktur Pengamanan BP Batam Cecep Rusmana mengaku akan melakukan penertiban. ia mengatakan akan melakukan penertiban secara bertahap. Ia juga mengakui bahwa di sana memang sudah banyak ruli. Tetapi tidak bisa langsung dilakukan penertiban secara menyeluruh.

“Kita akan lakukan penertiban. Ditunggu saja. Tetapi dilakukan bertahap. Tidak mungkin sekaligus, anggaran kita terbatas,” katanya.

Menurut Cecep, pihaknya sudah rutin melakukan operasi pemeliharaan dam yang ada di Batam. Misalnya melakukan penertiban keramba dan ladang warga di sekitar dam.

“Sudah beberapa kali kita lakukan penertiban di sekitar dam. Bahkan beberapa kali kita mengungkap illegal logging di sekitar Dam Duriangkang,” katanya. (ian)

15 Bulan, Mahasiswa UI Asal Batam Belum Ditemukan

0
Danny, mahasiswa UI asal Batam yang hilang misterius. Foto: istimewea
Danny, mahasiswa UI asal Batam yang hilang misterius. Foto: istimewea

batampos.co.id – Danny Ashri Fajar (22 tahun), mahasiswa semester VII jurusan Sastra Arab Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (UI) yang menghilang secara misterius dari apartemen Margonda Residence 1, Depok, hingga saat ini belum diketahui keberadaanya.

Baca Juga: Mahasiswa UI Asal Batam Hilang

Singapuraterkini melansir, Jumat (15/4/2016), mahasiswa asal Batam itu menghilang sejak Rabu (14/1/2015) silam. Kedua orangtua Danny, Asrar Purba dan Dewi Tresnasih, sudah berusaha mencarinya bersama pihak kampus, namun belum juga diketahui rimbanya.

Bahkan, kedua orang tua Danny yang menetap di Batam mengaku sudah mulai mengikhlaskan anak nomor dua dari tiga bersaudara tersebut. “Kami sudah ikhlas sekarang, ” kata Asrar.

Soal kemungkinan Danny direkrut kelompok ISIS, Asrar menolak berkomentar. “Tidak ada bukti yang mengarah ke sana,” tegasnya.

Dewi, sang ibu memang pernah mendapatkan catatan soal perang di apartemen Danny. Namun pihak keluarga tak yakin Danny gabung dengan ISIS atau militan manapun. (johan howan/siongapuraterkini/nur)

Mayat Bayi Perempuan dengan Ari-ari Masih Menempel Ditemukan di Belakang BP Batam

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Sesosok bayi perempuan ditemukan tak bernyawa di bibir pantai belakang komplek perkantoran Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kamis (15/4) sekira pukul 10.00 WIB.

Diperkirakan bayi malang tersebut dibuang ke laut tidak lama setelah dilahirkan. ”Saat ditemukan, mayat bayi masih memiliki ari-ari,” ujar Kanit Reskrim Polsek Batamkota, Ipda Ikhtiar Nazara.

Menurut Ikhtiar, penemuan mayat bayi ini pertama kali oleh Parto Tambunan, warga sekitar yang tengah mencari kepiting di pantai tersebut. Saat ditemukan, mayat bayi dan ari-arinya masih terhubung dengan tali pusar terbungkus plastik biru.

”Yang nemukan warga sekitar, masih terbungkus plastik,” ucap Ikhtiar.

Ia menjelaskan, Parto merupakan nelayan sekitar pantai. Ia curiga melihat plastik biru di bibir pantai. Kecurigaannya semakin besar akibat bau menyengat berasal dari tas tersebut. Setelah tas dibuka, dia kaget ternyata ada mayat bayi.

”Mendapat informasi itu, polisi langsung datang dan mengamankannya,” lanjut Kanit.

Bayi perempuan memiliki panjang 53 centimeter dan berat badan 3,7 kilogram ini diperkirakan tewas lebih dari dua hari. Kini mayat bayi tersebut dibawa ke Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) di Sekupang untuk diotopsi.

Sementara itu, pihak kepolisian mengaku masih menyelidiki dan sekaligus mencari orangtua dan sekaligus pembuang bayi tersebut. ”Kita masih selidiki apa motif dan siapa orangtuanya,” pungkas Ikhtiar.

Petugas kamar jenazah RSBP, Ninuk menyebutkan informasinya mayat bayi diberi batu pemberat sekitar 4 kilogram. (rng/cr17)