batampos.co.id – Satuan Polisi lalu Lintas (Satlantas) Polresta Barelang akan menggelar Operasi Patuh Seligi 2016 guna menertibkan pelanggaran lalu lintas yang masih kerap terjadi. Operasi ini rencananya akan dimulai 16 Mei mendatang dan berlangsung selama 14 hari.
Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Andar Sibarani mengatakan, sebelum pelaksanaan operasi ini, Satlantas melakukan sosialisasi terlebih dahulu. Tujuannya ialah, meningkatkan kesadaran para pengendara untuk selalu tertib berlalu lintas.
“Diimbau kepada seluruh pengendara tidak perlu takut. Jangan lupa membawa kelengkapan kendaraan seperti SIM, STNK dan buku KIR khusus roda empat sesuai karakteristik wilayah hukum Polresta Barelang,” tutur Andar, Senin (9/5).
Untuk lokasi, lanjutnya, difokuskan pada kawasan tertib lalu lintas seperti Jalan Raden Suprapto, Jalan Yos Sudarso, Jalan Gajah Mada, Jalan Imam Bonjol trafficlight Harmoni, Jalan Laksamana Bintan dan Jalan Sumatera.
“Kita juga akan menertibkan wilayah-wilayah yang dianggap rawan macet lalu lintas,” sebutnya.
Pelaksanaan operasi ini tidak menentu, bisa dilakukan pada pagi hari, siang hari, sore atau malam hari tergantung kondisi. Kepada masyarakat agar tidak terjaring operasi segera melengkapi surat-surat kendaraan.
“Mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakaan helm standar dan sabuk keselamatan,” tutupnya. (rng)
batampos.co.id – Gerakan Nusantara Mengaji di Kota Batam berjalan sukses. Dari 4.050 peserta yang terdaftar, sebanyak 1.350 peserta berhasil mengkhatamkan Alquran pada acara yang yang digelar serentak di seluruh Indonesia Sabtu (7/5) dan Minggu (8/5) itu.
Koordinator Daerah Nusantara Mengaji Kota Batam, Muhammad Jefry Simanjuntak mengungkapkan, 1.350 peserta yang berhasil khatam Alquran tersebar di 10 kecamatan di kota industri ini. Menurutnya, lokasi Nusantara Mengaji ini tidak hanya di masjid maupun musala, tapi peserta juga mengaji secara serentak di rumah koordinator daerah.
”Alhamdulillah kegiatan Nusantara Mengaji di Kota Batam berjalan sukses, bahkan pesertanya di luar ekspektasi kami,” ujar Jefry, Senin (9/5).
Jefry mengungkapkan, kesuksesan acara tersebut tidak terlepas dari dukungan penuh Pemko Batam serta seluruh lapisan masyarakat. Pemko sendiri telah mengeluarkan surat edaran tertanggal 24 April 2016 lalu mengajak umat Islam Kota Batam untuk bermunajad dan berdoa untuk keselamatan bangsa dan Batam khususnya.
”Doa itu bertujuan menjauhkan bangsa dan negara ini juga Kota Batam dari bala dan bencana, serta diberikan jalan keluar dari berbagai masalah,” kata politikus PKB ini.
Selain itu, sambung Jefry, acara tersebut juga bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Peserta juga berdoa semoga para pemimpin bangsa juga Pemko Batam agar diberi kekuatan untuk mengemban dan menjalankan roda pemerintahan.
Menurutnya, Nusantara Mengaji yang diinisiasi Muhaimin Iskandar itupun menjadi gerakan masif sesuai ide yang dimunculkan para kiai. ”Ini bukti masifnya sambutan masyarakat. Karena umat Islam sangat bersemangat untuk terus mengaji,” ungkap Jefry.
Anggota DPRD Batam ini juga berharap umat Islam tidak pernah lupa untuk selalu membaca Alquran dan mendoakan para pemimpinnya. Untuk itu, setelah selesai kegiatan ini, diharapkan terus muncul para hafiz atau penghapal Alquran. (spt)
Inafis Polresta Barelang mengamankan serbuk yang diduga mesiu di Mall Nagoya Hill, Lubukbaja, Rabu (4/5) lalu. Karena kotak yang diduga bom sudah diamankan oleh Jibom Brimob Polda Kepri. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Dua penemuan kotak di areal parkiran motor Nagoya Hill Mall, beberapa hari lalu dipastikan tak berisikan bahan peledak. Kotak tersebut hanya didesain menyerupai bom rakitan dan terdiri dari serbuk campuran tepung, timer, serta kabel.
Kapolsek Lubukbaja, AKP I Putu Bayu Pati mengatakan pihaknya bersama Tim Gegana Polda Kepri telah melakukan pemeriksaan terhadap kotak tersebut. Diduga, kotak itu sengaja diletakkan untuk meneror manajemen dan pengunjung. ”Dugaan kotak itu untuk meneror. Dan sepertinya ada permasalahan di internal manajemen,” ujar Putu, Senin (9/5) siang.
Dia menambahkan sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan manajemen. Termasuk memeriksa rekaman CCTv untuk mengetahui pelaku peneror tersebut. ”Tapi jangkauan CCTv tidak sampai ke lokasi letaknya kotak. Kita masih terus melakukan pemeriksaan,” tegas Putu.
Putu mengaku dengan penemuan itu pihaknya terus melakukan pengawasan terutama di pusat keramaian dan pusat perbelanjaan. Pihaknya juga menyiagakan Polwan yang menggunakan Mini Self-Balance Car (Segway). ”Kita tetap meningkatkan kewaspadaan agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” terangnya.
Dia juga mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan kepada petugas maupun Polsek jika ada penemuan hal yang mencurigakan. ”Kalau ada hal yang mencurigakan segera lapor. Dan jangan bertindak sendiri,” paparnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, petugas keamanan dan pekerja di Nagoya Hill Mall digegerkan dengan penemuan dua kotak sepatu yang diduga berisikan bom rakitan di areal parkiran motor, Rabu (4/5) dini hari. Kotak tersebut diletakkan di lokasi yang berbeda.
Kotak pertama ditemukan oleh Yudi, salah seorang juru parkir pada pukul 02.00 WIB. Ia melihat kotak yang di dalamnya berisikan berisikan bubuk, kabel serta timer. Ia melihat kotak tersebut berada disekitar tumpukan troli. (opi)
Kemacetan terjadi di Sei Panas pada jam-jam sibuk. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
batampos.co.id – DPRD Kota Batam meminta Pemerintah Kota (Pemko) Batam membatasi jumlah kendaraan karena tingkat kemacetan di Batam sudah semakin parah. ”Koordinasikan dengan BP Batam, Pemprov, serta pemerintah pusat,” kata Anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Muhammad Jefri Simanjuntak, Senin (9/5).
Pertumbuhan kendaraan tak sebanding lurus dengan pembangunan jalan. Setiap tahun sekitar 15 ribu kendaraan roda dua dan empat masuk ke Batam, baik dari dalam ataupun luar negeri. ”Sedangkan pembangunan jalan sangat minim,” ungkapnya.
Fly over yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Simpang Jam dan Simpang Kabil, menurut Jefri, takkan bisa mengatasi kemacetan. ”Titik kemacetan bukan hanya di Simpang Jam dan Simpang Kabil saja, tapi sudah menyeluruh,” ungkapnya lagi.
Karenanya, pemerintah harus membuat regulasi pembatasan kendaraan. Sebelum kemacetan semakin krodit seperti di DKI Jakarta maupun di kota besar lainnya. ”Atau nanti kita (DPRD) yang usulkan,” ucapnya.
Menurutnya kendaraan yang masuk harus dibarengi dengan pengurangan kendaraan. Berapa jumlah yang masuk, sebanyak itu kendaraan yang harus keluar. ”Jangan seperti sekarang, kendaraan masuk terus, tak ada yang keluar. Kendaraan tahun 70-an pun masih ada,” sebutnya lagi.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Batam, Zulhendri menyadari, kemacetan akibat pertumbuhan kendaraan yang cukuf signifikan. ”Infrastruktur yang ada saat ini, hanya cukup untuk 460 ribu kendaraan saja. Sedangkan saat ini kendaraan hampir mencapai 800 ribu unit,” beber Zulhendri.
Hal itu diperparah dengan masuknya kendaraan khusus Batam, mobil tak bisa keluar. Sehingga jumlah kendaraan semakin menumpuk karena tidak ada pembatasan.
Karena padat, laju kendaraan pun semakin pelan, hanya bisa mengunakan kecepatan di bawah 60 KM perjam. Padahal idealnya di jalan protokol 60 hingga 70 KM perjam. ”Dari Tiban ke Batamcenter membutuhkan waktu yang cukup lama,” ungkapnya.
Meskipun demikian, Pemko Batam, menurut Zulhendri, tak bisa berbuat banyak untuk menahan laju jumlah kendaraan. ”Semuanya diatur oleh pemerintah pusat,” katanya.
Pemko hanya bisa melakukan usulan agar ada pembatasan serta dilakukan pajak progresif kepada provinsi. ”Masyarakat yang mempunyai lebih dari satu kendaraan, bayar lebih mahal,” sebut Zulhendri. (hgt)
Warga Batuaji saat belanja kebutuhan pokok sehari-hari di Pasar Fanindo, Tanjunguncang, Batuaji. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
batampos.co.id – Harga kebutuhan pokok di Pasar Fanindo Batuaji, mulai merangkak naik. Saat ini kenaikan sudah terjadi pada harga kacang panjang dan harga telur.
Para pedagang di Pasar Fanindo Batuaji, sudah menjual kacang panjang Rp 15 ribu per kilogram. Sebelumnya harga kacang panjang sempat melambung mencapai Rp 18 ribu per kilogram, dari harga normal Rp 8 ribu per kilogram. Kenaikan harga itu sudah terjadi satu minggu lalu. “Baru hari ini (kemarin, red) turun Rp 3 ribu,” ujar Nining, kepada koran Batam Pos (grup batampos.co.id), Senin (9/5).
Menurutnya, kenaikan harga terjadi karena disebabkan oleh pengaruh cuaca saat ini kian tak menentu di wilayah Tembesi, Sagulung dan Batuaji, kadang hujan dan kadang panas. “Kacang kita ambil dari petani lokal di Tembesi Kebun,” ungkap Nining.
Selain itu, kenaikan harga juga terjadi pada telur, saat ini di Pasar Fanindo harga telur satu papan isi 30 butir dijual Rp 35 ribu, dari harga normal Rp 30 ribu. “Kenaikan harga telur juga sudah seminggu,” bebernya.
Meski demikian, kenaikan harga tersebut belum mempengaruhi harga cabai merah, saat ini masih dijual Rp 30 ribu per kilogram. Sedangkan harga bawang merah dijual Rp 28 per kilogram. Minyak goreng eceran Rp 12 ribu per kilogram. “Semuanya masih aman belum ada kenaikan,” bebernya.
Untuk harga daging ayam segar saat ini dijual Rp 31 ribu per kilogram, dari harga normal Rp 27 ribu per kilogram. “Naik sudah tiga hari,” ujar Rica.
Untuk harga daging ayam beku masih stabil Rp 27 ribu per kilogram. Sedangkan harga daging sapi segar dijual Rp 130 per kilogram dan harga daging sapi beku belum mengalami kenaikan saat ini masih Rp 80 ribu per kilogram. (cr14)
Anggota Polda Kepri, Agus Bima saat memberikan keterangan pada sidang lanjutan pembunuhan Dian Milenia alias Nia dengan terdakwa Wardiaman Zebua di Pengadilan Negeri Batam. Foto: Eggi/ batampos.co.id
batampos.co.id – Sidang lanjutan pembunuhan Dian Milenia alias Nia dengan terdakwa Wardiaman Zebua kembali digelar hari ini, Selasa (10/5). Sidang digelar di ruang utama Pengadilan Negeri ini beragenda mendengarkan keterangan saksi.
Jaksa penuntut umum yang diwakili oleh jaksa Bani Ginting dan Rumondang menghadirkan tiga orang saksi yang diantaranya Agung Gima, Agus Handoyo dan Baharudin Manulang.
Dalam agenda mendengarkan keterangan saksi ini, saksi Agus Gima merupakan saksi yang pertama kali diperiksa. Agus Gima merupakan salah satu anggota tim yang dibentuk oleh Polda Kepri untuk memback up Polresta Barelang dalam pengungkapan kasus pembunuhan Dian Milenia.
“Setelah dibentuk, kita melakukan penelusuran rute yang dilalui oleh korban. Kemudian tepat pada tanggal 17 oktober, kita secara tidak sengaja bertemu dengan saudara Wardiaman memberhentikan seorang perempuan sekira berumur 19 tahun,” terang Agus Gima.
Agus Gima menerangkan saat melihat Wardiaman memberhentikan seorang perempuan, ia turun dan bertanya kepada Wardiaman terkait alasannya memberhentikan perempuan tersebut.
“Saya tanya, kemudian dia (Wardiaman) bilang perempuan itu mau menabrak dirinya. Kemudian saya bertanya kepada perempuan itu dan dia bilang tidak ada nabrak,” lanjut Agus.
Karena permasalahannya tidak terlalu besar, kemudian saksi menyuruh perempuan tersebut dan Wardiaman untuk melanjutkan perjalanannya. Setelah sebelumnya mengambil data-data Wardiaman melalui SIM dan STNK Wardiaman.
Setelah mendengar kesaksian dari Agus Gima, kemudian mendengarkan kesaksian dari Agus Handoyo.
Agus Handoyo merupakan salah satu anggota tim yang dibentuk dari Polsek Sekupang untuk memback up Polresta Barelang dalam pengungkapan kasus pembunuhan Dian Milenia.
“Saya memulai penyelidikan ini dari informasi yang didapat dari orang tua korban bahwa sepeda motor milik korban telah ditemukan di GOR Sekupang, sekira jam delapan malam,” ungkapnya.
Agus menjelaskan penyelidikan yang dilakukan oleh pihaknya adalah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Termasuk saksi yang mengaku pernah diberhentikan oleh Wardiaman.
“Saksi itu saya mendapatkannya dari adik-adik teman saya yang sekolah. Mereka kemudian bercerita hingga didapatkan saksi yang pernah diberhentikan Wardiaman,”
Lebih lanjut Agus mengatakan dari keterangan saksi yang diperiksa oleh timnya, didapatkan kesamaan ciri-ciri yang diterangkan oleh saksi.
“Kesamaan yang diterangkan saksi itu terdapat pada sepeda motor yang digunakan Wardiaman,” lanjutnya lagi.
Setelah mendapatkan kecocokan data dari saksi yang satu dengan yang lainnya kemudian Agus bersama tim lainnya melakukan diskusi bersama tim Polres Barelang dan tim Polda Kepri.
“Kemudian kita diskusikan bersama tim polres dan polda,” katanya. (eggi)
FKPPI, PPM, Pemuda Pancasila, dan KNPI menggotong keranda lalu membakarnya sebagai tanda PKI sudah lama mati di Alun-alun Engku Putri, Batamcenter, Senin (9/5). Foto: Anwar Saleh/ Batam Pos
batampos.co.id – Ormas Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI Polri (FKPPI) 3103 Batam, Pemuda Panca Marga (PPM) Kepri dan Batam, Pemuda Pancasila (PP) Batam, dan KNPI Batam melakukan demo ganyang komunisme gaya baru di Alun-alun Engku Putri, Batamcentre, Senin (9/5).
”Kini PKI tak ada, tapi PKI telah berubah menjadi KGB (komunisme gaya baru). Jangan berikan celah satu lobang jarum pun PKI berkembang di bumi Indonesia!” sebut Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) PP Batam, Safrijal Ganti Sitorus.
Pria yang akrab disapa Ucok Cantik itu juga mengatakan bahwa pemuda akan meneruskan perjuangan anti PKI. Kalau paham komunis tersebut bangkit lagi, kata Ucok, Pemuda Pancasila siap untuk membubarkannya.
Berikutnya giliran Ketua Pengurus Cabang (PC) FKPPI 3103 Batam, Anton Permana yang berorasi. Anton secara global mengulas PKI adalah suatu ideologi haus darah.
Ia mengambil contoh kasus global tragedi Tiananmen di Tiongkok yang memprotes komunis, ratusan ribu nyawa meninggal. Peristiwa di Rusia yang menghilangkan ratusan ribu nyawa karena protes komunis. Kemudian hilangnya ribuan nyawa di Vietnam ulah komunis.
Ketua PPM Provinsi Kepri, Supandi Arim mengajak semua pihak termasuk musyawarah pimpinan daerah (muspida) jangan berlindung di balik kebenaran bahwa PKI sudah mati di Indonesia. PKI gerakan terlarang di Indonesia dinyatakan dalam undang-undang.
Karena PKI sudah lama mati, masih Supandi, jangan sampai menggangu kedaulatan Indonesia. Bahwa NKRI dan Pancasila sudah harga mati, kata Supandi, jika PKI hidup maka akan terjadi pertumpahan daerah di Indonesia. “Kami tidak ingin itu terulang kembali dan kami siap membumihanguskan paham yang sudah lama dilarang di Indonesia,” katanya.
Sementara tokoh pemuda serta pendiri komunitas Wajah Batam, Allan Suharsad dan Venny dari Srikandi PP, membacakan puisi tentang kekejaman PKI.
Setelah selesai orasi, massa mengarak keranda PKI lalu meletakkannya. Pimpinan keempat ormas memegang kayu yang dibakar, lalu menyulutkan kayu yang dibakar tersebut ke keranda bertuliskan PKI dan ganyang neo komunis. Massa seakan marah dengan membakar atribut PKI. (ash)
Istri Pudjo Lestari bin Kateno menagis histeris sambil sujud memohon kemajelis hakim dipersidangan melihat suaminya yang disidang pidana mati di Lapas Barelang, Rabu (14/1/2016) lalu. Foto: Dalil Harahap/batampos
batampos.co.id – Tak hanya terpidana mati yang akan dikirim bertahap ke Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, terpidana seumur hidup juga akan dikirim ke Lapas Nusakambangan.
“Saat ini ada 10 terpidana seumur hidup yang menunggu proses pemindahan,” ujar Kepala Lapas Kelas II A Barelang, Farhan Hidayat, Senin (9/5/2016).
Farhan menyebutkan, per Desember 2015 lalu terdapat 10 terpidana mati dan tujuh terpidana seumur hidup di Lapas Barelang. Namun pada 2016 ini terdapat penambahan dua terpidana mati dan tiga terpidana sumur hidup. Sehingga totalnya ada 22 orang, terdiri dari 12 terpidana mati dan 10 terpidana seumur hidup.
“Tiga terpidana mati sudah dipindahkan ke Lapas Nusakambangan, Minggu (8/5) lalu,” kata Farhan.
Saat ini, masih ada 19 narapidana yang menunggu proses pemindahan ke Lapas Nusakambangan. Mereka teridiri dari sembilan terpidana mati dan 10 terpidana seumur hidup.
“Semuanya diajukan untuk pindah ke Lapas Kelas I (Nusakambangan),” kata Farhan.
Soal kapan pemindahannya, Farhan enggan menjelaskan. Sebab semua tergantung anggaran dan kebijakan pusat. Namun dia memastikan, cepat atau lambat, ke-19 napi tersebut akan dikirim ke Nusakambangan.
“Karena sesuai aturan memang harus Lapas Kelas I yang menampung napi terpidana mati dan hukuman seumur hidup,” kata Farhan.
Napi terpidana mati dan hukuman seumur hidup dipindahkan untuk mengurangi risiko buruk yang bisa saja terjadi jika mereka semua dikumpulkan dalam lapas bertipe B atau kelas II.
“Di sisi lain ini (pemindahan napi, red) bisa mengurangi jumlah napi di sini agar tidak terlalu over kapasitas,” tutur Farhan.
Farhan mengatakan, tiga terpidana mati yang sudah dikirim ke Lapas Nusakambangan kemungkinan akan masuk daftar eksekusi mati oleh pusat. Namun dia tak bisa memastikannya, karena ini bukan kewenangan lapas.
“Kalau kepastian itu Kejaksaan yang lebih tahu. Tapi dari kami yang pastinya pemindahan tiga napi ini respon pemerintah atas ajuan program kami tahun 2015 lalu,” ujar Farhan.
Farhan menambahkan, saat ini jumlah napi di lapas Barelang mencapai 1.343 orang. Jumlah ini jauh lebih banyak dari jumlah daya tampung ideal lapas yang hanya mencapai 400-an orang.
“Kenapa bisa jadi begini (over kapasitas)?. Ya selain pelaku kejahatan meningkat, kendala lainnya karena PP 99 tahun 2012,” kata Farhan.
Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 Tahun 2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan, menjadi salah satu pemicu semakin banyaknya jumlah napi di lapas. Sebab dalam PP itu mengatur persyaratan remisi dan pembebasan bersyarat (PB) di antaranya bayar denda subsider dan harus surat keterangan justice colabaration dari kepolisian, jaksa, dan Badan Narkotika Nasional (BNN) khusus untuk kasus narkoba. Sehingga banyak napi kasus narkoba tindak mendapatkan hak-hak tersebut.
“Padahal 71 persen penghuni di sini kasus narkoba,” tutur Farhan. (eja/bp)
Kepala BNNP Kepri, Benny Setiawan. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
batampos.co.id – BNNP Kepri terus bekerja keras, sebab ada dugaan narkoba jenis sabu tak lagi dibawa dalam bentuk serbuk. Tapi narkoba tersebut dicairkan, dengan harapan dapat mengelabui petugas.
“Untuk Batam khususnya, Kepri umumnya belum ada temuan seperti itu,” kata Kepala BNNP Kepri, Benny Setiawan pada koran Batam Pos (grup batampos.co.id), kemarin (9/5).
Ia mengatakan sejauh ini, dari data dan penangkapan yang dilakukan BNNP Kepri. Gembong narkoba menyelundupkan barang haram tersebut, masih dengan cara yang konvensional. “Masih serbuk, petugas kita (di Kepri,red) sudah sangat fasih dengan narkoba bentuk serbuk tersebut,” ucapnya.
Narkoba bentuk cair mudah dibawa dan tak rumit. Barang haram ini ditenggarai bisa lolos dari pengamatan petugas di bandara, pelabuhan. Sebab petugas dilapangan belum terlalu familiar dengan narkoba cair ini. “Petugas hanya tau, narkoba bentuknya serbuk,” ungkapnya.
“Kamuflase penyelundupan narkoba, telah beragam,” lanjut Benny.
Benny mengatakan narkoba cair bisa saja dimasukan ke dalam botol. Karena petugas belum terbiasa dengan narkoba jenis ini, maka barang haram ini lolos.
Narkoba cair ini kata Benny, nantinya akan di ekstrak kembali. Sehingga bentuknya akan kembali seperti serbuk. Atau kadang barang haram ini dijual dalam bentuk cair.
“Kalau tingkat berbahayanya sama saja, baik itu serbuk atau cair. Sebab sama-sama stimulan methapetamine,” ujarnya.
Ia mengungkapkan ke depan, pihaknya akan meningkatkan pemahaman modus baru penyelundupan narkoba cair ini. Sehingga nantinya, narkoba tesebut tak lolos dan masuk ke Batam.
Penumpang pesawat memadati pintu keberangkatan Bandara Hang Nadim Batam. Selama liburan panjang arus penumpang Bandara Hang Nadim mengalami peningkatan. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Aktivitas Bandara Internasional Hang Nadim Batam selama long weekend padat. Dari data petugas Hang Nadim, tercatat sekitar 70 ribu orang datang dan pergi.
”Cukup banyak penumpang menggunakan jasa Bandara Hang Nadim untuk pergi dan datang ke Batam,” kata Kabag Umum Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso, Senin (9/5).
Ia menjelaskan secara rinci, pada Kamis (5/5) penumpang yang berangkat 9.006 orang. Pada Jumat (6/5) ada 6.906 orang, Sabtu (7/5) ada 9.013 orang. Kemudian, Minggu (8/5) ada 10.136 orang. Untuk yang datang, hampir sama dengan yang berangkat. ”Puncak baliknya itu pada Minggu (8/5),” lanjutnya.
Libur panjang ternyata meninggalkan beberapa permasalahan. Mulai dari kemacetan di pintu masuk bandara, juga antrean pesawat di apron. Sebelumnya Suwarso menyebutkan, bahwa antrean pesawat tersebut terjadi akibat kapasitas apron yang terbatas.
Luas apron di Bandara Hang Nadim saat ini adalah 165 ribu meter persegi dan dapat menampung 13 pesawat jenis Boeing 747. ”Nantinya luas apron akan ditambah menjadi 35 ribu meter persegi,” kata Suwarso. Dengan penambahan luas apron ini, tak ada lagi antrian pesawat. ”Tahun ini dibangun,” pungkasnya. (ska)