Jumat, 15 Mei 2026
Beranda blog Halaman 9141

Pelindo Minta Syarat Antigen Dicabut

0

batampos.co.id – Asisten Manajer Pelayanan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang, Raja Junjungan Nasution meminta pemerintah daerah mencabut syarat tes antigen sebagai syarat perjalanan laut antardaerah di Provinsi Kepri.

Pihaknya menilai, penyebaran kasus Covid-19 di Provinsi Kepri saat ini sudah terkendali dengan baik.

“Kami meminta persyaratan perjalanan laut sebaiknya cukup menunjukkan sertifikat vaksinasi. Bagi penumpang yang belum divaksin tidak boleh berangkat. Karena di Pelabuhan juga dapat diterapkan pembayaran nontunai,” ujarnya.

Selain itu, biaya tes antigen yang mencapai Rp 85 ribu per orang dari Tanjungpinang menuju Batam memberatkan warga.

Apalagi harga satu tiket kapal cepat dari Tanjungpinang menuju Batam hanya Rp 55 ribu, jauh di bawah biaya tes antigen.

Perjalanan laut dari Tanjungpinang menuju Batam juga tidak membutuhkan waktu yang lama, hanya sekitar sejam sudah sampai ke tujuan.

Salah satu penyebab terjadi penurunan jumlah penumpang di Pelabuhan SBP Tanjungpinang yakni persyaratan tes antigen.

Beragam alasan warga mengurungkan niatnya untuk melakukan perjalanan antarpulau lantaran harus tes antigen, seperti biayanya tinggi, dan khawatir positif Covid-19.

Akibatnya, dalam setahun terakhir, jumlah penumpang antarpulau di Pelabuhan SBP Tanjungpinang turun 50 persen dari 1.500 orang.

Penurunan jumlah penumpang berdampak buruk pada pendapatan Pelindo Tanjungpinang.

Menurutnya, Pelindo memahami secara jelas tes antigen itu sebagai upaya untuk mencegah terjadi penularan Covid-19.

Namun kondisi sekarang memungkinan itu (tes antigen) tidak dijadikan sebagai persyaratan untuk perjalanan laut.

“Protokol kesehatan tetap dilaksanakan di pelabuhan dan di dalam kapal. Seluruh kru kapal, petugas pelabuhan dan penumpang wajib menerapkan protokol kesehatan. Kemudian jumlah penumpang di dalam kapal juga hanya 50-70 persen dari kapasitas kursi penumpang,” tutupnya.()

Wali Kota Sebut PPKM Batam Layak Turun ke Level 1, Alasannya…

0

batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, membenarkan jumlah pasien Covid-19 yang masih dalam perawatan terus menurun.

Sehingga, menurutnya, Batam layak masuk level 1.

”Sebenarnya kita ini sudah level satu. Tapi yang menentukan pusat, jadi kalau kasus ini bisa terus ditekan, dan angka yang dirawat tidak melebihi 31 orang, maka harusnya Batam ditetapkan level 1,” ujarnya saat menghadiri acara di Tanjungriau, Minggu (26/9/2021).

Ia menyebutkan, meskipun PPKM Batam layak turun ke level 1, harus tetap waspada akan gelombang ketiga Covid-19 dan varian barunya.

Apalagi, Batam berdekatan dengan Singapura dan sekaligus menjadi pintu masuk Pekerja Migran Indonesia (PMI), Warga Negara Asing (WNA), dan Warga Negara Indonesia (WNI), sehingga potensi ancaman gelombang ketiga menyerang masih
tinggi.

Namun, ia berharap, ancaman itu bisa dikendalikan dan tidak seperti gelombang kedua dan pertama.

”Jangan sampai seperti sebelumnya, ada lima ribu orang dirawat dan harus menjalani karantina mandiri akibat virus ini. Kalau pun
nanti masuk, saya berharap masyarakat Batam bisa membantu pemerintah agar penyebaran tidak meluas,” imbuhnya.

Ia meminta kepada masyarakat untuk tidak melepas masker, hindari kerumunan dan pastikan menjaga jarak.

Ancaman gelombang ketiga bisa saja terjadi di Batam. Untuk itu, untuk mengendalikannya perlu peran semua orang.

”Virus ini tidak akan bisa dihentikan polisi, tentara, dan tim Satgas Covid-19 karena tak kasat mata. Untuk itu, saya minta jangan lupa pakai masker, dan patuhi imbauan pemerintah,” tegasnya.

Akibat Covid-19, banyak persoalan yang muncul. Pertama, angka pengangguran meningkat, akibat banyak yang kehilangan pekerjaan.

Kedua, pemerintah kalang kabut karena uang tidak ada, sedangkan permasalahan banyak yang harus dituntaskan.

Ketiga, tidak hanya soal kesehatan, melainkan juga upaya dalam pemulihan ekonomi.

”Untuk itu, saya berharap tanggal 4 mendatang, Batam bisa level satu. Agar semakin banyak kelonggaran yang diberikan, dan aktivitas masyarakat berangsur perlahan seperti dulu. Meskipun begitu saya minta protkes tidak boleh kendor,” bebernya.

Rudi berharap tahun depan pemulihan ekonomi sudah bisa terjadi. Dengan semakin melandainya angka kasus, tentu akan memberikan dampak terhadap kebijakan di Batam.

Ke depan tentu pemerintah harus memikirkan kebutuhan masyarakat saat masa pemulihan.

Ada kegiatan yang harus digelar, agar perekonomian membaik.

”Tahun depan kalau bisa semua beroperasi kembali, sehingga mereka yang kehilangan pekerjaan bisa kembali bekerja,” harapnya.(jpg)

Ini 8 Warna Kuteks yang Cocok Untuk Kulit Sawo Matang!

0

batampos.co.id – Perempuan Indonesia kebanyakan memiliki kulit berwarna sawo matang. Hal ini seringkali membuat kita mengalami kendala ketika ingin memilih warna kosmetik yang cocok digunakan agar terlihat bagus dan cantik.

Pemilihan warna kosmetik yang cocok dikenakan tentu akan menjadi daya tarik tersendiri bagi yang melihatnya, serta membuat kita makin tampil percaya diri.

Kalau pemilihan warnanya gak tepat, maka bisa memberikan kesan kusam dan norak saat dilihat.

Begitu pula, dalam pemilihan warna kuteks yang menjadi salah satu kosmetik yang disukai para kaum wanita.

Bahkan gak sedikit dari mereka yang rela mengeluarkan budget banyak untuk melakukan perawatan kuku di salon kecantikan.

Buat kamu yang mau mempercantik tampilan kuku dengan kuteks, simak dulu sejumlah warna kutek untuk kulit sawo matang berikut ini. Biar gak salah pilih warna dan gak mengecewakan saat mengenakan kuteks.

Ilustrasi. Foto: pinterest.com

1. Warna Kuteks ‘Nude’

Kalau kamu ingin tampil natural dalam kegiatan sehari-hari, kuteks berwarna nude bisa kamu aplikasikan pada kukumu. Warna ini cocok sekali digunakan buat si pemilik sawo matang. Tampilan warna kuku yang natural di tambah make up yang flawless bikin penampilan kamu tampak cantik natural.

2. Warna Kuteks ‘Pink Muda’

Kaum hawa memang selalu identik dengan warna pink. Tampilan warnanya terkesan lembut dan memberikan aura feminim pada dirimu. Warna satu ini cocok diaplikasi bagi kamu yang memiliki kulit sawo matang.

3. Warna Kuteks ‘Merah’

Buat si pemilik sawo matang, kamu bisa memilih warna merah untuk mempercantik tampilan kuku. Warna kuteks merah maroon, terang dan plum cocok diaplikasikan saat menghadiri acara di malam hari.

Kalau kamu menggunakan warna-warna cat kuku tersebut, penampilan kamu akan tampak eksotis dan sexy. Sedangkan untuk penggunaan sehari-hari, kuteks dengan warna merah akan memberikan kesan semangat saat melakukan pekerjaan di Macbook Pro 2017 andalan dan segala kegiatan sehari-hari. Tertarik untuk mencoba?

4. Warna Kuteks ‘Orange’

Warna orange bisa jadi pilihan selanjutnya untuk mempercantik tampilan kukumu. Warna orange selalu menjadi pilihan para pemilik sawo matang dalam menggunakan make up, hingga warna kuteks.

5. Warna Kuteks ‘Ungu Gelap’

Cat kuku berwarna ungu gelap termasuk warna yang paling tepat untuk digunakan para wanita berkulit sawo matang. Warna ungu gelap mampu memberikan kesan elegan, glamour dan anggun pada penampilanmu, apalagi kalau dipadukan dengan busana atau aksesori dengan warna yang senada. Jadi makin matching dan fashionable!

6. Warna Kuteks ‘Lavender’

Mau tampil manis dan girly? Warna lavender bisa kamu pilih. Warnanya yang tampak kalem dan gak mencolok membuat warna ini jadi pilihan paling tepat bagi kamu yang punya kulit sawo matang.

7. Warna Kuteks ‘Coklat’

Untuk warna kutek untuk kulit sawo matang berikutnya, kamu bisa memilih kuteks berwarna coklat. Tak perlu diragukan lagi, nuansa warna coklat adalah pilihan warna yang tepat bagi yang mempunyai kulit sawo matang. Kesan cantik dan eksotis akan terlihat saat kukumu diaplikasikan warna coklat.

8. Warna Kuteks ‘Burgundy’

Terakhir ada burgundy. Warna yang tampak gelap memang cocok dipilih oleh kamu yang memiliki kulit sawo matang. Kuteks warna burgundy akan memberikan kesan eksotis dan cantik pada penampilanmu. Bisa banget dipilih untuk menghadiri acara pernikahan atau acara resmi.

Berbagai warna kutek untuk kulit sawo matang di atas bisa kamu jadikan pilihan untuk mempercantik tampilan kuku tangan dan kaki. Ada warna favoritmu?

Untuk kamu yang tertarik dan ingin membeli kutek dengan warna-warna yang cantik, kamu bisa mendapatkanya di Shopee dengan promo Shopee Mall Super Brand Day tanggal 27 September 2021 dalam kampanye belanja 10.10 Brands Festival.

Shopee menyediakan banyak promo dan potongan diskon besar yang akan membuatmu jauh lebih hemat. Beberapa promonya, antara lain 100% ORI, Super Brand Day Setiap Hari, dan dapatkan hadiah Shop & Win Mobil Tesla.(*)

Cegah Kasus Impor, Masuk Batam Wajib PCR Ulang dan Karantina

0

batampos.co.id – Kasus Covid-19 di Indonesia, khususnya Batam, semakin berkurang. Hal ini bisa dilihat dari positivity rate Covid-19 sudah menunjukkan pengurangan signifikan. Demi mencegah adanya kasus impor dari luar negeri, Batam menerapkan sistem sirkuit tertutup.

Kepala Karantina Kesehatan Pelabuhan Kelas I Batam, dr Achmad Farchanny, MKM, menjelaskan, sistem ini menganggap semua orang datang dari luar negeri memiliki risiko terpapar Covid-19. Sehingga orang yang dari luar negeri, baik Warga Negara Asing (WNA), Warga Negara Indonesia (WNI), Pekerja Migran Indonesia (PMI) maupun non-PMI, harus menjalani beberapa prosedur ketat.

”Kami upayakan mereka tidak kontak dengan masyarakat atau warga di Batam,” kata Farchanny, Minggu (26/9).

Walaupun sudah mengantongi dokumen negatif Covid-19 melalui pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR), Farchanny mengatakan, para WNA dan WNI dari luar negeri wajib menjalani tes PCR ulang.

Bagi yang datang dari negara memiliki eskalasi kasus tinggi, maka usai menjalani tes PCR akan menjalani karantina selama 14 hari. Sedangkan yang datang dari negara dengan eskalasi kasus Covid-19 rendah, maka akan menjalani karantina selama 8 hari. ”Jadi, mau hasil PCR-nya keluar negatif, tetap wajib menjalani karantina,” ungkap Farchanny.

Bagi WNA, proses PCR dan karantina dilaksanakan secara mandiri. Namun, tes PCR wajib dilaksanakan di laboratorium yang masuk dalam database Kementerian Kesehatan.

Sementara itu, bagi WNI non-PMI dan mampu, harus menjalani karantina secara mandiri di hotel-hotel yang telah ditunjuk Satgasus Covid-19. Sedangkan bagi PMI, uji swab-nya ditanggung oleh negara.

Karantina juga dilaksanakan di tempat-tempat yang disediakan pemerintah. ”Kami mencegah importasi kasus Covid-19 varian baru seperti MU dan Lamda. Dan juga importasi kasus varian Delta. Negatif jalani karantina, positif langsung diisolasi di RSKI Galang,” ungkap Farchanny.

Batam dan Tanjungpinang termasuk entry point untuk kedatangan para WNA, PMI, dan WNI. Hal ini tercantum dalam Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021. ”Kedatangan Pak Menhub beberapa waktu lalu untuk mengecek hal ini,” jelasnya. (*/jpg)

Pariwisata Bali Siap Dibuka

0

batampos.co.id – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno berencana akan membuka pariwisata Bali pada Oktober 2021 mendatang. Hal itu dilakukan seiring dengan terkendalinya kasus covid-19 di seluruh Nusantara.

Pembukaan sektor pariwisata Bali diharapkan dapat membuka kembali peluang usaha dan lapangan kerja yang sempat terdampak pandemi selama hampir dua tahun belakangan.

Kabar baik itu disampaikan Sandiaga Uno dalam Rapat Koordinasi Pembukaan Bali di Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali, (24/9). Dalam kesempatan tersebut, dirinya mengaku telah mencatat sejumlah masukan yang akan dibawanya dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri pada tanggal 30 September 2021 mendatang.

Rapat tersebut katanya menjadi ruang untuk memutuskan langkah selanjutnya untuk membuka kembali pariwisata Bali.

“Tadi dari masukan yang disampaikan oleh Pak Wagub dan seluruh pemangku kepentingan dapat Kami laporkan bahwa kondisi di Bali sudah menunjukkan situasi yang kondusif,” jelas Sandiaga sebagaiaman dikutip dalam keterangan tertulisnya.

“Langkah-langkah persiapan ini sudah memasuki tahap akhir, sesuai dengan arahan dari Bapak Luhut bahwa kita akan lakukan persiapan untuk bulan Oktober,” ungkapnya.

Hal selanjutnya adalah kesiapan dari segi protokol kesehatan akan terus ditingkatkan. Sehingga situasi covid-19 menjadi lebih terkendali lewat integrasi aplikasi Peduli Lindungi.

Terakhir adalah penyiapan paket-paket wisata adaptasi, karena kita akan memulai uji coba pembukaan pariwisata Bali.

Sehingga paket wisata adaptasi, seperti paket wisata vaksin booster, paket wisata adaptasi yang berkaitan dengan perluasan Green Zone, yakni Sanur, Nusa Dua dan Ubud. “Nanti akan disiapkan bekerja sama dengan teman-teman industri,” kata Sandiaga.(*/jpg)

Gelombang Ketiga Mengancam, Rudi Minta Warga Tetap Perketat Protkes

0

batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, membenarkan jumlah pasien Covid-19 yang masih dalam perawatan terus menurun. Sehingga, menurutnya, Batam layak masuk level 1.

”Sebenarnya kita ini sudah level satu. Tapi yang menentukan pusat, jadi kalau kasus ini bisa terus ditekan, dan angka yang dirawat tidak melebihi 31 orang, maka harusnya Batam ditetapkan level 1,” ujarnya saat menghadiri acara di Tanjungriau, Minggu (26/9).

Ia menyebutkan, meskipun PPKM Batam layak turun ke level 1, harus tetap waspada akan gelombang ketiga Covid-19 dan varian barunya.

Apalagi, Batam berdekatan dengan Singapura dan sekaligus menjadi pintu masuk Pekerja Migran Indonesia (PMI), Warga Negara Asing (WNA), dan Warga Negara Indonesia (WNI), sehingga potensi ancaman gelombang ketiga menyerang masih tinggi.

Namun, ia berharap, ancaman itu bisa dikendalikan dan tidak seperti gelombang kedua dan pertama. ”Jangan sampai seperti sebelumnya, ada lima ribu orang dirawat dan harus menjalani karantina mandiri akibat virus ini. Kalau pun nanti masuk, saya berharap masyarakat Batam bisa membantu pemerintah agar penyebaran tidak meluas,” imbuhnya.

Ia meminta kepada masyarakat untuk tidak melepas masker, hindari kerumunan dan pastikan menjaga jarak. Ancaman gelombang ketiga bisa saja terjadi di Batam. Untuk itu, untuk mengendalikannya perlu peran semua orang.

”Virus ini tidak akan bisa dihentikan polisi, tentara, dan tim Satgas Covid-19 karena tak kasat mata. Untuk itu, saya minta jangan lupa pakai masker, dan patuhi imbauan pemerintah,” tegasnya.

Akibat Covid-19, banyak persoalan yang muncul. Pertama, angka pengangguran meningkat, akibat banyak yang kehilangan pekerjaan. Kedua, pemerintah kalang kabut karena uang tidak ada, sedangkan permasalahan banyak yang harus dituntaskan. Ketiga, tidak hanya soal kesehatan, melainkan juga upaya dalam pemulihan ekonomi.

”Untuk itu, saya berharap tanggal 4 mendatang, Batam bisa level satu. Agar semakin banyak kelonggaran yang diberikan, dan aktivitas masyarakat berangsur perlahan seperti dulu. Meskipun begitu saya minta protkes tidak boleh kendor,” bebernya.

Rudi berharap tahun depan pemulihan ekonomi sudah bisa terjadi. Dengan semakin melandainya angka kasus, tentu akan memberikan dampak terhadap kebijakan di Batam. Ke depan tentu pemerintah harus memikirkan kebutuhan masyarakat saat masa pemulihan. Ada kegiatan yang harus digelar, agar perekonomian membaik.

”Tahun depan kalau bisa semua beroperasi kembali, sehingga mereka yang kehilangan pekerjaan bisa kembali bekerja,” harapnya. (*/jpg)

Anak Kecil Boleh Masuk Mal, Pengunjung Meningkat

0

batampos.co.id – Pemerintah telah mengizinkan anak-anak berusia dibawah 12 tahun dapat memasuki area pusat perbelanjaan atau mal. Asosiasi Persatuan Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mengaku, pelonggaran kebijakan tersebut berdampak positif pada peningkatan kunjungan mal.

“Pelonggaran atas usia kurang dari 12 tahun diperbolehkan untuk masuk ke Pusat Perbelanjaan membawa dampak terhadap kenaikan tingkat kunjungan ke Pusat Perbelanjaan,” kata Ketua APPBI Alphonzus Widjaja kepada JawaPos.com, Senin (27/9).

Alphonzus menyebut, berdasarkan evaluasi hingga akhir pekan lalu, terjadi peningkatan kunjungan sebesar 5 persen-10 persen jika dibandingkan dengan sebelum diberlakukannya pelonggaran untuk usia kurang dari 12 tahun.

“Tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan bergerak naik sejak diberlakukannya pelonggaran tersebut meskipun cenderung bertahap dan lambat namun trennya meningkat,” sebutnya,

Alphonzus mengingatkan, pelonggaran kebijakan tersebur harus tetap diiringi dengan disiplin protokol kesehatan Covid-19 secara konsisten selama berada di dalam pusat perbelanjaan. “Yang lolos skrining protokol wajib vaksinasi dan protokol kesehatan serta harus terus menerus dalam pengawasan pendamping selama berada di dalam pusat perbelanjaan,” jelasnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah untuk Satgas Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyebut perkembangan Indonesia yang cukup terkendali saat ini harus dipertahankan secara maksimal agar Indonesia tidak masuk ke dalam third wave seperti yang dialami beberapa negara. Tugas besar sekarang adalah mempertahankan kurva yang tengah melandai ini.

Hal yang paling penting dan utama adalah menjaga protokol kesehatan seiring pembukaan aktivitas sosial ekonomi masyarakat. Bila mempelajari perkembangan varian delta yang terbukti lebih cepat menular baik di negara asalnya India dan Indonesia, menunjukkan butuh waktu di kedua negara untuk mencapai fase lonjakan.(jpg)

PHRI Provinsi Kepri Dipimpin Jimmi Ho

0

batampos.co.id – Jimmi Ho terpilih sebagai Ketua Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Badan Pengurus Daerah (BPD) Provinsi Kepri periode 2021-2026.

Pemilihan Ketua PHRI BPD Kepri dilakukan pada Musyawarah Daerah (Musda) ke III yang dilaksanakan di Hotel Marriott Batam Harbour Bay, Sabtu (25/9/2021).

Ketua terpilih PHRI BPD Kepri, Jimmi Ho, mengatakan, setelah dinyatakan sebagai pemimpin terplih, dirinya akan membentuk struktur kepengurusan yang baru.

“Menurut saya, yang paling utama dan sangat penting, saya akan bentuk struktur kepengurusan yang baru. Di antaranya 50:50, yaitu dari profesional dan pengusaha,” ujarnya didampingi Ketum PHRI, Haryadi Sukamdani dan Ketua Organizing Committre, Yeyen Heryawan.

Pihaknya juga akan melakukan interaksi yang lebih intens kepada pengurus dan masyarakat melalui website dan aplikasi.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Provinsi Kepri, Jimmi Ho, berfoto bersama Ketum PHRI, Haryadi Sukamdani dan Ketua Organizing Committre, Yeyen Heryawan. Foto: Istimewa

“Jadi dengan adanya website maupun applikasi, nantinya sangat mempermudah kita antar daerah untuk bisa berkomunikasi langsung dengan cepat tentang PHRI,” bebernya.

Jimmi juga mengungkapkan, saat anggota yang sudah ikut tergabung dengan PHRI mencapai lebih dari 200 orang.

“Yang awalnya PHRI hanya ada sekitar 50 orang, sekarang sudah ada sekitar 200 lebih yang bergabung. Ini dikarenakan group saya dengan groupnya Timothy Tarman diajak untuk bergabung. Jadi kedepannya kita akan menjalankan benefit cros promotion,” ungkapnya.

Ketum PHRI, Haryadi Sukamdani, mengatakan, Provinsi Kepri merupakan daerah yang sangat istimewa. Karena berada di sekitar negara Singapura, Malaysia, dan Thailand.

“Jika kita mengurus dengan benar PHRI ini, untuk daerah Kepri sendiri sangat berpotensi dengan kunjungan wisatawan ke sini. Apalagi berdekatan dengan negara Singapura, Malaysia dan Thailand,” ujar Haryadi.

Ia berharap dengan terpilihnya ketua PHRI Kepri yang baru, bisa membangkitkan PHRI dan tetap solid.

“Kita harap, Jimmi Ho bisa menggarap ini semua dan PHRI semuanya harus solid untuk kemajuan kita bersama,” imbuhnya.

Ketua Organizing Committre, Yeyen Heryawan, menambahkan, pihaknya sangat senang dan bahagia dengan terpilihnya ketua PHRI Kepri yang baru.

“Terima kasih banyak kepada semua tim yang telah membantu dalam proses Musda ini. Musda kali ini berlangsung sangat cepat sehingga terpilihnya Jimmi Ho sebagai Ketua PHRI BPD Kepri,” ujar Yeyen.

Adapun jumlah suara yang diperoleh oleh Jimmi Ho yaitu sebanyak 91 dan jumlah suara untuk Timothy Tarman sebanyak 72 suara.

“Jumlah suara yang harus melakukan pemilihan untuk Ketua PHRI Kepri seharusnya sekitar 199 orang. Namun yang hadir dalam pemilihan sekitar 163 orang. Yang tidak bisa melakukan pemilihan suara dikarenakan berada di luar daerah Batam,” jelasnya.(*)

Cara Sektor Pariwisata Bertahan di Tengah Pandemi

0

batampos.co.id – Subsidi bagi room rate hotel atau tarif kamar hotel menjadi salah satu solusi yang muncul dari diskusi virtual yang digelar oleh Ahmadi Entrepeneurship Centre (AEC) yang digelar Sabtu (25/9/2021) lalu.

Solusi tersebut merupakan salah satu yang dilakukan Thailand dalam mempertahankan sektor pariwisatanya.

Dalam diskusi daring ini, solusi tersebut diungkapkan oleh Konsul RI di Songkhla, Thailand, Fachry Sulaiman.

Direktur Eksekutif AEC, Lisya Anggraini, mengatakan, acara AEC bertajuk upaya bersama membangkitkan pariwisata di Kepri, mengingat selama pandemi sektor ini sangat terpuruk.

Karena itu, pihaknya mengundang berbagai narasumber kompeten di sektor pariwisata, termasuk dari Pemerintah Kota (Pemko) Batam, ASITA Kepri, perwakilan resort di Bintan, Pemprov Kepri, Pemkab Lingga, Pemkab Natuna dan Pemko Tanjungpinang.

“Saat pandemi ini, sektor pariwisata benar-benar terpuruk. Bukan hanya hotel dan travel, tapi juga UMKM pariwisata, seperti oleh-oleh, suvenir dan lain-lain,” kata Lisya, Minggu (26/9/2021).

AEC yang bergerak di bidang pengembangan UMKM menyadari bahwa banyak UMKM binaannya benar-benar terdampak pandemi.

“Makanya kami berupaya mendorong bagaimana UMKM bisa beradaptasi di era new normal ini. Apalagi sekarang, angka Covid-19 sudah melandai. Jadi, ada peluang bagaimana pariwisata bangkit dengan menggunakan potensi lokal,” jelasnya.

Lisya lebih lanjut menjelaskan bahwa turis mancanegara belum bisa bepergian ke Indonesia, sehingga potensi turis yang bisa digarap berasal dari lokal.

“Solusi tersebut dipakai Thailand untuk mendorong pariwisatanya, mereka fokus ke turis domestik,” jelasnya.

Selanjutnya, seperti yang diungkapkan Fachry, Pemerintah Thailand mengeluarkan subsidi ke bisnis pariwisata. Bentuknya, yakni subsidi room rate hotel.

“Ketika orang mau menginap di hotel, maka dapat diskon 50 persen, dimana karena 50 persen yang lain sudah disubsidi oleh pemerintah. Makan di restoran juga seperti itu,” ujarnya.

Dengan cara seperti itu, Thailand mampu mempertahankan sektor pariwisatanya.

Solusi tersebut menjadi ilmu berharga, karena November nanti Bintan terpilih sebagai kawasan yang pertama menerima tamu dari luar negeri, meski itu hanya Singapura saja.(jpg)

Berharap Diskon Pajak Kendaraan Diperpanjang

0

batampos.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri mengeluarkan kebijakan diskon pajak kendaraan yang mulai berlaku sejak 1 Juli lalu hingga 30 September mendatang.

Dalam program tersebut, diberlakukan pemutihan denda pajak kendaraan, keringanan pokok tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar 50 persen serta pembebasan bea balik nama kedua.

Namun, sebagian masyarakat mengharapkan program tersebut dapat diperpanjang hingga akhir tahun.

Sebab, saat ini kondisi prekonomian dari masyarakat belum sepenuhnya pulih. Sehingga, dengan diperpanjang hingga akhir tahun, diharapkan kondisi prekonomian masyarakat bisa pulih dan masyarakat bisa melaksanakan kewajibannya.

Anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Hendrik, berharap program Diskon Pajak Kendaraan itu bisa diperpanjang hingga akhir tahun.

Sebab, sejumlah masyarakat masih banyak yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Para pengendara melintasi ruas jalan di Simpang Barelang. Masyarakat Kota Batam mengharapkan program diskon pajak kendaraan dapat diperpanjang hingga akhir tahun. Foto: Messa Haris/batampos.co.id

”Karena dengan situasi sekarang, banyak yang menyampaikan bahwa untuk bisa makan saja sudah sangat bersyukur. Sehingga, saya berharap program yang memberikan keringanan kepada ma-
syarakat ini bisa diperpanjang,” ujarnya, Minggu (26/9/2021).

Ia mengharapkan pemerintah untuk saat ini tidak memaksakan masyarakat membayar pajak tepat waktu.

Sebab, kata politikus PKB itu, masyarakat akan membayarkan kewajibannya, jika kondisi perekonomiannya membaik.

Namun, dengan kondisi pandemi saat ini, banyak masyarakat yang tak mampu lagi untuk memenuhi kewajibannya dalam membayar pajak.

”Yang jelas kalau sekarang dia belum bisa bayar itu karena tidak ada uang dan sebagainya. Sewaktu-waktu nanti dia sudah bisa bayar dan punya uang, kewajiban itu pasti dibayarkan. Cuma itu, diberikan perpanjangan waktu,” katanya.

Ia menambahkan, saat ini Komisi II DPRD Kota Batam juga tengah berusaha agar perekonomian masyarakat kembali normal.

Namun, diakuinya bahwa usaha tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Dengan mengambil suatu keputusan, maka semuanya tidak bisa langsung berubah. Akan tetapi, semuanya tentu butuh proses dan waktu.

”Jadi saya mengharapkan ke pemerintah supaya diberikan
waktu lagi. Karena memang semua perekonomian terdampak akibat Covid ini. Tak hanya masyarakat di kelas menengah ke bawah, namun menengah ke atas juga berdampak semuanya,” imbuhnya.(jpg)

Play sound