Rabu, 20 Mei 2026
Beranda blog Halaman 9180

Covid-19 Melonjak di Singapura, Kasus Harian Tembus 1.000

0

batampos.co.id – Singapura mulai merasakan dampak melejitnya penularan Covid-19. Menteri Kesehatan Singapura Ong Ye Kung mengumumkan bahwa Departemen Kecelakaan dan Kedaruratan (A&E) serta bangsal umum di rumah sakit (RS) kini berada dalam tekanan.

Kementerian Kesehatan (MOH) meminta agar penduduk yang sudah divaksin dan masih berusia muda menjalani perawatan di rumah saja, jika tertular Covid-19.

’’Itu karena lebih dari 98 persen kasus bergejala ringan atau bahkan tanpa gejala. Kondisi itu tidak berubah hingga mereka sembuh,’’ ujar Ong, Minggu (19/9).

MOH juga mengimbau penduduk berobat ke fasilitas perawatan masyarakat jika gejala Covid-nya ringan. Rencananya, pemerintah mendirikan lebih banyak fasilitas serupa dalam sepekan ke depan. Dengan begitu, kamar di RS dan layanan A&E bisa lebih fokus kepada mereka yang memang membutuhkan.

Meski begitu, Ong menegaskan bahwa kapasitas ICU masih aman terkendali. ’’Kami tak bisa membiarkan RS dan petugas kesehatan terlalu terbebani,’’ ucapnya, seperti dikutip Channel News Asia.

Singapura saat ini memang dilanda lonjakan penularan yang tinggi. Pada Sabtu (18/9), tercatat ada 1.009 kasus baru Covid-19. Itu adalah penularan harian tertinggi sejak 23 April 2020. Selama ini, Singapura dikenal mampu mengendalikan pandemi. Namun, varian Delta telah membalikkan situasi. Kasus di Singapura sejak awal pandemi mencapai 76.792. Total ada 60 orang yang meninggal akibat Covid-19.

Saat ini ada 863 pasien yang dirawat di RS. Sebanyak 105 di antaranya membutuhkan alat bantu pernapasan dan oksigen, sedangkan 18 orang lain dalam kondisi kritis di ICU. Seratus orang yang dirawat di RS adalah warga berusia di atas 60 tahun. (jpg)

ZoomBA Jadi Solusi Peningkatan Kualitas SDM PDAM, Peserta: Materinya “Daging” Semua

0

batampos.co.id – Program Zoom Bersama ATB (ZommBA) telah menjadi solusi pembelajaran jarak jauh dan mampu menjangkau hingga pelosok nusantara. Materi yang dihadirkan dalam ZoomBA selalu memberikan solusi bagi peningkatan pelayanan air bersih di sejumlah wilayah Indonesia.

“Pelatihannya (ZoomBA) sangat bermanaat. Materi yang disampaikan “daging” semua. Saya berharap durasinya bisa ditambah,” ujar peserta ZoomBA dari  PDAM Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, Zatul Helmi.

Program ZoomBA merupakan layanan edukasi yang diinisiasi PT Adhya Tirta Batam (ATB) bersifat sharing best practic. Melalui program ini, peserta dapat menggali lebih banyak ilmu baik dari sisi manajemen, pelayanan, sistem operasional hingga teknologi.

PDAM Tegal mengadakan nonton bareng ZoomBA untuk belajar pelayanan pelanggan dengan ATB. Foto: ATB untuk batampos.co.id

ATB sendiri telah menjadi rujukan perusahaan air di Indonesia yang diakui oleh industri global. Smart Water Management System yang diterapkan ATB bahkan telah mendunia. Perusahaan ini telah menjadi rujukan studi bagi sejumlah institusi dalam dan luar negeri.

“Lebih sering lagi melaksanakan ZoomBA, agar kami bisa mengimplementasikan ilmu yang kami dapat di kemudian hari,” ungkap Kasubsi pelayanan pelanggan PDAM Kabupaten Tabaling, M. Azis Muslim.

Serunya menyerap pengetahuan dari ATB ternyata membuat ATB juga dinantikan di banyak daerah. Sejumlah peserta berharap, ATB mau memberikan pelatihan langsung ke daerah mereka. Agar kedepan, layanan air bersih di daerah tersebut menjadi lebih baik.

“Lain waktu bisa seminar off air bersama ATB. Biar gregetnya lebih mengena,” ujar peserta dari Pudam Tirta Lawu Kabupaten Karanganyar, Danang Budiarto.

Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus mengatakan, ATB ingin berbagi jurus rahasia mengelola perusahaan air bersih melalui program ZoomBA. ATB telah terbukti mampu menjadikan menjadi perusahaan air bersih terbaik di Indonesia.

 “ATB ingin turut berkontribusi meningkatkan kualitas pelayanan air bersih di Indonesia. ZoomBA akan jadi salah satu sarana yang akan kami gunakan unutk mewujudkan hal tersebut,” ujarnya.(*)

Tidak Hanya Pintar, PNS Perlu Berintegritas dan Berkomitmen

0

batampos.co.id – Computer Assisted Test (CAT) dalam Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) calon pegawai negeri sipil (CPNS) menutup semua celah kecurangan. Namun, kepintaran saja tidak cukup sebagai seorang yang bekerja untuk negara.

Kepala Biro SDM dan Umum Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Sri Rejeki Nawangsasih mengharapkan, pegawai yang akan diterima juga harus memiliki integritas dan berkomitmen tinggi.

“Yang kami butuhkan adalah pegawai yang tidak hanya pintar, tapi juga berintegritas, akuntabilitas, dan punya komitmen tinggi terhadap organisasi,” ungkapnya, Senin (20/9).

Sri menilai, generasi saat ini memang bisa dibilang pintar dalam sejumlah bidang. Namun, kepintaran akademis saja tidak bisa menjadi tolok ukur manakala perilakunya tidak sesuai norma.

Tak hanya itu, ia juga membutuhkan individu yang memiliki target kerja sebagai pegawai negeri sipil. Hal ini nantinya akan terlihat pada skor tes karakteristik pribadi dan tes wawasan kebangsaan.

Tes karakteristik pribadi atau TKP bertujuan untuk menilai penguasaan pengetahuan dan implementasinya. Hal yang dinilai adalah keramahan dengan tujuan untuk pelayanan publik, peserta juga dinilai dalam kemampuannya memperluas jaringan kerja.

Soal-soal dalam TKP juga dapat menilai sosial budaya, penerapan teknologi informasi, serta profesionalisme. Selain itu juga mengandung nilai anti-radikalisme dengan tujuan menjaring informasi peserta tentang anti-radikalisme, kecenderungan bersikap dan bertindak saat menghadapi stimulus dengan beberapa alternatif situasi.

Sementara pada tes wawasan kebangsaan atau TWK adalah mengukur pengetahuan tentang nasionalisme dan integritas. Sri juga memberikan sedikit tips untuk peserta yang akan melaksanakan tes berikutnya.

“Peserta harus punya keyakinan, tenang, dan percaya diri untuk menjawab soal-soal yang computerized,” ungkap Sri.

Setiap jawaban memiliki poinnya sendiri, untuk itu Sri mengatakan peserta harus memilah soal dengan baik, terutama pada soal yang tingkat kesulitannya tinggi. Peserta juga harus mempertimbangkan waktu pengerjaan soal, waktu 100 menit disiapkan untuk mengerjakan 110 soal.

“Jadi memang peserta diminta fokus, tidak bertanya. Karena soal setiap peserta berbeda,” pungkas dia. (jpg)

Kota Batam Bebas Dari Zona Merah

0

batampos.co.id – Kasus Covid-19 di Kota Batam terus mengalami penurunan. Meski pada Senin (20/9/2021) masih terjadi penambahan pasien sebanyak 7 orang, namun saat ini Kot Batam telah bebas dari zona merah.

Berdasarkan data yang diberikan tim Gugus Tugas Covid-19 pada Senin (20/9/2021) kecamatan di Kota Batam didominasi zona kuning.

Bahkan tiga kecamatan sudah zona hijau. Ketiga kecamatan tersebut yakni, Batu Ampar, Belakang Padang dan Bulang.

Penyebaran Covid-19 di Kot Batam berdsarkan kecamatan.

Sementara kecamatan yang berstatus zona kuning yakni:

1. Bengkong
2. Lubuk Baja
3. Nongsa
4. Sagulung
5. Sei Beduk

Sedangkan kecamatan yang sebelumnya zona merah yakni Sekupang saat ini sudah berubah status menjadi oranye.

Saat ini jumlah warga di Kecamatan Sekupang yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 17 orang.

Selain itu Kecamatan Batam Kota juga berstatus zona oranye, dengan jumlah warga yang positif Covid-19 sebanyak 16 orang.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengajak masyarakat untuk sama-sama berkomitmen untuk terus menjalankan protokol kesehatan secara ketat.
“Kemudian, yang belum vaksin ayo kita vaksin,” ujarnya.(esa)

Kedutaan Besar Amerika Serikat Tekankan Peran Penting Pers Jaga Kedamaian Laut Cina Selatan

0

batampos.co.id – Perselisihan batas negara yang kerap terjadi di Laut Cina Selatan menjadi sorotan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS).

Pejabat Utama Konsulat AS di Kota Medan, Sumatera Utara, Gordon S. Church, mengatakan, media massa memiliki peran dan kekuatan untuk memberikan informasi ke publik.

“Di Laut Cina Selatan, kita melihat terjadi interaksi berbahaya antar kapal, yang mempersulit akses negara terhadap wilayah negara mereka sendiri,” ujarnya pada kegiatan ‘In House Training Jurnalistik Maritim Berwawasan Kebangsaan’ yang digelar secara zoom, Senin (20/9/2021).

Ia menjelaskan, konflik di laut Cina Selatan dapat mengakibatkan konsekuensi yang serius bagi keamanan dan ekonomi.

“Tulisan, foto dan video Anda (pewarta,red) akan menguak tantangan domestik yang dihadapi Indonesia. Juga dapat memberikan informasi, tentang bagaimana menghadapi tantangan (di laut Cina Selatan) itu dan bagaimana cara menghadapi agar tidak muncul kembali di masa depan,” papar Gordon.

Terlebih lanjutnya, saat ini pandemi Covid-19 masih terjadi. Sehingga publik membutuhkan informasi dari media.

Konsul dan Pejabat Utama Konsulat Amerika Serikat (AS) Medan, Gordon S. Church saat menyampaikan sambutannya pada In House Training Jurnalistik Maritim Berwawasan Kebangsaan’ yang digelar secara zoom, Senin (20/9/2021). Foto: Tangkapan layar.

“Termasuk, perbatasan dan pesisir. Hal ini sangat relevan, terlebih bagi Indonesia, sebagai negara kepulauan terluas di dunia,” tuturnya.

Kata dia, dalam hal maritim, AS-Indonesia bekerjasama dalam melindungi laut dan sektor kelautan.

“Kedua negara kita memiliki kerjasama beragam, termasuk kita berlatih bersama dalam hal militer,” paparnya lagi.

Diantara dukungan AS terhadap Indonesia itu adalah melakukan latihan militer bersama. Bakamla dan AS juga pernah menggelar latihan bersama menghadapi ancaman maritim.

“Indonesia merupakan peserta penting latihan terbesar militer yang kami gelar di Hawai.
Program ini merupakan wujud dukungan AS dalam hal keselamatan, keamanan dan penegahan hukum maritim,” tuturnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, Irhas Effendi, mengatakan, kawasan perbatasan merupakan etalase bagi sebuah negara.

Sehingga lanjutnya, memerlukan informasi yang valid tentang apa yang terjadi di kawasan perbatasan untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara.

“Indonesia sebagai negara maritim tentu memilik kepentingan untuk menjaga kedaualatannya,” tuturnya.

Selama ini kata dia, kemaritiman kerap disampaikan pada sudut pandang yang sempit. Padahal lanjutnya maritim tidak hanya berbicara mengenai ekonomi, politik tapi juga keamanan.

“Kepri memiliki keunikan yang berbeda dengan wilayah lain. Sehingga media massa perlu mengambil peran untuk membuat berita yang berkualitas,” ujarnya.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengatakan pihaknya sagat konsen terhadap maritim. Karena itu memiliki misi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis maritim.

Pelatihan wartawan perbatasan yang digelar oleh Lembaga Penguji Kompetensi Wartawan (LPKW) UPN ‘Veteran Yogyakarta bekerjasama dengan Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Indonesia dibagi dalam tiga zona.

Zona-1 Batam-Tanjungpinang dimulai pada Senin (20/9/20210 hingga Selasa (21/9/2021). Kemudian dilanjutkan Zona-2 yakni Karimun-Lingga pada Rabu (22/9/2021) hingga Kamis (23/9/2021). Terkahir Zona-3 Anambas-Natuna pada Senin (27/9/2021) hingga Selasa (28/9/2021).(esa)

Wanita Indonesia Masuk 100 Orang Berpengaruh di Dunia 2021 Versi Time

0

batampos.co.id – Melinda French Gates datang ke Jogjakarta dan tidak pernah menyangka bakal begitu tertarik dengan gigitan nyamuk. ”Sampai saya bertemu dengan Adi Utarini,” tulis filantropis yang juga mantan istri bos Microsoft Bill Gates tersebut di Instagram-nya.

Uut –sapaan akrab Adi Utarini– adalah peneliti sekaligus guru besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Jogjakarta.

Dia memimpin penelitian pengendalian demam berdarah di Jogjakarta bersama World Mosquito Program (WMP) Yogyakarta.

Utarini dan timnya meneliti Wolbachia sejak 2011. Mereka menginokulasi nyamuk penyebab demam berdarah Aedes aegypti dengan Wolbachia. Yaitu, bakteri yang tidak berbahaya bagi manusia, tetapi bisa mencegah nyamuk menularkan demam berdarah melalui gigitannya.

Hasilnya, kasus penyakit demam berdarah di wilayah yang disebar nyamuk yang sudah dimodifikasi itu menurun hingga 77 persen. CNN mengungkapkan bahwa penelitian Utarini dan timnya sudah diunggah di New England Journal of Medicine.

Majalah terkemuka Time pun memilihnya masuk Daftar 100 Orang Berpengaruh di Dunia. Namanya bersanding dengan jajaran tokoh dunia. Di antaranya, pasangan suami istri Duke dan Duchess of Sussex Pangeran Harry dan Meghan Markle serta Presiden Amerika Serikat Joe Biden.

”Ini adalah apresiasi bagi peneliti-peneliti dan seluruh tim yang telah terlibat dalam penelitian serta mitra kami, yaitu Monash University, World Mosquito Program Global, dan Yayasan Tahija sebagai lembaga filantropi yang mendukung penuh penelitian ini,” ujar Utarini seperti dikutip dari ugm.ac.id. Dia juga mengapresiasi penduduk Jogjakarta yang telah sangat terbuka dengan inovasi.

Penelitian itu membuat Melinda French Gates penasaran. Melinda berkunjung ke sebuah keluarga di dekat laboratorium Adi Utarini di Jogjakarta beberapa tahun lalu ketika datang ke Indonesia. Dia tidak menyebut waktu tepatnya kunjungan itu dilakukan.

Saat itu dia mendengar bahwa Utarini berhasil meyakinkan penduduk untuk melepas sekawanan nyamuk di lingkungan tersebut. Itu bukan nyamuk biasa, melainkan nyamuk Aedes aegypti penyebab demam berdarah. Melinda penasaran dengan upaya Utarini bisa meyakinkan mereka.

Ternyata warga sekitar bangga menjadi bagian dari penelitian Utarini. Itulah bukti bahwa Utarini dipercaya komunitasnya. Alasan lainnya adalah kebutuhan mendesak untuk memerangi demam berdarah.

Melinda menjelaskan, saat ini sebagian besar penyakit menular cenderung turun dari tahun ke tahun. Namun, demam berdarah adalah pengecualian. WHO bahkan menyebut demam berdarah sebagai 1 di antara 10 ancaman kesehatan dunia. Ia menjangkiti 400 juta orang setiap tahun. Karena itu, penelitian Utarini itu menjadi harapan tersendiri.

Dalam penelitiannya, Utarini bekerja sama dengan tim peneliti internasional dari World Mosquito Program. Mereka menginokulasi Aedes aegypti dengan Wolbachia.

”Saya bangga bisa menulis tentang apa yang dilakukan Dr Utarini untuk #Time100 tahun ini,” tulis Melinda yang dipercaya Time mewawancarai dan menuliskan profil serta sepak terjang Prof Uut. (jpg)

Perairan Natuna Utara Kecolongan Kapal Tiongkok, Begini Komentar KNTI

0

batampos.co.id – Indonesia kembali kecolongan dengan masuknya kapal asing asal Tiongkok di perairan Natuna Utara. Hal ini pun bukan kali pertamanya kedapatan kegiatan illegal fishing di laut Natuna Utara.

Ketua Harian DPP Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Dani Setiawan menyampaikan, terus masuknya kapal asing di wilayah tersebut akibat minimnya armada nelayan Indonesia yang beroperasi.

“Aktivitas kapal-kapal asing di laut Indonesia itu kan salah satunya dipicu karena sedikitnya armada perikanan kita yang beroperasi di wilayah laut terluar,” kata dia kepada JawaPos.com, Senin (20/9).

Hal ini tentu menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah agar bisa lebih memperketat kawasan teritori laut di Tanah Air. Salah satunya dengan memberdayakan nelayan untuk melaut di sana.

“Harus melibatkan nelayan-nelayan juga dalam operasi pengawasan dan penangkapan, sehingga bisa melaporkan juga kejadian atau aktivitas ilegal di laut kita,” tutur dia.

Khususnya kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Badan Keamanan Laut (Bakamla) dan TNI Angkatan Laut, diharapkan bisa berkoordinasi untuk mengatasi masalah yang tidak berkesudahan ini.

“Saya rasa kita harus menjaga kedaulatan teritori di laut kita, karena wilayah itu kan sangat kaya sekali sumber daya perikanannya,” pungkas dia. (jpg)

Warga Batam, Waspadai Gelombang Ketiga Covid-19

0

batampos.co.id – Singapura kini tengah mengalami lonjakan kasus Covid-19. Negara yang sudah 80 persen lebih menyelenggarakan vaksinasi ini, mengalami kenaikan kasus pasca mencoba berdamai dengan Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, di Batam, meski kemarin nol tambahan kasus namun ancaman gelombang ketiga bisa terjadi kapan saja.

Hal ini tidak terlepas dari mengendornya penerapan protkes, dan aktivitas masyarakat yang lalai dan menjadi celah virus menyebar dengan cepat.

”Saat ini sudah cukup lapang aktivitas masyarakat. Namun perlu diingat jangan abai. Karena kita harus berkaca dari kasus Singapura. Mereka totally sudah 80 persen all doses. Namun sekarang kasus mereka melonjak kembali. Batam sebagai pintu masuk harus waspada, apalagi virus ini terus bermutasi,” jelasnya, Minggu (19/9/2021).

Kejadian ini harusnya menjadi pelajaran bagi Batam. Meskipun pemerintah sudah memberikan kelonggaran, harusnya tidak ada kelalaian yang memicu kembali menyebarnya virus Covid-19.

Saat ini bisa terlihat sudah banyak warga yang melanggar dan melonggarkan pelaksanaan
protkes.

”Kasus memang sudah turun, namun ini merupakan kewaspadaan terhadap lonjakan kasus atau gelombang ketiga. Jangan sampai lonjakan terjadi karena kelalaian semua pihak. Jadi saya minta 5M tetap berjalan, diluar itu tim medis juga terus mengencang-
kan testing, tracing di lapangan,” bebernya.

Kampanye 5M (menggunakan masker dengan benar, mencuci tangan, menjaga jarak,
menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas perlu ditingkatkan kembali.

Saat ini syarat perjalanan transportasi menyesuaikan dengan kondisi perkembangan. Masyarakat tetap harus waspada, dan meningkatkan pengawasan di pintu masuk.

”Begitu juga dengan pusat keramaian. Harusnya tetap mengawasi dan memantau aktivitas warga dan pengunjung. Mereka yang tak patuh Protkes ditegur saja. Kalau
untuk tim pengawasan itu Satpol PP lah, Karena mereka yang turun,” ungkapnya.

Edukasi 5M harus dijalankan kembali, sekarang pemerintah tengah mencoba untuk kembali ke belajar tatap muka.

Pihaknya berharap tidak ada kelalaian dalam penerapan Protkes baik bagi sekolah, maupun siswa.

”Harusnya jalan 5M ini. Sebagai pintu masuk lalu lalang warga asing ada kekhawatiran
terkait virus baru dari luar. Jadi saya minta betul hal ini diperhatikan, agar tidak ada klaster di sekolah,” tambah Didi.(jpg)

Kasus Covid-19 Turun, Capaian Vaksinasi Makin Tinggi

0

batampos.co.id – Penanganan Covid-19 di Kepri menunjukkan hasil yang baik. Kasus positif di berbagai daerah terus turun. Di Batam bahkan tercatat nol kasus pada Minggu (19/). Di sisi lain, program vaksinasi makin agresif. Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, meminta semua pihak terus berusaha memutus mata rantai penyebaran Covid-19, agar kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat bisa kembali pulih.

Hal ini ditegaskan Gubernur saat meninjau vaksinasi yang digelar Komando Operasi TNI AU I – Pangkalan TNI AU Raja Haji Fisabilillah (Lanud AU RHF), Tanjungpinang, Sabtu (18/9) lalu.

”Kami mengapresiasi peran teman-teman TNI AU dalam upaya membantu pemerintah mencegah penyeraban Covid-19 di Kepri, salah satunya melalui vaksinasi ini,” ujar Ansar.

Vaksinasi bertema ’Serbuan Vaksinasi ke-2 LANUD Raja Haji Fisabilillah’ ini menyasar anak usia pelajar karena sebentar lagi akan memulai proses belajar tatap muka.

”Kita optimistis dengan pemberian vaksinasi secara merata di Kepulauan Riau, Insya Allah akan bisa memutuskan mata rantai penularan Covid-19, sehingga anak-anak nanti juga dapat kembali beraktivitas melaksanakan pendidikan seperti sedia kala dengan lebih nyaman, lebih aman, dan lebih baik,” ujar Gubernur.

Ia berpesan, meskipun sudah divaksin, masyarakat diwajibkan tetap menerapkan protokol kesehatan (protkes). Karena vaksinasi dan penerapan protkes merupakan upaya utama dan hal yang tidak dapat dipisahkan dalam memutus rantai penularan Covid-19 pada saat ini.

”Mari bersama kita dukung dan sukseskan vaksinasi ini, menjadi harapan dan doa kita bersama, semoga kita segera terbebas dari pandemi Covid-19 ini,” tutup Gubernur.

Sementara itu, capaian vaksinasi Covid-19 di Provinsi Kepulauan Riau dosis 1 per 19 September sudah mencapai 1.245.266 orang (78,76 persen) dari target. Sementara dosis 2 sudah 720.088 orang (52,43 persen).

Rinciannya, usia 18 tahu ke atas, dosis 1 sudah 1.083.241 orang (78,87 persen). Tersisa 290.131 orang. Sedangkan dosis 2 sudah 649.586 orang (47,30 persen), tersisa 723.786 orang dari target.

Adapun capaian vaksinasi Covid-19 Usia 12-17 tahun untuk dosis 1 mencapai 162.025 orang (78,02 persen). Tersisa 45.638 orang dari target. Sedangkan dosis 2 sudah 70.502 orang (33,95 persen). Tersisa 137.161 orang.

”Terima kasih sebesar-besarnya kepada Komando Operasi TNI AU I, Pangkalan TNI AU Raja Haji Fisabilillah yang menyelenggarakan kegiatan ini,” tutur Ansar. (*/jpg)

Travel Bubble Batam-Singapura Tunggu Arahan Pusat

0

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam tengah menunggu informasi resmi terkait kelanjutan travel bubble Batam dan Singapura. Apa lagi, Kementerian Kesehatan Singapura memperbolehkan pengunjung memiliki riwayat perjalanan dari Indonesia selama 21 hari terakhir untuk masuk Singapura.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan, ia belum mendapat informasi resmi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terkait rencana penerapan travel bubble yang sempat tertunda itu.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu telah dibentuk PIC (person in charge) daerah untuk Batam-Bintan dan PIC Kemenparekraf sendiri. PIC ini memiliki tugas untuk masing-masing sektor pariwisata untuk rencana penerapan travel bubble.

”PIC ini memudahkan komunikasi antara pusat dan daerah, serta dapat mengidentifikasi kendala yang dihadapi untuk segera dicarikan solusi terbaiknya. Jadi memang kami menunggi informasi resmi,” terang Ardi kepada Harian Batam Pos, Minggu (19/9).

Dikatakan Ardi, rencana penerapan travel bubble tak hanya melibatkan Kemenparekraf, tapi juga Kementrian Dalam Negeri. Hal ini guna memastikan kesiapan Indonesia, khususnya Kepri untuk membuka pintu pariwisata.

”Kalau memang ada progres atau informasi baru terkait travel bubble ini, pasti ada rapat lagi,” jelasnya.

Menurut Ardi, sembari menunggu informasi resmi terkait travel bubble, pemerintah terus berbenah. Khususnya untuk pariwisata dari segi apapun. Di antaranya dengan pencapaian vaksinasi untuk masyarakat. Dimana angka vaksinasi sudah hampir mencapai 80 persen.

”Pastinya kami terus berbenah, pencapaian vaksinasi Kepri seminggu lalu sudah 75,5 persen. Dan kemungkinan saat ini terus bertambah,” ujarnya.

Untuk pelaku yang berkaitan dengan pariwisata, lanjut Ardi, rata-rata sudah mendapat vaksin 1 dan 2. Hal itu terwujud berkat dukungan dari semua unsur, organisasi dan pelaku pariwisata yang mau kerja sama untuk mengakhiri pandemi Covid-19.

”Untuk pelaku pariwisata, target vaksinasi sudah selesai dosis 2. Jika vaksinasi dijadikan target, maka sudah tercipta kekebalan komunal. Buktinya, angka positif Covid-19 turun drastis. Tak sampai 100 pasien, dari yang beberapa waktu lalu sempat ribuan,” jelas Ardi.

Masih kata Ardi, jika travel bubble nantinya berlangsung, maka kondisi Batam dan Singapura haruslah sama. Mulai dari target vaksinasi dan positif Covid-19. ”Kondisi Batam harus sama dengan Singapura,” tegas Ardi. (*/jpg)