Minggu, 26 April 2026
Beranda blog Halaman 9372

Cari KRI Nanggala-402, Prioritaskan Keselamatan 53 Awak Kapal

0

batampos.co.id – Musibah hilangnya KRI Nanggala-402 menjadi perhatian Presiden Joko Widodo. Kemarin, tidak hanya kepada panglima TNI, presiden juga memerintah KSAL, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), dan sejumlah instansi terkait lainnya untuk mengerahkan segala kekuatan guna mencari KRI Nanggala-402.

Menurut dia, keselamatan 53 awak kapal menjadi prioritas. “Kepada keluarga awak kapal, saya memahami betul perasaan Bapak dan Ibu semuanya saat ini,’’ ucapnya di Istana Kepresidenan Bogor.

Kepala negara menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengupayakan yang terbaik dalam pencarian dan penyelamatan seluruh awak KRI Nanggala-402.

“Pemerintah telah dan akan terus mengupayakan yang terbaik dalam pencarian dan penyelamatan seluruh awak yang ada di dalam kapal selam tersebut,” ucap mantan gubernur DKI Jakarta itu.

Jokowi mengajak seluruh masyarakat mendoakan agar upaya pencarian dan penyelamatan diberi kemudahan dan kelancaran. ’’Semoga diberi kemudahan untuk menemukan kembali KRI Nanggala-402 dan seluruh awaknya dalam keadaan selamat,’’ tuturnya.

Sementara itu, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang memantau langsung pencarian KRI Nanggala-402 dari KRI Soeharso-990 menyatakan bahwa kapal selam tersebut dalam keadaan siap dipakai untuk latihan. Karena itu, sangat mungkin kapal bisa berusaha lepas dari keadaan darurat.

Berdasar data yang diterima Hadi, KRI Nanggala-402 mengantongi sertifikat kelaikan yang berlaku sampai 25 Maret 2022. ’’Jadi, masih laik atau layak untuk melaksanakan kegiatan operasi,’’ imbuh mantan kepala staf Angkatan Udara (KSAU) tersebut.

’’TNI akan melaksanakan pencarian dan pertolongan serta mengerahkan seluruh kemampuan untuk membawa pulang kembali saudara-saudara kita, prajurit KRI Nanggala-402, kepada keluarga mereka,’’ tambahnya. (jpg)

Airlangga Hartarto: Optimalisasi Potensi Daerah untuk Pembangunan Ekonomi

0
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (ist)

batampos.co.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pentingnya mengoptimalkan sumber daya dan kapasitas lokal untuk mempercepat pembangunan ekonomi kewilayahan atau spasial.

“Kita perlu melakukan penyesuaian tentang apa yang perlu dilakukan untuk menggenjot perekonomian di daerah-daerah”, ujar Menko Airlangga saat Rapat Koordinasi Pembahasan Percepatan Pembangunan Ekonomi Kewilayahan (Spasial) di Jakarta, Kamis (22/4).

Motor penggerak dalam membangun ekonomi daerah merupakan seluruh pemangku kepentingan ekonomi dalam tingkat komunitas, perkotaan, dan kabupaten. Namun, perlu juga diselaraskan dengan kebijakan dari pemerintah pusat.

“Kita dapat memanfaatkan kesempatan dengan efektif menggunakan modal tenaga kerja, modal kapital, dan segala sumber daya yang ada untuk mencapai prioritas yang ditetapkan daerah tersebut,” lanjut Airlangga dilansir Antara.

Ketua Umum Partai Golkar ini juga mengatakan inisiatif wiraswasta formal, informal, mikro, menengah, dan besar untuk maju bersama juga perlu didukung dengan memfasilitasi akses pasar serta menciptakan iklim yang kondusif untuk investasi dan aktivitas bisnis.

Kemudian, lapangan usaha yang saat ini berpotensi mendorong pemulihan ekonomi antara lain pertanian, kehutanan dan perikanan, industri kimia, farmasi, dan obat tradisional, industri logam dasar, informasi dan komunikasi, jasa pendidikan, serta jasa kesehatan dan kegiatan sosial.

Program percepatan pembangunan ekonomi spasial ini sempat tertunda saat pandemi karena adanya pergantian prioritas. Namun jika ingin tumbuh lebih cepat maka program ini sangat penting untuk segera dilaksanakan kembali.

“Hasil dari pertemuan awal ini, akan kita cari formula yang lebih tepat untuk mengevaluasi dan mendorong sektor perekonomian masyarakat di setiap daerah,” ujarnya.

Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) di setiap daerah juga perlu dikawal oleh Kementerian Dalam Negeri agar selaras dengan pembangunan ekonomi nasional.

Pada pertumbuhan ekonomi daerah tahun 2020, hanya terdapat 3 provinsi yang pertumbuhannya di atas nol, yakni Sulawesi Tengah, Maluku, dan Papua. Sedangkan yang mengalami kontraksi terdalam adalah Bali dengan sektor pariwisata yang sepenuhnya bergantung pada mobilitas, sementara selama pandemi mobilitas sangat dibatasi.(antara)

Dinyatakan Negatif, Tak Berarti Bebas Covid-19

0

batampos.co.id – Pemerintah meminta masyarakat untuk mengurungkan niat mudik pada lebaran 2021. Sebab, sekalipun sudah membawa surat bebas atau negatif Covid-19, seseorang tetap berisiko tertular.

Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan, adanya addendum ini dapat membantu mengantisipasi sebelum dan sesudah periode peniadaan mudik tanpa mempersulit kegiatan masyarakat yang esensial serta mendesak. Menurut Prof Wiku, mudik akan membahayakan lansia tertular Covid-19.

“Walaupun masyarakat sudah memiliki surat hasil tes negatif, tidak berarti terbebas dari Covid-19,” tegas Prof Wiku secara virtual, Jumat (23/4).

Menurutnya, peluang tertular dalam perjalanan selalu terbuka. Dan apabila ini terjadi tentu membahayakan keluarga di kampung.

Terkait hal ini, kata dia, mudik memicu peningkatan beban fasilitas kesehatan serta potensi korban jiwa yang dilakukan. Tidak sedikit dari mereka yang usia lanjut. “Bagi keluarga kita yang lansia tentunya ini resiko berbahaya,” kata Prof Wiku.

“Apalagi dalam tradisi ini interaksi fisik seperti berjabat tangan akan berpotensi menjadi titik awal penularan Covid-19,” ungkapnya.

Penting diingat lansia merupakan populasi yang mendominasi kematian akibat Covid-19 di Indonesia dengan presentasi 48,3 persen. Pemerintah meminta masyarakat untuk mengurungkan niat mudik untuk melindungi diri dan keluarga di kampung halaman agar tidak tertular Covid-19.

“Pemerintah minta masyarakat untuk bijak menyikapi pandemi. Silaturahmi dapat dilakukan ssecara virtual dengan memanfaatkan teknologi telekomunikasi. Terkait hal ini, pemerintah meminta seluruh operator telekomunikasi untuk menyediakan layanan telekomunikasi yang berkualitas dan terjangkau sehingga masyarakat yang ingin silaturahmi virtual dengan baik,” tegasnya.(jpg)

Tak Bisa Bayar Jasa Esek-esek, Sekuriti Tikam PSK 14 Kali

0

batampos.co.id – Penganiayaan menimpa seorang Pekerja Seks Komersial (PSK) di Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, pada Rabu (14/4). Dia ditusuk oleh seorang sekuriti berinsial M setelah memberikan jasa prostitusi.

Kapolres Tangsel AKBP Iman Imanuddin mengatakan, korban ditikam setelah pelaku tak mampu membayar jasa prostitusi yang telah diberikan. Saat itu, pelaku memesan korban melalui sebuah aplikasi dan sepakat bertemu di sebuah apartemen di Tangsel.

“Setelah berhubungan ternyata tidak sesuai dengan kesepakatan lalu terjadi keributan dan terjadilah penusukan atau penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku,” kata Iman kspada wartawan, Jumat (23/4).

Iman menuturkan, M menyetujui akan membayar korban Rp 300 ribu sebagai tarif jasa esek-esek. Namun, pelaku hanya memiliki Rp 100 ribu. Sehingga setelah berhubungan badan, dia memiliki menghabisi korban.

Pelaku berusaha menghabisi korban menggunakan sebilah pisau. Dia ditusuk berulang kali disekujur tubuh. Selain itu, pelaku juga turut mengambi barang berharga korban seperti telepon seluler.

“14 tusukan di dada dan perut tapi kebetulan tidak mengenai organ yang vital sehingga korban masih bisa menjalani perawatan,” jelasnya.

Beruntung korban masih bisa diselamatkan. Kini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Sedangkan pelaku langsung ditahan untuk proses hukum lebih lanjut.

Atas perbuatanya, tersangka dikenakan Pasal 338 junto Pasal 35, Pasal 365 ayat (1) dan Pasal 351 ayat (2) KUHP. Tersangka terancam hukuman di atas lima tahun penjara.(jpg)

Pergantian Kebijakan Hambat Kemajuan Dunia Maritim Batam

0

batampos.co.id – Pelaku usaha kemaritiman angkat bicara terkait stagnansi dunia maritim di Batam.

Salah satu tokoh senior di sektor ini, Daniel Burhanudin, mengungkapkan hingga saat ini belum ada sama sekali langkah brilian dari pemerintah pusat dan Badan Pengusahaan (BP) Batam, untuk mengembalikan kejayaan sektor ini.

“Belum ada langkah-langkah konkrit dari pimpinan BP Batam terkait memajukan dunia maritim di Batam. Selama ini, tindakan-tindakan yang dilakukan bertentangan dengan kebiasaan,” ungkap Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Batam, Capt Daniel Burhanuddin, Rabu (21/4/2021) di Batuampar, Batam.

Direktur Escarada ini mengungkapkan pergantian pimpinan BP Batam yang terus terjadi selama beberapa tahun terakhir, turut menyumbangkan kontribusi bagi stagnansi dunia maritim di Batam.

“Ibarat kapal, haluannya berubah terus, sehingga tidak pernah sampai ke tujuan. Mungkin perlu dipahami untuk apa Batam ini dibangun. Banyak yang sudah melupakan sejarah, bahwa Batam pada awalnya ditujukan untuk menjadi pelabuhan transhipment di Indonesia,” tuturnya.

Ilustrasi. Aktivitas di Pelabuhan Batu Ampar. Foto: Messa Haris/batampos.co.id

Tetapi, lambat laun tujuan ini sama sekali jauh panggang dari api. Tiap pergantian pejabat, selalu membawa perubahan dan kebijakan maisng-masing.

“Evaluasi harus segera dilaksanakan. Kebijakan yang berubah-rubah terus membuat Batam tidak maju-maju. Batam harus kembali ke tujuan semula,” ungkapnya.

Ia juga berharap agar kelak kedepannya, orang-orang yang mengisi BP Batam, khususnya di bagian kemaritiman diisi oleh orang-orang profesional yang telah melewati uji fit dan proper test, sehingga paham mengenai dunia kemaritiman di Batam, dan bagaimana upaya memajukannya.

Salah satu kebijakan yang disorot Daniel, yakni kebijakan Host To Host, dimana pengguna jasa pelabuhan harus menaruh uangnya di akun virtual, sebelum menggunakan jasa pelabuhan. Bentuknya seperti semacam deposit.

“Sekarang kapal itu pasti docking tiap tahun. Jadi pasti ada kegiatan terus di pelabuhan. Selesai dulu baru bayar. Dengan Host to Host, uang diminta dulu. Kalau beri uang dulu, siapa yang mau docking di Batam,” paparnya.

Daniel menjelaskan dahulu Batam adalah pilihan Ibnu Sutowo untuk menangani penimbunan pipa-pipa Pertamina atau istilahnya recovery cost.

Kemudian menjadi pilihan Presiden Soeharto untuk menciptakan pelabuhan transhipment di Indonesia.

“Melihat posisi geografis Batam yang terletak di Selat Singapura, maka posisi Batam perlu diperhitungkan untuk jangka panjang,” kata Daniel.

Tapi sayang, banyak investor asal luar negeri yang mencoba untuk membangun pelabuhan transhipment di Batam, gagal karena atmosfer geopolitik yang kental di Batam dan sekitarnya. Contohnya, perusahaan Evergreen yang batal masuk Batam.

Menurut pria yang akan segera berusia 82 tahun ini, Batam memerlukan investor strategis dalam mewujudkan mimpi klasik tersebut.

Sebenarnya langkah awalnya mudah. Sebelum berniat menjadikan Batam sebagai pelabuhan transhipment, harus memahami filosofi “The Ships Follow The Trade” atau kapal mengikuti perdagangan.

Makanya, butuh banyak insentif yang diberikan kepada pemilik barang, agar Batam bisa menjadi hub logistik, atau bahkan menjadi gateway Indonesia bagian barat.

Makanya, ia berharap segera ada perubahan dalam waktu dekat ini. Pelaku usaha di sektor maritim sudah mulai gerah dengan kondisi saat ini.

Daniel mengaku asosiasi yang dipimpinnya bersama dengan delapan asosiasi kepelabuhanan lainnya telah menyuarakan kegelisahannya langsung kepada Presiden Jokowi.

“Mudah-mudahan Pak Jokowi membacanya,” imbuh Daniel.(***)

Pasien Covid-19 Membeludak di RSUD Embung Fatimah

0

batampos.co.id – Pasien Covid-19 kembali melonjak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji. Jumlahnya 34 orang pada Kamis (22/4). Jumlah ini kembali meningkat sebab empat hari lalu, jumlahnya sempat turun di angka 23 pasien.

Peningkatan ini karena ada beberapa pasien yang menjalani perawatan medis umum namun kemudian terdeteksi positif Covid-19.

”Ada penambahan dari pasien baik yang di IGD, poli rawat jalan ataupun inap,” ujar Wadir Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Embung Fatimah Batam, Dr drg Sri Rupiati, kemarin.

Pasien tambahan ini, jelas Sri, merupakan hasil pengecekan antigen dari pihak RSUD terhadap pasien umum lain yang berobat ke RSUD. Ada yang terdeteksi saat masih di IGD, ada juga yang terdeteksi saat menjalani pengobatan di poli klinik rawat jalan.

”Yang dari poli rawat inap, hasil tracing terhadap kelurga pasien yang menjalani rawat inap. Ada keluarga pasien rawat yang mengeluh tak enak badan terus (tes) antigen dan ternyata memang positif. Sekarang jumlahnya naik jadi 34 orang,” ujarnya.

Tambahan pasien dari hasil pengecekan antigen di IGD, poli rawat jalan ataupun inap ini, tentu mengkhawatirkan. Sebab, diprediksi penyebaran Covid-19 telah meluas di lingkungan masyarakat.

Perlu kesadaran semua pihak untuk kembali memperhatikan protokol kesehatan demi menekan ataupun memutuskan mata rantai penyebaran wabah yang menggemparkan dunia ini.

”Tak boleh lagi sepele dengan protokol kesehatan. Penambahan ini diluar yang terdeksi tim gugus. Ini yang kita test terhadap pasien ataupun keluarga pasien umum di sini. Artinya, bisa jadi sudah banyak yang terinfeksi, makanya perlu kewaspadaan kita semua,” tutur Sri. (jpg)

Natuna Potensial Dijadikan KEK Kelautan

0

batampos.o.id – Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menilai wilayah Kepulauan Natuna sangat potensial untuk dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kelautan. Selain memiliki sumber daya alam yang melimpah, wilayah Kepulauan Natuna telah memiliki infrastruktur penunjang yang mumpuni, salah satunya Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu yang berlokasi di Selat Lampa.

“Saya sedang berpikir bahwa kawasan ini bisa menjadi Kawasan Ekonomi Khusus Kelautan. Saya kira ini penting karena saat ini orientasi (pengembangannya) ke laut,” ujar Menteri Trenggono di Natuna, Kamis (22/4/2021).

Menurutnya, Natuna memiliki potensi besar di subsektor perikanan tangkap dan juga perikanan budidaya yang menunjang untuk dijadikan sebagai kawasan ekonomi khusus. Untuk budidaya misalnya, ada ikan napoleon dan kerapu yang nilai ekonominya begitu tinggi. Apalagi pemasarannya sudah merambah pasar ekspor di mana pembeli datang langsung ke keramba-keramba pembudidaya.

Dia optimistis, kawasan ekonomi khusus bisa mendorong tumbuhnya sektor kelautan dan perikanan di Natuna. Sebab bidang-bidang yang terkait dengan sektor kelautan dan perikanan nantinya terintegrasi, mulai dari produksi, pengolahan, logistik, hingga pasar.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat meninjau sejumlah fasilitas yang ada di Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu Natuna di Selat Lampa di natuna, Kamis (22/04/2021) (Dok. KKP)

Dengan adanya kawasan ekonomi khusus pula, usaha budidaya masyarakat juga semakin berkembang begitupun dengan aktivitas ekonomi di SKPT Natuna ikut menggeliat. “Rencana ini akan saya sampaikan dulu ke pusat untuk dibahas lebih lanjut,” urainya.

Meski mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor kelautan dan perikanan, Menteri Trenggono menegaskan memegang prinsip ekonomi biru. Dia ingin keberlanjutan ekosistem laut tetap terjaga disamping upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Salah satu caranya dengan menggenjot produktivitas budidaya berkelanjutan agar pasar tidak lagi bertumpu pada komoditas perikanan tangkap.

“Ke depannya budidaya yang kita tingkatkan produktivitasnya, dan penangkapan di laut pelan-pelan kita kurangi. Ini supaya ekosistem kita terjaga,” pungkasnya.

Dalam kunjungan kerjanya di Natuna, Menteri Trenggono meninjau sejumlah fasilitas yang ada di Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu Natuna di Selat Lampa. Dia juga berdialog dengan nelayan dan pelaku usaha perikanan yang mendapat bantuan pinjaman modal dari Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP).

Disamping bantuan pinjaman modal, dia meminta jajarannya di LPMUKP untuk memberikan bimbingan usaha kepada penerima bantuan. Diantaranya menyusun perencanaan pengembangan usaha dan pencatatan keuangan.(jpg)

Kemenag Batam Ingatkan Jemaah Tetap Patuhi Protkes

0

batampos.co.id – Sudah lebih sepekan masyarakat Batam melaksanakan ibadah puasa dan salat tarawih.

Meskipun masih dalam kondisi pandemi, pemerintah daerah mengizinkan salat tarawih digelar di masjid, namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (protkes) yang ketat.

Hal ini dianggap penting, mengingat kasus Covid­19 di Batam yang terus beranjak naik.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam, Zulkarnain Umar, mengingatkan kembali untuk semua masjid yang melaksanakan ibadah salat tarawih untuk tetap memperketat pelaksanaan protkes.

”Protkes yang ketat harus tetap diprioritaskan,” katanya, Kamis (22/4/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Ilustrasi. Warga Kota Batam memadati Masjid Raya Batam Centre saat salat tarawih berjamaah perdana di masa pandemi Covid-19. Foto: Pemko Batam

Sehingganya, seluruh jemaah yang menjalankan ibadah di bulan Ramadan ini, benar-benar menjaga dan menjalankan protokol kesehatan sesuai yang ditetapkan oleh pemerintah.

Selain itu, Zulkarnain juga mengimbau agar setiap pintu masuk masjid juga disediakan alat pengecek suhu tubuh, wajib memakai
masker dan menjaga jarak.

”Memakai masker, sebelum masuk cek suhu tubuh dan menjaga jarak. Kalaupun saf-nya enggak berjarak, minimal harus bawa sajadah dari rumah masing­masing,” imbaunya.

Tak lupa, Kemenag Batam juga mengingatkan bagi jemaah yang sakit atau demam, untuk tetap menjalankan ibadah tarawih di rumah.

Hal ini meminimalisir penyebaran angka kasus positif Covid­19 di Kota Batam.

Untuk di masjid sendiri, ia juga menyatakan agar memperbanyak mikrofon. Sehingga, tidak hanya satu yang dipakai oleh banyak orang.

Selain itu, bisa juga dengan mengganti sampul mikrofon secara berkala.

”Untuk kultum, kita minta dipersingkat, maksimal 15 menit. Dan untuk bacaan surat saat salat, kita minta jangan yang panjang­panjang,” imbau Kepala Kemenag Batam.

Disinggung mengenai klaster jemaah, Zulkarnain menjawab, sampai saat ini belum ditemukan klaster dari jemaah.

Namun begitu, pihaknya tetap mengimbau warga yang melaksanakan ibadah tarawih untuk tetap mengutamakan
protokol kesehatan.

”Tetap menjaga protokol kesehatan. Ceramah pun kalau bisa jangan lama-­lama, maksimal 15 menit sudah selesai,” imbaunya.(jpg)

2 Hari KRI Nanggala-402 Belum Ditemukan, Ini Analisa Medan Pencariannya

0

batampos.co.id – Pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 belum juga membuahkan hasil. Kapal tersebut sudah hilang hampir 2 hari setelah kontak terakhir terjadi di Utara Laut Bali.

Pakar Oseanografi Institut Pertanian Bogor (IPB) Agus Saleh Atmadipoera mengatakan, medan pencarian di sekitar Laut Bali sebetulnya tidak terlalu menghambat proses pencarian. Karena, saat ini masuk periode peralihan musim dari musim barat ke musim timur. Artinya kondisi arus permukaan relatif lemah.

“Kondisi oseanografi saat ini cukup mendukung karena angin muson dan arus laut relatif lemah di periode peralihan monsun ini,” kata Agus kepada JawaPos.com, Kamis (22/4).

Agus menuturkan, di sisi timur Laut Bali, arus kuat kearah barat daya dari Arlindo. Artinya, apabila KRI Nanggala-402 bergeser (drifting) di dekat permukaan maka cenderung tergeser kearah barat daya atau menuju pantai utara Bali.

Menurut Agus, fenomena oseanografi penting di utara Laut Bali atau sekitar Kepulauan Kangean adalah adanya propagasi gelombang pasang surut internal ke arah utara di kedalaman 100-300 meter dari Selat Lombok. Tinggi gelombang internal ini bisa mencapai 100 meter.

“Mudah-mudahan gelombang internal ini tidak menghempaskan kapal 402,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Agus menuturkan, apabila KRI Nanggala-402 bergeser kearah barat daya karena terdorong arus Arlindo, maka pencarian akan lebih mudah. Keadaan akan menjadi sulit kalau kapal tergeser kearah tenggara, masuk ke pintu utara Selat Lombok.

“Ini akan lebih rumit karena arus kuat Arlindo akan mendorong kapal kearah Samudera Hindia. Kita berharap, mudah-mudahan prediksi kedua tidak terjadi,” pungkasnya.

Sebelumnya, kapal selam KRI Nanggala-402 hilang kontak di perairan dekat Bali pada Rabu (21/4) sekitar pukul 03.00 WIB. KRI Nanggala-402 diketahui satu dari lima kapal selam yang dimiliki angkatan bersenjata Indonesia.

TNI AL memastikan jika KRI Nanggala-402 dalam keadaan layak menyelam. Kapal membawa 53 orang. Terdiri dari 49 ABK, 1 Komandan Satuan, dan 3 personel Arsenal.

KRI Nanggala-402 ini awalnya hendak mengikuti latihan penembakan di laut Bali, pada Kamis (22/4). Insiden hilang kontak ini diduga terjadi saat KRI Nanggala sedang melakukan gladi resik.

Sebagai informasi, KRI Nanggala-402 merupakan salah satu kapal selam dari lima kapal selam yang dimiliki Indonesia. Kapal ini diproduksi perushaan Jerman pada 1979. Dan dibeli oleh Indonesia pada 1981.(jpg)

Polda Kepri Luncurkan Layanan Polisiku

0

batampos.co.id – Polda Kepri melincurkan layanan terbaru, yakni aplikasi Polisiku, dan layanan 110. Layanan ini dapat membantu masyarakat untuk mencari kantor polisi terdekat, layanan
pengaduan, serta layanan pengurusan online.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Harry Goldenhardt, mengatakan layanan ini diadakan dalam rangka mewujudkan program prioritas Kapolri.

Untuk penggunaannya, masyarakat bisa mengunduh melalui
Playstore dan Appstore.

”Kami sampaikan kepada masyarakat Kepri, layanan ini dengan nomor tunggal 110 nomor yang terkoneksi langsung dengan Command Center,” ujar Harry.

Harry menjelaskan dalam aplikasi Polisiku, fitur pertama yang disediakan yakni pencarian layanan polisi terdekat.

Fitur ini berisi informasi mengenai pos polisi untuk bantuan darurat.

Aplikasi akan menunjukkan gambar peta lokasi pos polisi, dan masyarakat dapat menghubungi pos polisi tersebut.

”Kemudian ada fitur pencarian layanan polisi di kota lain, dan pengaduan atau laporan masyarakat. Dalam laporan ini, Anda bisa membuat laporan atas tindakan atau layanan kepolisian yang tidak memuaskan,” katanya.

Selanjutnya tersedia fitur informasi Humas Polri. Dalam aplikasinya terdapat berita dan video Humas Polri.

Masyarakat bisa mengetahui segala acara, dan program-program Polri. Kemudian masyarakat juga bisa malakukan pengaduan tindak kejahatan atau perilaku menyimpang ke pihak kepolisian.

”Aplikasi juga memberikan informasi terkait layanan Surat Izin Mengemudi, Surat Keterangan Catatan Kepolisian, Izin Keramaian, hingga Pengamanan atau Pengawalan, SPBU, UGD dan Pemadam Kebakaran,” tutup Harry.(jpg)