Jumat, 1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 9380

12 Rumah Sakit di Batam yang Menangani Pasien Covid-19

0

batampos.co.id – Jumlah pasien Covid-19 di Kota Batam terus meningkat dan pada Kamis (29/4/2021) terdapat 63 orang dinyatakan terkonfirmasi positif.

Saat ini ada 12 rumah sakit yang menangani para pasien Covid-19. Dari ke-12 rumah sakit tersebut yang paling banyak melakukan perawatan adalah RS Khusus Infeksi (RSKI) Galang.

Dilansir dari website lawancorona.batam.go.id, diketahui saat ini ada 409 pasien Covid-19 di rumah sakit tersebut.

Ketua Satgas Pemulangan PMI Kepri, Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu, mengatakan, RSKI Galang sudah terisi 98 persen.

Daftar rumah sakit di Kota Batam yang menangani pasien Covid-19.

”Hanya sisa tiga kamar kalau saya tidak salah. Makanya kita minta rumah sakit lain mau menerima untuk merawat PMI yang terpapar,” sebutnya saat meninjau Pelabuhan Internasional Batam Center, Kamis (29/4/2021).

Berikut daftar 12 rumah sakit yang menangani pasien Covid-19 di Batam:

1. RS Awal Bros, 46 pasien
2. RS Bhayangkara, 8 pasien
3. RS BUdi Kemuliaan, 6 pasien
4. RSKI Galang, 409 pasien
5. RS Soedarsono D, 2 pasien
6. RS Harapan Bunda, 18 pasien
7. RS Graha Hermine, 9 pasien
8. RSUD Embung Fatimah, 24 pasien
9. RS Elisabeth Batam Kota, 23 orang
10. RS Elisabeth Sei Lekop, 9 pasien
11. RS Elisabeth Lubuk Baja, 13 pasien
12. RS BP Batam, 19 pasien.(esa)

Meski Dilarang 17,2 Juta Orang Tetap Mudik

0

batampos.co.id – Larangan mudik tidak serta-merta meniadakan perjalanan antarwilayah pada masa Lebaran. Badan Litbang Kementerian Perhubungan melaporkan, masih ada 17,2 juta orang (7 persen) yang akan melakukan perjalanan ke luar wilayah, baik untuk tujuan mudik maupun keperluan lainnya.

Laporan itu berdasar hasil survei tahap kedua yang dilakukan Balitbanghub pada periode 15–17 April 2021. Sebelumnya, saat larangan mudik belum dikeluarkan pemerintah, ada 83 juta orang (33 persen dari sekitar 250 juta penduduk) yang menyatakan akan pulang kampung.

Kepala Balitbanghub Umar Aris mengungkapkan, jika dilihat dari kelompok penghasilan, 17,2 juta orang itu didominasi mereka yang berpenghasilan di bawah Rp 8 juta per bulan (53,3 persen). Jika dilihat dari jenis pekerjaannya, persentase terbesar (24,7 persen) adalah karyawan swasta. Sisanya dibagi ke berbagai kategori seperti pegawai BUMN/BUMD, ASN, TNI-Polri, pelajar/mahasiswa, dan lainnya.

’’Mungkin kalau ASN atau pegawai BUMN berpikirnya sudah dilarang, ikut aturan, jadi ya sudahlah tidak mudik,” jelas Umar Aris kemarin (30/4).

Survei itu menunjukkan persebaran tujuan mereka yang tetap mudik. Mayoritas pemudik mengarah ke Jawa Tengah, yakni 38,53 persen. Kemudian, Jawa Barat 22,02 persen dan Jawa Timur 11,93 persen.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, satgas telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah tujuan pemudik untuk menggencarkan sosialisasi kebijakan pencegahan penularan Covid-19. Terutama yang berkaitan dengan peniadaan mudik. Sosialisasi harus dilakukan dengan tegas untuk membedakan periode pengetatan mobilitas dan kegiatan mudik.

”Sosialisasi harus dilakukan hingga ke akar rumput hingga masyarakat bisa memahami dengan baik kebijakan mudik yang dikeluarkan pemerintah,” katanya.

Wiku juga menegaskan bahwa kegiatan pariwisata ke luar daerah pada 6 hingga 17 Mei dilarang. Wisata hanya bisa dilakukan di kabupaten/kota asal domisili atau dalam satu kawasan aglomerasi masing-masing karena perjalanan lintas batas daerah tidak diperbolehkan.

Sementara itu, Jasa Marga membentuk tim Satuan Tugas (Satgas) Siaga Operasional Hari Raya Idul Fitri 1442 H. Satgas itu akan mendukung kepolisian dalam melakukan pengendalian transportasi.(jpg)

Satu Lagi Pasien Covid-19 Meninggal di Batam

0

batampos.co.id – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Batam kembali mencatat satu pasien positif Covid-19 meninggal dunia, Rabu (28/4) lalu, sehingga total yang meninggal sudah mencapai 161 orang. Sementara pasien yang dirawat terus bertambah, hingga kemarin sudah 609 pasien.

”Sepanjang April ini saja, ada 5 pasien Covid-19 meninggal. Tercatat, secara kumulatif pasien yang meninggal dunia bertam- bah menjadi 161 orang dengan total kasus positif 7.111 orang,” kata Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Covid-19 Batam, dr Didi Kusmarjadi, SPoG, Kamis (29/4).

Jika dilihat dari persentase tingkat kematian atau case fatality rate (CFR), Kota Batam sudah 2,264 persen. Sedangkan tingkat kesembuhan 89,172 persen dan kasus aktif 8,564 persen.

Selain pasien meninggal, Satgas Penanganan Covid-19 Batam juga mencatat tambahan 42 kasus baru. Dimana, 12 orang terkonfirmasi bergejala dan 30 pasien lainnya terkonfirmasi tanpa gejala.

Selain itu, jumlah pasien yang dirawat juga terus bertambah, tercatat sampai kemarin, pasien yang dirawat di sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 Batam mencapai 609 orang.

Didi menambahkan, Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang menjadi lokasi yang paling banyak menampung pasien terkonfirmasi Covid-19. Tercacat, pasien yang dirawat di RSKI Galang sebanyak 366 warga Batam.

Selain RSKI Galang, sebanyak 44 pasien lainnya dirawat di Rumah Sakit Awal Bros (RSAB). Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah sebanyak 22 pasien, 22 orang di RS Elisabeth Batam Kota, 19 orang di RSBP Batam dan RS Elisabeth Lubukbaja.
”Sebanyak 73 pasien lain isolasi mandiri,” tambah Kepala Dinas Kesehaan Kota itu.(*/jpg)

Muncul Klaster Tarawih, Menag Larang Ibadah Ramadan di Zona Merah

0

batampos.co.id – Dua klaster baru Covid-19 muncul di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang diduga berasal dari kegiatan salat tarawih. Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas pun mengatakan, klaster ini muncul bisa jadi dipicu ketidaktaatan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes).

“Kasus di Banyumas ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua untuk jangan pernah lengah dalam menjalankan prokes demi terjaganya keselamatan jiwa bersama. Sebab, potensi penyebaran virus bisa dari mana saja,” kata dia, Jumat (30/4).

Hal ini kata dia harus diantisipasi bersama. Ia meminta Kakanwil Kemenag Provinsi, Kepala Kankemenag Kab/Kota hingga penyuluh KUA untuk mengintensifkan sosialisasi dan edukasi pelaksanaan panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 H/2021 M yang berlangsung dalam situasi pandemi.

Menag menjelaskan, Kementerian Agama sejak awal telah menerbitkan Surat Edaran (SE) No 04 tahun 2021 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 H/2021 M. Edaran tersebut antara lain mengatur pengurus masjid atau musala dapat menyelenggarakan kegiatan salat fardu lima waktu, salat tarawih dan witir, tadarus Al-Qur’an, serta iktikaf dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas masjid atau musala.

Itu pun harus dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menjaga jarak aman 1 meter antarjamaah, dan setiap jamaah membawa sajadah atau mukena masing-masing. Untuk kegiatan pengajian, ceramah, taushiyah, kultum Ramadan dan kuliah subuh, paling lama dengan durasi waktu 15 menit.

Peringatan Nuzulul Quran di masjid atau musala juga harus dilaksanakan dengan pembatasan jumlah audiens paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Yaqut meminta pengurus atau pengelola masjid serta musala wajib menunjuk petugas khusus untuk mengawal penerapan protokol kesehatan. Sehingga, jika ada petugas maka ketika diketahui ada jamaah yang sedang tidak sehat seperti halnya di Banyumas, jamaah tersebut tidak diizinkan masuk untuk menjaga jamaah lain.

Selain memastikan jamaah menerapkan prokes, katanya, petugas yang ditunjuk juga melakukan penyemprotan disinfektan secara teratur dan menyediakan sarana cuci tangan di pintu masuk masjid dan mushala.

“Catatan pentingnya, kegiatan ibadah Ramadan di masjid dan musala, seperti salat tarawih, witir, tadarus Al-Qur’an, i’tikaf, dan peringatan Nuzulul Qur’an tidak boleh dilaksanakan di daerah yang termasuk kategori zona merah dan zona oranye penyebaran Covid-19 berdasarkan penetapan pemerintah daerah setempat,” tegas Yaqut.

Yaqut menegaskan, SE ini sejalan dengan kebijakan pemerintah tentang pengendalian penyebaran Covid-19 pada masa Ramadan, termasuk nanti Salat Idul Fitri.

“Saya minta jajaran Kemenag, pusat dan daerah untuk mengintensifkan sosialisasi, edukasi, dan pembinaan baik kepada pengurus masjid dan musala maupun masyarakat umum,” tandasnya.(jpg)

Ciri Datangnya Malam Lailatul Qadar

0

batampos.co.id – Umat muslim dunia telah melewati setengah dari bulan Ramadan 1442 H atau telah melaksanakan ibadah puasa selama 18 hari sejak 13 April lalu. Dalam Ramadan, diketahui juga terdapat hari yang spesial, yakni malam Lailatul Qadar yang diibaratkan sebagai malam yang lebih baik daripada 1.000 bulan.

Adapun, datangnya malam Lailatul Qadar sendiri tidak diketahui kapan pastinya. Namun, malam Lailatul Qadar ini akan jatuh pada salah satu malam di 10 hari terakhir di bulan Ramadan.

Dalam 10 hari terakhir itu, umat muslim di seluruh dunia biasanya berbondong-bondong memaksimalkan ibadah mereka demi mendapatkan berkah serta pengampunan dosa dari Allah SWT di malam spesial ini.

Beberapa ahli tafsir menyampaikan bahwa keistimewaan malam Lailatul Qadar ini bermula ketika Rasulullah merenungkan usia rata-rata umat terdahulu yang lebih panjang dibandingkan umatnya. Nabi Muhammad SAW pun bersedih karena umatnya tidak bisa menandingi waktu dari amal ibadah umat terdahulu. Oleh karenanya, Allah pun mengaruniakan Lailatul Qadar.

Dalam surat Al-Qadr ayat 1-3 dikatakan, kejadian turunnya Lailatul Qadar adalah ketika Nabi Muhammad SAW bercerita kepada para sahabatnya tentang kisah empat orang yang soleh dari kalangan Bani Israel, yaitu Ayub, Zakaria, Hizqil bin ‘Ajuz dan Yusya’ yang menghabiskan seribu bulan untuk beribadah menyembah Allah SWT tanpa mendurhakai-Nya.

Mendengar kisah tersebut pun, para sahabat merasa kagum dengan umat terdahulu karena bisa menyembah Allah SWT lebih lama dibandingkan mereka. Untuk itu, Allah SWT pun mengaruniakan Lailatul Qadar sebagai ganti dari beribadah selama 1.000 bulan melalui malaikat Jibril.

Dari laman NU Online, Nabi Muhammad SAW menganjurkan agar umat muslim mencari malam Lailatul Qadar dengan beribadah. Aisyah RA meriwayatkan, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa malam Lailatul Qadar jatuh pada tanggal ganjil dari 10 hari terakhir bulan Ramadan.

Jika merujuk pada petunjuk itu, maka malam Lailatul Qadar jatuh di tanggal 21, 23, 25, 27 dan 29 Ramadan. Sementara pada kalender masehi akan jatuh di tanggal 3, 5, 7, 9 dan 11 Mei.

Datangnya malam Lailatul Qadar ini tidak diketahui secara detil, namun ada tanda khusus ketika hari itu terjadi seperti hadist yang diriwayatkan Ubay bin Ka’ab. Dikatakan bahwa pada malam harinya, malam terasa cerah. Sementara keesokan harinya, matahari terbit berwarna putih tanpa sinar terik yang menyilaukan.(jpg)

Bisnis Hiburan Batam Kian Terpuruk

0

batampos.co.id – Asosiasi Jasa Hiburan (Ajahib) Kota Batam mengungkapkan bahwa bisnis jasa hiburan di Kota Batam masih terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Ketua Ajahib Kota Batam, Gembira Ginting, mengatakan, saat ini kondisi jasa hiburan di Batam masih sama seperti awal pandemi Covid-19.

”Kalau dibilang naik tidak juga atau dibilang ramai juga tidak. Jadi masih belum normal seperti sebelum pandemi,” kata Gembira kepada Harian Batam Pos, Kamis (29/4).

Ia mengungkapkan, masih sepinya kunjungan ke tempat hiburan akibat masih banyaknya masyatakat yang menghindari tempat keramaian. Sehingga, pengunjung di tempat hiburan masih sepi.

Ditambah lagi, dengan terbatasnya jumlah turis Singapura maupun Malaysia yang melakukan perjalanan ke Batam akibat pembatasan pintu keluar dari dua negara tersebut, makin menambah sulit bisnis ini. Pasalnya, selama ini mayoritas tamu yang berkunjung ke tempat hiburan di Batam berasal dari kedua negara itu.

”Jika seandainya itu belum dibuka antara Singapura, Malaysia dengan Batam, atau mereka hanya untuk perjalanan bisnis saja, itu tidak ada pengaruh dengan kita. Apalagi jika sampai di Batam harus karantina dulu selama 5 hari sampai 12 hari. Itu yang membuat tamu kita tidak ada,” bebernya.

Untuk itu, ia berharap adanya komunikasi antara pemerintah dengan pemerintah (G2G) Singapura dan Malaysia untuk pembukaan perjalanan ke Batam. Sehingga, lahir kesepakatan antara pemerintah Indonesia, Malaysia dan Singapura untuk pembukaan pintu keluar.

”Kita mengharapkan pembukaan itu bisa dilakukan. Karena bagaimanapun, mati suri hiburan kita di Batam kalau itu tidak dibuka,” harapnya.

Sementara, jika mengharapkan tamu lokal, kata Gembira, juga tidak berdampak. Karena seperti yang diketahui bersama bahwa perekonomian di Batam masih lesu dan banyaknya pengangguran. Sehingga, tamu lokal lebih memilih menghabiskan waktu di rumah.

Selain itu, Gembira juga mendorong pemerintah bisa secepatnya melakukan vaksinasi kepada seluruh masyarakat. Sebab, setelah dilakukan vaksinasi ke seluruh masyarakat, ia berharap tamu-tamu sudah tidak takut lagi datang ke tempat hiburan dan pintu keluar dari Malaysia maupun Singapura bisa dibuka.

”Seandainya pemerintah mengumumkan keseluruhan masyarakat sudah vaksinasi, mudah-mudahan bisa terjadi perkembangan yang lebih bagus kedepan,” katanya. (*/jpg)

Mudik Lokal Harus Negatif Covid-19, Pelabuhan Dilengkapi GeNose

0

batampos.co.id – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) meminta seluruh pelabuhan antardaerah di Provinsi Kepri harus dilengkapi dengan fasilitas kesehatan pendukung, berupa alat pendeteksi Covid-19. Langkah tersebut adalah upaya untuk menekan penyebaran Covid-19 di Provinsi Kepri.

”Pemerintah Provinsi Kepri meminta pelabuhan penumpang yang ada di Provinsi Kepri untuk dapat menyediakan alat tes Covid-19 GeNose,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri, TS. Arif Fadillah di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Rabu (28/4) lalu.

Arif yang juga Ketua Harian Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri tersebut menjelaskan, keberadaan alat tes Covid-19 tersebut diharapkan bisa mencegah penyebaran Covid-19 saat pelaksanaan mudik lokal nanti. Masih kata Arif, meskipun pihaknya melarang masyarakat untuk melaksanakan mudik lokal pada lebaran nanti, namun tetap memberikan izin keberangkatan jika dilengkapi dengan surat bebas Covid-19, baik itu GeNose ataupun Rapid Test Antigen.

”Kita sadari mungkin sebagian masyarakat akan berat jika menggunakan Rapid Test Antigen yang harganya sekitar Rp 150 ribu hingga 250 ribu, belum lagi ongkos tiket,” ujar Arif.

Dengan adanya alat GeNose di pelabuhan-pelabuhan ini dapat memudahkan masyarakat. Sehingga penyebaran Covid-19 dapat dideteksi di pelabuhan. Sehingga masyarakat tidak menyebarkan Covid-19 saat mudik ke kampung halamannya. Selain itu, ia juga mengharapkan kerja sama masyarakat dan semua pihak untuk memperketat penerapan protokol kesehatan.

”Covid-19 masih belum berakhir, belakangan kasusnya cenderung naik di Provinsi Kepri. Maka harus melalui kesadaran bersama untuk menekan penyebaran menjadi lebih masif,” kata Arif.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kepri membuat kebijakan tersendiri dalam menghadapi hari raya Idulfitri 1442 H/2021 M mendatang. Tidak ada larangan bagi warga yang akan mudik antar daerah dalam Provinsi Kepri.

Namun demikian, setiap pemudik harus menyertakan hasil swab antigen atau GeNose yang menyatakan negatif Covid-19. ”Lewat rapat koordinasi, Pemprov Kepri memutuskan untuk memperbolehkan mudik lokal atau antar wilayah di dalam provinsi menyambut Lebaran nanti.

“Tentu dengan memenuhi standar protokol kesehatan yang sudah ditetapkan,” ujar Arif Fadillah di Tanjungpinang, Jumat (15/4) lalu.(*/jpg)

Cemburu, Suami Tikam Istri Siri

0

batampos.co.id – Karena cemburu buta, seorang laki-laki berinisial ER, 30, tega menusuk istrinya menggunakan pisau dapur. Akibat penganiayaan tersebut, korban harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Kanit Reskrim Polsek Tanjungpinang Timur, Ipda Sidiq Amin menjelaskan penganiayaan sadis itu terjadi karena pelaku cemburu. Pelaku menduga istri sirinya itu telah berselingkuh. “Motifnya pelaku menduga istrinya itu selingkuh dengan pria lain,” ungkap Sidiq, Kamis (29/4).

Pelaku, kata Sidiq, merupakan residivis kasus penganiayaan di Aceh. Pelaku diketahui mendapatkan program asimilasi dan baru saja bebas dari penjara. Pelaku kemudian pulang ke Tanjungpinang untuk menemui anak dan istrinya. Awalnya keduanya hanya cekcok mulut. Namun terakhir berujung penusukan.

“Selama di penjara, pelaku sudah curiga istrinya selingkuh,” jelasnya.

Kepada polisi, pelaku mengaku kalap dan tak sadar saat menganiaya istrinya. Sesaat setelah korban tak sadarkan diri karena bersimbah darah, pelaku lalu merasa sadar dan langsung membawa korban ke rumah sakit. “Dari hasil visum, korban ditikam tiga kali di bagian badannya,” kata Sidiq.

Atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 351 ayat 2 KUHP tentang Penganiayaan dengan ancaman pidana hukuman 5 tahun penjara. “Pelaku sudah ditetapkan tersangka dan ditahan guna proses hukum lebih lanjut,” tutup Sidiq.

Sebelumnya diketahui, ER, 30 diciduk polisi di Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Thabib Tanjungpinang, Senin (26/4). ER dilaporkan ke pihak berwajib karena telah menganiaya istrinya hingga tak sadarkan diri di rumah kontrakan Batu 9 Tanjungpinang. (*/jpg)

Pasien Covid-19 di RSKI Galang Terus Bertambah

0

batampos.co.id – RSKI Galang kembali menerima tambahan 39 pasien terkonfirmasi positif Covid-19, Kamis (29/4). Dengan demikian, hingga kemarin jumlah pasien bertambah menjadi 336 orang.

Tercatat, selama tiga hari berturut-turut, pasien Covid-19 yang dirawat di RSKI terus bertambah. Pasien didominasi para wanita.

Kepala Penerangan Kogabwilhan-I, Kolonel Marinir Aris Mudian, dalam keterangannya menyebutkan terdapat penambahan 39 pasien positif Covid-19 yang masuk. Penambahan jumlah itu sekaligus mencatat peningkatan jumlah pasien rawat inap di RSKI Galang.

”Jadi, saat ini RSKI merawat sebanyak 336 orang pasien positif Covid-19,” ujarnya, kemarin.

Kolonel Aris merincikan dari total pasien rawat sebanyak 336 orang itu, di antaranya 107 pria dan 229 wanita. Aris menyebutkan, sejak RSKI Galang dioperasikan, sudah sebanyak 5.549 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh dan pulang.

Meningkatnya kembali kasus di Kepri, khususnya Batam, sudah diingatkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar semua pihak, khususnya Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkominda) untuk serius menangani penyebaran Covid-19 di Batam.

Presiden tidak ingin Batam, Kepri, maupun wilayah lainnya di Indonesia bernasib sama dengan India yang kini dilanda ’’tsunami’’ Covid-19 akibat abai dengan protokol kesehatan (protkes).

”Cukuplah India jadi pelajaran. Lakukan berbagai upaya untuk menekan laju penyebaran Covid-19,” kata Jokowi dalam rakor virtual dengan kepala daerah yang diikuti Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, Muhammad Rudi dan Amsakar Achmad, serta Forkominda Batam, Rabu (28/4). (*/jpg)

Selain Beasiswa, Pemerintah Bangun Rumah untuk Keluarga Awak KRI Nanggala-402

0

batampos.co.id – Simpati dan perhatian ditunjukkan pemerintah terhadap keluarga awak KRI Nanggala-402. Setelah menjamin pendidikan putra-putri prajurit hingga jenjang perguruan tinggi, pemerintah juga siap membangunkan rumah bagi keluarga korban.

Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo saat bersilaturahmi dengan perwakilan keluarga awak KRI Nanggala-402 di hanggar Lanudal Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (29/4). Dalam kesempatan itu, presiden kembali menyampaikan dukacita mendalam kepada keluarga 53 personel TNI-AL yang gugur saat bertugas di laut utara Bali.

Jokowi menyatakan, pemerintah memberikan penghargaan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi kepada para awak KRI Nanggala-402. Anak-anak para awak kapal selam tersebut juga akan mendapatkan perhatian khusus dari negara untuk urusan pendidikan.

’’Tadi saya sampaikan kepada panglima (TNI) dan KSAL agar pengaturan dan manajemen mekanismenya, semuanya diatur agar rapi,’’ kata Jokowi.

Terkait rumah yang akan dibangun, presiden memberikan kebebasan kepada keluarga korban untuk menentukan lokasinya. ’’Nanti ibu-ibu sekalian juga dibangunkan rumah yang tempatnya kami mengikuti ibu-ibu semuanya,’’ ucapnya.

Menurut Jokowi, pembangunan rumah bisa dilakukan di Gresik, Sidoarjo, atau tempat lain. Mekanismenya sama, yakni KSAL dan panglima TNI akan mengatur semuanya. Jokowi berjanji bahwa proses tersebut tidak akan lama.

Sementara itu, KSAL Laksamana TNI Yudo Margono menyatakan, kedatangan presiden sangat berarti bagi keluarga besar TNI-AL. ’’Kedatangan Bapak Presiden merupakan dukungan moril untuk keluarga,’’ tuturnya.

Selain kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi, kata Yudo, para prajurit KRI Nanggala-402 diberi tanda kehormatan Jalasena Nararya. Hal itu merupakan simbol kebanggaan dan kehormatan bagi para prajurit yang telah mengabdikan diri untuk menjaga kedaulatan negara di laut.

Pemberian kenaikan pangkat serta tanda kehormatan Jalasena Nararya dilaksanakan dalam upacara militer yang dipimpin Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto.

Pemberian kenaikan pangkat dan tanda kehormatan itu sesuai dengan Keppres RI No 26/TK/Tahun 2021 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Jalasena Nararya, Keppres RI No 39/TNI/Tahun 2021 tentang Kenaikan Pangkat Luar Biasa Operasi Militer selain Perang Anumerta, Keputusan Menhan RI No 466/IV/2021 tentang Pemberian Kenaikan Pangkat Anumerta, serta Keputusan Panglima TNI Nomor Kep 341/IV/2021 tentang Penetapan Kenaikan Pangkat Luar Biasa Operasi Militer selain Perang Anumerta.(jpg)