Sabtu, 23 Mei 2026
Beranda blog Halaman 9412

Kontak Erat Tak Perlu Swab

0

batampos.co.id – Warga yang terlanjur kontak erat dengan pasien Covid-19 dan hendak memeriksakan diri dengan pengecekan swab test polymerase chain reaction (PCR) secara gratis di puskesmas, berpeluang mendapatkan pelayanan berbeda.

Pasalnya, tidak semua puskesmas menyediakan layanan swab PCR gratis bagi warga yang kontak erat dengan pasien Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, kontak erat pasien Covid-19 yang tidak bergejala, hanya akan diminta untuk karantina mandiri di rumah.

Kasus-kasus kontak erat tersebut bahkan tidak akan diminta untuk melakukan swab test PCR.

”Kontak erat tanpa gejala tidak di-swab,” kata Didi, Minggu (12/6/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Didi menyebut, langkah itu diambil dengan didasari pada pedoman pencegahan dan pengendalian Covid-19 Revisi-5 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Nantinya, hanya kontak erat bergejala yang diwajibkan untuk tes
swab PCR.

Menurut Didi, dengan memperketat isolasi mandiri (isoman), pasien tanpa gejala atau dengan gejala ringan hingga sedang, tidak perlu melakukan pemeriksaan swab PCR tersebut.

”Baru kontak erat yang bergejala nantinya dilakukan swab,” tambahnya.

Sementara itu, untuk ketentuan isolasi mandiri, dianggap selesai jika sudah berlangsung selama 10 hari, terhitung sejak pengambilan spesimen untuk pasien tanpa gejala.

Waktu isolasi akan ditambah selama tiga hari untuk pasien yang terkonfirmasi dengan gejala atau memiliki gejala ringan hingga sedang.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Tiban Baru, drg Anna Hashina, mengatakan, bagi keluarga atau kontak erat pasien Covid-19 yang bergejala, akan diusulkan melakukan swab ke rumah sakit oleh puskesmas.

Kontak erat bergejala ini merupakan hasil tracing atau laporan dari petugas di lapangan.

”Terus pasien yang positif Covid-19, kalau di wilayah kerja kami ada yang kontak bergejala, kami yang usulkan swab ke rumah sakit,” ucapnya.

Saat ini, lanjut Anna, Puskesmas Tiban Baru belum bisa melayani swab PCR kepada keluarga pasien Covid-19.

Pihak puskesmas hanya bisa mendata atau menerima laporan hasil tracing dari petugas, kemudian dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kota Batam.

”Tes PCR di rumah sakit, bukan di puskesmas. Pengajuan swab PCR memang dari puskesmas ke Dinkes,” pungkas Anna.

Hal senada disampaikan pihak Puskesmas Batuaji. Fasilitas kesehatan ini belum bisa melayani swab PCR kepada warga yang kontak erat dengan pasien Covid-19.

Pihak puskesmas hanya bisa mendata atau menerima laporan hasil tracing dari petugas, kemudian melaporkan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam untuk menentukan ke mana keluarga pasien tersebut di-swab.

”Pengajuan swab PCR memang dari puskesmas ke Dinkes. Dinkes yang akan mengkoordinir distribusi pasien di beberapa rumah sakit yang akan dilakukan swab. Sejauh ini, puskesmas belum
bisa melakukan swab sendiri,” ujar Kepala Puskesmas Batuaji, Arlan, kemarin.

Menurut Arlan, sudah banyak keluarga pasien yang direkomendasikan ke Dinkes untuk di-swab dan ini merupakan hasil tracing atau laporan dari petugas di lapangan.

Dia juga memastikan pihaknya akan terus bekerja maksimal demi menuntaskan masalah tracing kepada keluarga pasien.

”Petugas tetap bekerja di lapangan sesuai arahan Dinkes. Apapun arahan pemerintah, akan kita laksanakan dengan maksimal,” ujarnya.

Namun, pernyataan berbeda disampaikan Kepala Puskesmas Seipanas, Anggraini Nawang Wulan.

Ia mempersilakan masyarakat yang pernah kontak erat dengan pasien positif datang untuk pengecekan Covid-19.

Apabila dari hasil screening awal ditemukan gejala Covid-19, pihak puskesmas akan melakukan swab dan dikirimkan ke Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP).

”Tidak hanya pernah kontak (dengan pasien positif) saja, tapi masyarakat yang memiliki gejala aneh atau mirip Covid-19, datang saja ke puskesmas untuk dilakukan pengecekan. Kami juga dapat
melakukan tes antigen, dan semua itu gratis,” kata Anggraini, Minggu (13/6/2021).

Kesadaran masyarakat datang ke puskesmas dan melaporkan diri apabila pernah kontak atau memiliki gejala Covid-19, dapat memutus mata rantai penyebaran virus ini.

”Misalkan ada gejala demam, batuk, badan lemas atau diare bahkan sesak napas, datangsaja ke puskesmas,” ucap nya.

Anggraini meminta masyarakat tidak perlu takut. Apabila positif, tentunya dapat penanganan medis sedini mungkin.

Namun, terkadang ada juga masyarakat mendiamkan gejala yang dideritanya, walaupun sudah mengarah ke Covid-19.

”Apabila ada gejala begitu, laporkan saja. Dari pada terjadi hal-hal tidak diinginkan,” ungkapnya.

Anggraini menyebut, di Puskesmas Seipanas memiliki peralatan yang cukup memadai.

Apabila masyarakat memiliki keluhan sesak napas, ada alat saturasi oksigen.

”Seandainya kondisinya mengkhawatirkan dan diduga Covid-19, kami akan rujuk ke rumah sakit agar dapat penanganan yang lebih baik,” tuturnya.

Anggraini mengatakan, setiap ada pasien positif di wilayah kerja Puskesmas Seipanas, jajarannya selalu melakukan tracing ketat.

Petugas puskesmas juga menanyakan dengan siapa saja pasien Covid-19 ini kontak dalam satu minggu terakhir.

”Apa keluarga, teman ngopi (minum kopi) atau siapa saja, kami selalu lakukan tracing. Bagi bergejala kami akan swab, tapi apabila tidak hanya lakukan swab antigen,” tuturnya.

Prosedur ini, kata Anggraini, sudah sejak lama dilaksanakan petugas puskesmas Seipanas. Prosedur ini juga masib tetap
berlaku hingga saat ini.

”Sejak 2020 kami berlakukan,” ungkapnya.(jpg)

Hasil SBMPTN 2021 Diumumkan Hari Ini

0

batampos.co.id – Hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK-SBMPTN) 2021 akan diumumkan hari ini. Para peserta dapat melihat hasilnya pada pukul 15.00 WIB.

“Pengumuman dapat diakses pada 14 Juni 2021 mulai pukul 15.00 WIB melalui Laman Pengumuman Utama https://pengumuman-sbmptn.ltmpt.ac.id/,” tulis akun Instagram ltmptofficial, Senin (14/6).

Selain pada laman resmi milik Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), pengumuman hasil UTBK-SBMPTN juga dapat diakses melalui 29 laman mirror lainnya milik perguruan tinggi.

“Pengumuman Mirror menggunakan nomor pendaftaran dan tanggal lahir ya,” sambungnya.

LTMPT meminta kepada para peserta untuk menggunakan perangkat dan koneksi yang stabil ketika menakses pengumuman.

“Persiapkan diri untuk hasil apapun yang diterima nanti,” tulisnya.

Harapannya, hasil yang diterima dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk menjadi individu yang lebih baik. Begitu juga untuk memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara. “Tetap semangat dan selamat berjuang, calon Mahasiswa Indonesia,” tutupnya.(jpg)

Penumpang Keluhkan Layanan GeNose di Bandara Hang Nadim, Penyebabnya…

0

batampos.co.id – Sejumlah calon penumpang mengeluhkan layanan tes GeNose di Bandara Hang Nadim Batam.

Pasalnya, calon penumpang yang akan berangkat pagi atau penerbangan peswat pertama, tidak bisa menggunakan layanan tes GeNose lantaran petugas GeNose belum datang.

”Kami terbang pukul 07.00 WIB. Sementara hingga pukul 06.20 WIB, petugas GeNose belum juga datang. Belum lagi nanti  pengecekannya, sudah pasti terlambat,” ujar Anton, warga Tiban, Sekupang, yang mengaku kesal saat berada di bandara, Minggu (12/6/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Seharusnya, kata dia, para petugas yang melayani tes GeNose sudah datang sebelum keberangkatan pertama pesawat.

Sehingga, calon penumpang yang akan berangkat tak perlu menunggu bahkan antre panjang di depan alat pemeriksaan GeNose di bandara.

Calon penumpang pesawat antre menunggu petugas layanan tes Genose di Bandara Hang Nadim, Minggu (13/6/2021). Foto: Tumbur untuk Batam Pos

”Bisa dilihat antreannya panjang sekali. Kalau ini ditunggu, bisa-bisa ditinggal pesawat,” sambung pria 45 tahun tersebut.

Hal senada juga dikatakan Aprilia, calon penumpang pesawat lainnya. Menurutnya, tes GeNose dipilih masyarakat karena harganya yang relatif terjangkau dibanding rapid test antigen maupun PCR.

”Saat kami bertanya, malah dibentak. Petugasnya belum datang, sementara kami sudah mau terbang,” sesal Aprilia.

Anggota Komisi III DPRD Batam, Tumbur Hutasoit, menyesalkan hal tersebut.

Tes GeNose, katanya, disiapkan pemerintah guna membantu masyarakat yang berangkat ke luar daerah dengan harga yang terjangkau.

”Bisa saja orang pilih tes antigen, tapi kan harganya Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu. Kalau GeNose kan hanya Rp 40 ribu. Guna meringankan masyarakat, dibuatlah Genose ini. Kalau petugasnya seperti ini, berarti sama saja mereka tak melaksanakan arahan pemerintah,” kata Tumbur.

Seharusnya, sambung dia, petugas harus paham dengan jadwal keberangkatan pesawat.

Misalnya, jika pesawat pagi itu pukul 06.00 WIB, petugas sudah harus standby di bandara sekitar pukul 04.30 WIB. Sehingga, para penumpang dapat terlayani dengan baik.

”Saya kebetulan mengantar keluarga ke bandara, pesawat
berangkat pukul 07.00 WIB. Tapi pukul 06.20 WIB, petugas
GeNose tak kunjung datang. Sementara penumpang yang
akan GeNose kian banyak,” sesalnya.

Tumbur menegaskan, petugas GeNose dan pihak bandara seharusnya lebih profesional dalam melayani masyarakat.

”Jangan hanya sekadar memberikan informasi bahwa di bandara sudah ada tes Genose dengan harga Rp 40 ribu, tapi petugasnya
enggak ada, sama saja bohong,” sesalnya.

Tumbur menambahkan, jangan sampai pelayanan tes GeNose ujungnya malah merugikan calon penumpang.

Itu terjadi misalnya ada yang memakai tes GeNose karena lebih terjangkau, tapi malah ditinggal pesawat karena layanannya telat.

Pasalnya, ujar dia, kondisi ini sudah pernah terjadi dan bahkan penumpang itu harus membeli tiket pesawat yang baru.

”Ada yang lapor ke saya, mereka ditinggal pesawat. Jadi artinya, layani masyarakat dan calon penumpang itu dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager BUBU Hang Nadim Batam, Benny Syahroni, mengatakan, pihaknya berusaha memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat.

”Kami terus berkoordinasi dengan RSBP (Rumah Sakit Badan Pengusahaan) Batam tetang pelayanan rapid antigen dan GeNose di Bandara Hang Nadim, sekarang baru melayani dari pukul 6.00-18.00 WIB setiap harinya,” katanya.

Sementara itu, RSBP Batam selaku pihak yang menyediakan layanan tes GeNose di Bandara Hang Nadim Batam, belum dapat dimintai keterangan terkait hal ini.(jpg)

Covid-19 Melonjak Lagi, PTM Harus Bertahap dan Terbatas

0

batampos.co.id – Pembukaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah-sekolah pada Juli mendatang harus diselenggarakan dengan cermat dan hati-hati. Karena, meskipun penanganan pandemi Covid-19 mulai terkendali, Indonesia masih berada di tengah ancaman potensi lonjakan kasus dampak dari libur panjang lebaran Idul Fitri.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menegaskan kembali PTM terbatas diikuti peserta sebanyak 25 persen dari total kapasitas ruang belajar. Dan kegiatan tatap muka, tidak boleh lebih dari 2 hari dalam seminggu dan durasinya maksimal 2 jam pertemuan. Dan pemerintah memastikan kegiatan PTM mengutamakan kesehatan, keselamatan dan keamanan dari peserta didik.

“Seluruh guru yang ikut dalam pembelajaran tatap muka harus sudah divaksin dan dipastikan tidak memiliki penyakit komorbid,” tegas Wiku secara daring.

Ia menegaskan mengutamakan keselamatan para peserta didik memiliki alasan kuat. Karena data menunjukkan bahwa masyarakat usia sekolah yakni 6–18 tahun menyumbang 9,6 persen dari kasus positif nasional. Dan 0,6 persen menyumbang kasus kematian nasional.

“Maka dari itu, penting untuk diingat bahwa kesempatan pembukaan sektor pendidikan ini harus dijaga stabilitasnya secara hati-hati dan terbatas,” katanya.

Di samping itu pemerintah daerah juga diminta menekan laju penularan dan menurunkan angka kasus aktif di wilayahnya masing-masing. Hal ini karena potensi lonjakan paska lebaran masih mengancam. Sehingga munculnya lonjakan kasus diberbagai daerah harus diantisipasi terutama pada kegiatan masyarakat yang menimbulkan kerumunan dan meningkatkan potensi penularan.

Dari hasil monitoring Satgas, bahwa Pulau Jawa sendiri menjadi kontributor terbesar kasus nasional mencapai 52,4 persen dari kasus yang ada. Angka ini, diprediksi masih akan meningkat dalam beberapa minggu kedepan. Untuk itu, pemerintah daerah harus saling bergotong royong antar sesama di wilayahnya masing-masing ataupun antar wilayah. Sehingga kebijakan penanganan dapat efektif dan tepat sasaran dalam mencegah penularan antar masyarakat termasuk mencegah masuknya importasi kasus.

“Antisipasi lonjakan kasus, pemerintah lakukan upaya terbaiknya melalui langkah preventif hingga kuratif. Upaya ini dilakukan melalui peran strategis posko desa/kelurahan. Peran posko penting dalam mencegah penularan di tataran mikro. Sehingga tekanan terhadap fasilitas dan tenaga kesehatan dapat dihindari,” jelasnya.

Bagi satgas di daerah, diminta mengevaluasi skenario penanganan tingkat RT, termasuk mikro lockdown di RT zona merah agar kasus dapat dikendalikan dengan efektif. Juga memaksimalkan upaya pencegahan di tingkat makro dengan mengevaluasi penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tingkat kabupaten/kota. Serta dengan menindak sektor-sektor yang melanggar Instruksi Mendagri Nomor 12 Tahun 2021.

“Langkah tepat kendalikan pandemi dengan maksimal dan menjalankan kegiatan sosial ekonomi secara terkendali. Salah satu hasil jerih payah pengendalian pandemi dapat dilihat dengan mulai dibukanya sektor sosial ekonomi secara bertahap dan pembukaan pembelajaran tatap muka secara terbatas,” tegas dia. (*/jpg)

Tangkap Penyanyi Anji, Polisi Sita Barang Bukti Ganja

0

batampos.co.id – Satu lagi artis terlibat penyalahgunaan narkotika. Polres Metro Jakarta Barat menangkap musisi Erdian Aji Prihartanto alias Anji pada Minggu (13/6) kemarin. Polisi juga mengamankan barang bukti narkotika jenis ganja.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Ady Wibowo mengatakan, ganja tersebut disita saat penggeledahan dilakukan di studio milik Anji. “Saat kami lakukan penangkapan barang bukti yang ada padanya adalah narkotika jenis ganja,” kata dia kepada wartawan, Senin (14/6).

Kendati demikian, Ady belum merinci berap banyak ganja yang disita. Selain itu, ada beberapa barang bukti lainnya yang belum disampaikan oleh polisi.

“Nanti lengkapnya akan saya sampaikan saat rilis termasuk barang bukti yang cukup beragam dan cukup banyak yang akan nanti kita rilis lengkap,” jelas Ady.

Sebelumnya, Anji ditangkap oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat di kawasan Cibubur pada Jumat (11/6) kemarin. Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Ady Wibowo membenarkannya.

“Benar, kami baru saja menangkap musisi ternama berinisial AN,” kata Ady dalam keterangannya, Minggu (13/6).(jpg)

Rekor Baru Usai Lebaran, Kasus Covid-19 Tambah 9.868 Orang

0

batampos.co.id – Kasus baru Covid-19 harian pada Minggu (13/6) bertambah 9.868 orang dalam sehari. Jumlah ini rekor tertinggi dalam 3 pekan setelah libur Lebaran. Satgas Covid-19 mencatat kenaikan kasus 3 minggu pasca libur Lebaran terjadi di sejumlah kabupaten kota. Kini total sudah 1.911.358 orang terinfeksi Covid-19.

Jumlah kasus harian tersebut memecahkan rekor Kamis (10/6) sebanyak 8.892 orang. Kenaikan kasus baru mulai terlihat 2 minggu pasca Lebaran.

Pemeriksaan berpengaruh pada angka positivity harian. Angka positivity rate yaitu jumlah positif kumulatif dibagi jumlah orang yang dites lalu dikali 100. Angka positivity rate orang juga naik drastis yakni 20,41 persen. Padahal standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah harus di bawah 5 persen. Artinya Indonesia sudah 4 kali melebihi standar WHO.

Kasus aktif juga naik yakni 3.020 kasus. Jumlah pasien dengan status suspek sebanyak 108.997 orang.

Ada 70.468 spesimen yang diperiksa. Dan ada 48.350 orang yang diperiksa dalam sehari dengan metode TCM, PCR, dan antigen.

Sebaran positif harian tertinggi terjadi di DKI Jakarta 2.769 kasus. Jawa Tengah 2.579 kasus. Jawa Barat 1.242 kasus. Jogjakarta 466 kasus. Jawa Timur 418 kasus.

Pasien sembuh harian bertambah 4.655 orang. Paling banyak kasus sembuh terjadi di DKI Jakarta sebanyak 935 orang. Dan total angka kesembuhan saat ini sebanyak 1.746.091 orang.

Kasus kematian harian bertambah 149 jiwa. Paling banyak kasus kematian harian terjadi di Jawa Timur sebanyak 29 jiwa. Total kini sudah 52.829 jiwa meninggal dunia akibat Covid-19.

Sudah 510 kabupaten kota terdampak Covid-19. Ada 6 provinsi di bawah 10 kasus harian. Dan ada hanya 1 provinsi dengan nol kasus.(jpg)

Arab Saudi Patok Biaya Haji Tahun Ini Sampai Rp 61 Juta

0

batampos.co.id – Sama seperti tahun lalu, pemerintah Arab Saudi hanya membuka haji untuk jamaah dari dalam negara mereka. Bedanya tahun ini pelaksanaan rukun Islam kelima itu berbayar. Berbeda dengan musim 2020 yang dijalankan secara gratis.

Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali mengatakan, pendaftaran haji sudah dibuka di website milik Kementerian Haji dan Umrah sejak Minggu (13/6) pukul 13.00 waktu setempat. Jamaah warga negara Saudi maupun ekspatriat di sana bisa mendaftar langsung ke website yang sudah disiapkan pemerintah Saudi.

Endang mengatakan masih melihat kondisi apakah ikut mendaftar haji tahun ini. Di antara pertimbangannya adalah soal biaya. “Agak susah dan mahal sekali,” kata Endang Minggu (13/6).

Dia mengatakan pemerintah Arab Saudi sudah menetapkan biaya haji berkisar 12 ribu riyal (Rp 45,5 jutaan) sampai 16.300 riyal (Rp 61,8 jutaan).

Dia mengatakan, biaya itu sudah satu paket layanan komplet. Mulai dari penerapan protokol kesehatan, hotel, transportasi, dan katering. Endang tidak bisa memperkirakan apakah tahun ini ada WNI di Saudi yang berhaji. Tahun lalu haji digelar secara gratis dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Ada 13 orang WNI yang ikut berhaji. Tahun ini haji tetap dijalankan dengan protokol kesehatan ketat.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (DPP AMPHURI) Firman M. Nur mengaku menghormati putusan kerajaan Arab Saudi yang hanya membuka layanan haji untuk warga dalam negeri Saudi. Seperti diketahui, kuota haji tahun ini hanya 60 ribu orang.

Lebih jauh Firman menuturkan, Pemerintah Saudi tentunya tidak ingin mengambil risiko dengan membuka pengiriman jamaah haji dari penjuru dunia. Apalagi saat ini di sejumlah negara angka kasus Covid-19 masih tinggi. Termasuk di Indonesia, sebagai negara dengan pengirim jamaah haji terbesar setiap tahunnya.

“Keputusan ini tentu didasari oleh sikap kehati-hatian Saudi,” jelasnya. Sikap kehati-hatian itu diambil karena Saudi tidak ingin pelaksanaan haji menjadi klaster baru penularan Covid-19. Firman juga berharap umat Islam di seluruh Indonesia dapat menerima keputusan Saudi tersebut.

Dia mengajak masyarakat Indonesia untuk menyudahi polemik terkait pembatalan haji oleh pemerintah Indonesia. Sebab, pada akhirnya Arab Saudi tidak membuka haji untuk negara mana pun. Dia berharap pemerintah saat ini berfokus mengupayakan supaya pemerintah Arab Saudi membuka kesempatan beribadah umrah untuk warga Indonesia setelah haji selesai digelar nanti.

Firman mengatakan sudah setahun lebih travel umrah di Indonesia nyaris tidak memiliki penghasilan. Sebab mereka tidak bisa menyelenggarakan bisnis utamanya yaitu menyelenggarakan umrah. Dia menegaskan banyak travel umrah berharap supaya pemerintah terus berdiplomasi dengan Saudi supaya Indonesia keluar dari daftar suspend.(jpg)

Pasien OTG Boleh Pulang Setelah Dirawat Selama 10 Hari

0

batampos.co.id – Jumlah pasien positif Covid-19 kategori tanpa gejala (OTG) di lokasi karantina terpadu di Asrama Haji Batam di Batam Center, mulai menurun.

Berdasarkan data terbaru hingga Minggu (13/6), total yang masih dirawat mencapai 240 pasien.

Total pasien yang masuk 62 dan yang dipulangkan 66 pasien.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, sesuai ketentuan Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), pasien OTG boleh dipulangkan setelah 10 hari menjalani perawatan atau masa pemulihan di Asrama Haji.

Ia menjelaskan, pasien yang positif OTG merupakan pasien sehat, hanya saja terpapar virus.

Sehingga, pemulihan dilakukan dengan pemberian vitamin dan makanan yang sudah diatur pakar gizi dari Dinas Kesehatan.

Selama menjalani perawatan, pasien juga diminta mengikuti olahraga agar mempercepat proses pemulihan.

”Usai 10 hari perawatan, sebenarnya sudah boleh dipulangkan dan menjalani pemulihan di rumah,” ujarnya, Minggu (13/6/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Pihaknya mengungkapkan, setelah 10 hari perawatan, pasien sudah dinyatakan sehat, meskipun ada hasil PCR tes yang positif.

Menurutnya, virus sudah tidak menular, sehingga tidak ada masalah ketika pasien dipulangkan.

”Tetap kita minta isolasi di rumah dan menggunakan masker, serta mengurangi aktivitas di luar rumah untuk sementara waktu,” jelas Didi.

Dokter spesialis kandungan ini menyebutkan, total ada 42 tenaga yang disiapkan dan bertugas di Asrama Haji Batam.

Satu orang dokter, 23 tenaga perawat, tiga analis, dua sopir dan tenaga lainnya.

”Mereka membantu pemulihan pasien positif. Semakin cepat sembuh semakin baik,” sebutnya.(jpg)

Polisi Ringkus 24 Preman di Batam

0

batampos.co.id – Polisi menangkap 24 preman yang melakukan pungli, pemalakan dan mengganggu ketertiban umum.

Puluhan preman ini diamankan Ditreskrimum Polda Kepri dan Polresta Barelang selang satu hari sejak keluarnya perintah dari kapolri untuk menertibkan preman dan pelaku pungli.

Preman yang diamankan tersebut kebanyakan juru parkir yang memungut uang di luar waktu yang ditentukan Pemerintah Kota Batam.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri, Kombes Jefri Siagian, mengatakan, kegiatan ini upaya menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.

”Kegiatan serupa akan kami lakukan lagi,” kata Jefri, Sabtu (12/6/2021).

Keberadaan para preman ini terpantau setelah adanya laporan dari masyarakat. Lalu, tim jatanras Ditreskrimum bergerak ke lokasi yang dilaporkan masyarakat, Jumat (11/6/2021) pukul 00.05.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri, Kombes Jefri Siagian (kaos hitam) memberikan keterangan kepada wartawan terkait penangkapan pelaku premanisme di Kota Batam. Foto: Humas Polda Kepri

Di lokasi pertama yakni Pasar Tos 3000, Lubukbaja, polisi  mengamankan 4 orang yang masih memungut uang parkir.

”Secara aturan di jam itu, tidak boleh memungut uang parkir. Selain itu, ke empat orang ini tidak memiliki surat tugas sebagai juru parkir,” tutur Jefri.

Setelah itu, tim Jatanras Polda Kepri bergerak ke Pasar Tradisional Seijodoh. Di lokasi kedua, polisi menangkap 8 orang pemuda.

Para pemuda ini melakukan pemerasan terhadap para pengunjung yang ada di kawasan itu.

”Mereka ini memalak, memeras, meminta uang orang-orang yang ada di Pasar Seijodoh,” ungkap Jefri.

Usai mengamankan para pemalak ini, polisi mendapatkan informasi lagi ada pemuda yang berbuat onar di Pasar Samarinda, Nagoya.

Pemuda ini, kata Jefri, mengganggu masyarakat yang berada di sana, sembari membawa senjata tajam.

”Tim Polda Kepri dapat mengamankan pemuda ini,” ucapnya.

Dalam kegiatan itu, Tim Jatanras Polda Kepri mengamankan 13 orang pelaku.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Harry Goldenhardt, mengatakan bahwa penangkapan terhadap preman tidak hanya dilakukan Jatanras Polda Kepri saja, tapi juga dari Satuan Reskrim Polresta Barelang.

Di waktu yang sama, Polresta Barelang mengamankan 10 orang, yang melakukan pungutan parkir di luar batas ketentuan yang telah ditetapkan.

Harry mengatakan, 10 orang ini dimankan di beberapa lokasi yang ada di Batam.

”Apa yang telah dilakukan oleh Polda Kepri dan Polres jajaran merupakan bentuk respons kami dalam menjawab instruksi dari Bapak Kapolri, untuk memberikan keamanan dan kenyamanan
kepada seluruh masyarakat yang berada di wilayah Provinsi
Kepri,” ucapnya.

Harry menjelaskan, barang bukti yang diamankan yakni puluhan lembar uang dengan pecahan Rp 500 hingga Rp 10 ribu. Selain itu, polisi mengamankan pisau sepanjang 20 sentimeter.

”Para pelaku ini masih kami periksa dulu,” ujarnya.(jpg)

BP Batam Fasilitasi Vaksinasi Massal

0

batampso.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam, bersama dengan TNI/Polri, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Pemerintah Kota Batam, Bright PLN, dan instansi vertikal lainnya, menyelenggarakan vaksinasi Covid-19 secara massal bagi seluruh masyarakat Batam.

Proses vaksinasi ini dilangsungkan di Sport Hall Temenggung Abdul Jamal, pada Minggu (13/6/2021) pukul 08.00 sampai dengan 15.00 WIB.

Kepala BP Batam, yang juga Walikota Batam, Muhammad Rudi, menyampaikan, tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk mencapai target vaksinasi Covid-19 di Kota Batam sebesar 70 persen di bulan Juli mendatang.

“Sehingga nanti di bulan Agustus terkejar 100 persen. Maka untuk mengejar target tersebut kita semua harus bekerja keras, dengan membuka layanan vaksinasi ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini akan berlangsung setiap hari dalam seminggu hingga akhir bulan Juni.

“Saya, bersama Pak Kapolres, Pak Dandim, sudah sepakat akan mengerahkan seluruh kecamatan agar setiap harinya masyarakat memanfaatkan layanan vaksinasi ini,” kata Muhammad Rudi.

Menurutnya, apabila 70 persen masyarakat sudah melakukan vaksinasi, maka imunitas tubuh serta-merta akan meningkat dan menekan penyebaran Covid-19 di Kota Batam. Serta membuka peluang untuk meningkatkan perekonomian di Kota Batam.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, saat meninjau vaksinasi massal di Tumenggung Abdul Jamal. Foto: BP Bata, untuk batampos.co.id

Senada dengan Kepala BP Batam, Kapolresta Barelang, Kombes Pol Yos Guntur, mengatakan, pelaksanaan vaksinasi hari pertama berjalan dengan lancar.

Adapun tujuan dari kegiatan tersebut adalah sebagai implementasi dari perintah Presiden RI guna mendirikan sentra vaksinasi di Kota Batam.

“Untuk teknisnya, masing-masing kecamatan, Polsek dan Komando Rayon Militer akan mengerahkan masyarakat yang belum divaksin untuk hadir di Temenggung Abdul Jamal, agar target 70 persen tersebut dapat tercapai,” ujar Yos Guntur.

Ia berharap, masyarakat dapat memanfaatkan layanan ini dengan baik, untuk meningkatkan imunitas tubuh guna melawan Covid-19, sambil memenuhi target pemulihan ekonomi nasional, khususnya Kota Batam.

Kepala Seksi Dokkes Polresta Barelang, dr. Leonardo, Sp.FM, mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan hingga akhir bulan, dimulai tanggal 13-25 Juni 2021, untuk mengejar target pencapaian Kota Batam.

“Nantinya akan ada empat sampai enam titik lainnya yang kita bangun. Target kita 20.000 orang per harinya,” ujar Leo.

Dengan adanya sentra vaksinasi di Batam, dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk mereduksi titik-titik vaksinasi yang tersebar di Kota Batam, sehingga baik proses vaksinasi maupun vaksinator yang bertugas lebih efisien.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan kolaborasi. Jadi misalnya Dinas Kesehatan memiliki vaksin, kami dari TNI/Polri memiliki kekuatan untuk menggerakkan massa. Jadi semuanya saling melengkapi dan kegiatan dapat berjalan maksimal,” terang Leo.

Untuk jenis vaksin yang digunakan adalah AstraZeneca, dengan melibatkan tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Batam, Puskesmas, TNI/Polri, serta para civitas academica yang terdiri dari mahasiswa kedokteran Universitas Batam sebagai petugas adminstrasi.

“Bila selama ini vaksinator juga diberi beban untuk menginput data, kali ini kami hadirkan para mahasiswa untuk membantu proses administrasi,” kata Leo.

Untuk proses pendaftarannya sendiri dikatakan Leo, cukup membawa fotokopi kartu identitas dan alat tulis untuk mengisi formulir pendaftaran.

Turut hadir dalam peninjauan, Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Marlin Agustina; Walikota Batam dan Kepala BP Batam, Muhammad Rudi; Kepala Kepolisian Resor Kota Barelang, Kombes Pol Yos Guntur; dan Komandan Distrik Militer (Dandim) 0316/Batam, Letnan Kolonel (Letkol) Kav Sigit Dharma Wiryawan.(*)