Sabtu, 23 Mei 2026
Beranda blog Halaman 9643

Vaksin Mandiri Gotong Royong Harus Gratis

0

batampos.co.id – Vaksin gotong royong yang dilakukan mandiri oleh perusahaan kepada karyawan dan keluarganya akan diberikan secara gratis, dan menjadi tanggung jawab perusahaan tersebut.

Hal itu disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin.

’’Yang penting, prinsipnya harus gratis diberikan. Yang namanya vaksin gotong royong sumbernya adalah perusahaan, mereka yang mencarikan vaksin, dan harus gratis untuk seluruh karyawan dan keluarganya,’’ kata Menkes Budi dalam jumpa pers daring, Minggu (28/2), seperti dikutip dari Antara.

Vaksin gotong royong sendiri telah diatur dalam Pasal 7 ayat (4) Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 Tahun 2021 tentang Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.

Jenis Vaksin Covid-19 untuk pelaksanaan vaksinasi gotong royong juga harus berbeda dengan jenis vaksin Covid-19 yang digunakan untuk vaksinasi program pemerintah, agar tidak mengganggu jalur distribusi vaksin nasional.

Selanjutnya, jenis vaksin Covid-19 yang nantinya digunakan untuk vaksinasi Covid-19 harus telah mendapat persetujuan penggunaan pada masa darurat (emergency use authorization), atau penerbitan nomor izin edar (NIE) dari BPOM sesuai peraturan perundang-perundangan.

Ilustrasi. Kemasan vaksin COVID-19 diperlihatkan di Command Center dan Sistem Manajemen Distribusi Vaksin (SMDV) PT Bio Farma di Bandung, Jawa Barat, Kamis (7/1/2021). (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Sebelumnya, Menkes juga telah menetapkan jenis vaksin Covid-19 melalui Kepmenkes HK.01.07/MENKES/12758/2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin untuk Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19.

Kini, terdapat empat jenis vaksin Covid-19 yang sudah tiba di Indonesia yaitu Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, dan Novavac.

’’Mereknya tidak boleh sama supaya tidak terjadi saingan rebutan suplai. Jadi dipastikan suplainya adalah tambahan dari sumber-sumber produsen vaksin di seluruh dunia di luar empat yang pemerintah sudah dapat,’’ kata Menteri Budi.

Ia berharap, vaksin gotong royong akan mempercepat proses vaksinasi dan memperpendek target penyelesaian vaksinasi untuk lebih dari 181 juta penduduk Indonesia yang semula ditetapkan 15 bulan menjadi 12 bulan.

Lebih lanjut, Menkes mengatakan bahwa kolaborasi dan inovasi dari pihak pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat bisa mendorong percepatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Salah satu inovasi tersebut adalah vaksinasi Covid-19 drive thru di Nusa Dua, Bali.

’’Semakin banyak yang berpartisipasi, besar kemungkinannya untuk kita mencapai herd immunity. Modal sosial di Indonesia besar sekali. Kali ini, perang melawan pandemi, bisa kita hadapi bersama,’’ pungkasnya.(jpg)

Laboratorium Uji Berakreditasi KAN, Andalan ATB Produksi Air Berkualitas

0

batampos.co.id – Komitmen PT Adhya Tirta Batam (ATB) untuk menjaga kualitas air bersih sudah tak diragukan. Komitmen ini ditunjukan ATB dengan adanya laboratorium pengujian yang telah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN).

“Akreditasi tersebut merupakan pengakuan dan jaminan dari KAN bahwa Laboratorium Pengujian ATB telah sesuai dengan standar yang dibutuhkan,” ujar Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus.

Laboratorium pengujian milik ATB merupakan yang terlengkap di Batam, sehingga kemampuannya untuk melakukan uji coba untuk memastikan kualitas air bersih yang sampai kepada pelanggan benar-benar sudah sesuai ketentuan, tidak lagi diragukan.

Biasanya laboratorium ini melakukan pengujian terhadap 160 sampel air setiap harinya. Sampel air tersebut diambil dari IPA, jaringan distribusi, air baku, sampel acak dari setiap 5.000 pelanggan, serta tangki penyimpanan air. Komite Akreditasi Nasional (KAN) juga telah mengakreditasi Laboratorium Pengujian milik ATB.

ATB telah melakukan lebih dari standar yang disyaratkan pemerintah melalui Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes RI) Nomor 492 tahun 2010. Sehingga, dapat dipastikan kualitas air ATB terjaga.

ATB berkomitmen menjaga kualitas air bersih yang sampai kepada pelanggan. ATB melakukan pengujian terhadap 160 sampel air setiap harinya. Foto: ATB untuk batampos.co.id

“Kami melakukan pengujian terhadap ratusan sample setiap hari dengan sangat detail dan mendalam. Jadi, bukan sebulan sekali. Totalnya, ATB melakukan lebih dari 4.800 kali pengujian setiap bulannya,” ungkap Maria.

Selain memiliki laboratorium yang terakreditasi, komitmen ATB juga ditunjukan dengan menjaga seluruh aspek produksi air besih secara konsisten dan persisten. Mulai dari perawatan dan pemeliharaan seluruh peralatan serta instrumen secara berkala, hingga melakukan ratusan pengujian terhadap sampel air setiap harinya.

ATB tidak pernah lalai melakukan perawatan terhadap seluruh instrumentasi produksi air bersih di masing-masing Intalasi Pengolahan Air (IPA) yang dikelola. Termasuk pemeliharaan tanki air yang selalu dilakukan secara berkala.

Dengan demikian, pernyataan di salah satu media online di Kota Batam pada Selasa (23/2/2021) silam, yang menyebutkan bahwa ATB tidak melakukan perawatan dan pembersihan tangki di IPA hanyalah asumsi tak berdasar.

Apalagi pernyataan tersebut dikeluarkan tanpa bukti dan data yang bisa dipertanggungjawabkan.

“ATB menjaga semua elemen untuk memastikan kualitas air yang sampai kepada pelanggan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kami tidak pernah lalai untuk memastikan hal tersebut,” ungkapnya.

Dia juga mengungkapkan, pemeliharaan di IPA juga harus dilakukan dengan prosedur yang sangat ketat. Dimana petugas harus memastikan, kualitas air bersih yang sampai kepada pelanggan tidak merosot selama proses pemeliharaan dilakukan.

Cukup disayangkan bila ternyata banyak pelanggan air bersih di Batam mengeluhkan tentang kualitas air bersih yang buruk belakangan ini. Karena ATB sendiri telah berupaya menjaga agar pelanggan tetap mendapat air bersih dengan kualitas terbaik selama 25 tahun.

Pihaknya masih terus mendapat pesan dari pelanggan terkait kualitas air yang tidak memadai. Baik melalui chat di sosial media, email perusahaan, maupun telepon langsung ke perusahaan. ATB berupaya mengarahkan pelanggan yang mengeluh untuk melaporkan langsung kepada  pengelola SPAM Batam.

“Selama kami beroperasi, tidak boleh ada air kotor yang mengalir ke pelanggan. Itu sama saja dengan mengkhianati kepercayaan pelanggan kepada ATB. Karena itu, ATB memantau ketat seluruh proses pemeliharaan yang dilakukan di masing-masing IPA,” tegasnya.

Dengan semua upaya tersebut, tak heran bila dua lembaga survey terkemuka, Nielsen Media Survey dan Kantar TNS mencatat, kualitas air bersih menjadi kekuatan utama perseroan.

“Pengakuan tersebut dikeluarkan setelah dua lembaga tersebut melakukan survey terhadap penduduk Batam. Jadi pengakuan itu datang dari masyarakat Batam,” imbuhnya.(*)

Ketua PWI Kepri: Politik di Kepri Sangat Santun

0

batampos.co.id – Ketua Persatuan Wartawan Indoensia (PWI) Provinsi Kepri, Candra Ibrahim, mengatakan politik di Provinsi Kepri sangat santun.

Bahkan kata dia, di Provinsi Kepri sangat jarang sekali di Provinsi Kepri terdengar adanya kisruh terkait perpolitikan.

“Saya dari dulu sangat senang politik dan tidak tahu kenapa,” ujarnya saat berbincang-bincang dengan Johannes Tarigan di Channel Youtube Joeragan Podcast, Senin (1/3/2021).

Ia menjelaskan, kesenangan terhadap politik sudah tumbuh sejak menjadi wartawan muda saat masih menetap di Pekan Baru, Provinsi Riau.

Kala itu lanjutnya, dirinya selalu memperbaharui pengetahuan politiknya mulai dari lokal, nasional hingga internasional.

Ketua PWI Kepri, Candra Ibrahim saat berbincang-bincang di Channel Yotube Joeragan Podcast

“Semua masalah politik lokal kala itu saya ikutin semua,” tuturnya.

Ditanyai mengenai pandangannya terkait politik di Provinsi Kepri, Candara menjawab dengan tegas.

“Politik di Kepri sangat santun,” tuturnya.

Menurutnya masyarakat di Provinsi Kepri masih memegang teguh prinsip kebudayaan melayu.

Budaya melayu itu lanjutnya adalah budaya yang penuh cinta kepada tuhan, sesama manusia.

“Dan hubungan sesama manusia bisa dilihat dalam berpolitiknya. Jadi, tidak ada yang namanya di bumi melayu ini menyerang orang dan saya ademnya di situ,” tutur Direktur batampos.co.id itu.

Ingin tahu apa saja yang dibicarakan Ketua PWI Kepri yang juga tokoh muda di Provinsi Kepri, Candra Ibrahim, klik link berikut ini Joeragan Podcast.(*/esa)

Ketua PWI Kepri Bercerita Pengalaman ke Korea Bareng Gubernur Ansar Ahmad

0

batampos.co.id – Ketua Persatuan Wartawan Indoensia (PWI) Provinsi Kepri, Candra Ibrahim, memiliki pengalaman unik saat makan dan jalan bareng dengan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad saat di Korea Selatan.

Hal itu diungkapkannya saat berbincang dengan Johannes Tarigan di channel Youtube Joerangan Podcast.

Pada kesempatan tersebut Joe saapaan akrab Johanes menanyakan kedekatan Candra dengan Ansar Ahmad yang sudah terjalin sejak lama.

“Saya kenal pak Ansar kalau tidak salah saat beliau masih menjabat sebagai Kabag Ekonomi di Pemda atau Pemkab Bintan. Setelah itu beliau menjadi wakil bupati Bintan dan saat itu bupatinya pak Huzrin,” ujarnya, Senin (1/3/2021).

Ia menjelaskan, saat itu dirinya masih menetap di Pekan Baru, Provinsi Riau dan kerap tuun ke Kepri untuk melakukan peliputan.

Menurutnya, Ansar Ahmad juga dikenalanya sebagai sosok yang aktif berorganisasi kepemudaan. Kemudian tidak lama Anshar menjabat sebagai Bupati.

Ketua PWI Kepri, Candra Ibrahim saat berbincang-bincang di Channel Yotube Joeragan Podcast

“Awalnya Kabupaten Kepri menjadi Kabupaten Bintan selama 2 periode, kemudain beliau terpilih menjadi anggota DPR RI di Senayan. Jadi saya cukup dekat, cukup kenal, tapi hubungan antara narasumber dengan media,” tuturnya.

Bahkan kata dia, secara pribadi, Candra mengaku pernah jalan bareng dengan Anshar Ahmad ke Korea Selatan. Saat hendak mencari makan, Ansar lanjut terlihat tidak begitu selera dengan makanan Korea.

“Beliau selerannya setahu saya, kalau tidak salah tradisional food. Jadi makanan-makanan tradisional dan waktu itu saya lihat (di Korea), beliau makannya sedikit sekali karena makanannya makanan korea. Jadi saya ambil kesimpulan beliau kurang suka (dengan makakan Korea,red),” jelasnya.

Selain membincangkan kedekatannya dengan Ansar Achmad, Direktur batampos.co.id itu memamaparkan kegeramarannya.

Yaitu traveling dan kulineran. Bahkan Candra mengaku pernah menikmati steak langsung di tempat asalnya di Austin, Texas, Amerika Serikat.

Ingin tahu lebih lengkap pengalaman dan apa saja yang diperbincangan oleh Candra Ibrahim yang merupakan Tokoh Muda di Provinsi Kepri ini, klik linknya di sini Joeragan Podcast.(*)

Polairud Perketat Pengawasan Kapal yang Keluar-Masuk Batam

0

batampos.co.id – Mencegah penyelundupan barang terlarang dan barang ilegal masuk dan keluar Kota Batam, Polairud Polda Kepri meningkatkan patroli gabungan dengan pemangku kebijakan terkait.

Termasuk ke beberapa pelabuhan rakyat dan pelabuhan tikus yang tersebar di berbagai lokasi di Batam.

”Kita terus meningkatkan patroli di seluruh perairan Kepri, terutama di Batam bersama stakeholder terkait, di antaranya TNI AL, Bakamla, KSOP dan Bea Cukai,” kata Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Kepri, AKBP Nurochman Nulhakim, Sabtu (27/2/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Disampaikan Nurochman, patroli itu dilakukan di titik pulau yang menjadi pintu masuknya barang-barang ilegal atau penyeludupan dari luar negeri, di antranya adalah pelabuhan tikus atau pelabuhan rakyat.

Seluruh kapal yang datang akan diperiksa dengan ketat, baik itu yang masuk di pelabuhan resmi maupun di pelabuhan rakyat, sebab sekarang banyak modus yang dilakukan pelaku untuk melancarkan aksinya.

Polairud Polda Kepri menangkap penyelundup benur di perairan Berakit, Lingga, beberapa waktu lalu. Saat ini, Polairud memperketat pengawasan di beberapa titik yang dinilai rawan penyelundupan barang ilegal. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

”Kita akan berkoordinasi dengan KSOP untuk menempatkan personelnya di pelabuhan-pelabuhan rakyat itu, karena saat ini pelabuhan rakyat itu salah satu pintu masuk dan keluarnya barang penyeludupan,” jelasnya.

Menurutnya, yang paling rawan dijadikan tempat penyeludupan oleh para pelaku adalah pulau-pulau yang berada di OPL, salah satunya adalah pulau Putri, Nongsa.

Namun, sekarang ini karena pemeriksaan diperketat, diperkirakan untuk sementara penyeludupan barang dari Malaysia dan Singapura tidak lagi melalui Batam, namun langsung ke Tembilahan, Provinsi Riau, dan melalui jalur laut Karimun.

Penyeludupan yang paling banyak, selain narkoba adalah rokok ilegal, minuman beralkohol (mikol) dan juga balpres.

Hal itu dikarenakan perbedaan harga yang sangat jauh antara di luar negeri dengan di Indonesia.

”Kalau untuk penyeludupan elektronik bekas dari Batam banyak dengan tujuan pelabuhan Buton, Riau, yakni modusnya menitipkan kepada penumpang kapal. Jadi ke depannya, semua kapal-kapal penumpang juga akan diperiksa dengan ketat,” ungkapnya.

Ditambahkannya, secara umum modus yang dilakukan dalam penyeludupan oleh para pelaku banyak dengan cara mengunakan kapal-kapal perahu nelayan dan perahu yang didesain khusus dan
berkecepatan tinggi.

”Dalam razia yang kita lakukan, kalau kapal-kapal besar dan kapal ikan resmi itu jarang membawa barang selundupan, karena mungkin disebabkan kapal itu kecepatannya rendah dan gampang sekali untuk diperiksa petugas,” imbuhnya.(jpg)

Di Batam Harga Cabai Masih Mahal

0

batampso.co.id- Memasu ki awal bulan Maret, harga ca bai di pasaran Batam masih tinggi.

Bahkan, harga cabai rawit merah dan hijau, selalu berada di kisaran Rp 100 ribu per kilogram (kg). Tingginya harga cabai sudah terjadi sejak akhir tahun 2020 lalu.

Di Pasar Tos 3000 Jodoh, harga cabai rawit merah atau cabai setan, terpantau Rp 95-100 ribu per kg.

Sedangkan ca bai rawit hijau Rp 60-65 ribu per kg, cabai merah keriting Rp 40 ribu per kg.

”Harga cabai sebenarnya sudah agak turun, tapi masih tinggi. Cabai setan masih Rp 95 ribu per kg,” ujar Adis, pedagang di
pasar tersebut, Minggu (28/2/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Tingginya harga cabai, membuat pedagang tak berani menjual cabai dalam jumlah banyak. Sebab, daya beli masyarakat juga turun dikarenakan cabai yang tinggi.

”Saya kurang tahu persis penyebab tingginya. Kalau yang beli pasti berkurang. Biasanya beli per kg, sekarang rata-rata belinya per seperempat kg, bahkan ada yang per ons,” imbuh Adis.

lustrasi. Seorang warga tengah memilih cabai di pasar Botania 2,beberapa waktu lalu. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Sedangkan harga bawang merah Jawa Rp 25 ribu per kg, bawang birma Rp 18 ribu per kg, bawang putih Rp 20-23 ribu per kg, bawang bombay Rp 18 ribu per kg, tomat Rp 11-12 ribu per kg.

”Wortel juga lagi tinggi sekarang, kalau wortel lokal Rp14 ribu per kg, wortel impor Rp 17 ribu per kg,” ujar Adis

Begitu juga dengan harga cabai di Pasar Botania 1, Batam Center. Bahkan, harganya terpantau lebih tinggi dibanding di Pasar Jodoh.

Misalnya, untuk cabai setan dijual hingga Rp 110 ribu per kg, cabai rawit hijau Rp 80 ribu per kg, cabai merah keriting Rp 50
ribu dan cabai keriting hijau Rp 45 ribu per kg.

”Cabai masih tinggi, belum turun-turun. Cabai rawit yang harganya agak turun dibanding minggu lalu,” ujar Raja, pedagang di Pasar tersebut.

Icha, warga Nongsa yang berbelanja di Pasar Botania 1 mengaku, mahalnya harga cabai memang mengurangi niatnya untuk membeli dalam jumlah banyak.

”Sekarang paling banyak beli seperempat kilogram, kadang malah per ons,” ujarnya.

Wanita berhijab itu juga mengaku heran lantaran harga cabai tak kunjung turun, padahal sudah lama naik.

”Biasanya kan mahal satu atau dua minggu, ini sampai dua bulan lebih,” keluhnya.

Sementara, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau belum bisa dikonfirmasi terkait masih tingginya harga cabai di Batam.(jpg)

Waduk Seiharapan Mulai Dikeruk

0

batampos.co.id – Pengerukan Waduk Seiharapan, Sekupang, sudah dimulai beberapa waktu lalu. Seperti yang sudah pernah diberitakan, waduk ini terancam krisis air, karena pendangkalan yang berlangsung sejak lama.

”Pengerukan Waduk Seiharapan dengan dredger sudah dimulai. Tujuannya yakni agar daya tampungnya kembali seperti semula, setelah lama mengalami sedimentasi,” kata Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Dendi Gustinandar, Minggu (28/2/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Waduk ini merupakan waduk pertama yang dibangun di Kota Batam dan mulai beroperasi pada 1979.

Luas permukaannya mencapai 87,64 hektare. Dengan luas genangan mencapai 75 hektare.

Waduk Seiharapan diketahui memiliki volume tampung hingga 3.637.000 meter kubik dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan air baku di wilayah Sekupang, Marina, dan sebagian Tiban.

Pantauan Batam Pos, kapal dengan mesin dredger terlihat hilir mudik di waduk pertama Batam tersebut.

Peninjauan area tangkapan air Waduk Sei Harapan. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

”Pekerjaan normalisasi waduk tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV, Kementerian PUPR yang akan dilaksanakan secara bertahap untuk meningkatkan tampungan waduk tersebut,”
tuturnya.

Kegiatan itu ditargetkan dapat mengeruk 1 juta meter kubik tanah yang terendam di Waduk Seiharapan.

Dana yang dibutuhkan untuk melakukan pengerukan berasal dari dana Dam Operational Improvement and Safety Project (DOISP) yang dikelola oleh Kementerian PUPR.

Selain itu, banyaknya pembakaran hutan di sekitar waduk tersebut merusak daerah tangkapan air (DTA). Karena, DTA yang terlanjur rusak, maka tidak ada pohon yang dapat menampung air hujan untuk dialirkan ke dalam waduk.

Ditambah lagi, kemarau tahun lalu, dimana curah hujan yang
turun sangat sedikit sekali. Air surut di waduk tersebut sudah bisa membuat bagian tanah yang seharusnya berada di bawah air terlihat dan semakin luas.

Genangan air hanya terlihat berada di bagian tengah waduk. Hal tersebut menandakan ketersediaan air baku yang ada semakin tipis.

Surutnya air baku di dalam waduk, dipengaruhi oleh beberapa faktor yang signifikan, diantaranya sedimentasi (pendangkalan) mencapai 1 juta meter kubik per 2017.(jpg)

Kebakaran Gudang di Kawasan Industri Hijrah

0

batampos.co.id – Si jago merah kembali beraksi. Kali ini, menghanguskan ratusan unit sepeda yang ada di gudang milik PT Barokah Utama Batam di kawasan Hijrah Industrial Estate,
Batam Kota, Minggu (28/2/2021).

Kebakaran terjadi mulai pukul 10.50-14.00 WIB. Ada sembilan mobil pemadam kebakaran ditambah water cannon milik Polda Kepri yang dikerahkan untuk memadamkan api.

Petugas secara cepat menghentikan sebaran api, sehingga kebakaran hanya melanda gudang di PT Barokah Utama Batam.

Dari informasi yang dikumpulkan Batam Pos di lapangan, kebakaran terlihat pukul 10.50 WIB. Pekerja bangunan di sebelah gudang sepeda itu, melaporkan adanya asap tebal.

Selang tak berapa lama, terdengar ledakan dari dalam gudang tersebut, dan api pun terlihat menjalar.

Kebakaran gudang milik PT Barokah Utama Batam di kawasan Hijrah Industrial Estate, Batam Kota, Minggu (28/2/2021). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

Kapolsek Batamkota, AKP Restia Octane Guci, membenarkan kronologis kejadian ini.

”Salah seorang yang sedang bekerja di bangunan sebelah
gudang ini melaporkan kejadian ini,” kata Guci, Minggu (28/2/2021), seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Ia mengatakan, saat itu di dalam gudang tidak ada satu orang pun. Karena, di Hari Minggu gudang tersebut tidak ada aktivitas.

”Libur mereka,” ucap Guci.

Guci mengatakan, pihaknya masih mencari tahu penyebab kebakaran. Saat ditanyakan apakah ada kemungkinan korsleting listrik, Guci menyebut bahwa berdasarkan penuturan karyawan PT Barokah Utama Batam, saat itu aliran listrik dan air dimatikan.

”Masih kami dalami lagi, dan meminta keterangan dari para saksi,” ujarnya.

Guci mengatakan, hanya satu gudang saja yang terbakar, dan tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini. Namun, kerugian ditaksir mencapai Rp 6 miliar.

”Api udah berhasil dipadamkan, tapi petugas pemadam kebakaran dan dari kepolisian masih tetap berjaga di gudang,” ungkapnya.

Saat kebakaran terjadi, beberapa karyawan PT Barokah Utama Batam mencoba mengevakuasi barang-barang yang bisa diselamatkan, salah satunya spare part sepeda.

Namun, tidak banyak yang dapat diselamatkan dari kebakaran ini.

Selain dari Polsek Batamkota, Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Kepri pun ikut turun meminta keterangan beberapa orang saksi.
Penyidik yang turun mengaku masih mencari informasi mengenai penyebab terjadinya kebakaran ini.(jpg)

Panas, Waspada Dehidrasi dan Terserang ISPA

0

batampos.co.id – Suhu udara di Batam tercatat mencapai 32 derajat Celcius dalam beberapa hari ini. Penyebabnya, akibat kurangnya tutupan awan dan kelembaban yang rendah.

Berdasarkan catatan klimatologi Stasiun Meteorologi (Stamet) Hang Nadim, kondisi ini akan berlangsung hingga pertengahan Maret.

”Dari catatan 30 tahun ini, di bulan Februari itu paling kering. Cuaca panas, serta intensitas hujan kurang,” kata Forecaster Stamet Hang Nadim, Ibnu Susilo, Minggu (28/2/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Ia mengatakan, cuaca seperti ini sudah lumrah dan terjadi setiap Februari. Ibnu mengatakan, di pertengahan Maret, kelembaban akan mulai meningkat.

Sehingga, potensi hujan juga ikut meninggi.

”Saya harap, masyarakat tidak bakar sampah atau lahan secara sembarangan. Karena dapat meningkatkan potensi kebakaran hutan atau lahan,” tuturnya.

Ilustrasi. Para pekerja menggunakan payung saat keluar dari tempat kerja mereka. Saat ini suhu udara di Kota Batam mencapai 32 derajat celcius. Foto: batampos.co.id/Yusuf

Terkait cuaca panas ini, Kepala UPT Puskesmas Tiban Baru, drg Anna Hashina, mengatakan, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) meningkat sebanyak 20 persen.

Faktor banyaknya debu yang beterbangan juga turut menyumbang angka kasus tersebut.

Itu karena cuaca panas akan meningkatkan metabolisme
tubuh dan akan menimbulkan banyak keringat.

Di saat berkeringat, apabila kurang minum air putih, maka cairan tubuh akan berkurang dan dapat menimbulkan dehidrasi.

”Dehidrasi ataupun kekurangan cairan tidak bisa dianggap hal yang sepele. Karena dapat menimbulkan iritasi pada kulit, sakit kepala, gangguan penglihatan, hingga hilang kesadaran (pingsan) bahkan kematian,” ucapnya.

Oleh sebab itu, kata Anna, penting untuk meningkatkan kesehatan, dan menjaga tubuh terhindar dari dehidrasi.

Salah satu cara menghindari dehidrasi adalah minum air yang
cukup, sekitar 6 hingga 8 gelas sehari.

”Ada beberapa tip yang harus dilakukan masyarakat saat cuaca seperti ini, minum air putih yang cukup, batasi minuman berkafein yang bersifat diuretik (memicu hilangnya cairan tubuh), konsumsi buah-buahan yang mengandung kadar air tinggi, gunakan krim pelembab apabila berada di luar ruangan, kurangi aktivitas di luar ruangan, kenakan pakaian berbahan katun, dan
gunakan payung atau topi,” ungkapnya.

Anna mengatakan, agar masyarakat terhindar dari penyakit, harus istirahat yang cukup, melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat dengan rajin mencuci tangan pakai sabun di air yang mengalir.

”Makan makanan yang bergizi, tidak merokok, dan selalu berpikiran positif. Satu hal yang penting lagi, terapkan protokol kesehatan, gunakan masker, jaga jarak dan selalu mencuci tangan,” ucapnya.(jpg)

Warga Terus Keluhkan Pelayanan SPAM Batam

0

batampos.co.id – Sejumlah masyarakat Batam kecewa dengan pelayanan air bersih dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam yang dikelola BP Batam dan dioperasionalkan PT Moya Indonesia.

Banyak keluhan seperti kualitas air yang keruh, mati air selama berjam-jam, tagihan yang melonjak, hingga air yang berwarna hitam.

Warga Tiban, Jumpri, mengatakan, dirinya dan beberapa tetangganya mengaku kurang puas dengan pelayanan dari operator saat ini. Ia mengeluhkan kualitas air yang semakin menurun.

”Airnya berwarna kuning dan membuat bak jadi kotor. Dulu, saya cuci bak sekali seminggu, sekarang jadinya satu kali dalam satu hari. Air yang di dalam bak harus dibuang, sehingga boros jadinya,” katanya, Minggu (28/2/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Sementara itu, warga Perumahan Tiban Airis Permai, Wawan, juga mengaku gelisah karena air mati bisa berjam-jam di rumahnya yang berlokasi di daerah sulit air atau biasa dikenal sebagai stressed area.

”Pas awal-awal kemarin, airnya hidup 24 jam. Lalu airnya mati dari magrib hingga pukul 21.00 WIB. Dan sekarang, di siang hari pun mati berjam-jam,” ungkapnya.

Sejumlah warga Kota Batam mengantre untuk pelayanan du kantor pusat SPAM Batam. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Ia sempat menghubungi petugas Moya Indonesia.

”Kata petugasnya, kalau malam itu beban puncaknya sehingga air mati. Setelah itu pun, tidak ada perubahan sama sekali. Bahkan di hari Minggu siang pun malah mati juga,” paparnya.

Sedangkan, sebagian warga yang tinggal di Kelurahan Seilekop dan Seipelunggut, Sagulung, mengeluhkan aliran air tak lancar ke tempat tinggal mereka.

Hal itu disampaikan warga dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi I DPRD Batam, Jumat (26/2/2021).

Ketua RW 13 Kelurahan Seilekop, Sukirno, mengatakan, air yang mengalir tidak pernah lancar ke rumah warga. Rata-rata, air baru mengalir saat malam hari.

Bahkan, untuk menunggu air mengalir lancar, warga harus menunggu hingga pukul 01.00 dini hari.

”Saya meminta tolong hal ini diperjuangkan. Karena beberapa warga ada yang akhirnya tidak bisa mandi ketika pulang kerja,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Corporate ommunication Manager Moya Indonesia, Astriena Veracia, mengatakan, pihaknya akan berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Mengenai air berwarna keruh hingga hitam, Vera mengaku, tim Moya masih menginvestigasinya.

Sedangkan untuk suplai air ke daerah sulit air, masih diupayakan. Saat ini, SPAM Batam mengklaim sudah menaikkan produksi airnya menjadi 3.310 liter per detik (lps).

”Mulai tanggal 7 Februari kemarin kita sudah naikkan produksi air kita ke angka 3.310 liter per detik dari 3.269 liter per detik. Ada kenaikan sekitar 41 liter per detik, pelan-pelan terus kita tingkatkan,” ujarnya.

Peningkatan ini diyakini akan berpengaruh kepada penduduk
Batam, yang tinggal di permukiman-permukiman tinggi yang selama ini selalu bermasalah dengan aliran air bersih.

”Warga yang sebelumnya tidak menerima air, sekarang sudah mulai mendapatkan air. Dari pelanggan yang semula hanya beberapa jam menerima air, sekarang sudah ada kenaikan,” paparnya.

Strategi lain yang dilakukan Moya, yakni dengan melakukan pemerataan aliran dan tekanan.

”Area yang semula bertekanan tinggi, air mencapai lantai 2 dan 3, sekarang dikurangi sampai di lantai 1 dan area yang bertekanan rendah dinaikkan,” paparnya.

Langkah ini diambil agar masyarakat di stressed area dapat menikmati air bersih dengan baik.

”Jadi, jika ada pelanggan yang mengeluhkan air sekarang tidak sampai lantai 3, itu karena kami melakukan pemerataan agar area yang tekanan rendah dapat dinaikkan, dengan diimbangi peningkatan produksi,” jelasnya.

Kenaikan tekanan air ini, lanjut Vera, ditandai dengan adanya peningkatan kebocoran di beberapa titik.

”Tapi sudah langsung bisa kita atasi, karena hal-hal tersebut sudah diperkirakan sebelumnya, sehingga dengan cepat dapat diatasi,” tutup Vera.(jpg)