Rabu, 8 April 2026
Beranda blog Halaman 9719

Kota Batam Dapat Dana Hibah Pariwisata

0

batampos.co.id – Kota Batam mendapatkan dana hibah pariwisata dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Alhamdulillah kita berucap syukur, Batam mendapat Dana Hibah Pariwisata ini,” kata Sekda Kota Batam, Jefridin,

Jefridin menghadiri rapat koordinasi dan review rencana kerja dana hibah pariwisata Tahun 2020 di Jakarta pada Senin (19/10/2020) hingga Rabu (21/10/2020).

Untuk diketahui, tindaklanjut Peraturan Menteri Keuangan Nomor 46/PMK.07/2020 tentang pengelolaan hibah dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah dalam rangka penanganan pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan dampak akibat pandemi tersebut.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendapatkan Program Hibah Pariwisata dalam rangka pemulihan ekonomi nasional tahun 2020 yang merupakan program untuk memberikan stimulus kepada pelaku industri hotel dan restoran dan pemerintah daerah yang telah menggerakkan pariwisata di daerahnya masing-masing.

Sekda Kota Batam, Jefridin, bersama rombongan saat menghadiri rapat koordinasi dan review rencana kerja dana hibah pariwisata Tahun 2020 di Jakarta pada Senin (19/10/2020) hingga Rabu (21/10/2020). Foto: Media Center Pemko Batam untuk batampos.co.id

“Sesuai dengan tujuannya, bantuan ini dalam rangka membantu kita di Pemerintah Daerah serta industri hotel dan restoran yang saat ini sedang mengalami gangguan finansial serta recovery penurunan PAD bagi Pemerintah Daerah akibat pandemi Covid-19,” ucap Jefridin.

Adapun sasaran dengan adanya hibah ini yakni pemerintah daerah yang terdampak perekonomiannya terutama
di sektor pariwisata.

Khususnya Industri Hotel dan Restoran dapat menggerakkan kembali kegiatan pariwisata. Dengan outcome,pertama untuk memperkuat perekonomian domestik tahun 2020, melindungi mata pencaharian pekerja, serta dukungan fiskal sektor pariwisata.

“Semoga pandemi ini segera berlalu, masyarakat beraktivitas seperti biasa kembali dan ekonomi kita kembali bergairah,” harap dia.

Untuk itu, ia meminta masyarakt untuk andil menerapkan protokol kesehatan sembari menunggu vaksin yang kini tengah dipersiapkan untuk mengatasi pandemi ini.(*/esa)

KPPAD Anambas Catat 30 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Sepanjang Tahun 2020

0

batampos.co.id – Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kabupaten Kepulauan Anambas mencatat kurang lebih 30 kasus masalah anak sepanjang tahun 2020. Dari jumlah kasus itu diantaranya ditemukan sebanyak 15 kasus pencabulan anak.

“Termasuk semua laporan korban kekerasan fisik, korban hak hidup karena perceraian, bully, serta pendisplinan di sekolah,” ucap Ketua KPPAD Kabupaten Kepulauan Anambas, Ronald Sianipar, saat dikonfirmasi Batampos Online, Rabu (21/10/2020).

Sementara itu, menanggapi jumlah kasus kekerasan anak maupun pencabulan anak dibawah umur tersebut dirinya berharap agar setiap elemen masyarakat berkerjasama untuk melakukan pengawasan terhadap anak di Kabupaten Kepulauan Anambas.

“Hal itu kiranya kedepan kasus kekerasan terhadap anak semakin bisa diminimalisir baik di tingkat desa maupun di tingkat kecamatan,” kata Ronald Sianipar.

Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah ( KPPAD) Kabupaten Kepulauan Anambas, Ronald Sianipar, saat diwawancarai batampos online, Rabu (21/10/2020). (Foto : Faidillah/batampos.co.id)

Lanjut dia lagi mengatakan pihaknya berharap kepada pemerintah daerah ini dapat memberikan dukungan penganggaran dengan maksimal sesuai dengan kebutuhan lembaga KPPAD.

Tambah dia lagi mengatakan upaya-upaya yang telah dilakukan oleh KKPAD di daerah ini lebih banyak melakukan penguatan lembaga melalui penyuluhan dengan bekerja sama dengan pihak desa dan kecamatan.

Seperti diketahui sebelumnya bahwa Kabupaten Anambas merupakan daerah kepulauan dan letak geografis daerah ini menjadi tantangan oleh pihaknya. Apalagi saat ini KPPAD belum memiliki call center.

Selama ini pihaknya hanya mendapatkan isu informasi kekerasan terhadap anak maupun pencabulan anak dari media maupun pihak masyarakat. (fai)

Vaksinasi Covid-19 Dimulai November, Kejar Target Kekebalan Komunitas

0

batampos.co.id – Rencana vaksinasi Covid-19 terus dimatangkan. Vaksinasi tahap pertama yang bakal dilakukan November tinggal menunggu emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Pemerintah kini berfokus menghitung kebutuhan vaksin untuk seluruh warga Indonesia.

Vaksinasi dilakukan untuk mengejar target herd immunity atau kekebalan komunitas. Herd immunity merupakan situasi ketika sebagian besar masyarakat terlindungi dari penyakit tertentu sehingga menimbulkan dampak tidak langsung (indirect effect). Yakni, turut terlindunginya kelompok masyarakat yang bukan sasaran vaksinasi. Kondisi itu hanya dapat tercapai jika cakupan vaksinasinya tinggi dan merata.

Untuk memperoleh kekebalan komunitas tersebut, vaksinasi Covid-19 harus dilakukan kepada setidaknya 70 persen dari total jumlah penduduk. Karena jumlah penduduk Indonesia sekitar 270 juta, yang harus divaksin setidaknya 180 juta orang.

Nah, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berusaha agar target tersebut bisa dicapai pada 2021. ’’Karena itu, kami sadar tidak cukup dari satu jenis vaksin saja,’’ ujar Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Achmad Yurianto.

Yuri, sapaannya, menyatakan bahwa komitmen produsen vaksin Covid-19 sudah mencukupi untuk vaksinasi tahap pertama. Sinopharm dan Sinovac, dua perusahaan penyedia vaksin, siap memenuhi kebutuhan vaksinasi tahap pertama untuk 9,1 juta orang. Jika vaksin tahap pertama habis, vaksinasi pada Januari 2021 akan menggunakan produk Bio Farma. Perusahaan farmasi pelat merah itu mendapat bahan vaksin Covid-19 dari Sinovac.

Yuri menyatakan, tidak ada skema khusus dalam vaksinasi Covid-19 tahap pertama. ’’Tenaga kesehatan ya akan disuntik di kantornya. Tidak perlu disiapkan hal yang khusus,’’ tuturnya. Petugas puskesmas pun bisa melakukan penyuntikan vaksin. Kemenkes kini juga membahas soal vaksinasi mandiri. ’’Tidak 100 persen vaksinasi ini ditanggung negara. Yang mampu dipersilakan melaksanakan secara mandiri,’’ ujar Yuri.

Terpisah, Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro menuturkan, untuk memenuhi kebutuhan vaksin Covid-19, pemerintah menjalankan skema double-track secara paralel. Pertama, kerja sama luar negeri untuk program jangka pendek. Kedua, pengembangan vaksin Merah Putih untuk jangka menengah dan panjang.

Bambang mengatakan, ada enam pihak yang tengah mengembangkan vaksin dengan berbagai platform dan berbasis virus yang bertransmisi di Indonesia. Yakni, Lembaga Eijkman dengan platform protein rekombinan; LIPI dengan platform protein rekombinan; Universitas Indonesia (UI) dengan platform DNA, RNA, dan virus-like particle; Institut Teknologi Bandung dengan platform adenovirus; Universitas Airlangga dengan adenovirus; serta Universitas Gadjah Mada dengan platform protein rekombinan. Seluruhnya diharapkan berhasil memenuhi syarat vaksin, yakni aman dan manjur.

Dari enam lembaga tersebut, diperkirakan vaksin dari Eijkman dan UI paling cepat rampung serta bisa diserahkan bibit vaksinnya. Sebab, saat ini sudah memasuki uji hewan. Karena itu, vaksin direncanakan mulai diproduksi pada semester akhir tahun depan.

Untuk memperlancar produksi, pemerintah akan menggandeng beberapa perusahaan swasta. Sebab, kebutuhan vaksin sangat besar. Apabila menggunakan perhitungan herd immunity saja, minimal 2/3 penduduk atau 180 juta orang harus mendapat vaksinasi. Pada tahap awal, satu orang akan disuntik vaksin minimal dua kali. Artinya, dibutuhkan sekitar 360 juta vaksin. ’’Kalau 270 juta orang Indonesia, bisa 540 juta vaksin,’’ katanya.

Karena itu, untuk bisa memproduksi 360 juta–540 juta vaksin, Bio Farma akan dibantu pihak-pihak lain. Beberapa di antaranya adalah Kalbe Farma, Tempo Scan, dan Biotis Prima Agrisindo. ’’Beberapa sudah melakukan investasi hingga mengajukan perizinan ke BPOM,’’ sambungnya.

Sementara itu, Corporate Secretary Bio Farma Bambang Heriyanto menyebut, kapasitas produksi perusahaannya mencapai 250 juta dosis. Jumlah itu telah meng-cover sebagian besar jumlah vaksin yang akan didatangkan dari Sinovac. ’’Komitmen sementara vaksin dari Sinovac 260 juta dosis. Nanti seluruhnya mulai kita produksi setelah dapat izin dari BPOM,” kata Bambang.(jpg)

Singapura Temukan Alat Tes Covid-19 Lewat Napas, Hasilnya Cukup 1 Menit

0

batampos.co.id – Peneliti Singapura menemukan sebuah metode baru untuk menguji pasien Covid-19 selain dengan metode real time PCR. Caranya cukup melalui napas. Sistem kerjanya, pasien bernapas ke dalam tabung dan hasilnya sudah bisa diketahui dalam waktu kurang dari satu menit.

Nama tes tersebut adalah diagnostik tipe-Breathalyser. Namun saat ini masih dalam tahap prototipe dan dikembangkan oleh Breathonix, perusahaan spin-off dari National University of Singapore (NUS).

Sejauh ini peneliti mengklaim telah mencapai tingkat akurasi lebih dari 90 persen selama uji klinis percontohan yang melibatkan 180 pasien di National Center for Infectious Diseases (NCID). Dan para peneliti akan terus menyempurnakan algoritma menggunakan data yang dikumpulkan dari fase berikutnya kepada 600 pasien selama beberapa bulan ke depan untuk memvalidasi teknologi itu.

Kepala Eksekutif Breathonix Dr Jia Zhunan, yakin bahwa tes napas bisa menjadi solusi dalam perjuangan Singapura melawan virus Korona. Keuntungannya, tes napas mudah dilakukan, dan tidak memerlukan staf yang terlatih khusus atau pemrosesan laboratorium yang biasanya diperlukan untuk tes polymerase chain reaction (PCR).

“Dan hasilnya real time. Menjadikan temuan ini solusi yang menarik untuk pemeriksaan masal, terutama di area dengan lalu lintas manusia yang tinggi,” tambah Dr Jia. Misalnya mencakup area seperti bandara dan asrama dan hasilnya lebih cepat.

Alat tes Covid-19 baru yang dikembangkan Singapura. Cara kerjanya seseorang mengembuskan napas dan ditampung dalam tabung (TIMOTHY DAVID/ST)

Tes Breathonix tidak seperti kit lain yang saat ini ada di pasaran karena tidak mendeteksi fragmen virus atau protein virus, yang terdeteksi oleh tes antigen cepat. Sebaliknya, tes ini mencatat perubahan kimiawi dalam napas pasien.

Setiap embusan napas mengandung partikel tak terlihat yang dikenal sebagai senyawa organik yang mudah menguap (VOC), yang dihasilkan oleh berbagai reaksi biokimia dalam sel manusia. Tetapi tanda VOC dari napas orang yang sehat berbeda dengan orang yang sakit. Tanda napas juga berbeda pada penyakit satu dan penyakit lainnya.

“Ini menghasilkan perubahan yang dapat dideteksi pada profil napas seseorang,” jelas Dr Jia. “Dengan demikian, VOC dapat diukur sebagai penanda penyakit seperti Covid-19,” imbuhnya

Saat ini, tes pernapasan sudah tersedia untuk mendiagnosis penyakit seperti asma dan infeksi Helicobacter pylori-penyakit lambung. Tes Breathonix bekerja yakni seseorang meniup ke corong sekali pakai yang terhubung ke penyampel napas presisi tinggi. Napas yang diembuskan dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam spektrometer untuk pengukuran. Perangkat lunak pembelajaran mesin menganalisis profil VOC dan diketahui hasilnya dalam waktu kurang dari satu menit.

“Corong sekali pakai yang digunakan sistem kami memiliki katup satu arah dan perangkap air liur, mencegah penghirupan dan air liur masuk ke mesin. Hal ini membuat kontaminasi silang tidak mungkin terjadi,” jelas Kepala Operasi Breathonix Du Fang,

Sementara itu, Direktur Klinis NCID Dr Shawn Vasoo, mengatakan kepada The Straits Times bahwa meski tes napas dapat berfungsi sebagai tes skrining, tapi tes PCR kemungkinan masih diperlukan untuk mendiagnosis Covid-19. Dia mengatakan bahwa meskipun tes napas menunjukkan hasil, masih butuh validasi lanjutan.

“Masih terlalu dini untuk membandingkan diagnosis VOC dengan PCR, yang merupakan ‘standar emas’ diagnostik saat ini, karena masih lebih banyak data yang dibutuhkan,” tutup Dr Shawn Vasoo.(jpg)

Tolak UU Cipta Kerja, Puluhan Ribu Buruh Bakal Kepung DPR

0

‎batampos.co.id – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan kembali turun ke jalan untuk menolak pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja. Presiden KSPI, Said Iqbal mengatakan, aksi unjuk rasa tersebut akan dipusatkan ke Gedung DPR. Aksi ini dilakukan saat DPR melakukan rapat paripurna pembukaan masa sidang anggota dewan.

“KSPI sudah memutuskan aksi besar-besaran secara nasional akan difokuskan dipusatkan di depan gedung DPR RI,” ujar Said Iqbal dalam konferensi persnya secara virtual di Jakarta, Rabu (21/10).

Said menyebut aksi unjuk rasa para buruh tersebut akan serempak dilakukan semua 20 provinsi. Sehingga dia menargetkan, puluhan ribu buruh akan turun ke jalan menolak Omnibus Law.

Said mengatakan, buruh yang turun ke jalan melakukan aksi unjuk rasa sasarannya juga sama yakni gedung-gedung DPRD di daerah.

“Secara daerah di 20 provinsi. Aksi itu akan diikuti puluhan ribu buruh,” katanya.

Said menegaskan, tujuan aksi unjuk rasa tersebut hanya satu, keiginannya yakni tolak pengesahan Omnibus Law Cipta Kerja. Said berjanji aksi unjuk rasa ini tidak akan menimbulkan kerusuhan.

“Terukur artinya organisasi KSPI, terarah fokus pada persoalan Omnibus Law UU Cipta Kerja yang kita tolak tidak ada kepentingan politik tidak ada rusuh, anarkis atau yang merusak fasilitas umum,” pungkasnya.(jpg)

Kini, di Batam Hanya Ada Dua Kecamatan yang Zona Hijau

0

batampos.co.id – Kasus Covid-19 di Kota Batam menjadi perhatian khusus Pemko Batam. Pasalnya dalam beberapa waktu terakhir, jumlah pasien Covid-19 terus bertambah.

Bahkan pada Selasa (20/10/2020) ada 78 warga Batam yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Tidak hanya itu Kecamatan Belakang Padang yang awalnya berstatus hijau, kini menjadi kuning.

Hal itu dikarenakan salah seorang warganya terkonfirmasi positif dan masih dalam perawatan di rumah sakit.

Dengan naiknya status Kecamatan Belakang Padang menjadi zoan kuning, kita hanya ada dua Kecamatan di Kota Batam yang berstatus zona hijau.

Yakni Kecamatan Bulang dan Galang. Sementara itu Kecamatan Batu Ampar masuk dalam zona merah muda. Dnegan jumlah pasien Covid-19 yang masih dalam perawatan 12 orang.

Situasi terkini Covid-19 di Kota Batam berdasarkan kecamatan.

Kemudian 8 kecamatan lainnya masuk dalam zona merah, yakni:

1. Batam Kota
2. Nongsa
3. Bengkong
4. Sei Beduk
5. Sagulung
6. Batu Aji
7. Sekupang
8. Lubuk Baja.

Ketua Bidang Kesehatan Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Didi Kusmarjadi, dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan, dari hasil penyelidikan epidemiologi yang terus dilakukan oleh Tim Surveilans Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam
terhadap seluruh cluster dapat disimpulkan sementara bahwa saat ternyata terlihat kembali adanya kenaikan jumlah kasus baru.

Hal itu sehubungan adanya penurunan tingkat kedisplinan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan diberbagai aktifitas sehari-hari.

Sehingga kata dia, hal ini nantinya memungkinkan terjadi pertumbuhan kembali kasus Covid-19 yang berkaitan dengan berbagai cluster tersebut ataupun kasus baru yang terjadi baik dari transmisi lokal maupun import.

“Kami ingatkan dan imbau kembali guna kemaslahatan bersama agar tetap mengikuti anjuran pemerintah,” jelasnya.

Seperti menjaga jarak, senantiasa mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, tetap di rumah saja dan jika terpaksa harus keluar rumah gunakan masker.

Serta selalu menjaga kesehatan dengan makan makanan seimbang dan berolahraga secara teratur dan istirahat yang cukup.(*/esa)

Menkes Terawan Sebut Angka Kesembuhan Covid-19 Indonesia Lebihi Rerata Dunia

0

batampos.co.id – Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengapresiasi penanganan pasien Covid-19 terutama dalam meningkatkan angka kesembuhan. Terawan menyebut angka kesembuhan Covid-19 di Indonesia sudah di atas rata-rata dunia.

Pernyataan itu disampaikannya saat menghadiri Webinar HUT Partai Golkar, Selasa (20/10). Menurut Terawan, angka kesembuhan Indonesia sudah mencapai 79,19 persen.

“Kalau kita melihat dibandingkan dunia, maka angka kesembuhan global, dibandingkan kesembuhan Indonesia, bahwa angka kesembuhan Indonesia sudah mencapai 79,19 persen,” katanya.

“Indonesia berada di peringkat 19 kasus terbanyak. Di Indonesia terdapat 365.240 kasus tersebar di 34 provinsi 501 kabupaten kota,” paparnya.

Terawan mengatakan angka kesembuhan Indonesia sudah di atas angka kesembuhan dunia. Sementara angka kematian, menurutnya kini sudah turun dibandingkan sebelumnya.

“Sekarang sudah 3,4 persen, sebelumnya 3,54 persen. Sedangkan dunia 2,8 persen. Namun, kita melihat kecenderungan menurun semakin baik. Artinya ada harapan yang sangat positif dari angka kesembuhan yang terus meningkat yang mencapai di atas 79 persen,” paparnya.

Terawan menjelaskan strategi yang harus dilakukan tetap pada deteksi pencegahan dan respons. Strategi-strategi ini sudah mengacu pada aturan yang diamanatkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Deteksi ini kami lihat mulai tindakan cegah tangkal penyakit di pintu masuk negara. Tentu kita masih ingat waktu peristiwa Wuhan, kita dengan sigap memindahkan warga negara kita dengan selamat, baik prosesnya yang begitu rumit bisa kita kerjakan dengan baik. Itu adalah kesiapan-kesiapan, siapkan RS rujukan dan sebagainya,” katanya.

Indonesia menurut Terawan terus mengikuti perkembangan yang diarahkan WHO. “Saya kira kita sudah menunjukkan hal sangat positif dengan terutama angka kesembuhan 70 persen lebih menurut saya sangat luar biasa. Dengan angka kematian terus turun, bayangkan dulu sampai 9,5 persen lebih sekarang sudah 3,45 persen dan terlihat tiap hari mengalami penurunan. Artinya kerja keras luar biasa dari semua komponen masyarakat terutama para dokter, perawat, di garda depan,” pungkasnya.(jpg)

Karyawan Swasta di Batam yang Terkonfirmasi Positif Covid-19 Tembus Seribu Orang

0

batampos.co.id – Hingga Selasa (20/10/2020) jumlah pasien Covid-19 mencapai 2.271 orang dan dari jumlah tersebut 1.027 di antaranya adalah karyawan swasta.

Dari 2.271 warga Batam yang terkonfirmasi positif Covid-19, 1.808 orang dinyatakan sembuh, 62 orang meninggal dunia dan 401 dalam perawatan.

Dilansir dari website lawancorona.batam.go.id diketahui karyawan swasta yang terkonfirmasi positif Covid-19 paling banyak terjadi pada minggu ketiga September.

Jumlahnya mencapai 460 orang. Mayoritas karyawan swasta yang terkonfirmasi positif Covid-19 berasal dari Kawasan Industri yang berada di Muka Kuning.

Ketua Bidang Kesehatan Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Didi Kusmarjadi, dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan, dari hasil penyelidikan epidemiologi yang terus dilakukan oleh Tim Surveilans Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam
terhadap seluruh cluster dapat disimpulkan sementara bahwa saat ternyata terlihat kembali adanya kenaikan jumlah kasus baru.

Jumlah pasien Covid-29 berdasarkan pekerjaan hingga Selasa (20/10/2020).

Hal itu sehubungan adanya penurunan tingkat kedisplinan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan diberbagai aktifitas sehari-hari.

Sehingga kata dia, hal ini nantinya memungkinkan terjadi pertumbuhan kembali kasus Covid-19 yang berkaitan dengan berbagai cluster tersebut ataupun kasus baru yang terjadi baik dari transmisi lokal maupun import.

“Kami ingatkan dan imbau kembali guna kemaslahatan bersama agar tetap mengikuti anjuran pemerintah,” jelasnya.

Seperti menjaga jarak, senantiasa mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, tetap di rumah saja dan jika terpaksa harus keluar rumah gunakan masker.

Serta selalu menjaga kesehatan dengan makan makanan seimbang dan berolahraga secara teratur dan istirahat yang cukup.(*/esa)

Tarif Batas Bawah dan Atas Tiket Pesawat Bakal Ikut Dihapus

0

batampos.co.id – Selain akan menghapus Passenger Service Charge (PSC), Kemenhub juga berencana menghapusan tarif batas atas (TBA) dan tarif batas bawah (TBB). Menurut Direktur Bandar Udara dan Telekomunikasi Informasi Komunikasi Suwarso, wacana tersebut masih dalam tahap pembahasan di Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

”Iya, memang ada pembahasan penghapusan TBA dan TBB,” ungkap Suwarso Suwarso, Selasa (20/10), sebagaimana dilansir Harian Batam Pos.

Menurut Suwarso lagi, kebijakan terkait TBA dan TBB masih dalam pembahasan di Kemenhub. Juga akan dibahas lebih lanjut dengan pelaku industri penerbangan melalui asosiasinya, Indonesia National Air Carriers Association (INACA). ”Sejauh ini, baru sebatas itu yang saya tahu. Aturannya masih dibahas,” imbuhnya.

Namun, berdasarkan ketentuan TBA dan TBB yang diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub), pihak maskapai tidak dapat menurunkan harga tiket agar menarik penumpang. ”Harus tetap sesuai aturan (Permenhub, red). Tak bisa turun. Tapi dengan aturan baru nanti, mudah-mudahan ada perubahan,” ujarnya.

Baca Juga: Airport Tax Bandara di Bandara Hang Nadmin Segera Dihapus

Rencana pengaturan TBA dan TBB sendiri tertuang dalam UU Omnibus Law, khususnya bagian dalam UU Cipta Kerja. Dimana dalam draf UU Cipta Kerja itu, terdapat perubahan pada pasal 130 yang berbunyi; ketentuan lebih lanjut mengenai tarif angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri kelas ekonomi dan angkutan udara perintis, serta sanksi administratif, termasuk prosedur dan tata cara pengenaan sanksi, diatur dengan Peraturan Pemerintah (PP).

Sebelumnya, pada Pasal 130 UU Nomor 1/2009 tentang Penerbangan, berbunyi; ketentuan lebih lanjut mengenai tarif angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri kelas ekonomi dan angkutan udara perintis serta sanksi administratif, termasuk prosedur dan tata cara pengenaan sanksi, diatur dengan Peraturan Menteri (Permen).

Sebelumnya, Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja, mengatakan, sejauh ini beberapa bagian dari UU Cipta Kerja di sektor penerbangan lebih adaptif terhadap kondisi penerbangan saat ini. Kemenhub sejatinya hanya memiliki tupoksi terkait standar keselamatan operasional bagi maskapai, tidak pada penentuan tarif. Tetapi, hingga saat ini, penentuan tarif masih ditetapkan Kemenhub.

Denon menilai, di pasal baru dalam Omnibus Law itu, lebih tepat. Sebab, ada upaya mendukung bangkitnya perekonomian nasional. Maskapai bakal memiliki kewenangan menentukan tarif dengan mempertimbangkan sisi ekonomis pesawat hingga profitabilitas perusahaan dengan mengacu pada PP nantinya.

Diakui Denon, selama ini maskapai menghadapi kesulitan menurunkan tarif karena sudah dibatasi oleh regulator. Ia berharap, dengan regulasi baru tersebut, ada perubahan yang lebih baik yang benar-benar bisa mendukung bangkitnya industri penerbanganTanah Air. (*/jpg)

PKS Nilai Satu Tahun Jokowi Masih Jauh dari Capaian Keberhasilan

0

batampos.co.id – Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini menilai kinerja satu tahun Pemerintahan Jokowi-Makruf Amin jauh dari keberhasilan bahkan cenderung memprihatinkan. Hal ini diperparah faktor eksternal pandemi Covid-19 yang sayangnya tidak ditangani dengan manajemen dan kepemimpinan yang efektif.

Meski demikian, apresiasi tetap disampaikan Jazuli Juwaini di tengah hantaman Covid-19 Indonesia termasuk negara yang tidak terdampak teralu dalam, dibandingkan negara lain. Respon cepat tim ekonomi juga mendapat apresiasi, termasuk dalam kerjasama dengan BI dalam menjaga stabilitas rupiah dan pendanaan dampak korona.

Jazuli juga bersyukur sampai kini tidak ada laporan bank yang collaps. Sementara dari sisi penanganan dampak covid, percepatan realisasi bansos kepada masyarakat diharapkan dapat meningkatkan daya beli dan ekonomi.

Namun, lanjut Jazuli, catatan serius pada penanganan covidnya sendiri. Sayangnya pemerintah tidak hadir dengan manajemen dan kepemimpinan bencana yang efektif sehingga jelas arah dan kebijakan mengatasi covid dan dampaknya.

“Akibat ketidakjelasan tersebut, kita tidak pasti kapan terminasi pandemi. Beban ekonomi juga semakin berat jika berlarut-larut. Instruksi dan harapan Presiden pun kepada jajarannya selalu meleset,” ujar Jazuli dalam keterangan tertulisnya.

Menurutnya, kondisi pandemi yang tidak terkelola dengan baik mengakibatkan kondisi ekonomi nasional yang makin sulit. Kebijakan PSBB yang tidak konsisten, gonta-ganti leading actor dan sector dalam manjemen covid, hingga realisasi stimulus ekonomi yang berjalan sangat lambat.

“Ini semua menunjukkan ketidakberesan dalam manajemen dan kepemimpinan pemerintah di tengah krisis,” imbuhnya.

Dalam catatan resmi dan evaluasi sejumlah lembaga riset ekonomi yang kredibel, realisasi anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan Penanganan Covid-19 sampai dengan 14 Oktober 2020 baru mencapai angka Rp344,11 triliun atau 49,5 persen dari pagu Rp 695,2 triliun. Kinerja Pemerintah dalam penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tidak optimal. Pemerintah harus meningkatkan kinerjanya dalam tiga bulan kedepan.

“Pemerintah perlu mengevaluasi program-program perlindungan sosial, khususnya kartu pra kerja. kartu prakerja sebaiknya dirombak total jadi bantuan sosial khusus pada korban PHK jadi sangat spesifik by name by addres. Datanya sudah tersedia di BPJamsostek dan bisa diverifikasi di perusahaan yang melakukan PHK,” ujarnya.

Fraksi PKS juga menyoroti kondisi politik dan penegakan hukum selama satu tahun pemerintahan Jokowi-Makruf Amin. Koalisi besar pemerintah diakui mampu mengkonsolidasi kekuatan politik baik di pemerintahan maupun parlemen. Sayangnya Fraksi PKS menemukan kecenderungan keputusan-keputusan politik yang semakin oligarkis dan miskin diskusi publik.

Hal ini misalnya terjadi pada proses pengajuan dan pengesahan Perppu penanganan Covid dan dampak ekonominya dan paling mutakhir pada pembahasan dan pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja dimana penolakan oposisi dan suara kritis publik di luar parlemen seperti tidak dihiraukan pemerintah. Bahkan untuk sekedar menunda RUU supaya fokus pada penanganan dampak covid juga tidak dihiraukan.

“Lebih disesalkan lagi ada semacam kondisi dimana kelompok kritis berusaha dibungkan suaranya dengan berbagai narasi yang menyudutkan. Pun, aksi demonstrasi juga cenderung dihambat dengan berbagai cara. Dan bahkan, sejumlah tokoh dan kelompok kritis ditangkap dan diproses hukum, yang sulit untuk tidak mengatakan kental bernuansa politis,” ungkap Jazuli.

Anggota Komisi I DPR ini menegaskan sudah banyak tokoh dan lembaga yang memiliki reputasi menilai demokrasi dan penegakan hukum di satu tahun periode kedua Jokowi ini mengalami kemunduran. Berdasarkan laporan luas, masyarakat merasa ada ketidakadilan dalam proses penegakan hukum. Hukum dirasakan tebang pilih.

“Sebagian masyarakat cepat diproses bahkan ditangkap dan langsung menjadi tersangka, sementara sebagian masayarakat lain sudah berkali-kali dilaporkan tapi tidak terlihat prosesnya,” tegas Jazuli.

Atas dasar evaluasi tersebut, Jazuli meminta agar pemerintah lebih bijak dan memperhatikan suara-suara kritis masyarakat, mengedepankan dialog dan persuasi, bukan malah menghadapinya dengan berbagai narasi yang menyerang, aparat yang represif, serta jeratan proses hukum.

“Karena kritik yang disampaikan sejatinya sama-sama untuk kemajuan bangsa yang bermartabat dan berdaulat,” katanya. (jpc/jpg)