Kamis, 7 Mei 2026
Beranda blog Halaman 9782

PGRI Klaim 99 Persen Guru Ingin Pembelajaran Tatap Muka Dibuka

0

batampos.co.id – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menyambut baik pembelajaran tatap muka (PTM) yang akan dilaksanakan pada Januari 2021 mendatang. Hal ini dilakukan setelah pemerintah melakukan penyesuaian terhadap Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri.

“Ini benar-benar suara hati guru, bagaimana baiknya pembelajaran jarak jauh (PJJ) kan sudah 9 bulan. Mau diteruskan demi keselamatan anak-anak, atau mengajar tatap muka? Itu jawabannya 99 persen sebaiknya anak-anak sekolah, jangan dibiarkan di rumah,” ujar Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Unifah Rosyidi, Kamis (26/11).

Pasalnya, kekhawatiran akan potensi penularan virus Covid-19 lebih besar di lingkungan rumah, apalagi jika tidak ada pengawasan dari orang tua. Maka dari itu, lebih baik sekolah dibuka dan anak-anak mendapat pengawasan dari para guru.

“Kami justru khawatir bahaya covid, saat orang tua tidak mengawasi anak di rumah, karena anak-anak bisa main-main di luar, lalu bahaya kedua itu dari sisi tidak membentuk karakter,” terangnya.

Meskipun mendukung pembukaan PTM, Unifah meningatkan agar pemerintah daerah (pemda) selaku pemberi izin harus betul-betul memastikan kesiapan dari para sekolah. Terlebih jika sekolah berada di zona merah, sebaiknya tidak usah dilakukan tatap muka. Dia juga meningatkan agar setiap pemda merancang tolak ukur pembukaan sekolah.

PTM memang sangat ditunggu oleh warga pendidikan. Akan tetapi, sekolah harus siap menyediakan sarana dan prasarana serta menjalankan protokol kesehatan guna menghindari penyebaran virus di sekolah.

“Jadi yang penting berhati-hati dan membuat ukuran yang tepat. Kalau ada satu saja indikasi (penyebaran virus), kami harus mengambil sikap tegas untuk menyelamatkan semua,” pungkas Unifah.(jpg)

Diduga Terlibat Prostitusi Online, 2 Artis dan Selebgram Diciduk Polisi

0

batampos.co.id – Dua orang artis dan selebgram diamankan oleh Unit Reskrim Polsek Tanjung Priok. Keduanya diduga menjajakan diri melalui prostitusi online. Mereka ditangkap disebuah kamar hotel bintang 5 di wilayah Sunter, Jakarta Utara, Rabu (25/11) malam.

“Iya (artis) saat ini kami masih proses pendalaman. Nanti lebih jelasnya pada saat rilis,” ujar Kanit Reskrim Polsek Tanjung Priok AKP Paksi Eka Saputra saat dikonfirmasi, Kamis (26/11).

Paksi belum merinci ihwal penangkapan ini. Dia hanya menyebut artis dan selebgram yang diamankan berinisial ST, 27, dan MA, 26. Mereka diduga tertangkap tangan saat menawarkan jasa prostitusi.

“Keduanya sudah kita bawa ke Polsek. Sabar yah, keduanya saat ini masih dalam pemeriksaan dan pendalaman petugas,” jelas Paksi.(jpg)

PGRI Harapkan Tidak Ada Guru Siluman Lolos Seleksi PPPK

0

batampos.co.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan melakukan pengangkatan guru honorer sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi, meminta agar Kemendikbud melakukan seleksi ketat.

Seleksi yang akan memberikan kesempatan kepada seluruh guru honorer menjadi PPPK pada 2021 mendatang, diharapkan bisa betul-betul dipastikan kompetensinya dan lama mengajar. Adapun, kapasitas yang dibuka adalah untuk 1 juta formasi.

“Harapan saya tentunya dari setiap rekrutmen itu direkrut orang yang tepat, kalau honorer adalah honorer yang lama mengabdi. Bukan siluman-siluman yang tiba-tiba muncul,” ungkapnya melalui akun Instagram @osc_medcom, Kamis (26/11).

Menurutnya, seleksi tidak hanya melihat segi akademis guru semata. Alangkah baiknya jika pengalaman serta masa bakti juga menjadi tolak ukur pengangkatan PPPK.

“Bahwa ketika saat tes tidak serta merta tes akademik satu-satunya. Ada tes lain yang menunjukkan integritas dan komitmen,” jelasnya.

Sebab, guru yang memiliki kompetensi mumpuni dapat dilihat dari pengalaman mengajarnya, di mana biasanya guru tersebut berusia 35 tahun ke atas. Untuk itu sebaiknya Kemendikbud memberikan prioritas kepada mereka.

“Pengetahuan bisa oke, tapi tes mengajar, tes dedikasi, komitmen dan kecintaan itu sebenernya ruh seorang guru. Jadi memberikan penghormatan pada mereka (guru berpengalaman), menghargai wisdom honorer setempat yang sudah tahu situasi setempat, itu menguntungkan bagi daerah tersebut,” imbuhnya.

Tentunya setelah lolos, Unifah meminta agar mereka tetap diberi pelatihan untuk pengembangan akademis. “Hak mereka mendapatkan pelatihan, kewajiban guru harus punya keinginan diri untuk meningkatkan diri,” tutupnya.(jpg)

ASN Kemenhub Pembawa Sabu di Bandara Hang Nadim Batal Dituntut

0

batampos.co.id – Sidang kasus yang menjerat Aparatur Sipil Negara (ASN) Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berinisial RDP, bergulir di Pengadilan Negeri Batam.

Namun, sidang beragendakan tuntutan terpaksa ditunda karena rencana tuntutan (rentut) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri belum turun, Rabu (25/11/2020).

Jaksa Penuntut umum (JPU) Rumondang, mengatakan, perkara terdakwa RDP dipegang oleh Kejati Kepri.

Karena itu, rentut hukuman terhadap RDP juga menunggu dari Kejati.

”Rentut dari Kejati belum turun, jadi ditunda minggu depan,” ujar Rumondang seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Dalam surat dakwaan dijelaskan, bahwa perbuatan RDP terungkap pada bulan Agustus 2020 lalu di Bandara Hang Nadim Batam.

Saat itu, RDP bersama teman wanitanya, Ma (berkas terpisah), hendak menuju ruang tunggu keberangkatan.

Namun, saat melewati x-ray, petugas mencurigai gerak gerik Maulida.

Petugas langsung memeriksa dan mendapati sesuatu yang aneh di tubuh Ma. Tak sampai di situ, petugas juga memeriksa RDP dan kemudian membawa keduanya ke ruang pemeriksaan.

Pada saat pemeriksaan, petugas menemukan bungkusan paket sabu pada terdakwa, yang disimpan dalam tas dan dililit di badannya.

Begitu juga dengan Ma yang menyembunyikan sabu di pakaian dalam dan sepatunya.

Total, bungkusan yang ditemukan sebanyak 30 paket dengan berat lebih dari 3 kilogram (kg).

Tak hanya puluhan paket sabu, petugas juga mengamankan uang Rp 45 juta yang didapat dalam tas RDP dan Ma.

Dari pengakuannya, ia diminta oleh Joko Kadek (DPO) untuk membawa sabu ke Surabaya.

Upah yang dijanjikan Rp 40 juta, sedangkan Ma dijanji an upah Rp 25 juta oleh RDP.

Atas perbuatan itu, jaksa menjerat ASN golongan C ini dengan dua pasal berbeda, yak ni pasal 114 ayat 2 jo 132 Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. K

emudian, pasal 112 ayat 2 jo 132 Nomor 35 Tahun 2009 juga tentang Narkotika.

RDP terancam hukuman mati, karena perbuatan terdakwa sudah dilakukan berulangkali dengan memanfaatkan statusnya sebagai ASN Kementerian Perhubungan.(jpg)

Diduga Stres, Ibu Bunuh Dua Anaknya

0

batampos.co.id – Seorang ibu nekat menghabisi nyawa kedua anaknya di Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, pada Rabu (25/11) sekitar pukul 16.00 wita. Kedua korban masih berumur belasan tahun.

Salah seorang warga Tarmizi seperti dilansir dari Antara di Batu Benawa menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi di perbatasan antara Desa Aluan Mati dengan Desa Pagat, Kecamatan Batu Benawa.

”Dari informasi masyarakat, ibu yang tega membunuh anaknya tersebut dalam kondisi stres berat sejak beberapa bulan lalu. Suaminya juga baru meninggal,” kata Tarmizi.

Tarmizi mengatakan, tetangganya sempat bertanya kepada pelaku. ”Kamana anak ikam badua kada talihat saharian (kemana kedua anakmu seharian tidak terlihat),” kata Tarmizi. Lalu si ibu itu menjawab, Anakku sudah ku bunuh keduanya. Merasa penasaran, warga pun mendatangi rumah korban di Desa Aluan Mati RT 5 RW 3.

Ternyata benar. Kedua anaknya memang telah meninggal dengan posisi telentang tanpa pakaian. Ibunya yang membunuh pun juga telanjang dan teriak-teriak tidak karuan.

Menurut warga, lanjut Tarmizi, kedua anak itu dibunuh dengan cara dicekik atau mulutnya ditutup dengan bantal. ”Tapi itu kan tugas pihak kepolisian yang menyelidiki,” ujar Tarmizi.

Saat diamankan pihak kepolisian pun pelaku masih teriak-teriak tidak karuan. ”Anak yang dibunuh tersebut berjenis kelamin laki-laki dan perempuan,” ucap Tarmizi.

Ps Paur Subag Humas Polres Hulu Sungai Tengah Aipda M. Husaini saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, pelaku telah diamankan sedangkan korban juga telah dibawa ke pelayanan kesehatan terdekat. ”Pelaku sudah diamankan. Saat ini sudah dibawa ke pelayanan kesehatan setempat bersama korban,” tutur Husaini.(jpg)

Tanjung Sauh Jadi Pelabuhan Utama

0

batampos.co.id – Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum, mengatakan, pengajuan rencana Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh, Batam, sudah disampaikan ke pemerintah pusat.

Kawasan itu akan dibangun pelabuhan kargo bertaraf internasional, sebagai pelabuhan kategori utama, dan berada di bawah kendali pemerintah pusat.

Juga kawasan industri bertaraf internasional. Selain pengembangan Tanjungsauh sebagai pelabuhan peti kemas dan kawasan industri terpadu, Pemko Batam juga mengusulkan pembangunan pelabuhan pengumpul di dekat Kawasan Ocarina, Batam Center.

”Penetapan sebagai pelabuhan utama di bawah pemerintah pusat, hal itu menjadi bagian dari rencana induk pelabuhan,” ujarnya, Rabu (25/11/2020) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Hal ini, lanjutnya, sudah disampaikan kepada Menteri perhubungan (Menhub). Ini menindaklanjuti surat Menhub kepada gubernur sebelumnya, agar mengusulkan Tanjung Sauh sebagai pelabuhan utama.

Ke depan, pemerintah akan terbuka dalam pengelolaannya. Pelabuhan utama akan melibatkan Pemprov Kepri, Pemko Batam, serta Badan Pengusahaan (BP) Batam.

”Tapi, karena Tanjung Sauh nanti jadi kawasan terintegrasi, bisa saja akan menjadi kawasan bersama pusat, Pemprov, Pemko, dan BP Batam,” kata Syamsul yang juga Asisten Ekonomi Pembangunan Pemprov Kepri ini.

Pemprov Kepri sendiri mendukung dan menyiapkan Tanjung Sauh sebagai pelabuhan kontainer bertaraf internasional (utama).

Selain pelabuhan utama, nantinya akan ada pelabuhan pengumpul yang akan dibangun di dekat Ocarina.

Pjs Wali Kota Batam Syamsul Bahrum, mempresentasikan dan berdiskusi terkait roadmap usulan KEK Tanjung Sauh bersama DPRD Kota Batam, Selasa (24/11/2020). Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

Sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 61 Tahun 2009 tentang Kepelabuhanan, diatur jenis pelabuhan.

Mulai pelabuhan utama, pelabuhan pengumpul, dan pelabuhan pengumpan.

Saat ini di Batam, yang masuk kategori pelabuhan utama adalah Pelabuhan Batu Ampar.

Sebagai gambaran, pelabuhan utama, melayani kegiatan angkutan laut dalam negeri dan internasional, dalam jumlah besar.

Pelabuhan pengumpul untuk melayani kegiatan angkutan laut dalam negeri, dalam jumlah menengah.

Sementara pelabuhan pengumpan, fungsi pokoknya melayani kegiatan angkutan laut dalam negeri dalam jumlah terbatas.

Di setiap pelabuhan, pemerintah membentuk lembaga Otoritas Pelabuhan (Port Authority) yang melaksanakan fungsi pengaturan, pengendalian, dan pengawasan kegiatan kepelabuhanan yang diusahakan secara komersial.

Selanjutnya, unit penyelenggara pelabuhan sebagai otoritas yang melaksanakan fungsi pengaturan, pengendalian, pengawasan kegiatan kepelabuhanan.

Sementara untuk pengelolaan kawasan free trade zone (FTZ)­-nya, Syamsul, mengatakan, tidak berada di bawah BP Batam.

Namun akan berada di bawah Pemko Batam dan Pemprov Kepri.

”(FTZ) Pulau Batam di bawah BP. Sekarang ini, (KEK Tanjung Sauh) di bawah Pemko dan Pemerintah Provinsi,” ungkap
Syamsul.

Dia optimistis KEK di Pulau Tanjung Sauh segera terealisasi. Sejauh ini, masih ada empat persyaratan yang belum dipenuhi.

Salah satunya, memorandum of understanding (MoU) antara Pemko dan DPRD Batam.

”Yang pasti, Pelabuhan Tanjung Sauh akan menjadi pelabuhan utama. Saya sudah teken suratnya,” terang Syamsul.(jpg)

Ekonomi Singapura Terancam Gelombang Penularan Covid-19 di Luar Negeri

0

batampos.co.id – Singapura bakal membuka fase 3 perekonomian. Para pekerja dan dunia bisnis harus beradaptasi dengan kondisi baru di tengah pandemi Covid-19. Singapura yakin seiring kasus Covid-19 yang terus menurun, perekonomian mereka akan naik. Namun tak dipungkiri kasus impor Covid-19 di Singapura tetap menjadi tantangan. Terlebih gelombang penularan Covid-19 di luar negeri juga mengalami kenaikan seperti di Eropa.

Dilansir dari Straits Times, Rabu (25/11), Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Chan Chun Sing mengatakan perbaikan ekonomi Singapura pada kuartal ketiga tahun ini menunjukkan bahwa semuanya berada di jalur yang benar. Langkah-langkah dukungan pemerintah terhadap bisnis dan pekerja juga terus mendorong pulihnya perekonomian.

“Ke depan, dukungan kami harus lebih tepat sasaran dan fokus pada hasil positif bagi bisnis dan pekerja kami,” ujarnya.

Menteri Chan memaparkan ada 4 faktor yang akan mempengaruhi laju pemulihan ekonomi domestik dan global. Dua faktor berada dalam kendali Singapura.

“Yakni tingkat infeksi virus Korona makin terkendali dan kemampuan bisnis serta pekerjanya untuk berputar dan beradaptasi dengan Covid-19,” katanya.

“Jika kami dapat terus menekan tingkat infeksi, kami akan dapat melanjutkan lebih banyak aktivitas dan meningkatkan interaksi kami dengan seluruh dunia,” tegas Menteri Chan.

Hanya saja, ada 2 faktor lainnya dari eksternal. Yaitu perkembangan global, seperti dinamika geopolitik antara negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Tiongkok. Lalu faktor lain adalah gelombang penularan Covid-19 yang berulang secara global.

“Ini berada di luar kendali Singapura. Kami belum tahu bagaimana pemerintahan baru AS akan mendekati hubungannya dengan Tiongkok. Tapi kami berharap kedua pihak akan meredakan ketegangan dan kembali ke tatanan ekonomi global yang lebih terbuka dan inklusif,” kata Menteri Chan.

Sementara itu, gelombang penularan yang berulang di luar negeri, yang mengarah pada penguncian kembali juga akan berdampak pada permintaan global. Dia khawatir akan memengaruhi ekonomi yang berorientasi ekspor seperti Singapura.

“Selama kita mengelola faktor-faktor yang dapat dikontrol dengan baik, dan mengurangi risiko di luar kendali kita, saya yakin kita dapat pulih lebih cepat,” ungkap Menteri Chan.

Singapura sekarang memiliki kemampuan pengujian, fasilitas isolasi, dan kapasitas perawatan kesehatan untuk mengelola risiko dari kasus impor.
Selain itu, Singapura juga akan dapat secara progresif menyelenggarakan pertemuan, insentif, konferensi, dan acara pameran (Mice) yang lebih signifikan untuk mempertahankan posisinya sebagai simpul bisnis terkemuka.

“Jumlah kasus impor mungkin meningkat, tapi risiko bagi masyarakat sekitar bisa dikurangi,” pungkas Menteri Chan.(jpg)

Perusahaan Asal Amerika Tutup di Batam, Karyawan Tetap Datangi Perusahaan

0

batampos.co.id – Aktivitas produksi sepatu di PT King Safety Wear (KSW) by Honeywell di kawasan industri Latrade, Tanjung Uncang, sudah berhenti total, Rabu (25/11/2020).

Perusahaan asal Amerika ini sebelumnya mengumunkan kepada karyawan mulai tutup, Selasa (24/11/2020).

Sebanyak 430 karyawan sudah tak masuk kerja lagi. Mereka sudah resmi dirumahkan setelah manajemen perusahaan mengeluarkan pengumuman penutupan tersebut.

Kini, mereka menanti janji pihak manajemen untuk menyelesaikan hak-hak mereka sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan yang berlaku.

”Karyawan yang bergabung dalam serikat pekerja sudah tanda tangan semua. Manajemen berjanji akan memenuhi hak karyawan sesuai undang-undang yang berlaku, paling lambat tanggal 21 Desember,” ujar Ketua Tekstil Sandang Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (TSK SPSI) PT KSW by Honeywell, Jos Sudaraso, Rabu (25/11/2020) seperti yang di Harian Batam Pos.

Pabrik PT Kings Safety Wear (KSW) by Honeywell di Kawasan Industri Latrade, Tanjung Uncang, Batu Aji, Selasa (24/11/2020). Foto: Jos Sudaraso untuk Batam Pos

Dikatakan Jos, pasca penyampaian penutupan produksi perusahaan, manajemen memang melarang karyawan untuk berada di lokasi perusahaan.

Namun, mereka tak menuruti begitu saja sebab hak mereka belum dipenuhi.

Mereka mengaku siap pergi jika perusahaan sudah menyelesaikan hak mereka.

”Tadi pagi banyak yang datang ke PT (perusahaan), tapi sudah tak diperbolehkan masuk. Tak apa, asalkan kita tetap awasi sampai hak-hak semua karyawan terpenuhi,” ujarnya.

Sementara manajemen PT KSW by Honeywell, belum memberikan keterangan apapun terkait penghentian aktivitas produksi di perusahaan tersebut.

Awak media yang mencoba mengonfirmasi, belum bisa tembus sampai ke pihak manajemen sebab dilarang masuk di gerbang masuk perusahaan.

Sebelumnya, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam membenarkan tutupnya perusahaan PT Kings Safety Wear (KSW) by Honeywell.

”Setelah dikonfirmasi ke HRD perusahaan, memang terhitung
Selasa mereka sudah tutup,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja Batam, Rudi Sakyakirti.

Rudi menyebutkan, perusahaan itu sudah berkoordinasi dengan Disnaker terkait pembayaran dan hak-hak karyawannya.

”Mereka sudah bersepakat dengan karyawan tentang pembayaran hak-hak karyawan,” ungkap Rudi.(jpg)

TNI AL Antisipasi Potensi Kerawanan di Laut Natuna

0

batampos.co.id – Sebagai komando utama (kotama) TNI AL di wilayah barat Indonesia, Komando Armada (Koarmada) I memiliki tanggung jawab menjaga perairan di Natuna. Baik Natuna Utara maupun Natuna Selatan. Kemarin, Rabu (25/11), sepuluh unsur Koarmada I yang terdiri atas sembilan kapal perang dan satu pesawat bermanuver di Laut Natuna Selatan.

Mereka bergerak untuk menguji kemampuan dalam latihan operasi dukungan tembakan. Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid Kacong menyatakan bahwa pasukan yang dikirim ke Natuna Selatan sudah digelar sejak Jumat pekan lalu. Menurut dia, latihan tersebut penting untuk mengukur kemampuan personel dan seluruh unsur Koarmada I.

”Sehingga dapat diperoleh gambaran kemampuan operasional Koarmada I mulai dari tingkat perorangan maupun satuan,” jelasnya.

Perwira tinggi bintang dua TNI AL itu pun menyebut, Koarmada I sebagai kotama operasional memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan dan mendukung tugas­tugas TNI. Utamanya yang terkait bidang pertahanan laut. ”Memiliki kewajiban dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai impelementasi tugas TNI,” imbuh Rasyid.

Dalam pelaksanaan tugas-tugas itu, pihaknya butuh kesiapsiagaan prajurit dan alat utama sistem persenjataan (alutsista). Untuk itu, latihan operasi dukungan tembakan mereka laksanakan. ”Latihan ini bersifat interoperabilty antar satuan sehingga dibutuhkan kerja sama taktis unsur latihan,” ujarnya.

”Mulai komando, pengendalian, sampai komunikasi,” tambah dia.

Lebih lanjut, disampaikan oleh mantan panglima Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) tersebut, latihan operasi dukungan tembakan perlu dilakukan untuk melatih kemampuan prajurit agar program zero accident dalam setiap operasi tercapai.

Berdasar data yang diterima Jawa Pos (grup Batampos Online), latihan operasi dukungan tembakan Koarmada I melibatkan KRI Bung Tomo­357, KRI John Lie­358, KRI Sutedi Senoputra­378, KRI Tjiptadi­381, KRI Barakauda­633, KRI Kujang­642, KRI Surik­645, KRI Parang­647, KRI Bubara­868, serta pesawat Pesud CN­235 P­8303.

Seluruhnya melakukan kegiatan manuver lapangan dengan materi latihan communication, leaving harbour, mine field transit, ADEX, photex, screnex, DCEX, AAROFEX, flashex, OOWEX, NSIC, prep gunex, gunex 1, gunex 2, tacman, asuwex, aswex, dan pubex.

Selain Natuna Selatan, sebelumnya TNI AL juga melaksanakan latihan di Natuna Utara. Mereka bahkan sempat latihan bersama dengan kapal perang milik Angkatan Laut Jepang. Belum lama, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksaman TNI Yudo Margono menyatakan dirinya memiliki kebijakan khusus di Natuna.

Melihat gejolak serta aktivitas di Laut China Selatan yang berbatasan dengan perairan Natuna, TNI AL berniat memindahkan satuan tempur mereka ke Natuna.

Yudo menyebutkan bahwa satuan tempur yang akan dia pindahkan adalah Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada I. ”Komandan Guspurla nantianya akan pindah ke Natuna untuk antisipasi situasi yang terjadi sewaktu­waktu,” imbuhnya.

Menurut orang nomor satu di TNI AL itu, keberadaan Guspurla di Natuna akan mengefisiensikan gerakan satuan tempur mereka. ”Bisa pimpin kapal perang, satuan tugas yang ada di sana,” tegasnya.

Dia memastikan pemindahan Guspurla Koarmada I dilakukan secara permanen. Dengan begitu, satuan yang semula bermarkas di Jakarta itu akan pindah ke Natuna. Yudo menyatakan, sebagai pelaksana tugas operasi yang menjaga kedaulatan negara di Natuna, pasukan yang bergerak di bawah Guspurla Koarmada I harus lebih dekat ke medan operasi.

Sejauh ini, dia pun memastikan bahwa operasi TNI AL di Natuna tidak putus. Sedikitnya ada empat unsur kapal perang yang selalu siaga Natuna. (syn/*/jpg)

Pjs Gubernur Kepri Minta Dukungan untuk Penanaman 1 Miliar Pohon Buah Kelapa

0

batampos.co.id – Pjs Gubernur Kepri, Bahtiar Baharuddin, meminta dukungan pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten dan Kota dalam program penanaman 1 Miliar pohon buah kelapa di Provinsi Kepri.

Hal ini mengingat banyak lahan di Kepri yang tidak dimanfaatkan secara baik, bahkan dibiarkan tidak terwat dan hanya ditumbuhi semak belukar.

Padahal peluang menanam pohon buah kepala ini bisa memberi dampak peningkatan perekonomian masyarakat dan juga bisa memberi pe.asuka bagi PAD daerah.

“Untuk itu, saya mohon dukungan Bapak/Ibu Bupati Walikota dalam program menanam 1 milyar pohon buah kelapa ini,” kata Bahtiar di Tanjung Pinang, Rabu (25/11/2020).

Bahtiar menjelaskan, pihak pemda bisa mengalokasikan anggaran untuk program ini melalui swadaya masyarakat dan bisa melibatkan pihak swasta besar dan kecil.

Selain itu lanjutnya, Pemda di Kepri juga bisa mengajukan anggaran dari pemerintah pusat melalui anggaran APBN, dan bisa juga melalui anggaran APBD daerah masing-masing dalam melaksanakan program ini, yang tentunya dilakukan secara bertahap.

Pemda juga lanjutnya, bisa melibatkan pihak perusahaan swasta atau BUMN dan BUMD yang ada di daeeah melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) atau program kepedulian perusahan kepada masyarakat di sekitarnya.

Pjs Gubernur Kepri, Bahtiar Baharuddin (pakai jaket) meminta dukungan Pemda Kabupaten dan Kota dalam program penanaman 1 Miliar pohon buah kelapa di Provinsi Kepri. Foto: Pemprov Kepri untuk batampos.co.id

“Semua bisa dilibatkan dalam merealisasikan program penanaman 1 miliar pohon buah kepala ini, termsuk dana daesa bisa untuk program ini. Sebab, hasilnya juga akan dirasakan masyarakatnya,” tutur Bahtiar.

Dirjen Polpum Kemendagri ini juga menerangkan, bahwa untuk lokasi penanaman pohon buah kelapa ini bisa dilakukan baik di luar hutan, seperti lokasi pertanian dan perkebunan baik yang dimiliki Pemda dan juga lahan pihak swasta.

Bisa juga ditanam di dalam hutan lindung dan hutan produksi dengan prinsip bisa ditanami pohon buah kelapa tanpa mengubah fungsi hutan itu sendiri. Selain itu bisa dilakukan di program perhutanan sosial.

Sehingga, nantinya bisa dibuat dalam bentuk program kegiatan seperti, rehabilitas lahan terlantar dan kritis. Semua lahan tersebut baik dalam hutan maupun diluar hutan bisa dimanfaatkan untuk menanam pohon buah kelapa itu.

“Saya contohkan penganggaran melalui APBD bisa dengan kegiatan bantuan bibit kelapa, dan kelapa ini dalam 3 tahun akan bisa berbuah,” katanya lagi.

Sementara lanjut Bahtiar, pembagian bibit kelapa bisa melalui Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan, Dinas Kehutanan dan Lingkungab Hidup dan bisa disesuaiakan rencana lokasi penanamannya.

Bahtiar menyakini program menanam 1 milyar pohon buah kelapa ini bisa menjadi program unggulan Provinsi Kepri dalam upaya pemulihan ekonomi sebagai dampak pandemi Covid-19.

“Program ini bisa di desain sebagai program kegiatan padat karya dalam mengatasi dampak pandemi Covid-19. Sehingga dana Covid bisa digunakan untuk mendukung program ini,” harapnya.

Bahtiar juga meminta dukungan dari DPRD Provinsi Kepri dan DPRD Kabupaten dan Kota dalam mensukung program tersebut.

Untuk itu pihaknya meminta dukungan dari DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota untuk mendukung program unggulan nasioanal ini.

Perlu diketahui saat ini dari 34 Provinsi keberadaan kepala ini hampir habis pohon buah kelapanya.

Padahal permintaan ekspor dan industri dari bahan buah kepala mulai tempurung kelapa, sabuk kelapa dan batang kelapa sangat tinggi.

“Karena kita wilayahnya kepulauan, sehingga kapal-kapal bisa menjemput ke pulau-pulau, maka harus ditanam dalam jumlah massal. Dan nantinya pohon buah kelapa ini bisa menjadi tanaman icon Provinsi Kepri kedepan, disaat daerah lain hampir punah,” tuturnya lagi.

Program penanaman 1 miliar pohon buah kepala mulai digulirkan Pjs Guberbur Kepri Bahtiar Bahruddin dengan penanaman pohon buah kelapa di Kabupaten Natuna saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Natuna tersebut.(*)