Jumat, 8 Mei 2026
Beranda blog Halaman 9781

Masyarakat Kepri Lebih Tertarik Belanjakan Uangnya untuk Kebutuhan Non Pangan

0

batampos.co.id – Masyarakat Kepri lebih tertarik untuk  membelanjakan uangnya untuk kebutuhan non pangan atau makanan.

Hal tersebut tercermin dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri terakhir di periode September.

”Terjadi pergeseran pola konsumsi masyarakat, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni pengeluaran untuk non makanan menjadi lebih besar daripada untuk makanan yang merupakan kebutuhan primer,” kata Kepala BPS Kepri, Agus
Sudibyo, Minggu (29/11/2020) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Rata-rata, pengeluaran per kapita sebulan masyarakat Kepri di September 2019 sebanyak Rp 1.729.824, terdiri dari pengeluaran untuk non makanan sebanyak Rp 924.092 (53,42 persen) dan makanan sebanyak Rp 805.732 (46,58 persen).

Pergeseran komposisi dan pola pengeluaran tersebut, terjadi karena elastisitas permintaan terhadap makanan secara umum rendah, sedangkan permintaan terhadap non makanan relatif lebih tinggi.

Sehingga, pembelajaan barang non makanan juga mengalami peningkatan.

Keadaan ini jelas terlihat pada kelompok penduduk yang tingkat konsumsi makanannya sudah mencapai titik jenuh, sehingga peningkatan pendapatan digunakan untuk memenuhi kebutuhan barang non makanan.

Sedangkan sisa pendapatan, dapat disimpan sebagai tabungan.

”Dibanding September 2018, rata-rata pengeluaran penduduk Kepri turun 5,52 persen. Tatkala harga-harga tidak banyak berubah, penurunan tersebut menunjukkan adanya penurunan daya beli penduduk,” ungkapnya.

Untuk konsumsi non makanan, pengeluaran untuk perumahan menempati posisi tertinggi, dengan rata-rata pengeluaran mencapai Rp 485.058 per bulan.

Kemudian, aneka barang dan jasa, dengan rata-rata pengeluaran mencapai Rp 145.026 per bulan.

Lalu, barang tahan lama dengan porsi rata-rata pengeluaran Rp 78.130 per bulan.

Selanjutnya, pembelian terhadap kebutuhan sandang, seperti pakaian, alas kaki dan tutup kepala, dengan porsi rata-rata pengeluaran Rp 49.954 per bulannya.(jpg)

Tolak Swab Test, Pemerintah Akan Proses Hukum Rizieq Shihab

0

batampos.co.id – Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyesalkan sikap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yang tidak kooperatif terhadap tim satgas Covid-19. Mahfud menegaskan, Pemerintah akan proses hukum Rizieq Shihab lantaran tidak patuh melakukan pemeriksaan Covid-19.

’’Kami menyesalkan sikap Rizieq Shibab yang menolak penelusuran kontak yang disinyalir kontak dengan pihak yang terpapar Covid-19,’’ kata Mahfud dalam konferensi pers, Minggu (29/11).

Mahfud menegaskan, Pemerintah akan melakukan langkah dan tindakan tegas bagi para pihak yang membahayakan keselamatan dan kesehatan masyarakat. Menurutnya, Pemerintah akan melakukan proses hukum kepada Rizieq.

’’Proses hukum demi kebaikan bersama dan dalam rangka tugas negara atau pemerintah dalam rangka mewujudkan tujuan negara,’’ ucap Mahfud.

Mahfud menyebut, berdasarkan Undang-Undang memang ada hak pasien untuk tidak membuka catatan kesehatannya. Namun, ada ketentuan khusus, menurut UU 29/2004 tentang Praktik Kesehatan dan UU 4/1984 tentang Wabah Penyakit Menular maka catatan seseorang bisa dibuka dengan alasan tertentu, bahkan yang menghalangi petugas untuk melakukan upaya menyelamatkan masyarakat maka dapat diancam hukum

’’Oleh sebab itu dimohonkan kepada saudaraRizieq Shihab untuk memenuhi panggilan aparat hukum. Bila merasa diri sehat maka perlu memenuhi proses hukum,’’ ungkap Mahfud.

Selain itu, Mahfud menyebut tak menutup kemungkinan RS Ummi dan tim dokter Mer-C yang memeriksa Rizieq Shihab juga akan dimintai keterangan. Mahfud meminta para pihak tersebut kooperatif. ’’Khusus untuk RS Ummi dan Mer-C juga akan dimintai keterangan tentang teknis, dan tidak tentu diminta keterangan dengan status bersalah,’’ kata mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu.

Rizieq Shihab saat ini sudah keluar dari RS Ummi, Bogor, Jawa Barat. Direktur Utama Rumah Sakit Ummi Andi Tatat menyampaikan, kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab merupakan kehendaknya secara pribadi. Sebab dikabarkan Rizieq keluar rumah sakit pada Sabtu (28/11) malam melalui pintu belakang.

’’Pasien dan keluarga pada Sabtu (28/11) menginformasikan ke pihak rumah sakit untuk meminta pulang atas permintaan sendiri,’’ ujar Andi dalam keterangannya, Minggu (29/11).

Andi menyampaikan, pihak rumah sakit telah memberikan penjelasan terhadap keluarga Rizieq mengenai belum keluarnya hasil pemeriksaan kesehatan. Namun pihak keluarga tetap memaksa untuk pulang. ’’Pihak rumah sakit mengedukasi ke pasien dan keluarga mengenai hasil pemeriksaan yang belum ada hasil, tapi keluarga tetap memilih opsi untuk pulang,’’ ucap Andi.

Seperti diketahui, Rizieq Shihab sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Ummi, Bogor setelah menghadiri berbagai kegiatan selama sepekan lebih sepulangnya dari Indonesia pada Selasa (10/11) lalu. Rizieq menolak untuk menjalani tes usap Covid-19 oleh Dinas Kesehatan Bogor dengan alasan telah menjalani tes swab secara mandiri. (*/jpg)

Dokter Hingga Kalangan Milenial Ikuti Audisi Duta CHSE Batam  

0

batampos.co.id – Audisi Duta Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE) Batam diikuti oleh dokter muda dan kalangan milenial.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, mengaataan, Duta CHSE Batam dipersiapkan untuk membantu mengampanyekan protokol CHSE.

Baik di tempat wisata atau di fasilitas lain, demi menghidupkan kembali industri pariwisata di Kota Batam.

“Saat audisi, semua peserta menampilkan talenta terbaik. Sangat atraktif,” jelasnya, minggu (29/11/2020).

Ia mengaku bingung utnuk memilih calon juara yang akan melenggang sebagai Duta CHSE Batam.

“Alhamdulillah, peserta sangat antusias dan mereka rata-rata punya talenta yang memukau dan sangat luar biasa,” ujar Ardi.

Kadisbudpar Kota Batam, Ardiwinata, memasangkan tanda peserta kepada salah satu peserta audisi CHSE Batam. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

Kata dia, audisi Duta CHSE Batam diikuti 52 peserta. Sementara, yang lolos audisi hanya 10 peserta dan menguasai tentang protokol CHSE serta punya talenta pendukung sebagai orang terdepan yang akan membantu menyosialisasikan protokol CHSE nantinya.

“10 orang terbaik nanti akan mengikuti pusat pelatihan (training center) di Harris Resort Barelang,” kata dia.

Kata Ardi, beberapa peserta di antara berprofesi sebagai dokter, dengan rentang usia yang masih cukup muda. Sedangkan peserta yang lain, berasal dari kalangan milenial.

“Audisi kita lakukan dengan ketat karena kita ingin Duta CHSE nantinya disandang oleh peserta yang benar-benar mumpuni,” kata dia.

Kata dia, untuk dewan juri, selain dirinya sebagai Kepala Disbudpar Batam, juga ada Direktur Eksekutif Badan Promosi Pariwisata Daerah, Edi Sutrisno, perwakilan Dinas Kesehatan Batam yakni dr Ciska Irma, Tim Penanganan Covid-19 Batam, Dian Hari Susanto, dan perwakilan Dekranasda Batam, M Zen.

Saat audisi para peserta menyampaikan pengetahuan mereka terkait CHSE dengan berbagai cara dan bahasa.

Pada sesi kedua, peserta menampilkan talenta mulai bernyanyi, menari, hingga berlenggak-lenggok bak model.

“Semuanya bagus. Tapi kita mencari 10 peserta terbaik saja, ini sangat berat memilihnya,” kata dia.

Ketua Panitia Pemilihan Duta CHSE Batam, Ratna Sari, menyampaikan peserta yang lolos audisi akan menjalani Training Centre (pusat pelatihan) selama tiga hari di Harris Resort Barelang mulai 3 hingga 5 Desember.

Kemudian, peserta akan mengikuti Grand Final di Best Western Premier (BWP) Panbil pada 6 Desember.

“Kita berharap, peserta yang mendapatkan predikat sebagai Duta CHSE adalah yang benar-benar menguasai tentang protokol CHSE dan punya talenta pendukung sesuai pilihan dewan juri,” tutup Ratna.(*)

Pandemi Covid-19 Bikin 9,7 Juta Orang Menganggur

0

batampos.co.id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, pandemi Covid-19 yang masih berlangsung membuat jumlah penganggur di Indonesia terus meningkat. Pandemi membuat ekonomi lesu dan mengganggu bisnis perusahaan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada bulan Agustus 2020 ada sekitar 138 juta angkatan kerja. Angka tersebut terdiri dari 128 juta penduduk yang bekerja dan 9,7 juta penganggur dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) mencapai 7,07 persen.

“Ada kenaikan jumlah penganggur dan TPT yang signifikan. Ini akibat dampak pandemi,” ujarnya dalam acara sebuah diskusi, Sabtu (28/11).

BPS juga mencatat 29,12 juta penduduk Indonesia dengan usia kerja yang terdampak langsung oleh pandemi. Hal ini tentu menambah beban sektor ketenagakerjaan.

“Selain itu, ada tambahan 2-2,5 juta angkatan kerja baru yang masuk ke pasar kerja setiap tahunnya,” imbuhnya.

Di sisi lain, Ida mengungkapkan, tantangan yang dialami sektor ketenagakerjaan ialah kompetensi dan produktivitas pekerja Indonesia yang lebih rendah, jika dibandingkan dengan negara tetangga. Menurut International Labour Organization/Organisasi Buruh Internasional (ILO), tingkat pertumbuhan output tahunan pekerja Indonesia masih rendah bahkan di bawah rata-rata negara dengan penghasilan menengah bawah.

“Tingkat produktivitas pekerja kita juga di bawah negara pesaing kita seperti Vietnam,” ungkapnya.

Selain itu, berdasarkan hasil survei, mayoritas responden merasa bahwa nilai upah minimum yang ditetapkan di Indonesia tidak sepadan dengan produktivitas yang dihasilkan oleh pekerja. Menurutnya, penyebab dari persoalan kompetensi itu ialah latar belakang pekerja Indonesia yang sebagian besar masih lulusan SMP ke bawah.

“Meskipun ada sedikit angin segar untuk masa depan apabila kita melihat pada profil pemuda berumur 16-30 tahun yang bekerja, dimana sudah lebih dari 60 persen yang lulusan SMA ke atas,” pungkasnya.(jpg)

Pjs Gubernur Usulkan Anambas Menjadi Kawasan Ekonomi Khusus

0

batampos.co.id – Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur, Bahtiar Baharudin, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kepulauan Anambas dalam koordinasi kesiapan Pilkada serentak 2020 dan Penanganan Covid -19.

Dalam kesempatan kunjungan itu, Bahtiar Baharudin, menyinggung potensi kelautan dan perikanan di Provinsi Kepulauan Riau.

“Terkait potensi laut, masalah utama Kepri hari ini yakni 96 persen laut, namun Anggaran Pendapatan Daerah (PAD) nya bersembunyi hanya dari daratan,” ucap Bahtiar Baharudin, di Tarempa, Sabtu (28/11/2020).

Kata dia, Pendapatan Asli Daerah di Provinsi Kepulauan Riau sebesar Rp 1,3 triliun namun laut itu hanya, 3,8 persen saja.

“96,2 persen kontribusi PAD kita itu dari daratan, kan aneh, wilayahnya laut tapi besaran PAD-nya dari daratan,” jelasnya.

Pjs Gubernur, Bahtiar Baharudin, saat mengunjungi Kabupaten Kepulauan Anambas. Ia mengusulkan agar Anambas bisa menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Foto: Fadillah/batampos.co.id

Karena itu, ia berharap agar luasnya lautan di Kepri dapat menjadi sumber PAD.

“Maka, uang dari PAD kita harus diinvestasikan untuk mendukung ekonomi masyarakat. Bentuknya padat karya,” kata dia.

Dirinya berharap agar seluruh pulau -pulau di Kepulauan Riau didorong untuk ditanam pohon kelapa.

“Misalnya kita tanam pohon kelapa di 1000 pulau saja, kita bisa menghasilkan 1 miliar butir buah kelapa, jika buah kelapa itu dijual 1 butir seharga Rp 1 ribu, maka pendapatan hasil dapat mencapai Rp 1 triliun, hanya dengan penghasilan buah kelapa saja setiap bulannya,” terangnya.

Khusus untuk di Kabupaten Kepulauan Anambas, dirinya memberikan masukan untuk daerah ini dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Sebab kawasan daerah ini memiliki keunggulan geoekonomi dan geostrategis.

Pengembangan KEK bertujuan untuk mempercepat perkembangan daerah dan sebagai model terobosan pengembangan kawasan untuk pertumbuhan ekonomi.

“Baik itu industri, pariwisata dan perdagangan sehingga dapat meningkatkan lapangan pekerjaan dan kesejahteraan masyarakat,” sebutnya.(fai)

Vaksin Covid-19 Ditempatkan di Tanjung Pinang

0

batampos.co.id – Vaksin Covid-19 akan segera disebarkan ke seluruh wilayah. Untuk Provinsi Kepulauan Riau, vaksin ini akan ditempatkan di Tanjung Pinang, sebelum disebarkan ke seluruh kota dan kabupaten di Kepri.

”Drop-nya Tanjung Pinang, untuk (vaksin) seluruh Kepri,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, M Bisri, Minggu (29/11/2020) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Namun, untuk tahap awal, bakal ada prioritas kalangan yang mendapatkan vaksin.

Seperti, tenaga kesehatan, kepolisian, peserta BPJS Kesehatan dan pelaku usaha.

”Tapi saya tidak mengetahui apakah pelaku usaha kecil, menengah atau besar. Tapi logika saya, mungkin orang-orang di pasar perlu rasanya diberikan vaksin dulu,” ungkapnya.

Ia mengatakan, sudah diminta oleh Kementerian Kesehatan untuk menyiapkan tempat penyimpanan vaksin.

Bisri mengaku, Pemerintah Provinsi Kepri sedang menyiapkan sarana dan prasarana pendukung untuk penempatan vaksin tersebut.

Tempat yang disiapkan sebagai penyimpanan vaksin, kata Bisri, sedang dicek. Ia mengatakan, segala kekurangan tempat penyimpanan akan segera dilaporkan ke Kementerian Kesehatan.

Nantinya, Kementerian Kesehatan memberikan arahan apa saja yang perlu ditambahkan atau dipersiapkan di tempat penyimpanan vaksin tersebut.

”Kami lagi cek ini, apa kondisi berfungsi dengan baik atau tidak,” ungkapnya.

Bisri mengaku, belum mengetahui jumlah vaksin yang akan dikirimkan ke Kepri dalam tahap awal.

Namun, ia berharap jumlah vaksin dikirimkan sesuai dengan jumlah penduduk di Kepri, sekitar 1,4 juta orang.

”Semoga saja sebanyak itu,” ucapnya.

Terkait vaksin ini, Bisri mengaku masyarakat tidak perlu khawatir. Karena vaksin yang akan diberikan tersebut, sudah melalui serangkaian uji tes.

”Sudah lolos, saya yakin aman,” pungkasnya.(jpg)

Seleksi Guru PPPK Jangan Hanya untuk Isi Kebutuhan Guru

0

batampos.co.id – Pemerintah akan melakukan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk para guru honorer serta pendidikan profesi guru (PPG) yang sudah lulus. Seleksi ini akan dilakukan pada 2021 mendatang.

Dalam seleksi kali ini, pemerintah memberikan beberapa kemudahan. Mulai dari yang bisa mendaftar dari usia 20 sampai 59 tahun, tidak memerlukan surat pernyataan pengabdian minimal hingga bisa mengikuti tes tiga kali.

Pengamat Pendidikan dari Komisi Nasional Pendidikan, Andreas Tambah mengenai hal itu mengatakan, seleksi itu diharapkan tidak hanya untuk mengisi kebutuhan guru. Namun juga untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia.

’’Yang penting kompetensi dan kinerja bagus ya ngga masalah. Cuman untuk yang muda-muda itu harus berkualitas, jangan untuk mengisi kebutuhan guru saja,’’ terangnya, Minggu (29/11).

Ia berkata, tantangan dunia ke depan akan semakin berat, maka dari itu peningkatan kompetensi perlu disiapkan. Bukan hanya dari segi pendidik, tapi juga anak lewat keluarga dan lembaga pendidikan.

’’Jadi guru-guru itu punya etos kerja bagus dan punya kredibilitas tinggi dalam menjalankan tugasnya dan kompetensi itu juga tinggi. Dalam hal ini untuk terus memotivasi utnuk terus membaca dan belajar, karena dari situ dia akan melihat dunia. Guru-guru harus menjadi mediator yang bagus untuk anak-anak,’’ jelasnya.

Krisis seperti ini mungkin saja akan kembali melanda dunia di masa depan. Salah satu solusi menghadapi permasalahan itu adalah menguasai pemanfaatan teknologi. ’’Kita terseok-seok. kenapa, karena guru itu ngga punya kemampuan teknologi dalam pembelajaran daring. Kalau guru punya memiliki kemampuan teknologi komunikasi yang bagus, mungkin pembelajaran daring ngga membosankan, karena guru kreatif. Kan sekarang cuma buat tes, kasih tugas. Jadi guru itu harus kreatif, harus menguasai teknologi lebih dari sekarang,’’ tegas Andreas. (*/jpg)

Ini Cara Kemenparekraf Mengairahkan Pariwisata di Batam

0

batampos.co.id – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggelar Pameran Misi Penjualan Pasar Nusantara di Kota Batam.

Kegiatan itu dilakunakn untuk menggairahkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayah tersebut.

Direktur Pemasaran Regional I Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu, mengatakan, di pandemi Covid-19 salah satu sektor yang terdampak yakni sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Lewat kegiatan ini diharapkan dapat membangkitkan pariwisata dan ekonomi kreatif. Kita fokus dan tetap fokus di Indonesia saja,” katanya, Sabtu (28/11/2020).

Kota Batam lanjutnya berkontribusi besar menyumbang kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Ia bersyukur Indonesia dikaruniai penduduk, kekayaan alam, dan wisata yang luar biasa. Sehingga dimasa pandemi Covid-19 ini masih bisa mengandalkan wisatawan domestik.

“Saya lima hari di Bali menyaksikan seperti kota mati, sunyi, sopir yang saya tanya dengan wajah sangat sedih seolah menangis karena sekian bulan baru dapat tamu,” tuturnya.

“Bayangkan betapa menderintanya karena ketergantungan terhadap wisatawan sangat tinggi,” katanya lagi.

Kata dia, pameran misi penjualan pasar nusantara sebelumnya telah digelar dilima kota lain di Indonesia. Yakni Yogyakarta, Malang, Bandung, Padang dan Medan.

Kegiatan terakhir sebelumnya dicanangkan digelar di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Para pelaku pariwsata mengikuti kegiatan yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yakni Pameran Misi Penjualan Pasar Nusantara. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

“Pak Ardi (Kadisbudpar Kota Batam) telpon saya meminta agar kegiatan ini juga dibuat di Batam dan setelah dibicarakan akhirnya terlaksana di Batam. Terima kasihlah kepada Pak Ardi,” terangnya.

Ia menyampaikan angka Covid-19 masih bertambah. Karena itu pihaknya menekankan tiga pilar utama harus diterapkan.

Yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer.

Kata dia, sebelumnya ia berbicara dengan duta Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Australia, dan New Zealand.

Di Kepri sendiri pasarnya yakni berasal dari Singapura dan Malaysia. Malaysia lanjutnya mengizinkan warganya keluar daerah ke destinasi wisata yang beresiko rendah.

Indonesia kata dia, pada posisi medium, oleh karena itu Malaysia belum mengizinkan warganya untuk datang.

“Tantangan kita mengubah dari medium risk menjadi low risk,” pintanya.

Indonesia ada kesepakatan Travel Coridor Arrangment (TCA) yang diperuntukkan bagi WNI dan warga negara Singapura yang ingin melakukan perjalanan bisnis, perjalanan diplomatik dan kedinasan.

“Semua berharap TCA ini dapat diperluas untuk wisatawan dengan persyaratan kesehatan dan sponsor menjadi tugas kita bersama,” ucapnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, mengucapkan terima kasih kepada Kemenparekraf atas terselenggaranya pameran nusantara di Kota Batam.

Kata dia, Batam merupakan daerah strategis berdekatan dengan dua negara Singapura dan Malaysia. Di tahun 2019 Batam penyumbang wisman terbesar hampir 2 juta kunjungan. Jika digabungkan dengan Kepri nomor dua setelah Bali.

“Di masa pandemi kita berupaya mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Batam. Kemudian 15 Juni lalu, Wali Kota Batam mengizinkan untuk berkegiatan dengan syarat menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah,” katanya.

Kemudian mendekati akhir tahun Kemenparekraf mengelontarkan kebijakan dimana memberikan dana hibah untuk membantu hotel dan restoran.

Batam masuk 10 besar penerima hibah, indikasinya dari pajak 24 persen berasal dari sektor pariwisata hotel dan restoran.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kemenparekraf,” ucapnya.(*/esa)

APBD Pemko Batam Rp 2,9 Triliun

0

batampos.co.id – Pemko Batam bersama DPRD Kota Batam sepakat mengesahkan RAPBD tahun 2021 sebesar Rp2.968.574.058.069.

Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum, menyampaikan, penghargaan dan terima kasih kepada Badan Anggaran.

Dimana telah melaksanakan pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah atas rancangan Perda APBD Kota Batam Tahun Anggaran 2021.

“Sehingga hari ini dapat diselesaikan sesuai dengan agenda dan jadwal yang telah ditetapkan,” kata Syamsul, Jumat (27/11/2020) malam.

Pjs Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum (kiri) dan Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto, menandatangani APBD tahun 2021 Kota Batam Rp 2.9 triliun. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

Selanjutnya kata dia, akan disampaikan kepada Gubernur Kepulauan Riau untuk dievaluasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pemko Batam kata dia, telah mengakomodir aspirasi yang telah disampaikan para anggota DPRD Kota Batam dan akan menindaklanjutinya sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku.

“Pada kesempatan ini, kami ingin mengingatkan kepada seluruh SKPD penghasil agar bekerja secara maksimal,” ujarnya.

Tentunya dengan menggunakan teknologi informasi agar target pendapatan yang telah ditetapkan dalam APBD Tahun Anggaran 2021 dapat tercapai.

Sesuai asumsi yang telah disepakati antara banggar DPRD dengan TAPD.

Kepala SKPD di lingkungan Pemko Batam untuk segera melakukan persiapan pelaksanaan program kegiatan.

“Yang telah ditetapkan pada masing-masing SKPD dapat diselesaikan sesegera mungkin sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.(*/esa)

Vaksin Covid-19 Buatan Indonesia bisa Diekspor

0

batampos.co.id – Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan vaksin Merah Putih untuk pencegahan infeksi Covid-19 bisa diekspor jika kebutuhan dalam negeri sudah terpenuhi.

’’Namun apabila pemenuhan kebutuhan dalam negeri dipenuhi dan juga ada kebutuhan Indonesia untuk membantu negara lain tentunya kita siap nantinya setelah vaksin ini melalui uji klinis, mendapatkan izin dan diproduksi massal untuk ditawarkan ke negara lain,’’ kata Menristek Bambang dalam rapat kerja Kementerian Riset dan Teknologi, di Jakarta, Jumat (29/11), seperti dilansir dari Antara.

Vaksin Merah Putih adalah vaksin Covid-19 yang menggunakan isolat virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 yang memang bertransmisi di Indonesia, dan pengembangan bibit vaksinnya dikerjakan oleh para ahli dan peneliti Indonesia dan pada akhirnya produksinya pun dilakukan di Indonesia.

Bambang Brodjonegoro menuturkan, vaksin Merah Putih diutamakan dulu untuk memenuhi kebutuhan lokal yang relatif besar, karena Indonesia memiliki jumlah penduduk yang banyak.

Jika ingin mewujudkan kekebalan massal (herd immunity), maka dua per tiga jumlah penduduk Indonesia harus diberikan vaksin sehingga dibutuhkan kurang lebih 170 juta orang yang harus divaksinasi.

Dan, apabila dibutuhkan dua dosis per orang, maka kebutuhan vaksin bisa mencapai kurang lebih 360 juta ampul. Selain itu, vaksin Merah Putih juga perlu untuk mengantisipasi kemungkinan vaksinasi berikutnya.

’’Kita harus mengantisipasi kemungkinan vaksinasi berikutnya pada periode setelahnya, dan juga adanya booster sehingga kita benar-benar fokus pada pemenuhan kebutuhan dalam negeri,’’ tuturnya. (*/jpg)