Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 9799

Anak Sulit Belajar Online, Ibu Aniaya Hingga Tewas

0

batampos.co.id – Seorang anak berusia delapan tahun tewas setelah dianiaya orang tuanya. Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polres Lebak Ajun Komisaris David Adhi Kusuma mengatakan, Lia Handayani, 26, dan Imam Safi’e, 27, menganiaya anaknya hingga mengakibatkan kematian karena anaknya sulit belajar online.

”Ibu kandungya itu melakukan pemukulan lebih dari lima kali hingga anaknya Keysya Safiyah, 8, siswa kelas I SD meninggal dunia,” kata Kasatreskrim Polres Lebak Ajun Komisaris David Adhi Kusuma seperti dilansir dari Antara di Lebak.

Dia mengatakan, pelaku merasa kesal melihat anaknya sulit untuk belajar secara online. Pelaku mulai mencubit dan memukul lebih dari lima kali menggunakan gagang sapu hingga korban terjatuh ke lantai. Melihat anak kembarnya itu tak berdaya, pelaku merasa panik dan mengajak suaminya Imam Safi”e untuk pergi ke Kabupaten Lebak, Banten.

Suami-isteri itu menggunakan motor dari Jakarta ke Lebak bersama adik kembarnya dengan membawa jasad anaknya dimasukkan dalam kardus. Setelah tiba di kampung halaman, Rabu (26/8), pelaku ziarah ke neneknya, sekaligus menguburkan anaknya secara diam-diam di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Cipalabuh Kecamatan Cijaku Kabupaten Lebak.

”Beruntung, warga mencurigai kuburan itu dan dibongkar. Ternyata jasad anak berikut pakaianya,” kata David menjelaskan.

Menurut David, berdasar hasil pemeriksaan, pelaku itu kerapkali melakukan penganiayaan terhadap Keysya Safiyah. Bahkan, tim penyidik mendapat file di telpon genggam pelaku yang memperlihatkan foto korban dengan luka lebam di bagian mata dan bibir. ”Pelaku kerapkali melakukan penganiayaan jika anaknya kesulitan belajar secara online,” ujar David. (jpg)

Aktor Ade Firman Hakim Meninggal Dunia Diduga Akibat Covid-19

0

batampos.co.id – Aktor Ade Firman meninggal dunia di Rumah Sakit Tarakan Jakarta, sekitar pukul 17. 20 WIB, Senin (14/9). Dia menghembuskan napas terakhir diduga akibat Covid-19. Dia meninggal di usia muda 31 tahun.

“Iya betul meninggal pada pukul 17.20 WIB. Suspect Covid,” kata Idey, adik Ade Firman dikutip JawaPos.com melalui sambungan telepon Senin (14/9).

Dia pun mengungkapkan pemain film Soekarno: Indonesia Merdeka itu sempat mengalami drop dan langsung mendapat perawatan intensif di rumah sakit Tarakan.

Diungkapkan adiknya, hasil test cepat dinyatakan non reactive. Namun berhubung yang bersangkutan memiliki penyakit asma, pihak rumah sakit memperlakukannya layaknya pasien Covid-19.

“Kemarin itu kakak saya sempat drop dirujuk ke RS Tarakan hasilnya non reaktif. Tapi karena dia ada riwayat asma dimasukin ke ruang isolasi,” beber Idey.

Lebih lanjut dia mengatakan, jenazah Ade Firman masih di RS Tarakan sampai sekarang. Kelurga masih bernegosiasi untuk memakamkannya di makam keluarga di daerah Cileduk. Bukan di pekamaman khusus Covid dan menggunakan protokol pasien terpapar virus korona.

Ade Firman mengawali karirnya di dunia hiburan lewat Abang None Jakarta. Dia kemudian memekarkan sayap karir di dunia teater dan film. Beberapa filmnya antara lain; Soekarno: Indonesia Merdeka,Bebek Terlur, Midnight Show, Kalam Kalam Langit dan yang lainnya.(jpg)

573 Warga Batam Sembuh Dari Covid-19, Terbaru Ada Bayi 10 Bulan

0

batampos.co.id – Sebanyak 573 warga Kota Batam sembuh dari Covid-19. Jumlah ini jauh lebih tinggi dibandingkan masyarakat yang sedang menjalani perawatan yakni 380 orang.

Terbaru, pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh pada Senin (14/9/2020) sebanyak 12 orang.

Mereka terdiri dari karyawan swasta, anggota Polri, pelajar, ibu rumah tangga, bayi berusia 10 bulan dan dua orang ekspatriat.

Bayi berusia 10 bulan tersebut diketahui menetap di Tanjung Uma, Lubuk Baja, berinisial HAB.

Rata-rata mereka masuk dalam klasifikasi asimptomatik atau tanpa gejala.

Jumlah warga Kota Batam yang terkonfirmasi positif Covid-19 hingga Senin (14/9/2020).

Dengan adanya penambahan tersebut, saat ini jumlah warga Kota Batam yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 sebanyak 573 orang.

Ketua Bidang Kesehatan Gugus Tugas Covid-19, Didi Kusmarjadi, mengatakan, berdasarkan catatan penanganan perawatan dan hasil laboratorium yang disampaikan oleh Laboratorium BTKLPP Batam tersebut, maka oleh Tim Medis yang menanganinya ke 12 pasien tersebut dinyatakan sembuh dari Covid-19 dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

“Saat ini kondisi yang bersangkutan semua dalam keadaan sehat dan stabil serta dalam persiapan untuk kembali ke tempat tinggalnya,” ujarnya.(*/esa)

Warga Kota Batam yang Positif Covid-19 Didominasi Pria, Segini Jumlahnya…

0

batampos.co.id – Masyarakat Kota Batam yang dinyatakan positif Covid-19 didominasi oleh pria

Dilansir dari website lawancorona.batam.go.id, diketahui hingga Senin (14/9/2020) total jumlah pasien Covid-19 mencapai 991 orang.

Dari jumlah tersebut diketahui 514 orang di antaranya adalah pria. Dari 514 orang tersebut, 300 orang dinyatakan sembuh, 189 dalam perawatan dan 25 orang meninggal dunia.

Sementara 477 orang warga Kota Batam yang terkonfirmasi positif Covid-19 adalah wanita.

Dengan rincian 273 orang sembuh, 191 dalam perawatan dan 13 orang meninggal dunia.

Status penderita positif Covid-19 di Kota Batam.

Ketua Bidang Kesehatan Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, dari hasil penyelidikan epidemiologi yang terus dilakukan oleh Tim Surveilans Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam terhadap seluruh cluster, dapat disimpulkan sementara bahwa saat ternyata terlihat kembali adanya kenaikan jumlah kasus baru.

Hal itu kata dia, sehubungan adanya penurunan tingkat kedisplinan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan diberbagai aktifitas sehari-hari.

Sehingga hal ini nantinya memungkinkan terjadi pertumbuhan kembali kasus Covid-19 yang berkaitan dengan berbagai cluster tersebut ataupun kasus baru yang terjadi baik dari transmisi lokal maupun import.

“Kami ingatkan dan imbau kembali agar tetap mengikuti anjuran pemerintah, menjaga jarak, senantiasa mencuci tangan
dengan sabun dan air mengalir.” ujarnnya.

Kemudian tetap di rumah saja dan jika terpaksa harus keluar rumah gunakan masker serta selalu menjaga kesehatan dengan makan makanan seimbang dan berolahraga secara teratur dan istirahat yang cukup.(*/esa)

Pak Wali Kota, Jalan Masuk ke Puskesmas Tanjung Uncang Terancam Roboh

0

batampos.co.id – Gerbang dan akses jalan masuk ke area Puskesmas Tanjung Uncang mengalami pergeseran karena fondasi dan tembok batu miring pembatas jalan, longsor terkikis air.

Saat ini, akses untuk keluar masuk puskesmas melalui satu pintu, yakni gerbang yang selama ini untuk jalur keluar.

Dilansir dari Harian Batam Pos, lokasi longsor persis berada di pinggir gorong-gorong. Longsor tersebut sudah memakan separuh beton yang menguatkan sisi kiri jalan.

Gorong-gorongnya juga mulai retak-retak sehingga oleh petugas, akses jalan tersebut ditutup sementara.

Selain merusak gorong-gorong, tembok pembatas lingkungan puskesmas juga rusak. Pondasi tembok juga mulai berrongga, rentan roboh.

”Sabtu lalu itu terkikis, kemarin (Minggu, 13/9) mulai retak-retak, makanya kita tutup akses jalan masuk ini,” ujar Irawan, petugas di Puskesmas Tanjunguncang.

Warga melihat tembok penyangga jalan masuk ke Puskesmas Tanjunguncang, Batuaji yang rusak karena longsor tergerus air hujan, Senin (14/9/2020). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

Informasi yang disampaikan, kerusakan tersebut terjadi saat
hujan deras, Sabtu (12/9/2020) lalu. Air yang mengalir dari arah

Rusunawa Pemko Batam Tanjung Uncang I, cukup deras sehingga mengikis bagian samping drainase dan melebar hingga ke lokasi jalan masuk dan tembok pagar puskesmas.

Kerusakan ini sudah dilaporkan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam. Namun, sampai siang kemarin belum ada perbaikan.(jpg)

Kenaikan Cukai Belum Maksimal Turunkan Jumlah Perokok

0

batampos.co.id – Sumber Daya Manusia (SDM) manusia yang unggul menjadi pertaruhan di tengah pengendalian rokok. Dalam pengendalian rokok, pemerintah punya target yang ingin dicapai, yakni pengurangan konsumsi rokok di masyarakat. Karena, dari rokok terdapat beberapa dampak negatif yang ditimbulkan.

Haula Rosdiana, guru besar Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (UI) menyatakan, kenaikan cukai dinilai mampu mengurangi konsumsi rokok. ”Utamanya, bagi perokok pemula dan anak-anak. Instrumen kenaikan cukai rokok itu diperkirakan efektif untuk menekan pola konsumsi bagi perokok baru atau yang coba-coba,” jelasnya.

Meski demikian, selama ini, fungsi cukai sebagai alat pengendalian konsumsi rokok masih belum maksimal. Terlebih lagi untuk menurunkan prevalensi perokok. Sebab, masih banyak instrumen yang mesti dilakukan sejalan dan penuh komitmen untuk mengurangi konsumsi rokok. Seperti yang diketahui, sambungnya, rokok sudah menjadi budaya dan kebiasaan yang sulit diubah. Sehingga, kenaikan cukai rokok mesti dibarengi dengan strategi serius dari banyak sisi.

Menilik harga rokok yang masih bisa dijangkau dari berbagai kalangan, instrumen tarif rokok menjadi tidak terjangkau dapat mempengaruhi daya beli masyarakat di kalangan menengah ke bawah. Ketidakmampuan membeli rokok itu diharapkan bisa mengubah pola konsumsi; dari mengutamakan rokok menjadi mengutamakan pendidikan dan pemenuhan gizi keluarga.

Konsumsi rokok yang sudah membudaya menurutnya harus diubah secara holistik dan komprehensif. Soal pengendalian konsumsi rokok, tidak bisa diatasi hanya dari kenaikan cukai. Pada kenyataannya, konsumsi rokok di kampung-kampung sudah menjadi kebiasaan yang sehari-hari dilakukan.

Di masyarakat, lanjutnya, ada kebiasaan membayar orang yang dimintai bantuan dengan uang rokok. Justru, kebiasaan itu tidak bisa begitu saja diatasi dengan kenaikan cukai rokok. Mesti ada strategi lain yang sifatnya menyeluruh. Agar pengendalian konsumsi rokok bisa all out.

Dia menambahkan, saat ini, dari data Riskesdas 2018 terdapat sekitar 9,1 persen penduduk usia 10–18 tahun merokok. Jumlah tersebut pun terus naik. Sementara, pembangunan Indonesia ke depan membutuhkan SDM yang produktif dan unggul. Aturan kenaikan cukai rokok menjadi tepat apabila dikerjakan untuk memutus perokok baru dan anak-anak. Yang nantinya berkontribusi pada pembangunan Indonesia. (*/jpg)

Terkini, 991 Warga Batam Positif Covid-19

0

batampos.co.id – Warga Kota Batam yang terkonfirmasi positif Covid-19 kian meningkat, jumlahnya saat ini mencapai 991 orang.

Ketua Bidang Kesehatan Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Didi Kusmarjadi, dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan, pada Senin (14/9/2020), ada 20 orang warga Batam yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Data ini merupakan hasil pemeriksaan swab oleh Tim Analis Laboratorium BTKL PP dan Analis Laboratorium RSKI Covid-19 Galang berdasarkan hasil temuan kasus baru dan hasil tracing,” ujarnya.

Ia menyebutkan jumlah orang yang terpapar dari temuan
kasus baru tersebut terdiri dari 15 orang laki-laki dan 5 orang perempuan dan rata-rata masuk dalam klasifikasi asimptomatik atau tanpa gejala serta didominasi oleh karyawan swasta.

Jumlah warga Kota Batam yang terkonfirmasi positif Covid-19 hingga Senin (14/9/2020).

“Dapat kami sampaikan bahwa dari hasil penyelidikan epidemiologi yang terus dilakukan oleh Tim Surveilans Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam terhadap seluruh cluster, dapat disimpulkan sementara bahwa saat ternyata terlihat kembali adanya kenaikan jumlah kasus baru,” katanya.

Hal itu kata dia, sehubungan adanya penurunan tingkat kedisplinan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan diberbagai aktifitas sehari-hari.

Sehingga hal ini nantinya memungkinkan terjadi pertumbuhan kembali kasus Covid-19 yang berkaitan dengan berbagai cluster tersebut ataupun kasus baru yang terjadi baik dari transmisi lokal maupun import.

“Kami ingatkan dan imbau kembali agar tetap mengikuti anjuran pemerintah, menjaga jarak, senantiasa mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.” ujarnnya.

Kemudian tetap di rumah saja dan jika terpaksa harus keluar rumah gunakan masker serta selalu menjaga kesehatan dengan makan makanan seimbang dan berolahraga secara teratur dan istirahat yang cukup.

Dengan adanya penambahan tersebut saat ini total jumlah masyarakat Kota Batam yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 991 orang.

Dengan rincian 573 sembuh, 38 orang meninggal dunia dan 380 orang masih dalam perawatan.(*/esa)

Kasus Covid-19 di Indonesia Melebihi Rata-rata Global

0

batampos.co.id – Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengakui tingginya angka kasus positif di tanah air setidaknya hingga 13 September 2020. Tingginya kasus tersebut diakuinya lebih tinggi dari rata-rata dunia.

“Saya menyampaikan ratas tadi pagi bahwa yang pertama dalam rangka mengendalikan pandemi, pemerintah kerja keras meningkatkan angka kesembuhan, dan kasus aktif positif memang per 13 September rata-rata kasus aktif 25,02 persen,” katanya dalam konferensi pers, Senin (14/9). “Atau sedikit lebih tinggi kasus dunia,” tambahnya.

Sedangkan kasus sembuh sebanyak 155.010-an kasus dengan angka kesembuhan 71 persen. Jumlah ini justru lebih rendah dari rata-rata dunia. “Rata-rata sembuh ini sedikit lebih rendah dari rata-rata dunia yaitu 72 persen,” jelasnya.

Angka case fatality rate atau kematian di Indonesia cenderung tinggi dan paling tinggi di Asia Tenggara sesuai data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per 3 September 2020. Meski memaparkan data yang tidak menggembirakan, Terawan mengklaim pemerintah telah bekerja keras untuk menurunkan angka kematian.

Terawan melanjutkan, walau saat ini masih tergolong tinggi, rata-rata kematian di Indonesia menurun dari 4,49 persen jadi 3,99 persen. Dan itu pun masih lebih rendah dari rata-rata dunia.”Masih sedikit lebih rendah dari dunia yaitu 3,18 persen. Angka kematian kita sebesar 3,99 persen turun dari minggu sebelumnya yaitu 4,2 persen,” katanya.

Terbaru hari ini, Senin (14/9), kasus positif harian bertambah 3.141 orang. Sudah 221.523 orang dinyatakan positif Covid-19 selama kurun waktu 6 bulan. Angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia bertambah 118 jiwa. Kini sudah 8.841 orang di Indonesia meninggal akibat Covid-19. (*/jpg)

Wali Kota: Penataan Kota Ini Belum Berhenti

0

batampos.co.id – Pemko Batam terus meningkatkan estetika kota. Hal ini ditandai dengan terus dibangunnya taman atau ruang publik yang bisa dinikmati masyarakat maupun wisatawan.

“Dataran Engku Hamidah ini, merupakan desain dua tahun lalu. Sekarang kita dapat menikmatinya,” ucap Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Sabtu (12/9/2020).

Menurutnya, penataan kota ini belum berhenti, dengan kata lain akan terus dikembangkan.

Hal ini senada dengan upaya dirinya meningkatkan sektor yang sangat potensial bagi ekonomi Batam, yakni sektor pariwisata.

Ia menambahkan, Dataran Engku Hamidah merupakan salah satu titik dari sekian banyak yang akan dikembangkan oleh Pemko Batam.

Rudi mengungkapkan, sepanjang jalan Raja Haji Fisabilillah dari Jembatan Layang Laluan Madani hingga Bundaran Madani akan dikembangkan.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, bersantai di Dataran Engku Hamidah. Foto: Media Center Pmeko Batam untuk batampos.co.id

“Juga, jalan sekitar Engkuputri juga kita akan kembangkan. Lalu dari ruas jalan Ahmad Yani juga demikian,” jelasnya.

“Di depan Polresta Barelang (Jalan Jendral Sudirman) kami akan bangun taman dan pasang lampu. Jadi nanti keindahan Batam tidak hanya dapat dinikmati satu titik, tapi dari banyak titik,” papar dia lagi.

Untuk diketahui kini Pemko Batam melalui bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) tengah membangun satu taman baru di dekat Laluan Madani.

Hal ini menggenapi fasilitas yang dibangun pemerintah. Rudi mengungkapkan tidak hanya di dekat Laluan Madani, rencana pengembangan secara bertahap ruang terbuka hijau bahkan dari Laluan Madani ke Simpang Kabil di dekat Kepri Mall.

“Semua yang minta lahan, semua diminta ikut pembangunan. Bayangkan kalau dari jalan itu (jalan Sudirman) hingga Simpang Kepri Mall taman bagus, lampu-lampu bercahaya, indah tak Batam jadinya,”

Ia mengatakan, setelah semua dikembangkan akan semakin membuat Batam memiliki daya tarik, baik sektor investasi maupun pariwisata.

Setelah keduanya meningkat, tentu memberikan dampak domino bagi masyarakat.

“Semua akan ikut berkembang, maju bersama. Dari yang jual kerajinan, lapangan pekerjaan, angkutan, kuliner semua akan mendapatkan dampak positifnya,” pungkasnya.(*/esa)

Siswa Berstatus Pemilih Pemula Jadi Target Calon Kepala Daerah

0

batampos.co.id – Calon kepala daerah (Cakada) yang ikut dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) akan menargetkan para pemilih pemula.

Hal ini diprediksi oleh Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI). Sekretaris Jenderal (Sekjen) FSGI, Heru Purnomo, mengatakan, pihaknya meminta untuk ada pengawasan mengantisipasi praktik politisasi di sekolah.

Khususnya menjadikan guru sebagai alat mendulang suara di sekolah.

“Banyak yang akhirnya menggunakan sekolah untuk meraih suara para siswa yang menjadi pemilih pemula,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Senin (14/9/2020).

Apalagi, saat ini pihak sekolah juga tengah mendata nomor handphone siswa untuk mendapatkan bantuan kuota gratis pemerintah.

Dikhawatirkan, nomor-nomor tersebut akan diserahkan kepada tim kampanye Cakada untuk berkampanye.

“Pemilih pemula adalah target bagi banyak calon kepala daerah karena jumlahnya hampir 30 persen dari total pemilih. Oleh karena itu, patut diduga, permintaan tersebut adanya kaitannya dengan kepentingan pribadi calon tertentu yang ingin terpilih kembali,” imbuhnya.

Agar menghindari praktik kotor tersebut, dia meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di daerah turun tangan untuk mencegah hal tersebut. Siswa tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan politik.

“Karena sangat sulit berharap para guru dan sekolah melaporkan ke Bawaslu, mereka umumnya takut akan konsekuensi dari laporan jika si calon kepala daerah memenangkan pemilihan,” tutur Heru.(jpg)