Minggu, 17 Mei 2026
Beranda blog Halaman 9839

Diduga Stres, Ibu Bunuh Dua Anaknya

0

batampos.co.id – Seorang ibu nekat menghabisi nyawa kedua anaknya di Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, pada Rabu (25/11) sekitar pukul 16.00 wita. Kedua korban masih berumur belasan tahun.

Salah seorang warga Tarmizi seperti dilansir dari Antara di Batu Benawa menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi di perbatasan antara Desa Aluan Mati dengan Desa Pagat, Kecamatan Batu Benawa.

”Dari informasi masyarakat, ibu yang tega membunuh anaknya tersebut dalam kondisi stres berat sejak beberapa bulan lalu. Suaminya juga baru meninggal,” kata Tarmizi.

Tarmizi mengatakan, tetangganya sempat bertanya kepada pelaku. ”Kamana anak ikam badua kada talihat saharian (kemana kedua anakmu seharian tidak terlihat),” kata Tarmizi. Lalu si ibu itu menjawab, Anakku sudah ku bunuh keduanya. Merasa penasaran, warga pun mendatangi rumah korban di Desa Aluan Mati RT 5 RW 3.

Ternyata benar. Kedua anaknya memang telah meninggal dengan posisi telentang tanpa pakaian. Ibunya yang membunuh pun juga telanjang dan teriak-teriak tidak karuan.

Menurut warga, lanjut Tarmizi, kedua anak itu dibunuh dengan cara dicekik atau mulutnya ditutup dengan bantal. ”Tapi itu kan tugas pihak kepolisian yang menyelidiki,” ujar Tarmizi.

Saat diamankan pihak kepolisian pun pelaku masih teriak-teriak tidak karuan. ”Anak yang dibunuh tersebut berjenis kelamin laki-laki dan perempuan,” ucap Tarmizi.

Ps Paur Subag Humas Polres Hulu Sungai Tengah Aipda M. Husaini saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, pelaku telah diamankan sedangkan korban juga telah dibawa ke pelayanan kesehatan terdekat. ”Pelaku sudah diamankan. Saat ini sudah dibawa ke pelayanan kesehatan setempat bersama korban,” tutur Husaini.(jpg)

Tanjung Sauh Jadi Pelabuhan Utama

0

batampos.co.id – Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum, mengatakan, pengajuan rencana Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh, Batam, sudah disampaikan ke pemerintah pusat.

Kawasan itu akan dibangun pelabuhan kargo bertaraf internasional, sebagai pelabuhan kategori utama, dan berada di bawah kendali pemerintah pusat.

Juga kawasan industri bertaraf internasional. Selain pengembangan Tanjungsauh sebagai pelabuhan peti kemas dan kawasan industri terpadu, Pemko Batam juga mengusulkan pembangunan pelabuhan pengumpul di dekat Kawasan Ocarina, Batam Center.

”Penetapan sebagai pelabuhan utama di bawah pemerintah pusat, hal itu menjadi bagian dari rencana induk pelabuhan,” ujarnya, Rabu (25/11/2020) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Hal ini, lanjutnya, sudah disampaikan kepada Menteri perhubungan (Menhub). Ini menindaklanjuti surat Menhub kepada gubernur sebelumnya, agar mengusulkan Tanjung Sauh sebagai pelabuhan utama.

Ke depan, pemerintah akan terbuka dalam pengelolaannya. Pelabuhan utama akan melibatkan Pemprov Kepri, Pemko Batam, serta Badan Pengusahaan (BP) Batam.

”Tapi, karena Tanjung Sauh nanti jadi kawasan terintegrasi, bisa saja akan menjadi kawasan bersama pusat, Pemprov, Pemko, dan BP Batam,” kata Syamsul yang juga Asisten Ekonomi Pembangunan Pemprov Kepri ini.

Pemprov Kepri sendiri mendukung dan menyiapkan Tanjung Sauh sebagai pelabuhan kontainer bertaraf internasional (utama).

Selain pelabuhan utama, nantinya akan ada pelabuhan pengumpul yang akan dibangun di dekat Ocarina.

Pjs Wali Kota Batam Syamsul Bahrum, mempresentasikan dan berdiskusi terkait roadmap usulan KEK Tanjung Sauh bersama DPRD Kota Batam, Selasa (24/11/2020). Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

Sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 61 Tahun 2009 tentang Kepelabuhanan, diatur jenis pelabuhan.

Mulai pelabuhan utama, pelabuhan pengumpul, dan pelabuhan pengumpan.

Saat ini di Batam, yang masuk kategori pelabuhan utama adalah Pelabuhan Batu Ampar.

Sebagai gambaran, pelabuhan utama, melayani kegiatan angkutan laut dalam negeri dan internasional, dalam jumlah besar.

Pelabuhan pengumpul untuk melayani kegiatan angkutan laut dalam negeri, dalam jumlah menengah.

Sementara pelabuhan pengumpan, fungsi pokoknya melayani kegiatan angkutan laut dalam negeri dalam jumlah terbatas.

Di setiap pelabuhan, pemerintah membentuk lembaga Otoritas Pelabuhan (Port Authority) yang melaksanakan fungsi pengaturan, pengendalian, dan pengawasan kegiatan kepelabuhanan yang diusahakan secara komersial.

Selanjutnya, unit penyelenggara pelabuhan sebagai otoritas yang melaksanakan fungsi pengaturan, pengendalian, pengawasan kegiatan kepelabuhanan.

Sementara untuk pengelolaan kawasan free trade zone (FTZ)­-nya, Syamsul, mengatakan, tidak berada di bawah BP Batam.

Namun akan berada di bawah Pemko Batam dan Pemprov Kepri.

”(FTZ) Pulau Batam di bawah BP. Sekarang ini, (KEK Tanjung Sauh) di bawah Pemko dan Pemerintah Provinsi,” ungkap
Syamsul.

Dia optimistis KEK di Pulau Tanjung Sauh segera terealisasi. Sejauh ini, masih ada empat persyaratan yang belum dipenuhi.

Salah satunya, memorandum of understanding (MoU) antara Pemko dan DPRD Batam.

”Yang pasti, Pelabuhan Tanjung Sauh akan menjadi pelabuhan utama. Saya sudah teken suratnya,” terang Syamsul.(jpg)

Ekonomi Singapura Terancam Gelombang Penularan Covid-19 di Luar Negeri

0

batampos.co.id – Singapura bakal membuka fase 3 perekonomian. Para pekerja dan dunia bisnis harus beradaptasi dengan kondisi baru di tengah pandemi Covid-19. Singapura yakin seiring kasus Covid-19 yang terus menurun, perekonomian mereka akan naik. Namun tak dipungkiri kasus impor Covid-19 di Singapura tetap menjadi tantangan. Terlebih gelombang penularan Covid-19 di luar negeri juga mengalami kenaikan seperti di Eropa.

Dilansir dari Straits Times, Rabu (25/11), Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Chan Chun Sing mengatakan perbaikan ekonomi Singapura pada kuartal ketiga tahun ini menunjukkan bahwa semuanya berada di jalur yang benar. Langkah-langkah dukungan pemerintah terhadap bisnis dan pekerja juga terus mendorong pulihnya perekonomian.

“Ke depan, dukungan kami harus lebih tepat sasaran dan fokus pada hasil positif bagi bisnis dan pekerja kami,” ujarnya.

Menteri Chan memaparkan ada 4 faktor yang akan mempengaruhi laju pemulihan ekonomi domestik dan global. Dua faktor berada dalam kendali Singapura.

“Yakni tingkat infeksi virus Korona makin terkendali dan kemampuan bisnis serta pekerjanya untuk berputar dan beradaptasi dengan Covid-19,” katanya.

“Jika kami dapat terus menekan tingkat infeksi, kami akan dapat melanjutkan lebih banyak aktivitas dan meningkatkan interaksi kami dengan seluruh dunia,” tegas Menteri Chan.

Hanya saja, ada 2 faktor lainnya dari eksternal. Yaitu perkembangan global, seperti dinamika geopolitik antara negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Tiongkok. Lalu faktor lain adalah gelombang penularan Covid-19 yang berulang secara global.

“Ini berada di luar kendali Singapura. Kami belum tahu bagaimana pemerintahan baru AS akan mendekati hubungannya dengan Tiongkok. Tapi kami berharap kedua pihak akan meredakan ketegangan dan kembali ke tatanan ekonomi global yang lebih terbuka dan inklusif,” kata Menteri Chan.

Sementara itu, gelombang penularan yang berulang di luar negeri, yang mengarah pada penguncian kembali juga akan berdampak pada permintaan global. Dia khawatir akan memengaruhi ekonomi yang berorientasi ekspor seperti Singapura.

“Selama kita mengelola faktor-faktor yang dapat dikontrol dengan baik, dan mengurangi risiko di luar kendali kita, saya yakin kita dapat pulih lebih cepat,” ungkap Menteri Chan.

Singapura sekarang memiliki kemampuan pengujian, fasilitas isolasi, dan kapasitas perawatan kesehatan untuk mengelola risiko dari kasus impor.
Selain itu, Singapura juga akan dapat secara progresif menyelenggarakan pertemuan, insentif, konferensi, dan acara pameran (Mice) yang lebih signifikan untuk mempertahankan posisinya sebagai simpul bisnis terkemuka.

“Jumlah kasus impor mungkin meningkat, tapi risiko bagi masyarakat sekitar bisa dikurangi,” pungkas Menteri Chan.(jpg)

Perusahaan Asal Amerika Tutup di Batam, Karyawan Tetap Datangi Perusahaan

0

batampos.co.id – Aktivitas produksi sepatu di PT King Safety Wear (KSW) by Honeywell di kawasan industri Latrade, Tanjung Uncang, sudah berhenti total, Rabu (25/11/2020).

Perusahaan asal Amerika ini sebelumnya mengumunkan kepada karyawan mulai tutup, Selasa (24/11/2020).

Sebanyak 430 karyawan sudah tak masuk kerja lagi. Mereka sudah resmi dirumahkan setelah manajemen perusahaan mengeluarkan pengumuman penutupan tersebut.

Kini, mereka menanti janji pihak manajemen untuk menyelesaikan hak-hak mereka sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan yang berlaku.

”Karyawan yang bergabung dalam serikat pekerja sudah tanda tangan semua. Manajemen berjanji akan memenuhi hak karyawan sesuai undang-undang yang berlaku, paling lambat tanggal 21 Desember,” ujar Ketua Tekstil Sandang Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (TSK SPSI) PT KSW by Honeywell, Jos Sudaraso, Rabu (25/11/2020) seperti yang di Harian Batam Pos.

Pabrik PT Kings Safety Wear (KSW) by Honeywell di Kawasan Industri Latrade, Tanjung Uncang, Batu Aji, Selasa (24/11/2020). Foto: Jos Sudaraso untuk Batam Pos

Dikatakan Jos, pasca penyampaian penutupan produksi perusahaan, manajemen memang melarang karyawan untuk berada di lokasi perusahaan.

Namun, mereka tak menuruti begitu saja sebab hak mereka belum dipenuhi.

Mereka mengaku siap pergi jika perusahaan sudah menyelesaikan hak mereka.

”Tadi pagi banyak yang datang ke PT (perusahaan), tapi sudah tak diperbolehkan masuk. Tak apa, asalkan kita tetap awasi sampai hak-hak semua karyawan terpenuhi,” ujarnya.

Sementara manajemen PT KSW by Honeywell, belum memberikan keterangan apapun terkait penghentian aktivitas produksi di perusahaan tersebut.

Awak media yang mencoba mengonfirmasi, belum bisa tembus sampai ke pihak manajemen sebab dilarang masuk di gerbang masuk perusahaan.

Sebelumnya, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam membenarkan tutupnya perusahaan PT Kings Safety Wear (KSW) by Honeywell.

”Setelah dikonfirmasi ke HRD perusahaan, memang terhitung
Selasa mereka sudah tutup,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja Batam, Rudi Sakyakirti.

Rudi menyebutkan, perusahaan itu sudah berkoordinasi dengan Disnaker terkait pembayaran dan hak-hak karyawannya.

”Mereka sudah bersepakat dengan karyawan tentang pembayaran hak-hak karyawan,” ungkap Rudi.(jpg)

TNI AL Antisipasi Potensi Kerawanan di Laut Natuna

0

batampos.co.id – Sebagai komando utama (kotama) TNI AL di wilayah barat Indonesia, Komando Armada (Koarmada) I memiliki tanggung jawab menjaga perairan di Natuna. Baik Natuna Utara maupun Natuna Selatan. Kemarin, Rabu (25/11), sepuluh unsur Koarmada I yang terdiri atas sembilan kapal perang dan satu pesawat bermanuver di Laut Natuna Selatan.

Mereka bergerak untuk menguji kemampuan dalam latihan operasi dukungan tembakan. Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid Kacong menyatakan bahwa pasukan yang dikirim ke Natuna Selatan sudah digelar sejak Jumat pekan lalu. Menurut dia, latihan tersebut penting untuk mengukur kemampuan personel dan seluruh unsur Koarmada I.

”Sehingga dapat diperoleh gambaran kemampuan operasional Koarmada I mulai dari tingkat perorangan maupun satuan,” jelasnya.

Perwira tinggi bintang dua TNI AL itu pun menyebut, Koarmada I sebagai kotama operasional memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan dan mendukung tugas­tugas TNI. Utamanya yang terkait bidang pertahanan laut. ”Memiliki kewajiban dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai impelementasi tugas TNI,” imbuh Rasyid.

Dalam pelaksanaan tugas-tugas itu, pihaknya butuh kesiapsiagaan prajurit dan alat utama sistem persenjataan (alutsista). Untuk itu, latihan operasi dukungan tembakan mereka laksanakan. ”Latihan ini bersifat interoperabilty antar satuan sehingga dibutuhkan kerja sama taktis unsur latihan,” ujarnya.

”Mulai komando, pengendalian, sampai komunikasi,” tambah dia.

Lebih lanjut, disampaikan oleh mantan panglima Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) tersebut, latihan operasi dukungan tembakan perlu dilakukan untuk melatih kemampuan prajurit agar program zero accident dalam setiap operasi tercapai.

Berdasar data yang diterima Jawa Pos (grup Batampos Online), latihan operasi dukungan tembakan Koarmada I melibatkan KRI Bung Tomo­357, KRI John Lie­358, KRI Sutedi Senoputra­378, KRI Tjiptadi­381, KRI Barakauda­633, KRI Kujang­642, KRI Surik­645, KRI Parang­647, KRI Bubara­868, serta pesawat Pesud CN­235 P­8303.

Seluruhnya melakukan kegiatan manuver lapangan dengan materi latihan communication, leaving harbour, mine field transit, ADEX, photex, screnex, DCEX, AAROFEX, flashex, OOWEX, NSIC, prep gunex, gunex 1, gunex 2, tacman, asuwex, aswex, dan pubex.

Selain Natuna Selatan, sebelumnya TNI AL juga melaksanakan latihan di Natuna Utara. Mereka bahkan sempat latihan bersama dengan kapal perang milik Angkatan Laut Jepang. Belum lama, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksaman TNI Yudo Margono menyatakan dirinya memiliki kebijakan khusus di Natuna.

Melihat gejolak serta aktivitas di Laut China Selatan yang berbatasan dengan perairan Natuna, TNI AL berniat memindahkan satuan tempur mereka ke Natuna.

Yudo menyebutkan bahwa satuan tempur yang akan dia pindahkan adalah Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada I. ”Komandan Guspurla nantianya akan pindah ke Natuna untuk antisipasi situasi yang terjadi sewaktu­waktu,” imbuhnya.

Menurut orang nomor satu di TNI AL itu, keberadaan Guspurla di Natuna akan mengefisiensikan gerakan satuan tempur mereka. ”Bisa pimpin kapal perang, satuan tugas yang ada di sana,” tegasnya.

Dia memastikan pemindahan Guspurla Koarmada I dilakukan secara permanen. Dengan begitu, satuan yang semula bermarkas di Jakarta itu akan pindah ke Natuna. Yudo menyatakan, sebagai pelaksana tugas operasi yang menjaga kedaulatan negara di Natuna, pasukan yang bergerak di bawah Guspurla Koarmada I harus lebih dekat ke medan operasi.

Sejauh ini, dia pun memastikan bahwa operasi TNI AL di Natuna tidak putus. Sedikitnya ada empat unsur kapal perang yang selalu siaga Natuna. (syn/*/jpg)

Pjs Gubernur Kepri Minta Dukungan untuk Penanaman 1 Miliar Pohon Buah Kelapa

0

batampos.co.id – Pjs Gubernur Kepri, Bahtiar Baharuddin, meminta dukungan pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten dan Kota dalam program penanaman 1 Miliar pohon buah kelapa di Provinsi Kepri.

Hal ini mengingat banyak lahan di Kepri yang tidak dimanfaatkan secara baik, bahkan dibiarkan tidak terwat dan hanya ditumbuhi semak belukar.

Padahal peluang menanam pohon buah kepala ini bisa memberi dampak peningkatan perekonomian masyarakat dan juga bisa memberi pe.asuka bagi PAD daerah.

“Untuk itu, saya mohon dukungan Bapak/Ibu Bupati Walikota dalam program menanam 1 milyar pohon buah kelapa ini,” kata Bahtiar di Tanjung Pinang, Rabu (25/11/2020).

Bahtiar menjelaskan, pihak pemda bisa mengalokasikan anggaran untuk program ini melalui swadaya masyarakat dan bisa melibatkan pihak swasta besar dan kecil.

Selain itu lanjutnya, Pemda di Kepri juga bisa mengajukan anggaran dari pemerintah pusat melalui anggaran APBN, dan bisa juga melalui anggaran APBD daerah masing-masing dalam melaksanakan program ini, yang tentunya dilakukan secara bertahap.

Pemda juga lanjutnya, bisa melibatkan pihak perusahaan swasta atau BUMN dan BUMD yang ada di daeeah melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) atau program kepedulian perusahan kepada masyarakat di sekitarnya.

Pjs Gubernur Kepri, Bahtiar Baharuddin (pakai jaket) meminta dukungan Pemda Kabupaten dan Kota dalam program penanaman 1 Miliar pohon buah kelapa di Provinsi Kepri. Foto: Pemprov Kepri untuk batampos.co.id

“Semua bisa dilibatkan dalam merealisasikan program penanaman 1 miliar pohon buah kepala ini, termsuk dana daesa bisa untuk program ini. Sebab, hasilnya juga akan dirasakan masyarakatnya,” tutur Bahtiar.

Dirjen Polpum Kemendagri ini juga menerangkan, bahwa untuk lokasi penanaman pohon buah kelapa ini bisa dilakukan baik di luar hutan, seperti lokasi pertanian dan perkebunan baik yang dimiliki Pemda dan juga lahan pihak swasta.

Bisa juga ditanam di dalam hutan lindung dan hutan produksi dengan prinsip bisa ditanami pohon buah kelapa tanpa mengubah fungsi hutan itu sendiri. Selain itu bisa dilakukan di program perhutanan sosial.

Sehingga, nantinya bisa dibuat dalam bentuk program kegiatan seperti, rehabilitas lahan terlantar dan kritis. Semua lahan tersebut baik dalam hutan maupun diluar hutan bisa dimanfaatkan untuk menanam pohon buah kelapa itu.

“Saya contohkan penganggaran melalui APBD bisa dengan kegiatan bantuan bibit kelapa, dan kelapa ini dalam 3 tahun akan bisa berbuah,” katanya lagi.

Sementara lanjut Bahtiar, pembagian bibit kelapa bisa melalui Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan, Dinas Kehutanan dan Lingkungab Hidup dan bisa disesuaiakan rencana lokasi penanamannya.

Bahtiar menyakini program menanam 1 milyar pohon buah kelapa ini bisa menjadi program unggulan Provinsi Kepri dalam upaya pemulihan ekonomi sebagai dampak pandemi Covid-19.

“Program ini bisa di desain sebagai program kegiatan padat karya dalam mengatasi dampak pandemi Covid-19. Sehingga dana Covid bisa digunakan untuk mendukung program ini,” harapnya.

Bahtiar juga meminta dukungan dari DPRD Provinsi Kepri dan DPRD Kabupaten dan Kota dalam mensukung program tersebut.

Untuk itu pihaknya meminta dukungan dari DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota untuk mendukung program unggulan nasioanal ini.

Perlu diketahui saat ini dari 34 Provinsi keberadaan kepala ini hampir habis pohon buah kelapanya.

Padahal permintaan ekspor dan industri dari bahan buah kepala mulai tempurung kelapa, sabuk kelapa dan batang kelapa sangat tinggi.

“Karena kita wilayahnya kepulauan, sehingga kapal-kapal bisa menjemput ke pulau-pulau, maka harus ditanam dalam jumlah massal. Dan nantinya pohon buah kelapa ini bisa menjadi tanaman icon Provinsi Kepri kedepan, disaat daerah lain hampir punah,” tuturnya lagi.

Program penanaman 1 miliar pohon buah kepala mulai digulirkan Pjs Guberbur Kepri Bahtiar Bahruddin dengan penanaman pohon buah kelapa di Kabupaten Natuna saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Natuna tersebut.(*)

Penumpang di Pelabuhan Feri Internasional Batam Center Sudah Ratusan Orang

0

batampos.co.id – Arus penumpang di Pelabuhan Feri Internasional Batam Center sempat ramai di masa pandemi
Covid-19.

Jumlah penumpang tercatat 247 orang, jauh meningkat jika dibandingkan beberapa waktu sebelumnya.

”Beberapa hari lalu penumpang sempat 247 orang, cukup ramai. Namun, itu belum ada apa-apanya dibanding sebelum pandemi, jumlah penumpang sehari paling rendah 5.000 orang,” ujar Manager Operasional Feri Internasional Batam Center, Nika Astaga, seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Tapi, jika dilihat dari data penumpang sejak pandemi, jumlah penumpang jauh meningkat.

Dimana, sebulan lalu, penumpang yang berangkat mulai da ri 2 orang.

”Kadang 4, kadang 2 orang. Kadang juga ada (kapal) be rangkat kosong,” terang Nika.

Untuk total kapal berangkat dari Batam tujuan Singapura, ada 2 kapal.

Ilustrasi. Aktivitas di Pelabuhan Internasional Batam Center. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

Begitu juga dengan kapal yang datang. Sedangkan kapal tujuan Malaysia atau sebaliknya, tidak berangkat setiap hari, dikarenakan jumlah penumpang yang semakin sedikit.

”Untuk kapal ke Malaysia memang tak se tiap hari, kapal yang berangkat juga melihat tanggal ganjil dan genap,” ungkap Nika.

Menurut Nika, kapal tujuan Singapura rata-rata diisi pekerja dari Indonesia. Syarat pekerja bisa berangkat juga harus memiliki permit, visa dan PCR.

Tak hanya itu, setiap penumpang juga wajib mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.

Mulai dari mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.

”Setiap pekerja harus memiliki visa, jadi baru bisa berangkat. Kalau penumpang TCA atau RGL memang khusus, mereka ada surat resmi dari perusahaan,” imbuh Nika.

Sementara itu, Polsek Kawasan Pelabuhan terus mengimbau  masyarakat yang menggunakan jasa transportasi laut, untuk mematuhi protokol kesehatan di masa adaptasi kebiasaan baru.

Kapolsek KKP Batam, AKP Budi Hartono, mengatakan, imbauan ini dilaksanakan rutin di seputaran pelabuhan yang ada di Batam.

Tujuannya, menyosialisasikan kepada masyarakat untuk selalu memakai masker, menjaga jarak, dan tidak berkumpul.

”Dengan menggunakan alat pengeras suara, personel KKP  berpartroli di seputaran wilayah pelabuhan di Batam,” ujar Budi, Rabu (25/11/2020).

Selain itu, KKP Batam juga menyampaikan agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik serta menjaga kebersihan lingkungan.

Sosialisasi di pelabuhan ini, lanjut Budi, akan terus dilakukan sampai masa tanggap darurat berakhir, menyusul semakin bertambahnya warga di Kota Batam yang terinfeksi Covid-19.

”Ini juga sebagai bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat serta langkah preventif terhadap potensi gangguan kamtibmas,” pungkasnya.(jpg)

Edhy Prabowo Mundur dari Menteri dan Waketum Gerindra setelah Jadi Tersangka

0

batampos.co.id – Politikus Partai Gerindra, Edhy Prabowo menyatakan mundur sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan usai ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selain itu, Edhy juga menyatakan mundur dari jabatan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra.

“Dengan ini akan mengundurkan diri sebagai wakil ketua umum dan juga nanti saya akan mohon diri untuk tidak lagi menjabat sebagai menteri,” kata Edhy di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (25/11).

Usai ditetapkan sebagai tersangka, Edhy juga menyatakan permintaan maaf secara terbuka telah melakukan praktik rasuah. Dia diduga terseret dalam kasus dugaan suap perizinan tambak, usaha, dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020.

“Kemudian saya mohon maaf seluruh rakyat Indonesia khusus masyarakat perikanan yang mungkin banyak yang terkhianati seolah-olah saya pencitraan,” ujar Edhy.

Edhy memastikan bakal membuka kasus yang menjeratnya. Dia pun menegaskan, tidak akan lari dari tanggung jawab. “Saya akan beberkan apa yang menjadi yang saya lakukan dan ini tanggung jawab saya kepada dunia dan akhirat,” pungkas Edhy.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka terkait perizinan tambak usaha atau pngelolaan perikanan komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020. Selain Edhy, KPK juga menetapkan enam tersangka lainnya yang juga terseret dalam kasus ekspor benih lobster atau benur.

Mereka yang ditetapkan tersangka penerima suap yakni Safri (SAF) selaku Stafsus Menteri KKP; Andreau Pribadi Misanta (APM) selaku Stafsus Menteri KKP; Siswadi (SWD) selaku Pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK); Ainul Faqih (AF) selaku Staf istri Menteri KKP; dan Amiril Mukminin selaku swasta. Sementara diduga sebagai pihak pemberi, KPK menetapkan Suharjito (SJT) selaku Direktur PT Dua Putra Perkasa Pratama (DPPP).

“KPK menetapkan tujuh orang tersangka masing-masing sebagai penerima EP, SAF, APM, SWD, AF, dan AM. Sebagai pemberi (suap) SJT,” ucap Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (25/11).

KPK menduga, Edhy menerima Rp 9,8 miliar dan USD 100.000 yang diduga untuk memuluskan beberapa perusahaan eksportir benih lobster.

Keenam tersangka penerima disangkakan Pasal 12 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sedangkan tersangka pemberi disangkakan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.(jpg)

Warga Batam, IGD RSUD Masih Tutup

0

batampos.co.id – Layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batu Aji masih tutup, Rabu (25/11/2020).

Layanan ini tutup sejak Selasa (17/11/2020) lalu karena ada 27 orang tenaga kesehatan (nakes) di rumah sakit tersebut yang terpapar Covid-19 dan hingga saat ini masih dalam pena nganan medis.

Humas RSUD Embung Fatimah Batam, Novita, menuturkan, 27 nakes tersebut masih dirawat di RSUD bersama pasien Covid-19 lainnya.

Kondisi mereka cukup baik. Namun, mereka belum bisa keluar karena masih menunggu proses swab selanjutnya.

“Kalau dua kali swab terakhir negatif berturut-turut, baru bisa dipulangkan. Saat ini belum, masih menjalani perawatan sesuai anjuran dari Kemenkes,” kata Novi seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Warga berjalan di depan RSUD Embung Fatimah Batam di Batu Aji, beberapa waktu lalu. Hingga saat ini layanan IGD di RSUD Embung Fatimah masih ditutup. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

Terkait perpanjangan masa penutupan IGD, sebut Novi, memang harus dilakukan demi mempersempit ruang gerak penyebaran Covid-19.

“Kebanyakan petugas dari IGD, makanya masih ditutup sampai hari ini (kemarin). Itu untuk upaya pencegahan biar tak meluas lagi penyebaran wabah ini,” katanya.

Seperti diketahui, penutupan layanan IGD RSUD ini sudah
kali kedua.

Dimana, pada akhir Agustus lalu juga sudah dilakukan penutupan serupa, sebab ada puluhan petugas medis di sana yang terpapar Covid-19.

Petugas medis yang terpapar ini semuanya sudah sembuh dan kembali melaksanakan tugas pokok mereka di rumah
sakit.(jpg)

Legenda Sepak Bola Diego Maradona Meninggal Dunia Akibat Serangan Jantung

0

batampos.co.id – Lini masa Twitter mendadak ramai pada Rabu (25/11) malam jelang Kamis (26/11) dini hari WIB. Legenda sepak bola dunia, Diego Maradona, menjadi trending setelah dikabarkan meninggal dunia di rumahnya akibat serangan jantung.

Kabar tersebut tentu mengagetkan lantaran Maradona baru saja pulang dari rumah sakit setelah dinyatakan membaik usai menjalani operasi pengambilan gumpalan darah di otaknya.

Namun, kabar tersebut benar adanya. Diego Armando Maradona telah berpulang dalam usia 60 tahun akibat serangan jantung pada Rabu (25/11) malam WIB. Adalah media ternama Argentina, Clarin, yang mengabarkan bahwa Maradona meninggal dunia akibat serangan jantung.

Sontak sejumlah akun Twitter pesepak bola dan klub sepak bola di seluruh dunia mengucapkan duka mendalam. Salah satunya adalah Napoli yang pernah dibawa Maradona meraih kejayaan. Di akun Twitter @sscnapoli menuliskan “Per Sempre Ciao Diego” dan menyertakan foto Maradona saat memperkuat Napoli.

Diego Armando Maradona meninggal dunia akibat serangan jantung (Sky News)

Sebelumnya, dokter neurologis yang menangani operasi Maradona, Dr. Leopoldo Luque, menyatakan bahwa Si Tangan Tuhan – julukan Maradona, mengalami perkembangan yang baik setelah operasi pengambilan gumpalan darah di otaknya yang berlangsung Selasa (3/11). Luque menyatakan gumpalan darah yang terletak di antara selaput dan otak Maradona tersebut biasanya akibat terjatuh.

Usai menjalani operasi, Maradona disebut membaik dan kemudian diperbolehkan pulang. Oleh tim dokter, dia bakal menjalani pemulihan di rumah. Namun, hanya dua minggu setelah meninggalkan rumah sakit, Maradona mengalami serangan jantung dan meninggal dunia.

Usai pensiun dari lapangan hijau, Maradona memang dikenal memiliki gaya hidup tidak sehat. Bahkan, dia pernah menjalani operasi lambung untuk menurunkan berat badan pada 2005 silam. El Pibe de Oro – julukannya, yang mengantarkan Timnas Argentina menjuarai Piala Dunia 1986, juga sempat dirawat akibat hepatitis yang disebabkan kecanduan alkohol.

Maradona lahir pada 30 Oktober 1960. Dia meninggal dunia dalam usia 60 tahun di Kota Tigre. Selamat jalan Maradona, gol Tangan Tuhan di Piala Dunia 1986 akan terus dikenang.(jpg)

Play sound