Jumat, 10 April 2026
Beranda blog Halaman 9879

Masuk Bandara atau Pelabuhan, Lapor ke Polisi

0

batampos.co.id – Keributan kembali terjadi di Pelabuhan Telaga Punggur, Nongsa. Penyebabnya, seorang YouTuber Batam, Yusi Fadila, diadang sejumlah pengendara taksi konvensional atau taksi pangkalan saat menjemput rekannya di pelabuhan tersebut, Selasa (25/8/2020) lalu.

Dilansir dari Harian Batam Pos, informasi yang didapatkan, Yusi menuju Pelabuhan Telaga Punggur dengan mobil pribadi yang baru dibelinya.

Namun, ia diadang sopir taksi pangkalan karena dituding sebagai sopir taksi online.

”Aku enggak boleh jemput siapapun, walaupun memakai mobil sendiri,” tutur Yusi melaui akun Instagramnya.

Yusi mengaku, saat itu menggunakan mobil yang baru dibelinya dua minggu lalu. Namun, saat hendak meninggalkan pelabuhan, ia diminta untuk menurunkan rekan yang dijemputnya tersebut.

”Saya sudah tunjukkan bukti bahwa bukan driver online. Dari HP (handphone/ponsel) sampai bukti beli mobil,” katanya.

Pelabuhan Domestik Punggur. Foto; BP Batam untuk batampos.co.id

Namun, bukti yang ditunjukkan Yusi tak memberikan solusi. Ia diminta untuk tetap
meninggalkan pelabuhan, sementara rekannya dipaksa menaiki taksi pangkalan atau
mobil yang tak terdaftar dalam aplikasi taksi online.

”Kejadian seperti ini membuat tidak nyaman. Padahal, sudah ditunjukkan bukti-bukti, tetap tidak ada solusi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Wilayah Keamanan Kawasan Pelabuhan (KKP), AKP Syaiful
Badawi, mengatakan, untuk mengantisipasi hal ini, pihaknya meminta semua pemilik mobil taksi online menghapus aplikasi dan data yang terdaftar di perusahaan jika
mobil tersebut dijual.

”Kemudian, tembusannya dilaporkan ke kita. Jadi saat masuk ke pelabuhan atau bandara, tidak diganggu driver pangkalan,” katanya.

Selain itu, bagi driver taksi online atau yang membeli mobil bekas taksi online dan hendak menjemput keluarga ke bandara atau pelabuhan, agar melaporkan ke pos polisi di lokasi.

”Jika sudah dilaporkan, kita akan mengawal dan menginformasikan ke driver pangkalan di dalam. Jadi tidak terjadi salah paham lagi,” katanya.

Badawi menambahkan, selain aturan dari pihaknya tersebut, ia juga meminta pemerintah mengeluarkan regulasi yang jelas. Sehingga, tidak mengganggu kenyamanan di lokasi.

”Untuk sekarang aturan itu saja yang kita buat. Itu untuk mencegah agar tidak terjadi
keributan lagi,” pungkasnya.(jpg)

Interkoneksi Air Baku Waduk Tembesi-Mukakuning Diprediksi Selesai September Mendatang+

0

batampos.co.id – Proyek interkoneksi air baku dari Waduk Tembesi ke Waduk Mukaku-
ning sudah rampung 69,5 persen.

Progres tersebut sudah meliputi pemasangan pipa transmisi yang sudah mencapai 2,9 kilometer (km) dari target 3,6 km.

Saat ini, kontraktor tengah membangun lokasi ponton untuk tempat pompa penyedotan air di Waduk Tembesi.

”Tim tengah menggunakan mesin pancang untuk memasang tiang ponton. Dari ponton nanti di atasnya diletakkan pompa,” kata Pimpinan proyek (Pimpro) interkoneksi dari Badan Pengusahaan (BP) Batam, Misyar Yunanto, Jumat (28/8/2020) di Waduk Tembesi seperti yang dilansir dari Harian Batam Pos.

Misyar mengatakan, akan ada lima pompa yang digunakan untuk menyedot air dari Waduk Tembesi. Satu unit memiliki kapasitas 150 liter per detik.

Nanti empat unit akan digunakan, sedangkan satu unit berada dalam posisi standby atau siaga.

”Satu unit sebagai cadangan. Ketika satu istirahat, nanti gantian dengan unit standby
tersebut,” ucapnya.

Adapun, pipa untuk transmisi air sepanjang 3,6 km berdiameter 700 mm. Pipa tersebut ditanam dengan jarak kedalaman yang bervariasi.

”Pemasangannya tergantung saat proses pancang ketemu tanah keras. Kalau kena tanah
keras, maka disetop. Jadi, jarak kedalaman bervariasi dari 6 hingga 12 meter,” paparnya.

Di lokasi proyek, kontraktor Indobangun Megatama, juga mendirikan bangunan untuk
penjaga, bangunan genset dan bangunan panel.

”Kapasitas listrik dari PLN itu terpasang 1.000 kva. Sedangkan genset standby juga 1000 kva. Jika listrik PLN ada masalah nanti, maka genset yang menanggulangi,” ungkapnya.

Berdasarkan kontrak kerja, proyek yang dimulai 8 Juni tersebut akan berlangsung selama 120 hari dan diperkirakan rampung Oktober mendatang.

Tapi, Misyar menyebut jika proyek ini bisa selesai lebih cepat pada pertengahan September nanti.

”Pertengahan September kalau tak ada halangan bisa segera siap dan segera berope-
rasi. Menurut kontrak, memang selesai di Oktober, tapi dipercepat karena krisis air.  Waduk Mukakuning sekarang turun drastis dan di sisi lain, sayang jika air Waduk Tembesi tidak dimanfatkan,” ungkapnya.

Proyek pemasangan jaringan pipa bernilai sekitar Rp 45,7 miliar dengan ruang lingkup pekerjaan ini temasuk pengadaan dan pemasangan pipa, pompa, genset, ponton dan
aksesoris.

Pelaksanaan pemasangan jaringan pipa paralel dengan pekerjaan lainnya, dengan empat tim, yaitu satu tim pekerjaan di hulu, satu tim di hilir, satu tim pekerjaan intake/ ponton dan satu tim pekerjaan mekanikal elektrikal.

Nantinya, volume air baku yang akan dipompakan dari waduk estuari Tembesi sebesar 600 liter per detik menuju Waduk Mukakuning dan Waduk Duriangkang.

Ke depannya, Waduk Tembesi merupakan bagian dari sistem ketersediaan air baku
SPAM Barelang yang akan dikembangkan dalam konsep Batam Integrated Total Water Management (BITWM).

Yakni, sistem manajemen pengelolaan air terpadu, termasuk interkoneksi. Berikutnya, BP Batam sedang mempersiapkan rencana pembangunan instalasi pengolahan air (IPA) di Waduk Tembesi dengan Kapasitas 350 liter per detik yang direncanakan dapat beroperasi tahun depan.

Tujuannya, agar dapat memenuhi kebutuhan air untuk 3 hingga 4 tahun ke depan.(jpg)

Ini Daftar Zona Merah, Merah Muda, Kuning dan Hijau Penyebaran Covid-19 di Kota Batam

0

batampos.co.id – Hingga Jumat (28/8/2020), total jumlah pasien Covid-19 di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau mencapai 599 orang.

Terbaru ada 54 warga Kota Batam yang terkonfirmasi positif Covid-19. Dilansir dari website lawancorona.go.id, diketahui saat ini ada tiga kecamatan di Kota Batam yang masuk dalam zona merah penyebaran Covid-19.

Yaitu Batam Kota, Lubuk Baja dan Sei Beduk. Jumlah warga di tiga kecamatan tersebut seluruhnya di atas 21 kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

Berikut peta penyebaran Covid-19 di Kota Batam:

Zona Merah

1. Batam Kota

Ada 31 warga kecamatan tersebut yang masih dalam perawatan di rumah sakit rujukan Covid-19.

2. Sekupang

Saat ini ada 59 warga di kecamatan tersebut yang masih dalam perawatan di rumah sakit rujukan Covid-19.

3. Sei Beduk

Di kecamatan tersebut ada 24 warganya yang masih dalam perawatan di rumah sakit rujukan Covid-19.

Peta penyebaran kasus Covid-19 di Kota Batam hingga Jumat (28/8/2020).

Zona Merah Muda

1. Nongsa

Di kecamatan itu terdapat 19 warganya yang masih dalam perawatan.

2. Batu Aji

Di kecamatan ini ada 18 warganya yang masih dalam perawatan.

3. Lubuk Baja

Di Kecamatan ini ada 12 orang yang menjalani perawatan di rumah sakit rujukan Covid-19.

4. Nongsa

Di kecamatan tersebut terdapat 19 orang yang masih dalam perawatan.

5. Bengkong

Di kecamatan ini terdapat 14 warganya yang masih dalam perawatan.

Zona Kuning

1. Batu Ampar

Di kecamatan tersebut terdapat 6 orang warganya yang masih dalam perawatan di rumah sakit rujukan Covid-19.

2. Sagulung

Di kecamatan ini ada 10 orang yang masih dlam perawatan.

Zona Hijau

1. Belakang Padang
2. Bulang
3. Galang

Di tiga kecamatan itu hingga saat ini tidak ada satupun warganya yang menjalani perawatan karena terkonfirmasi Covid-19.(*/esa)

15 Ton Disinfektan Disemprotkan di Area Batam Kota dan Lubuk Baja

0

batampos.co.id – Satuan Sabhara Polresta Barelang menyemprotkan disinfektan ke jalan-jalan protokol di wilayah Lubuk Baja dan Batuampar, Jumat (28/8/2020) dini hari.

Total disinfektan yang disemprotkan mencapai 15 ton. Kasat Sabhara Polresta Barelang, Kompol Firdaus, mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda rutin Polresta Barelang untuk memutus rantai penularan Covid-19.

Penyemprotan dilakukan menggunakan dua unit Armoured
Water Cannon (AWC) dan dua unit double cabin.

”Terlebih sekarang pasien Covid-19 kembali meningkat,” ujar Firdaus, seperti yang dilansir dari Harian Batam Pos.

Mobil Armoured Water Cannon (AWC) menyemprotkan cairan disinfektan di badan jalan di Kota Batam. Foto: Kompol Firdaus untuk Batam Pos

Selain penyemprotan, warga di pinggir jalan yang ditemui juga turut diberikan sosialisasi pencegahan Covid-19. Sosialisasi dilakukan dengan menggunakan pengeras suara.

“Kita imbau agar warga disiplin untuk mematuhi protokol kesehatan,” kata Firdaus.

Dalam sosialisasi tersebut, warga diminta untuk menggunakan masker, mencuci tangan menggunakan air yang mengalir, mengolah bahan makanan hingga matang, rutin mengonsumsi buah, sayur, mengonsumsi air putih secukupnya, olahraga, dan istirahat yang cukup.

”Kalau tidak ada hal yang penting, di rumah saja, dan tetap jaga kebersihan,” tutupnya.(jpg)

Warga Batam yang Sembuh Dari Covid-19 Bertambah, Segini Jumlahnya Sekarang…

0

batampos.co.id – Jumlah pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh kembali bertambah pada Jumat (28/8/2020).

Ketua Bidang Kesehatan Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Didi Kusmarjadi, melalui pernyataan tertulisnya, menyebutkan, perkembangan kasus Covid-19 di Kota Batam menuju trend positif seiring bertambahnya pasien terkonfirmasi positif sembuh.

“Ada 17 warga Kota Batam yang dinyatakan sembuh dari Covid-19,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan catatan penanganan perawatan dan hasil laboratorium swab yang disampaikan oleh Laboratorium BTKLPP Batam, maka oleh Tim Medis yang menanganinya ke 17 warga Batam dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Mereka lanjutnya diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Saat ini kata dia, kondisi ke 17 orang tersebut dalam keadaan sehat dan stabil.

Serta dalam persiapan untuk kembali ketempat tinggalnya guna melaksanakan karantina mandiri di rumahnya selama 14 hari.

Dengan adanya penambahan tersebut saat ini jumlah masyarakat Kota Batam yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 sebanyak 374 orang.

Jumlah pasien Covid-19 di Kota Batam hingga Jumat (28/8/2020).

Berikut daftar nama warga Kota Batam yang dinyatakan smebuh dari Covid-19 pada Jumat (28/8/2020):

1. Ismet (45), karyawan swasta, warga Lubuk Baja.
2. Yudi Setiawan (48), anggota Polri, warga Batam Kota.
3. Herman Amir (46), anggota Polri, warga Sekupang.
4. Banny Syahputra (33), anggota Polri, warga Batu Besar.
5. Hendri Setiawan (32), angggota Polri, warga Sagulung.
6. Akhrizal Darmawan (32), anggota Polri, warga Batam Kota.
7. Toto Heryanto (36), anggota Polri, warga Batam Kota.
8. Randy Aprananda (24), anggota Polri, warga Batam Kota.
9. Hapendri LPS (35), anggota Polri, warga Batam Kota.
10. Septianus (32), karyawan swasta, warga Sagulung.
11. Bambang Sadmoko (22), anggota Polri, warga Batam Kota.
12. Yoga Setiawan (22), anggota Polri, warga Batam Kota.
13. Hendryawan Syahputra (38), kru kapal, warga Sagulung.
14. Anggreini Tandilitino (20), karyawan swasta, warga Sei                Beduk.
15. Irda Indah Sari (25), anggota Polri, warga Nongsa.
16. Nyonya Hendra (47), ibu rumah tangga, warga Lubuk Baja.
17. Iskandar (30), karyawan swasta, warga Bengkong.(*/esa)

Kasus Positif Covid-19 Melonjak Tajam, Pemko Batam Lakukan Ini 

0

batampos.co.id – Pemko Batam memperketat penerapan protokol kesehatan. Bahkan, akan ada sanksi bagi warga yang tak menggunakan masker.

“Ini bagian dari upaya Batam dalam menangani Covid-19,” ujar Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat menjadi narasumber wawancara dengan KKL Studi Wilhan Pasis Kelompok VIII Dikreg LIX Seskoad, Jumat (28/8/2020).

Aturan dalam bentuk Peraturan Wali Kota (Perwako) terkait sanksi tersebut sedang digodok dan meminta pertimbangan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Batam.

Ia mengaku sanki yang dibuat agar warga makin patuh menerapkan protokol kesehatan.

“Sanksi yang disiapkan dalam bentuk teguran, denda, hingga kerja sosial,” ujar Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam tersebut.

Sejauh ini, Batam sudah enam bulan berjibaku melawan Covid-19. Sejumlah upaya mulai dari memberi imbauan, membagikan masker, melaksanakan rapid test, hingga mengantisipasi dampak sosial sudah dilakukan.

Namun, akhir-akhir ini, masyarakat mulai lengah menerapkan protokol kesehatan.

Peta penyebaran kasus Covid-19 di Kota Batam hingga Jumat (28/8/2020).

“Jadilah jumlah pasien makin meningkat. Akhir Juli, grafik pasien Covid-19 turun drastis. Namun, di awal Agustus, mulai meningkat lagi,” ujarnya.

Selain Amsakar, Sekretaris Daerah (Sekda) Batam, Jefridin Hamid, juga sempat menjadi narasumber di acara yang sama. Dalam pemaparannya, Jefridin menyampaikan Batam sudah bekerja keras menangani Covid-19.

Bahkan, untuk mengantisipasi dampak sosial di tengah masyarakat, Pemko Batam, Pemprov Kepri, dan Badan Pengusahaan (BP) Batam sudah menggelontorkan anggaran untuk bantuan bahan pokok.

“Sudah empat kali bantuan bahan pokok disalurkan, dua kali dari Pemko, sekali dari Pemprov dan sekali dari BP Batam,” ujarnya.

Ia berharap, masyarakat pun ikut bersama pemerintah dalam menangani Covid-19 ini.

Caranya, dengan menerapkan protokol kesehatan yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan menjaga imun tubuh dengan olahraga.

“Ini upaya untuk meminimalisir risiko terjangkit Covid-19 sebelum ada vaksinnya,” ujarnya.

Selain itu, Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 itu juga memaparkan kerja sama semua pihak seperti pengusaha di Batam dalam penanganan Covid-19.

Bahkan, banyak bantuan dalam bentuk pendanaan, masker, hand sanitizer, dan sebagainya.

“Alhamdulillah, semua kompak. Semua ingin Covid-19 ini segera sirna,” kata dia.(*/esa)

Zona Merah Penyebaran Covid-19 di Kota Batam Semakin Melebar, Ini Daftarnya…

0

batampos.co.id – Penyebaran Covid-29 di Kota Batam pada minggu keempat Agustus 2020, semakin mengkhawatirkan.

Hal itu dikarenakan tiga kecamatan di Kota Batam ditetapakan sebagai zona merah penyebaran Covid-19.

Dilansir dari website lawancorona.batam.go.id, kecamatan yang baru ditetapkan sebagai zona merah penyebaran Covid-19 adalah Sei Beduk.

Hingga saat ini jumlah warga di Kecamatan Sei Beduk yang terkonfirmasi Covid-19 berjumlah 37 orang.

Dengan rincian 24 orang masih dalam perawatan dan 13 orang sembuh.

Peta penyebaran kasus Covid-19 di Kota Batam hingga Jumat (28/8/2020).

Berikut Kecamatan yang masuk dalam zona merah penyebaran Covid-19:

1. Batam Kota

Saat ini di Kecamatan Batam Kota totalnya ada 159 orang yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

Dari jumlah tersebut 31 orang masih dalam perawatan, 119 orang sembuh dan 9 orang meninggal dunia.

2. Sekupang

Hingga Jumat (28/8/2020), total warga Kecataman Sekupang yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 114 orang.

Dengan rincian 59 orang dalam perawatan, 52 orang sembuh dan 3 orang meninggal dunia.

3. Sei Beduk

Di Kecamatan Sei Beduk, total ada 37 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Dengan rincian 24 orang dalam perawatan dan 13 orang dinyatakan sembuh.(*/esa)

Rekor Baru Lagi, Pasien Covid-19 di Batam Bertambah 54 Orang

0

batampos.co.id – Jumlah pasien Covid-19 di Kota Batam terus bertambah. Pada Jumat (28/8/2020) diumumkan 54 orang warga Kota Batam kembali dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

Ketua Bidang Kesehatan Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Didi Kusmarjadi, melalui pernyataan tertulisnya menyebutkan, data tersebut merupakan hasil pemeriksaan swab oleh
Tim Analis Laboratorium BTKL PP dan Analis Laboratorium RSKI Covid-19 Galang berdasarkan hasil Temuan Kasus Baru Dan Hasil Tracing.

“Dengan ini kami sampaikan uraian jumlah orang yang terpapar dari temuan kasus baru ini sebanyak 54 orang Warga Kota Batam,” jelasnya.

Dari jumlah tersebut lanjutnya, terdiri atas 18 orang laki-laki dan 36 orang perempuan.

“Dengan demikian dapat kami sampaikan bahwa dari hasil penyelidikan epidemiologi yang terus dilakukan oleh Tim Surveilans Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam terhadap seluruh cluster, dapat disimpulkan sementara bahwa sudah terlihat adanya perbaikan dengan penurunan jumlah kasus baru,” paparnya.

Jumlah pasien Covid-19 di Kota Batam hingga Jumat (28/8/2020).

Namun kata dia, masih mungkin terjadi pertumbuhan kasus Covid-19 yang berkaitan dengan berbagai cluster tersebut ataupun kasus baru yang terjadi baik dari transmisi lokal maupun import.

Menurutnya, hal itu akan terjadi bilamana masyarakat mulai kembali mengabaikan kepatuhan dalam penerapan protokol kesehatan dan imbauan dari pemerintah sebagaimana yang telah disampaikan guna menekan laju pertumbuhan kasus penyakit Covid-19.

Pihaknya juga mengingatkan dan mengimbau kembali agar warga Kota Batam tetap mengikuti anjuran pemerintah.

Seperti menjaga jarak, senantiasa mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Tetap di rumah saja dan jika terpaksa harus keluar rumah gunakan masker.

Serta selalu menjaga kesehatan dengan makan makanan seimbang dan berolahraga secara teratur dan istirahat yang cukup.

Dengan adanya penambahan tersebut, saat ini jumlah masyarkat Kota Batam yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 599 orang.

Dengan rincian 374 dinyatakan sembuh, 32 orang meninggal dunia dan 193 masih dalam perawatan.(*/esa)

Siswa Dapat Subsidi Kuota 35GB Awal September

0

batampos.co.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menganggarkan Rp 7,2 triliun untuk subsidi kuota murid, guru, mahasiswa dan dosen. Untuk para siswa di semua jenjang akan mendapatkan bantuan tersebut selama empat bulan. Rencananya diberikan pada awal September.

“Itu semua siswa diberi, rencananya awal September. Subsidi ini bagian dari ikhtiar kita untuk memberi solusi pada pembelajaran jarak jauh,” ungkap Direktur Jenderal (Dirjen) PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah (PAUD Dikdasmen) Jumeri dalam Bincang Sore Kemendikbud secara virtual, Jumat (28/8).

Untuk pembagiannya, siswa akan mendapatkan bantuan subsidi sebesar Rp 35 ribu atau setara dengan 35GB. Sedangkan guru akan diberi kuota 40GB.

Menurutnya, kuota 35GB juga telah cukup untuk digunakan selama satu bulan. Jika tidak mencukupi, maka itu merupakan tanggung jawab orang yang memakainya.

“Saya rasa 35GB cukup kalau tidak dipakai untuk yang neko-neko, kalau dipakai neko-neko itu tanggung jawab orang itu. Kemampuan negara hanya 35GB, itu kita udah nawar itu. Harga per GB itu Rp 5 ribu sampai Rp 7 ribu, ditawar jadi Rp 1.000,” terang dia.

Sejak pembelajaran jarak jauh (PJJ) daring dilaksanakan, pihaknya banyak mendapatkan keluhan terkait pulsa dan kuota tersebut. Mengantisipasi adanya kesenjangan antar murid, pihaknya pun menginisiasi subsidi kuota dengan maksud tidak ada lost generation (perbedaan kemampuan di satu generasi).

“Sekarang miskin atau kaya kita beri semua sehingga diharapkan anak-anak kita bahagia belajar, tidak berpikir tentang pulsa dan biaya yang dikeluarkan,” jelasnya.(jpg)

Alokasi Penanganan Covid-19 di Batam Rp 65 Miliar

0

batampos.co.id – Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan jumlah rupiah yang dialokasikan untuk penanganan Covid-19 di Kota Batam.

Ia menjelaskan, alokasi penanganan Covid-19 pada bidang kesehatan sendiri Rp 65.013.419.605 dan terbagi dalam sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Di antaranya Dinas Kesehatan, Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah, Satpol PP, Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Dinas Sosial.

“Anggaran tersebut digunakan untuk penyediaan sarana prasarana kesehatan, penyemprotan disinfektan, operasional pemantauan dan pengendalian, penyediaan permakanan pasien yang di isolasi dan pemberian insentif tenaga kesehatan,” ujarnya dihadapan anggota DPRD Kota Batam saat rapat paripurna, Jumat (28/8/2020).

Kata dia, mengenai penyediaan anggaran jaring pengaman sosial bagi masyarakat yang terdampak Covid-19, juga telah dilakukan pemberian sembako kepada masyarakat sesuai dengan data yang telah diverifikasi oleh Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam.

“Sedangkan penanganan untuk pemulihan ekonomi telah dianggarkan, di antaranya pada Dinas Perikanan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro serta pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan,” jelasnya.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, membacakan jawaban terhadap padangan fraksi DPRD Kota Batam, Jumat (28/8/2020). Pada kesempatan itu Amsakar membeberkan penanganan Covid-19 di Kota Batam dan anggarannya yang mencapai Rp 65 miliar. Foto: Media Center Pemko Batam untuk batampos.co.id

Kemudian terkait realokasi dan refocussing program dan kegiatan pokok–pokok pikiran DPRD Kota Batam yang berkaitan dengan pendidikan, kesehatan dan peningkatan ekonomi, Pemko Batam telah melakukan realokasi dengan memperhatikan kemampuan keuangan daerah dan mempedomani peraturan perundangan yang berlaku.

“Sementara terkait upaya Pemko Batam dalam meningkatkan PAD dalam masa pandemi Covid-19 telah melakukan langkah–langkah antara lain penghapusan bunga atau denda pajak daerah dan perpanjangan pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiban perpajakan,” jelas Amsakar.

Kemudian menjawab pemandangan umum Fraksi Partai Golkar, Amsakar mengatakan Pemko Batam sependapat bahwa untuk meningkatkan tambahan PAD perlu diberikan imbauan kepada masyarakat untuk melakukan pelaporan dan pembayaran pajak secara online.

Mengenai saran perlunya Pemko menjemput program pemerintah pusat untuk memberikan stimulus kepada pelaku usaha, pelaku UMKM dan kepada masyarakat.

Ditegaskan bahwa Pemko Batam saat ini sedang melakukan pendataan calon penerima bantuan melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro bersama Camat dengan melakukan verifikasi untuk selanjutnya diajukan ke pemerintah pusat.

“Pemerintah Kota Batam sepakat atas saran yang disampaikan, bahwa anggaran belanja daerah yang telah diprioritaskan untuk penanganan pandemi Covid-19, diharapkan dapat meningkatkan perekonomian Kota Batam,” jelasnya.

Amsakar juga memberikan apresiasi atas masukan-masukan yang disampaikan oleh Fraksi lainnya di DPRD Batam.

Di antaranya Fraksi NasDem, Fraksi Gerindra, Fraksi PKS, Fraksi PAN, Fraksi Hanura, Fraksi Persatuan Kebangkitan Bangsa dan Fraksi Demokrat-PSI.

“Hal-hal yang kami uraikan mungkin masih belum dapat memenuhi semua tanggapan Fraksi di DPRD Batam. Namun akan kami lengkapi nanti pada saat pembahasan secara teknis antara Badan Anggaran DPRD Kota Batam dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah Kota Batam,” kata Amsakar.(*/esa)