batampos.co.id – Suhu udara di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, pada malam hari terasa cukup dingin yaitu mencapai 23 derajat celcius.
Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Klas I Hang Nadim Batam, Rizky Fatimahtuzzuhro Widowati, menyampaikan, suhu udara di Kota Batam terasa lebih sejuk terutama saat malam hari.
Sementara pada malam hari suhu udara mencapai 30 derajat celcius. Suhu inipun jauh lebih rendah dibandingkan beberapa hari terakhir yang mencapai 31 hingga 32 derajat celcius.
“Untuk cuaca hari ini diprakirakan berawan dan hujan pada siang hingga sore hari,” jelasnya, Senin (28/9/2020).
Sementara untuk kecepatan angin diprakirakan 30 kilimeter/jam dengan kelembabab udara 70 hingga 95 persen.
BMKG juga memprakirakan pada Senin (28/9/2020) Kota Batam akan diguyur hujan pada siang hingga sore hari.(*/esa)
batampos.co.id – Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) melakukan survei terkait dengan kebutuhan kuota siswa dan guru. Hal itu dilakukan pada rentang waktu 24-26 September 2020 dengan 2.074 responden dari kalangan siswa, guru dan orang tua.
Hasil survei tersebut, diisi oleh responden guru sekitar 13,8 persen. Kemudian untuk responden siswa ada 43,6 persen dan orangtua ada 42,6 persen.
Hasil survei menunjukkan bahwa berdasarkan pengalaman pembelajaran, untuk kuota siswa, hanya 21,7 persen responden yang mengaku cukup dengan kuota umum 5 GB. Selebihnya beranggapan kuota tersebut kurang karena biasanya kuota yang digunakan lebih dari 5 GB untuk mengakses segala jenis aplikasi.
“Sementara untuk kuota guru persentasenya lebih kecil lagi, hanya 15 persen guru yang menyatakan cukup dengan Kuota Umum 5 GB,” ungkap Wasekjen FSGI Fahriza Marta Tanjung dalam Rilis Survei Bantuan Kuota Internet dan Dukung Penyederhaan Kurikulum 2013 secara virtual, Minggu (27/9).
Siswa sebanyak 21,7 persen menyatakan bahwa kebiasaan belajar siswa ini cukup dengan kuota 5 GB, itu sudah sesuai dengan kegiatan belajar mereka. Tapi sisanya sekitar 79,3 persen itu ternyata tidak cukup dengan total 5 GB kuota belajar 35 GB.
Begitu juga dengan guru, dalam kebiasaan guru-guru mengajar hanya 15 persen guru yang menyatakan kuota umum 5 GB dan kuota belajar 37 GB cukup bagi mereka.
“Sementara sisanya sekitar 85 persen yang 5 GB itu tidak cukup, hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan masing-masing itu berbeda-beda, tidak bisa disamaratakan karena memang metode pembelajaran juga berbeda-beda disesuaikan kondisinya masing-masing,” ujarnya. (*/jpg)
batampos.co.id – Pardi alias Rangga, babak belur dihajar warga Perumahan cendana, Batam Kota, Sabtu (26/9/2020) malam.
Pria 32 tahun ini tertangkap tangan saat hendak mencuri
sepeda motor. Ia dipergoki oleh pemilik motor tersebut.
Informasi yang didapatkan, Pardi bersama rekannya mengendarai sepeda motor dan masuk ke perumahan tersebut.
Kemudian, pelaku menuju ke kos-kosan di Perumahan Cendana Tahap 6, lalu mengincarsepeda motor Suzuki Satria FU 6332 GH, yang diparkir di teras kamar kos.
”Saya pas keluar dari kos, lihat dia (pelaku) menggeser dan mengengkol motor saya. Lalu langsung (tancap) gas motornya,” ujar Ari, pemilik sepeda motor seperti yang dilansir dari Harian Batam Pos.
Melihat aksi pelaku, Ari langsung mengejar dan menarik motor miliknya tersebut dari belakang.
Akibatnya, ia terseret hingga luka di bagian tangan dan kaki.
”Waktu motor itu digas, langsung saya tarik. Dia terjatuh, dan langsung saya teriak,” katanya.
Menurut Ari, pelaku beraksi bersama rekannya. Namun, rekan pelaku berhasil kabur dari kejaran warga.
”Saya hanya fokus ke pelaku yang mengambil motor saja. Satu
lagi kabur dengan motor yang dibawanya sendiri,” ungkapnya.
Kanit Reskrim Polsek Batam Kota, Iptu Marganda Pandapotan, mengatakan, pelaku sudah diamankan di Mapolsek Batam Kota.
Barang bukti yang diamankan di antaranya kunci T dan motor Suzuki Satria FU 6332 GH.
”Kita masih melakukan pengembangan. Diduga pelaku beraksi bersama rekannya,” kata Marganda.
Dengan kejadian ini, Marganda mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan. Di antaranya, menggunakan kunci ganda saat memarkir motor.
”Modusnya pelaku ini berkeliling ke perumahan menggunakan sepeda motor bersama rekannya untuk mencari target,” tutupnya.(jpg)
batampos.co.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam membatalkan rencana pembelian gas melon atau elpiji bersubsidi kemasan 3 kilogram (kg) menggunakan kartu Brizzi.
Hal itu karena kondisi masyarakat yang banyak kesulitan di masa pandemi covid-19.
Dilansir dari Harian Batam Pos, Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau, mengatakan, rencana pembelian gas melon dengan kartu Brizzi sebenarnya bertujuan agar penyaluran gas bersubsidi itu tepat sasaran.
”Jadi, kan rencananya kalau ada yang beli gas melon, harus menunjukan kartu Brizzi. Nah, kartu ini hanya diperuntukkan bagi warga kurang mampu,” ujar Gustian, Minggu (27/9/2020).
Apalagi selama ini, banyak warga mampu yang memanfaatkan gas melon untuk kebutuhan rumah tangga dan usaha.
Padahal, gas bersubsidi itu mestinya diperuntukkan bagi warga miskin atau tak mampu.
Menurut Gustian, rencana penerapan itu sudah dibicarakan dengan Pertamina, dan perusahaan pelat merah itu sepakat dengan rencana tersebut.
Kemudian, pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke beberapa kelurahan. Namun, tiba-tiba terhenti karena pandemi covid-19.
”Awalnya sudah fix (tetap), tapi melihat kondisi seperti ini, tak mungkin rencana tersebut dilangsungkan. Lihat kondisi masyarakat serbasusah juga. Jadi kami batalkan dulu rencana itu,” terangnya.
Ilustrasi gas tiga kilogram. Foto: Dokumentasi batampos.co.id
Di sisi lain, Gustian menegaskan bahwa persediaan gas melon di Batam cukup hingga akhir tahun 2020.
Pihaknya sudah mengkalkulasi berapa jumlah warga miskin, pangkalan dan agen LPG bersubsidi.
Mengenai adanya kelangkaan, menurut Gustian, itu karena tak adanya pengawasan dari Pertamina. Pertamina dinilai tak melakukan pengawasan saat penyaluran elpiji ke pangkalan.
”Pengawasan Pertamina ke pengecer tak ada. Sementara mereka juga tak berkoordinasi dengan kami dalam pengawasan, mereka mengambil alih sendiri,” pungkas Gustian.
Sebelumnya, rencana penerapan sistem distribusi secara langsung untuk elpiji 3 kg akan dilakukan tahun ini.
Masyarakat yang boleh membeli gas bersubsidi tersebut, hanya yang memiliki kartu khusus sesuai arahan pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Sementara itu, Manager Communication and CSR MOR I Pertamina, Roby Hervindo, mengatakan, belum ada arahan lebih lanjut dari Kementrian ESDM terkait sistem distribusi elpiji tepat sasaran.
Namun pada prinsipnya, Roby menegaskan bahwa Pertamina siap melaksanakan arahan pemerintah.
”Jadi saat ini masih dengan sistem distribusi yang sudah ditetapkan pemerintah selama ini,” katanya.(jpg)
batampos.co.id – Positif Covid-19 di tanah air bertambah 3.874 kasus baru pada Minggu (27/9). Kini sudah 275.213 orang di Indonesia terinfeksi Covid-19. Sementara DKI Jakarta masih menjadi penyumbang tertinggi sebanyak 1.217 kasus.
Dalam laman Covid19.go.id, Minggu (27/9), sebaran positif tertinggi kedua ditempati oleh Jawa Barat 437 kasus. Jawa Tengah 258 kasus. Jawa Timur 220 kasus. Dan Sumatera Barat 216 kasus.
Angka kasus kesembuhan bertambah 3.611 dalam sehari. Paling banyak pasien sembuh terjadi di Jakarta sebanyak 1.297 pasien. Kini sudah 203.014 orang sembuh dari Covid-19.
Sedangkan angka kematian bertambah 78 jiwa dalam sehari. Paling banyak kasus kematian terjadi di Jawa Timur sebanyak 16 jiwa. Total kini sudah 10.386 jiwa meninggal dunia akibat Covid-19.
Pasien berstatus suspek sebanyak 129.553 orang. Spesimen harian yang diperiksa sebanyak 37.272 spesimen.
Sementara sebaran kasus positif semakin meluas di tanah air. Kini bertambah lagi 2 kabupaten kota terdampak Covid-19. Sudah 497 kabupaten kota terdampak. Namun, ada 6 provinsi di bawah 10 kasus.(jpg)
batampos.co.id – Hingga Sabtu (26/9/2020) jumlah pasien Covid-19 di Kota Batam mencapai 1.514 orang, terdiri dari 759 wanita dan 755 orang pria.
Dilansir dari website lawancorona.batam.go.id, diketahui dari 1.514 warga Kota Batam yang terkonfirmasi positif Covid-19, 942 orang dinyatakan sembuh.
Kemudian 43 orang meninggal dunia, 527 orang dalam perawatan dan 2 orang dalam persiapan evakuasi ke rumah sakit.
Pada Sabtu (26/9/2020) diketahui ada 50 orang yang dinyatakan positif Covid-19.
Dengan rincian 14 orang bergejala, 15 orang tanpa gejala dan 21 orang kontak erat dengan pasien Covid-19.
Selain itu pada sabtu (26/9/2020), juga diketahui 108 orang warga Kota Batam dinyatakan sembuh dari Covid-19.
Mayoritas mereka yang sembuh masuk dalam klasifikasi asimptomatik atau tanpa gejala.
Jumlah pasien Covid-19 di Kota Batam hingga Sabtu (26/9/2020).
Ketua Bidang Kesehatan Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, dari hasil penyelidikan epidemiologi yang terus dilakukan oleh Tim Surveilans Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam terhadap seluruh cluster, dapat disimpulkan sementara bahwa saat ternyata terlihat kembali adanya kenaikan jumlah kasus baru.
Hal itu lanjutnya sehubungan adanya penurunan tingkat kedisplinan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan diberbagai aktifitas sehari-hari.
Sehingga hal ini nantinya memungkinkan terjadi pertumbuhan kembali kasus Covid-19 yang berkaitan dengan berbagai cluster tersebut ataupun kasus baru yang terjadi baik dari transmisi lokal maupun import.
“Kami ingatkan dan imbau kembali guna kemaslahatan bersama masyarakat Kota Batam agar tetap mengikuti anjuran Pemerintah,” jelasnya.
Seperti menjaga jarak, senantiasa mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Tetap di rumah saja dan jika terpaksa harus keluar rumah gunakan masker.
Serta selalu menjaga kesehatan dengan makan makanan seimbang dan berolahraga secara teratur dan istirahat yang cukup.(*/esa)
batampos.co.id – Pjs Gubernur Kepri Bantiar Baharuddin menggelorakan terselenggaranya Pilkada sehat di seluruh Negeri Segantang Lada ini. Pesannya, pilkada harus sukses dan lancar serta tidak menjadi klaster baru sebaran pandemi covid19.
“Pilkada harus menjadi pesta demokrasi yang lancar dan sukses. Semua harus menjalankan protokol kesehatan dengan ketat dan disiplin. Terlebih para calon yang berkontestasi, protokol kesehatan harus diutamakan saat bersosiaisasi,” kata Bahtiar di sela-sela Ziarah ke Pulau Penyengat, Tanjungpinang, Minggu (27/9).
Di Penyengat, Bahtiar yang didampingi Sekdaprov TS Arif Fadillah mengunjungi sejumlah makam dan Masjid Sultan.
Bahtiar sendiri saat tiba di Tanjungpinang sudah dipadatkan dengan sejumlah agenda. Saat tiba, Bantiar disambut dengan sejumlah prosesi adat. Setelah itu, lelaki kelahiran Bone ini langsung menyerahkan Keputusan Mendagri untuk Pejabat sementara bupati dan walikota yang ikut pilkada di Kepri.
Bahtiar pun bersilaturahmi dengan sejumlah tokoh masyarakat seperti Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri H Abdul Razak dan senior birokrat dan pejabat Daria. Bahtiar pun langsung memimpin rapat koordinasi OPD, Sabtu malam.
Usai dari Penyengat Bahtiar menghadiri Sertijab Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Bintan Wilayah Kota Tanjungpinang di Gedung Daerah. Juga meninjau perkantoran Gubernur di Dompak.
Tentang Pilkada Sehat 2020, Bahtiar mengajak semua untuk ikut menggelorakannya. Mulai dari partai politik, pasangan calon kepala daerah, tim sukses serta sumpatisan.
“Gerakan Pilkada Sehat 2020 ini adalah dengan menjalankan setiap tahapan dengan mematuhi protokol kesehatan covid19. Menjalankannya dengan ketat dan displin yang kuat,” kata Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri ini.
Hingga 5 Desember, para calon akan mensosialisasikan program-programnya untuk meraih suara masyarakat. Dalam tahap sosialisasi dan kampanye itu, Bahtiar menegaskan bahwa semua calon harus taat aturan seperti yang sudah dikeluarkan KPU. Terlebih dalam mematuhi protokol kesehatan.
Bahtiar yakin para calon pemimpin daerah itu akan menjadi teladan bagi masyarakatnya. Terutama teladan dalam menjalankan protokol kesehatan. “Terima kasih kepada semua masyarakat yang tetap disiplin dengan protokol kesehatannya,” kata Bahtiar.(*/uma)
batampos.co.id – Penjabat Sementara Gubernur Kepri Bahtiar mendapat pesan khusus dalam menjalankan tugasnya di Kepri. Di antaranya menjaga kesuksesan pemilihan kepala daerah, serta penanganan covid-19.
“Pak Pjs melaksanakan tugas karena masa cuti Gubernur Kepri. Mensukseskan penyelenggaraan pilkada, juga kesehatan masyarakat di tengah pandemi ini. Intinya pesan Mendagri para pejabat sementara harus menyukseskan pilkada sehat,” kata Sekdaprov H TS Arif Fadillah, di Jakarta, Jumat (25/9).
Arif berada di Jakarta untuk menghadiri penyerahan Surat Keputusan Penunjukan Penjabat Sementara Gubernur di Kemendagri. Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kemendagri, Bahtiar ditunjuk Mendagri Tito Karnavian menjadi Pjs Gubernur Kepri.
Sekda hadir bersama Asisten Administasi Umum, Muhammad Hasbi. Sabtu (26/9) ini, Arif bersama Bahtiar kembali ke ibu kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang.
Bahtiar disambut prosesi adat. Termasuk penyematan tanjak oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri. Sesampai di Tanjungpinang, berbagai agenda sudah menanti Pjs Gubernur.
Di antaranya Penyerahan Keputusan Menteri Dalam Negeri tentang Penunjukan Penjabat Sementara Walikota Batam, Bupati Bintan, Bupati Karimun, Bupati Lingga, Bupati Kepulauan Anambas. Dilanjutkan dengan rapat bersama Pjs Wako dan Bupati. Juga rapat bersama FKPD Provinsi Kepri.
Menurut Arif, saat penyerahan SK Penjabat Gubernur, Mendagri menekankan perhatian serius pada protokol kesehatan. Kesehatan masyarakat adalah yang utama. “Pilkada harus sukses dan sehat,” kata Arif lagi.(*/uma)
batampos.co.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mengalokasikan Rp 7,2 triliun untuk subsidi kuota gratis dengan dua pembagian, yakni kuota belajar dan umum. Namun, bantuan kuota internet tersebut berpotensi tersisa dan tidak terpakai. Sebab, kuota sisa akan hangus bersama dengan masa aktif kuota, diprediksikan akan ada 15 GB yang tidak terpakai.
Hal ini diungkapkan Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (Wasekjen FSGI) Fahriza Marta Tanjung. Bahkan, Fahriza telah membuat perhitungan berdasarkan data verifikasi dan validasi (verval) milik Kemendikbud per tanggal 26 September 2020. Jika diasumsikan 1 GB seharga Rp 1.000 maka ada sekitar 15 ribu setara 15 GB dari total kuota 30 GB yang disediakan untuk siswa.
“Kami menghitung misalnya 15 GB itu Rp 15 ribu, per siswa terbuang Rp 15 ribu per bulan,” ungkapnya dalam Rilis Survei Bantuan Kuota Internet dan Dukung Penyederhaan Kurikulum 2013 secara virtual, Minggu (27/9).
Diperkirakan akan ada kerugian minimal sekita Rp 399 miliar. Hasil itu didapatkan dari biaya yang tidak terpakai sebesar Rp 15 ribu serta dikalikan dengan satuan pendidikan yang nomor ponselnya sudah aktif dan valid serta telah mengunduh Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) berjumlah 26 juta peserta didik.
Sedangkan kerugian maksimal, pihaknya menghitung dari Rp 15 ribu di kali dengan nomor yang valid, akan tetapi belum mengunduh SPTJM yang berjumlah 32 juta peserta didik. Dari situ, kerugian maksimal diprediksi mencapai Rp 492 miliar.
“Jadi kerugian minimal itu bisa mencapai Rp 399 miliar yang berpotensi uangnya akan hangus, bersamaan dengan sisa kuota tadi. Maksimal Rp 492 miliar,” tambahnya.
Jika diratakan kerugian per bulan, sisa anggaran yang sia-sia berjumlah Rp 445 miliar. “Kalau kerugian dikalikan dengan 4 bulan, itu kerugian bisa Rp 1,7 triliun dan itu sama dengan 25 persen dari total anggaran Rp 7,2 triliun,” tutup Fahriza.(jpg)
batampos.co.id – Tiongkok sudah menyuntik vaksin Covid-19 pada ribuan orang padahal tingkat keamanannya dan efektivitasnya belum terbukti. Sehingga para ahli khawatir tentang potensi efek buruk vaksin itu.
Pertama, pekerja di perusahaan milik negara diberi dosis. Kemudian pejabat pemerintah dan staf perusahaan vaksin. Selanjutnya guru, karyawan supermarket, dan orang-orang yang bepergian ke daerah berisiko di luar negeri.
Pejabat Tiongkok sudah mencoba menyuntik vaksin tersebut. Tiga kandidat vaksin sedang disuntikkan ke pekerja yang dianggap penting oleh pemerintah. Para pejabat sedang menyusun rencana untuk memberikan suntikan kepada lebih banyak orang. Padahal tindakan itu merupakan taruhan besar bahwa vaksin pada akhirnya akan terbukti aman dan efektif.
Desakan Tiongkok telah membingungkan para ahli global. Vaksin yang belum terbukti dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya. Vaksin yang tidak efektif dapat menyebabkan rasa aman yang salah. Bahkan memicu perilaku yang dapat menyebabkan lebih banyak infeksi.
“Kekhawatiran saya untuk karyawan perusahaan adalah mungkin sulit bagi mereka untuk menolak,” kata seorang dokter anak di Murdoch Children’s Research Institute di Melbourne, Australia, Dr. Kim Mulholland, yang telah terlibat dalam pengawasan uji coba vaksin termasuk untuk vaksin Covid-19 seperti dilansir dari New York Times, Minggu (27/9).
Di satu sisi, Tiongkok sedang berlomba dengan Amerika Serikat dan negara lain untuk mengembangkan vaksin. Selain Tiongkok, sebelumnya di Rusia, adalah negara pertama yang menyetujui vaksin bahkan sebelum uji coba selesai.
Tidak jelas berapa banyak orang di Tiongkok yang menerima vaksin virus Korona. Sinopharm, sebuah perusahaan milik negara Tiongkok dengan kandidat vaksin dalam uji coba tahap akhir. Mereka mengatakan ratusan ribu orang telah menerima suntikannya. Phoenix Television yang berbasis di Hong Kong mengatakan bulan ini bahwa jurnalisnya telah diberi vaksin Sinopharm.
Sinovac, sebuah perusahaan yang berbasis di Beijing, mengatakan lebih dari 10 ribu orang di Beijing telah disuntik dengan vaksinnya. Secara terpisah, dikatakan hampir semua karyawannya dan keluarga mereka juga sudah disuntik.
Kepala Institut Vaksin Internasional, Jerome Kim, mengatakan dia ingin tahu apakah pihak berwenang Tiongkok menindaklanjuti dampak para penerima vaksin. Dia khawatir bahwa bisa saja penerima vaksin mengalami risiko.
“Itu memiliki segala macam konsekuensi negatif. Misalnya mereka dapat terinfeksi dan tidak mengetahuinya, atau mereka dapat menyebarkan infeksi karena mereka relatif asimtomatik jika vaksin berfungsi sebagian,” kata Jerome Kim.(jpg)