Minggu, 19 April 2026
Beranda blog Halaman 10357

SMA/SMK di Anambas Belum Bebas SPP

0

batampos.co.id – Pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) bagi satuan pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Dasar (SD), Kabupaten Kepulauan Anambas, sejak lama sudah dibebaskan. Namun bagi satuan pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat masih tetap membayarkan SPP, karena SMA/ SMK masih wewenang Provinsi Kepulaun Riau.

Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Kepulauan Anambas, Nurman, Rabu (8/4/2020).”Kalau pembayaran SPP peserta anak didik SMA/SMK Rp.1.200.000 per tahun,” sebutnya.

Diketahui jumlah sekolah negeri yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas yaitu SD sebanyak 66, jumlah SMP sebanyak 26, jumlah SMA sebanyak 6 dan jumlah SMK sebanyak 4. “Sebagian kita bantu, seperti baju dan buku di daerah di pulau-pulau kecil, dan juga transportasi melalui Bantuan Operasional Daerah (BOSDA),” kata Nurman.

Semetara itu, terkait surat edaran Bupati Kepulauan Anambas tentang penundaan memperpanjang kegiatan belajar di rumah sejak Selasa (31/03/2020) sampai dengan (13/04/2020) mendatang, untuk mengatasi virus covid -19 yang masih mengancam di Indonesia khususnya Kepulauan Anambas, selanjutnya masih menunggu intruksi pemerintah provinsi dan pusat.(fai)

Terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar, Ini Kata Kadis Kesehatan Kepri dan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Covid 19 Kepri

0

batampos.co.id – Rencana Pemprov Kepri melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kemungkinan besar tidak bisa dilaksanakan.

Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Tjetjep Yudiana, mengatakan, Menteri Kesehatan, Terawan Agus kemungkinan besar tidak akan menyetujui seandainya gubernur, bupati dan wali kota mengusulkan PSBB sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 tahun 2020.

“Hal itu disebabkan penularan COVID-19 di Kepri belum massif,” katanya, Rabu (8/4/2020).

Selain itu lanjutnya, penularan COVID-19 masuk kategori massif apabila satu keluarga positif mengidap virus tersebut, kemudian menularkan ke tetangganya.

“Kondisi ini belum terjadi di Kepri,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, jumlah pasien yang positif COVID-19 di Provinsi Kepri juga belum banyak.

Jumlah pasien positif COVID-19 di Provinsi Kepri, kata dia, sebanyak 10 orang dan dua di antaranya dinyatakan sembuh.

Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, Amsakar Achmad, saat berbincang dengan warga Batam yang di karantina di Rusun BP Batam dan sudah diperbolehkan pulang karena steril dari virus corona. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Meski demikian kita tetap harus waspada, tetap di rumah dan terapkan pola hidup sehat,” ujarnya.

Baca Juga: Pemprov Kepri Akan Melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar

Tjetjep juga menjelaskan, pihaknya memberi apresiasi kepada masyarakat yang menjalankan imbauan dari pemerintah untuk tetap di rumah.

“Penerapan PSBB untuk daerah yang penularannya massif. Di Kepri belum termasuk massif dan sebagian besar masyarakat menjalankan imbauan pemerintah untuk tetap di rumah,” paparnya.

Sementara itu, anggota juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kepri, Nikolas Panama, menjelaskan, pemerintah
dan masyarakat di Kepri secara tidak langsung sudah menerapkan PSBB.

“Pembatasan sosial di Kepri sejak beberapa pekan lalu dimulai dari kebijakan kampus dan pemerintah daerah untuk meliburkan mahasiswa dan pelajar. Namun pelajar dan mahasiswa harus belajar di rumah,” ujarnya.

Kebijakan lainnya kata dia, yang dilakukan Pemda yakni pembatasan tempat ibadah.
“Pembatasan juga dilakukan di internal pemerintahan dengan menerapkan kerja dari rumah,” jelasnya.

Kemudian kata Niko, pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum, pembatasan kegiatan sosial dan budaya sudah diterapkan di Kepri.

“Sebagian besar masyarakat tidak keluyuran lagi. Mereka tetap di rumah, kecuali untuk hal-hal penting,” tuturnya.

Ia menjelaskan, pasar di Provinsi Kepri tetap buka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Namun lanjutnya, tetap dalam batasan-batasan tertentu agar tidak terjadi kontak langsung.

“Pembatasan moda transportasi juga sudah terjadi di Kepri mulai dari terminal bus hingga kapal cepat antarpulau,” jelasnya.

Ia melanjutkan, Feri yang biasanya berlayar setiap 15 menit sekali, sekarang dilakukan setiap dua jam sekali.

“PSBB ditetapkan oleh Menkes untuk kondisi tertentu berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9/2020 dan penetapan PSBB oleh Menkes berdasarkan kondisi tertentu, seperti penularan yang massif,” tutupnya.(nto)

Harris Resort Barelang Sambut Ramadan, Paket Buka Puasa Diantar ke Rumah

0

batampos.co.id – Bulan puasa sudah di depan mata, aneka dekorasi dengan nuansa Ramadan akan menghiasi area lobi, begitu pula dengan Harris Cafe, 20 Feet Esplanade, dan Rocksalt Beach Club, nuansa ketupat sudah tersedia untuk menyambut Ramadan 1441 Hijriah.

”Lagu-lagu bernuansa islami juga tidak lupa diperdengarkan di area resort. Tamu yang datang akan merasakan langsung suasana Ramadan sudah dimulai nanti 25 April ke 20
Mei 2020 untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan tanggal 24 April 2020 nanti,” ucap Marketing & Branding Manager, Viki Wahyudi, Selasa (7/4/2020).

Harris Resort Barelang Batam, lanjut Viki, mengajak para keluarga yang ada di rumah untuk memesan paket buka puasa atau dapat juga datang langsung menikmati sajian buka puasa di resort dengan beragam menu makanan, acara hiburan hingga hadiah undian.

Beragam menu andalan dari Harris resort Barelang. Foto: Harris resort Barelang untuk Batam Pos

Suasana Ramadan di Harris Resort Barelang dengan warna orange, abu-abu sebagai warna Harris ditambah hiasan ketupat, bedug dan lampion khas Mesir untuk menciptakan suasana Ramadan.

”Paket Ramadan Plataran 1441 Hijriah akan terasa berbeda. Tamu dapat memesan paket buka puasa untuk diantar ke rumah dengan minimal order 10 box dengan radius jarak 5 km dari jangkauan resort ketika para tamu menikmati buka puasa bersama kolega, keluarga dan kerabat sambil melihat pemandangan resort pantai nan indah,” terangnya.

Berikutnya ada acara hiburan di 20 Feet Esplanade di antaranya live music, sajian menu  pilihan dan undian hadiah di akhir Ramadan yakni berupa satu iPhone 11, satu voucher menginap di Harris Villa, dua voucher Harris Room, empat voucher BBQ.(zis)

Total Sudah 35.676 Narapidana dan Anak Dibebaskan Selama Pandemi Korona

0

batampos.co.id – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) telah mengeluarkan dan membebaskan 35.676 narapidana dan anak melalui program asimilasi dan integrasi di tengah mewabahnya virus korona atau Covid-19. Jumlah itu berdasarkan data pada Rabu (8/4) hari ini.

“Hingga saat ini yang keluar dan bebas 35.676 Melalui asimilasi 33.861 dan integrasi 1.815 narapidana dan Anak,” kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Ditjen PAS, Rika Aprianti dikonfirmasi, Rabu (8/4).

Rika menuturkan, narapidana yang bebas dan keluar dari program asimilasi sebanyak 33.078 telah dibebaskan, sisanya 783 merupakan anak. Sementara untuk integrasi, sebanyak 1.776 narapidana yang dibebaskan, 39 sisanya merupakan anak.

Rika menyebut, program asimilasi dan integrasi akan terus dilakukan sampai berhentinya status kedaruratan terhadap penanggulangan Covid-19 yang ditetapkan pemerintah berakhir. Hal ini sebagaimana diatur sesuai dengan penetapan pemerintah, pasal 23 Permenkumham No. 10 Tahun 2020.

“Sampai berhentinya darurat Covid-19 sesuai dengan penetapan pemerintah, pasal 23 Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020,” ucap Rika.

Menurutnya, pada Pasal 23 narapidana yang menerima asimilasi dan integrasi telah menjalankan 2/3 masa pidananya. Sementara anak telah menjalankan ½ masa pidananya sampai dengan tanggal 31 Desember 2020.

“Kami juga terus melakukan pembimbingan dan pengawasan oleh Balai Pemasyarakatan,” tegas Rika.

Kendati demikian, Rika memastikan program asimilasi dan integrasi tidak berlaku bagi pelaku kejahatan tindak pidana luar biasa, sebagaimana tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan, yang mengatur pengetatan remisi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun telah menegaskan, tidak pernah ada pembahasan untuk membebaskan narapidana korupsi. Hal ini ditegaskan dengan tidak merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 Tahun 2012 tentang Syarat dan Tata Cara Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan yang mengatur mengenai pemberian remisi. Pemerintah tidak memberlakukan pemberian remisi melalui penerapan program asimilasi dan integrasi kepada narapidana teroris, narapidana koruptor dan narapidana narkotika.

“Saya hanya ingin menyampaikan, bahwa mengenai napi koruptor tidak pernah kita bicarakan dalam rapat rapat kita. Jadi mengenai PP 99/2012 perlu saya sampaikan tidak ada revisi untuk ini, jadi pembebasan napi hanya untuk napi pidana umum,” kata Jokowi dalam rapat terbatas melalui video conference, Senin (6/3).

Jokowi menyampaikan, program asimiliasi dan integrasi agar napi bisa keluar dan bebas di tengah mewabahnya Covid-19 hanya untuk narapidana umum. Menurutnya, di negara lain pun melakukan hal yang sama.

“Seperti di negara lain, saya melihat di Iran membebaskan 95.000 napi, di Brasil 34.000 napi,” tukas Jokowi.(jpg)

Transgender Dibakar Warga karena Curi HP Teman

0

batampos.co.id – Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Budhi Herdi Susianto membeberkan detik-detik pembakaran transgender perempuan (transpuan) bernama Mira di Cilincing. Kasus ini ternyata dilatarbelakangi aksi pencurian ponsel yang dilakukan korban.

Kejadian berawal saat salah satu tersangka bernama KM kehilangan handphone usai bertemu dengan korban. “KM lalu bercerita kepada para tersangka lain. Kebetulan mereka orang-orang yang dipercaya untuk masalah keamanan di sana,” kata Budhi kepada wartawan, Rabu (8/4).

Para tersangka lain yang berjumlah 6 orang lalu menyambungkan keterangan KM dengan cerita warga bahwa orang yang berkumpul dengan Mira pasti kehilangan ponsel miliknya.

Berangkat dari kesimpulan sepihak tersebut, pada Jumat (3/4) dini hari korban langsung dijemput para tersangka di sebuah rumah kos. Mereka pun menginterogasi korban dan menanyakan handphone milik KM. Mira yang merasa tidak bersalah pun membela diri dan membantah ia mencuri ponsel milik KM.

Para tersangka yang kesal pun mulai melakukan kekerasan fisik kepada Mira. “Korban dipukuli kemudian dianiaya. Pada akhirnya korban mengakui, membenarkan bahwa korban yang telah mengambil handphone milik saksi,” tambah Budhi.

Kepada tersangka, Mira terpaksa mengaku telah menjual handphone KM kepada orang lain. Para tersangka pun mendesak Mira mengaku siapa penadah handphone curiannya. Di saat yang bersamaan tersangka berinisial AP membeli bensin eceran di sekitar komplek tersebut.

Bensin yang sudah dibeli itu pun disiramkan kepada Mira. Para tersangka mulanya hanya sekedar menakut-nakuti korban.

“Saat sudah disiramkan bensin oleh AP ternyata tersanga PD menakut-nakuti korban dengan keluarkan korek api kemudian disampaikan ‘awas saya bakar, saya bakar’ dan seterusnya,” ucap Budhi.

“Ketika korek api dinyalakan, di situ karena sudah disiramkan bensin maka api langsung tersambar dan bakar tubuh korban,” imbuhnya.

Saat itu para pelaku langsung berusaha memadamkan api di tubuh korban. Usai berhasil dipadamkan, tubuh korban sudah menderita luka bakar sekitar 60-70 persen. Namun keadaan korban masih hidup dan bisa kembali ke rumah kosnya.

Tetangga kos yang tak tega melihat korban, berusaha memberikan bantuan dengan cara membawa korban ke RSUD Koja, Jakarta Utara. Namun, tak lama usai mendapat perawatan, korban dinyatakan meninggal. Atas perbuatannya, para tersangka dijerat pasal 170 ayat (2) dan (3) KUHP. Mereka terancam pidana maksimal 12 tahun penjara.(jpc)

Sebelum Semi Lockdown, Warga Singapura Padati Pertokoan

0

batampos.co.id – Mulai Selasa (7/4), Singapura memberlakukan kebijakan ketat untuk memutus rantai penularan wabah virus Korona. Kebijakan itu disebut semi lockdown karena tidak seekstrem lockdown. Pemerintah Singapura menutup semua pusat bisnis, perkantoran, restoran, dan sekolah.

Sehari sebelumnya, warga Singapura memadati pertokoan. Mereka banyak yang masih berkeliaran di pusat perbelanjaan dan megastore. Warga berbelanja kebutuhan pokok dan lainnya untuk mengantisipasi pemberlakuan semi lockdown.

Hanya saja, tidak ada antrean panjang di mal-mal seperti dilaporkan The Straits Times, Senin (6/4). Antrean hanya terjadi di luar toko tertentu yang membatasi jumlah pelanggan yang diizinkan untuk berbelanja.

Mulai Selasa (7/4), Singapura menutup layanan non-esensial yang meliputi department store dan outlet ritel. Penutupan berlangsung selama empat minggu hingga 4 Mei untuk mencegah peningkatan infeksi virus Korona. Hanya sektor ekonomi utama dan layanan penting seperti perusahaan makanan, pasar dan supermarket, klinik, rumah sakit, utilitas, transportasi, dan layanan perbankan utama yang akan beroperasi.

Pembeli, termasuk sejumlah lansia dan beberapa anak dan bayi, sebagian besar mengenakan masker dan menjaga jarak yang relatif aman satu sama lain di dalam megastore. Salah satu warga, Ashwin Nair, 42, membeli kursi kantor untuk bekerja di rumah.

“Saya rasa saya harus melakukan cara lain. Dan meletakkan bantal di kursi makan atau membeli secara online tetapi ada ketidakpastian mengenai pengiriman,” kata Mr Nair, yang bekerja sebagai manajer dalam industri perkapalan.

Dia dan istrinya pergi ke mal untuk membeli kursi kantor tetapi memutuskan berbalik setelah melihat antrean panjang. Selama akhir pekan, antrean mengular di toko furniture.

Kesibukan juga terjadi di pusat kota, orang-orang berbelanja pada menit terakhir untuk mempersiapkan penutupan. Cheryl L, 29, meminjam 16 buku di Perpustakaan Umum Cheng San untuk mengisi waktu luang bagi putrinya yang berusia dua tahun selama beberapa minggu berada di rumah saja.

“Putri saya pasti butuh kegiatan selama di rumah karena masih sangat kecil. Jadi saya tidak ingin menempatkannya di depan layar terus. Pasti perpustakaan ditutup selama sebulan, saya harus memastikan mendapatkan sebanyak mungkin buku yang saya bisa,” katanya.

Di beberapa toko, pembeli tidak terhalang oleh antrean. Salah satu lansia, Teo, menunggu dalam antrean di pusat perbelanjaan Lot One di Choa Chu Kang untuk membeli buku dan alat tulis untuk putrinya yang berusia 11 tahun sebagai persiapan belajar berbasis rumah.

Mahasiswa Yishun Innova Junior College Andrey Soo, 18, dan temannya mengantre dengan berseragam sekolah, untuk memasuki cabang Muji di Jem, di Jurong. Mereka membeli isi ulang pulpen dan alat tulis lainnya.

“Kami tidak panik membeli alat tulis. Ini persiapan untul belajar di rumah,” kata mereka.(jpg)

Begini Aturan Mudik Menggunakan Kendaraan

0

batampos.co.id – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mulai mengantisipasi bila terjadi arus mudik disaat pandemi Covid-19 berlangsung. Sejumlah skema pembatasan kendaraan mulai digodok agar physical distancing bisa tetap terjaga.

Kepala Bagian Operasi (Kabagops) Korlantas Polri Kombes Pol Benyamin mengatakan, khusus untuk pemudik sepeda motor, akan dilarang berboncengan. Motor hanya boleh ditumpangi oleh 1 orang pengendara.

“Iya (larangan berboncengan untuk mudik). Untuk mudik pun masih dibahas di Kementerian,” kata Benyamin saat dikonfirmasi, Rabu (8/4).

Bagi pemudik yang menggunakan motor tapi nekat berboncengan, akan diberi tindakan tegas. Mereka tidak boleh melanjutkan perjalanan, dan harus kembali ke Jakarta.

“Diputar balikan ke arah Jakarta, pos atau cek pointnya. Banyak nanti (opsi penindakannya),” tambahnya.

Sedangkan untuk pemudik yang menggunakan mobil juga akan diberlakukan aturan khusus. Yakni hanya boleh membawa orang, maksimal 50 persen dari kapasitas penumpang mobil tersebut.

“Untuk mobil sedan hanya 2 orang, minibus 3 orang, setengah dari kapasitas kendaraan tersebut,” pungkas Benyamin.

Bagi pengendara yang melanggar pun akan diberi sanksi yang sama dengan pemudik motor. Kendati demikian aturan ini masih menunggu kebijakan Kementeri Perhubungan terkait mudik Hari Raya Idul Fitri tahun ini.(jpg)

PNS dan Keluarga Dilarang Mudik

0

batampos.co.id – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) mengeluarkan edaran nomor 41 yang melarang kegiatan berpergian dan mudik.

Edaran tertanggal 6 April 2020 ini merupakan perubahan dari edaran Nomor 36 tentang pembatasan kegiatan bepergian ke luar daerah atau kegiatan mudik bagi ASN dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin, menyebutkan aturan ini pasti akan diterapkan juga di lingkungan Pemko Batam.

”Kalau itu dilarang, ya akan dilarang,” ujarnya.

Ia menyebutkan, yang masih ngotot tentu akan mendapat sanksi disiplin yang diatur
dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin
Pegawai Negeri Sipil.

”Sudah pasti ada sanksi, sudah ada diatur dalam PP 53 itu. Sudah menjadi kondite untuk dia,” imbuhnya.

Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemko Batam sesaat setelah mengikuti upcara di dataran Engku Putri, Batam Centre beberapa waktu lalu. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) mengeluarkan edaran nomor 41 yang melarang kegiatan berpergian dan mudik bagi para PNS. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Ditanya apakah, sanksi bersifat akumulatif, Jefridin, menyebutkan tidak terkait dengan pelanggaran disiplin yang lain.

”Beda-bedalah,” ujarnya.

Dalam edaran MenPAN-RB ini, kebijakan ini sampai Indonesia dinyatakan benar-benar bersih dari Covid 19.

Lalu kalau ada yang terpaksa harus bepergian ke luar negeri, harus mendapat izin dari atasannya masing-masing. Aturan ini juga dipertegas perihal ASN harus bermasker ketika berada atau berkegiatan di luar rumah tanpa kecuali.

Sebelumnya, Kapolresta Barelang, AKBP Purwadi Wahyu Anggoro, meminta kepada seluruh masyarakat untuk berhenti bergerak atau ke luar rumah.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penularan Covid-19.

“Virus corona tidak bergerak, kita yang memindahkannya. Jika kita semua berhenti bergerak (ke luar rumah), maka virus berhenti berpindah ke orang lain,” ujar Purwadi,
Minggu (5/4/2020).

Purwadi mengimbau masyarakat yang akan melaksanakan mudik jelang Ramadan dan Lebaran untuk menunda keberangkatan hingga situasi kondusif dan wabah corona ini bisa diatasi secara keseluruhan.

“Satu kesalahan besar jika mengambil keputusan yang sudah diketahui risikonya. Lindungi keluarga di kampung,” jelasnya.(iza)

Humanity Food Van ACT Luaskan Pendistribusian Makanan Saat Pandemi Corona

0

Aksi Cepat Tanggap (ACT) kembali meluncurkan program varian dari Operasi Makan Gratis, yaitu Humanity Food Van dari Humanity Central Kitchen.

Program ini diluncurkan di Sentul, Bogor, Jawa Barat pada Selasa (704). Hadirnya program ini sebagai bentuk keseriusan lembaga dan untuk menguatkan aksi-aksi ACT dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat prasejahtera selama masa pandemi corona.

Sebanyak 10 armada Humanity Food Van (HFV) akan beroperasi di wilayah Jabodetabek. HFV akan mendistribusikan hingga ribuan porsi makanan setiap harinya yang diproduksi oleh Humanity Central Kitchen.

Kehadiran program tersebut juga menjadi bentuk optimisme ACT dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Hal ini mengingat program-program kemanusiaan yang telah bergulir di masa wabah ini lahir atas kepedulian dan kedermawanan masyarakat untuk membantu sesama.

Ahyudin selaku ketua Dewan Pembina ACT menyampaikan, semangat optimis dan kebaikan inilah yang perlu ditanamkan di kalangan masyarakat Indonesia.

“Yang harus selalu kita ingat adalah Covid-19 adalah sebuah musibah dari Allah yang Maha Baik, maka akan hadir juga kebaikan. Bangsa ini adalah bangsa yang baik. Salah satu bukti kebaikan bangsa ini adalah kemampuan solidaritas dan kemampuan saling tolong-menolong,” katanya.

“Kebaikan ini kemudian kami narasikan melalui gerakan Indonesia Dermawan. Di tengah wabah ini, rasa syukur kepada Allah harus semakin kita tingkatkan. Selain itu, seperti yang kita ketahui, terutama untuk umat muslim, sebaik-baiknya amal terbaik bersedekah adalah pada saat yang sulit, keadaan seperti sekarang ini,” ungkapnya lagi.

Humanity Food Van ACT Luaskan Pendistribusian Makanan Saat Pandemi Corona. Foto: ACT untuk batampos.co.id

Pandemi Covid-19 tidak hanya menggerogoti sektor kesehatan, namun jugasektor ekonomi. Pun, semakin banyak masyarakat prasejahtera yang membutuhkan kolaborasi semua elemen untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka.

“Kami akan terus memviralkan gerakan optimisme, #SebarVirusOptimis akan terus kami gencarkan. Kami juga telah mengeluarkan tema baru dalam program kami yaitu “Bersama Selamatkan Bangsa”,” jelasnya.

“Inilah pekerjaan kita semuanya untuk menyebarkan solidaritas nasional ini. Tidak hanya untuk segelintir orang, tetapi semua oran. Hal ini karena bangsa kita adalah bangsa pejuang. Yang sungguh kami inginkan adalah gerakan-gerakan kecil ini menjadi gelombang besar kebaikan di Indonesia. Dengan penuh rasa optimisme, kami mengajak seluruh elemen bangsa untuk bergerak bersama untuk gerakan solidaritas nasional,” tambah Ahyudin.

Sebelum program ini, Operasi Makan Gratis telah berjalan bersama Humanity Food Truck (HFT) dan makan gratis di 1.000 Warteg. Secara fungsi, Humanity Food Truck menyasar penerima manfaat yang jauh lebih besar (komunal).

Armada ini menetap di lokasi-lokasi strategis yang memungkinkan penerima manfaat untuk berkumpul dan mengambil makanan siap santap. Oleh karenanya, HFT ditargetkan untuk memenuhi kebutuhan di lokasi-lokasi umum seperti rumah sakit, perusahaan, masjid agung, alun-alun, dan lokasi bencana.

Sedangkan, Humanity Food Van (HFV) dengan ukuran yang lebih kecil, dapat menyusur ke lokasi terpencil. Armada ini berfungsi untuk mengantar makanan secara langsung ke penerima manfaat.

Direktur Program ACT Bambang Triyono menjelaskan, program Humanity Food Van merupakan bagian dari ikhtiar ACT untuk menyalurkan semua amanah dermawan Indonesia.

Bantuan ini kemudian akan didistribusikan ke seluruh masyarakat yang membutuhkan (masyarakat lapisan bawah, pekerja harian, pekerja nonformal) pada saat pandemi ini.

Sebelumnya, Operasi Makan Gratis bersama 1.000 warteg memungkinkan penerima manfaat makan di tempat. Sedangkan melalui Humanity Food Van ini, semua makanan langsung diantarkan ke penerima manfaat.

“Hingga saat ini, total bantuan yang telah didistribusikan ACT melalui Operasi Pangan Gratis mencapai 1.750 ton. Dengan penerima manfaat sejumlah 850.000 jiwa. Dalam aksi ini, ACT juga telah melibatkan 10.000 relawan, 15.000 aksi di seluruh Indonesia. Seluruh aksi yang telah berjalan ini menjadi satu bukti bahwa kedermawanan di negeri ini belum pudar, dalam kondisi apapun. Inilah yang harus terus kita gaungkan. Semangat kedermawanan nasional,” imbuh Bambang.

Lebih lanjut, Chef Joni selaku Koordinator Humanity Central Kitchen menjelaskan bahwa Dapur Terpusat yang baru resmi digunakan awal Maret itu langsung melayani misi kemanusiaan untuk menyuplai kebutuhan Humanity Food Truck maupun Humanity Food Van.

Ia bersyukur untuk pertama kalinya dapur yang ia kelola memproduksi makanan untuk melayani kemanusiaan.

“Selain di Ciawi, Bogor, Humanity Central Kitchen juga memiliki dapur satelit di Menara 165 dan Pondok Gede. Selama ini kami juga banyak melibatkan banyak orang, untuk berkolaborasi dalam penyediaan makanan. Kami bekerja sama dengan MRI dan masyarakat sekitar. Alhamdulillah, Humanity Central Kitchendapat bermanfaat untuk banyak orang. Dalam sehari kami bisa produksi ribuan porsi dengan target di pendistribusiaan di Jabodetabek,” tutup Joni.(*)

Kabar Baik! Malaysia Bisa Turunkan Kurva Covid-19, 1.241 Pasien Sembuh

0

batampos.co.id – Kabar baik datang dari Malaysia yang berhasil menurunkan kurva kasus Covid-19. Itu setelah pemberlakuan kebijakan Perintah Kawalan Pergerakan selama beberapa pekan. Dan, kabar baik lainnya, ada 1.241 pasien dinyatakan sembuh.

Total kasus Covid-19 di Malaysia per Selasa (7/4), 3.793. Sebanyak 62 orang meninggal. Dengan 1.241 pasien dinyatakan sembuh, ada 2.490 kasus aktif.

Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Malaysia, Noor Hisham Abdullah mengatakan pada konferensi pers bahwa 1.241 pasien telah disembuhkan dan pulang dari rumah sakit. Sementara itu, dari 2.490 kasus aktif, 99 orang masih dirawat di ruang perawatan intensif dan 48 di antaranya membutuhkan bantuan pernapasan (ventilator).

Upaya warga Malaysia untuk tetap berada di dalam rumah perlahan membawa perubahan. Untuk pertama kalinya sejak Perintah Kawalan Pergerakan diterapkan di Malaysia, angka-angka penurunan menunjukkan hasil yang mengejutkan.

Pada 17 Maret lalu Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengumumkan fase pertama kebijakan itu diberlakukan setelah banyak warga terjangkit virus Korona. “Saya sadar bahwa banyak orang merasa makin kesulitan dan menemukan tantangan dalam tugas sehari-hari,” kata Muhyiddin saat itu.

“Namun, keputusan ini harus diambil oleh pemerintah untuk menahan wabah Covid-19 yang dapat membahayakan jiwa orang-orang di negara ini,” tegasnya seperti dilansir dari Sea Mashable.

Terlebih sebelumnya ada acara tabligh akbar di Malaysia yang membuat lonjakan tajam dari 41 menjadi hampir 800 kasus Covid-19 selama empat hari. Perintah Kawalan Pergerakan yang seharusnya hanya berlangsung selama dua minggu dari 18 Maret hingga 31 Maret, kemudian diperpanjang untuk dua minggu lagi ketika kasus Covid-19 melonjak menjadi lebih dari 1.700.

Polisi dan tentara juga dikerahkan untuk melakukan pemeriksaan di jalan kepada para pelancong antarnegara bagian untuk mencegah Covid-19 menyebar di negara-negara bagian. “Kami yakin bahwa dengan bantuan polisi dan tentara, kebijakan ini akan diimplementasikan dengan lebih baik. Dan kami berharap orang-orang akan terus mematuhi instruksi pemerintah,” kata Menteri Pertahanan Malaysia Ismail Sabri Yaakob.(jpg)