Kamis, 7 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10555

Penerbangan Umrah Masih Ditutup, Pelataran Ka’bah Kosong

0

batampos.co.id – Sekitar pukul 20.00 WIB tadi malam atau 16.00 waktu Makkah kemarin, beredar foto-foto yang menunjukkan pelataran Ka’bah (mataaf) kosong. Tak ada seorang pun yang melakukan ibadah tawaf. Spekulasi pun bermunculan. Ada yang mengaitkannya dengan virus korona.

Pengosongan mataaf memang merupakan sesuatu yang langka. Kali terakhir dilakukan pada 1979. Penyebabnya saat itu adalah pemberontakan berdarah. Pada 1941, pelataran Kakbah juga pernah dikosongkan karena banjir. Banjir yang tinggi membuat tawaf tidak bisa dilakukan.

Namun, pengosongan pelataran Kakbah kemarin dilakukan hanya untuk pembersihan. Dua jam sekali pelataran dibersihkan. Karena itu, tidak ada jamaah yang melakukan tawaf. Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali membenarkan bahwa ada sterilisasi mataaf. ’’Itu lagi ta’qim atau sterilisasi di lantai bawah,’’ katanya tadi malam.

Untuk sementara, lantai bawah tidak bisa digunakan jamaah untuk tawaf atau salat. Dia menjelaskan, sterilisasi itu merupakan salah satu langkah Saudi untuk mengantisipasi persebaran virus korona. Sterilisasi memakan waktu dua sampai empat jam.

Sementara itu, merujuk kalender Hijriah pemerintah Arab Saudi, musim umrah 1441 H tersisa tiga bulan lagi. Setelah itu, umrah ditutup karena masuk musim haji. Endang Jumali menuturkan, hingga kemarin belum ada kepastian apakah penerbangan umrah dibuka kembali atau tidak. Seharian kemarin beredar dua kabar yang sempat viral. Pertama, pelaksanaan haji 2020 ditutup. Kedua, kabar jamaah umrah diminta meninggalkan Arab Saudi dalam tempo tiga hari terhitung sejak 5 Maret.

Untuk memastikan kabar tersebut, Endang menghubungi Direktur Urusan Travel Umrah Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi Abdurrahman Al Segaf. ’’(Abdurrahman Al Segaf, Red) menyebutkan bahwa berita tentang diharuskannya jamaah umrah meninggalkan Arab Saudi dalam waktu tiga hari itu tidak benar,’’ tutur Endang. Dia mengatakan, jamaah umrah asal Indonesia maupun negara lain tetap diperbolehkan menjalankan ibadah umrah sampai habis masa paket perjalanan mereka. Jamaah asal Indonesia paling lama tinggal di Saudi hingga 15 Maret. Endang mengatakan, pemulangan jamaah umrah berjalan normal.

Selanjutnya, kabar bahwa perjalanan umrah ditutup selama satu tahun sepanjang 2020 juga tidak benar. Sampai kemarin penerbangan kedatangan jamaah umrah memang dihentikan sementara.

Sementara itu, Kasubdit Pengawasan Umrah dan Haji Khusus Noer Aliya Fitra mengatakan, setiap hari ada penerbangan kepulangan jamaah umrah Indonesia dari Saudi. Terhitung sejak 4 Maret, jumlah jamaah umrah di Indonesia mencapai 18.589 orang. Penerbangan pemulangan paling akhir 15 Maret. Itu dengan catatan pemerintah Saudi tidak membuka kembali penerbangan kedatangan umrah.

Kedatangan paling banyak terjadi pada 4 Maret lalu sejumlah 4.763 orang. Kemudian, hari ini (6/3) dijadwalkan ada 1.931 jamaah umrah Indonesia yang pulang ke tanah air. Selanjutnya, besok (7/3) ada 2.479 jamaah umrah dipulangkan ke tanah air. Lantas, di hari terakhir pemulangan jamaah umrah ada 88 orang.

Pejabat yang akrab disapa Nafit itu mengingatkan travel atau penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) supaya tetap konsisten dengan kontrak pelayanannya. PPIU juga diminta tetap menjaga jamaah dari potensi gangguan. Kepada keluarga jamaah umrah di tanah air, Nafit meminta tetap tenang dan tidak terpengaruh kabar-kabar yang tidak benar.(jpg)

Traveler Dari Iran, Italia, dan Korsel Dilarang Masuk Indonesia

0

batampos.co.id – Pemerintah menutup pintu rapat-rapat untuk warga yang berasal dari negara pandemik Covid-19. Selain Tiongkok, pembatasan kini diberlakukan kepada travelers dari Iran, Italia, dan Korea Selatan (Korsel). Sebab, di tiga negara tersebut, persebaran wabah virus korona terbilang tinggi.

Dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), kebijakan tersebut berlaku mulai Minggu (8/3) pukul 00.00 WIB. Menlu Retno Marsudi kemarin menyampaikan secara terperinci pembatasan tersebut. Menurut dia, travelers atau pendatang yang dalam 14 hari terakhir melakukan perjalanan ke Teheran, Qom, dan Gilan (Iran); wilayah Lombardi, Veneto, Emilia Romagna, Marche, dan Piedmont (Italia); serta Kota Daegu dan Provinsi Gyeongsangbuk-do (Korsel) dilarang masuk dan transit di Indonesia.

Warga Iran di alun-alun Imam Square. (Foto:Ahmadi Sultan)

Sementara itu, yang datang dari Iran, Italia, dan Korsel di luar wilayah tersebut tetap diizinkan masuk atau transit di Indonesia dengan catatan khusus. Mereka wajib membawa surat keterangan sehat atau health certificate yang dikeluarkan otoritas kesehatan negara masing-masing. Surat keterangan tersebut harus valid atau masih berlaku dan wajib ditunjukkan kepada pihak maskapai saat check in.

”Tanpa surat keterangan sehat dari otoritas kesehatan yang berwenang, para pendatang atau travelers tersebut akan ditolak masuk atau transit di Indonesia,” tegas Menlu di kantor Kemenlu, Jakarta, kemarin (5/3).

Mereka juga wajib mengisi health alert card (kartu kewaspadaan kesehatan) sebelum mendarat. Kartu tersebut, antara lain, memuat riwayat perjalanan. Apabila pernah melakukan perjalanan dalam 14 hari terakhir ke salah satu wilayah yang di-blacklist, yang bersangkutan akan langsung ditolak.

Keputusan itu tak berlaku bagi WNI yang baru melakukan perjalanan dari tiga negara tersebut. Namun, mereka wajib mengikuti pemeriksaan kesehatan tambahan di bandara Indonesia. ”Kebijakan ini bersifat sementara, akan dievaluasi sesuai dengan perkembangan,” tutur Menlu.

Menurut dia, kebijakan itu harus diambil demi kebaikan semua. Apalagi, sesuai laporan terkini WHO, terdapat kenaikan signifikan kasus Covid-19 di luar Tiongkok, terutama di tiga negara tersebut.(jpg)

Anggaran Tinggi Tak Menjamin Kualitas Pendidikan Meningkat

0

batampos.co.id – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) Ahmad Muzani menilai tingginya anggaran pendidikan yang digelontorkan oleh pemerintah tidak menjadi jaminan peningkatan pendidikan kearah yang lebih baik. Yang harus diperbaiki adalah mutu pendidikan bagi para calon penerus bangsa.

Muzani membeberkan kenaikan anggaran pendidikan dari tahun ke tahun, pada tahun 2018 Rp 444 triliun, dari total APBN dan tahun 2019 naik sebesar Rp 492 triliun. Namun, anggaran itu ternyata tidak membawa pendidikan semakin membaik.

Semakin besar anggaran pendidikan ternyata semakin kompleks masalahnya namun pendidikan pun masih dikeluhkan di sana dan di sini. Bahkan pemerintah membuat kebijakan sertifikasi tenaga didik guru, hal itu belum menjadikan kualitas pendidikan semakin baik malah membuat guru semakin sibuk dengan proses administrasi agar dapat tambahan honor dari sertifikasi guru.

“Tadinya kita menyangka bahwa kekurangan biaya pendidikan menjadi problem dan sebab rendahnya mutu pendidikan kita. Pemerintah pun mengeluarkan dana bos yang setiap waktu semakin besar, dan setiap waktu semakin tinggi dana bos yang digelontorkan. Tapi itupun belum menyelesaikan problem pendidikan,” kata Muzani saat memberi sambutan di Darul Hikam Education Conference 2020 di Kota Bandung Provinsi Jawa Barat saat membahas arah baru pendidikan Indonesia Kamis (5/3).

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu mencontohkan kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil yang berlatar belakang pendidikan guru agama yang pernah menjadi profesi selama hidupnya ternyata menjadi menteri.

“Dari proses panjang kita berpendidikan itu akhirnya kita berkesimpulan bahwa faktor utama yang tidak boleh kita lupakan adalah faktor ketuhanan, faktor tuhan tidak boleh kita sepelekan dalam pendidikan di Indonesia,” pungkasnya.(jpg)

BP Batam Bikin Hujan Buatan

0

batampos.co.id – Menghadapi krisis air bersih yang sudah di depan mata, Badan Pengusahaan (BP) Batam memiliki sejumlah alternatif. Langkah pertama yakni menjalin kerja sama dengan Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT) untuk membuat hujan buatan di Batam.

“Kerja sama dengan BPPT ini untuk membahas tentang teknologi modifikasi cuaca (TMC). Tim BPPT ini datang minggu depan. Tahun lalu aturannya MoU, cuma BPPT sibuk di Indonesia timur. BPPT ini kerja di Dam-Dam besar, seperti Citarum yang dike­lola Jasa Tirta II, dan Sungai Brantas yang dikelola Jasa Tirta I,” kata Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, Binsar Tambunan, di Gedung Marketing Centre BP Batam, Kamis (5/3/2020).

Pelaksanaan kajian TMC ini akan memakan waktu selama 14 hari kerja. Biayanya sebesar Rp 100 juta. TMC yang bermuara pada pelaksanaan hujan buatan ini direncanakan akan berlangsung selama setahun.

“Kajian paling cepat itu 14 hari. Hujan buatan ini untuk antisipasi dalam satu tahun ke depan,” katanya lagi.

TMC berupa hujan buatan ini memerlukan banyak garam dan arah angin, sehingga hujan bisa turun tepat di Batam. Selama ini, metode hujan buatan selalu dihindari karena hembusan angin di Batam cukup kencang, sehingga awan-awan berisi butir-butiran hujan buatan malah turun di tempat lain.

“Informasi dari BMKG, curah hujan untuk Januari dan Februari memang minim. Dan ini berdampak terhadap Dam Duriangkang yang menopang 80 persen kebutuhan air di Batam. Tiap harinya turun dua centimeter, dan jika hujan tak turun bisa turun tiga sentimeter,” paparnya.

Direktur Pengelolaan Lingkungan dan Fasilitas BP Batam, Binsar Panjaitan (dua dari kanan) bersama pihak ATB memberikan keterangan terkait kondisi air baku di kantor BP Batam, Kamis (5/3/2020).
Foto: batampos.co.id /Cecep Mulyana

Rata-rata curah hujan yang turun di Batam biasanya mencapai 200 milimeter (mm) per bulan. Tapi di Januari dan Februari hanya 50 mm per bulan dan tak merata di seluruh Batam. Jadi, itulah alasan mengapa BP Batam memiliki metode hujan buatan untuk meningkatkan curah hujan seperti sedia kala.

Selanjutnya, BP akan berkoordinasi dengan BMKG Batam untuk memetakan pola hujan selama tiga bulan ke depan.

“Ini untuk mengetahui prediksi curah hujan di setiap bulan serta persiapan materi teknis untuk sosialisasi,” tegasnya.

Solusi paling teranyar yakni pemompaan air baku dari Dam Tembesi ke Dam Mukakuning. Jaraknya 2,9 kilometer. Dam Tembesi sudah terisi penuh dan mampu mengalirkan air sebanyak 600 liter per detik.

Perkiraan waktu pelaksanaan selama dua bulan. Adapun tahapan-tahapannya yakni pengadaan pipa berukuran 800 mm melalui proses lelang, serta proses konstruksi penanaman pipa.

Perkiraan biayanya mencapai Rp 45,7 miliar untuk pengadaan pipa. Biaya tersebut sudah termasuk pipa, pompa, listrik PLN, genset, ponton, dan aksesoris.

“Dam Tembesi sudah terisi penuh bahkan lewati spillover. Dam terdekat dari Tembesi adalah Mukakuning. Nanti akan dipompa pakai ponton dan pelaksanaannya dalam dua bulan. Solusi ini masih harus dilaporkan ke pimpinan karena biaya cukup mahal,” jelasnya.
Proses ekstraksi air baku dari Dam Tembesi ini sebenarnya menyisakan pertanyaan.

Pasalnya, lelang dam ini tak kunjung terealisasi hingga saat ini. Tapi Binsar punya jawaban untuk itu.

“Sedang dilelang. Setelah selesai audit dari BPKP, maka akan diekspos mengenai prakualifikasi Tembesi. Tiga bulan setelah proses, maka akan dapat pemenang. Setelah itu, bangun water treatment plant (WTP) Tembesi sekitar setahun, berikut juga bangun pipa reservoir ke Batuaji selama satu setengah tahun,” ungkapnya.

Tapi karena krisis air bersih ini, BP tidak akan menunggu lelang Dam Tembesi selesai. Sifatnya sangat darurat dan menuntut solusi cepat. Untuk operasional pemompaan akan dilaksanakan BP. Sedangkan pendistribusian air akan dilaksanakan oleh ATB.

Selain dengan interkoneksi antar-dam, BP juga masih lanjut dengan pembersihan eceng gondok di sekitar Dam Duriangkang.

Seperti yang pernah diberitakan, eceng gondok menduduki sekitar 180 hektare luas areal Dam Duriangkang.

Imbasnya, yakni bangkai-bangkai eceng gondok menjadi material sedimen yang membuat pendangkalan di dam. Kapasitas dam semakin berkurang yang menyebabkan jumlah air baku semakin menipis.

Jadi, penyebab susutnya air di dam-dam di Batam, khususnya Dam Duriangkang yakni hujan yang tak kunjung turun, sedimentasi serta rusaknya catchment area oleh tindakan manusia.

“Saat ini, BP sudah memiliki harvester yang menjangkau ke tengah dam. Jadi dalam satu minggu bisa babat enam hektare. Idealnya sih delapan hektare, tapi alat itu juga perlu istirahat. Jadi, estimasi untuk membabat habis semua eceng gondok itu satu setengah tahun,” paparnya.

Binsar juga mengimbau agar masyarakat mulai berhemat menggunakan air. Batam termasuk kota yang boros.

Rata-rata pemakaian air per orang mencapai 195 liter per hari, sangat jauh jika dibandingkan dengan Singapura yang hanya 140 liter per hari.

Untuk membantu meningkatkan tampungan air, BP Batam juga memiliki proyek lain yakni rain harvester. Contohnya ada di Tiban Mentarau.

“Di Tiban Mentarau bikin embung-embung kecil untuk menangkap air hujan. Sedangkan di bandara buat rain harvester besar. Jadi, supaya jangan ada lagi air hujan yang terlepas,” pungkasnya.(leo)

Garuda Tetap Layani Penerbangan dari Indonesia ke Korea Selatan

0

batampos.co.id – Maskapai nasional PT Garuda Indonesia hingga kini tetap melayani operasional penerbangan dari dan menuju Incheon, Seoul, Korea Selatan dengan normal. Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian dan otoritas terkait agar kebijakan tersebut dapat ditindaklanjuti dengan baik.

“Tindakan preventif perlu dilakukan dari segi operasional penerbangan guna memitigasi risiko penyebaran Covid-19 dari dan ke Negara/ kota-kota yang terdampak,” ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam siaran pers, Kamis (5/3).

Hingga kini, maskapai plat merah itu masih melayani sebanyak 14 frekuensi penerbangan dari dan menuju Seoul setiap minggunya. Rute penerbangannya meliputi Jakarta-Seoul dan Denpasar – Seoul yang masing masing dilayani sebanyak 7 Kali per minggu.

Pihaknya meyakini telah melakukan langkah-langkah preventif guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 melalui pelaksanaan disinfeksi pesawat dan penyediaan sarana hand sanitizer. Dengan alasan itu, operasional penerbangan tetap dilanjutkan.

“Masker untuk kebutuhan awak pesawat dan kebutuhan mendesak penumpang, penggantian HEPA filter pada armada yang digunakan untuk penerbangan ke dan dari destinasi yang terdampak penyebaran covid-19 serta pemeriksaan rutin kepada awak kabin yang bertugas pada saat sebelum dan setelah bertugas,” tambahnya.

Irfan juga akan terus memantau situasi terkini atas perkembangan epidemi Covid-19 dan berkoordinasi dengan kementerian dan otoritas terkait, baik di dalam dan luar negeri untuk mengambil tindakan yang sekiranya diperlukan guna pencegahan penyebaran virus Covid-19 ini.(jpg)

6.130 Boks Masker Ilegal Asal Tiongkok Diamankan Polda Kepri

0

batampos.co.id – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Riau kembali menemukan gudang penimbunan masker. Operasi ini tak lama setelah mereka mengungkap kasus serupa di gudang milik PT ESM di Komplek Inti Batam Business dan Industrial Park, Seipanas, Kota Batam pada Rabu (4/3).

Kabid Humas Polda Kepulauan Riau, Kombes Pol Harry Goldenhardt mengatakan, kali ini jajarannya melakukam sidak di Apotik kawasan Nagoya, Kota Batam dan di PT SJL di Orchid Busines Centre, Kota Batam. Dari operasi ini, Polda Kepri berhasil menemukan ribuan kotak masker yang tidak sesuai dengan standar kesehatan serta tidak memiliki izin edar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Sidak diawali dari Apotek Budi Farma Nagoya. Di sana, polisi tak menemukan stok masker. Kondisi ini sudah terjadi hampir satu bulan di apotek tersebut. Oleh karena itu, sesuai dengan intruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis, membuat jajaran Polda Kepulauan Riau langsung melacak pemasok masker.

“Di Apotik ini tidak ditemukan stok ataupun ketersediaan masker selama hampir satu bulan, diduga dari distributor ada penimbunan,” kata Harry kepada wartawan, Kamis (5/3).

Aparat kemudian mendatangi PT SJL di Orchid Busines Centre, Kota Batam, selaku distributor masker. Di sana ditemukan 6.130 kotak masker kesehatan tanpa standar dan tidak memiliki izin edar. “Dari tim teknis Ditreskrimsus Polda Kepri yang dipimpin oleh Kombes Pol Hanny Hidayat menemukan adanya dugaan tindak pidana mengedarkan tanpa izin alat kesehatan jenis masker yang tidak memenuhi standar kesehatan,” jelas Harry.

Dari 6.130 kotak masker yang ditemukan, masing-masing kotak berisi 50 lembar dan 100 lembar. Masker ini bermerk Non-Woman Face Mask, Dust Musk, 3 play smooth with elastic head loop, Face Mask, 2 Ply smooth face mask with Ear loop dan paper face mask 1 play. “Keseluruhan masker yang ditemukan berasal dari negara China dan sampai dengan hari ini Ditreskrimsus Polda Kepri masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman kepada Inisial A sebagai Direktur PT SJL,” tandas Harry.

Pelaku diduga melanggar Pasal 196 dan atau pasal 197 Undang-undang Republik Indonesia nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Dia terancam pidana maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp 1,5 miliar.(jpg)

Yang Ada di Batam Center Yuk Merapat ke Kantor BP Batam, Kita Salat Istisqa, Minta Hujan

0

batampos.co.id – Dam Duriangkang yang merupakan tulang punggung ketersediaan air di Pulau Batam, kini hampir berada di batas maksimum penyusutan karena hujan yang tak kunjung turun hingga awal Maret ini. Selain itu, peristiwa kebakaran hutan yang terjadi di Sekupang dan Tiban pada Senin (2/3) lalu menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah.

Mengingat betapa krusialnya dam dalam menopang keberlangsungan kehidupan di Batam, BP Batam berencana untuk menggelar Salat Istisqa atau salat minta hujan, untuk meredakan kekeringan yang melanda Batam.

“Salat ini kami selenggarakan sebagai bentuk pengharapan dan doa kepada Allah SWT untuk menurunkan hujan di Batam. Mengingat kondisi dam-dam sudah berada di titik kritis,” ujar Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Dendi Gustinandar.

Dendi menerangkan Salat Istisqa akan dilaksanakan pada Jumat (6/3) di halaman parkir BP Batam.

“Salat Istisqa akan kita mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai. Ibadah ini juga terbuka untuk umum. Seluruh masyarakat muslim yang bermukim di sekitar Batam Center kami undang dengan tangan terbuka untuk bersama-sama melaksanakan shalat ini di pelataran parkir BP Batam,” tutup Dendi. (leo)

Tips Sederhana Presiden Jokowi Cegah Penyebaran Virus Korona

0

batampos.co.id – Presiden Joko Widodo mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak perlu takut secara berlebihan dengan isu virus korona atau Covid-19. Jokowi memastikan, mereka yang terdampak memiliki tingkat kesembuhan yang sangat tinggi.

“Virus korona dari data yang saya terima, 94 persen lebih penderitanya dapat disembuhkan,” kata Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3).

Jokowi pun kemudian berbagi tips untuk mencegah penyebaran virus Korona. Salah satunya untuk rajin mencuci tangan dengan benar. Dia pun meminta agar masyarakat untuk tidak sembarang menyentuh bagian mata, hidung dan mulut. Karena telapak tangan sering menyentuh berbagai macam benda dan rentan terkena virus. “Jangan lupa untuk mencuci tangan dengan air yang mengalir dan sabun,” imbuhnya.

Tak hanya itu, masyarakat juga perlu menjaga jarak dengan siapapun yang batuk atau bersin. Karena virus korona dapat menyebar melalui tetesan cairan yang keluar saat batuk atau bersin. Kemudian, memakai masker pada yang sakit agar tidak menular pada yang lain.

“Sebetulnya musuh terbesar kita saat ini adalah bukan virus itu sendiri, tapi rasa cemas, rasa panik, rasa ketakutan, dan berita-berita hoaks serta rumor. Kita sebenarnya harus yakin dengan fakta, informasi, solidaritas bersama, dan gotong royong,” ucap Jokowi menandaskan.(jpg)

Polda Kepri Grebek Gudang Masker

0

batampos.co.id – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri kembali melakukan penggerebakan atas gudang masker milik PT SJL di Kawasan Orchid Busines Center, Batamkota, Kamis (5/3). Dari pemeriksaan sementara, polisi menemukan ada tindak pengedaran masker yang tidak sesuai dengan standar Kementerian Kesehatan. Selain itu, pengelola gudang tersebut juga tidak memiliki izin edar.

Hingga kini, polisi sudah memeriksa 5 orang. Salah satu diantara diduga sebagai pelaku penimbunan masker. Penggerebekan ini dipimpin langsung oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus Kombes Hanny Hidayat.

“Disini kami menemukan kurang lebih 6.130 kota berisikan masker,” kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Harry Goldenhardt, Kamis (5/3/2020).

Di dalam satu kotak tersebut, isinya cukup beragam. Ada yang berisikan 50 lembar masker. Namun ada juga yang berisikan 100 lembar masker. Jenis-jenis masker yang ditemukan yakni Non Woman Face Mask 3 Ply Ear Loop, Dust Musk, 3 ply smooth with elastic head loop, face mask, 2 ply smooth face mask with ear loop dan paper face mask 1 ply.

Penelusuran adanya informasi yang diduga menimbun masker ini, kata Harry dilakukan jajaran Ditreskrimsus sejak, Rabu (4/3/2020) lalu.

“Penelusuran dilakukan berdasarkan informasi masyarakat,” ucapnya.

foto: batampos.co.id / cecep mulyana

Setelah tim Ditreskrimsus melakukan pengecekan. Ternyata informasi tersebut benar. PT SJL diketahui hanya memiliki izin dibidang distribusi prodyk pembersih ruangan.
“Tapi ia memiliki dan mencoba mengedarkan alat-alat kesehatan seperti masker,” ungkap Harry.

Saat ditanya mengenai wilayah peredaran masker? Harry mengatakan masker tersebut hanya akan diedarkan di wilayah Batam.

“Saat ini masih dalam proses pemeriksaan, nanti akan kami sampaikan lagi,” ucapnya.

Pelanggaran yang dilakukan oleh pengelola gudang tersebut yakni pasal 196 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 36 tahun 2009, tentang kesehatan. Ancaman pidana 10 tahun penjara dengan denda paling banyak Rp 1 miliar.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri Kombes Hanny Hidayat mengaku akan memberikan tindakan tegas, kepada siapa saja yang mencoba melakukan penimbunan masker dan alat kesehatan lainnya. “Sangat jelas araha dari Presiden dan Kapolri. Tidak hanya itu saja, bagi yang menaikan harga juga akan kami tindak,” ujarnya.

Terkait dengan penggerebekan di PT ESM, Sei Panas, Rabu (4/3). Hanny mengaku jajaranya masih melakukan pemeriksaan lanjutan. Ia mengatakan belum ada ditetapkan satu orang tersangka pun. “Masih diduga kan, beberapa orang sudah diminta keterangan. Saat ini kami masih meminta keterangan dari para ahli dahulu,” ungkapnya. (ska)

Warga Batam, Jika Hujan Tak Kunjung Turun Penggiliran Air Dimulai 15 Maret

0

batampos.co.id – Kondisi Dam Duriangkang sudah benar-benar buruk. Saat ini tingkat elevasinya berada di level minus 3,06 meter. Jika hujan tak kunjung turun juga, maka terhitung mulai 15 Maret mendatang, penggiliran atau rationing suplai air akan diberlakukan.

“Di bulan Maret 2020, level Duriangkang hampir minus tiga. Jika minus empat, maka Piayu dan Mukakuning akan shutdown atau terhenti. Pompa tidak akan bisa beroperasi kalau level airnya tak cukup,” kata Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus, di Gedung Marketing Center BP Batam, Kamis (5/3).

Rationing akan dilakukan jika level air tak bertambah sedikitpun hingga 15 Maret nanti. Pola rationing nanti adalah dua hari mati lima hari hidup.

“Rationing ini untuk memperpanjang umur dam hingga 23 hari. Jika tanpa rationing, maka umur dam hanya bertahan hingga 13 Juni. Sedangkan dengan rationing bisa hingga 6 Juli nanti,” jelasnya.

Dampak dari rationing akan dirasakan oleh 228.900 pelanggan ATB, terdiri dari 196 ribu pelanggan rumah tangga, 30 ribu pelanggan komersial, dan 2.900 pelanggan industri.
Sedangkan daerah terdampak dengan jumlah pelanggannya masing-masing, yakni 8.500 pelanggan di Batuampar-Sengkuang, 24.200 di Bengkong-Seipanas, 1.900 di Pelita-Kampung Utama, 2.248 di Casablanca-Baloi Mas, serta 18.900 pelanggan di Sagulung-Tanjunguncang.

Kondisi Dam Duriangkang. ATB berencana menghentikan suplai air dari dam tersbeut karena debit airnya yang terus menyusut. Foto: batampos.co.id/Dalil Harahap

Lalu, sebanyak 13.100 pelanggan di Marina, 1.958 di Aviari-Paradise, 8.700 di Tembesi-Barelang, 4.986 di Kaveling Lama Baru Seilekop, 14.000 di KDA Bandara, 3.300 di Jodoh-Nagoya, 8.100 di Baloi, 46.200 di Batam Center, 6.500 di Sukajadi-Palm Spring, 7.600 di Kabil Punggur, 2.100 di Piayu, dan 32.700 di Batuaji.

Maria menegaskan, bahwa pemangku kepentingan terkait harus lebih peduli dengan situasi saat ini. Abstraksi air dari dam dipastikan akan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk Batam. “Inilah kondisi aktual saat ini. Curah hujan rendah, daerah tangkapan air (catchment area) banyak yang rusak, kontaminasi dari limbah-limbah domestik, dan BP belum memiliki program khusus untuk memperhatikan catchment area. Mari kita dukung BP Batam,” ungkapnya.

Sebagai kesimpulan, Maria memaparkan sejumlah rekomendasi kepada BP Batam. Pertama, BP Batam harus memberikan edukasi hemat air dan sosialisasi secara proaktif. Kedua, sosialisasi rationing yang akan dilakukan dengan pola dua hari mati dan lima hari hidup.

Lalu, solusi post rationing yakni program pemulihan dam, dan pengendalian ruli. Berikutnya Tembesi Crash Program yakni pembangunan instalasi pengelolaan air (IPA) dan jaringan distribusi. Selan­jutnya penambahan sumber air baku, misalnya dari Dam Seigong. “Dan screening pelanggan industri dan komersial, misalnya pabrik plastik,” terangnya.

Dewan Minta Dikaji Ulang

Sementara itu, menyikapi rencana ATB untuk melakukan rationing atau penggiliran suplai air dengan pola dua hari mati dan lima hari hidup, Wakil Ketua Komisi III DPRD Batam, Rohaizat, minta agar dikaji ulang. “Kami minta rencana kebijakan ini dikaji ulang lagi, karena berdampak dengan masyarakat Batam. Kita kering (air tidak mengalir, red) satu hari saja sudah sulit,” ujarnya, kemarin (5/3).

Kendati demikian, jika kebijakan tersebut harus dilakukan, ia mengimbau kepada masyarakat untuk lebih hemat dalam penggunaan air. Selain itu, ia meminta kepada ATB untuk tidak menghentikan suplai air sampai dua hari berturut-turut.

“Kalau bisa digilir saja per jam seperti halnya listrik. Biarlah bergilir rata satu Batam, tapi jangan sampai dua hari mati. Masyarakat akan repot menyiapkan wadah. Kendapi pun mereka punya tangki air,” tuturnya. (leo)