Rabu, 27 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10582

Pemko Batam Kumpulkan 52 Distributor

0

batampos.co.id – Pemko Batam berkoordinasi dengan distributor bahan pokok terkait  ketersediaan stok dan stabilisasi harga pangan di tengah merebaknya Covid-19.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam, Gustian Riau, memimpin langsung pertemuan dengan puluhan distributor yang tergabung dalam Asosiasi Bahan Pokok Kota Batam (ABPKB) di Lim Kopi Batam Kota, kemarin.

”Pertemuan ini untuk memastikan stok yang ada di distributor. Sekaligus kami ingin tahu berapa banyak yang akan dipesan lagi, ” kata Gustian.

Distributor terlihat satu-satu melaporkan stok pangan yang mereka miliki. Hal ini diperlukan karena di tengah penanganan pandemi, bahan pokok merupakan hal yang
krusial.

”Stok semua komoditi pangan utama yang ada, tak ada masalah untuk tiga bulan ke
depan. Stok pangan enam bulan sampai sembilan bulan, kami bicarakan juga,” ujarnya.

Ia menyebutkan, ketersediaan bahan pokok kini termasuk untuk memenuhi kebutuhan warga yang akan dibantu pemerintah terkait rencana karantina wilayah kelak.

”Sudah termasuk yang ingin dibantu pemerintah itu,” terangnya.

Ilustrasi toko sembako. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Menurut Gustian, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, sejak awal meminta pihaknya untuk memastikan pangan untuk Batam tersedia.

Apalagi ada rencana karantina per zona, kebutuhan bahan pokok harus jadi perhatian utama.

”Beliau bahkan sudah menyiapkan surat ke Kementerian Perdagangan. Pak Wali Kota meminta kerja sama antar wilayah seperti Jambi dan Lampung dijemput,” kata dia.

Soal harga, pemerintah dengan distributor sepakat tidak sembarang menaikkan harga.
Termasuk tingkat pengecer juga akan dipantau bahkan hingga ritel.

”Kalau ada yang sembarang menaikkan harga dan tidak wajar, kami akan tindak. Proses sesuai aturan yang berlaku. Dengan distributor sudah sepakat, jangan sampai tingkat pengecer yang main. Masyarakat sudah susah jangan lagi dibuat susah,” papar dia.

Pihaknya juga akan berkordinasi dengan Satgas Pangan terkait stok yang akan pangan
di distributor. Ini diperlukan agar jangan sampai stok dikira penimbunan.

”Maka dari itu data kami minta juga, supaya bisa dikoordinasikan dengan Satgas. Ini stok untuk kondisi sekarang, bukan penimbunan. Apalagi daerah kita bukan daerah penghasil,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua ABPKB Batam, Aryanto, mengatakan asosiasi yang diinisiasi oleh Disperindag Kota Batam cukup membantu koordinasi semakin mudah.

”Kami kompak, syukur sudah dibentuk asosiasi ini,” katanya.

Bahkan, kini ABPKB sudah beranggota 52 distributor. Pada prinsipnya, pihaknya akan bersedia membantu pemerintah.

”Demi Kota Batam kami siap membantu. Kami juga berkewajiban untuk pastikan Batam kondusif kebutuhannya. Kita fokus dulu kemanusiaan, belakangi dulu tentang untung,” terangnya.

Bahkan saat imbauan, ia menegaskan kepada seluruh distributor untuk tidak fokus pada keuntungan.

Momentum ini dimaknai sebagai bentuk partisipasi distributor terhadap masyarakat.

”Untung ada asosiasi ini jadi terkoordinir, kalau tak ada susah juga komunikasi,”
ujarnya.

Seorang distributor beras, Herman Wijaya, menyebutkan menyambut baik rencana bersama pemerintah.

Namun ia berharap tidak akan banyak masalah dari daerah asal pangan.

”Selagi dari daerah tak masalah, kitapun tak ada masalah. Kalau ada masalah akan ter-
us kami komunikasi,” jelasnya.(iza)

Asosiasi Advokat Indonesia Kota Batam Salurkan Sembako 

0

batampos.co.id – DPC Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) Kota Batam memberikan paket sembako kepada warga yang tidak mampu.

Penyerahan paket sembako ini diserahkan oleh Ketua DPC AAI Kota Batam, Mustari, di Kantornya, Jumat (3/4/2020)

Mustari mengatakan, kegiatan itu dilakukan guna membantu masyarakat yang terimbas Covid-19.

“Ini sebagai bentuk kepedulian AAI terhadap gerakan peduli lawan Covid-19,” ujarnya.

Mustrasi menjelaskan, pihaknya ingin membantu pemerintah dalam memerangi wabah covid-19.

“Dengan menyalurkan paket sembako kepada warga yang kurang mampu, mulai dari juru parkir dan pekerja yang diberhentikan akibat wabah corona,” kata Mustari.

Ketua DPC AAI Kota Batam Mustari saat menyerahkan paket sembako kepada salah satu warga kurang mampu, Jumat (3/4/2020). Bantuan tersebut sebagai gerakan peduli lawan covid-19. Foto: Iman Wachyudi/ batampos.co.id

Ketua panitia gerakan peduli lawan Covid-19, Chicha Z. Elisabeth, mengatakan ada 60 paket sembako yang diberikan kepada warga kurang mampu.

“Dalam paket tersebut antara lain ada beras, minyak goreng, kemasan sarden, mie instan dan lainnya. Kemudian ada juga masker, hand sanitizer dan selebaran yang berisikan imbauan waspada corona,” katanya.

Chicha mengatakan, sebelum disalurkan, setiap warga didata oleh AAI. Selanjutnya, warga yang layak mendapatkan bantuan datang dengan membawa kupon dan ditukarkan dengan paket bantuan tersebut.

“Kita berharap dengan bantuan yang disalurkan, dapat membantu meringankan beban warga yang tidak mampu dalam segi ekonomi akibat dampak Covid-19,” katanya.

Sementara itu, Marlina warga Baloi Kolam yang mendapat bantuan tersebut sangat berterimakasih kepada pengurus DPC AAI.

“Kami sangat terbantu dengan pemberian Sembako ini,” ujarnya.(iwa)

Hujan Buatan Dilakukan Pada Minggu Ketiga April

0

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam memperkirakan Dam Duriangkang hanya bisa bertahan dua minggu untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat di sekitarnya.

”Dam tersebut banyak airnya. Ya tahanlah lebih dari dua minggu asal intake di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tanjungpiayu dimodifikasi,” kata Direktur Pengelolaan Lingkungan dan Aset BP Batam, Binsar Tambunan, Jumat (3/4/2020).

Sesuai dengan prediksi BMKG, ia juga mengungkapkan bahwa teknologi modifikasi cuaca (TMC) hujan buatan akan mulai dilaksanakan minggu ketiga April.

”Kami harus cepat geraknya,” tuturnya.

Kondisi Dam Duriangkang. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Sesuai arahan Kepala BP Batam, dalam menghadapi situasi kemarau panjang, pihaknya akan tetap melaksanakan evaluasi terhadap kondisi ketersediaan air baku di setiap waduk.

Sedangkan, Manajer Air Baku BP Batam, Hadjad Widagdo, menyebut curah hujan akan tinggi pada April ini.

Ditambah lagi tidak ada anomali cuaca seperti El­Nino yang bisa menyebabkan anomali curah hujan seperti 2015 lalu.

”Tahun ini tidak ada El­Nino. Sehingga diharapkan hujan turun. Cadangan air baku meningkat,” ujarnya.(leo)

Konjen Singapura Serahkan 20 Ribu Test Kit untuk Batam

0

batampos.co.id – Singapura melalui Konsulat Jenderal (Konjen) Singapura di Batam menyerahkan bantuan berupa 20 ribu test kit ke Pemko Batam untuk menekan penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19).

Bantuan ini diserahkan oleh Konjen Singapura di Batam Mark Low dan diterima langsung oleh Wali Kota Batam sekaligus Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, Jumat (3/4/2020) malam, di VVIP Bandar Udara Internasional Hang Nadim.

Turut hadir dalam penyerahan bantuan tersebut Kepala Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam, Slamet Mulsiswanto, Direktur BUBU Hang Nadim dan TIK, Suwarso dan Kasubdit Pengamanan Aset dan Obyek Vital Direktorat Pengamanan Aset BP Batam, Gunadi.

Konjen Singapura di Batam, Mark Low, merinci 20 ribu test kit tersebut berasal dari Pemerintah Singapura dan Kementerian Kesehatan Singapura sebanyak 10 ribu test kit dan Yayasan Temasek Singapura sebanyak 10 ribu test kit.

Mark menjelaskan bahwa test kit ini bukanlah rapid test, melainkan swab test yang memiliki tingkat akurasi lebih tinggi.

Kepala BP Batam/Wali Kota Batam, Muhammad Rudi (tiga dari kiri) menerima bantuan berupa test kit dari Konjen Singapura di Batam, Mark Low. Foto: BP batam untuk batampos.co.id

“Selain test kit, kami juga menyerahkan dua set alat Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk Batam. Sedangkan untuk Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau kami menyerahkan 750 set lengkap Alat Pelindung Diri (APD),” jelas Mark.

Mark menambahkan, ini bukan yang pertama kalinya Singapura memberikan bantuan kepada Indonesia, khususnya Batam.

Sebelumnya, pemerintah Singapura dan gabungan pekerja Singapura di Batam telah mendonasikan 205 set lengkap APD ke Pemko Batam sebagai bentuk solidaritas dan sinergi positif antar dua negara.

“Masih ada 4 set ventilator dari Yayasan Temasek. Namun karena alat ini cukup sulit didapatkan karena out of stock, jadi mungkin dua bulan lagi baru bisa kami serahkan ke Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau,” kata Mark.

Sementara itu, Wali Kota Batam/Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, sangat mengapresiasi bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Singapura, dalam hal ini Konjen Singapura.

Ia mengaku bahwa pihaknya memang telah menanti bantuan ini agar pemeriksaan warga yang terindikasi Covid-19 dapat dilakukan mulai Senin (6/4/2020) mendatang.

“Kemarin sudah kami lakukan penyisiran dan ditemukan 2.065 orang yang harus dites. Itu baru masyarakat umum, belum termasuk para pegawai, baik Pemerintah Kota maupun BP Batam. Dengan hadirnya bantuan ini dapat langsung kita tes, dan bekerja pun lebih tenang,” ungkap Rudi.

Rudi mengatakan, pembatasan pertemuan tidak hanya di tingkat kota saja, melainkan di tingkat Kecamatan juga ia terapkan.

Sedangkan peruntukan alat ini sendiri akan digunakan oleh para tenaga medis di Rumah Sakit rujukan pemerintah daerah.

“Bantuan ini nantinya tidak akan ada di kami. Akan kami serahkan ke laboratorium Kementerian Kesehatan yang memiliki fasilitas yang lebih lengkap. Jadi pemeriksaannya akan dilakukan di Asrama Haji dan Rusun Sagulung, sedangkan hasil pemeriksaannya akan kami serahkan ke laboratorium,” ujar Rudi.

Muhammad Rudi menargetkan 2.065 orang yang terindikasi Covid-19 dapat dites seluruhnya dalam dua minggu ke depan.

Sedangkan sebagai langkah preventif, Ia akan memperketat physical distancing bagi masyarakat yang tidak mengindahkan kebijakan pemerintah untuk menekan penyebaran Covid-19.

“Ini bukan karantina wilayah, saya tidak memiliki wewenang untuk itu. Karena kalau karantina wilayah saya harus minta izin dengan Kementerian Kesehatan. Saat ini kita belum melakukan karantina wilayah, karena itu adalah jalan terakhir,” jelassnya.

“Karena jika karantina wilayah dilakukan, seluruh kegiatan ekonomi di Batam akan terhenti. Untuk itu saya ingin masyarakat disiplin menjaga jarak, dan ini akan kita paksa,” tegas Rudi.(*)

Berikut Daftar Hotel, Lokasi Wisata dan Restoran yang Tutup di Bintan

0

batampos.co.id – Sementara pariwisata di Bintan juga tak lepas dari dampak Covid-19. Data yang diperoleh Batam Pos, ada 11 hotel dan tujuh usaha lain yang bergerak di sektor pariwisata di Kawasan Wisata Lagoi, Bintan, tutup untuk sementara waktu.

Antara lain:

  1. Anmon Resort.
    2. Natra Resort by Tribute Portfolio
    3. Treasure Bay-Chill Cove Atraction
    4. Bintan Lagoon Resort
    5. Club Med
    6. Doulos Phos
    7. The Ship Hotel
    8. Nirwana Resort Hotel
    9. Nirwana Beach Club
    10. Banyu Biru
    11. Grand Lagoi Hotel by Nirwana Gardens
    12. The Shancaya
    13. Safari Lagoi
    14. Eco Farm
    15. Marine Life Discovery Park
    16. Marine Cafe dan Mama B @Plaza Lagoi
    17. Helo-helo Cafe

Serta restoran lainnya di Lagoi Bay di antaranya: 

  1. Idola Cafe
    2. Cek Bakar
    3. Lamak Basamo
    4. Shuttle Bus Resort Plaza Lagoi.

Hotel yang masih buka normal yakni:

  1. Banyan Tree Bintan
    2. Holiday Indah
    3. Pantai Indah Bintan
    4. Lagoi Bay Villa
    5. Mayang Sari Beach Resort
    6. Ria Bintan Golf Club
    7. Angsana Bintan
    8. Cassia
    9. Plaza Lagoi Info Centre
    10. Rumah Imaji
    11. Lagoi Bay Beach Watersports
    12. Warung Yeah dan Yeah Mart.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bintan, Wan Rudy Iskandar, membenarkan
kebijakan tutup sementara ini karena sebagian besar hotel sudah tidak ada tamu lagi.

“Sebaiknya cek ke BRC,” ujarnya.

Ilustrasi. Jawa Pos

Kepala Dinas Tenaga Kerja Bintan, Indra Hidayat, mengatakan belum menerima informasi tutupnya aktivitas operasional sejumlah hotel di Lagoi.

Akan tetapi, dia mengakui ada beberapa perusahaan yang merumahkan karyawannya.

“Sudah ada yang konsultasi, tapi baru sebagian yang mengirimkan surat dan data
karyawannya,” kata dia.

Adapun delapan perusahaan yang sudah melayangkan surat akan merumahkan ka-
ryawannya, yakni PT Bintan Onbase Resort.

Kemudian PT Starjet Group terdiri dari:

  1. PT Starjet Operations Bintan
    2. PT Starjet Mandiri Bintan
    3. PT Starjet Food Bintan
    4. PT Starjet Mandiri Bintan
    5. PT Starjet Travel Bintan
    6. PT Starjet Wellness Bintan
    7. PT Arty Bintan Hotel
    8. PT Bintan SPA Villa
    9. PT Bakri Karya Sarana
    10. PT Pulau Cempedak
    11. PT Alam Indah Bintan (Nirwana Gardens)
    12. PT Bali Holiday (Club Med).

Group General Manager (GGM) PT Bintan Resort Cakrawala (BRC), Abdul Wahab, membenarkan sejumlah hotel dan usaha lain yang bergerak di sektor pariwisata
tutup sementara.

Berhentinya operasional sementara disebabkan penurunan drastis tingkat hunian hotel. Kendati sejumlah hotel di Lagoi tutup sementara.

Namun Abdul Wahab memastikan tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Karyawan dirumahkan saja,” kata Abdul Wahab.

Karyawan hotel, kata dia, beberapa masih datang dan bekerja di hotel seperti biasa.
Namun, tidak semua pekerja masuk bekerja melainkan 50 persen saja.

Untuk hotel yang masih beroperasi, dia mengatakan, okupansi lebih kurang dari 1 persen dan tamu yang datang untuk menginap merupakan turis lokal.

“Tamu seputaran Indonesia saja,” kata dia.

Dengan menurunnya tingkat hunian, bagaimana pengoperasian feri Lagoi-Singapura dan sebaliknya, ia menjawab feri Lagoi-Singapura dan sebaliknya masih beroperasi.

“Masih tetap seminggu sekali, tiap hari Rabu,” kata dia.

Saat ini, pihaknya terus melakukan standar operasional prosedur (SOP) dalam pencegahan virus corona dengan memeriksa suhu tubuh pengunjung baik yang masuk lewat darat maupun lewat laut di Pelabuhan Bandar Bentan Telani (BBT).

GM Banyan Tree Hotel and Resort yang membawahi Cassia Bintan dan Angsana Bintan, Alpha Eldiansyah, mengatakan, Cassia Bintan dan Angsana Bintan masih tetap beroperasi.

“Kita masih buka, semua booking channels masih kita buka,” katanya.

“Hari ini kita ada (terima tamu) 5 kamar di Cassia. Tamu Indonesia,” tambahnya.

Diakuinya, paket promo yang ditawarkan setiap hotel dan resort sebenarnya menarik. Akan tetapi situasi dan kondisi saat ini memang berat.

Terlebih, kata dia, jalur masuk tamu sudah hampir tertutup.

“Wisman saat ini tidak mungkin menginap di Bintan atau wilayah Indonesia lainnya. Wisatawan lokal pun jarang karena sebagian besar mengisolasi diri,” kata dia.

“Jadi memang musti sabar tunggu kondisi membaik,” paparnya.

Sementara, pengurus PHRI Bintan, Trizno Tarmoezi, juga membenarkan sejumlah
hotel dan usaha yang bergerak di sektor pariwisata di Kawasan Wisata Lagoi tutup sementara.

“Betul, karena tidak ada tamu,” kata dia.

Diakuinya juga, sejumlah hotel di Lagoi telah merumahkan karyawannya. Akan tetapi, jumlah karyawan yang dirumahkan masih terus didata.(met/per)

PGN Alirkan Gas ke Kawasan Industri Pelindo 1 di Wilayah Dumai

0

batampos.co.id – Meski mayoritas pekerja melaksanakan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) tetap berkomitmen menjaga profesionalisme dalam memberikan dukungan layanan kepada pelanggan dan calon pelanggan.

Hal ini dilakukan guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan menciptakan daya saing daerah melalui perluasan infrastruktur jaringan pipa gas bumi ke wilayah baru, yang salah satunya di kawasan industri Kota Dumai.

Senin, (30/3/2020), telah dilaksanakan pengaliran gas pertama kali (Gas In) PT Kuala Lumpur Kepong (KLK) Dumai yang berlokasi di Kawasan Pelindo I Cabang Dumai.

Kapasitas produksi KLK sebesar 600 ton per hari dan merupakan salah satu industri pengelola CPO yang beroperasi di kawasan industri PT Pelindo I Dumai. PGN mengalirkan gas ke KLK sebesar 145.000 m3/bulan.

Sebelum Gas In dilaksanakan, seluruh peralatan dipastikan sudah lulus pengetesan dan personil yang bertugas dalam kondisi sehat.

Pekerja yang melakukan pengawasan dan pelaksanaan pekerjaan infrastruktur jaringan pipa gas bumi selalu dalam kewaspadaan terkait pandemi wabah virus Corona (COVID-19) dengan tetap mengikuti protokol keamanan pencegahan COVID-19.

Senin, (30/3/2020), telah dilaksanakan pengaliran gas pertama kali (Gas In) PT Kuala Lumpur Kepong (KLK) Dumai yang berlokasi di Kawasan Pelindo I Cabang Dumai. Foto: PGN unutk batampos.co.id

Kegiatan kewaspadaan pandemi wabah virus Corona (COVID-19) dilakukan dengan rutin menyemprotkan disinfektan pada peralatan-peralatan kerja dan kendaraan, pemeriksaan suhu tubuh, membersihkan tangan dengan sabun atau memakai hand sanitizer, penggunaan masker, dan tetap menjaga jarak atau physical distancing.

“Ditengah pandemic wabah COVID-19, kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan jaringan pipa gas tetap berjalan sesuai SOP guna menjaga kontinuitas pengaliran gas ke pelanggan,” ujar Sales Area Head Dumai, Arief Nurrachman.

“Saat ini, Area Dumai melayani 7 pelanggan industri dengan penyaluran gas sekitar 5 BBTUD. Pekerja yang bertugas selalu melaksanakan kewaspadaan sesuai protokol keamanan pencegahan COVID-19,” kata dia lagi.

Secara total, PGN telah melayani pelanggan komersial industri sebanyak 2.285 Pelanggan dengan volume gas yang dialirkan sebesar 810,3 BBTUD.

Industri termasuk sebagai pelanggan PGN dengan pemakaian gas yang cukup besar, mengingat kebutuhan produksi dan operasionalnya yang juga besar.

“PGN mendukung bertumbuhnya industri yang berkontribusi besar untuk perekonomian negara. Maka dari itu, kami berupaya untuk memacu bertumbuhnya industri-industri baru di berbagai wilayah,” papar Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama.

“Sampai saat ini, PGN menambah distribusi gas untuk 21 industri dengan kebutuhan gas yang berbeda-beda. Namun jika ditotal ada sekitar 0.86 BBTUD yang disalurkan untuk industri-industri baru tersebut,” ujarnnya lagi.

Rachmat mengungkapkan bahwa Dumai termasuk ke dalam wilayah baru yang memiliki infrastruktur gas bumi.

Dengan demikian bisa dikatakan sebagai Gas In merupakan realisasi dari pengembangan infrastruktur jaringan pipa transmisi Duri-Dumai yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan energi di wilayah Dumai.

Rachmat berharap, pemenuhan gas untuk industri di wilayah Dumai dapat semakin agresif lagi.

Meski ada beberapa kendala, salah satunya wabah COVID-19 yang membuat ruang gerak tim operasional PGN di lapangan menjadi terbatas.

Ditengah persebaran COVID-19, Rachmat menegaskan bahwa Tim operasional PGN tetap berdedikasi penuh untuk menyalurkam gas bumi dengan standar safety, termasuk menjalankan protokol penanganan dan pencegahan COVID-19 dalam operasinya.

“Saat ini memang pemerintah menghimbau untuk melaksanakan Work From Home (WFH) bagi pekerja. Namun untuk pelaksanaan proyek gas tidak bisa berhenti, sehingga membutuhkan operator pekerja pendukung untuk menjalankannya,” jelasnya.

“Oleh karena itu, PGN tetap menjalankan operasional gas dengan mengutamakan standar keamanan yang telah ditetapkan,” tutupnya.(*)

Penanganan Covid-19 Dikeluhkan, Begini Cerita Tim Medis RSUD Embung Fatimah

0

batampos.co.id – Wakil Direktur RSUD Embung Fatimah bidang Pelayanan Medik, drg Sri Rupiati, menahan tangis ketika menjelaskan perihal pelayanan pasien terkonfirmasi maupun suspect Covid-19 di rumah sakit pelat merah tersebut.

RSUD Embung Fatimah jadi sorotan setelah beredarnya tangkapan layar WhatsApp berisi keluhan dari pasien terkonfirmasi Covid-19, kasus 03 Batam, yang mengeluhkan pelayanan rumah sakit tersebut, sebelum meninggal.

“Terus terang, kami petugas medis sudah berbuat maksimal. Setiap pasien di Kirana (tempat isolasi pasien Covid di RSUD Embung Fatimah,red) kami monitor,” ucapnya terbata-bata saat rapat di DPRD Batam, Kamis (2/4/2020) lalu.

Dia lantas mengingat kejadian yang berujung keluhan itu terjadi pukul 23.00 WIB, beberapa waktu lalu.

Ia menyangkal petugas mengacuhkan kebutuhan pasien. Dirinya sebagai penanggung jawab ruangan Kirana, bahkan langsung menanyakan hal ini kepada petugas medis
yang bertugas.

“Pakai APD tak boleh buru-buru. Untuk kaki saja, sebelum pakai sepatu ada tiga lapis yang dipakai. Petugas harus melindungi diri mereka juga. Perlu waktu 20-an menit,” terangnya.

“Saya bilang ke perawat cepat minta maaf ke pasien. Saya sendiri menghubungi kerabat korban untuk menjelaskan,” tambah dia, dengan mata yang sembab.

Ia menyebutkan, dalam sehari perawat yang bertugas dibagi dalam tiga sift dengan
skema 4-3-3 plus dua perawat insentif.

Tidak hanya itu, disiapkan perawat pengganti sebanyak 10 orang yang akan bertugas jika ada perawat yang kelelahan maupun hal lain.

Tidak hanya itu, ia juga menerangkan, RSUD Embung Fatimah kerap menerima pasien
rujukan dari rumah sakit lain.

Papan bunga berisikan dukungan kepada para tenaga medis yang berada di RSUD Embung Fatimah. Foto: Uesebius Sara/batampos.co.id

Maka dari itu, pihaknya selalu bertanya bagaimana kondisi pasien saat dirujuk kepada
rumah sakit awal.

“Rata-rata kondisi yang sudah berat kami terima. Ini maaf, contoh pasien pertama Nyonya S sudah dirawat sejak 7 Maret baru dirujuk ke RSUD tanggal 13, kami RSUD langsung mengambil sampel swab 14 Maret,” jelasnya.

“Dirujuk begini sama juga untuk kasus dua dan tiga dari RS lain. Yang langsung
kami tangani, alhamdulillah banyak yang sembuh, contoh pramugari maskapai sudah
sembuh kita rawat,” papar dia lagi.

Merujuk pada SK Gubernur, kata dia, ada 14 RS sebagai rumah sakit rujukan awal di
Batam. RSUD Embung Fatimah dan RSBP merupakan rujukan utama.

Menanyakan kondisi pasien yang dirujuk dari RS lain ke RSUD bukan tanpa alasan, ia
tidak ingin RS pelat merah ini jadi sasaran disalahkan.

“Makanya saat dirujuk kami tanya betul, jangan sampai RS kami yang disebut tidak
layani dengan baik. Padahal kondisi pasien yang dirujuk sudah dalam kondisi pheunomia berat,” tuturnya.

“Dokter paru kami berkecil hati, tapi kami bilang selama kita berjuang maksimal, ayo kita layani. Kami sangat maksimal sekali. Telepon kami aktif 24 jam,” paparnya lagi.

Sementara itu, dalam rilis kasus terkonfirmasi 03, korban bahkan terkonfirmasi positif
di RSAB Batam, baru dirujuk ke RSUD Embung Fatimah pada hari hasil lab PCR
keluar.

Wakil Direktur Pelayanan Medis RSUD Embung Fatimah, Nono, saat menyampaikan keluh kesah tenaga medis yang melayani pasien Covid-19 di rumah sakit tersebut. Foto: Eusebius Sara/batampos.co.id

Adapun riwayat kasus 03, mulai Jumat (13/3/2020) sudah mengeluh tenggorokan gatal dan badan tidak fit saat terkena sinar matahari usai salat Jumat.

Selanjutnya, pada Sabtu (14/3/2020) mulai terasa demam ringan. Lalu malam harinya,
yang bersangkutan meminum obat penurun demam dan tidur hingga pagi hari.

Ketika terbangun sempat menjalani aktivitas bersepeda. Namun, pada Senin (16/3/2020)
dia kembali merasa demam dan memeriksakan diri ke RSAB yang tidak jauh dari kediamannya.

Selanjutnya pada Selasa (17/3/2020) yang bersangkutan kembali ke rumah sakit tersebut dan ditempatkan di ruang isolasi UGD yang dilanjutkan dengan tindakan diagnostik foto rontgen dan pemeriksaan laboratorium.

Setalah itu diizinkan kembali ke rumahnya dengan diberi tambahan obat penurun
demam. Namun, pada Rabu (18/3/2020) kondisi yang bersangkutan belum juga membaik.

Pasien lalu kembali ke rumah sakit tersebut dan kembali dirawat di ruang isolasi lalu diambil sampel swab oleh Tim Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BT-KLPP) Batam hal ini mengingat gejala yang timbul mengarah pada pheunomia.

Sehingga dimasukkan dalam kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19. Lalu Senin (23/3/2020) diterima hasil pemeriksaan sampel yang bersangkutan terkonfirmasi positif Covid-19.

Sementara itu, Direktur RSUD Embung Fatimah, Ani Dewiyana, menyebutkan, terkait keluhan pasien 03, sebenarnya bukan tanpa komunikasi sama sekali.

Mereka menggunakan telepon seluler. Walau ia mengaku bel tidak ada.

“Sebenarnya, ada kontak melalui HP dengan perawat. Kita akomodir semua kok. Tapi mungkin beliau rasa lambat, karena pelayanan di luar antar obat harus pakai baju APD itu 20-an menit,” jelasnya.

“Tapi kami terima sebagai masukkan. Sebelumnya memang beliau dirawat di RS Awal Bros. Kita tahu di sana kan sudah bertekanan negatif ruangannya. Mungkin karena di sana nyaman, jadi pas ke sini tak pakai AC jadi berbeda keadaannya,” ujarnya lagi.

“Kami mohon maaf, ini semua karena ketidaklengkapan sarpras (sarana dan prasarana). Gedung kami terus terang tidak siap sebenarnya jika dilihat dari hal ini (ruangan
bertekanan negatif ), tapi sudah cukup sebenarnya. Saya ingin katakan, kami ini siap
melayani,” ungkapnya.

Ia juga menerangkan, Gedung Kirana dibangun dan selesai akhir 2019 lalu. Awalnya bukan untuk Covid-19, tapi untuk memenuhi kebutuhan di tengah wabah, kini diubah
jadi ruangan penangan covid.

“Syarat kalau AC harus bertekanan negatif, budget-nya sekian dan mahal. Pak Didi
akan jelaskan,” katanya.

Maka dari itu, pihaknya mengusulkan sarpras seperti CCTv, bel, dan monitor layar ini akan
jadi alat komunikasi.

Menurut dia, Covid-19 bukan infeksi biasa, bekas pegangan saja bisa menularkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Batam, Didi Kusmarjadi menyebutkan, satu pasien positif kini masih dirawat yakni di RSBP Batam.

Dua yang sempat dirujuk ke RSUD meninggal.

“Rabu dilakukan swab ulang ternyata masih positif makanya kami belum pulangkan, sebulan dia udah dirawat,” imbuhnya.

Ia juga menyampaikan, beberapa kasus PDP juga meninggal lima orang. Dua di Embung Fatimah dan tiga di RSBP.

“Hasilnya belum keluar semua, yang sudah keluar negatif, dan masih ada yang on proses,” ujarnya.

Pihaknya sudah membentuk jaringan dengan seluruh RS dan puskesmas dan BTKLPP  serta KKP.

Jika PDP ditemukan dan ringan maka dirawat jalan atau karantina mandiri di rumah.

“Kalau sedang di seluruh RS. Tapi ada satu dua yang belum. Kalau yang berat rujukan
utama ke RSUD dan RSBP. Dua ini kebagian yang berat-berat saja,” jelasnya.

“Sistem untuk ODP maupun PDP ringan akan di-follow up oleh puskesmas setempat. Kalau memburuk sesuai kriteria tadi,” ujarnya lagi.

Sayangnya, di Batam terkait alat medis sangat kurang. Untuk rapid test saja, baru
dapat 780 alat dari pengusaha.

Diberikan ke RSUD sebanyak 200 dan 580 unit ke Dinkes sudah distribusikan ke semua
RS yang merawat PDP.

“Prioritas ke RS yang rawat PDP karena terbatas. Setiap puskesmas juga masing-masing 20 untuk pantau di lapangan,” kata dia.

Ia juga mengaku masih ada masalah saat pengambilan sampel swab oleh BTKLPP, peralatan Virus Transfer Media (VTM) sangat kurang.

“Kami baru dapat info akan ada bantuan 1000 VTM, kalau iya, alhamdulillah sehingga swab PDP bisa diambil,” ujar dia.

Untuk PCR, ia mengaku telah mendapat dua unit dari pengusaha. Sayangnya alat ini selain sederhana, juga teknisi dari Singapura tak bisa datang untuk melihat.

“Kami coba pelajari bersama BTKLPP. Itu alatnya mungkin terlalu sederhana dan di dalam
manual book-nya terbaca untuk tidak dilakukan tes pada manusia. Ada kata begitu. Agak takut, di samping kami tak mampu operasikan, kami jadi ragu,” terangnya.

Namun yang menggembirakan, Batam akan mendapat dua unit PCR dari Singapura, alat lengkap yang memenuhi syarat. Selain itu, juga akan ada bantuan 10 ribu test kit.

“Total yang diterima dua PCR yang penuhi standar, 20 ribu test kit. Ini sangat cukup
dipakai di Batam,” ujarnya.

Bantuan tersebut sudah sampai di Batam, Jumat (3/4/2020) malam. Wali Kota Batam
Muhammad Rudi mengatakan, dengan adanya bantuan alat ini pihaknya bisa melakukan
pemeriksaan termasuk yang diduga terkait corona.

“Yang pernah kita sisir datanya 2.065 ini kami tes. Termasuk yang akan dites pegawai saya di Pemko maupun BP Batam sehingga masuk kerja tak lagi waswas,” ujarnya.

Ia menyebutkan, ingin menangani Covid setuntasnya. Maka, pihaknya juga akan menutup batas wilayah antarkecamatan.

Kepala Dinkes Batam Didi Kusmarjadi mengaku bersyukur atas bantuan dua unit PCR dan 20 ribu test kit ini, test kit sudah termasuk VTM.

Hal ini sudah cukup memadai untuk Batam dan Kepri.

“Yang paling utama adalah kita bisa periksa sampel di Batam, tidak perlu lagi dikirim
ke Jakarta,” katanya.(iza)

18 Hotel di Batam Tutup

0

batampos.co.id – Hingga Jumat (3/4/2020) sudah 45 hotel yang tutup di Provinsi Kepulauan Riau mulai bintang 2 hingga hotel bintang 5. Dengan rincian 18 di Batam, 11 di Lagoi dan 14 di Tanjungpinang

Di Batam saja, hotel yang tutup sementara berdasarkan data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Batam ada 13 hotel.

Namun, berdasarkan data PHRI pusat sudah 17 hotel. Ditambah satu hotel bintang
lima yang belum masuk daftar, tapi sudah melapor ke Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam, maka menjadi 18 hotel.

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Batam, Muhammad Mansur, mem-
benarkan makin banyaknya hotel memilih tutup sementara karena sepinya tamu sejak Covid-19 mewabah.

“Dengan kondisi sekarang, bisa saja data (hotel tutup, red) ini terus bertambah,” kata dia, Jumat (3/4/2020).

Kta tida, tidak hanya hotel restoran juga terdampak. Namun, PHRI belum mengantongi secara resmi data restoran yang tutup.

Ilustrasi. Jawa Pos

Tapi pantauan PHRI, sudah banyak restoran yang tidak beroperasi.

“Kalau hotel tutup, apalagi restoran. Kita bisa lihat langsung di lapangan. Karena itu pertemuan orang ramai,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam, Raja Azmansyah, menyebutkan baru mendapat dua laporan terkait hotel yang sementara waktu tidak menerima tamu.

“Kami baru dapatkan informasi dua. Montigo dan Aston. Bintang lima dan bintang
empat,” kata dia.

Ia menyebutkan, dua hotel ini telah tutup sejak 23 Maret 2020 lalu. Ia tidak bisa memastikan sampai kapan kondisi ini berlangsung.

Namun ia berharap, setelah April, aktivitas sudah berangsur membaik.

“Ini yang kita semua harapkan, Covid-19 ini cepat berlalu,” ucapnya.

Pihaknya telah menurunkan tim untuk memeriksa langsung aktivitas hotel tersebut di lapangan, guna mengetahui hotel mana yang tutup sementara waktu.

“Saya sudah keluarkan nota dinas agar tim bisa turun ke lapangan. Sudah dua hari berjalan, kami mendata dulu,” ujarnya.

Perihal insentif pengganti pajak hotel dan restoran dari pusat, Raja mengatakan, sampai saat ini belum ada kebijakannya.

“Yang disampaikan Menkeu tentang rencana insentif hotel dan restoran kan itu dulu.  Muncul sebelum pandemi Covid-19,” jelasnya.

“Kemudian pembahasannya close, tidak ada lagi. Justru yang dikeluarkan PMK tentang PPh lebih ke orang. Jadi memang belum ada kebijakan turunannya. Regulasi belum turun dari pusat,” ujarnya.

Darurat Corona, Kemenag Harap Masyarakat Tunda Akad Nikah

0

batampos.co.id – Direktoral Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama menerbitkan surat edaran terkait pelayanan publik di kantor urusan agama (KUA). Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat menunda atau menjadwalkan ulang rencana pelaksanaan akad nikahnya selama darurat virus korona atau Covid-19.

“Kami telah menerbitkan edaran baru per 2 April 2020. Permohonan pelaksanaan akad nikah di masa darurat Covid-19 untuk pendaftaran baru tidak dilayani. Kami meminta masyarakat untuk menunda pelaksanaannya,” kata Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin dalam keterangannya, Jumat (3/4).

Meski demikian, Kamaruddin memastikan pendaftaran layanan pencatatan nikah tetap dibuka. Namun, mekanisme pendaftarannya secara online melalui web simkah.kemenag.go.id. Namun, pelaksaan akadnya tidak dalam masa darurat Covid-19.

“Pelaksanaan akad nikah hanya dilayani bagi calon pengantin yang sudah mendaftarkan diri sebelum 1 April 2020. Pelayanan akad nikah itu pun hanya akan dilaksanakan di KUA,” beber Kamarudin.

Kamarudin mengharapkan, masyarakat bisa memahami terkait situasi saat ini. Dia pun meminta jajaran Kepala Kanwil Kemenag Provinsi dan penghulu dapat meningkatkan koordinasi untuk mematuhi serta menyelaraskan penyelenggaraan layanan masyarakat.

“Memahami bahwa tingkat kedaruratan di tiap daerah berbeda, KUA wajib meningkatkan koordinasi, mematuhi serta menyelaraskan penyelenggaraan layanan masyarakat sesuai dengan perkembangan kebijakan Pemerintah Daerah dalam pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayahnya,” tegasnya.

Untuk mencegah penyebaran Covid-19, Kemenag telah menerapkan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH)
untuk pegawaianya hingga 21 April 2020. Namun, dia mengharapkan Kanwil dan KUA untuk tetap memberikan pelayanan konsultasi dan informasi kepada masyarakat secara daring (online).

“Setiap KUA harus memberitahukan nomor kontak atau email petugas, sehingga memudahkan masyarakat mengakses informasi. Pelaksanaan akad nikah secara online baik melalui telepon, video call, atau penggunaan aplikasi berbasis web lainnya tidak diperkenankan,” tegasnya.

Untuk pelaksaan akad nikah di KUA pada masa darurat Covid-19, Ditjen Bimas Islam menerbitkan protokol pelaksanaan sebagai berikit:

1. Membatasi jumlah orang yang mengikuti prosesi akad nikah tidak lebih dari 10 orang dalam satu ruangan.

2. Catin (calon pengantin) dan anggota keluarga yang mengikuti prosesi akad nikah harus telah membasuh tangan dengan sabun/hand sanitizer dan menggunakan masker.

3. Petugas, wali nikah, dan calon pengantin laki-laki menggunakan sarung tangan dan masker pada saat ijab kabul.(jpg)

Kasus Positif Korona di Singapura 1.049, Korban Meninggal Bertambah Lagi

0

batampos.co.id – Singapura masih menjadi negara paling sedikit dengan kasus kematian di Asia Tenggara jika dibandingkan dengan Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Sebab dari 1.049 kasus positif, Singapura baru memiliki 5 kematian karena Covid-19 hingga hari ini.

Satu kematian terbaru diumumkan Singapura. Ini merupakan kematian kelima karena infeksi Coronavirus pada Jumat (3/4). Korban adalah lansia perempuan, seorang warga Singapura berusia 86 tahun. Lansia tersebut tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri baru-baru ini.

The Straits Times menyebut bahwa korban adalah adalah pasien 918. Salah satu orang dari kluster di Lee Ah Mooi.

Sebelumnya pasien dirawat di Pusat Nasional untuk Penyakit Menular (NCID) pada 31 Maret, dan dipastikan terinfeksi Covid-19 pada hari yang sama. Dia meninggal karena infeksi virus itu pada jam 1.55 pagi pada hari Jumat (3/4).

Dilansir dari AsiaOne, Jumat (3/4), NCID memberikan bantuan kepada keluarganya. Empat kasus kematian lainnya tercatat pada 21 Maret, seorang perempuan Singapura berusia 75 tahun, dan seorang pria Indonesia berusia 64 tahun meninggal karena penyakit itu. Perempuan itu memiliki riwayat penyakit jantung kronis dan hipertensi, sementara sang lansia pria memiliki riwayat penyakit jantung.

Pada 29 Maret, seorang lelaki Singapura berusia 70 tahun, Chung Ah Lay, meninggal karena Covid-19. Dia memiliki riwayat hipertensi dan hiperlipidemia – atau kolesterol tinggi. Dia tidak memiliki riwayat perjalanan baru-baru ini ke negara dan wilayah yang terkena dampak.(jpg)