Sabtu, 16 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10692

Truk Seret Portal Penanda Ketinggian Jembatan

0
Muatan nyangkut ke portal penanda ketinggian.
foto: istimewa

batampos.co.id – Portal penanda ketinggian jembatan penyebrangan orang (JPO) depan perumahan Putri Tujuh, Batu AJi rusak diseret truk gandeng, Senin (10/2/2020) sekitar pukul 14.00 WIB.

Portal terseret karena tersangkut pada perangkat mesin yang dimuat oleh truk besar tersebut.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu hanya saja, portal penanda ketinggian JPO rusak berat. Arus lalulintas dari arah Batuaji yang merupakan jalur TKP macet total.

Pantauan di lapangan, kemacetan hampir sejam terjadi sebab, lokasi kejadian tak bisa dilalui kendaraan sama sekali. Kendaraan dialihkan melalui jalan masuk ke perumahan Putri Hijau sehingga menyebabkan kemacetan panjang.

Informasi yang disampaikan warga di lokasi, tabrakan tiang penanda ketinggian JPO tersebut diduga karena sang sopir salah perhitungan. Sang sopir yang belum diketahui identitasnya itu tidak memperhatikan ketinggian portal. Padahal muatannya cukup tinggi yakni mesin besar. Usai menabrak sang sopir masih tetap melaju kendaraannya sehingga plang portal sempat terseret beberapa meter.

“Lumayan ramai jalan ini tadi. Untung tak ada (kendaraan lain) yang ketimpah portal itu,” kata Haris, warga di lokasi kejadian.

Kejadian ini ditanggapi Satlantas Polresta Barelang yang datang mengevakuasi truk dan juga portal yang rusak.

“Untung ada portal ini, kalau tak habislah JPO itu,” celetu Marni, warga lainnya. (eja)

Dipecat Sepihak, Perawat Demo

0

batampos.co.id – Puluhan perawat Rumah Sakit Camatha Sahidya mengelar melakukan unjukrasa di depan kantor Wali Kota dan DPRD Kota Batam, Senin (10/2/2020).

Mereka menyuarakan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak terhadap 28 karyawan oleh Rumah Sakit Camatha Sahidya.

Saat mengelar aksinya, para pendemo membawa keranda yang bertuliskan “Kalian Dzolimi Profesi Kami, Kalian Perkosa Hak-hak Kami”.

Pimpinan FSP Farkes SPSI Kota Batam, Anwar Gultom, mengatakan, dalam aksi itu ada enam tuntutan yang disampaikan.

Pertama, 28 orang yang sudah di PHK secara sepihak itu agar kembali dipekerjakan. Karena mereka lanjutnya hanya menanyakan gaji mereka yang telat dibayarkan.

Puluhan tenaga medis RS Camatha Sahidya melakukan unjukrasa di depan Kantor Wali Kota dan DPRD Kota Batam. Mereka menolak PHK sepihak yang dilakukan manajemen rumah sakit. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Salah seorang perawat yang enggan namanya ditulis, menyebutkan, menolak PHK sepihak yang dilakukan manajemen RS Camatha Sahidya.

“Tolong selamatkan sejawat kami pak. Hanya bertanya masalah gaji malah dituduh mogok secara sepihak,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Ides Mardi, yang menemui para pendemo, mengatakan akan segera menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Kami akan mengundang pihak-pihak terkait seperti dinas ketenagakerjaan dan manajemen RS Camatha Sadya pada hari Kamis nanti,” jelasnya.

Setelah mendengarkan penjelasan tersebut, para pengunjukrasa membubarkan diri.(nto)

Pak Wali Kota, Warga Batam Berharap Jalan Dua Jalur Seitemiang Tembus Hingga ke Simpang Basecamp

0

batampos.co.id – Jalan dua jalur Seitemiang sudah dipergunakan sejak awal tahun lalu. Proyek peningkatan jalan dari Kementerian Perkerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sangat dinantikan oleh masyarakat pengguna jalan.

Sejak dibuka khususnya jalur baru dari arah Batuaji-Sekupang, arus lalulintas di sepanjang jalan cukup lancar.

Masyarakat pengguna jalanpun menyambut baik. Namun, proyek ini belum tuntas. Karena belum seluruh ruas jalan Diponegoro menjadi dua jalur.

Proyek dari Kementerian PU dan PR tersebut putus di depan TPU Seitemiang dari Seiharapan Sekupang.

Seorang pengendara melintas di jalan yang baru dibangun yang menghubungkan Sekupang-Batuaji beberapa waktu lalu. Masyarakat berharap ruas jalan tersebut segera tuntas hingga ke Simpang Basecamp. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Para pengendara berharap ruas jalan tersebut segera tuntas hingga ke Simpang Basecamp.

“Kalau sudah rampung semua sangat baik lagi. Ini baru sampai depan TPU Seitemiang dan itupun belum bisa gunakan semua karena persis depan TPU belum dibuka,” ujar seorang pengendara, Arman

“Semoga secepatnya dirampungkan biar lancar dari Basecamp sampai Seiharapan,” harapnya.

Wali kota Batam, Muhammad Rudi, sebelumnya telah menjawab harapan warga tersebut.

Proyek lanjutan jalan dua jalur ini menyebutkan jalur jalan selanjutnya dari simpang TPU hingga simpang Tobing ini akan dilanjutkan tahun ini.

“Sesuai anggaran. Untuk yang sudah baru sampai di depan pemakaman (TPU). Selanjutnya dalam tahun ini,” kat Rudi, beberapa waktu lalu.(eja)

Pemerintah Siapkan Skenario Kepulangan WNI dari Wuhan ke Rumah

0

batampos.co.id – Observasi terhadap warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, Tiongkok, di Pangkalan Terpadu TNI di Natuna telah berjalan lebih dari sepekan. Pemerintah pun mulai menyiapkan skenario kepulangan mereka ke daerah asal masing-masing.

Salah satunya, penerimaan di lingkungan tempat tinggal.

Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto menyatakan, rencana kepulangan WNI tersebut terus didetailkan. Bahkan, hingga kemarin (9/2) sudah ada beberapa pemerintah daerah yang ingin membantu. ”Ada beberapa skenario untuk kepulangan ini,” ujarnya.

Menurut dia, ada skenario pesawat dari Natuna diterbangkan ke Jakarta terlebih dahulu. Selanjutnya, 238 WNI yang diobservasi tersebut diizinkan untuk kembali ke daerah masing-masing. Mereka tidak langsung diantarkan ke daerah masing-masing karena terkendala penerbangan dari Natuna yang tidak banyak.

Merujuk pada masa observasi yang direncanakan berlangsung 14 hari, para WNI tersebut sudah bisa kembali ke daerah asal akhir pekan ini.

Yuri, sapaan karib Achmad Yurianto, menjelaskan, pemerintah telah menyusun strategi sosialisasi untuk menghindari adanya stigma bagi para WNI tersebut. Melalui Kementerian Dalam Negeri, pemerintah daerah diminta untuk mempersiapkannya.

Nah, melihat respons pemerintah daerah, Yuri yakin rencana pemulangan akan berjalan lancar. Bahkan, beberapa pemda membentuk tim khusus untuk mendampingi WNI dari Wuhan sepulang dari Natuna. Contohnya, Pemda Aceh telah menyiapkan tim yang dipimpin kepala dinas sosial untuk melakukan pendampingan. ”Problem utama adalah keberlanjutan kuliah mereka,” kata Yuri.

Kebanyakan WNI yang pulang dari Hubei merupakan mahasiswa semester VIII. Ada sebagian kampus mereka yang sudah menyediakan kuliah secara online. Yang sulit adalah mahasiswa kedokteran. ”Semester VIII itu saatnya mereka praktik,” imbuhnya.

Pemerintah terus mencari cara untuk perkuliahan mereka agar tetap lancar. Menurut Yuri, hal itulah yang dipikirkan mahasiswa yang diobservasi. ”Belum lagi jika orang tuanya tidak mau anaknya kembali ke Wuhan,” ungkap Yuri.

Sementara itu, kemarin beredar informasi bahwa ada enam WNI yang dicari pemerintah Singapura. Mereka diduga terinfeksi virus korona dan masuk ke Indonesia melalui Pelabuhan Feri Internasional Harbour Bay, Batam. Polri pun segera bergerak. Hasilnya, enam WNI tersebut ditemukan. Mereka juga dipastikan bersih dari virus korona.

Enam WNI itu adalah Chandra Widodo, Winarto, Desy, Suwardi Sumantri, Manis, dan John Knight. Mereka memang keluar dari Singapura dengan naik kapal feri.

Kabid Dokkes Polda Kepri Muhammad Haris menuturkan, petugas telah memeriksa kesehatan enam WNI itu. ”Saya yang memimpin pemeriksaan tersebut,” ujarnya. Hasilnya, mereka dinyatakan sehat. Tidak ada gejala terpapar virus korona seperti informasi yang beredar. ”Keenamnya sudah berada di Tanjung Pinang,” imbuhnya.

Dia mengimbau masyarakat tidak mudah memercayai informasi yang belum jelas kebenarannya. Bila ada informasi tertentu, masyarakat bisa memberitahukan kepada petugas. ”Nanti petugas yang pastikan, seperti yang saat ini,” ujarnya.

Kabidhumas Polda Kepri Kombespol Harry Goldenhart menuturkan, pihaknya akan berupaya maksimal untuk mencegah adanya persebaran virus korona melalui pelabuhan Batam. ”Pemeriksaan kesehatan dilakukan terhadap setiap penyeberang,” jelasnya.

Dengan begitu, diharapkan di Kepri tidak ada persebaran virus korona. Masyarakat pun bisa beraktivitas dengan tenang. ”Itu yang kami inginkan,” ujarnya.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah menyatakan belum mendengar pencarian WNI oleh pemerintah Singapura. Hanya, dalam rilis yang dikeluarkan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura, ada 16 orang yang dicari karena pernah melakukan kontak dengan 40 pasien positif 2019-novel coronavirus. (jpc)

Sampena HPN, Polda Kepri Serahkan Santuan

0

batampos.co.id – Sampena Hari Pers Nasional (HPN) 2020 Polda Kepulauan Riau (Kepri), menyerahkan santunan kepada keluarga wartawan yakni almarhum Suparman di perumahan Maitri Garden 2 Batamcentre, Minggu (9/1/2020).

Rombongan yang dipimpin Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Harry Goldenhardt, didampingi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri, Candra Ibrahim dan Sekretaris PWI Kepri, Novianto.

“Kedatangan kami ini, dalam rangka menyemarakkan HPN. Humas Polda Kepri melakukan silahturahmi kepada rekan-rekan jurnalis baik jurnalis maupun keluarganya dalam kondisi yang membutuhkan. Ini kebetulan bagian dari bakti sosial Polda Kepri,” katanya.

Ia berharap santunan yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Kepedulian terhadap insan pers ini menjadi perhatian pimpinannya yakni Kapolda Kepri, Irjen Andap Budhi Revianto.

“Apa yang diberikan semoga bermanfaat bagi keluarga yang ditinggalkan. Jangan lihat besar kecilnya tapi niatnya,” kata Harry lagi.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Harry Goldenhardt bersama Ketua PWI Kepri, Candra Ibrahim, menyerahkan santunan kepada keluarga wartawan yakni almarhum Suparman di perumahan Maitri Garden 2 Batamcentre. Foto: Habibi/Pos Metro Batam

Media kata Harry, adalah mitra Polri yang sangat berperan dalam menyampaikan sebuah informasi ke publik.

Dengan harapan pers dapat menggelorakan Bunda Tanah Melayu, Negeri Segantang Lada, Kepri yang dicintai bersama. Dengan memberikan pemberitaan yang aktual dan faktual.

“Selain sebagai mitra kami (Polda Kepri). Tentunya pers menjadi sarana informasi masyarakat yang terpercaya dan tidak memihak,” ucap mantan Kabid Humas Polda Sultra ini.

Selain itu kata Harry, Pers semakin dapat meningkatkan kinerja dan fungsinya sebagai media informasi, pendidikan, hiburan serta kontrol sosial. Sebagaimana amanat pasal 33 UU RI No 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Semoga Pers sebagai mitra strategis Polda Kepri semakin sukses dan maju ke depannya,” ujar Harry.

Di lokasi yang sama, Ketua PWI Kepri, Candra Ibrahim, mengapresiasikan kegiatan yang diprakarsai Polda Kepri sampena HPN 2020.

Menurutnya, ini sebagai bentuk kepeduliaan kepolisian kepada keluarga wartawan yang tertimpa musibah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Polda Kepri yang telah meluangkan waktunya untuk mengunjungi keluarga Almarhum Arman. Semoga apa yang diberikan bermanfaat bagi keluarga almarhum,” tutur Candra.

Sementara Nana, istri almarhum Suparman mengaku terharu dengan kedatangan rombongan ini. Ia tidak menyangka Polda Kepri mengunjungi rumahnya.

“Terharu, saya hanya bisa mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan yang diberikan Polda Kepri,” ucap Nana.(rng)

Ini Hukuman untuk Oknum Brimob yang Tembak Warga Sipil di Batam

0

batampos.co.id – Anggota Kompi 3 Batalyon A Pelopor Satbrimobda Kepri, Bharada FES yang menembak warga sipil di Komplek Baloi Ditpam dijatuhi sanksi hukuman disiplin.

Personel kepolisian tersebut dikenakan penempatan khusus (patsus) selama 21 hari.

“Sekarang di masih proses Propam dan di patsuskan,” ujar Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Polisi Harry Golden Hart, Minggu (9/2/2020).

Dalam kasus ini, Bharada FES terbukti salah karena menembak warga sipil. Saat itu lanjutnya FES dipastikan dalam kondisi mabuk setelah menegak minuman beralkohol di Foodcourt J8 Nagoya bersama rekannya.

“Iya benar (dalam pengaruh alkohol). Makanya yang bersangkutan akan di proses,” katanya.

Sebelum menembak FES bertemu korban, Rijal Zukus Mustaki di dekat kediamannya, Aspol Baloi.

Saat itu, Rijal baru saja mengantar rekan wanitanya pulang sekitat pukul 03.30 WIB. Saat itu, Ferzi menegur Rijal sehingga korban menggeber sepeda motornya.

“Iya saat itu terjadi penembakan,” tegas Harry.

Akibat tembakan tersebut, Rijal mengalami luka di bagian tangan dan jari. Korban kemudian dievakuasi ke RS Awal Bross.

Selain itu, polisi mengamankan sepucuk pistol jenis HS-9 dengan nomor Senpi H175044, kemudian 10 butir amunisi kaliber 9 mm milik Ferzi.

Seperti diberitakan sebelumnya Anggota Kompi 3 Batalyon A Pelopor Satbrimobda Kepri, Bharada Ferzi Eri Syahfitri diamankan Propam Polda Kepri.

Pria 26 tahun ini nekat menembak Rijal Zukus Mustakim di Komplek Baloi Ditpam, Minggu (2/2) pagi.(opi)

Halo Warga Batam, Anda Dilarang Bepergian ke Luar Negeri

0

batampos.co.id – Warga Kota Batam diimbau untuk tidak bepergian keluar negeri khususnya ke Singapura.

Pasalnya Pemko Batam telah mendapat kabar perihal penetapan status kewaspadaan oleh Pemerintah Singapura atas Virus Corona menjadi oranye.

Status oranye mengindikasikan penyebaran wabah yang serius yang dapat berdampak pada kesehatan publik.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, Kepri, terkhususnya Kota Batam merupakan daerah yang bertetangga dengan Singapura.

Terkait ini, ia mengimbau warga untuk tidak dulu melakukan perjalanan ke luar negeri, termasuk Singapura.

“Kalau boleh hentikan, kurangi atau tunda keluar negeri,” katanya, Minggu (9/2/2020).

Menurutnya, jika ada warga Batam yang keluar negeri dan kembali ke Batam akan dilakukan pemeriksaan ekstra dan diberikan catatan khusus.

Seorang warga meletakkan karangan bunga sebagai ungkapan duka atas meninggalnya dr Li Wenliang, orang pertama yang meng-ungkap virus corona di Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok. Foto: Anthony Wallace/AFP

Hal itu dikarenakan, alat pendeteksi suhu tubuh di pintu masuk pelabuhan internasional dan Bandara Hang Nadim Batam, tidak cukup efektif dijadikan dasar pencegahan menyebarnya Virus Corona atau 2019-nCoV.

Karena itu pihaknya telah berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan pelabuhan (KKP) Batam agar pemeriksaan di pintu masuk dapat ditingkatkan.

Dalam hal ini pemerintah menyiapkan tim khusus dan akan menurunkan tenaga untuk melakukan pantauan secara langsung sebagai pelapis pencegahan yang menggunakan alat.

“Ada pemeriksaan berlapis, tenaganya ada di kami. Kita waspada betul, kalau hanya alat akan beresiko, maka perlu manual diperhatikan satu persatu orang yang masuk, kalau ada yang dicurigai langsung ditangani khusus,” kata dia.

Hal ini untuk menghindari, hal-hal tak terduga seperti kemungkinan konsumsi obat penurun panas sehingga jika hanya merujuk pada suhu tubuh bukanlah hal yang efektif.

“Singapura yang maju dan alat canggih begitu bisa lolos apalagi kita. Alat ini hanya deteksi suhu tubuh, kalau tidak 38 suhunya tak akan merah akhirnya bisa lewat,” katanya.

Pada kesempatan ini, ia menyampaikan agar masyarakat sebisa mungkin mulai menghindari kegiatan dalam ruangan tertutup yang berpendingin udara.

Langkah ini sebagai antisipasi agar virus tersebut tidak menyebar.

“Virus ini hidup suhu dingin dan akan mati pada suhu panas yakni sinar matahari langsung. Saya minta kita juga rajin olahraga dan sering jaga kebersihan diri, terutama cuci tangan,” katanya.

Dalam kesempatan ini, ia mengaku terpaksa menyampaikan perihal tersebut karena semata-mata untuk menghindari virus tersebut.

Ia mengaku, dirinya tidak ingin ada warga Batam yang terjangkiti virus tersebut.

“Sebenarnya tak boleh katakan, tapi saya sayang warga saya. Kenapa saya minta mulai sekarang, sudah ada indikasi. Tapi saya tak bisa katakan karena belum fix beritanya,” imbuhnya.

“Saya tak bilang di Batam ya, tapi ada indikasi. Bapak ibu artikan sendiri,” ujarnya, menambahkan.

Terkait peningkatan penanganan di pintu masuk, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam Didi Kusmarjadi menyebutkan, Pemko Batam melalui Dinkes Batam membantu tenaga.

“Kita bantu tenaga. Sudah gitu saja. Bantu melototi,” ucap Didi via aplikasi pesan WhatsApp.(iza)

Mau Ditertibkan, Bangunan Liar di Simpang Barelang Berubah Fungsi

0

batampos.co.id – Bangunan liar yang berada di Simpang Barelang berubah fungsi setelah didatangi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam.

Satu bangunan liar yang awalnya berfungsi sebagai warung, disulap menjadi markas salah satu organisasi kemasyarakatan (Ormas).

Tidak diketahui secara pasti motif merubah bentuk bangunan tersebut. Sebelumnya bangunan tersebut merupakan warung makan.

Bangunan salah satu ormas ini muncul saat Satpol PP kota Batam menyampaikan rencana penertiban.

“Tak tahu maksudnya apa, tapi itu dulunya warung sekarang jadi markas ormas,” ujar Indra warga Tembesi, Minggu (9/2/2020).

Selain di Simpang Barelang, bangunan berlambang ormas tertentu juga terlihat di simpang Tahu Sumedang, Sagulung. Persimpangan ini juga masuk daftar penertiban untuk pengerjaan jalan.

Sekretaris Satpol PP kota Batam, Fridkalter, tidak mempermasalahkan perubahan fungsi bangunan liar tersebut. Karena lanjutnya, saat penertiban tiba, maka akan tetap ditertibkan.

“Sekarang masih tahap sosialisasi jadi tak masalah,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Pendataan Satpol PP Batam, Anual Riyadi, sebelumnya menyebutkan, di Sagulung ada tiga persimpangan yang akan ditertibkan demi kelancaran rencana pelebaran jalan.

Di antaranya yakni; simpang Barelang, simpang Tahu Sumedang dan simpang Fanindo. Rencana penertiban fokus pada sisi masuk persimpang dari arah Mukakuning.

Sebab pola pelebaran jalan yang direncanakan seperti simpang Frengki, Batamcenter.

“Bagian sisi jalan yang menjadi alur masuk kendaraan dari arah Mukakuning. Semua bangunan liar di row jalan yang mau dilebarkan akan ditertibakan. Ada tiga titik,” ujar Anual.

Khusus untuk simpang Barelang penertiban akan dilakukan di sepanjang radius 50 meter dari aspal jalan.

Sementara dua persimpang lainnya disesuaikan dengan kebutuhan pelebaran nantinya.

“Semua akan didata sehingga saat pelebaran dimulai semua persimpangan itu harus bebas dari bangunan apapun,” ujarnya.(eja)

Horor di Terminal 21, Dua Puluh Enam Orang Tewas Diberondong Peluru

0

batampos.co.id – Tok, tok, tok… Ketukan di pintu toilet perempuan lantai empat Terminal 21 itu terdengar seperti film horor. Di dalam ruang tersebut, Chanathip Somsakul dan beberapa pengunjung lainnya sedang bersembunyi. Bersembunyi dari tentara yang berkeliaran menembaki pengunjung.

”Seorang perempuan tanya siapa yang mengetuk. Tapi tak ada jawaban,” ungkap guru musik itu kepada Agence France-Presse.

Pada akhirnya, pengunjung yang bersembunyi sepakat untuk tak membuka pintu. Mereka sudah susah payah menjebol salah satu pintu bilik dan menggunakannya sebagai pengganjal. Kalau tenyata yang di balik pintu adalah sang penembak, hidup mereka tamat.
Perempuan 33 tahun itu cukup beruntung. Dia sedang makan di mal Terminal 21 bersama keluarga usai mengajar musik. Saat suara tembakan terdengar semua keluarganya, termasuk Chopin sang putri, berhasil menemukan suaka di toilet. Chopin masih berusia tiga tahun.

”Kebetulan teman saya bekerja di mal. Dia meminta petugas di CCTV untuk melihat lokasi penembak dan menyampaikan informasi itu ke kami,” jelas Chanathip.

Pengunjung lain tak seberuntung dia. Ada yang harus bersembunyi di bawah meja restoran, ruang persediaan toko, bahkan dalam lemari penyimpanan. Mereka tak tahu siapa yang mereka hadapi. Tapi mereka tahu bahwa penembak hari itu sangat menakutkan.

F. CHALINEE THIRASUPA / AFP
Warga Thailand meletakkan bunga untuk para korban penembakan massal yang menewaskan 26 orang pengunjung mal Terminal 21 di Nakhon Ratchasima, Thailand, Minggu (9/2).

“Kejadian ini seperti film Hollywood. Beberapa saat, tembakan meluncur tanpa henti,” ujar Mayor Jenderal Jirapob Puridet, ketua tim penanggulangan penembakan Terminal 21, kepada CNN.

Yang datang meneror pusat perbelanjaan di kota Nakhon Ratchasima alias Korat memang bukan orang biasa. Dia adalah Letnan Satu Jakrapanth Thomma dari 22nd Ammunition Battalion. Jakrapanth datang ke pusat perbelanjaan Sabtu sore dan menembak pengunjung yang terlihat.

Menembak acak bukan berarti menembak sembarangan. Diaw, salah satu pengunjung yang berhasil kabur, mengatakan sang penembak selalu membidik kepala dari korbannya.

”Dia menembak ke segala arah tapi tembakannya sangat akurat,” ujarnya kepada Amarin TV.

Selama 17 jam, prajurit tersebut berhasil menduduki pusat perbelanjaan di distrik Muang itu. Dia sempat bertahan di lantai empat dengan menawan beberapa sandera. Secara total, dia berhasil merenggut 26 jiwa dan melukai 57 lainnya. 12 korban luka harus menjalani operasi di rumah sakit dengan dua di antaranya melalui operasi otak.

Pada akhirnya, Jakrapanth harus dilumpuhkan dengan peluru tajam. Kepala Crime Suppression Division Kepolisian Thailand Jirabhob Bhuridej mengatakan Jakrapanth ditembak mati pukul 09.00. (*/bil)

Cemburu dan Aniaya Pacarnya, Remaja Divonis 3 Bulan

0

batampos.co.id – Remaja 18 tahun, MRZ divonis tiga bulan penjara di Pengadilan Negeri (PN) Batam, pada Kamis (6/2/2020) kemarin.

Ia didakwa atas pengaiayaan terhadap Nuradisty Endah Oktari, yang tak lain merupakan pacarnya.

Dalam amar putusannya, ketua majelis hakim Taufik Nainggolan didampingo hakim anggota Dwi Nuramanu dan Yona Lamerosa, perbuatan terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 351 ayat (1) KUHPidana.

“Menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa (menyebut nama lengkap) dengan pidana penjara selama 3 bulan,” kata Taufik Nainggolan.

Menurut Taufik, majelis hakim menyatakan perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa sudah memenuhi unsur-unsur pidana sesuai dengan pasal 351 ayat (1) KUH Pidana.

Sehingga tidak ada alasan untuk membebaskan terdakwa dari jeratan hukum. Hukuman yang dijatuhkan majelis hakim, lebih ringan 1 bulan dari tuntutan JPU, yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara 4 bulan.

“Majelis hakim sudah mengurangi hukuman kamu menjadi 3 bulan dari tuntutan JPU. Apakah dengan putusan ini kamu menerima, pikir-pikir atau banding,” tanya Taufik.

Menjawab pertanyaan hakim, terdakwa langsung menyatakan menerima putusan tersebut.

“Saya terima yang mulia. Saya tidak akan melakukan upaya hukum lainnya,” jawab terdakwa sambil tertunduk.

Sementara itu dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), penganiayaan terjadi pada 04 November 2019 pukul 14.00 di Pinggir Jalan Dekat Halte Samping Pintu Utara Dataran alun–alun Engku Putri, Batamkota.

Penganiayaan berawal ketika terdakwa yang datang ke Mega Mal dengan tujuan untuk bertemu dengan saksi korban Nuradisty.

Pada saat menemui saksi korban, terdakwa melihat saksi korban sedang berbicara dengan mantan pacar saksi korban.

Ketika melihat terdakwa, mantan pacar saksi korban langsung pergi meninggalkan saksi korban.

Selanjutnya pukul 21.00, terdakwa pergi ke Mega Mall untuk menjemput saksi korban dan terdakwa mengajak saksi korban untuk berbicara di pinggir Jalan di Dekat Halte dataran alun–alun Engku Putri.

“Kenapa kau jumpai mantanmu, kenapa kek gitu,” ujar terdakwa sebagaimana tertuang dalam dakwaan.

Saksi korban hanya menunduk dan minta maaf. Karena terdakwa emosi, langsung memukul saksi korban dengan menggunakan tangan empat kali.

Akibat perbuatan terdakwa tersebut, saksi korban mengalami luka lecet di dahi atas, memar di sekitar mata, bengkak dahi tengah, sampai kiri dan luka lecet di bibir atas.

“Dengan kesimpulan bahwa luka memar tersebut disebabkan benturan keras benda tumpul. Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 ayat (1) KUHPidana,” ujar JPU Immanuel.(gie)

Play sound