batampos.co.id – Hujan yang menguyur Kota Batam sejak Minggu (8/12/2019) pagi membuat sejumlah ruas jalan terendam banjir.
Banjir juga mengakibatkan macet panjang dan beberapa kendaraan bermotor mogok akibat kemasukan air.
Seperti yang terlihat di ruas Jalan Yos Sudarso sebelum Simpang Jam, Lubukbaja. Banjir setengah lutut orang dewasa tampak merendam jalan dari arah Simpang Baloi sebelum masuk ke Flyover Laluan Madani tersebut.
Genangan air disebabkan parit di sisi kiri jalan tersumbat sampah dan tak bisa menampung debit air hujan yang cukup banyak.
Apalagi, aliran air juga turun cukup deras dari atas bukit yang sudah mulai gundul.
Kendaraan yang melintas harus berhati-hati, sebab air yang cukup tinggi dikhawatirkan masuk ke mesin mobil.
Akibatnya, terjadi kemacetan cukup panjang di ruas jalan tersebut. Akibat kemacetan panjang, ruas jalan di Simpang Baloi dari arah Flyover menuju Seraya, dialihkan.
Personel Sat Lantas Polresta Barelang mengatur kendaraan yang melewati jalan yang tergenang banjir di Jalan Yos Sudarso, Minggu (8/12/2019). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id
Sejumlah anggota Sat Lantas juga tampak mengatur arus lalu lintas agar tak semakin macet.
Leksa, salah satu pengendara sepeda motor matik mengatakan, kendaraannya kemasukan air saat melintas di jalur tersebut.
”Ini karena pohon habis dibabat, jadi tak ada penahan air lagi dari atas bukit. Kalau hujan agak lama, pasti daerah Simpang Jam banjir. Jadi, harus segera ditangani,” harapnya.
Sementara itu, Tim SAR Siaga Sat Shabara Polresta Barelang membantu menangani banjir dan pohon tumbang, Minggu (8/12/2019).
Bencana ini berlangsung akibat hujan deras yang mengguyur sejak pagi hari. Kasat Sabhara Polresta Barelang, Kompol Firdaus, mengatakan, kegiatan ini dilakukan di tiga lokasi.
Untuk titik pohon tumbang, di Jalan Yos Sudarso (Depan Makodim 0316 Batam), Jalan Borobudur, Batuampar (Seraya Atas), serta lokasi banjir di Jalan Yos Sudarso sebelum Flyover.
”Tim ini bertujuan memberikan pertolongan kepada masyarakat dengan cepat. Selain Sabhara, juga ada personel dari Satlantas,” ujar Firdaus.
Dia menjelaskan, di tiga lokasi tersebut, pihaknya mengevakuasi pohon tumbang yang melintang di tengah jalan, serta membersihkan sampah-sampah di jalan akibat banjir.
”Pastinya saat terjadinya pohon tumbang dan banjir, aktivitas dan arus lalu-lintas sangat terganggu. Jadi kami bergerak cepat, sehingga kehadiran Polri ditengah-tengah aktivitas masyarakat dapat dirasakan,” kata Firdaus.
Dia menambahkan, untuk melancarkan arus lalu-lintas, pihaknya menerapkan sistem buka-tutup jalan.(she/yui/eja/iza)
batampos.co.id – bright PLN Batam memastikan ketersediaan listrik untuk wilayah Batam memadai jelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Vice President Public Relation bright PLN Batam, Samsul Bahri, mengatakan, hingga saat ini dan jelang Natal hingga Tahun Baru baru diprediksi Daya Mampu Pembangkit (DMP) memadai.
”Karena total DMP di Batam-Bintan saat ini mencapai 500 Mega Watt (MW),” ujarnya kepada Batam Pos, Minggu (8/12/2019).
Sedangkan beban puncak penggunaan untuk Batam-Bintan, mencapai sekitar angka 445-448 MW.
”Kami perkirakan di angka tersebut, karena melihat kondisi cuaca seperti sekarang yang sering hujan disertai petir dan angin kencang juga,” ucapnya.
Namun, sambung Samsul, biasanya setiap tahun beban puncak penggunaan itu trennya menurun.
Pembangkit Listrik di Tanjungkasam. bright PLN Batam memastikan tidak akan ada pemadaman listrik jelang Natal dan Tahun Baru 2020. Foto: PLN Batam
Bahkan, tahun ini PLN Batam memperkirakan hanya di kisaran 410-420 MW.
”Sehingga masih ada reserve margin daya yang cukup dan aman untuk hari-hari besar tersebut,” ucapnya.
Samsul mengungkapkan, untuk Natal dan Tahun Baru, PLN Batam menerapkan periode siaga yang dimulai dari satu minggu sebelum Natal dan satu minggu sesudah perayaan Tahun Baru.
Selama periode siaga ini, PLN Batam tidak akan melakukan pemeliharaan mesin pembangkit, terkecuali ada gangguan yang sifatnya mendadak.
Dengan demikian, Samsul meyakinkan masyarakat Batam, jika PLN tidak akan melakukan pemadaman listrik.
Ia berharap, dengan adanya periode siaga sebagai langkah antisipasi yang dilakukan oleh PLN Batam, agar masyarakat Batam dapat lebih aman dan nyaman dalam menghadapi Natal dan Tahun Baru.
Samsul juga mengimbau kepada masyarakat Batam, untuk senantiasa menggunakan listrik dengan hemat.
“Energi yang kita gunakan, merupakan energi yang tak terbarukan, untuk itu kita harus mampu berhemat dalam penggunaannya,” pungkas Samsul.(mib)
batampos.co.id – Curah hujan yang cukup tinggi di bulan Desember bukan saja menjadi ancaman datangnya bencana banjir.
Namun, potensi bencana lain seperti longsor juga mengintai. Beberapa kecamatan di Kota Batam dinilai rawan terjadinya longsor.
Beberapa di antaranya yakni:
Kecamatan Batuampar.
Kecamatan Bengkong.
Kecamatan Seibeduk.
Salah satu wilayah yang rawan longsor di wilayah Seibeduk, adalah di sekitar Bukit Kemuning.
”Tidak hanya di sana, kami juga pernah memetakan ada beberapa wilayah lain yang juga rawan longsor,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Batam, Azman, Minggu (8/12/2019).
Ia mengatakan, wilayah di sekitar Bukit Kemuning diwaspadai karena sempat terjadi longsor, awal 2016 lalu.
Jalan di sekitar Bukit Kemuning menjadi salah satu area yang dinilai rawan longsor saat musim hujan. Foto: Adiansyah/batampos.co.id
Ia mengimbau agar warga waspada. Meski begitu, petugas dari dinas yang membawahi masalah kebencanaan itu, juga menyatakan akan selalu siaga.
”Apalagi sekarang sedang musim hujan, kita sama-sama waspada,” imbuhnya.
Ia mengatakan, bencana di Batam selain longsor yakni banjir, namun sifatnya cepat surut, tidak seperi daerah lain.
”Banjir itu karena hujan, jadi ada beberapa titik tergenang,” ujarnya.
Menurutnya, puting beliung juga kerap terjadi di wilayah Batam. Namun, bencana itu tidak hanya terjadi Batam, seluruh wilayah Kepri juga kerap terjadi bencana ini.
Sedangkan Sekretaris Damkar Batam, Samsuri menambahkan, puting beliung biasanya terjadi di daerah hinterland.
”Sering terjadi di pulau-pulau,” pungkas Samsuri.
Beberapa pekan lalu, bencana longsor juga terjadi di Kecamatan Bengkong. Dua unit rumah rusak karena tanahnya longsor akibat berada di kawasan perbukitan dan tergerus air kala hujan datang.(iza)
Tindakan yang dapat dipercaya adalah yang didasarkan pada keaslian dan penelitian. Saya selalu menghabiskan waktu untuk meneliti sebelum memulai pekerjaan saya. (Shidney Sheldon)
Bahan kimia merupakan bahan yang sangat sensitif bagi manusia. Di satu sisi bisa mendapatkan manfaat yang luar biasa, namun di sisi lain sekaligus memberikan mudarat bahkan bencana bagi manusia.
Anda pasti belum lupa dengan kasus Kopi Sianida yang sempat menyita perhatian publik. Sampai-sampai sidang perkara ini disiarkan Live di stasiun TV besar di Indonesia.
Kasus ini membuktikan betapa berbahayanya penggunaan bahan kimia yang tidak pada tempatnya. Sang korban meninggal seketika saat sedang menikmati Kopi Vietnam. Menurut hasil otopsi kepolisian, ditemukan pendarahan pada lambung korban karena adanya zat yang bersifat korosif.
Selidik punya selidik, zat korosif tersebut berasal dari asam sianida yang ditemukan di sampel kopi yang diminum oleh korban.
Bahaya sekali kan?
Namun di sisi lain, bahan kimia sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Anda tentu tidak asing dengan Aspirin. Senyawa kimia yang dipatenkan oleh Bayer. Senyawa kimia ini telah memberikan nilai manfaat bagi umat manusia selama ratusan tahun.
Senyawa kimia ini punya fungsi yang luar biasa. Dia bisa menurunkan demam, meredakan rasa sakit, mengencerkan darah. Bahkan Aspirin juga bisa digunakan dalam dosis rendah untuk tempo lama guna mencegah serangan jantung.
Hebat kan?
Tapi proses penemuan Aspirin tidak mudah. Prosesnya adalah sejarah panjang ribuan tahun. Bermula dari jaman Mesir Kuno, dimana senyawa alami mirip Aspirin dari Willow digunakan untuk meredakan rasa sakit.
Penggunaan senyawa dari dedaunan ini kemudian berkembang menjadi tradisi hingga ribuan tahun. Sampai pada tahun 1897 peneliti Bayer berinisiatif mengekstrak senyawa kimia dari tumbuhan tersebut untuk menciptakan obat yang lebih ampuh.
Penelitian demi penelitian panjang dilakukan. Terutama untuk meningkatkan efisiensi senyawa tersebut. Akhirnya tahun 1899 lahirlah Aspirin yang didaftaran oleh Bayer sebagai merek dagang perusahaannya.
Kini, hampir semua orang pernah merasakan manfaatnya. Karena Aspirin terkandung hampir di semua obat pereda rasa sakit dan penurun demam.
Proses untuk sampai menemukan Aspirin adalah bagian dari sebuah komitmen. Jatuh bangun melakukan penelitian untuk menemukan senyawa Aspirin. Semua itu demi memastikan, bahwa produk yang disampaikan kepada konsumen adalah yang terbaik.
ATB juga menjunjung komitmen itu melalui ketelitian dan kerja kerasnya. ATB berkomitmen untuk menjaga kualitas air yang telah di produksi tidak memiliki kandungan kimia yang bisa membahayakan kesehatan pelanggan.
Kedengarannya seperti aneh. Mengapa air yang kita gunakan perlu dilakukan penelitian dan pengecekan di laboratorium. Bahkan banyak orang secara sadar menggunakan air dari sumur atau sumber air lain bekas galian tambang tanpa dilakukan pengolahan. Hal ini sangat berbahaya bagi kesehatan. Dampak kandungan kimia yang ada dalam air kadang tidak memberikan efek seketika, tetapi dalam jangka panjang dapat merusak organ tubuh. Bahkan bisa menimbulkan kelainan genetika.
ATB punya tanggungjawab moral untuk melakukan penelitian terhadap air yang dikonsumsi masyarakat. Untuk memastikan air yang sampai kepada pelanggan tidak tercemar, terutama oleh bahan kimia yang berbahaya.
Apa yang ATB lakukan untuk memastikan hal tersebut?
Kami melakukan pengujian yang mendalam. Setiap bulan lebih dari 374 sampel air diambil dari 5 titik berbeda untuk dilakukan penelitian. Mulai dari Instalasi Pengolahan Air (IPA), jaringan distribusi, air baku, sampel acak setiap 5000 pelanggan, dan tangki penyimpanan air. Setelah itu, ATB melakukan lebih dari 5.500 pengujian terhadap sampel-sampel tersebut setiap bulannya. Banyak sekali kan?
Lalu apa saja yang diuji?
Parameter yang diuji biasanya yang berhubungan langsung pada kesehatan. Diantaranya parameter Fisika, Kimia dan Mikrobiologi.
Parameter Mikrobiologi kami menguji adanya Bakteri Koliform, Fecal Koliform dan E. Coli. Pada pengujian Fisika, kami melakukan pengujian total zat padat terlarut (TDS), kekeruhan, suhu, warna, bau dan rasa.
Staf pengujian air PT Adhya Tirta Batam tengah melakukan tes kualias air di Laboratorium Instalasi pengolahan air (IPA) Mukakuning, Batam, beberapa waktu lalu. FOTO: ATB
Sementara pada pengujian parameter Kimiawi, ATB melakukan pengujian untuk 20 parameter. Diantaranya pengujian kandungan Aluminium, Besi, kesadahan, Khlorida, Mangan, pH, Seng, Sulfat, Tembaga, Amonia dan lain-lain.
Kami melakukan pengujian sangat detail dan mendalam. Standart yang digunakan juga tidak main-main. Kami gunakan standart internasional. American Public Health Association (APHA). Metode ini sudah disesuaikan dengan kondisi di Indonesia melalui Komite Akreditasi Nasional (KAN).
Apakah hasil penelitian ini valid dan bisa dipertanggungjawabkan?
Anda tidak perlu ragu-ragu. Laboratorium ATB adalah yang paling lengkap di Batam. Tidak hanya itu, Laboratorium ini juga sudah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) dengan nomor LP-1022-IDN. KAN adalah regulator badan akreditasi nasional Indonesia dan penerbit sertifikat tertinggi. Akreditasi ini membuktikan bahwa ada pengakuan dan jaminan dari KAN bahwa Laboratorium Pengujian ATB telah berstandard internasional.
Kami juga punya analis laboratorium pengujian ATB yang memiliki kompetensi sesuai bidang yang di perlukan.
Jadi, apa yang dilakukan ATB sudah lebih dari standar yang disyaratkan pemerintah melalui Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes RI) Nomor 492 tahun 2010. Sehingga, dapat dipastikan kualitas air ATB terjaga.
Kami melakukannya secara konsisten, rutin dan tanpa harus diminta. Bukan sekali dua kali. Atau kadang-kadang. Tidak. Inilah bagian dari komitmen ATB untuk memastikan kualitas air yang sampai kepada pelanggan tidak tercemar bahan kimia berbahaya.
Lalu kenapa masih ada air keruh yang sampai kepada pelanggan?
Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor eksternal. Bukan dari dalam ATB. Diantaranya adalah gangguan kebocoran akibat pihak ketiga. Bisa karena eksavator, pencurian air, atau kerusakan-kerusakan yang disebabkan oleh penduduk. Itu berpotensi merusak jaringan.
Anda harus tahu, kebocoran pipa akibat pihak ketiga mencapai 200 titik setiap bulannya. Hal inilah yang berpotensi menimbulkan pencemaran. Karena kebocoran itu bisa membuat material dari luar pipa masuk ke dalam air yang tengah didistribusikan.
Yang kedua, kualitas pipa pada jaringan pelanggan sudah tak memenuhi syarat. Jaringan pipa ini biasanya dibangun oleh pengembang. Sehingga memang harus dilakukan proses Flushing, atau penggantian pipa.
Kapan itu bisa membaik?
Hanya jika kerusakan yang disebabkan oleh pihak ketiga, dan kualitas jaringan di pipa pelanggan diganti dengan yang baru.
Disamping itu, saya pastikan air yang disalurkan ATB tidak mengandung bahan kimia berbahaya. Satu hal yang perlu disadari kita perlu menjaga agar Dam kita tidak tercemar logam berat, seperti merkuri, cadmium, timbal, atau bahan lainnya.
ATB sudah melakukan yang terbaik. Bahkan lebih baik dari standar yang disyaratkan oleh negara. Tapi, masih banyak pihak lain yang tak peduli. Masih ada saja pabrik-pabrik membuang limbah secara langsung ke lokasi cadangan air baku tanpa pengolahan terlebih dahulu. Padahal limbah-limbah ini berpotensi mengandung bahan kimia berbahaya.
Apakah mereka sadar bahwa itu akan menimbulkan masalah besar bagi manusia? Mari kita pikirkan.
batampos.co.id – Politisi senior Partai Demokrat Kota Batam, Helmy Hemilton mengajak seluruh keluarga besar Maluku yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Maluku (Ikmal) Kota Batam, ikut serta membangun Batam dan Kepri secara umum.
“Kita sama-sama merantau dan tinggal menetap di Batam, karena itu saya mengajak kita semua sama ikut membangun kota Batam,” imbau Helmy yang merupakan Anggota Dewan Pembina Ikmal Kota Batam, Minggu (8/12/2019).
Mantan Wakil Ketua DPRD Batam itu juga mengajak masyarakat Ikmal Batam bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban Batam sebagai kota industri dan kota pariwisata.
“Selamat dan sukses untuk bung Mody Timisela sebagai Ketua, mudah-mudahan kita juga bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban Kota Batam,” serunya saat menghadiri pelantikan kepengurusan Ikmal Kota Batam di Pujasera hotel Pasific Kota Batam,
Helmy Hemilton (pakai batik paling kanan) saat berjalan menuju acara pelantikan pengurus Ikmal Kota Batam bersama Ketua DPD PDI Perjuangan, Soerya Respationo. Foto; Iman Wachyudi/batampos.co.id
Kata dia, ada satu semangat yang harus terpelihara dan terus digelorakan, yakni semangat “Pela Gandong Ale Rasa Beta Rasa”
“Mari bahu membahu menjaga kerukunan antar suku, agama dan golongan,” imbaunya lagi.
Senada dengan Helmy, Ketua Ikmal Kota Batam, Mody Timisela, mengajak semua pihak ikut berpartisipasi membesarkan organisasi.
Selain itu kata dia, yang tidak kalah penting adalah ikut serta membangun Kota Batam.
Menurutnya, organisasi akan jalan kalau semua ikut terlibat.
Bukan hanya diserahkan pada ketua, Sekretaris dan Bendahara semata.(iwa)
batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam terkesan lamban dalam menangani masalah stok air baku. Bahkan beberapa tahun ke depan, Batam diambang krisis air.
Kepala Kantor Air dan Limbah BP Batam, Binsar Tambunan, mengatakan kebutuhan air di Batam selalu meningkat 20 persen setiap tahun. Padahal hingga saat ini, Dam Tembesi yang diharapkan bisa menjadi cadangan air baku belum juga selesai dilelang.
”Dam Tembesi sebenarnya sudah harus dimulai karena membangunnya butuh waktu satu tahun,” katanya.
Binsar menyampaikan bahwa kebutuhan air di Batam akan mencapai break event point (BEP) pada 2020. Dimana saat ini kebutuhan air di Batam sudah mencapai sekitar 3.300 liter per detik. Sedangkan kemampuan seluruh waduk di Batam hanya mampu mengalirkan sekitar 3.500 liter per detik. Bahkan diperkirakan tahun depan kebutuhan air sudah sama dengan kemampuan produksi air.
”Kebutuhan air tiap tahun tahun meningkat 150 liter hingga 250 liter per detik. Tembesi ini sumber yang kita harapkan bisa menopang tiga atau empat tahun ke depan. Itupun kalau irit-irit,” ungkapnya.
Tapi Binsar belum bisa menjelaskan kendala proses tender Dam Tembesi. Beberapa kali pihak BP Batam tidak pernah memberikan jawaban pasti mengenai kelanjutannya.
”Segera akan mulai kita lanjutkan,” imbuhnya singkat.
ilustrasi
Terkait Dam Sei Harapan, Binsar mengaku pihaknya sedang menunggu lelang dari pihak Kementerian PUPR. Padahal rencana ini sudah ada sejak beberapa tahun lalu.
”Kami tinggal menunggu. Secara administrasi, kami sudah penuhi syarat. Jadi, tinggal tunggu pelaksanaannya dari PUPR,” ucapnya.
Adapun persyaratan admi-nistrasi yang sudah dipenuhi antara lain detail engineering design (DED), lokasi untuk relokasi sedimen galian dan lain-lain.
”Dam Sei Harapan berkapasitas 3,6 juta meter kubik, tapi terisi 1 juta meter kubik sedimen. Maka kalau dikeruk, kita akan dapat tambahan air baku 1 juta meter kubik,” harapnya.
Sebelumnya, anggota DPD RI dari Kepri, Haripinto me-ngatakan, kebutuhan air adalah kebutuhan mendasar yang harus dipikirkan serius oleh pemerintah. Apalagi di Batam tidak ada mata air atau aliran air.
“Kita ini mengandalkan waduk. Artinya bergantung pada air hujan. Jadi harus ada rencana jangka panjang terkait air ini,” katanya.
Ia juga meminta agar waduk yang ada sekarang seperti Duriangkang, Tembesi dan Mukakuning untuk tetap dijaga dan dirawat. Termasuk menjaga agar pohon tidak bebas ditebangi.
“Aktifitas manusia di sekitar dam juga harus dilarang. Dan perlu diingat bahwa air juga menjadi pertimbangan penting investor masuk ke Batam,” katanya. (leo)
batampos.co.id – Aparatur Sipil Negara (ASN) bisa jadi profesi paling diincar saat ini. Bukan hanya iming-iming tunjangan pensiunnya. Tapi, juga fleksibilitas waktu dan lokasi kerja.
Mulai tahun depan, ASN diperkenankan bekerja di luar kantor. Bukan itu saja, mereka bisa bekerja empat hari dalam seminggu.
Komisioner Komisi Aparatur Sipil Negera (KASN) Rudiarto Sumarwono menjelaskan, konsep besar dari kebijakan ini ialah flexible working arrangement.
Dimana di dalamnya mencakup soal lokasi dan waktu kerja.
”Ini diatur dalam PP (Peraturan Pemerintah) 30 tahun 2019 tentang Penilaian Kinerja PNS,” ujarnya ditemui usai diskusi ASN Super, di Jakarta, Sabtu (7/12/2019).
Untuk pengaturan waktu, kata dia, tak serta merta ditetapkan empat hari. Namun, ada ketentuan minimal jam kerja yang harus dipenuhi ASN. Yakni, 40 jam dalam satu ming-gu. Nah, ketika ketentuan minimal itu bisa dicapai sebelum lima hari kerja tentu itu jadi bonus baginya. Dirinya boleh mengambil libur.
”Empat hari kerja itu hanya analog. Itu juga kalau flexible arrangement sudah tertata dengan baik. Sasaran kinerja pegawai terpenuhi,” jelasnya.
ilustrasi
Nah, untuk melihat efektivitasnya bakal dilakukan piloting project di 17 instansi pemerintah mulai Januari-Desember 2020. Ketujuhbelas instansi tersebut meliputi 7 instansi pusat dan 10 instansi daerah. Seluruhnya dirasa memenuhi tiga kriteria yang ditetapkan, seperti mewakili uniqueness masing-masing daerah di Indonesia, ada keinginan perubahan dari pemimpinnya, serta pemimpin instansi berkomitmen untuk menerapkan perubahan yang ada.
Kendati demikian, fleksibi-litas waktu dan lokasi kerja ini tidak bisa diterapkan pada semua lini pekerjaan. Artinya, tidak semua ASN bisa menikmatinya.
”Ini tidak berlaku untuk yang pelayanan publik ya. Karena gak mungkin kan orang bikin KTP di rumah. Ambil aja ke rumah ya,” tegasnya.
Dia meyakini, implementasi PP 30/2019 akan berdampak positif bagi output yang ditargetkan. Apalagi, ke depan, evaluasi pejabat ASN terutama eselon I dan II tidak hanya dilakukan oleh atasan. Tapi, juga dari rekan dan anak buah. Sehingga, bisa lebih fair.
”Karena yang digunakan sistem 360 degree,” katanya.
Ketika sasaran kerja tidak tercapai, lanjut dia, maka yang bersangkutan diberi waktu enam bulan untuk memperbaiki. Namun, jika tak juga membaik setelahnya maka ASN bisa digeser, turun jabatan, hingga diberhentikan.
”Menpan sedang menyusun aturan turunannya untuk PP 30/2019 ini untuk pelaksanaan detailnya,” ungkapnya.
Ditemui dalam kesempatan yang sama, Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko mengaku sudah menerapkan fleksibilitas waktu ini di lembaga yang dipimpin olehnya. ASN LIPI dibebaskan mengatur waktu kerjanya, dengan syarat pukul 10.00–14.00 WIB ada di kantor dan memenuhi ketentuan 37,5 jam kerja. Hasilnya, produktivitas terbukti naik.
”Saya menyebutnya core time, bentuk dari flexible time, tanpa melanggar aturan yang ada yakni 37,5 jam kerja seminggu,” ujarnya.
Terobosan ini sengaja diambil olehnya karena dinilai butuh. Menurutnya, dengan kondisi kota metropolitan yang sangat padat dan rawan kemacetan maka upaya hadir ke kantor tentu tak mudah. Apalagi, kalau harus hadir dari pukul 09.00 WIB dan pulang 17.00 WIB.
”Kita harus realis-tis juga ya. Yang penting aturan jam kerja tetap dijalankan,” papar Alumni Hiroshima University, Jepang tersebut.
Tapi, harus digarisbawahi. Kebijakan ini tidak bimsalabim. Sebelumnya, ia harus menetapkan indikator kinerja karyawan terlebih dahulu. Semua kinerja diukur dengan transparan. Dengan begitu, pengawasan terhadap kinerja para ASN pun dapat dimaksimalkan juga. (mia)
batampos.co.id – Sebanyak tiga pria, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ditemukan tewas dalam kondisi tubuh terluka di Tampin, Negara Bagian Negeri Sembilan, Malaysia, Kamis (5/12) malam lalu. Menurut kepolisian setempat, ketiga pria tersebut tewas karena terlibat perkelahian. Tiga WNI lainnya turut ditahan untuk keperluan investigasi.
Dalam insiden tersebut, ditemukan barang bukti berupa sabit panjang dan juga pisau yang digunakan untuk meng-habisi para korban saat perkelahian berlangsung.
“Setelah mendapat informasi, kami bergerak menuju rumah kongsi (kos-kosan, red) yang didiami warga Indonesia. Kami menemui tiga laki-laki sudah dalam keadaan terbaring dan berlumuran darah di sekujur tubuh,” ujar Wakil Kepala Polisi Negeri Sembilan, Senior Asisten Komisioner Che Zakaria Othman seperti dilansir dari media lokal Malaysia, Harian Metro, Jumat (6/12/2019) lalu.
Saat ditemukan, Zakaria mengungkapan ketiga korban sudah dalam keadaan tak bernyawa. Korban adalah pekerja ladang.
”Mereka bertiga sedang bertandang ke rumah tersebut. Tiga pelaku yang ditahan adalah penghuni rumah kongsi di lokasi kejadian,” jelasnya.
Saat ini, kasus ini sedang dalam proses penyelidikan dan investigasi kepolisian Malaysia. Sementara tiga korban kini ada di Hospital Tuanku Jaafar (HTJ), Seremban.
”Pelaku sudah direman (ditahan, red). Kami juga tengah memburu dua orang lagi yang terlibat atas nama Ari dan Ojak atau Razak,” ungkapnya.
Kasus ini menjadi perhatian Konsulat RI di Malaysia. Koordinator Fungsi Pensosbud KJRI Johor Bahru, Anang Fauzi Firdaus ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa mereka kini tengah berkoordinasi dengan Kepolisian Seremban, Negeri Sembilan untuk mengetahui kasus ini, dan bagaimana urusan selan-jutnya untuk mengirim pulang mayat korban kepada keluarga di Indonesia. (*)
Citra Kebun Wisata. Di lokasi tersebut pengelola juga menyediakan spot-spot foto menarik. Foto; Dalil Harahap/batampos.co.id
batampos.co.id – Destinasi wisata baru berupa objek wisata perkebunan milik PT CSS group resmi dibuka untuk umum, Sabtu (7/12/2019). Citra Kebun Wisata, nama objek wisata baru yang berlokasi di Kelurahan Seilekop, Sagulung, dibuka dengan sengkaian seremonial soft opening.
Citra Kebun Wisata merupakan objek wisata baru yang mengusung konsep wisata perkebunan. Berdiri di atas lahan seluas 18 hektare, kawasan perkebunan ini menonjolkan tanaman durian sebagai objek wisata utama. Ada sekitar 200 pohon durian berusia puluhan tahun, dan saat ini tengah berbuah.
Dalam perkebunan ini juga ada beragam tanaman umur panjang dan pendek lain yang akan membuat pengunjung nyaman karena suasananya adem dan asri. Tidak itu saja, di dalamnya juga ada beragam hewan peliharaan yang menyerupai kebun binatang mini, serta taman dan panggung untuk spot foto bagi pengunjung.
Pemilik CSS Group, Ali Ulai (dua dari kiri); Marganas Nainggolan; Kadisnaker Kota Batam Rudi Sakyakirti, bersama tamu undangan memotong pita saat pembukaan Citra Kebun Wisata, Seilekop, Sagulung, Sabtu (7/12/2019). F. Dalil Harahap/Batam Pos
Meskipun berkonsep perkebunan, kawasan ini juga menyuguhkan permainan modern, seperti arena mobil jeep mini, arena panahan, dan hiburan modern lainnya. ”Di dalam sini juga ada rumah makan dan kios-kios jajanan bagi pengunjung,” ujar Nina, manajer Citra Kebun Wisata.
Citra Kebun Wisata Sagulung ini terbuka untuk umum. Untuk menikmati kawasan wisata yang nyaman dan adem ini, pengunjung cukup membayar karcis masuk Rp 15 ribu untuk dewasa dan Rp 10 ribu untuk anak-anak.
Pemilik PT CSS Group, Ali Ulai, kepada wartawan mengatakan, Citra Kebun Wisata ini sengaja dihadirkan CCS group untuk memanjakan warga Batam agar dapat menikmati destinasi wisata gaya perkebunan.
Sebagai destinasi wisata yang beda dengan lainnya, Ali optimis Citra Kebun Wisata mampu mendongkrak sektor pariwisata di Batam. Sebab, ke depannya, perkebunan ini akan dilengkapi villa, resor, dan lainnya.
”Kami inves puluhan miliar untuk meningkatkan perekonomian Batam. Wisatawan akan banyak datang karena ini akan dilengkapi secara bertahap sebagai kawasan wisata yang lengkap,” ujar Ali.
Soft opening ini dihadiri Kadisnaker Kota Batam, Rudy Syakiakirti dan Wakil Komisaris Utama Batam Pos, Marganas Nainggolan. (*)
batampos.co.id – Wakil Duta Besar Inggris, Rob Fenn, mengajak pengusaha asal Inggris berinvestasi di Batam. Ajakan tersebut diutarakan saat event internasional Airport Solution Indonesia 2019. Airport Solution Indonesia 2019 merupakan event internasional yang berlangsung dari 4-7 Desember 2019 di Jakarta Conventon Center, Jakarta.
Rob Fenn mengatakan, sebagai negara yang memiliki bandara berkelas internasional, sudah sewajarnya Inggris memiliki mitra.
“Kami merasa optimis bahwa ke depan akan terbuka beberapa peluang kerja sama investasi di Batam,” katanya, Sabtu (7/12/2019).
Inggris diketahui merupakan negara ketiga terbesar di dunia dalam bidang jaringan pe-nerbangan. Selain itu juga merupakan kedua terbesar di dunia dalam sektor manufaktur penerbangan, sehingga kesempatan tersebut tentunya akan dimanfaatkan BP Batam.
Terpisah, Kepala Bagian Hubungan Antarlembaga Inda Eka Permana mengatakan, BP Batam sedang mengembangkan Bandara Internasional Hang Nadim.
“Berikut bisnis penerbangannya, mulai MRO hingga kargo. Sehingga ke depannya diharapkan lebih banyak lagi para pengusaha di bidang penerbangan yang ikut berinvestasi di Batam, tidak terkecuali pengusaha asal Inggris,” ungkapnya.
Inda juga menyampaikan dalam rangka roadshow ke kedutaan negara sahabat di Jakarta, BP Batam berencana untuk berkunjung ke Kedutaan Besar Inggris pada awal tahun depan setelah cuti Natal dan Tahun Baru. Hal ini diharapkan tentunya akan menjadi pembuka jalan bagi investasi di masa yang akan datang. (leo)