Minggu, 3 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10748

TNI AU Kerahkan 4 Jet Tempur

0

batampos.co.id – Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) menggelar operasi Lintas Udhaya untuk pengamanan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) 1 di perairan Kepri dan sekitarnya, mulai Rabu (11/12/2019) hingga Sabtu (14/12/2019). Dalam operasi ini, TNI AU mengerahkan empat pesawat tempur jenis Hawk 100/200. Selain itu, operasi ini didukung satu unit pesawat Hercules dan Heli Puma.

Komandan Lanud Hang Nadim Batam, Letkol Pnb Urip Widodo, membenarkan adanya operasi ini.

“Seluruh pesawat ini berasal dari Skuadron 12 dari Pekanbaru,” katanya, Rabu (11/12/2019).

Ia mengatakan, alur laut kepulauan Indonesia yang panjang, sehingga rentan disusupi kegiatan ilegal. Oleh sebab itu, dengan operasi ini, pengamatan terhadap alur laut kepulauan Indonesia lebih mumpuni.

Komandan Lanud Hang Nadim Batam, Letkol Pnb Urip Widodo didampingi sejumlah pilot melihat pesawat Hawk 100/200 yang parkir di Bandara Hang Nadim, Batam, Rabu (11/12). Pesawat dari skuadron 12 Pekanbaru ini sedang menjalankan operasi Lintas Udhaya untuk pengamanan ALKI 1 di perairan Kepri dan sekitarnya, Rabu (11/12/2019).

Hal ini dibenarkan Wasdal Koopsau I, Letkol Pnb Marvien Aryaka. Ia mengatakan, kegiatan ini merupkan operasi rutin setiap tahun TNI AU. Namun, dalam operasi ini, TNI AU tidak sendirian. Karena menggandeng TNI AL untuk memaksimalkan pengawasan.

“Namun, mereka (TNI AL) bergerak sendiri, sebagai pemantau di TNI AU,” ungkapnya.

Marvien mengatakan, sasaran utama dalam pengamanan ALKI 1 ini, yakni mencegah terjadi bajak laut atau perompakan dan berbagai kegiatan kapal ilegal lainnya di wilayah Indonesia. Setiap kegiatan ilegal ditemukan, TNI AU akan berusaha mengusir atau melakukan tindak lanjut. “Intinya operasi ini, meminimalisir terjadinya tindak ilegal di wilayah perairan Indonesia,” jelasnya.

Saat melakukan pengawasan di ALKI 1, pesawat Hawk tersebut akan terbang rendah agar bisa dapat mengamati dengan jelas.

“Sisi udara kami awasi. Apabila ada kejanggalan, kami informasikan titik koordinat sekian, nantinya kapal (milik TNI AL, red) bergerak ke arah itu,” ucapnya. (ska)

Kelaparan,Pemuda Ini Curi Kotak Amal

0

batampos.co.id – Terdakwa dalam perkara pencurian kotak amal, AY disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Batam dengan agenda pemeriksaan terhadap saksi.

Dari keterangan saksi warga Perumahan Central Raya Batuaji, A Ynekat mencuri kotak amal karena kelaparan.

“Waktu di sana belum ada pengakuan dia yang mulia. Sampai di kantor polisi baru ngaku, katanya lapar,” ujar salah seorang saksi yang dimintai keterangan, Mulyadi.

Dijelaskan Mulyadi, kondisi kotak amal yang berada di Masjid Al-Khairat di Perumahan Barelang Central Raya itu sudah dalam keadaan rusak pada bagian engsel.

Sementara gembok kotal amal masih utuh dan belum terbuka.

ilustrasi

“Kotak sudah dibuka engselnya tapi uangnya belum hilang. Belum sempat diambil uangnya, langsung diamankan,” tuturnya.

Saat melakukan aksinya itu, terdakwa AY datang ke masjid sekitar pukul 00.45 WIB.

Setelah sampai, ia kemudian mengubah arah kamera CCTv keatas dengan menggunakan kayu yang ia ambil dari sekitaran masjid.

Setelah semua CCTv berubah arah, Yuda kemudian mematikan aliran listrik.

Setelah memastikan semua aman, AY langsung melakukan aksinya.

Namun belum sempat mengambil uang, aksinya dipergoki oleh saksi Mulyadi dan Bansotek yang curiga dengan terdakwa.

“Waktu itu sempat ditanyaian, katanya mau numpang tidur. Terus dia kabur dan masuk ke dalam toilet kemudian kami amankan dan dibawa ke Polsek Batuaji,” imbuh saksi.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Frihesti Putri Gina dalam dakwaannya bahwa perbuatan terdakwa tersebut melanggar pasal 363 ayat (1) ke-3 dan ke-5 KUH Pidana junto pasal 53 ayat (1) KUH Pidana.(gie)

57 Warga Binaan Dapat Remisi Natal

0

batampos.co.id – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II A Barelang, Batam mengusulkan 57 warga binaan nasrani yang berstatus sebagai narapidana mendapat remisi khusus hari raya natal.

Kasi Pelayanan Tahanan Rutan Batam Trian, mengatakan, usulan tersebut sudah diserahkan ke kementerian hukum dan HAM RI.

“Usulan remisi khusus hari raya keagamaan ini akan diputuskan seminggu sebelum hari raya natal,” katanya, Rabu (11/12/2019).

Menurutnya, jika semua diterima dan direstui Kemenkumham RI, maka tiga orang diantaranya langsung bebas.

“Yang RK (remisi khusus) II ada tiga orang. Langsung bebas jika diterima,” jelasnya.

“Sisanya dapat RK I atau hanya mendapat masa pidana dan mereka tetap berada di dalam rutan sebab masa pidananya belum habis,” ujar Trian lagi.

Warga Binaan Rutan Batam saat mengikuti acara Pesta Rakyat menyemarakkan HUT ke-74 RI di Tembesi, Sagulung, Senin (20/8/2019) lalu. Rutan Batam mengusulkan 57 warga binaan mendapatkan remisi hari raya 2019. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Remisi natal lanjutnya, akan diserahkan saat hari raya Natal tanggal 25 Desember mendatang.

Kata dia, mereka yang diusulkan dapat remisi adalah warga binaan yang telah memenuhi persyaratan remisi.

Seperti, berkelakuan baik selama di dipidana, telah menjalani enam bulan pidana serta memenuhi persyaratan administratif lainnya.

“Remisi hari raya keagamaan tentu khusus untuk mereka yang merayakan. Semua bisa dapat asalkan bertepatan dengan hari raya keagamaan dan memenuhi persyaratan yang ada,” sebut Trian.

Warga binaan Rutan Batam pertanggal 11 Desember kemarin sebanyak 937 orang dan 17 orang diantaranya warga negara asing (WNA).

Selain remisi, menyambut perayaan Natal, umat nasrani dalam lingkungan Rutan juga telah melaksanakan Natal bersama, Rabu (11/12/2019).

Natal bersama ini berlangsung hikmah dan penuh keakraban diantara sesama mereka yang merayakan. Pelaksanaan Natal bersama di dalam lingkungan Rutan.(eja)

Suparman, Wartawan Batam Pos Berpulang

0

Jurnalis andalan Batam Pos, Suparman, berpulang. Ia meninggalkan segudang prestasi dan kenangan yang indah selama berkarir di koran terbesar di Kepulauan Riau ini. Semasa hidup, dia sosok penyemangat yang kerap dipanggil sang juara.

Kabar duka itu datang pukul 08.30, Rabu (11/12), di saat langit Batam masih meneteskan hujan. Suparman, yang akrab disapa Arman, pergi untuk selamanya. Meninggalkan keluarga besar Batam Pos dan keluarga kecilnya. Ia meninggal dalam usia 37 tahun karena sakit.

Awalnya, awak redaksi Batam Pos maupun seluruh karyawan Batam Pos tak percaya kabar itu. Sebab, Arman baru dua pekan mengambil cuti untuk istirahat dan berobat kelenjar getah bening yang ia derita. Apalagi, komunikasi lewat WhatsApp masih lancar beberapa hari terakhir.

“Kita menyayangi beliau, tapi Allah lebih menyayangi-nya,” kata Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, yang juga hadir di rumah duka.

Semasa hidupnya, Arman, dikenal pribadi yang baik, sopan, dan santun. Semua mengakui itu. Tak hanya rekan kerjanya di Batam Pos, tapi juga di semua kalangan jurnalis di Batam, dan pihak lainnya yang mengenal Arman. Termasuk di kalangan yang sering menjadi narasumber Arman untuk berbagai berita.

Tak hanya itu, Arman juga dikenal sebagai sosok yang periang dan selalu memberi semangat rekan sejawatnya. Terutama dalam hal melahirkan karya-karya jurnalistik yang bermutu dan layak diikutkan dalam berbagai kompetisi di tingkat regional maupun nasional.

Hal ini diakui juniornya di Batam Pos.

Bagi Arman, kebiasaan baik sudah pasti akan diikuti dengan hasil yang baik pula.

“Masa awal ku bergabung di Batam Pos, Bang Arman sering memberi semangat. Dia sering memberi masukan arah sebuah berita, termasuk memberi tahu siapa para pihak yang layak dikonfirmasi. Dia kaya ide tulisan,” ujar Aziz Maulana, wartawan muda Batam Pos.

Pewarta Kantor Berita Antara wilayah Batam, Yuniati Jannatun Naim, juga punya pandangan sama. Ia termasuk cukup dekat dengan Arman. Bahkan sudah saling mengenal sejak 10 tahun lalu. Naim mengenal Arman sebagai sosok pekerja keras yang berintegritas, santun, dan sangat menghormati narasumber.

“Sebagai pekerja, dia sangat loyal kepada institusinya. Dia selalu ingin Batam Pos juara, dia ingin Batam Pos lebih dikenal, dia ingin Batam Pos meraih yang terbaik,” kata Naim.

Wartawan Tanjungpinang Pos, Martua P Butar Butar juga mengakui hal itu. Ia mengenal Arman sebagai sosok yang jarang mengeluh.

“Dia orang yang kuat, tidak mengeluh dan punya semangat besar dalam kesehariannya. Masih mampu menunjukkan semangat, itu lewat prestasi yang diraih, walau dalam kondisi sakit,” katanya.

Anwar Sadat, salah satu rekan dia di AJI Kota Batam juga mengenal Arman sebagai sosok atau pribadi yang baik, bahkan sangat baik. “Orangnya santun, ramah, dan sangat bersahabat,” ujarnya.

Selama mengabdi memang sudah tidak terhitung banyak karya yang telah ia hasilkan dan mengantarkannya sebagai sang juara. Setiap tahun ia meraih juara lomba karya jurnalistik di berbagai ajang, khususnya tingkat regional dan nasional. Bukan hanya satu, tapi beberapa prestasi yang ia torehkan.

Karyanya antara lain berjudul; Suka Duka Pertamina Mendistribusikan BBM hingga Pulau Terdepan NKRI: Menembus Angin Utara, Mengalahkan Ombak Laut Cina. Tulisan ini mengantarkannya meraih juara 1 dalam kategori Features Media Cetak.

Kemudian Juara III lomba menulis artikel gelaran PLN Batam. Karyanya itu berjudul: Mengubur Gulita di Pulau Penawar Rindu. Lalu Juara 2 dalam ajang Anugerah Jurnalistik Kominfo (AJK) 2019 yang yang ditaja Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Saat sakit, ia sempat menerima penghargaan atas karya jurnalistiknya di lomba karya jurnalistik yang digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2019. Bahkan, satu karyanya menjadi nominator dalam Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) 2019. Ia sudah mendapatkan undangan dari Pertamina pusat untuk hadir di malam anugerah di Jakarta.

Namun, sang juara kini telah berpulang, sehingga tidak bisa hadir. Namun sebelum wafat, ia menunjuk rekan kerjanya, Yulianti, untuk mewakilinya menerima peng-hargaan tersebut.
Ratna Irtatik, redaktur yang menangani halaman Metropolis Batam Pos juga membenarkan, Arman adalah sosok yang dikenal luas di kalangan jurnalis di Kota Batam dan luar Batam.

“Dia ramah, humoris, dan sangat baik hati. Dia kerap membantu rekan-rekannya yang membutuhkan. Ia adalah rekan kerja, sahabat, sekaligus motivator yang kerap mendorong kawan-kawannya untuk berprestasi di dunia jurnalistik. Dia selalu bilang, ‘Ayo ikut lomba, ikut lagi, menang lagi’,” kenang Ratna.

Saat juara, awak redaksi Batam Pos makan besar. Arman kerap memesan makanan dalam porsi besar untuk dinikmati bersama-sama.

“Terima kasih Arman, doa kami menyertaimu. Semoga Allah menempatkanmu di Jannah, Aamiin,” ujar Ratna dalam doanya.

Muhammad Nur, rekan kerja Arman membenarkan kalau Arman sosok yang hangat pada semua orang. Semangatnya untuk terus berkarya tak pernah habis. Di saat sakitpun, masih meluangkan waktu untuk menulis selepas kerja utamanya di halaman satu selesai.

“Setiap malam kami bersama. Arman tak hanya jago menulis sehingga banyak melahirkan prestasi, tapi juga punya kemampuan editing yang bagus. Dia mampu memoles berita menjadi lebih baik sehingga layak terbit di halaman 1,” ujar Nur.

Rekan kerja Arman lainnya, Chahaya Simanjutak. Bagi Chahaya, Arman sahabat pertama di Batam. Ia satu angkatan di Batam Pos. Sama-sama mulai bekerja di 2008.

“Enam orang ikut diwawancara, hanya saya dan almarhum masih tersisa,” ujar Chahaya.

Ia menururkan, sebagai perantau dari Medan, Chahaya tak memiliki teman di Batam. Arman dari Pacitan menjadi sahabat sekaligus dia anggap sebagai keluarga pertamanya di Batam.

“Arman itu sahabat terbaik. Dia pribadi yang superbaik dan paling anti untuk dikasihani,” katanya.

Pemimpin Redaksi Batam Pos Muhammad Iqbal menilai Arman adalah seorang pekerja keras, setia kawan, cepat belajar tentang teknik menulis, cerdas memahami konteks berita, dan punya skill editing yang baik.

“Redaksi Batam Pos kehilangan salah satu jurnalis terbaiknya,” ujar Iqbal.

Dua pekan menjelang almarhum cuti untuk memulihkan kesehatannya, Iqbal dan Arman masih mengerjakan proyek liputan mendalam tentang perompakan di Selat Malaka, yang terbit di Batam Pos edisi Sabtu (30/11).

Tolak Jabatan secara Halus

Di mata Direktur Utama Batam Pos, Candra Ibrahim, Arman sosok pribadi sopan dan berprestasi. Intelektualnya cukup tinggi. Terbukti banyak karya tulis dan tulisannya yang membuat harum nama Batam Pos di kancah nasional.

Arman, kata Candra, adalah sosok yang tenang dan cerdas. Sebab itulah ia mempercayakan pria kelahiran 10 Maret 1982 itu sebagai redaktur halaman satu Batam Pos. Bahkan, Candra sudah berencana membidik almarhum untuk memimpin Batam Pos.

“Waktu Pak Dahlan Iskan minta kami mengirim redaktur potensial berusia muda untuk ikut sekolah calon pemred. Saya mengirim nama beliau dan belajar langsung di bawah bimbingan Pak Dahlan,” ucapnya.

Setelah itu, ada perubahan manajemen di grup dan rencana menjadikan beliau sebagai pimpinan redaksi, terhenti.

“Beberapa bulan lalu saya tawarkan posisi wapemred untuk beliau. Namun di depan pemrednya, M Iqbal, beliau menolak secara halus,” kenangnya.

Saat itu, Arman beralasan mau pulang kampung menjaga orangtuanya yang sudah se­puh.

“Tadi pagi (kemarin, red) beliau meninggalkan ki­ta semua setelah berobat hingga ke Malaysia. Allah le­bih sayang kepada Arman,” tutup Candra. (*)

 

Tiket Mudik Natal dan Tahun Baru Full

0

batampos.co.id – Tiket Mudik Natal mulai terisi penuh. Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim Batam, Suwarso, mengatakan, untuk maskapai Lion Air tiket sudah terisi sebanyak 90 persen, Citilink 80 persen dan Garuda sebanyak 70 persen.

“Paling banyak Lion. Namun belum ada extra flight,” katanya, Rabu (11/12/2019).

Ia mengatakan jumlah ketersediaan tiket setiap harinya akan berkurang. Karena pemesanan terus dilakukan masyarakat setiap hari.

Beberapa rute yang paling banyak dipesan masyarakat seperti Jakarta, Medan, Pekanbaru dan beberapa rute dengan satu penerbangan setiap harinya.

“Surabaya, Semarang, beberapa penerbangan satu kali itu sudah penuh,” ungkapnya.

Suwarso mengaku baru akan mengumpulkan perwakilan maskapai, Kamis (12/12/2019).

“Mereka kami panggil untuk membicarakan kesiapan menghadapi mudik natal. Serta meminta masukan,” jelasnya.

“Apa yang perlu ditambahkan dalam mudik natal tahun ini,” ucapnya lagi.

Secara kesiapan fasilitas dan pelayanan. Suwarso mengaku jajarannya telah siap menghadapi mudik natal kali ini.

Calon penumpang antre di konter check in di Bandara Hang Nadim, Batam, beberapa waktu lalu. Tiket mudik Natal dan Tahun baru melalui Bandara Internasional Hang NadiM Batam penuh. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Petugas siap, beberapa alat X Ray sudah dikalibrasi. Semuanya sudah siap hadapi mudik natal,” ungkapnya.

Sementara itu, PT ASDP cabang Batam mengaku masih belum mendapatkan izin untuk melayari rute Batam tujuan Sei Selari, Bengkalis, Riau.

Hingga kini, ASDP cabang Batam hanya melayani satu rute keluar Kepri saja yakni Batam menuju ke Kualatungkal, Jambi.

“Ada dua pelayaran, Jumat dan Rabu,” kata Manager Usaha ASDP cabang Batam, Firdaus.

Ia mengatakan tidak dapat berbuat banyak atas izin tersebut. Karena izin tersebut semuanya diterbitkan oleh Kemenhub langsung. “Kami hanya bisa menunggu,” ungkapnya.

Akibat cuma satunya pintu keluar menggunakan kapal roro. Kini pemesanan tiket jelang mudik natal rute Batam ke Kualatungkal, makin ramai.

“Sudah meningkat, kami sedang mengusahakan meminta penambahan pelayaran. Bulan lalu sudah meminta agar tambahan kapal kami bisa layani rute tersebut. Sehingga dapat memenuhi permintaan masyarakat,” ucapnya.

Ia berharap penambahan pelayaran ini bisa segera diluluskan. “Semoga saja secepatnya,” pungkasnya.(ska)

Dua Puskesmas di Batam Ditingkatkan Menjadi Rumah Sakit

0

batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam menyiapkan anggaran Rp 800 juta, untuk detail engineering design (DED) peningkatan puskesmas menjadi rumah sakit tahun 2020 mendatang.

Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmarjadi mengatakan rencana peningkatan fasilitas ini akan dikerjakan Tahun 2021 mendatang.

Puskesmas yang akan ditingkatkan menjadi rumah sakit ada dua yaitu Puskesmas Jabi dan Botania.

“Nanti kami lihat dulu yang paling siap untuk ditingkatkan jadi rumah sakit. Sesuai dengan kebutuhan,” kata dia, Rabu (11/12/2019).

Didi mengungkapkan melibat kebutuhan, Puskesmas Jabi lebih siap untuk dijadikan rumah sakit. Hal ini karena di daerah sana ketersediaan rumah pemerintah belum ada.

Warga berobat di Puskesmas Tanjunguncang, Batuaji, Rabu (20/8/2019) lalu. Dinkes Batam akan meningkatkan staus puskesmas Botania dan jabi menjadi rumah sakit. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

“Pak wali maunya di sana, sebab memang kebutuhan di situ memang ada. Makanya kami akan usulkan jadi rumah sakit,” imbuhnya.

Ia menambahkan kehadiran rumah sakit pemerintah di sana merupakan bentuk pemerataan fasilitas kesehatan milik pemerintah.

Untuk peningkatan ini membutuhkan anggaran sedikitnya Rp 25 miliar. Rencana peningkatan fasilitas ini akan diusulkan melalui Pemerintah Provinsi Kepri atau pusat.

Hal ini karena melihat kondisi APBD yang terbatas, sehingga tidak sanggup untuk peningkatan fasilitas ini.

“Selama ini kan pembangunan selalu diusulkan melalui pusat dan itu dapat. Untuk peningkatan ini kami upayakan dari mereka juga,” sebutnya.

Ia berharap keberadaan rumah sakit di sana nanti memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan.

Saat ini rumah sakit pemerintah hanya ada satu yaitu RSUD Embung Fatimah. Selain itu ada 19 puskesmas yang sudah beroperasi dan tersebar di Batam.

“Tahun ini selesai Puskesmas Mentarau yang merupakan puskesmas ke 20. Jadi peningkatan fasilitas ini bertujuan untuk pelayanan lebih baik,” sebut Mantan Direktur RSUP, Bintan ini.(yui)

Setor Rp 122 Juta Bangunan Tak Jadi-jadi, Konsumen Gugat PT SAP 

0

batampos.co.id – Jonie, konsumen PT Surya Aji Pratama (SAP) yang membangun Town House Perumahan Queen Southlink di Tiban, membatalkan pembelian.

Penyebabnya bangunan yang dipesannya sejak Oktober 2015 tidak kunjung selesai dibangun.

“Saya sudah setor Rp 122 juta lebih ke pengembang,” katanya, Rabu (11/12/2019).

Namun, kata Jonie, proses pengembalian uangnya berjalan alot. Akhirnya ia memilih menggugat PT SAP ke Pengadilan Negeri (PN) Batam pada Agustus 2018.

“Saya tagih terus tak juga dibayar pengembang. Sampai akhirnya 30 Juli 2019 saya tandatangani saja surat pernyataan menerima skema pengembalian uang saya dari PT SAP,” jelasnya.

“Pengembang memotong 2,5 persen dari harga jual, yaitu Rp14.754.375. Sehingga, sisa uang yang harus  dikembalikan ke saya Rp107.245.625. Tapi sampai sekarang pengembang belum membayarnya,” ucap Jonie lagi.

Lokasi Town House Perumahan Queen Southlink. Foto: Istimewa untuk batampos.co.id

Jonie mengaku sudah letih menagih uangnya kepada PT SAP di Batuaji.

Bahkan lanjutnya, ia sudah banyak keluar biaya untuk mengurus pengembalian uangnya tersebut.

“Pak Dorry Saiful selaku Komisaris PT SAP menjanjikan ke saya, satu bulan dari saya teken surat tersebut sudah dibayar,” paparnya.

“Sayangnya tak saya rekam, karena saya percaya. Sampai sekarang belum juga dibayar,” ucap Jonie.

Sementara itu, Komisaris PT Surya Aji Pratama (SAP), Dorry Saiful, membenarkan perihal tersebut.

Perkara itu kata dia, sudah bergulir di PN Batam tahun 2018 lalu.

“Saya bilang ke Jonie, cancel dana memakan waktu lama 5 sampai 6 bulan. Dijawab Jonie tak masalah, lalu saya proses di kantor,” kata Dorry singkat.(*/iwa)

Cerita YPAC Music Percussion, Band Anak Berkebutuhan Khusus

0

YPAC Music Percussion menunjukkan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk menjadi musisi. Sebulan sekali main di car free day. Guru pembimbing menjadikan musik sebagai kebutuhan bagi mereka supaya rajin latihan.

Sekolah Luar Biasa D/D1 (Tunadaksa) YPAC Surakarta punya grup musik yang lumayan ternama di kota itu. Namanya YPAC Music Percussion.

Penggawanya para murid sekolah tersebut. Tahun ini memasuki angkatan ketiga. Ada Rasikh Firdaus yang bermain keyboard, Pita (tamborin), Ivan Kun (drum), serta Raka Wahid (kentongan dan cowbell).

Ada pula lima vokalis, Diah Pertiwi, Al Neva, Azka Ramadani, Gischa Zayana, dan Sarah Suryandari, yang juga bermain keyboard.

Pada 19 November lalu mereka unjuk gigi tampil dalam malam peringatan Hari Anak Sedunia dan 30 tahun Konvensi Hak Anak di pendapa Balai Kota Solo.

Gundul-Gundul Pacul menjadi lagu pembuka. Dihadirkan dengan aransemen tak biasa. Rock n roll ala The Changcuters.

Kombinasi suara cowbell dan kentongan yang dimainkan Raka yang berpadu dengan tabuhan perkusi tong sampah Ivan Kun menguatkan kesan itu.

Tidak ada gitar. Kepala bagian bakat dan minat anak sekolah itu, Sugian Noor, memilih menggunakan dua keyboardist.

”Satu sebagai ritem, satu lainnya melodi,” ucapnya.

Menurut dia, keyboard lebih mudah dimainkan anak-anak difabel. Variasi warna suara dan nada bisa diatur sesuai dengan keinginan. Lima vokalis berperan untuk melakukan harmonisasi.

Penampilan YPAC Music Percussion membuat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga, serta Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, takjub. Keduanya berdiri dari duduk masing-masing untuk memberikan standing applause sambil tersenyum lebar.

Menteri PP dan PAI, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyaksikan penampilan para musisi YPAC Percussion saat peringatan Hari anak Sedunia di Balai Kota Solo. Foto: Agas Putra Hartanto/Jawa Pos

”Itu luar biasa. Mereka sangat semangat meski memiliki kekurangan. Tapi, di sisi lain, orang memandang justru itu keistimewaan mereka. Itu yang seharusnya menjadi contoh bagi teman-teman difabel lainnya,” ungkap Bintang.

Bukan hal mudah mem­bangun kelompok musik itu. Sekolah menjadikannya salah satu kegiatan ekstrakurikuler.

Namun, mereka tak punya banyak dana untuk mendukung kegiatan itu. Demikian pun peralatan musik yang dimiliki sekolah.

Seadanya. Hanya ada satu set drum dan keyboard. Merekrut anak untuk bermain musik juga susah-susah gampang. Namun, Sugi memiliki trik.

”Pertama dipancing, mau nggak terkenal, masuk koran?” ujarnya.

Biasanya, pancingan itu berhasil. Beberapa anak tertarik untuk menunjukkan kelebihan mereka.

Sugi ingin para siswa benar-benar menekuni musik. Kuncinya, anak harus suka. Menjadikan musik sebagai kebutuhan. Tidak ada paksaan.

”Kalau sudah kebutuhan, dalam situasi apa pun, dia pasti rindu (latihan),” katanya.

Latihan berlangsung dua kali seminggu. Jumat sore dan Sabtu pagi. Dalam prosesnya, tentu tidak mudah membimbing dan melatih anak-anak yang memiliki keterbatasan. Sugi tentu paham.

Sebab, dirinya juga penyandang disabilitas polio. Kedua kakinya lemah. Harus menggunakan kursi roda.

Sugi berusaha menempatkan diri bukan sebagai pelatih atau guru, tapi sebagai teman bermain.

”Kalau musik sudah jadi kebutuhan, anak-anak yang hiperaktif akan ribut sendiri di rumah saat latihan libur,” ujarnya.

Meski sudah mengantongi sejumlah jadwal manggung, prioritas anak-anak di kelompok musik itu tetap belajar.

Sugi menjaga agar program pendidikan murid tidak terganggu. Malah kalau bisa membantu perkembangan siswa.

”Ada anak yang awalnya hiperaktif, tapi langsung terkendali setelah masuk musik. Dia suka drum, saya bolehin,” katanya.

“Palingan kalau rusak, berapa biaya perbaikan. Yang penting rasa ingin tahunya terpenuhi,” tutur Sugi lagi.

Rasikh yang kini berusia 13 tahun mengaku puas dengan penampilannya. Setiap latihan, dia berusaha selalu hadir ka­rena memang menyukai kegiatan itu.

Bungsu tiga bersaudara tersebut juga kerap menambah kemampuannya dengan berlatih sendiri di rumah.

”Nggak ada kendala latihan. Seru aja main musik,” ungkapnya.

Sugi berusaha menghadirkan aransemen musik yang menarik. Pria 50 tahun yang juga seorang pemusik itu ingin menghadirkan lagu-lagu lama atau lagu dolanan anak supaya tetap eksis dan enak didengar.

Meski begitu, panggung yang mereka lalui tak selalu mulus. Dicela bukanlah hal baru bagi mereka.

”Saya selalu bilang sama anak-anak, ketika ada nyinyiran, bales sama senyum. Jangan emosi. Kalo emosi, nggak ada bedanya sama dia. Biasanya, setelah tahu kami, mereka justru jadi hormat,” kata Sugi.

Dia menceritakan salah satu pengalaman diundang tampil oleh komunitas motor. Saat itu juga ada penyanyi dangdut yang diundang.

Para pemain musik dangdut itu menirukan cara berjalan para siswa tersebut yang memang tak sempurna.

”Tapi, begitu anak-anak manggung, mereka kaget. Malu mungkin,” tuturnya.

Mengajari anak-anak itu, Sugi dituntut memiliki kesabaran ekstra. Kadang dia sampai dipanggil sebagai guru galak. Sugi menegaskan, dirinya tidaklah galak, tapi berusaha tegas.

”Ya tegas biar mereka bisa. Setelah itu, saya berusaha mencairkan suasana kembali. Bercandaan lagi,” ujarnya.

Bukan hanya Sugi yang menemui tantangan. Para murid juga. Salah satunya suka ngambek.

Dikit-dikit nangis kala diingatkan bahwa permainan musiknya salah. Di situ Sugi mengingatkan si anak untuk berusaha mandiri.

”Orangtua nggak boleh mendampingi waktu latihan biar anak-anak fokus,” imbuhnya.

Sugi juga selalu memotivasi para siswa. Dengan bahasa yang mudah dimengerti, dia menunjukkan bahwa mereka adalah anak-anak pintar.

”Saya selalu bilang, saya hadir di sini mengajar kalian karena kalian adalah calon orang-orang sukses,” ujarnya.(*/c5/ayi/jpg)

Hujan Lebat, Pohon Tumbang di Sekupang

0

batampos.co.id – Hujan dan angin kencang yang melanda Kota Batam selama hampir lima hari membuat pohon di jalan RE Mardhatina, Sekupang, tumbang, Rabu (11/12/2019).

Beruntung tidak ada pengendara yang tertimpa pohon tersebut. Pohon tersebut diketahui tumbang pada siang hari.

Rating pohon yang tumbang di Jalan RE Martadinata, Sekupang. Ranting pohon tersebut tumbang karena angin kencang yang terjadi saat hujan lebat. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Diperkirakan batang pohon terjadi siang hari dan hingga saat ini belum ada penangananan dari dinas terkait.

Bagi pengendara yang menuju Rs Otorita Batam dan Pelabuhan Domestik Sekupang yang hendak melewati Jl. RE Mardhatina diharapakan berhati-hati pasalnya banyak pepohonan yang rimbun.

Sidang Lanjutan Nurdin Basirun, Oknum Pejabat Pemprov Kepri Arahkan Warga Langgar Aturan

0

batampos.co.id – Sidang pemeriksaan saksi-saksi kasus dugaan pemberian gratifikasi terhadap Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) nonaktif mengungkap fakta yang ironis.

Pasalnya, oknum pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemprov Kepri disebut mengarahkan warga untuk melanggar peraturan demi kepentingan pribadi.

Sidang kedua kasus suap perizinan pengelolaan ruang laut di wilayah Kepri yang digelar Selasa (11/12) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menghadirkan dua saksi dari tiga saksi yang direncanakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dua saksi tersebut yaitu Abu Bakar dan Johanes Kodrat, keduanya nelayan yang memberikan sejumlah uang kepada Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kepri, Edy Sofyan, melalui Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Budi Hartono.

Abu Bakar yang memberikan kesaksian perdana menjawab sederetan pertanyaan JPU terkait kronologi penyuapan dilakukan.

Dalam kesaksikannya, Abu Bakar diminta tolong oleh Johanes Kodrat dan pengusaha bernama Koch Meng untuk mengurus perizinan membangun restoran dan vila atas laut di wilayah pesisir Tanjung Piayu, Batam.

Abu Bakar yang mengenal Budi Hartono lantas meminta tolong dibantu dalam hal perizinan.

Namun bukannya mengarahkan proses perizinan secara legal melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Budi Hartono menyatakan perizinan prinsip bisa dilakukan melalui dirinya.

“Saya tidak tahu PTSP. Kata Pak Budi (mengurus) perizinan ke dia,” sebut Abu Bakar.

Pun demikian, Budi Hartono disebut tak mengharuskan perizinan atas nama perusahaan. Sehingga perizinan yang dilakukan Abu Bakar atas nama pribadi yaitu atas nama dirinya dan Koch Meng.

Suasana sidang kedua kasus dugaan gratifikasi yang melibatkan mantan Gubernur Kepri Nurdin Basirun, dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi. (Lukman/ batampos.co.id)

“Perusahaannya belum ada. Jadi atas nama pribadi. Tapi nanti berikutnya kalau izin menggunakan perusahaan,” urai Abu Bakar.

Dari situ terjadilah proses gratifikasi sebagaimana didakwakan dalam sidang perdana yang digelar Rabu (4/12/2019) pekan lalu.

Menurut Abu Bakar, sejumlah uang tersebut diminta oleh Budi Hartono atas perintah Edy Sofyan.

Untuk pengurusan izin yang pertama dilakukan yaitu di area seluas 6,2 hektare meliputi darat dan atas laut di Tanjung Piayu, Abu Bakar memberikan uang sejumlah Rp 45 juta kepada Budi Hartono.

Permohonan izin prinsip kedua untuk lahan seluas 10,2 hektare, Abu Bakar mendapat uang 5 ribu dolar Singapura dari Budi Hartono, yang kemudian diberikan kepada Budi Hartono.

Sementara dalam pengurusan izin ketiga terkait wilayah yang akan dimasukkan ke zonasi reklamasi, Abu Bakar memberikan Rp 75 juta kepada Budi Hartono.

“Kata Budi Hartono uang itu diserahkan ke tim,” tuturnya.

Dalam perjalanannya, pengurusan izin lewat jalur belakang itu sempat lama tak selesai. Setelah sekira lima bulan, Abu Bakar lantas menghubungi Budi Hartono.

Oleh Budi Hartono diarahkan ke Edy Sofyan. Namun oleh Edy Sofyan, Abu Bakar malah diminta berkoordinasi dengan Budi Hartono.

Mengetahui bahwa perizinan ditandatangani Gubernur Kepri, pada 28 April 2018 Abu Bakar menyatakan bakal langsung menghubungi Nurdin Basirun yang kala itu menjabat gubernur.

Namun demikian, Abu Bakar mengaku belum pernah berhubungan langsung dengan Nurdin.

Dia hanya mendengar dari Edy Sofyan bahwa uang yang diberikannya tersebut akan disampaikan ke Nurdin.

Kesaksian Johanes Kodrat tak jauh beda dengan Abu Bakar. Dia menegaskan bagaimana proses pemberian itu berlangsung.

Sebagaimana Abu Bakar, Johanes juga menyatakan tidak pernah berhubungan langsung dengan Nurdin. Pun dengan Budi Hartono maupun Edy Sofyan.

“Untuk urusan pembayaran saya serahkan ke Abu Bakar. Saya tidak pernah bertemu dengan pejabat dinas,” ungkap Johanes yang mengaku hanya sebagai perantara antara Koch Meng dengan Abu Bakar.

Senada dengan Abu Bakar, Johanes juga mengaku tidak tahu bila proses perizinan yang mereka lakukan ilegal.

Dia hanya memercayakan pengurusan izinnya kepada Abu Bakar lantaran memiliki kenalan dengan Budi Hartono.

Atas kesaksian keduanya, Nurdin dalam tanggapannya menyatakan tidak tahu menahu perihal pemberian uang yang dimaksudkan.

Lebih lanjut Nurdin hendak memberikan penjelasan terkait kesaksian dua saksi itu. Namun Hakim Ketua menyatakan Nurdin hanya diperkenankan memberikan tanggapan, sementara penjelasan baru diperbolehkan pada sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa.

Sidang kemudian ditunda untuk pemeriksaan saksi berikutnya, yang akan diagendakan pada 19 Desember 2019.

Diketahui, Nurdin Basirun terjerat kasus dugaan suap izin prinsip dan izin lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau kecil di Kepri tahun 2018/2019.

Politisi Partai NasDem ini diancam pidana menurut Pasal 12 huruf a UU RI Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.(luk)