batampos.co.id – Kapolda Kepri, Irjen Pol Andap Budhi Revianto, menegaskan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), ia dan jajarannya akan menggelar operasi lilin. Operasi ini ditujukan ke beberapa objek vital, seperti tempat ibadah, wisata, pusat belanja, pelabuhan, dan bandara.
“Seluruh personel kami kerahkan, kecuali yang sakit,” kata Andap saat mengunjungi Mapolresta Barelang, Senin (9/12/2019).
Kedatangannya ke Mapolresta Barelang untuk melihat secara langsung pelayanan dan quick respon time (pelayanan cepat) ke masyarakat.
“Karena ini akhir tahun, saya juga menyampaikan apresiasi untuk pencapaian kinerja dan prestasi selama setahun ini. Termasuk mengevakuasi beberapa hal untuk tahun depan,” ujarnya.
Sedangkan Kasat Sabhara Polresta Barelang, Kompol Firdaus, mengatakan untuk pengamanan Nataru, pihaknya turut melakukan latihan fisik dan penggunaan alat dalmas secara rutin. Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan personel. (opi)
batampos.co.id – Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyampaikan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia), Senin (9/12/2019), menjadi momentum penyadaran publik atas bahaya korupsi.
“Korupsi jadi persoalan krusial bangsa,” katanya.
Kemudian korupsi juga merupakan kejahatan sistemik dan jadi masalah serius. Sebab bisa menghambat efektivitas pembangunan.
Dia menyampaikan arahan Presiden Jokowi supaya jangan korupsi. Kemudian menciptakan sistem yang menutup celah korupsi. Lalu memaksimalkan pencegahan korupsi di sektor perizinan dan pelayanan publik. Contohnya di pertanahan, kesehatan, dan pendidikan.
Sementara itu, Presiden Joko Widodo memilih untuk hadir dalam acara Pentas Prestasi Tanpa Korupsi yang digelar sejumlah siswa dan beberapa menteri di SMA 57, Jakarta, Senin (9/12) ketimbang menghadiri puncak peringatan Hakordia di gedung KPK.
Menyambut Hari Anti Korupsi Sedunia, Presiden Jokowi menghadiri Pentas #PrestasiTanpaKorupsi, di SMK Negeri 57, Pasar Minggu, Jakarta, Senin (9/12/2019) pagi. Pada pentas tersebut Menteri BUMN, Mendikbud, Menparekraf, serta pelawak Bedu dan Sogi Indra Dhuaja ikut memainkan peran. foto: setkab
Jokowi beralasan, dirinya sudah hadir setiap tahun sehingga ingin memberikan kesempatan pada wakil presiden Ma’ruf Amin.
“Kan Pak Ma’ruf belum pernah ke sana, ya bagi-bagi lah. Masa setiap tahun saya terus,” ujarnya. Dalam pentas tersebut, beberapa menteri terlibat dalam drama pendek yang mengampanyekan sikap antikorupsi di hadapan para siswa.
Jokowi menuturkan, perbaikan sistem birokrasi dibutuhkan untuk mengatasi persoalan korupsi. Menurutnya, setidaknya ada sejumlah hal yang menjadi bahan evaluasi bagi pencegahan tindak korupsi di Indonesia.
Pertama, penindakan memang perlu. Namun, dia menilai pembangunan sistem juga sangat penting untuk memberikan pagar sehingga penyelewengan itu tidak terjadi.
Kedua, lanjut dia, rekrutmen politik perlu dievaluasi. Pasalnya, lanjut dia, jika rekrutmen politik masih membutuhkan biaya yang besar, potensi korupsi menjadi terbuka. “Nanti orang akan tengak-tengok bagaimana pengembaliannya,” imbuhnya.
Ketiga, Jokowi menilai upaya pengentasan korupsi harus fokus pada satu hal. Jika dikerjakan semua, dia menilai sulit untuk dituntaskan.
“Jangan semua dikerjakan, tidak akan menyelesaikan masalah,” tuturnya.
Terakhir, setelah penindakan, harus ada perbaikan sistem yang masuk ke instansi. Jika seorang gubernur ditangkap misalnya, perbaikan sistem harus masuk.
“Oleh sebab itu saya akan segera bertemu dengan KPK untuk menyiapkan hal-hal yang saya sampaikan,” kata dia.
Terkait desakan Perppu yang belum reda, Jokowi mengaku masih melihat situasi ke depan. Setelah UU KPK yang baru dijalankan bersama Pimpinan dan Dewan Pengawas KPK, pihaknya akan melakukan evaluasi. (*)
Tak terasa Corner Kick yang terbit setiap Selasa di Harian Pagi Batam Pos dan media online batampos.co.id sudah memasuki edisi ke-125. Inilah edisi terakhir yang saya buat.
Entah atas pertimbangan apa, tiba-tiba saja tadi malam saya ingin mengakhirinya. Momentumnya tepat di angka 125. Tidak ada makna atau arti dari angka tersebut. Ya, pengin mengakhiri saja.
Corner Kick berangkat dari keinginan untuk berpendapat. Mengutarakan buah pikiran. Sayang kalau dipendam. Sehingga dituangkan dalam sebuah tulisan. Saya menyebutnya kolom suka-suka. Gaya penulisannya pun juga semau saya. Hehehehehe.
Lebih dari setahun Corner Kick muncul. Ada suka dan duka. Ada yang unik dan menjengkelkan. Ada yang serius dan berbau guyonan. Bahkan ada yang menyebabkan pro dan kontra. Tapi bagi saya itulah tujuannya.
Lalu bagaimana nasib Corner Kick selanjutnya? Entahlah. Saya belum memikirkan. Belum punya perencanaan. Biarkan berhenti begitu saja. Pokoknya selesai. Ini tulisan terakhir.
Apakah akan menulis lagi? Ini yang belum bisa saya jawab. Saya juga tidak tahu jawabnya apa. Pengin setop dulu. Sama seperti saat saya memutuskan “pensiun” dari urusan mengelola sepak bola.
Terkadang, keputusan yang nyeleneh harus kita ambil. Bukan untuk siapa-siapa. Tapi demi diri sendiri. Sama halnya seperti Corner Kick ini, “pensiun” atas kehendak saya pribadi. Tanpa dorongan, saran, atau masukkan dari siapa-siapa.
Apakah saya lelah menulis? Entahlah. Lagi-lagi saya tidak tahu jawabannya. Soalnya baru saya putuskan tadi malam. Saat hendak menulis edisi 125 di handphone, tiba-tiba saja yang terlintas adalah keinginan untuk mengakhiri.
Lalu, kenapa Corner Kick muncul? Alasannya simpel. Saya ingin menjaga performa. Kebetulan saja saya berangkat dari redaksi. Empat tahun memimpin redaksi sebelum akhirnya ditugaskan ke Batam.
Dengan menulis, setidaknya saya belajar konsisten. Karena sebelumnya Corner Kick wajib terbit. Sekaligus juga menjaga kebiasaan menulis. Biasanya orang redaksi akan gatal tangannya kalau berhenti menulis. Hehehehehehe.
Ya, ya, ya… Semoga saja Corner Kick yang pernah Anda baca dapat bermanfaat. Dapat memberikan inspirasi dan berkah. Karena niatnya semata-mata untuk berbagi pikiran dan pengalaman.
Penting bagi saya untuk mengakhiri Corner Kick. Apapun alasannya, hanya saya dan Allah SWT yang tahu. Tersimpan dengan sangat rapat di sanubari. Wassalam. (*)
batampos.co.id – Terdakwa dalam perkara pembakaran hutan, Ilbi Rinaldi dituntut hukuman satu tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Yan Elhaz dalam sidang dengan agenda tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Batam.
Atas putusan tersebut, Ilbi akan mengajukan nota pembelaan dalam sidang selanjutnya.
Dalam tuntutannya, jaksa menyatakan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pencegahan kabut asap akibat dari pembakaran hutan dan lahan.
Ia dinilai bersalah dalam melakukan tindak pidana karena kelalaiannya membakar hutan, sebagaimana yang didakwakan yaitu melanggar pasal 78 ayat (4) junto pasal 50 ayat (3) huruf d Undang–undang Nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan.
“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama satu tahun dengan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan
dengan perintah terdakwa tetap ditahan,” ujar Jaksa.
Tidak hanya hukuman kurungan, terdakwa juga dikenakan denda sebesar Rp 100 juta subsider 6 bulan penjara.
Atas tuntutan tersebut, terdakwa Ilbi Rinaldi hanya tertunduk dan berkonsultasi dengan kuasa hukumnya dan berencana akan mengajukan nota pembelaan dalam persidangan dengan agenda Pledoi.
Dalam dakwaan sebelumnya, Ilbi mendapat pekerjaan dari Maryono untuk mengerjakan lahan milik Sutarno di belakang Kompleks Kesehatan, Kelurahan Tanjungpinggir Sekupang.
Kemudian sesampainya di lokasi dan setelah sarapan, terdakwa mulai menebas semak ilalang di lahan milik Sutarno sambil menghisap rokok.
Kemudian rokok tersebut, ia buang ke tumpukan semak ilalang yang sudah ditebasnya dan berpindah ke lokasi lain.
Akibat puntung rokok itu, membuat semak ilalang yang baru ditebas terbakar. Terdakwa sempat berusaha memadamkan api dengan ranting pohon. Namun, cuaca yang panas dan angin kencang membuat api dengan cepat melebar.
“Bahwa lokasi hutan di Belakang Komplek Kesehatan Rt 01 Rw 01 Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Sekupang tempat semak ilalang yang terbakar seluas 0.88 hektar,” ujar jaksa Frihesti Putri Gina.
Dijelaskannya, lahan yang terbakar itu merupakan kawasan Hutan Lindung Dangas seluas 2,69 hektar yang merupakan kawasan APL atau bukan Kawasan hutan berdasarkan Surat Keputusan Mentri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.(gie)
batampos.co.id – Keberadaan pasar kaget kembali mendapatkan sorotan dari masyarakat. Keberadaan pasar di tepi jalan raya itu dikeluhkan karena menjadi biang kemacetan.
Salah satunya di Jalan Gajah Mada atau Tiban Lama, Sekupang. Camat Sekupang, Muhammad Arman, mengatakan, keberadaan pasar tersebut memang sudah beberapa kali dikeluhkan.
“Yang sekarang akan kami tutup itu adalah dekat Tiban Kampung. Karena sudah sangat macet,” ujarnya, Snein (9/12/2019).
Pihaknya sudah memanggil pihak pengelola dan meminta agar pasar tersebut ditutup. Sehingga tidak ada lagi aktivitas jual beli di lokasi tersebut.
Ia menjelaskan, lahan yang saat ini digunakan untuk berdagang merupakan Right of Way (ROW) atau badan jalan.
Ilustrasi Pasar kaget. Foto. Dalil Harahap/batam pos.co.id
Harusnya kata dia, tidak ada aktivitas berdagang di area tersebut. Lokasi yang berada di pinggir jalan ini menyebabkan arus kemacetan, karena banyak kendaraan yang diparkir di pinggir jalan.
“Ini yang dalam tahap kami tertibkan. Dalam waktu dekat ini akan kami tutup karena sudah mengganggu ketertiban jalan,” ujar Arman.
Ia menyebutkan beberapa titik pasar ilegal yang sebelumnya sudah ditertibkan di antaranya di depan La Kopi Tiban Indah.
Beberapa waktu lalu ada juga aktivitas pasar kaget di sana. Namun sudah berhasil ditutup dan tidak ada lagi pasar kaget di sana.
“Jadi kami imbau juga kepada pedagang untuk tidak membuka atau menambah titik-titik pasar kaget ini,” pintanya.
“Karena mengganggu. Mau direlokasi juga tidak bisa karena mereka kan ilegal pasarnya ini. Jadi langkah ke depan yang mengganggu ini akan kami tertibkan,” terangnya.
Wardhana, salah seorang pengendara menuturkan, saat pasar kaget beroperasi arus lalu lintas menjadi macet. Sehingga sangat menganggu para pengendara yang melintas di ruas jalan tersebut.
Tidak haya itu menurutnya, keberadaan pasar kaget membahayakan pengguna jalan.
“Biasanya itu kan Rabu dan Sabtu itu jalan selalu macet karena keberadaan pasar tersebut. Kami inginnya jalan lancar seperti seperti yang dulu,” kata dia.(yui)
Anda harus berhati-hati saat berolahraga, jika melakukan kesalahan saat berolahraga justru bisa membuat Anda cepat tua.
Lalu apa saja kesalahan saat berolahraga yang selama ini tidak kita sadari?
Olahraga sudah terbukti merupakan kegiatan yang bisa membawa segudang manfaat bagi tubuh.
Bahkan, olahraga yang dilakukan sesekali saja sudah dapat memberikan efek jangka pendek yang baik bagi tubuh, apalagi jika dilakukan secara rutin.
Ilustrasi orang berolahraga. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Apa saja kesalahan saat berolahraga yang bisa membuat Anda cepat tua? Berikut beberapa di antaranya:
1. Berolahraga tanpa memperhatikan berat badan
Sebagian besar olahraga melibatkan banyak gerakan tubuh dan memberikan beban terhadap sendi-sendi. Contohnya saat Anda melakukan olahraga lari, bola basket, futsal, dan sepak bola sendi-sendi akan mendapatkan beban dari berat badan.
2. Nutrisi setelah olahraga
Selain memperhatikan berat badan tetap ideal, nutrisi yang Anda peroleh setelah berolahraga sangatlah penting. Tidak jarang setelah berolahraga, karena lelah dan lapar, Anda lebih memilih untuk mengonsumsi makanan dan minuman cepat saji.
3. Postur yang kurang tepat saat berolahraga
Tak hanya saat berolahraga sebenarnya, postur yang tepat adalah keharusan dalam setiap aktivitas Anda.
Postur yang buruk dapat mengganggu tulang belakang Anda. Jika dilakukan terus-menerus, punggung bungkuk dapat terjadi. Tampilan tubuh bungkuk tentu akan membuat Anda lebih tua dari usia sesungguhnya.(jpnn)
batampos.co.id – Polsek Sekupang bersama rohaniwan se-Kecamatan Sekupang saling bersinergi untuk menjaga keamanan dan kenyamanan guna menyambut Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 di Batam.
Pendeta Gereja GBIS Tiban , Mikael Napitupulu, mengatakan, pertemuan itu merupakan langkah maju dalam menjalin hubungan antara rohaniwan dengan pihak kepolisian di wilayah hukum Polsek Sekupang.
“Ini suatu langkah maju dalam hubungan rohaniwan, khususnya Sekupang,” ujar Mikael di sela pertemuan di New Sunbread Cafe, Sei Harapan Sekupang, Senin (9/12/2019).
Personel Polsek Sekupang berfoto bersama rohaniwan se Kecamatan Sekupang. Foto: Polsek sekupang untuk batampos.co.id
Sebelumnya kata dia, ia pernah menyampaikan agar pertemuan tersebut bisa diadakan demi menjali sinergitas yang kokoh antara polisi dan rohaniawan khususnya di Sekupang.
Kanit Intel Poksek Sekupang, Iptu Melki Sihombing, mewakili Kapolsek Sekupang, AKP Ulil Rahim, mengatakan, dengan pertemuan tersebut diharapkan menjadi wadah dan langkah awal kebersamaan antara polisi dan rohaniwan gereja yang ada di Sekupang.
“Jadi ini kita membuat wadah dan group komunitas pendeta wilayah Sekupang. Tujuannya untuk saling bersinergi terkait keamanan dan ketertiban di gereja,” jelasnya.
“Di tambah lagi natal dan tahun baru akan datang sehingga kami berdiskusi sambil sharing untuk pelaksaan hari raya besar keagamaan ini nantinya,” katanya lagi.(zis)
batampos.co.id – Upaya PT Adhya Tirta Batam (ATB) untuk menjaga kualitas air di waduk melalui pembersihan eceng gondok telah lama diinisiasi.
Tidak hanya itu, melalui program Bongkar Eceng Gondok (Bonceng) Kuy, ATB turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu yang mendapat manfaat secara langsung adalah Isna. Seorang pengrajin Eceng Gondok di Batam.
Program Bonceng Kuy ATB membuat dia bisa mendapatkan bahan baku berkualitas untuk produk-produk kerajinannya.
Selama ini, Isna mengaku kesulitan mengakses bahan baku Eceng Gondok yang ada di waduk.
Padahal, untuk pengrajin sepertinya, Eceng Gondok yang ada di Waduk adalah bahan baku premium. Karena secara kualitas dan kuantitas, sangat memenuhi syarat.
Untuk memenuhi kebutuhannya, Isna dan rekan-rekannya harus keliling Batam. Berburu Eceng Gondok yang tumbuh di selokan-selokan atau waduk kecil. Tidak banyak yang bisa memenuhi standar bahan baku yang diinginkan.
“Kalaupun ada yang benar-benar layak untuk digunakan, jumlahnya tak banyak,” jelas Isna.
Bahan baku yang terbatas, membuatnya kesulitan memenuhi permintaan pelanggan. Akhirnya usaha Isna sulit berkembang. Karena kapasitas produksinya tak kunjung naik.
Cara lain yang dilakukannya untuk memenuhi kebutuhan bahan baku adalah dengan mendatangkan dari pulau Jawa.
Karena itu, Isna harus merogoh kocek lebih dalam. Karena selain harus membayar harga bahan baku, dia juga menanggung ongkos kirim yang tak murah.
Tim Program Bongkar Eceng Gondok (Bonceng) Kuy ATB tengah membersihkan Eceng Gondok di Dam Duriangkang. Foto: ATB untuk batampos.co.id
Namun situasi berubah ketika tim Bonceng Kuy yang diprakarsai oleh Departemen IT and System ATB menawarinya untuk turut berpartisipasi dalam program pembersihan Eceng Gondok di Dam Duriangkang.
Bagai mendapat durian runtuh, Isna mendadak mendapat akses yang luas terhadap bahan baku yang memadai.
Jika selama ini dia kesulitan, kini pintu terbuka lebar. Isna tak bisa lagi kekurangan bahan baku.
Mendapat bahan baku yang berkualitas membuat usaha Isna mulai berkembang. Kini produknya telah dilirik oleh hotel-hotel yang ada di Batam.
Isna harus menambah sejumlah tenaga kerja untuk memenuhi pesanan yang masuk.
Setelah kualitas produknya diakui di pasar lokal, kini Isna dan para ibu rumah tangga yang dibinanya berencana melebarkan sayap dengan menjajaki pasar ekspor.
“Terimakasih kepada ATB karena telah membantu ibu-ibu dan masyarakat. Sekarang kami sudah berani ekspor,” ujarnya.
Ketua Tim Program Bonceng Kuy ATB, Ali Imron mengatakan, program ini lahir dari keprihatinan ATB terhadap semakin banyaknya Eceng Gondok di waduk-waduk yang ada di Batam.
Seperti diketahui, Eceng Gondok sangat mempengaruhi kualitas air baku di waduk. Namun di sisi lain, di tangan pengrajin yang kreatif, Eceng Gondok bisa disulap menjadi barang bernilai ekonomis tinggi.
Isna (kanan) bersama rekannya memperlihatkan hasil kerajinan tangan berbahan dasar eceng gondok. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id
Berangkat dari pemikiran tersebut, tim Program Bonceng Kuy mulai menjalin kerjasama dengan pengrajin Eceng Gondok.
Pertama kali mencoba, ada 2 orang pengrajin yang mengambil bahan baku. Semakin hari, program ini semakin berkembang.
“Sekarang masih terus disempurnakan. Sekarang Disperindag Kota Batam juga turut membantu,” paparnya.
Pemerintah Kotak Batam dan BP Batam sepakat untuk bekerjasama membersihkan tumbuhan enceng gondok yang mulai mengkhawatirkan di Waduk Duriangkang.
Sekitar 180 hektare eceng gondok yang hidup di Waduk Duriangkang, akan dibersihkan bersama-sama.
Sebagai bagian dari program tersebut, BP Batam akan mendatangkan profesor pakar Eceng Gondok dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Pakar LIPI ini akan memberikan kajian penanganan Eceng Gondok yang efektif.
Termasuk penanganan pasca pembersihan Eceng Gondok di Waduk.
“Mungkin bisa dijadikan kerajinan atau penanganan lainnya,” ujar Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad.
Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus, mengatakan, ATB berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah dalam hal penanganan sedimentasi waduk.
Sejauh ini, ATB aktif menjalankan program-program pencegahan hingga penanganan Eceng Gondok di waduk.
Program Bonceng Kuy adalah salah satu yang telah diinisiasi oleh Departmen IT and System.
Bonceng Kuy ini merupakan bagian dari program Core Values ATB yang merepresentasikan nilai Peduli.
“Nilai peduli adalah bagian yang melekat pada budaya perusahaan, dan secara konsisten diimplementasikan ATB kepada lingkungan dan masyarakat,” jelasnya.(*)
batampos.co.id – Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid, mengatakan perekonomian Batam tahun 2020 masih menghadapi tantangan yang tak ringan.
“Untuk tahun 2020, kita melihat masih ada awan mendung yang akan dihadapi perekonomian Batam. ya karena masih adanya ancaman pelemahan ekonomi global,” katanya.
Ditambah lagi dengan beban dunia usaha yang akan mulai menanggung kenaikan upah minimum kerja (UMK) mulai Januari 2020.
“Kita berharap pemerintah, baik dari pusat maupun daerah, bisa menyikapinya dengan melakukan belanja lebih banyak untuk pembangunan,” terangnya.
Pemerintah harus lebih cepat merealisasikan belanja di anggaran pendapatan belanja negara (APBN) dan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) untuk 2020.
“Dengan begitu melambatnya penjualan sektor swasta bisa diimbangi dengan belanja pemerintah,” jelasnya.
“Sehingga perlambatan perekonomian bisa dikurangi dampaknya kepada pelaku ekonomi secara keseluruhan,” ucapnya lagi.
Ketua Kadin Batam, Jadi Rajagukguk, menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Batam pada 2020 mendatang bisa berjalan mulus apabila pemerintah menjalankan semua program-programnya dalam memuluskan capaian investasi.
“2020 nanti Kadin Batam akan melanjutkan program Tahun Investasi, meskipun 2020 tahun politik pemilihan kepala daerah,” kata dia.
“Mudah-mudahan melalui kegiatan ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui belanja politik dan pemerintah segera menjalankan program-programnya itu,” ujar Jadi lagi.
Ilustrasi kawasan industri di Kabil, Kota Batam. Foto: Istimewa untuk Batam Pos
Sekilas mengenai perkembangan pertumbuhan ekonomi Batam dari tahun ke tahun. Sejak 2013, ekonomi Batam mengalami pertumbuhan 7,18 persen.
Tahun 2014 ekonomi Batam turun menjadi 7,16 persen. Lalu 2015 turun lagi menjadi 6,87 persen dan 2016 menurun lagi menjadi 5,43 persen, dan 2017 turun lebih parah menjadi 2,19 persen.
“Di 2018, ekonomi Batam menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Naik menjadi 4,5 persen. Pertumbuhan itu didorong kenaikan nilai investasi karena kemudahan perizinan yang menyebabkan masuknya investasi baru ke Batam,” jelasnya.
“Sedangkan capaian di 2019 berjalan ini, kami melihat tak jauh berbeda dengan tahun 2018. Tidak menurun dan tidak meningkat,” kata Jadi lagi.
Ia mengatakan, perang dagang Tiongkok dan AS serta situasi politik di Hongkong harusnya menjadi peluang bagi Batam untuk menjadi alternatif tempat relokasi investasi.
“Tahun Investasi 2020, Kadin Batam fokus pada industri manufaktur, pariwisata, perdagangan, properti dan jasa IT,” paparnya.
“Kami juga berencana ke Tiongkok untuk menarik ribuan industri furniture supaya bisa direlokasi ke Batam,” tuturnya lagi.
Dia berharap, 2020 nanti menjadi momentum bagi pembangunan ekonomi dan masa depan Batam. Apalagi, tahun itu juga Batam menjalani pesta demokrasi, pemilihan wali kota Batam.
“Harapan saya, suasana kondusif supaya tidak mempengaruhi kondisi ekonomi ke level rendah,” katanya.
Ia juga berharap pada Pilkada 2020 mampu menghasilkan wali kota Batam yang bukan hanya memahami kebutuhan masyarakat, tapi juga harus memiliki visi misi yang jelas, kreatif dan inovatif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Serta memiliki jaringan dalam dan luar negeri, dan mampu berkomunikasi yang baik dengan seluruh stakeholders,” ujarnya.
Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hoeing, juga berharap Batam jadi tempat baru bagi perusahaan-perusahaan Tiongkok.
“Investor dari Tiongkok berencana relokasi pabriknya ke Asia Tenggara karena imbas dari perang dagang antara Amerika dan Tiongkok.” tuturnya.
“Tapi saya heran, dari sekian banyak investor, justru hanya sedikit yang melirik Batam. Padahal kita punya posisi strategis di Selat Melaka. Harusnya dengan kondisi global sekarang, kita bisa menangkap peluang Tiongkok,” ujarnya Tjaw Hoeing lagi.
Berdasarkan data Forum Ekonomi Dunia dan Bank Dunia tahun ini, Indonesia memang berada di bawah Vietnam soal kemudahan berbisnis, urutan 73 banding 69. Tapi soal indeks daya saing, Indonesia lebih baik, urutan 45 banding 77.(leo/cha)
batampos.co.id – Komplotan copet kembali beraksi di sekitar pasar Jodoh, Minggu (8/12/2019) malam.
Kejadian tersebut menimpa pasangan suami istri yang baru selesai belanja di kawasan tersebut sekitar pukul 19.20 WIB.
Korban, Agung, menceritakan, dirinya sempat baku hantam dengan salah seorang pelaku.
Bahkan, pelaku sempat hendak melukainya dengan pena yang diubah menjadi senjata tajam.
“Tadi saya lagi jalan sama istri abis belanja, tiba-tiba ada dua orang laki-laki nabrak saya, satu dari samping, dan satu dari belakang,” katanya.
“Setelah saya cek dompet di kantong belakang udah gak ada, makanya saya langsung pegang tangan laki-laki yang tepat berada di belakang saya” ujarnya lagi.
Saat itu pelaku langsung memukulnya dan langsung lari.
“Abis mukul wajah saya dia langsung lari, ya saya langsung curiga ke dia, jadi langsung saya kejar,” paparnya.
Ilustrasi. Jawa Pos
Saat kejar-kejaran itu, korban kembali ditendang oleh pelaku. Tidak ingin pelaku kabur, Agung lantas berteriak.
Dengan harapan orang-orang sekitar bisa membantu mengamankan sang copet. Namun, lanjutnya dari puluhan orang yang berada di lokasi hanya beberapa saja yang berniat membantu.
“Saya teriak, tapi cuma beberapa orang aja yang bantu, yang lain cuma nonton aja,” ungkap Agung.
Saat kejar-kejaran itu, pelaku sempat mengeluarkan pena yang sudah dimodifikasi menjadi senjata tajam ke perut korban.
“Alhamdulillah saya bisa menghindar,” kata Agung.
Meskipun sempat melarikan diri lagi, pelaku akhirnya tak berkutik setelah beberapa warga mengepungnya.
Warga langsung mengamankan dan memabwanya ke pos siskamling setempat.
Tak berselang lama, pihak kepolisian dari Polsek Lubukbaja datang dan mengamankan pelaku.
Saat di kantor polisi, pelaku mengakui perbuatannya. Pria yang diketahui bernama Membang itu juga menjelaskan dirinya menjalankan aksi pencopetan bersama dua rekannya.
“Saya cuma pegang dompet itu, tapi yang ambil temen saya, Ucok sama satu lagi saya lupa namanya,” kata Agung menirukan ucapan pelaku.
Saat ini polisi masih terus melakukan pengembangan untuk menciduk komplotan copet lainnya yang beraksi di Jodoh.(gga)