batampos.co.id – Memasuki awal 2020 ada nuansa yang berbeda di Harris Resort Barelang Batam. Beberapa area seperti lobi, Harris Café, 20 Feet Esplanade, dan Rocksalt Beach Club sudah dihiasi dengan ornamen imlek, pohon angpau dan lampion dengan nuansa merah.
”Tahun dengan ikon tikus menjadi shio di 2571. Lagu bernuansa Imlek juga tidak lupa diperdengarkan di area resort. Tamu yang datang akan langsung merasakan suasana Imlek saat memasuki suasana resort,” ucap Marketing dan Branding Manager Harris Resort Barelang, Viki Wahyudi, kemarin.
Viki menjelaskan, dalam rangka merayakan tahun baru Imlek, Sabtu 25 Januari 2020 nanti, Harris Resort Barelang Batam mengundang para tamu untuk merayakan tahun baru dengan beragam acara hiburan.
”Tamu dapat menikmati pengalaman makan malam prasmanan di 20 Feet Esplanade bersama keluarga dan kerabat. Dengan pakaian warna merah untuk menciptakan suasana perayaan pergantian tahun,” jelasnya.
Mulai dari pemilihan menu makan malam, kemudian acara makan malam yang dimulai dari jam enam sore dengan Yee Shang Toss, Live Band, Barongsai, Dewa Uang, Pohon Angpao, Oriental Dance, games, dan lucky draw. Kemudian dilanjutkan dengan kembang api dan petasan di area pantai pada jam 9 malam.
Suasana Harris Resort Barelang momen Imlek. F. Harris Resort Barelang untuk Batam Pos
”Paket makan malam prasmanan dengan harga IDR 558.000 nett per orang untuk orang dewasa dan Rp 279.000 nett per orang untuk anak-anak berusia 4-12 tahun,” terangnya.
Menu pilihan mulai dari hidangan pembuka, sup, hidangan utama, Carving seperti bebek, daging dan ayam panggang, dan makanan penutup.
”Memasuki Imlek tahun tikus 2571, tahun ini akan terasa berbeda ketika para tamu menikmati pesta tahun baru bersama keluarga dan kerabat. Kemudian acara hiburan di antaranya Yee Sang, barongsai, kembang api di pantai akan menambah keindahan malam Imlek,” paparnya.
Bergabung dengan keaanggotaan dari Tauzia, My Tauzia Privilege (MTP), untuk mendapatkan diskon 10 persen paket kamar, wahana olahraga, dan 15 persen untuk makan dan minum di restoran.
”Nikmati lezatnya makanan dan minuman bersama kerabarat dan keluarga, untuk informasi dan pemesanan lebih anjut, silakan hubungi Harris Resort Barelang di Jalan Trans Barelang Batam,” tutupnya. (opi)
batampos.co.id – Pasar ekspor komoditas hortikultura memang manis, seperti pasar jagung manis di negeri Tiongkok. Hal itu dibuktikan PT Agri Makmur Pertiwi yang telah mengekspor jagung manis ke Negeri Tirai Bambu tersebut sejumlah 40 ton senilai USD 540 ribu atau sekitar Rp 7,5 miliar.
Pelepasan ekspor benih jagung manis dilakukan Dirjen Hortikultura, Kementerian Pertanian, Prihasto Setyanto di Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Selasa (7/1/2019).
“Atas nama Kementerian Pertanian, ijinkan saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada jajaran PT. Agri Makmur Pertiwi atas ekspor benih jagung manis ke China,” kata Prihasto.
Anton, sapaan akrab Dirjen Hortikultura ini berharap momentum ekspor kali ini dapat menjadi kado manis awal tahun 2020.
Bahkan sekaligus pemacu semangat untuk lebih meningkatkan devisa negara melalui ekspor benih sepanjang tahun ini dan pada tahun mendatang.
Hal ini tentunya sejalan dengan upaya peningkatan ekspor tiga kali lipat sesuai program Gerakan Tiga Kali Ekspor (GRATIEKS). Bahkan menurut Anton, ekspor benih sayuran beberapa tahun terakhir terus mengalami peningkatan.
“Setelah melihat sendiri kemampuan kita, ternyata benih dalam negeri tidak kalah dengan yang dihasilkan luar negeri. Apalagi dengan kemampuan kita dari on farm hingga off farm, bahkan pemasaran,” katanya.
Data menyebutkan, jika tahun 2017 ekspor benih sebanyak 1.589 ton, maka tahun 2018 naik menjadi 1.845 ton. Peningkatan tersebut tidak terlepas dari peran dan kontribusi industri benih nasional.
Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian, Prihasto Setyanto, menyaksikan ekspor jagung di Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Selasa (7/1).
Bahkan nilai ekspor benih PT Agri Makmur Pertiwi terus meningkat dari tahun ke tahun. Data dari PT Agri Makmur Pertiwi, ekspor benih pada 2017 sebanyak 2.100 kg (USD 25.200 setara Rp 352,8 juta). Pada 2018 sebesar 186.644 kg (USD 941.425 setara Rp 13,2 miliar) dan 2019 mencapai 123.258 kg (USD 1.837.758 setara Rp 25,7 miliar).
Manajemen perusahaan menargetkan ekspor benih sepanjang tahun 2020 sebanyak 150.000 kg (USD 2 juta setara Rp 28 miliar). “Melihat kondisi ini secara pribadi saya optimis bahwa target peningkatan tiga kali ekspor ini dapat tercapai pada tahun 2024,” katanya.
Produksi Meningkat
Anton mengungkapkan, dalam beberapa dekade terakhir ini produksi hortikultura terus mengalami peningkatan baik dari kuantitas maupun kualitas. “Saya minta hortikultura kedepan harus lebih maju, lebih mandiri dan lebih modern,” ujarnya.
Karena itu lanjutnya, produksi hortikultura, harus betul-betul memperhatikan aspek kualitas, kuantitas dan kontinuitas serta mampu berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan. Dari berbagai pengalaman empiris, pengembangan usaha hortikultura harus dilakukan dengan pendekatan industri terpadu, hulu hingga hilir.
Melalui pendekatan ini, Prihasto berharap daya saing produk hortikultura bisa semakin meningkat, berkat kecermatan dan ketepatan dalam memilih jenis dan ragam komoditas yang sesuai dengan permintaan pasar.
Pemerintah akan terus dorong penerapan Good Agricultural Practices (GAP) dan Good Handling Practices (GHP) disertai dengan pemberdayaan kelembagaan petani, penguatan kemitraan usaha yang saling menguntungkan, dan dikelola secara terintegrasi, sehingga diharapkan mampu menghasilkan produk hortikultura yang berdaya saing.
Sementara itu, Direktur utama PT Agri Makmur Pertiwi, Junaidi Sungkono mengatakan, kapasitas produksi benihnya mencapai 15 ribu ton, baik benih padi, jagung dan berbagai jenis sayuran.
Lahan penelitian yang dimiliki pihaknya berada di dataran menengah, dataran rendah dan tinggi dengan total lahan seluas 30 ha. Dengan total petani yang menjadi mitra mencapai 4.721 orang dengan total produksi benih tanaman pangan sebanyak 6.500 ton dan hortikultura sekitar 1.600 ton.
“Kebutuhan benih yang cukup besar diharapkan industri benih terpacu untuk meningkatkan produksi,” tegasnya. (JPG)
batampos.co.id – Kabar gembira bagi Anda yang berada di Nagoya. Pasalnya, Nagoya Food Court hadir untuk memenuhi kebutuhan kuliner masyarakat Batam dan sekitarnya, telah resmi dibuka Senin (6/1/2020). Food court ini mulai buka pukul 06.30 WIB hingga malam, tepatnya pukul 01.00 dini hari.
”Semakin tingginya kebutuhan orang yang menginginkan tempat yang bersih dan nyaman untuk berinteraksi baik bersama keluarga, teman dan rekan bisnis, akhirnya Nagoya Food Court hadir menjawab kebutuhan masyarakat tersebut,” ujar Direktur Nagoya Food Court, Ependi Suprianto.
Terlihat para pengunjung sangat antusias terus berdatangan hingga jauh malam memenuhi lokasi food court tersebut walaupun sedikit diguyur hujan. Lokasi food court sangat strategis tepat posisi di tengah-tengah Nagoya tepatnya di simpang lima Nagoya depan Blitz Hotel Batam berdekatan kawasan Citywalk Nagoya.
”Tentunya masyarakat Batam, khususnya para pencinta masakan food court sudah pasti senang. Karena tak perlu keluar dari pusat kota untuk mencari makanan, tinggal ke Nagoya Food Court saja. Jadi, tunggu apa lagi silakan datang di Nagoya Food Court sambil menikmati suasana yang nyaman dan aman. Semua masakan kesukaan Anda ada di sini,” jelas Ependi.
Ependi menjelaskan untuk target market, selain orang pribumi atau penduduk lokal tentunya adalah para pendatang dari luar Batam seperti turis atau pengunjung pariwisata dari negeri tetangga, Singapura dan Malaysia atau pun Jakarta.
Suasana Nagoya Food Court yang ramai dikunjungi para pecinta kuliner. foto: Nagoya Food Court untuk batam pos
”Nagoya Food Court ini adalah merupakan wujud dan dukungan serta kepedulian program pemerintah di bidang pariwisata yang sedang dibangun oleh Pemerintah Kota Batam untuk lebih cepat dalam memajukan pariwisata tersebut,” sebutnya.
Nagoya Food Court termasuk food court yang tergolong terbesar yang ada di Batam saat ini, di mana daya tampung pengunjung sekitar 1.500 orang dengan luas bangunan sekitar 2.000 meter persegi dari luas tanah semuanya termasuk parkiran kurang lebih 3.000 meter persegi.
Tak hanya itu, Nagoya Food Court sudah terisi puluhan tenan yang siap menyajikan bergai jenis masakan, mulai dari masakan tradisional hingga masakan nusantara dan masakan Western food, Japanese food serta Chinese food yang selalu mengundang selera bagi penggemarnya. Selain jenis makanan tersebut, juga menyediakan berbagai jenis minuman.
”Harga makanan sangat bersaing dan terjangkau sesuai harga pasaran food court pada umumnya sebut saja. Seperti harga teh-O hanya Rp 5.000-an dan kopi-O Rp 6.000-an per gelas,” terang Ependi.
Bagi pengunjung tak perlu khawatir, karena dari pihak pengelola memberikan fasilitas bebas parkir bagi pengunjungnya mengingat hal ini adalah bagian dari konsep manejemen itu sendiri yaitu mengutamakan kenyamanan dan keamanan.
”Konsep yang dibangun Nagoya Food Court adalah kekeluargaan dan family mengutamakan kenyamanan serta kepuasan para pengunjung dan pelanggannya,” tutupnya. (ocu)
batampos.co.id – Ketua Komisi I DPRD Kota Batam, Budi Mardianto, mengatakan, pemerintah daerah mempunyai kewajiban untuk menjaga dan melindungi masyarakat dari berbagai hal yang dapat menimbulkan konflik dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satunya adalah keberadaan orang asing yang tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan dampak negatif berupa pelanggaran hukum, penyeludupan narkoba dan tindakan-tindakan lain yang dapat menganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Ranperda pemantauan orang asing ini menjadi salah satu bentuk urusan pemerintahan wajib untuk memantau orang asing masuk, berada dan melakukan kegiatan-kegiatan di kota Batam,” kata Budi, Rabu (8/1/2020).
Disebutnya, Pemko Batam diamanahkan untuk memantau orang asing sebagaimana ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 49 Tahun 2010 tentang pedoman pemantauan orang asing dan organisasi masyarakat asing di daerah.
Kemudian Permendagri No 50 Tahun 2010 tentang pedoman pemantauan tenaga kerja asing di daerah serta PP No 31 Tahun 2013 tentang keimigrasian sebagaimana telah diubah ke PP No 26 Tahun 2016.
Anggota Polresta Barelang mengawal 47 WNA asal Tiongkok dan Taiwan yang diduga melakukan tindakan penipuan online saat ekspos di Mapolresta Barelang, Jumat (20/9/2019) lalu. DPRD Kota Batam mempersiapkan Ranperda pemntauan Warga Negara Asing (WNA). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id
“Untuk menjalankan amanah Permendagri tersebut, maka perlu dibentuk tim pemantau orang asing yang diatur dalam payung hukum daerah,” ucap Budi.
Ditambahnya, pemantauan orang asing di wilayah Kota Batam adalah suatu hal yang sangat penting untuk dilakukan.
Alasannya, letak geografis Kota Batam yang strategis dan untuk menunjang program Pemko Batam dalam bidang kepariwisataan.
“Mengingat arti pentinya kegiatan pemantauan orang asing maka Komisi I mengusulan Ranperda pemantauan orang asing,” jelasnya.
Hal itu lanjutnya, dianggap penting dan mendesak mengingat kunjungan orang asing ke Kota Batam cenderung meningkat dari waktu ke waktu.
“Sehingga perlu dibentuk perda sebagai payung hukum daerah,” ucap Budi.
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengapresiasi Komisi I DPRD Kota Batam selaku pemrakarsa Rancangan Peraturan Daerah tentang Pemantauan Orang Asing ini.
Selain memiliki sisi positif dalam rangka pemasukan Daerah dari Aspek Ekonomi, namun tidak menutup kemungkinan adanya dampak negatif dari orang asing yang datang ke Kota Batam baik berupa mempersempit kesempatan kerja pada lapangan kerja yang ada, penyalahgunaan visa hingga pelanggaran hukum lainnya.
“Pada prinsipnya Pemko Batam dapat menerima Inisiatif Ranperda tentang Pemantauan Orang Asing ini untuk dibahas pada tingkatan pembahasan lebih lanjut sesuai mekanisme dan ketentuan serta tata tertib yang berlaku,” kata wali kota.(rng)
Kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh Reynhard Tambos Maruli Tua Sinaga di Manchester menyedot perhatian. Disebut-sebut sebagai pemerkosaan berantai terbanyak di bumi, banyak yang ingin tahu latar belakang mahasiswa S-3 University of Leeds itu.
DARI sejumlah dokumen yang ada, Reynhard diketahui sebagai warga Jalan Dahlia, Pancoran Mas, Depok. Rumahnya berlantai dua, berdiri megah.
Sejumlah warga sekitar mengonfirmasi bahwa bangunan itu adalah rumah keluarga cowok dengan tinggi 170 cm yang akrab disapa Rey tersebut.
Di sampingnya, ada gedung Graha and Convention Hall Ronatama. Area parkirnya luas. Gedung itu juga milik mereka. Jika ditotal, semua properti keluarga tersebut di kawasan itu mencapai 3 hektare.
Saat didatangi Senin (7/1), hanya tukang kebun dan penjaga rumah yang menemui. Seperti sudah mendapat brifing mengenai kabar tak mengenakkan, mereka irit bicara. Hanya jawaban singkat dan gelengan kepala.
“Semuanya di luar negeri,” kata salah seorang penjaga.
Seorang pemilik warung di depan rumah yang meminta disapa Bulik mengatakan bahwa orangtua Rey jarang di rumah.
Tapi, semua tahu bahwa keluarga itu kaya raya meski tidak ada yang tahu bisnis yang dijalani.
Lokasi rumah tersebut merupakan kompleks hunian mewah dan rumah keluarga pria kelahiran Jambi, 19 Februari 1983, itu merupakan yang terbesar. Gedung convention hall nya biasa disewakan untuk umum.
Abraham Jonathan, ketua RW 11, lingkungan rumah itu, mengatakan, keluarga Rey sudah lebih dari empat tahun tinggal di situ. Selama ini mereka dikenal baik. Namun, memang jarang di rumah.
Properti milik keluarga Reynhard Sinaga yang ada Jalan Dahlia, Kota Depok. Foto: Jawa Pos
“Tapi, kalau pekerjaannya apa, saya enggak tahu. Mereka baik. Selalu rutin kalau kasih sumbangan pas 17-an dan kegiatan lain,” ucap dia.
Abraham menjelaskan, orangtua Rey selalu mengatakan bahwa salah satu anaknya sedang kuliah di Inggris.
Tetapi, Abraham tidak mengetahui apakah yang dimaksud itu Rey atau bukan.
“Pas pindah ke sini, anaknya udah kuliah di Inggris. Tapi, anaknya itu kan ada empat,” tutur dia.
Dia tidak menyangka bahwa kejadian yang menyedot perhatian dunia itu melibatkan keluarga warganya.
Abraham hanya bisa prihatin dan mendoakan agar kasus tersebut segera selesai. Sebelum berangkat ke Inggris, Rey menyelesaikan kuliah di UI.
Dia merupakan lulusan SMAN 1 Depok. Jawa Pos (grup Batam Pos) mendatangi tempat itu dan bertemu dengan Kepala SMAN 1 Depok Supiana.
Supiana membenarkan, ada catatan yang menyebutkan bahwa Rey pernah menuntut ilmu di sekolah itu.
Rey lulus pada 2002 dari jurusan IPA. Nilai akademiknya berada pada tingkatan rata-rata di sekolah.
“Dia enggak ranking, di tengah-tengah,” terang Supiana.
Soal kepribadian, tidak banyak yang diketahui Supiana tentang Rey. Sebab, kala itu Supiana belum bertugas di sekolah tersebut.
Para guru hingga wali kelas yang pernah mengajar Rey, menurut dia, juga sudah pensiun. Namun, berdasar informasi yang masuk, Rey disebutnya sebagai siswa yang baik.
Rey masuk Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI) melalui jalur SBMPTN.
“Kalau dulu kan sedikit yang bisa masuk. Dia salah satunya. Berarti kan bagus juga,” ucap dia.
Kepala Humas dan KIP UI, Rifelly Dewi Astuti, membenarkan bahwa Rey merupakan alumnus UI.
Meski begitu, UI sebagai lembaga pendidikan mengutuk perbuatan tersebut. Perbuatan yang biadab serta bertentangan dengan hukum dan kemanusiaan.
“Kami ikut prihatin kepada para korban atas peristiwa yang mereka alami,” ucapnya dalam pernyataan tertulis.
Rifelly meminta perbuatan Rey tidak dikaitkan dengan statusnya sebagai alumnus UI.
“Meski yang bersangkutan alumnus, perbuatannya sama sekali tidak terkait dengan UI,” katanya.
UI berkomitmen melaksanakan pengajaran dan pendidikan untuk generasi muda. Agar para penerus bangsa memiliki intelektualitas tinggi dan berbudi luhur.
Pihak kampus menghormati putusan pengadilan sepenuhnya. Berdasar data yang didapatkan dari masa kuliahnya, Rey pernah tinggal di Kelurahan Beji Timur, Kecamatan Beji, Depok.
Di data tersebut, dia mencantumkan alamat surelnya, yakni [email protected].
Rey juga pernah menuntut ilmu di SMPN 2 Depok. Salah seorang gurunya yang menolak disebutkan namanya mengatakan, Rey adalah siswa yang tidak terlalu menonjol di kalangan guru.
“Seperti siswa pada umumnya,” ucapnya kepada Radar Depok (grup Batam Pos), kemarin.
Hanya, guru yang pensiun pada 2016 tersebut menjelaskan, di masa sekolah Rey sudah terlihat kemayu.
Tetapi, perilaku itu Rey tunjukkan ketika bersama teman. Sedangkan saat berhadapan dengan guru, Rey biasa saja.
Dikutip dari The Guardian, Rey dibesarkan di keluarga Katolik. Dia datang ke Inggris pada 2007.
Selama hampir sepuluh tahun kemudian sampai ditangkap pada 2 Juni 2017, Rey menjalani hidup dengan uang kiriman orangtua.
Ayahnya disebut sebagai seorang banker. Selain membayar ribuan pound sterling buat biaya kuliah, ayahnya menyewa flat di Montana House untuk tempat tinggal Rey.
Flat itu hanya berjarak beberapa pintu dari kelab Factory yang menjadi tempat favorit Rey untuk mencari mangsa.
Rey diketahui jarang berbicara tentang keluarganya. Selama persidangan kasus itu, ibunya datang hanya sekali ketika pretrial hearing pertama.
Tinggal di Manchester, Rey tak pernah menyembunyikan orientasi seksualnya sebagai gay. Dia biasa menghabiskan waktu di Canal Street dan Gay Village.
Dia juga menggunakan sejumlah aplikasi kencan khusus gay di Grindr dan Hornet.
Rey dinyatakan sebagai tersangka atas 159 kasus pemerkosaan dan kekerasan seksual.
Korbannya diperkirakan mencapai 195 pria, bahkan lebih, dari kalangan usia remaja dan awal 20-an tahun. Mereka diperkosa dalam keadaan tak sadarkan diri. Mabuk dan tertidur.
Deputi Penuntut dari Kantor Kejaksaan Area Barat Laut Inggris Ian Rushton yang menangani penyelidikan kasus itu bahkan menyatakan, Rey adalah pelaku pemerkosaan terbejat di sepanjang sejarah hukum Inggris.
Senin (6/1) Rey resmi divonis penjara minimal 30 tahun, maksimal seumur hidup. Putusan tersebut melalui jalan panjang.
Melalui empat tahapan sidang yang berlangsung sepanjang 2018–2019. Ratusan kasus Rey terungkap saat pihak berwenang menangkapnya pada 2 Juni 2017.
Kala itu salah satu korbannya terbangun, panik, lalu melakukan panggilan ke nomor telepon darurat 999.
Dari penggeledahan apartemennya di Princess St., ada dua barang bukti kunci. Yakni, dua iPhone yang digunakan Rey untuk merekam aksi bejatnya.
Plus, berbotol-botol miras yang diduga dicampur dengan gamma-hydroxybutyric acid (GHB) atau yang kesohor sebagai ekstasi cair.
Rey juga menyimpan beberapa ”cendera mata” yang berupa ponsel dan jam tangan korban di kamarnya.
Dalam keterangan yang dihimpun pihak berwenang, Rey mencari mangsa di antara Fifth atau Factory, dua kelab malam yang dekat dengan apartemennya.
Dia melakukan aksinya dini hari. Sasaran utamanya adalah pria yang baru saja putus, tidak punya uang buat pulang, baterai ponselnya habis, maupun mabuk.
Saat korban muncul, Rey datang bak penyelamat. Dia menyediakan kamar, bahkan miras yang lebih banyak lagi.
Setelah korban didapat, Rey memberikan oplosan miras-GHB. Ponsel korban disingkirkan. Kartu identitas, kadang sekaligus dengan dompetnya, dia simpan. Dalam kondisi tidak sadarkan diri, Rey mulai beraksi.
”Mereka menikmati role play itu,” klaimnya.
Rey menyimpan foto korbannya dalam kondisi telanjang. Beberapa foto disebar ke beberapa temannya di komunitas gay, bukti bahwa dirinya berhasil menaklukkan pria.
Beberapa teman seapartemen menyebut unit tempat Rey tinggal sebagai pintu ajaib yang pantang dimasuki.
Dari penyelidikan lebih lanjut, Kepolisian Greater Manchester berhasil membongkar arsip digital Rey.
Total, ada 3,29 terabyte rekaman video porno, setara dengan 250 keping DVD atau 300 ribu foto.
Pihak berwenang mengungkapkan, ada satu rekaman yang berdurasi delapan jam. (*/c11/ayi/jpg)
batampos.co.id – Masih ada saja masyarakat yang membuang sampah sampah di luar bin kontainer.
Seperi yang terlihat Jalan Jenderal Sudirman Legenda Malaka, Rabu (8/1/2020). Sampah terlihat menumpuk di luar bin kontainer.
Padahal tempat sampah tersebut masih dalam keadaan kosong. Warga Legenda Malaka, Teguh, mengatakan, sering melihat pengendara motor membuang sampah di luar bin kontainer.
Seorang pengendara sepeda motor melintasi Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang berada di Legenda Malaka. Masyarakat yang mlintas di TPS tersebut kerap membuang sampah di luar bin kontainer. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id
“Paling banyak banyak sore hari, orang lewat sambil membawa sampah dan buangnya asal aja”,ujarnya.
ia berharap masyarakat yang membuang sampahd i area tersebut dapat memasukkannya ke dalam bin kontainer.
Karena lanjutnya, tumpukan sampah sangat menganggu aktivitas pengendara lainnya.
batampos.co.id – Mobil layanan samsat keliling bertujuan untuk mempermudah dalam pengurusan pajak kendaraan dan proses perpanjangan SIM.
Sebab, layanan ini sekarang semakin banyak menjangkau sejumlah tempat di wilayah Batam, salah satunya di depan Maha Vihara Duta Maitreyawira, Sei Panas, Batam.
Di layanan samsat keliling ini, ada 5 petugas yang berjaga. Setiap harinya petugas melayani sekitar 50 sampai 70 masyarakat yang membayar pajak, baik sepeda motor dan mobil.
Petugas pendaftaran layanan samsat keliling, Apriansyah, mengatakan, pihaknya melayani masyarakat setiap Senin sampai Sabtu.
Pemilik kendaraan bermotor mengantre untuk membayar pajak kendaraan mereka di Samsat Keliling yang berada di depan Maha Vihara Duta Maitrawira. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id
“Di sini mulai beroperasi pukul 10:00 WIB sampai pukul 16:30 WIB, untuk hari Sabtu sampai pukul 14:30, sedangkan hari Minggu libur,” jelasnya.
Kata dia, Samsat keliling bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam pelayanan pajak kendaraan ataupun dalam pengurusan pembuatan SIM.
Teddy menjelaskan, untuk persyaratan pengurusan di layanan Samsat keliling ini cukup mudah, masyarakat hanya membawa STNK asli dan KTP Asli.
“Kita berharap dengan adanya layanan Samsat keliling ini, masyarakat lebih patuh akan kewajiban membayar pajak kendaraan, termasuk juga mempunyai SIM,” jelasnya.
“Jadi kita berupaya memberikan pusat-pusat pelayanan terdekat kepada masyarakat, agar lebih memudahkan dalam proses layanan,” pungkasnya.(nto)
batampos.co.id – Dua event akbar PT. Adhya Tirta Batam (ATB) masuk dalam Calender of Event (CoE) 2020.
Melalui dua event akbar ini, ATB turut mendukung upaya pemerintah memajukan sektor pariwisata kota Batam.
Dua event yang dimaksud adalah ATB Futsal Championship yang digelar rutin setiap bulan April, dan ATB Festival Hijau yang digelar setiap bulan Juni bersempena dengan hari lingkungan hidup. Keduanya adalah bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) ATB Peduli.
“ATB adalah Aset bagi kota Batam. Sehingga kami berkomitmen untuk mendukung upaya pengembangan Batam, termasuk di sektor pariwisata,” ujar Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus.
ATB Futsal Championship menjadi salah satu event akbar yang rutin digelar tiap tahun.
Kegiatan ini telah berkembang menjadi turnamen futsal paling bergengsi dan terbesar di provinsi Kepri, karena melibatkan atlet-atlet liga profesional.
Aura kompetisi yang tiap tahun kian tajam membuat ATB Futsal Championship selalui dinantikan.
Ribuan peserta mengikuti event festival hijau yang diadakan ATB. Dua event akbar ATB masuk calender of event 2020. Foto: ATB untuk batampos.co.id
Bahkan hanya beberapa minggu usai pertandingan final digelar, sudah ada club-club yang berniat mendaftarkan diri untuk turnamen selanjutnya.
Animo penggemar Futsal juga tak kalah tinggi. ATB Futsal Championship selalu ramai pengunjung yang datang dari berbagai kota.
Tahun lalu turnamen ini dihadiri sedikitnya 10 ribu pengunjung dan diprediksi akan terus membludak tahun ini.
“Tahun ini kami akan kembali menggelar ATB Futsal Championship dengan berbagai kejutan-kejutan baru. Kita tunggu saja,” ungkap Maria.
ATB Festival Hijau juga masuk menjadi salah satu CoE 2020. Event ini sengaja digelar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang isu lingkungan.
Di antaranya adalah isu ketersediaan rusaknya daerah tangkapan air dan ketersediaan air bersih.
Event ini terbukti mampu menyedot perhatian 1.500 hingga 2.000 peserta. Bukan hanya yang berasal dari dalam negeri, juga mancanegara.
Mereka bersama-sama bersepeda menuju daerah tangkapan air, kemudian menanam pohon untuk kelestasian lingkungan.
Melalui event ini ATB juga ingin menyerukan pentingnya kepedulian bersama untuk menjaga lingkungan demi masa depan sumber daya air di Kota Batam.
Dua event akbar tersebut telah menjadi bagian tak terpisahkan dan menjadi ciri khas dari Kota industri ini.
Kehadirannya selalu dinanti, karena mampu memberikan dampak positif bagi kota Batam. Karena itu
“Kita doakan saja agar event ini berkelanjutan di tahun-tahun berikutnya. Karena telah memberikan citra yang baik bagi Batam, sebagai kota yang peduli terhadap olahraga dan lingkungannya,” tutur Maria.(*)
batampos.co.id – Dua kapal patroli milik Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI yang beroperasi di Pangkalan Armada Kamla Barat Batam dikerahkan ke wilayah perairan Natuna untuk meningkatkan pengamanan dan pengawasan di kawasan tersebut.
“Kemarin siang (Selasa) sudah berangkat ke sana, yakni KN Kapal Negara (KN) Pulau Nipah-321 dan KN Pulau Dana-323,” ujar Kepala pangkalan armada kamla Barat Batam, Kolonel Bakamla Ade Prasetia, Rabu (8/1/2020).
Dua kapal yang dikerahkan ke perairan Natuna merupakan hasil karya anak Bangsa yang dibuat perusahaan galangan kapal di Batam.
Dua kapal patroli Bakamla Barat yaitu KN Pulau Nipah-321 dan 322 dan KN Pulau Dana-323 dikirim ke Natuna untuk memperkuat keamanan di area perbatasan tersebut. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id
Catatan Batam Pos, kapal-kapal itu memiliki spesifikasi yang sama. Di antaranya panjang 80 meter, lebar 7.90 meter, tinggi 14.4 meter, dengan kecepatan mencapai 22 knot.
Kapal tersebut memiliki mesin penggerak 2 unit MAN/2862LE433. Kapal ini juga dilengkapi dengan persenjataan yang mumpuni.
“Ini sesuai perintah Kabakamla (pengiriman dua kapal tambahan itu) untuk menambah armada pengamanan di sana. Teknisnya tetap pusat yang komando,” ujar Ade.(eja)
batampos.co.id – Masyarakat di Batuaji dan Sagulung kembali menyuarakan keterlambatan pengurusan kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP).
Mereka yang belum memiliki e KTP merasa dipersulit sebab pengurusan sejak tahun 2018 lalu tak kunjung kelar.
Pekan pertama diawal tahun 2020 ini, mereka ramai mendatangi kantor kecamatan untuk mempertanyakan kejelasan e-KTP mereka.
Lagi-lagi kekecewaan yang mereka dapat sebab, fisik e KTP yang dinantikan tak kunjung jadi. Selain pulang dengan kecewa, tidak sedikit yang meluapkan amarah kepada petugas kantor kecamatan.
Seperti yang dilakukan Sugianto, warga Dapur 12, Sagulung di kantor kecamatan Sagulung, Rabu (8/1/2020) pagi.
Dia marah-marah dengan petugas di loket pelayanan e KTP karena e KTP yang sudah diurus sejak awal tahun 2018 lalu belum juga jadi.
“Sudah setahun lebih saya tak pegang KTP, mau sampai kapan begini terus,” katanya.
Ia mengaku kesulitan untuk mengurus segala sesuatunya. Dikarenakan tidak memiliki e KTP.
“Terus kami yang belum punya ini bagaimana?. Dimana hati nurani bapak ibu yang pegang kuasa dengan e KTP ini,” ujarnya dengan suara tinggi.
Seorang warga melakukan perekaman e-KTP. Hingga saat ini Kota Batam masih mengalami kekosongan blanko e-KTP. Foto: batampos.co.id/Dalil Harahape ktp
Begitu juga dengan Sumarni, warga Tembesi. Ia juga marah-marah dengan petugas kecamatan karena e KTP yang direkamnya pertengahan tahun 2018 lalu juga belum tercetak.
“Sampai kapan pak mau begini terus? Apa kami tak punya hak milik e KTP. Satu dua bulan okelah tunggunya, tapi ini tahunan pak. Kapan lagi jadinya. Mohon dipastikan pak,” ujarnya.
Pantauan Batam Pos di lapangan, petugas kecamatan umumnya pasrah dengan pertanyaan dan aksi marah-marah masyarakat tersebut.
Mereka tak bisa berbuat banyak sebab ketersendatan pengurusan e KTP ini karena kekosongan blangko.
“Itu masalah nasional. Wewenang (pengadaan blangko) di pusat bapak ibu,” ujar seorang petugas di kantor camat Sagulung kepada warga.
“Kalau bisa kami buat sendiri sudah dari dulu kami buat,” katanya lagi.
Situasi yang sama juga terjadi di kantor Kecamatan Batuaji. Ratusan warga mempertanyakan kesiapan fisik e KTP mereka sejak awal tahun lalu.
Penjelasan dari pihak kecamatan sama. Mereka tak bisa pastikan kapan akan rampung pencetakan fisik e KTP. Sebab, stok blangko e KTP yang didatangkan sangat terbatas.
“Itulah masalahnya (blangko kosong). Untuk apa kami lama-lamakan kalau memang ada blangko,” kata Camat Batuaji, Ridwan.
Menurutnya, tidak ada untungnya sama sekali memperlambat proses pencetakan e KTP warganya.
“Ini persoalan dari pusat bukan kami atau Pemko Batam,” ujarnya.
Keluhan masyarakat akan keterlambatan pengurusan fisik e KTP disebutkan Ridwan, wajar. Sebab sudah cukup lama dinanti.
Namun mereka tak mampu berbuat banyak selain meminta warga bersabar.
“Ada sekitar 7000-an yang belum dicetak. Wajar mereka marah atau kecewa, ya mau gimana lagi. Kami hanya bilang bersabar sebab kapan ini diselesaikan kami juga tak tahu pasti,” ujar Ridwan.(eja)