Kamis, 21 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10784

2019, Sebanyak 2.370 Bayi Lahir di Kota Batam

0

batampos.co.id – Tahun ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam mencatat selama 2019 ada 28.447 bayi yang lahir. Dari jumlah tersebut jika dirata-ratakan perbulan sekitar 2.370 bayi yang lahir di kota industri ini.

Karena itu pula, Dinkes Kota Batam berencana menambah fasilitas kesehatan berupa Pos Pelayanan Terpadu (posyandu).

Kepala Dinkes Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan direncakana ada 10 posyandu yang disiapkan untuk memaksimalkan pelayanan bayi di bawah lima tahun (balita).

Kata dia, peningkatan kebutuhan posyandu ini tak terlepas dari angka kelahiran bayi di Batam yang cukup tinggi.

“Tahun 2019 ada 28.447 bayi yang lahir. Sedangkan total balita tercatat 151.003 jiwa dan jika dihitung jumlah kebutuhan, maka Batam butuh seribu lebih posyandu,” jelasnya, Rabu (8/1/2020).

Saat ini lanjutnya, masih kurang 500 posyandu di Kota Batam. Ia menyebutkan, satu posyandu melayani maksimal 100 balita.

Karena itu, pihaknya masih harus memaksimalkan keberadaan puskesmas di Kota Batam.

Kader Posyandu Bunga Barelang RW 18 Tanjunguncang, Batuaji, mengukur tinggi anak yang datang ke posyandu. Pada 2019, Dinkes Kota Batam mencatata ada sekitar 2.370 bayi yang lahir di kota Batam.
Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

Ia menyebutkan, saat ini memang sudah ada 520 posyandu yang tersebar di kelurahan yang ada di Batam.

Pembangunan posyandu terus dimasukkan dalam rencana pembangunan setiap tahunnya, sebab keberadaan posyandu sangat penting membantu ibu dan balita.

Tahun lalu, sebanyak 38 posyandu dibangun Pemko Batam untuk memenuhi kebutuhan.

Menurutnya, pertumbuhan penduduk cukup tinggi sehingga berdampak terhadap ketersediaan posyandu.

”Makanya tahun ini kami tambah lagi 10 posyandu. Mudah-mudahan bisa membantu perawatan dan kontrol balita,” ujarnya.

Satu posyandu, lanjutnya, memiliki tujuh kader dan masing-masing menerima honor Rp 200 ribu setiap bulannya.

Kader ini yang bertugas melayani orangtua dan balita seperti tumbuh kembang bayi.

”Orangtua harus rajin cek. Karena kalau anak bermasalah, misalnya kurang gizi dan lainnya, bisa segera ditangani,” imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, berharap keberadaan posyandu bisa bermanfaat dan dioperasikan sebaik mungkin dalam pelayanan kesehatan balita.

”Jangan sampai setelah dibangun malah tak difungsikan. Kan sangat disayangkan. Pemko sudah berusaha membangun sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tutupnya.(yui)

Maju Bakal Calon Wali Kota Batam, Helmy Hemilton: Saya Siap Mengabdi

0
Helmy Hemilton. Foto: Wijaya Satria/batampos.co.id

Helmy Hemilton, politisi Partai Demokrat yang dua periode (2009-2014 dan 2014-2019) jadi anggota DPRD Batam, serius maju bakal calon Wali Kota Batam.

Mantan Wakil Ketua DPRD Batam ini sudah mendaftar ke sejumlah partai politik (parpol), bahkan terus menjalin komunikasi dengan tokoh-tokoh parpol di tingkat pusat.

Dalam kesempatan santai sambil ngopi bareng, batampos.co.id mewawancarai Helmy terkait keseriusannya ini.

Berikut petikannya:

Baliho Anda sudah bertebaran di beberapa titik di Kota Batam. Apakah Anda serius maju pada Pilwako Batam 2020 ini?

Insya Allah saya serius untuk maju sebagai calon Wali Kota Batam pada Pilwako 2020.

Apa yang mendorong Anda ingin maju ke Pilwako ini?

Intinya, saya ingin terus mengabdi untuk masyarakat melalui jalur yang berbeda. Kalau kemarin berjuang melalui parlemen atau DPRD Batam.

Saat ini ada dorongan dari beberapa elemen masyarakat di daerah pemilihan (dapil) dan beberapa tokoh masyarakat pada saya, untuk saya bisa maju sebagai calon Wali Kota Batam.

Apa yang menjadi atensi Anda, sehingga terdorong kuat maju memimpin Batam. Apakah karena ingin lebih meningkatkan infrastrukturnya, menggenjot pertumbuhan ekonomi, memanfaatkan sumber daya Batam untuk kesejahteraan masyarakat Batam, dan sebagainya?

Ya saya pikir ada beberapa sektor yang perlu benahi dan ditingkatkan. Terutama ekonomi, daya beli masyarakat yang menurun, karena kondisi ekonomi secara global tidak bagus juga faktor-faktor lainnya.

Jadi, apa yang sudah dilakukan yang baik oleh Pak Rudi selama menjadi Wali Kota Batam kita lanjutin. Kalau ada yang kurang kita perbaiki.

Jika masyarakat Batam memberikan amanah pada Anda, apa visi Anda untuk membangun Batam?

Aamiin, jika saya diberi amanah masyarakat Insha Allah saya akan mewujudkan Kota Batam sebagai Smart City.

Caranya dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang beradab, berkompeten dan berdaya saing tinggi.

Misi Anda untuk mencapai visi tersebut, seperti apa?

Sederhana saja dan tak muluk-muluk. Yang penting adalah upaya maksimal untuk mewujudkannya, dengan mendistribusikan gagasan master visi dan misi ini ke kesatuan kerja perangkat daerah (SKPD) teknis sebagai pelaksananya.

Yakni menciptakan sistem pemerintahan yang baik dan berintegritas, mempersiapkan sarana pendidikan untuk menunjang pembangunan SDM yang berkualitas.

Kemudian menjamin pelayanan kesehatan yang layak bagi warga Batam. Selanjutnya, menciptakan kawasan pariwisata yang berbasis alam dan budaya sebagai salah satu etalase serta gerbang pariwisata Indonesia.

Terakhir, menciptakan sistem investasi yang sehat dan infrastruktur yang memadai sehingga mampu menarik investor ke Batam.

Tentu Anda all out agar gagasan Anda tersampaikan ke masyarakat dan masyarakat yakin kepada Anda. Dalam hal ini, sudah beberapa titik yang Anda temui masyarakat menyampaikan cita-cita Anda. Dan apa respons masyarakat?

Hmmm sebenarnya, dari kemarin sudah tujuh kecamatan yang kami datangi. Kemarin terakhir lima kecamatan, cuma ada beberapa kecamatan tidak terekspose.

Insha Allah, sambutan masyarakat luar biasa animo masyarakat adanya perubahan kepemimpinan di Kota Batam. Sepanjang yang kami temui, respons masyarakat sangat bagus untuk perubahan. Apalagi, ini saatnya pemimpin muda era milenial.

Pilwako ini kan agenda politik. Maksudnya, yang mengusung pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota adalah partai politik (parpol). Kecuali calon independen. Sejauh mana lobby-lobby yang Anda lakukan untuk mendapatkan perahu politik?

Sementara sudah mendaftar diberbagai parpol di Demokrat, Gerindra, Golkar, Hanura, PSI, PKS juga sudah kasih proposal. Mungkin ada beberapa parpol kami gandeng juga. Namanya parpol, ya fleksibel dan dinamis.

Yang pasti, komunikasi masih berlangsung intens dengan beberapa ketua parpol, di tingkat dewan pimpinan pusat (DPP) parpol juga pelan-pelan dijajaki. Insha Allah, mohon doanya.

Tahap-tahapan Pilwako sudah semakin dekat. Bagaimana kesiapan Anda menghadapi Pilwako ini?

Insha Allah santai saja, sebagai umat beragama kita percaya tentu semua sudah Tuhan takdirkan. Sebagai manusia, kita hanya wajib berusaha dan berdoa. Selanjutnya, serahkan sama Tuhan.

Sedangkan kalau ditanya persiapan, saya siap lahir dan bathin. Yang pertama harus sehat badan, iya kan. Rutinitas tetap seperti biasa menyapa masyarakat, ketemu kawan ngopi. Saya pikir, tak ada yang spesial. Biarkan mengalir, apa yang Tuhan berikan kita terima ikhlas.

Apakah sudah ada gambaran siapa bakal calon Wakil Wali Kota yang akan mendampingi Anda?

Dari komunikasi terakhir, ada beberapa tokoh. Tapi, Insha Allah saya akan menggandeng putra tempatan atau orang Melayu.

Karena kita di Tanah Melayu, jadi harus kita hormati di mana bumi dipijak di situlah langit dijunjung.

Kriteria orang yang akan menjadi wakil Anda nanti itu, seperti apa?

Kriteria menurut saya DUIT saja. DUIT bukan uang ya, tapi singkatan dari: Doa, Usaha, Iman, dan Takwa. Kalau urusan uang itu nomor sekian. Yang penting Doa, Usaha, Iman, dan Takwa.

Sekarang ini Wali Kota Batam merangkap Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam. Konsep keharmonisan dan kelajuan apa yang Anda tawarkan terhadap Pemko dan BP Batam yang ibarat satu kapal dua mesin ini?

Saya pikir, itu sangat bagus. Artinya, Batam bisa berkembang lebih cepat lagi, lebih maju lagi di mana Wali Kota Batam juga Kepala BP batam.

Kita bisa bikin lompatan-lompatan yang lebih bagus lagi untuk dunia usaha dan iklim investasi lebih bagus lagi. Insha Allah, kalau saya diberi amanah, saya akan usahakan Batam tambah maju lagi.

Pertumbuhan ekonominya bisa tembus 6 sampai 7 persen. Industri yang menyerap banyak tenaga kerja kita berikan stimulus, arus barang konsumsi dan bahan baku industri dari dan ke Batam dipermudah. Saya yakin bisa, tergantung niat dan keberanian.

Batam ini terkenal dengan kota muda (young town) yaitu populasi penduduknya banyak generasi muda. Bagaimana Anda meyakinkan generasi muda tersebut untuk memilih Anda?

Dari data yang kami punya, pemilu 2019 kemarin itu, sebenarnya pemilih terbesar adalah kaum perempuan.

Berkenaan dengan wawancara ini, saya memberikan apresiasi pada Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) Provinsi Kepri yang telah menyelenggarakan diskusi Women to Infinity pada Sabtu (14/12/2019) di Grand Batam Mall.

Helmy Hemilton mendapatkan penghargaan diacara Women To Infinity. Foto: Iman Wachyudi/batampos.co.id

Di acara tersebut, saya salah satu nara sumber yang mana audiens meminta komitmen saya terhadap pemberdayaan wanita terhadap pembangunan Batam.

Usaha menggaet generasi muda ini, masing-masing calon yang akan bertarung di pilwako nanti tentu punya rahasia. Karena, tak mungkin kita menyampaikan program kita yang tepat, nanti bisa dibaca lawan politik.

Saya kira, itu internal urusan tim dalam menggaet pemilih muda. Apalagi saya sendiri adalah berusia muda. Muda adalah kekuatan, muda adalah penggerak dalam revolusi industri 4.0 masa depan. Sudah tak zamannya lagi, Wali Kota tak berintegrasi dengan warganya di media sosial (medsos).

Kalau bicara infrastruktur Batam saat ini, jalan sudah bagus. Tapi, di saat musim hujan sekarang ini, ternyata beberapa titik di Kota Batam, kalau turun hujan dengan durasi agak lama sehingga beberapa tempat banjir. Hal ini kan, tentu akan menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Anda nanti menuntaskan banjir jika mendapatkan amanah dari masyarakat. Pendapat Anda?

Aamiin,  mohon doa dan dukungan masyarakat. Yah, soal mengatasi banjir harus dibuat master plan tim ahli, masalah infrastruktur terutama masalah drainase. Jangan hanya jalan yang bagus, tapi drainase juga penting.

Karena itu harus kita perhatikan semua. Masalah drainase ini, apalagi musim penghujan ini banjir di beberapa tempat. Perlu ada terobosan yang bagus, jangan sampai ada banjir lagi di Kota Batam.

Terutama titik-titik banjir, kita harus fokus menuntaskannya. Tidak boleh nanti, di Batam ini berapa jumlah titik banjir, itulah yang terlebih dahulu kita tuntaskan. Setelah itu baru kita ke hal-hal lainnya masalah sekolah, masalah ruang kelas baru (RKB).

Saya pikir dengan ada penggabungan Wali Kota merangkap Kepala BP Batam ini, sangat bagus sekali. Karena, Wali Kota bisa menguasai lahan juga. Jadi, cepat sekali masalah koordinasi terkait lahan.

Tiap tahun Batam selalu menghadapi masalah kelas baru, ruang kelas baru, penerimaan murid baru tidak tertampung. Itu selalu saja terjadi terus-menerus tiap tahun. Apa solusi yang Anda tawarkan kalau masyarakat memilih Anda jadi Wali Kota Batam?

Saya pikir, persoalan-persoalan rutin tiap tahun ini semestinya penyelesaianya harus bisa lebih bagus. Kalau memang nanti tidak bagus, berarti tak becus.

Persoalan lahan untuk membangun sekolah atau ruang kelas baru, terjadi bukan zaman sekarang ini saja. Waktu saya dulu di DPRD, Perda Bangunan Gedung sudah ada. Kami di Dewan bersama Pemko waktu itu mengusulkan ada perda tersebut.

Dalam perda tersebut, developer menghibahkan beberapa persen lahannya ke Pemko untuk membangun kebutuhan masyarakat. Sudah ada dalam klausul di Perda itu. Mungkin perlu penegasan saja, perlu sosialisasi lagi lebih tepat ke masyarakat.

Karena banyak developer tidak tahu perda bangunan itu sudah ada apa belum. Saya pikir, titik lemahnya di sosialisasi perda ini sehingga persoalan rutin tiap tahun ini terus terjadi.

Batam memiliki Perda Circuit Closed Television (CCTv) terintegrasi untuk keamanan dan kenyamanan warga. Tapi, kenapa Perda itu tak dijalankan?

Kita harus koordinasi semua lintas sektoral, seluruh stakeholder yang ada di Batam seperti kepolisian harus dikoordinasi secara terus-menerus bukan sekali dua kali saja.

Tapi, harus secara kontinyu koordinasi terus-menerus masalah keamanan dan segala macam. Masalah CCTv ini saya kira cukup bagus. Cuma harus ada penambahan lagi, karena Batam ini besar.

Luas wilayahnya dengan 12 kecamatan ini, sebenarnya harus dimekarkan lagi dengan segera. Satu kecamatan saja, sudah sama dengan tiga kecamatan di Kota Ambon.

CCTv baik yang diadakan pemerintah maupun swasta, sudah ada. Cuma, belum terintegrasi dan terkoneksi satu dengan yang lain. Kalau Anda nanti seadanya dipercaya masyarakat sebagai Wali Kota Batam, bagaimana Anda menangani persoalan ini?

Tinggal dibuat aja bagaimana bisa terkoneksi dengan baik. Intinya kan, bagaimana menjadikan Kota Batam ini menjadi kota yang pintar (smart city), dengan cara semua instrumen elemen elektronik (kecanggihannya) harus dibuat oleh orang yang ahli dan tepat.

CCTv yang terkoneksi ini, memberikan efek psikologis nyaman bagi masyarakat dan investor. Kalau terjadi tindak kriminal, gampang dilacak. Tinggal mencari tempat kejadian dan jam kejadian, sehingga bisa dibuka rekaman CCTV.(ash/iwa)

Kepala BP Batam: Infrastruktur Terminal Pelni di Pelabuhan Batuampar Tidak Manusiawi

0

batampos.co.id – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, menilai infrastruktur Terminal Pelni di Pelabuhan Batuampar tidak manusiawi.

BP secepatnya akan memindahkan kembali Terminal Pelni kembali ke Pelabuhan Beton di Sekupang.

”Tak manusiawi bangunannya,” kata Rudi, Selasa (7/1/2020).

Rudi juga mengungkapkan, mengapa terminal kapal pe-numpang tersebut tak kunjung pindah.

Pertama, terkait soal anggaran. Ia berkeinginan baik BP dan Pelni berbagi anggaran membangun kembali Pelabuhan Beton, Sekupang.

”Anggarannya tidak terserap. Makanya kami ingin berbagi sama,” ungkapnya.

Persoalan ini, kata Rudi, akan diselesaikan secepatnya.

”Ke depannya, takkan ada lagi kapal penumpang di sana. Batuampar nanti khusus untuk kargo semua,” terangnya.

Rudi kemudian menjelaskan, memindahkan kembali pelabuhan penumpang ke Sekupang, banyak tahapan yang harus dilakukan.

Di bawah guyuran hujan, penumpang menaiki KM Kelud di dermaga Batuampar, Sabtu (21/12/2019) lalu. kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menilai infrastruktur pelabuhan Pelni Batuampar tidak manusiawi. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Tahapan utama yakni pendalaman alur di sekitar Pelabuhan Beton Sekupang. BP juga akan menganggarkan dana untuk membenahi pintu gerbang pelabuhan bongkar muat tersebut.

”Anggaran BP nanti untuk bongkar habis pintu masuk,” ujarnya.

Kondisi Pelabuhan Batuampar terkini sangat tidak layak untuk menjadi tempat bersandarnya kapal penumpang milik Pelni.

Saat hujan turun, maka pintu gerbang pelabuhan bongkar muat itu sering banjir. Kondisi tersebut telah berlangsung sejak lama dan belum mendapatkan penanganan yang berarti dari penge-lola pelabuhan.

Saat mendekati puncak arus mudik Natal pada Sabtu, 21 Desember 2019 lalu, Kapal Kelud milik Pelni yang berlayar dari Belawan, Sumatera Utara, bersandar di Batuampar sekitar pukul 11.00 WIB.

Begitu tiba, hujan deras langsung menyambut penumpang yang turun dari kapal tersebut.

Sayangnya, begitu turun, tidak ada tempat untuk berteduh bagi penumpang yang baru tiba tersebut.

Mereka dipersilakan berjalan melewati deretan kontainer menuju pintu gerbang depan, sambil menahan dingin karena baju dan tas yang basah kuyup diguyur hujan deras.

Sedangkan di pintu gerbang pelabuhan, kondisinya lebih buruk lagi karena kebanjiran. Kendaraan yang masuk dan keluar pun harus berjalan pelan-pelan.

Begitu keluar dari pelabuhan, maka akan disam-but dengan kemacetan yang luar biasa. Sudah menjadi pengetahuan umum, jika kapal Pelni bersandar, maka kemacetan akan terjadi.

Kemacetan dan basah kuyup karena hujan deras melengkapi penderitaan penumpang kapal Pelni yang tiba di Batam.

Salah seorang penumpang asal Medan, Nurlaili, mengatakan, ia sudah dua kali ke Batam untuk mengunjungi anaknya.

Saat pertama datang, terminal Pelni masih di Pelabuhan Beton Sekupang. Pelabuhan yang kabarnya tengah direnovasi tersebut memiliki gudang besar sehingga penumpang memiliki tempat untuk berteduh ketika hujan deras.

Namun, itu berbeda dengan pelabuhan Batuampar.

”Begitu turun langsung hujan deras. Kami harus berjalan jauh ke depan. Angkutan pun susah dicari karena macet dan banjir. Kira-kira menunggu satu jam kehujanan baru dapat angkutan,” ungkapnya.(leo)

ATB Bersiap Bertransformasi Digital

0

batampos.co.id – ATB bersiap untuk bertransformasi digital. Hal ini penting karena merupakan salah satu bentuk dari strategi bisnis yang bisa menjadi jawaban untuk tuntutan menghadirkan kinerja yang profesional dan efisien.

“Era revolusi industri 4.0 merupakan fenomena yang mutlak tidak bisa dihindari. Perusahaan harus punya strategi transformasi dan inovasi teknologi untuk menghadapinya. Jangan sampai tergilas dengan perubahan zaman,” ujar Maria Jacobus, Head of Corporate Secretary ATB, saat ditemui di Kantor Pelayanan Pelanggan ATB Sukajadi pada Selasa (7/1/2020).

Maria mengungkapkan bahwa ATB bukan lagi berada ditahapan berinovasi, tapi sudah menjadi pioneer di bisnis ini.

ATB SCADA 4.0 Integrated Operation System merupakan sistem kekinian pertama untuk manajemen pengelolaan air terintegrasi di Indonesia. Foto: ATB untuk batampos.co.id

Integrated Operation System yang dikembangkan agar proses pelayanan air bersih bisa lebih profesional dan efisien telah mendapatkan Paten dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada 31 Oktober 2019 lalu dengan nomor Paten IDS000002635.

“Tujuan dari teknologi yang baru saja mendapat paten ini adalah untuk membantu meningkatkan kualitas layanan air di Indonesia,” ujarnya.

“Layanan air yang baik itu jadi modal membangun generasi masa depan yang sehat dan cerdas,” jelas Maria lagi.

ATB telah membuktikan sebagai perusahaan yang berhasil melakukan inovasi teknologi untuk menghadapi tantangan zaman dan benar-benar menempatkan sumber daya manusia yang kompeten dibidangnya, mengalokasikan dana untuk investasi pada teknologi terbaru serta melakukan evaluasi secara berkala.(leo)

BEI Ajak UKM Cari Investor

0

batampos.co.id– Bursa Efek Indonesia (BEI) mengajak pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) untuk melantai di pasar modal. Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, pasar modal bukan hanya untuk perusahaan besar.

“Bursa bukan hanya tempat perusahaan besar bertumbuh. Bursa mengakomodasi perusahaan kecil menengah untuk masuk ke pasar modal,” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (8/1/2020).

Ia mengatakan bahwa pihaknya menyediakan kesempatan yang sama bagi para UKM yang sedang merintis usaha dengan tumbuh bersama investor lewat pasar modal.

“Kami punya IDX Incubator yang didirikan untuk menuhi peran sebagai garda depan dan mencari perusahaan-perusahaan rintisan ke daerah-daerah, untuk kami grooming (perbaikan). Ini adalah salah satu sistem yang kami miliki,” jelasnya.

IDX Incubator merupakan program berupa inkubasi yang mewadahi startup berbasis teknologi. Para startup ini diberikan pelatihan pengembangan untuk melakukan IPO (Initial Public Offering).

Pelaku UMKM. Saat ini pemerintah menetapkan seluruh industri kecil dan menengah (IKM) makanan dan minuman (mamin) harus punya sertifikat halal. Foto: Dokumentasi batampos.co.id

Menurutnya, usaha yang sedang tumbuh memerlukan pendampingan agar bisa membenahi perusahaan lebih baik lagi. Program ini juga melindungi para investor dari penempatan saham pada perusahaan yang kinernyanya kurang baik.

“Setelah ada di papan akselerasi, para perusahaan ini nantinya juga akan mendapat kesempatan untuk dipromosikan,” terangnya.

Akan tetapi, untuk bisa naik kelas, para startup diwajibkan untuk memenuhi persyaratan. Seperti, meningkatkan total aset yang dimiliki perusahaan hingga naiknya jumlah pemegang saham.

“Di mana pada suatu saat mereka mampu memenuhi sejumlah persyaratan untuk masuk ke Papan Pengembangan atau bahkan bisa langsung masuk ke papan utama jika secara good corporate governance atau GCG-nya bisa memenuhi ketentuan-ketentuannya,” katanya. (jpg)

Semarak Tahun Baru Imlek di Harris Resort

0

batampos.co.id – Memasuki awal 2020 ada nuansa yang berbeda di Harris Resort Barelang Batam. Beberapa area seperti lobi, Harris Café, 20 Feet Esplanade, dan Rocksalt Beach Club sudah dihiasi dengan ornamen imlek, pohon angpau dan lampion dengan nuansa merah.

”Tahun dengan ikon tikus menjadi shio di 2571. Lagu bernuansa Imlek juga tidak lupa diperdengarkan di area resort. Tamu yang datang akan langsung merasakan suasana Imlek saat memasuki suasana resort,” ucap Marketing dan Branding Manager Harris Resort Barelang, Viki Wahyudi, kemarin.

Viki menjelaskan, dalam rangka merayakan tahun baru Imlek, Sabtu 25 Januari 2020 nanti, Harris Resort Barelang Batam mengundang para tamu untuk merayakan tahun baru dengan beragam acara hiburan.

”Tamu dapat menikmati pengalaman makan malam prasmanan di 20 Feet Esplanade bersama keluarga dan kerabat. Dengan pakaian warna merah untuk menciptakan suasana perayaan pergantian tahun,” jelasnya.

Mulai dari pemilihan menu makan malam, kemudian acara makan malam yang dimulai dari jam enam sore dengan Yee Shang Toss, Live Band, Barongsai, Dewa Uang, Pohon Angpao, Oriental Dance, games, dan lucky draw. Kemudian dilanjutkan dengan kembang api dan petasan di area pantai pada jam 9 malam.

Suasana Harris Resort Barelang momen Imlek.
F. Harris Resort Barelang untuk Batam Pos

”Paket makan malam prasmanan dengan harga IDR 558.000 nett per orang untuk orang dewasa dan Rp 279.000 nett per orang untuk anak-anak berusia 4-12 tahun,” terangnya.
Menu pilihan mulai dari hidangan pembuka, sup, hidangan utama, Carving seperti bebek, daging dan ayam panggang, dan makanan penutup.

”Memasuki Imlek tahun tikus 2571, tahun ini akan terasa berbeda ketika para tamu menikmati pesta tahun baru bersama keluarga dan kerabat. Kemudian acara hiburan di antaranya Yee Sang, barongsai, kembang api di pantai akan menambah keindahan malam Imlek,” paparnya.

Bergabung dengan keaanggotaan dari Tauzia, My Tauzia Privilege (MTP), untuk mendapatkan diskon 10 persen paket kamar, wahana olahraga, dan 15 persen untuk makan dan minum di restoran.

”Nikmati lezatnya makanan dan minuman bersama kerabarat dan keluarga, untuk informasi dan pemesanan lebih anjut, silakan hubungi Harris Resort Barelang di Jalan Trans Barelang Batam,” tutupnya. (opi)

Jagung Manis Indonesia Tembus Pasar Tiongkok

0

batampos.co.id – Pasar ekspor komoditas hortikultura memang manis, seperti pasar jagung manis di negeri Tiongkok. Hal itu dibuktikan PT Agri Makmur Pertiwi yang telah mengekspor jagung manis ke Negeri Tirai Bambu tersebut sejumlah 40 ton senilai USD 540 ribu atau sekitar Rp 7,5 miliar.

Pelepasan ekspor benih jagung manis dilakukan Dirjen Hortikultura, Kementerian Pertanian, Prihasto Setyanto di Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Selasa (7/1/2019).

“Atas nama Kementerian Pertanian, ijinkan saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada jajaran PT. Agri Makmur Pertiwi atas ekspor benih jagung manis ke China,” kata Prihasto.

Anton, sapaan akrab Dirjen Hortikultura ini berharap momentum ekspor kali ini dapat menjadi kado manis awal tahun 2020.

Bahkan sekaligus pemacu semangat untuk lebih meningkatkan devisa negara melalui ekspor benih sepanjang tahun ini dan pada tahun mendatang.

Hal ini tentunya sejalan dengan upaya peningkatan ekspor tiga kali lipat sesuai program Gerakan Tiga Kali Ekspor (GRATIEKS). Bahkan menurut Anton, ekspor benih sayuran beberapa tahun terakhir terus mengalami peningkatan.

“Setelah melihat sendiri kemampuan kita, ternyata benih dalam negeri tidak kalah dengan yang dihasilkan luar negeri. Apalagi dengan kemampuan kita dari on farm hingga off farm, bahkan pemasaran,” katanya.

Data menyebutkan, jika tahun 2017 ekspor benih sebanyak 1.589 ton, maka tahun 2018 naik menjadi 1.845 ton. Peningkatan tersebut tidak terlepas dari peran dan kontribusi industri benih nasional.

Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian, Prihasto Setyanto, menyaksikan ekspor jagung di Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Selasa (7/1).

Bahkan nilai ekspor benih PT Agri Makmur Pertiwi terus meningkat dari tahun ke tahun. Data dari PT Agri Makmur Pertiwi, ekspor benih pada 2017 sebanyak 2.100 kg (USD 25.200 setara Rp 352,8 juta). Pada 2018 sebesar 186.644 kg (USD 941.425 setara Rp 13,2 miliar) dan 2019 mencapai 123.258 kg (USD 1.837.758 setara Rp 25,7 miliar).

Manajemen perusahaan menargetkan ekspor benih sepanjang tahun 2020 sebanyak 150.000 kg (USD 2 juta setara Rp 28 miliar). “Melihat kondisi ini secara pribadi saya optimis bahwa target peningkatan tiga kali ekspor ini dapat tercapai pada tahun 2024,” katanya.

Produksi Meningkat

Anton mengungkapkan, dalam beberapa dekade terakhir ini produksi hortikultura terus mengalami peningkatan baik dari kuantitas maupun kualitas. “Saya minta hortikultura kedepan harus lebih maju, lebih mandiri dan lebih modern,” ujarnya.

Karena itu lanjutnya, produksi hortikultura, harus betul-betul memperhatikan aspek kualitas, kuantitas dan kontinuitas serta mampu berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan. Dari berbagai pengalaman empiris, pengembangan usaha hortikultura harus dilakukan dengan pendekatan industri terpadu, hulu hingga hilir.

Melalui pendekatan ini, Prihasto berharap daya saing produk hortikultura bisa semakin meningkat, berkat kecermatan dan ketepatan dalam memilih jenis dan ragam komoditas yang sesuai dengan permintaan pasar.

Pemerintah akan terus dorong penerapan Good Agricultural Practices (GAP) dan Good Handling Practices (GHP) disertai dengan pemberdayaan kelembagaan petani, penguatan kemitraan usaha yang saling menguntungkan, dan dikelola secara terintegrasi, sehingga diharapkan mampu menghasilkan produk hortikultura yang berdaya saing.

Sementara itu, Direktur utama PT Agri Makmur Pertiwi, Junaidi Sungkono mengatakan, kapasitas produksi benihnya mencapai 15 ribu ton, baik benih padi, jagung dan berbagai jenis sayuran.

Lahan penelitian yang dimiliki pihaknya berada di dataran menengah, dataran rendah dan tinggi dengan total lahan seluas 30 ha. Dengan total petani yang menjadi mitra mencapai 4.721 orang dengan total produksi benih tanaman pangan sebanyak 6.500 ton dan hortikultura sekitar 1.600 ton.

“Kebutuhan benih yang cukup besar diharapkan industri benih terpacu untuk meningkatkan produksi,” tegasnya. (JPG)

Nagoya Food Court Berikan Kenikmatan dan Kenyamanan

0

batampos.co.id – Kabar gembira bagi Anda yang berada di Nagoya. Pasalnya, Nagoya Food Court hadir untuk memenuhi kebutuhan kuliner masyarakat Batam dan sekitarnya, telah resmi dibuka Senin (6/1/2020). Food court ini mulai buka pukul 06.30 WIB hingga malam, tepatnya pukul 01.00 dini hari.

”Semakin tingginya kebutuhan orang yang menginginkan tempat yang bersih dan nyaman untuk berinteraksi baik bersama keluarga, teman dan rekan bisnis, akhirnya Nagoya Food Court hadir menjawab kebutuhan masyarakat tersebut,” ujar Direktur Nagoya Food Court, Ependi Suprianto.

Terlihat para pengunjung sangat antusias terus berdatangan hingga jauh malam memenuhi lokasi food court tersebut walaupun sedikit diguyur hujan. Lokasi food court sangat strategis tepat posisi di tengah-tengah Nagoya tepatnya di simpang lima Nagoya depan Blitz Hotel Batam berdekatan kawasan Citywalk Nagoya.

”Tentunya masyarakat Batam, khususnya para pencinta masakan food court sudah pasti senang. Karena tak perlu keluar dari pusat kota untuk mencari makanan, tinggal ke Nagoya Food Court saja. Jadi, tunggu apa lagi silakan datang di Nagoya Food Court sambil menikmati suasana yang nyaman dan aman. Semua masakan kesukaan Anda ada di sini,” jelas Ependi.

Ependi menjelaskan untuk target market, selain orang pribumi atau penduduk lokal tentunya adalah para pendatang dari luar Batam seperti turis atau pengunjung pariwisata dari negeri tetangga, Singapura dan Malaysia atau pun Jakarta.

Suasana Nagoya Food Court yang ramai dikunjungi para pecinta kuliner.
foto: Nagoya Food Court untuk batam pos

”Nagoya Food Court ini adalah merupakan wujud dan dukungan serta kepedulian program pemerintah di bidang pariwisata yang sedang dibangun oleh Pemerintah Kota Batam untuk lebih cepat dalam memajukan pariwisata tersebut,” sebutnya.

Nagoya Food Court termasuk food court yang tergolong terbesar yang ada di Batam saat ini, di mana daya tampung pengunjung sekitar 1.500 orang dengan luas bangunan sekitar 2.000 meter persegi dari luas tanah semuanya termasuk parkiran kurang lebih 3.000 meter persegi.

Tak hanya itu, Nagoya Food Court sudah terisi puluhan tenan yang siap menyajikan bergai jenis masakan, mulai dari masakan tradisional hingga masakan nusantara dan masakan Western food, Japanese food serta Chinese food yang selalu mengundang selera bagi penggemarnya. Selain jenis makanan tersebut, juga menyediakan berbagai jenis minuman.

”Harga makanan sangat bersaing dan terjangkau sesuai harga pasaran food court pada umumnya sebut saja. Seperti harga teh-O hanya Rp 5.000-an dan kopi-O Rp 6.000-an per gelas,” terang Ependi.

Bagi pengunjung tak perlu khawatir, karena dari pihak pengelola memberikan fasilitas bebas parkir bagi pengunjungnya mengingat hal ini adalah bagian dari konsep manejemen itu sendiri yaitu mengutamakan kenyamanan dan keamanan.

”Konsep yang dibangun Nagoya Food Court adalah kekeluargaan dan family mengutamakan kenyamanan serta kepuasan para pengunjung dan pelanggannya,” tutupnya. (ocu)

DPRD Siapkan Ranperda Pemantauan Warga Negara Asing

0

batampos.co.id – Ketua Komisi I DPRD Kota Batam, Budi Mardianto, mengatakan, pemerintah daerah mempunyai kewajiban untuk menjaga dan melindungi masyarakat dari berbagai hal yang dapat menimbulkan konflik dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satunya adalah keberadaan orang asing yang tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan dampak negatif berupa pelanggaran hukum, penyeludupan narkoba dan tindakan-tindakan lain yang dapat menganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Ranperda pemantauan orang asing ini menjadi salah satu bentuk urusan pemerintahan wajib untuk memantau orang asing masuk, berada dan melakukan kegiatan-kegiatan di kota Batam,” kata Budi, Rabu (8/1/2020).

Disebutnya, Pemko Batam diamanahkan untuk memantau orang asing sebagaimana ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 49 Tahun 2010 tentang pedoman pemantauan orang asing dan organisasi masyarakat asing di daerah.

Kemudian Permendagri No 50 Tahun 2010 tentang pedoman pemantauan tenaga kerja asing di daerah serta PP No 31 Tahun 2013 tentang keimigrasian sebagaimana telah diubah ke PP No 26 Tahun 2016.

Anggota Polresta Barelang mengawal 47 WNA asal Tiongkok dan Taiwan yang diduga melakukan tindakan penipuan online saat ekspos di Mapolresta Barelang, Jumat (20/9/2019) lalu. DPRD Kota Batam mempersiapkan Ranperda pemntauan Warga Negara Asing (WNA). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Untuk menjalankan amanah Permendagri tersebut, maka perlu dibentuk tim pemantau orang asing yang diatur dalam payung hukum daerah,” ucap Budi.

Ditambahnya, pemantauan orang asing di wilayah Kota Batam adalah suatu hal yang sangat penting untuk dilakukan.

Alasannya, letak geografis Kota Batam yang strategis dan untuk menunjang program Pemko Batam dalam bidang kepariwisataan.

“Mengingat arti pentinya kegiatan pemantauan orang asing maka Komisi I mengusulan Ranperda pemantauan orang asing,” jelasnya.

Hal itu lanjutnya, dianggap penting dan mendesak mengingat kunjungan orang asing ke Kota Batam cenderung meningkat dari waktu ke waktu.

“Sehingga perlu dibentuk perda sebagai payung hukum daerah,” ucap Budi.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengapresiasi Komisi I DPRD Kota Batam selaku pemrakarsa Rancangan Peraturan Daerah tentang Pemantauan Orang Asing ini.

Selain memiliki sisi positif dalam rangka pemasukan Daerah dari Aspek Ekonomi, namun tidak menutup kemungkinan adanya dampak negatif dari orang asing yang datang ke Kota Batam baik berupa mempersempit kesempatan kerja pada lapangan kerja yang ada, penyalahgunaan visa hingga pelanggaran hukum lainnya.

“Pada prinsipnya Pemko Batam dapat menerima Inisiatif Ranperda tentang Pemantauan Orang Asing ini untuk dibahas pada tingkatan pembahasan lebih lanjut sesuai mekanisme dan ketentuan serta tata tertib yang berlaku,” kata wali kota.(rng)

Menelusuri Latar Belakang Predator Seksual Reynhard Sinaga

0

Kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh Reynhard Tambos Maruli Tua Sinaga di Manchester menyedot perhatian. Disebut-sebut sebagai pemerkosaan berantai terbanyak di bumi, banyak yang ingin tahu latar belakang mahasiswa S-3 University of Leeds itu.

DARI sejumlah dokumen yang ada, Reynhard diketahui sebagai warga Jalan Dahlia, Pancoran Mas, Depok. Rumahnya berlantai dua, berdiri megah.

Sejumlah warga sekitar mengonfirmasi bahwa bangunan itu adalah rumah keluarga cowok dengan tinggi 170 cm yang akrab disapa Rey tersebut.

Di sampingnya, ada gedung Graha and Convention Hall Ronatama. Area parkirnya luas. Gedung itu juga milik mereka. Jika ditotal, semua properti keluarga tersebut di kawasan itu mencapai 3 hektare.

Saat didatangi Senin (7/1), hanya tukang kebun dan penjaga rumah yang menemui. Seperti sudah mendapat brifing mengenai kabar tak mengenakkan, mereka irit bicara. Hanya jawaban singkat dan gelengan kepala.

“Semuanya di luar negeri,” kata salah seorang penjaga.

Seorang pemilik warung di depan rumah yang meminta disapa Bulik mengatakan bahwa orangtua Rey jarang di rumah.

Tapi, semua tahu bahwa keluarga itu kaya raya meski tidak ada yang tahu bisnis yang dijalani.

Lokasi rumah tersebut merupakan kompleks hunian mewah dan rumah keluarga pria kelahiran Jambi, 19 Februari 1983, itu merupakan yang terbesar. Gedung convention hall nya biasa disewakan untuk umum.

Abraham Jonathan, ketua RW 11, lingkungan rumah itu, mengatakan, keluarga Rey sudah lebih dari empat tahun tinggal di situ. Selama ini mereka dikenal baik. Namun, memang jarang di rumah.

Properti milik keluarga Reynhard Sinaga yang ada Jalan Dahlia, Kota Depok. Foto: Jawa Pos

“Tapi, kalau pekerjaannya apa, saya enggak tahu. Mereka baik. Selalu rutin kalau kasih sumbangan pas 17-an dan kegiatan lain,” ucap dia.

Abraham menjelaskan, orangtua Rey selalu mengatakan bahwa salah satu anaknya sedang kuliah di Inggris.

Tetapi, Abraham tidak mengetahui apakah yang dimaksud itu Rey atau bukan.

“Pas pindah ke sini, anaknya udah kuliah di Inggris. Tapi, anaknya itu kan ada empat,” tutur dia.

Dia tidak menyangka bahwa kejadian yang menyedot perhatian dunia itu melibatkan keluarga warganya.

Abraham hanya bisa prihatin dan mendoakan agar kasus tersebut segera selesai. Sebelum berangkat ke Inggris, Rey menyelesaikan kuliah di UI.

Dia merupakan lulusan SMAN 1 Depok. Jawa Pos (grup Batam Pos) mendatangi tempat itu dan bertemu dengan Kepala SMAN 1 Depok Supiana.

Supiana membenarkan, ada catatan yang menyebutkan bahwa Rey pernah menuntut ilmu di sekolah itu.

Rey lulus pada 2002 dari jurusan IPA. Nilai akademiknya berada pada tingkatan rata-rata di sekolah.

“Dia enggak ranking, di tengah-tengah,” terang Supiana.

Soal kepribadian, tidak banyak yang diketahui Supiana tentang Rey. Sebab, kala itu Supiana belum bertugas di sekolah tersebut.

Para guru hingga wali kelas yang pernah mengajar Rey, menurut dia, juga sudah pensiun. Namun, berdasar informasi yang masuk, Rey disebutnya sebagai siswa yang baik.

Rey masuk Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI) melalui jalur SBMPTN.

“Kalau dulu kan sedikit yang bisa masuk. Dia salah satunya. Berarti kan bagus juga,” ucap dia.

Kepala Humas dan KIP UI, Rifelly Dewi Astuti, membenarkan bahwa Rey merupakan alumnus UI.

Meski begitu, UI sebagai lembaga pendidikan mengutuk perbuatan tersebut. Perbuatan yang biadab serta bertentangan dengan hukum dan kemanusiaan.

“Kami ikut prihatin kepada para korban atas peristiwa yang mereka alami,” ucapnya dalam pernyataan tertulis.

Rifelly meminta perbuatan Rey tidak dikaitkan dengan statusnya sebagai alumnus UI.

“Meski yang bersangkutan alumnus, perbuatannya sama sekali tidak terkait dengan UI,” katanya.

UI berkomitmen melaksanakan pengajaran dan pendidikan untuk generasi muda. Agar para penerus bangsa memiliki intelektualitas tinggi dan berbudi luhur.

Pihak kampus menghormati putusan pengadilan sepenuhnya. Berdasar data yang didapatkan dari masa kuliahnya, Rey pernah tinggal di Kelurahan Beji Timur, Kecamatan Beji, Depok.

Di data tersebut, dia mencantumkan alamat surelnya, yakni [email protected].

Rey juga pernah menuntut ilmu di SMPN 2 Depok. Salah seorang gurunya yang menolak disebutkan namanya mengatakan, Rey adalah siswa yang tidak terlalu menonjol di kalangan guru.

“Seperti siswa pada umumnya,” ucapnya kepada Radar Depok (grup Batam Pos), kemarin.

Hanya, guru yang pensiun pada 2016 tersebut menjelaskan, di masa sekolah Rey sudah terlihat kemayu.

Tetapi, perilaku itu Rey tunjukkan ketika bersama teman. Sedangkan saat berhadapan dengan guru, Rey biasa saja.

Dikutip dari The Guardian, Rey dibesarkan di keluarga Katolik. Dia datang ke Inggris pada 2007.

Selama hampir sepuluh tahun kemudian sampai ditangkap pada 2 Juni 2017, Rey menjalani hidup dengan uang kiriman orangtua.

Ayahnya disebut sebagai seorang banker. Selain membayar ribuan pound sterling buat biaya kuliah, ayahnya menyewa flat di Montana House untuk tempat tinggal Rey.

Flat itu hanya berjarak beberapa pintu dari kelab Factory yang menjadi tempat favorit Rey untuk mencari mangsa.

Rey diketahui jarang berbicara tentang keluarganya. Selama persidangan kasus itu, ibunya datang hanya sekali ketika pretrial hearing pertama.

Tinggal di Manchester, Rey tak pernah menyembunyikan orientasi seksualnya sebagai gay. Dia biasa menghabiskan waktu di Canal Street dan Gay Village.

Dia juga menggunakan sejumlah aplikasi kencan khusus gay di Grindr dan Hornet.
Rey dinyatakan sebagai ter­sangka atas 159 kasus pemerkosaan dan kekerasan seksual.

Korbannya diperkirakan mencapai 195 pria, bahkan lebih, dari kalangan usia remaja dan awal 20-an ta­hun. Mereka diperkosa dalam keadaan tak sadarkan diri. Mabuk dan tertidur.

Deputi Penuntut dari Kantor Kejaksaan Area Barat Laut Inggris Ian Rushton yang menangani penyelidikan kasus itu bahkan menyatakan, Rey adalah pelaku pemerkosaan terbejat di sepanjang sejarah hukum Inggris.

Senin (6/1) Rey resmi divonis penjara minimal 30 tahun, maksimal seumur hidup. Putusan tersebut melalui jalan panjang.

Melalui empat tahapan sidang yang berlangsung sepanjang 2018–2019. Ratusan kasus Rey terungkap saat pihak berwenang menangkapnya pada 2 Juni 2017.

Kala itu salah satu korbannya terbangun, panik, lalu melakukan panggilan ke nomor telepon darurat 999.

Dari penggeledahan apartemennya di Princess St., ada dua barang bukti kunci. Yakni, dua iPhone yang digunakan Rey untuk merekam aksi bejatnya.

Plus, berbotol-botol miras yang diduga dicampur dengan gamma-hydroxybutyric acid (GHB) atau yang kesohor sebagai ekstasi cair.

Rey juga menyimpan beberapa ”cendera mata” yang berupa ponsel dan jam tangan korban di kamarnya.

Dalam keterangan yang dihimpun pihak berwenang, Rey mencari mangsa di antara Fifth atau Factory, dua kelab malam yang dekat dengan apartemennya.

Dia melakukan aksinya dini hari. Sasaran utamanya adalah pria yang baru saja putus, tidak punya uang buat pulang, baterai ponselnya habis, maupun mabuk.

Saat korban muncul, Rey datang bak penyelamat. Dia menyediakan kamar, bahkan miras yang lebih banyak lagi.

Setelah korban didapat, Rey memberikan oplosan miras-GHB. Ponsel korban disingkirkan. Kartu identitas, kadang sekaligus dengan dompetnya, dia simpan. Dalam kondisi tidak sadarkan diri, Rey mulai beraksi.

”Mereka menikmati role play itu,” klaimnya.

Rey menyimpan foto korbannya dalam kondisi telanjang. Beberapa foto disebar ke beberapa temannya di komunitas gay, bukti bahwa dirinya berhasil menaklukkan pria.

Beberapa teman seapartemen menyebut unit tempat Rey tinggal sebagai pintu ajaib yang pantang dimasuki.

Dari penyelidikan lebih lanjut, Kepolisian Greater Manchester berhasil membongkar arsip digital Rey.

Total, ada 3,29 terabyte rekaman video porno, setara dengan 250 keping DVD atau 300 ribu foto.

Pihak berwenang mengungkapkan, ada satu rekaman yang berdurasi delapan jam. (*/c11/ayi/jpg)