batampos.co.id – Bahana Barelang Drum Corps (BBDC) berhasil meraih juara umum di ajang Batam Open Marching Band Championship 2019 yang diikui 47 tim se-Kepri.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdako Batam, Pebrialin, mengatakan, Batam Open Marching Band Championship 2019 merupakan ajang kompetisi bagi generasi muda Kepri khususnya cabana olahraga marching band.
“Tingginya animo peserta mengikuti kejuaraan ini dari tingkat SD, SLTP, SLTA dan umum/perguruan tinggi, menunjukan bahwa pembinaan untuk cabang ini semakin Baik.,
katanya usai menutup Batam Open Marching Band Championship 2019 di Dataran Engku Putri, Minggu (13/10/2019).
Salah satu grup marching band yang tampil pada Batam Open Marching Band Championship 2019. Foto: Dinas Pariwisata Kota Batam untuk batampos.co.idBatam
“Olahraga marching band disamping sebagai ajang pembinaan bakat, diharapkan juga sebagai ajang pembinaan sikap displin, spotivitas dan kreativitas generasi muda Kepri, Batam khusunya,” ujarnya lagi.
Melihat banyaknya potensi atlet di cabang ini, ia berharap ke depan dapat menjadi satu cabor dari Kepri yang dapat diikutsertakan pada PON di Papua nanti.(nto)
batampos.co.id – Bikers Subuhan Batam kembali menggelar Subuh Keliling (Suling). Kali ini kegiatan tersebut diadakan di Masjid Al-Barkah yang berlokasi di Markas Koprs Marinir Pulau Setokok, Kota Batam.
Ketua KNPI Kota Batam, Teddy Nuh, mengatakan, kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda rutin dari Bikers Subuhan Batam untuk menyemarakkan dan juga membangun keharmonisan antar masyarakat dan TNI di ulang tahunnya yang ke 74.
“Kegiatan Suling kali ini, dihadiri cukup ramai oleh para Bikers dari komunitas dan juga masyarakat yang telah tergabung dalam Bikers Subuhan Batam,” ujarnya, Minggu (13/10/2019).
Kata dia, sebelum menuju masjid Al-Barkah, para biker subuhan berkumpul di Simpang Barelang pada pukul 03.30 WIB.
Anggota Bikers Subuhan berfoto bersama di depan Masjid Al-Barkah sesaat setelah salat subuh berjamaah di masjid yang berada Markas Marinir, Setokok. Foto: Dokumentasi Bikers Subuhan untuk batampos.co.id
Teddy menjelaskan, kegiatan religi tersebut selalu diadakan setiap hari Minggu. Sementara lokasi untuk melakukan kegiatan salat subuh dilakukan secara berpindah-pindah.
Atau sesuai lokasi sesuai dan tema kegiatan subuh keliling. Teddy yang juga awwalun Bikers Subuhan Batam itu mengatakan, dengan kegiatan itu pihaknya terus melakukan silaturahmi ke masjid yang di tuju.
“Mungkin saja, setelah kehadiran para Bikers Subuhan, bisa lebih menghidupkan lagi masjid-masjid di lokasi tersebut dan bisa menambah saudara,” ucapnya.
Kegiatan tersebut lanjutnya, mendapatkan respon cukup baik dari pihak TNI khususnya Korps Marinir. Serta para komunitas ataupun klub motor yang ada di Batam.
“Bukan tidak mungkin, dengan berjalannya kegiatan ini kedepannya bisa membawa dampak yang positif bagi para Bikers Subuhan dan juga masyarakat sekitar,” paparnya.
“Karena memang komunitas ini di bentuk sebagai wadah untuk kita sama-sama hijrah dan terus Istiqomah untuk bisa lebih baik lagi,” harapnya.(gga)
batampos.co.id – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, mengaku belum mendapat laporan terkait kelanjutan proses pengelolaan Bandara Internasional Hang Nadim Batam.
”Saya belum tahu karena belum ada laporan,” kata Rudi di Tiban Global, Sekupang, Minggu (13/10/2019) siang.
Sebagaimana diketahui, ada tujuh investor akan bersaing mengelola Bandara Hang Nadim lewat Badan Usaha Pembangunan (BUP).
Ketujuh investor tersebut, yaitu Angkasa Pura 1, Angkasa Pura 2, Incheon (Korea Selatan), GFK (India), Jepang, Prancis, dan Jerman.
Rudi mengatakan, ia baru akan berbicara dengan media jika telah mendapat laporan dari pihak Bandara Hang Nadim.
”Tunggu saja setelah ada laporan, baru saya akan komentari,” ucap dia.
Sementara itu, melihat komposisi pesaing pelaksana proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Bandara Hang Nadim, dikhawatirkan bandara yang dibangun sejak 1984 ini akan dikuasai asing.
”Panitia yang dibentuk sudah harus menunjuk siapa pemenang BUP April 2020. Sebab Desember 2020 sudah take over dari BUBU ke BUP,” kata Direktur BUBU Hang Nadim Suwarso, Sabtu (12/10/2019) lalu.
Bandara Internasional Hang Nadim. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id
Suwarso menganalisa dari gerakan para investor yang akan membangun dan mengelola Bandara Hang Nadim Batam ini, besar kemungkinan tidak satu perusahaan.
”Kemungkinan mereka ini akan membentuk konsorsium (gabungan beberapa perusahaan, red),” sebutnya.
Berapa nilai investasinya? Suwarso mengaku belum mengetahuinya. Yang jelas, kata dia, BUP nantinya akan mengembalikan biaya pembangunan yang selama ini sudah dikeluarkan BUBU Hang Nadim.
Kendati nanti pengelolaannya diambil alih BUP, Suwarso mengatakan keberadaan BUBU tetap ada.
Namun fungsi BUBU hanya sebagai pembuat regulasi, FDS (Fuel Distribution System), dan berbagai urusan kebandaraan udara seperti mengurus landing fee, penempatan pesawat, dan wilayah udara.
Sedangkan BUP akan mengurus terminal bandara, mulai dari pengelolaan bangunan, penyewaan gedung, maupun ruangan, serta Passanger Service Charge (PSC).
”Meski nantinya segala urusan terminal di Hang Nadim dikerjakan BUP, namun mereka akan selalu berkoordinasi dengan BUBU,” katanya.
“Misalnya mau naikkan tarif di terminal, koordinasi dengan kami. Tapi mereka memiliki wewenang melakukan pembangunan bandara,” jelasnya.
Salah satu rencana besar BUP yakni pembangunan terminal II Bandara Internasional Hang Nadim.
”Terminal sudah sepenuhnya diserahkan ke BUP. Yang belum ada kesepakatan itu kargo. Kini BUBU sedang melakukan pembangunan kargo. Kalau diserahkan ke BUP, dihitung lagi berapa investasi yang sudah ditanamkan BUBU di sana,” tuturnya.
Suwarso mengungkapkan pengambil alihan BUBU Hang Nadim ke BUP masih menyisakan sedikit persoalan di sumber daya manusia (SDM) Bandara Hang Nadim.
”Terkait apa status karyawan BUBU ke depan, masih di bahas. Tapi, kami maunya teman-teman yang masih honor dapat diakomodir menjadi pegawai BUP,” harapnya.(iza/ska)
batampos.co.id – Pemko Batam kembali menggelar bazar sembako murah untuk masyarakat di Kecamatan Bengkong, Minggu (13/10/2019).
Pantauan di lapangan, ribuan warga Bengkong antre untuk mendapatkan sembako murah.
Bahkan, ada yang sampai berdesak-desakan demi mendapat antrean lebih dulu saat pembagian sembako.
Petugas pun terlihat cekatan membantu dan mengatur antrean itu.
Kepala Disperindag Batam, Gustian Riau, mengatakan, bazar sembako ini merupakan agenda tahunan yang diadakan Pemko Batam.
Pada tahun kedua ini, mereka kembali menggelontorkan sembako untuk setiap kecamatan di Batam.
Ratusan warga antre sembako murah yang digelar Pemko Batam di Batuaji, Jumat (11/10). Dengan Rp 50 ribu, warga mendapatkan 5 kg beras, minyak goreng 2 kg, serta gula pasir 1 kg. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id
”Hari ini (kemarin) giliran kecamatan Bengkong dengan jumlah 2.090 paket sembako,” ujar Gustian usai penyerahan sembako murah secara simbolis yang dilakukan Wakil Wali Kota Batam, Amakar Achmad.
Rinciannya, lanjut Gustian, yakni Bengkong Indah 505 paket, Bengkong Sadai 500 paket, Bengkong Laut 500 paket, Tanjungbuntung 585 paket.
Untuk bazar ini, Gustian mengaku telah dimulai pada tahun 2018.
”Ini putaran kedua pada tahun 2019. Putaran pertama sudah dilakukan beberapa bulan yang lalu,” ujarnya.
Gustian mengatakan, bazar sembako murah ini diperuntukkan bagi warga kurang mampu.
Terutama kalangan lanjut usia (lansia) sehingga dapat membantu perekonomian masyarakat.
Sementara untuk proses pembagiannya, petugas memprioritaskan bagi ibu-ibu hamil dan orangtua yang membawa anak kecil.
”Di bazar ini masyarakat bisa mendapatkan beras, minyak goreng, gula kemasan dengan harga yang jauh lebih murah karena hampir separuhnya disubsidi pemerintah,” ucapnya.
Maryam, salah seorang warga mengaku cukup terbantu dengan adanya bazar sembako murah ini.
Ia berharap pemerintah Batam kembali menggelar bazar serupa sehingga masyarakat dapat membeli sembako dengan harga yang terjangkau.(yui/rng)
batampos.co.id – Wakil Ketua Komisi III DPRD Batam, Rohaizat, menegaskan, pemerintah daerah tidak boleh menutup mata untuk perbaikan jalan-jalan yang sudah rusak dan belum memadai.
Apalagi di sana banyak warga dan wisata yang lalu lalang.
”Kalau untuk jalan di situ (sekitar Ocarina) tupoksinya Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam,” ujarnya, Minggu (13/10/2019).
“Sebagaimana kita ketahui untuk anggaran Dinas Bina Marga sebagaian besar untuk melanjutkan pelebaran jalan-jalan yang belum selesai,” katanya lagi.
Sejumlah pengendara menghindari lubang jalan di jalur yang menghubungkan wilayah Batam Center menuju Bengkong, Minggu (13/10/2019). F.oto: Cecep Mulyana/batampos.co.id
Ditambahkannya, pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Bina Marga dan Bapelitbang (Badan Perencanaan, Penelitian dan pembangunan) untuk 2020 harus mampu merencanakan pembangunan-pembangunan yang yang statusnya urgent.
Komisi III, sambung Rohaizat, juga akan memberi masukan kepada Bapelitbang dan Dinas Bina Marga dalam pembahasan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) nanti.
”Insyaallah pembahasan RAPBD kalau tak ada halangan, setelah Rapat Paripurna Penjelasan Wali Kota terhadap RAPBD 2020,” jelasnya.(rng)
batampos.co.id – Polsek Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KPPP) Polresta Barelang telah beberapa kali mengamankan juru parkir (jukir) liar di kawasan Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS) maupun di Pelabuhan Batuampar.
Meski sudah sering dilakukan penindakan, jukir liar ini kembali beraktivitas memungut uang parkir.
Kapolsek KPPP, AKP Syaiful Badawi, menegaskan, pihaknya tidak akan pernah berhenti menindak setiap dugaan pungutan liar (pungli) di pelabuhan.
Termasuk, pungli dalam bentuk kegiatan parkir yang sudah sering menjadi keluhan masyarakat di kawasan pelabuhan.
”Kalau untuk pengawasan pungli sudah ada Tim Saber Pungli dan tentunya kita juga ikut berpartisipasi melakukan pengawasan terhadap pungli dalam bentuk apapun,” ujarnya.
“Jika kita temukan, tentunya akan kita lakukan penindakan,” tegasnya lagi.
Beberapa juru parkir liar diamankan tim gabungan di Kota Batam. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id
Ia meminta masyarakat untuk berperan aktif dalam melaporkan adanya kegiatan pungli dalam bentuk apapun.
Sebab, peran aktif masyarakat ikut menyukseskan pemberantasan pungli ke depannya.
Masyarakat dapat melaporkan dugaan pungli yang ditemukan ke anggota Polsek KPPP yang berada di setiap pelabuhan.
Kepada masyarakat yang melapor, tentunya polisi akan merahasiakan identitasnya.
”Kalau ada masyarakat yang dirugikan laporkan segera kepada kami,” katanya.
Ia menambahkan, selama ini pihaknya telah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) berdasarkan hasil penyelidikan anggotanya dari laporan warga.
”Contohnya beberapa bulan yang lalu ada seorang juru parkir yang kita amankan karena melakukan pungli. Yang pasti, kegiatan ini akan terus berjalan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” imbuhnya.(gie)
batampos.co.id – Sejumlah warga Marina, Sekupang mengeluhkan elpiji kemasan 3 kilogram (kg) atau gas melon yang kian langka di daerah itu.
Warga mengaku hampir setiap pangkalan dan eceran yang biasa menjual gas melon, mengalami kehabisan dan kekosongan stok gas sejak beberapa hari lalu.
”Sejak pagi sudah berkeliling mencari, namun tak ada satu pun yang menjual gas elpiji,” ujar Sulastri, warga Marina, Minggu (13/10/2019).
Ibu dua anak itu mengaku kelangkaan gas melon sebagaimana disampaikan pengecer atau agen, lantaran gasnya masih belum datang. Bahkan, kosongnya elpiji ini sudah terjadi beberapa hari terakhir.
”Hampir semua kedai-kedai di pinggir jalan saya tanyakan dan pangkalan, tapi tak juga dapat gas,” ucapnya.
Hal serupa juga disampaikan Siska. Ibu rumah tangga itu mengaku, elpiji 3 kg sulit ditemukan di sejumlah warung dekat tempat tinggalnya.
Bahkan, meski harus mencari ke agen gas yang letaknya cukup jauh dari rumahnya pun, tidak dapat.
”Tetap aja kosong. Dan ini terjadi sudah beberapa hari,” katanya.
Karyawan agen elpiji tiga kilogram menyusun gas elpiji tiga kilogram di atas mobil usai menurunkan tabung gas di pangkalan di Jalan Yos Sudarso Seijodoh, Batuampar, beberapa waktu lalu. Warga Sekupang mengeluhkan langkanya gas elpiji 3 kilogram di area tersebut. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id
Dia berharap, pemerintah setempat segera mancarikan solusi agar masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan elpiji 3 kg.
Apalagi, gas melon ini sudah menjadi kebutuhan mendasar masyarakat kecil di Kota Batam.
”Harus ada solusi, pemerintah harus memantau ke lapangan. Kenapa gas melon sulit dicari,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan pedagang bahan pokok dan gas, Andi. Menurutnya, sudah empat hari tidak mendapatkan pasokan elpiji melon. Dia juga mengaku, tidak tahu hingga kapan elpiji 3 kg itu bisa didapatkan.
”Gas kosong sudah tiga hari tak datang. Jadi susah juga, banyak yang tanya. Tak berani pastikan kapan ada gasnya,” katanya.
Hal serupa juga terlihat di SPBU Tanjunguncang, Batuaji. Gas Melon juga terlihat kosong. Petugas SPBU menyebutkan jika gas baru dikirim pada Selasa (15/10) besok.
”Maaf yang tiga kilogram kosong, Selasa nanti baru diantar,” ujar salah seorang petugas SPBU.
Batam Pos mencoba menghubungi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau untuk menanyakan perihal pengawasan distribusi gas melon oleh Pertamina.
Namun, panggilan telepon dan pesan yang dikirimkan ke ponselnya belum berbalas hingga berita ini diturunkan.(rng)
batampos.co.id – Warga ramai-ramai mengepung di luar rumah. Namun, setelah lama ditunggu maling tidak keluar dan akhirnya tanpa diketahui telah menghilang dari dalam rumah.
batampos.co.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Kota Batam saat ini sedang menerapkan program pembayaran iuran peserta yang diganti dengan menabung sampah lewat bank sampah.
Program ini bisa diikuti siapa saja dan untuk semua tingkatan kelas BPJS Kesehatan.
Kabid Keuangan BPJS Kesehatan Cabang Batam, Muryawan, mengatakan, di Kota Batam program ini baru diterapkan di wilayah Batuaji.
Program ini diharapkan bisa membantu masyarakat dalam meringankan pembayaran iuran BPJS Kesehatan, terutama untuk kelas menengah ke bawah.
”Baru masa penjajakan, mudah-mudahan program ini bisa berjalan lancar dan masyarakat terbantu,” ujar Muryawan kepada Batam Pos, kemarin.
Menurut dia, program ini bekerja sama dengan bank sampah di Batuaji. Masyarakat cukup memberikan sampah yang sudah dipilah seperti botol plastik ke bank sampah.
Nantinya, sampah-sampah itu akan dihitung dan dinilai harganya, kemudian dijadikan uang tabungan.
Jika terkumpul banyak, jumlah tabungan itu yang akan digunakan untuk membayar iuran BPJS Kesehatan.
Warga Perumahan Villa Mukakuning Paradise, Batuaji menimbang sampah rumah tangga di bank sampah perumahan tersebut, Rabu (10/7) lalu. Saat ini, BPJS Kesehatan memberi kemudahan pembayaran iuran dengan metode menabung bank sampah. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id
”program ini bisa diikuti semua kelas peserta, mulai dari kelas 3 hingga kelas 1,” jelasnya.
Dikatakannya, program ini tak menutup kemungkinan berlanjut ke kecamatan lain di Kota Batam.
Sebab, selain Batuaji, beberapa wilayah lainnya seperti Kecamatan Batam Kota dan Bengkong, juga telah memiliki bank sampah.
Terlebih, beberapa kecamatan seperti Kecamatan Batam Kota dan Sagulung, tercatat memiliki jumlah peserta menunggak iuran yang cukup banyak.
”Jadi masyarakat tak perlu khawatir lagi jika tak bisa membayar iuran, karena mereka bisa menabung di bank sampah,” tutur Muryawan.
Muryawan menjelaskan, program ini pernah diterapkan di Jambi dan berhasil. Banyak masyarakat terbantu karena tak perlu mengeluarkan uang lagi untuk membayar iuran.
Selain itu, mereka juga ikut membantu mengurangi volume sampah yang terus menggunung.
”Kami berharap program ini juga berjalan lancar di sini,” pungkasnya.
Salah satu peserta BPJS Kesehatan yang merupakan peserta mandiri, Agus, mengatakan, tertarik dengan adanya program tabungan bank sampah untuk membayar iuran BPJS Kesehatan tersebut.
”Yang harus diperbanyak sekarang bank sampah, kalau bisa di semua kelurahan ada, jadi akan makin memudahkan masyarakat ikut program ini,” ujar bapak dua orang anak tersebut.
Menurutnya, hal itu akan sangat membantu masyarakat, terutama dari kalangan menengah ke bawah.
”Harusnya memang ada terobosan semacam ini, jadi masyarakat kecil bisa sangat terbantu,” katanya.(she)
Bupati Natuna Drs. H. Abdul Hamid Rizal, M.Si memberikan penghargaan kepada telkomsel. Penghargaan itu diberikan sempena perayaan HUT 20 tahun Kabupaten Natuna.
Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas konsistensi Tekomsel menghadirkan jaringan berkualitas di Kepulauan Natuna.
General Manager Network Operation and Quality Management Sumbagteng – Alvo Ismail mengatakan, “Kami mengucapkan terimakasih atas penghargaan yang diberikan kepada Telkomsel, apresiasi ini semakin memacu kami untuk terus memberikan layanan terbaik di Kepulauan Natuna. Ini merupakan komitmen Telkomsel untuk tetap menghadirkan layanan terluas dan berkualitas hingga dipulau terdepan Indonesia”.
Secara umum, kendala utama yang dialami oleh daerah terdepan Indonesia ini ialah masalah transportasi. Akibatnya, berbagai sektor mengalami pertumbuhan yang lambat dibandingkan daerah yang memiliki akses transportasi yang baik. Tetapi, hal itu dapat diminimalisir dengan hadirnya teknologi telekomunikasi sebagaimana kehadiran Telkomsel di daerah-daerah terdepan termasuk Kabupaten Natuna.
Bupati Natuna Drs. H. Abdul Hamid Rizal, M.Si memberikan penghargaan kepada Telkomsel yang diterima oleh General Manager Network Operation and Quality Management Sumbagteng – Alvo Ismail.
Telkomsel bahkan telah menjadi pioneer dalam melayani telekomunikasi masyarakat sehingga membantu mempercepat dan memudahkan komunikasi. Bahkan, Telkomsel juga telah turut serta dalam menumbuhkan sektor perindustrian daerah melalui pembukaan jaringan telekomunikasi dipulau terdepan.
Untuk Kabupaten Natuna, Telkomsel menggelar lebih dari 104 BTS yang didalamnya termasuk BTS 2G, 3G, 4G hingga 4,5G. Jumlah ini merupakan BTS terbanyak yang dihadirkan Telkomsel dibanding dengan operator lainnya, dimana Telkomsel juga merupakan operator pertama yang hadir lebih dulu melayani masyarakat di Natuna. (*)