batampos.co.id – Jumat (30/8/2019), Masjid Jami Nurul Abidin dipadati para jamaah yang akan melaksanakan salat jumat, sejak pukul 11.50 WIB.
Saat waktu salat selesai, jamaah tidak langsung meninggalkan masjid. Mereka melangkahkan kaki ke kiri masjid untuk mendapatkan makan siang gratis dari pengurus.
Ya masjid yang berada di Perumahan Citra Batam, Batam Kota itu, selalu memberikan makan siang cuma-cuma kepada para jamaah yang melaksanakan salat jumat di sana.
Salah satu jamaah yang kerap menikmati makan siang di masjid Jami Nurul Abidin adalah Alex Luxyendra.
Pria asal Tanjungbalai Karimun itu mengatakan, selalu melaksanakan salat jumat di masjid yang didominasi warna hijau tersebut.
Masjid Jami Nurul Abidin yang berada di Perumahan Citra Batam. Pengurus masjid tersebut selalu menyediakan 300 nasi kotak untuk para jamaah yang melaksanakan salat jumat di masjid tersebut. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id
“Saya ngekos di sekitar perumahan ini (Citra Batam) dan selalu salat jumat di sini,” ujarnya.
Alex menjelaskan, dirinya sudah dua tahun indekos di lokasi sekitar masjid Jami Nurul Abidin.
Selama itu pula, ia selalu melaksanakan ibadah salat jumat di masjid berlantai dua tersebut.
Kata dia, menu makan siang gratis yang diberikan pengurus masjid selalu berubah-ubah.
“Yang paling sering itu nasi ayam goreng,” ujarnya.
Alex menuturkan, setiap hari-hari besar seperti Ramadan, Hari Raya Idulfitri dan Iduladha, masjid Jami Nurul Abidin juga kerap memberikan makanan gratis kepada para jamaahnya.
Pengurus masjid Jami nurul Abdidin, Ahmad Abu Shahid, mengatakan, makan siang gratis yang diberikan merupakan sumbangan dari warga Perumahan Citra Batam.
Ia mengatakan, awalnya pengurus masjid hanya memberikan makanan ringan dan minuman saja kepada para jamaah yang beribadah salat jumat.
Para jamaah yang melaksanakan salat jumat di Masjid Jami nurul Abidin mengantre untuk mendapatkan maskan siang gratis yang disediakan pengurus. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id
Namun lambat laun pemberian makanan ringan dan minuman diubah menjadi makan siang.
“Kita rutin menyediakan makanan untuk para jamaah yang melaksanakan salat jumat di sini,” kata dia.
Pemberian makanan gratis itu oleh pengurus masjid Jami Nurul Abidin diberinama Jumat Berkah.
Menurut dia, program tersebut sudah berjalan sekitar dua tahun. Awalnya kata dia, pemberian makan siang gratis itu berawal dari salah seorang warga yang menyumbangkan 50 nasi kotak.
Lambat laun sumbangan terus bertambah hinggga saat ini jumlahnya mencapai 300 nasi kotak.
Ahmad yang juga imam masjid tersebut, mengatakan, pihaknya menerima dengan tangan terbuka apabila ada pihak-pihak lain yang ingin bersedekah dalam bentuk nasi kotak.(nto)
batampos.co.id – Sejumlah elit politik di Natuna masih beradu argumen soal APBD Natuna 2020 yang sudah disetujui DPRD pekan lalu. Apalagi saat pengesahan, tanpa dihadiri bupati, wakil bupati, maupun pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).
Hal ini memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat Natuna. Mereka menduga ada perseteruan antara legislatif dan eksekutif soal pengalokasian APBD Natuna 2020. Kepentingan apakah di antara dua pihak ini, belum diketahui secara pasti.
Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal memberikan alasan pengesahan RAPBD Natuna di luar dugaan. Menurut Hamid, RAPBD Natuna 2020 belum waktunya diparipurnakan DPRD.
”Pengesahan persetujuan anggaran APBD itu prematur. Belum waktunya itu kok dike-tok,” kata Hamid saat menghadiri pelantikan anggota DPRD Natuna di Gedung Sri Serindit, Senin (2/9/2019).
Menurutnya, langkah yang diambil DPRD tidak bisa diterima oleh pemerintah karena terdapat beberapa kejanggalan. Seperti rentang waktu pengesahan APBD perubahan 2019 dan APBD murni 2020 hanya berselang satu hari.
Paripurna DPRD Natuna dengan agenda penyampaian pendapat akhir fraksi rancangan APBD 2020 tanpa dihadiri jajaran eksekutif. foto: batampos.co.id / aulia rahman
”Masak baru sehari mengesahkan APBD perubahan, terus APBD murni disahkan. Ini kan berpotensi menimbulkan dugaan yang tidak-tidak. Ada apa ini, waktu untuk pengesahan APBD Natuna masih punya batas akhir hingga minggu terakhir bulan November mendatang,” kata Hamid.
Sementara anggota DPRD Natuna Daeng Ahmar menilai, pernyataan RAPBD Natuna 2020 adalah prematur oleh Bupati Natuna tidak tepat. Karena sebelum DPRD melakukan paripurna, tahapan dan pembahasan sudah dilaksanakan DPRD bersama pemerintah daerah.
”RAPBD 2020 yang disetujui DPRD bukanlah produk prematur. Semua tahapan sudah dilaksanakan, nota keuangan sudah disampaikan dan bupati sudah teken MoU.
Pembahasan bersama banggar DPRD dan pemerintah daerah sudah dilaksanakan. Jika pengesahan APBD bisa dipercepat, kenapa harus diperlambat,” ujarnya.
Bahkan sebaliknya, politisi Partai Amanat Nasional ini menilai, ketidakhadiran Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal dalam paripurna APBD, maka DPRD harus menyampaikan nota protes kepada gubernur.
”Bupati tidak datang dalam paripurna DPRD kemarin, semestinya disampaikan nota protes kepada gubernur. Tapi tergantung pimpinan DPRD sementara sekarang. Soal saksinya, sudah kewena-ngan Mendagri,” sebut Amhar. (arn)
batampos.co.id – Kasat Polair Polres Lingga AKP Norman memastikan tidak ada korban jiwa akibat kecelakaan laut yang menimpa Kapal Hikmah Jaya dengan GT 30 di sekitar perairan Pulau Berhala.
Usai kejadian, kapal akhirnya kandas di atas karang sekitar kurang lebih berjarak 1 mil dari bibir pantai pulau tersebut.
Norman menceritakan kronologis kejadian, kapal yang dinakhodai Kahar tersebut berlayar dari Pelabuhan Nipah Panjang, Provinsi Jambi de-ngan tujuan Batam. Kapal tersebut membawa hasil kebun seperti kelapa sebanyak 15 ribu butir, dan pisang seba-nyak 10 ton.
Pada Senin (2/9) sekitar pukul 06.00 WIB, kapal menghadapi cuaca ekstrem dan kapal mendapat hantaman gelombang yang cukup keras mengakibatkan sebagian lambung kapal mengalami kebocoran.
Karena kondisi kapal semakin mengkhawatirkan, Kahar mengambil inisiatif merapat ke Pulau Berhala sebagai tindakan awal mencegah kapal tidak tenggelam. Namun, belum sampai merapat ke Pulau tersebut, kapal menghantam karang kurang lebih 1 mil dari bibir pantai Pulau Berhala.
“Tepatnya kejadian pada titik koordinat : 0°51’.918”S- 104°24’.230”E. Tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut,” kata Norman, Selasa (3/9) pagi.
Adapun ABK yang ada di atas kapal yakni Kadir, 22, bertugas sebagai KKM; Acok, 35; Darwis, 35; Haris, 55, pemilik barang; Nasriwan, 40, pemilik barang.
Walau tidak menelan korban jiwa namun kejadian itu me-ngakibatkan seluruh barang bawaan tak dapat diselamatkan lagi.
“Dengan kondisi cuaca seper-ti ini kami mengharapkan seluruh penggiat di atas laut dapat mengutamakan keselamatan,” ujar Norman. (wsa)
batampos.co.id – Ketua RT 001/RW 003 Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Teluk Sebong, Karyati, mengatakan, bahwa Aj, sopir yang menyimpan 119,2 kilogram adalah warga di RT-nya.
Aj lanjutnya, tinggal di sebuah rumah bantuan pemerintah. Selama ini, Aj tinggal sendiri di rumah tersebut.
Namun sejak beberapa hari belakangan, ada orang baru yang ikut tinggal di rumah itu, yakni S.
Di kalangan masyarakat, Aj tergolong warga yang jarang bersosialisasi dengan warga lainnya. Termasuk dalam kegiatan gotong royong, Aj jarang terlibat.
“Sudah sering saya tegur, tapi dia memang jarang berbaur dengan warga,” kata Karyati.
Termasuk soal rekannya, S, Karyati sudah beberapa kali menegurnya. Sebab sudah empat hari tinggal di rumahnya, tapi Aj tidak melaporkannya ke pihak RT.
Karyati, ketua RT 001 Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Teluk Sebong, Bintan, menunjukkan rumah Aj yang disegel polisi, Senin (2/9). Di rumah sopir bus sekolah ini polisi menemukan sabu seberat 119,2 kg, Jumat (30/8) malam lalu. Foto: Slamet Nofasusanto/batampos.co.id
Terkait pekerjaan, Karyati menyebut Aj juga belum lama bekerja sebagai sopir bus sekolah.
“Dulu kerjanya bukan sopir. Tapi sudah lebih setahunlah jadi sopir,” kata dia.
Aj sebelumnya juga pernah menikah dengan seorang tukang jahit.
Namun, pernikahannya kandas karena diduga Aj melakukan kekerasan fisik kepada istrinya itu.
“Waktu itu istrinya lapor ke saya. Saya sarankan lapor ke Pak Babinsa atau Babinkamtibmas. Luka memar sudah bisa jadi bukti untuk membuat laporan,” kata dia. (met/ska)
batampos.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan banyak yang bertanya siapa orang-orang yang bakal mendampinginya kelak selama lima tahun mendatang.
Bahkan pertanyaan ini masih sampai dengan saat ini. Namun Jokowi menegaskan tidak ada satu pihaknya pun yang boleh ikut campur dalam penyusunan kabinet.
Itu diungkapkan Jokowi melalui akun Instagram resmi miliknya @jokowi.
“Itulah pertanyaan yang datang kepada saya hari-hari ini. Tiap hari menuju ke tanggal 20 Oktober. Yang ditanyakan itu-itu saja,” ujar Jokowi dalam akun Instagramresmi miliknya, Selasa (3/9/2019).
Presiden Joko Widodo. Foto; Jawa Pos
Jokowi mengatakan, untuk masalah menteri semua pihak perlu bersabar. Pada saatnya nanti akan ia segera umumkan.
Namun masalah menteri adalah hak prerogatif dirinya. Sehingga jangan ada yang ikut campur ataupun melakukan intervensi.
“Jadi jangan ada yang ikut campur. Usul boleh. Bisik-bisik juga boleh,” kata dia.
“Tapi ya sekali lagi, keputusan di tangan saya. Penyusunan kabinet adalah kewenangan Presiden. Hak prerogatif Presiden,” tegasnya.(jpg)
batampos.co.id – Dua pelaku jambret mengendarai motor merek Honda CBR beraksi pagi hari di Jalan Dang Merdu, Kecamatan Nongsa, Selasa (3/9/2019).
Apesnya, bukan berhasil mendapat barang incaran, salah satu pelaku malah kena bogem calon korbannya, Lisda.
Diceritakan Lisda, saat itu ia tengah mengendarai sepeda motor bersama sang kakak dari arah Bundaran SMA Negeri 3 ke RS Bayangkara, sekitar pukul 9.30 WIB.
Tiba-tiba, motor CBR yang dikendarai dua pria tak dikenal memepet kendaraannya. Pria yang dibonceng dengan cepat menyambar gelang dan dompet milik Lisda.
“Dia mau ngerampas gelang dan dompet. Padahal lagi ramai di jalan,” ujar Lisda.
Ilustrasi
Beruntung saat itu, Lisda sudah mulai curiga dan akan jadi korban jambret. Ia dengan sigap mengelak dan sempat memukul tangan pelaku tersebut.
JACARANDA mimosifolia atau yang akrab disebut jagaranda adalah tanaman dari Amerika Selatan yang bentuknya menyerupai trompet. Bunganya berwarna ungu. Di Surabaya, pohon itu ditanam di jalan-jalan protokol.
NUR FITRIATUS SHALIHAH, Surabaya
Kabid Ruang Terbuka Hijau dan PJU Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Hendri Setianto menjelaskan, tanaman itu ditanam di Surabaya sejak lima tahun lalu. ’’Ide awalnya, Bu Wali (Wali Kota Tri Rismaharini, Red) ingin tanaman yang unik dan langka serta kota lain nggak ada yang punya,’’ ungkapnya.
Hendri mengatakan, harga satu pohonnya Rp 1 juta–Rp 5 juta. Pohon tersebut ditanam di jalan-jalan protokol. Di antaranya, di Jalan Sedap Malam, Jalan Gubeng, taman-taman, dan dekat rumah wali kota. Meski harganya mahal, warga Surabaya tidak ingin mencurinya. Memang, saat awal-awal ditanam, ada saja tangan iseng yang ingin memilikinya. Namun, ulah itu kini sudah tidak ada lagi Warga sekarang lebih menjaga tanaman tersebut.
’’Jadi, ketika ada orang yang mau ngambil, warga langsung menghalanginya,’’ tuturnya.
Kepala Rayon Taman Pusat Sugeng Agung Widodo menambahkan, jacaranda tidak ditanam dari bibit. Pohon yang ditanam sudah besar. Minimal setinggi 2,5 meter.
’’Bu Wali menghendaki tanaman ditanam langsung gede supaya bisa langsung dinikmati sama warga. Kalau kecil 50 cm atau 1 meter, nanti orang lewat kena tendang, ketabrak kendaraan,’’ ucapnya.
Awalnya, jacaranda muncul melalui proyek pengadaan pemerintah alias pelelangan. Pemerintah menghendaki tanaman yang sudah besar. Selain itu, ada kriteria lain. Misalnya, tinggi dan warnanya.
’’Jacaranda kami beli dari Malang,’’ ucapnya.
Bagaimana perawatannya? ’’Kuncinya ada di penyiraman dan pemupukan,’’ ujarnya. Penyiraman dilakukan minimal sekali sehari. Namun, agar tetap terjaga dan bugar, DKRTH menyiramnya dua hingga tiga kali sehari. ’’Pagi pasti kami siram. Setelah itu, sore atau malam, bergantung tempatnya. Ada yang bisa disiram sore. Ada juga yang malam,’’ kata Sugeng.
Mengenai pemupukan, aturannya dipupuk setiap sepuluh hari sekali. Namun, pihak terkait melakukan pemupukan lima hari sekali untuk antisipasi. Ada pupuk yang disemprotkan. Ada juga yang ditaburkan. Selain itu, pengolahan tanahnya perlu diperhatikan. Misalnya, seberapa dalam membuat lubang agar akarnya kuat. ’’Kami gali sampai 30 sentimeter lebih,’’ paparnya.
Jacaranda yang berbunga menjadi aksen cantik di Jalan Sedap Malam. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)
Selain mempercantik kota, jacaranda menyerap polusi. Karena itu, tidak heran jika tanaman tersebut diperbanyak setiap tahun. Sugeng mengungkapkan, terdapat lebih dari 100 pohon di Surabaya. Tujuannya, menjaga paru-paru kota dan kualitas udara di Surabaya.
Sugeng kerap mendapat pertanyaan dari warga. Terutama ketika Surabaya viral gara-gara tabebuya beberapa waktu lalu. Tanaman jacaranda pun disangka tabebuya oleh warga. Sebagaimana diketahui, bunga tabebuya menyerupai sakura dan warnanya lebih variatif. Ada pink, kuning, ungu, merah, dan lain-lain. Sementara itu, bunga jacaranda berwarna ungu. Soal harga, jacaranda lebih mahal.
Sugeng berpesan kepada masyarakat agar menjaga semua tanaman. Bukan hanya jacaranda.
’’Walaupun (tanaman) milik pemerintah, kalau letaknya di depan persil rumah warga, mbok ya dibantu menyiram dikit-dikit. Warga nanti juga kami bantu ketika perantingan,’’ paparnya.
Saat ini jacaranda berbunga. Salah satunya bisa ditemui di Jalan Sedap Malam atau sekitar Balai Kota Surabaya. Kemarin (31/8) jacaranda tampak mekar di sana. Meski belum selebat tabebuya, pemandangannya bisa menyejukkan mata. (JPC)
Pilot : Tower Indonesia-156 Final Runway 22 ATC: Indonesia-156 Insight on Final Runway 22, Wind Crosswind 130 Degrees 9 Knots, QNH 1012, Cleared to Land Pilot: Cleared to Land Indonesia 156 ATC : Indonesia-156 Landed Time 1104, Exit C, Contact Ground 121.95 Pilot : C, 121.95 Indonesia-156 Thank You
Messa Haris – batampos.co.id
Sepenggal percakapan antara pilot dan petugas Air Traffic Control (ATC) di Bandara Internasional Hang Nadim, Kota Batam, Provinsi Riau, menandakan kesiagaan petugas ATC untuk memandu sang nakhoda burung besi saat akan mendarat.
Percakapan antara pilot dengan petugas ATC di Bandara Hang Nadim bisa berlangsung sebanyak 122 kali dalam satu hari.
General Manager AirNav Cabang Batam, Mi’wan Muhammad Bunay, mengatakan, pihaknya tidak hanya memberikan layanan lalulintas udara saja, tapi juga navigasi.
“Tugas kami (AirNav) memberikan prioritas pelayanan penerbangan dan memberikan layanan fasilitas navigasi,” jelasnya, Rabu (21/8/2019).
Mi’wan menjelaskan, AirNav merupakan Perum khusus non profit oriented.
Orientasi AirNav lanjutnya memberikan pelayanan dan keselamatan penerbangan dan hal itu termaktub dalam Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2012.
Maksud dan tujuan pendirian Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav ialah melaksanakan penyediaan jasa pelayanan navigasi penerbangan sesuai dengan standar yang berlaku untuk mencapai efisiensi dan efektivitas penerbangan dalam lingkup nasional dan internasional.
“Jadi orientasi kami (AirNav-red) hanya pelayanan dan keselamatan penerbangan. Sehingga kami lebih fokus menjaga itu semua,” paparnya.
Menurutnya, jika dilihat dari peta wilayah kerja AirNav cabang Batam bentuknya kotak mendatar atau flat.
Kata dia, saat pesawat akan mendarat pihaknya akan menuntun sang pilot dengan fasilitas navigasi.
Menurutnya meski saat ini seluruh pesawat memiliki Global Positioning System (GPS), namun dengan alat bantu yang dimiliki AirNav akan memudahkan sang pilot untuk mendarat.
“Dengan alat bantu kami maka pesawat tahu heading-nya ke Bandara dan berapa derajat Bandara yang dituju,” paparnya.
Alat tersebut lanjutnya akan memberikan azimut buatan, sehingga pesawat mengetahui berapa derajat sasaran bandara yang dia tuju.
“Kalau sudah dekat Bandara kita juga ada ILS (Instrumen Landing System) dengan ini pesawat akan dituntun di centre line dan slotnya,” kata dia.
Mi’wan menjelaskan, tugas lainnya dari AirNav yaitu mengatur sparasi setiap pesawat.
Sehingga tidak terjadi Breakdown of Separation (BOS). Kata dia, apabila jarak pesawat berdekatan salah satunya akan diminta untuk menaikan ketinggian.
“KPI (Key Performance Indicator) kami adalah zero BOS,” tegasnya.
Mi’wan menjelaskan, meski di Bandara Internasional Hang Nadim Batam belum ada penerbangan saat malam hari, namun petugas ATC menjalani pekerjaannya 24 jam penuh.
Karena kata dia, Bandara Hang Nadim menjadi alternatif dari maskapai penerbangan tujuan Singapura, ketika cuaca di negara tetangga itu buruk.
“Kita berbatasan dan jarak kita sangat dekat dengan singapura, Sehingga cukup banyak maskapai asing yang mendarat di sini (Bandara Hang Nadim, red) saat di sana bad weather (cuaca buruk, red),” jelasnya.
Perubahan cuaca yang cepat membuat petugas AirNav Hang Nadim harus selalu waspada. foto: batampos.co.id / cecep mulyana
Tantangan Utama Adalah Cuaca Ekstrem
Airnav cabang Kota Batam bekerjasama dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk mengetahui data terbaru terkait cuaca.
Hal itu sangat diperlukan karena Provinsi Kepri khususnya Kota Batam termasuk dalam salah satu daerah di Indonesia yang memiliki cuaca ekstrem.
Bahkan BMKG Kelas I Hang Nadim Batam memiliki akses khusus untuk memberikan informasi terkait keadaan cuaca.
“Maksudnya begini, Batam tidak memiliki musim, beda dengan wilayah lain yang fase musim hujan dan kemaraunya sudah jelas, sementara di sini kapan pun bisa hujan,” ujarnya.
Karena cuaca yang kerap berubah-ubah, pihaknya harus menunggu informasi resmi dari BMKG sebelum mengeluarkan Notice To Airmen (Notam).
“Yang sering terjadi itu karena proses permohonan Notam membutuh waktu dan saat Notam datang cuaca sudah bagus atau normal,” katanya.
Hal lain yang sangat diperhatikan AirNav cabang Kota Batam adalah angin.
Terutama angin yang datang dari arah samping dan sangat dikhawatirkan membahayakan pesawat ketika akan mendarat.
Hal itu diamini oleh Kepala Seksi Data dan Informasi (Kasi Datin) BMKG kelas I Hang Nadim, Suratman.
Ia mengatakan cuaca di Kota Batam kerap berubah-ubah dalam waktu yang cukup singkat.
“Ya kita punya jalur khusus untuk menyampaikan kondisi terkini cuaca kepada petugas ATC,” ujarnya.
Kata dia, informasi keadaan cuaca selalu disampaikan kepada petugas ATC dengan durasi setiap setengah jam atau yang biasa mereka sebut Metar.
“Kalau cuaca buruk kita sebut specy dan kita sampaikan melalui AFTN,” jelasnya.
AFTN lanjutnya adalah jaringan telepon lokal khusus antara BMKG dengan petugas ATC.
Miliki Frekuensi Cadangan
Selain itu kata dia, AirNav juga harus memiliki frekuensi cadangan untuk mempercepat layanan apabila terjadi gangguan khususnya dari pemancar radio.
Frekuensi cadangan kata Mi’wan sangat diperlukan untuk menjaga komunikasi antara petugas ATC dengan pilot guna mencengah insiden yang tidak diinginkan.
Ia mengatakan, sejauh ini kualitas komunikasi penerbangan di AirNav cabang Kota Batam cukup bagus dan tidak ada masalah.
Namun pihaknya akan langsung berkoordinasi dengan Balai Monitoring (Balmon) apabila terjadi gangguan frekuensi agar permasalahan tersebut dapat segera diatasi.
“Jadi kalau ada masalah, kita langsung kirim surat resmi ke balai monitoring dan mereka langsung melakukan investigas,” ucapnya.
Ia menambahkan, cadangan frekuensi menjadi hal wajib yang dimiliki Ainarv Indonesia. Karena hal tersebut menyangkut keselamatan para penumpang dan awak maskapai penerbangan.
“Jadi apabila ada gangguang frekuensi, sambil ditangani kami sudah bisa melayani lagi dengan secondary frekuensi, karena komunikasi kita dengan pilot tidak boleh putus,” paparnya.
Pihaknya juga memiliki kerjasama dengan berbagai pihak untuk melancarkan penerbangan.
“Kami memiliki LOCA (Letter of Operational Coordination Agreement) dengan BMKG, Balmon, Bandara, dan airline,” ujarnya.
Memberikan Informasi ke Bandara Matak, Natuna
Tidak hanya di Bandara Hang Nadim, Batam, AirNav Cabang Batam juga memberikan informasi lalulintas udara dan navigasi hingga ke Matak, Kabupaten Natuna.
Mi’wan menjelaskan, Matak, merupakan Bandara khusus yang dikelola oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).
“Bandara Matak sampai saat ini masih di bawah kami dan petugas ATC dari TNI, tapi fasilitasnya dari kita,” jelasnya.
Pada tahun 2019 AirNav Indonesia meningkatkan kualitas layanan navigasi penerbangan antara lain adalah pembangunan dan peremajaan menara pengendali lalu lintas penerbangan (ATC Tower) di beberapa Bandara di Indonesia.
Salah satunya di Letung, Kabupaten Anambas, Provinsi Kepri. Nilai investasi seluruh program tersebut senilai Rp 2,6 triliun dan diharapkan dapat meningkatkan layanan navigasi penerbangan secara merata di seluruh ruang udara Indonesia.
AirNav melayani navigasi penerbangan di 285 titik layanan di seluruh Indonesia serta melakukan pelayanan navigasi penerbangan di sejumlah ruang udara negara lain.
Luas ruang udara Indonesia adalah 1.476.049 NM, sementara AirNav melayani Flight Information Region (FIR) seluas 2.219.629 NM.(*)
batampos.co.id – Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) Wilayah Kepri kembali mengadakan kompetisi Paduan Suara Anak 2019. Kompetisi iti akan berlangsung pada 16 November 2019 mendatang.
“Kegiatan Pesta Paduan Suara Anak Batam PGIW-Kepri ini terbuka bagi seluruh jemaat gereja di Batam. Baik anggota-anggota PGI maupun sinode-sinode gereja lainnya,” ujar Ketua Panitia Pesta Paduan Suara Anak Batam PGIW-Kepri, Wirya Putra Sar Silalahi, Selasa (3/9/2019).
Wirya mengungkapkan, kompetisi Paduan Suara Anak Batam ini merupakan lomba terbuka.
Dimana para pesertanya anak-anak sekolah minggu hingga remaja, usia 7 sampai 15 tahun.
“Jumlah anggota per satu tim mulai 18 sampai 30 orang, termasuk conductor,” jelas Wirya.
Dalam kompetisi itu, para peserta wajib mengikuti lomba dengan menyanyikan satu lagu wajib dan satu lagu pilihan terikat yang nantinya dibawakan secara acapella.
Para Panitia Pesta Paduan Suara Anak Batam PGIW-Kepri 2019 saat memberi keterangan di Batam Center, Selasa (3/9/2019). Foto: Chahaya Simanjuntak/batampos.co.id
“Kompetisi ini sebenarnya sudah kali kedua diadakan di Batam dan akan menjadi ajang tahunan khusus pesta paduan suara anak,” jelasnya.
“Ini setara MTQ tingkat Kota Batam bagi saudara kita Muslim,” kata dia lagi.
Kata dia, tujuan diadakannya kegiatan tersebut untuk menanamkan kegiatan positif bagi anak-anak serta sebagai salah satu unsur ibadah juga melatih anak untuk tampil kompetitif dan bermoral.
Gereja-gereja anggota PGIW Kepri maupun sinode-sinode gereja di luar PGIW Kepri boleh turut serta dengan mendaftarkannya ke Kantor Sekretariat PGIW Kepri di Ruko Trinusa Jaya, Batam Center.
“Biaya pendaftaran Rp 200 ribu per satu tim,” ujar Bendahara Oscar Liberty Simorangkir didampingi Koordinator Dana Johnson, Koordinator Keamanan AKP (purn) Samosir, serta panitia lainnya Maria Rumahorbo, Rumiri Hutapea, Agus Siswanto Siagian, Ani, dan lainnya.
Khusus pendaftaran akan berlangsung hingga 26 September mendatang.
“Kompetisi dan puncak acara akan diadakan pada 16 November, dengan tim penilai adalah mereka dari juri Pesparawi Nasional dan juga juri dari Batam dan Singapura. Kompetisi ini sudah standar Pesparawi nasional,” jelas Wirya.
Para pemenang kompetisi ini nantinya akan mendapatkan piala, piagam, dan uang pembinaan.
“Kami mengimbau supaya seluruh gereja di Batam proaktif mengirimkan perwakilannya dari anak-anak sekolah minggu dan remaja untuk turut mensukseskan acara kita ini,” tutup Wirya.(cha)
Industri Penerbangan di Indonesia, tidak bisa dipisahkan dari AirNav. Lembaga ini melayani serta menjamin keamanan pesawat yang akan berangkat, sedang mengudara, maupun mendarat. Tugasnya tak mudah. Membutuhkan para petugas yang berdidikasi tinggi, teliti, bertanggungjawab dan mau berkorban
FISKA JUANDA, batampos.co.id
Hujan mengguyur deras nyaris di seluruh Batam, Selasa (27/8/2019) siang. Khususnya di kawasan Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Para petugas ATC (Air Trafic Control) AirNav Hang Nadim tampak siaga. Beberapa pesawat tetap harus terbang juga mendarat, kendati sedang hujan. Hal ini membuat mereka mesti lebih waspada.
Ada tiga pesawat yang berhasil mereka pandu untuk terbang siang itu. Namun ketika satu pesawat jenis ATR, dengan baling-baling hendak mendarat, suasana mendadak tegang.
Di ruangan berbentuk segi sembilan itu terdapat tiga orang yang sedang bertugas, tiga lainnya sedang off. Tapi mereka tetap berjaga-jaga menjadi cadangan dan tetap di sana.
Hujan deras disertai angin kencang membuat jarak pandang minim. Landasan juga basah. Seorang petugas bahkan sigap mengambil teropong untuk memastikan pesawat yang mulai turun di ujung landasan. Dari gerak-gerik pesawat baling-baling itu, salah satu petugas menduga pesawat tak akan mendarat.
Tebakan itu benar. Pilot pesawat melaporkan kepada petugas ATC bahwa mereka tak jadi mendarat.
“We are making go around…” ucap sang pilot lewat alat komunikasi yang terhubung dengan petugas ATC.
“Maintain runaway heading climb to 2.000 feet,” jawab petugas ATC.
Pesawat ATR itu pun kembali terbang, memutari kawasan Bandara Hang Nadim beberapa kali. Lalu mencoba kembali mendarat, tapi kembali gagal. Karena angin yang cukup kencang.
Tak ada lagi wajah-wajah yang rileks. Para petugas yang mengontrol kemudian berkoordinasi dengan petugas ATC di Tanjungpinang.
Ketegangan itu bertahan cukup lama. Hingga akhirnya pesawat itu dapat mendarat dengan selamat. wajah para petugas tampak cerah. Senyumnya pun sumringah.
Memandu pesawat ternyata tak semudah kelihatannya. Bagi sebagian orang yang hanya melihat, memandu pesawat sepertinya gampang-gampang saja. Kenyataanya mendebarkan juga tegang.
Menurut salah satu petugas ATC, Dedi Dermawan, memandu pesawat tak mudah. Butuh kejelian, kelitian dan pengamatan yang tajam. Oleh karena itu, tak semua orang bisa duduk di kursi pengontrol di ruangan itu. Butuh keahlian dan ilmu yang spesifik.
Ia mengatakan, petugas di posisi Ground Movement Control, Assisten dan Tower, tidak boleh beranjak di kursi mereka dalam waktu yang ditentukan. Karena, tanggungjawab yang mereka emban sangat besar. Memastikan ratusan jiwa yang berada di dalam pesawat mendarat dan terbang dengan selamat.
Selama di kursi kontrol, tiga petugas yang berjaga harus berkonsentrasi penuh. Melihat situasi dan mendengarkan setiap informasi yang masuk. Tower Hang Nadim sudah dilengkapi dengan Voice Communication Control Sistem (VCCS) dan ATIS (Automatic Terminal Information Service). VCCS membantu tower berkomunikasi dengan pilot, sedangkan ATIS berisi segala macam informasi mengenai cuaca.
ATC Hang Nadim, memiliki wilayah pengontrolan cukup unik. Bentuknya kotak. Ketinggian pengontrolan dilakukan ATC Hang Nadim hingga 1.500 feet. Setelah itu dihandel oleh ATC Tanjungpinang, lalu pihak Singapura.
Walaupun memiliki wilayah kontrol cukup sempit, landasan panjang dilengkapi sensor Instrument Landing System (ILS). Pekerjaan ATC Hang Nadim cukup sulit. Di daerah lain, pesawat bisa diarahkan kemana saja sesuai fligt plan yang telah disetujui. Namun tak begitu di Hang Nadim. Pesawat yang akan landing, hanya dapat mengarah ke bagian Selatan Batam, tepatnya arah Pulau Galang. Walaupun, pesawat itu nantinya akan mengarah ke Utara seperti Medan atau daerah lainnya.
Mengapa tidak bisa? Sebab di arah utara Batam telah memasuki wilayah udaranya Singapura. Tak mudah mengontrol wilayah udara yang berdampingan dengan tetangga. Butuh kecermatan tersendiri.
cep
Ruang ATC di Bandara Hang Nadim. foto: batampos.co.id /cecep mulyana
Kehadiran AirNav di Batam, terbilang cukup muda bila dibandingkan di wilayah lainnya di Indonesia. Saat AirNav dibentuk dan telah hadir di beberapa bandara di Indonesia, 2012, AirNav baru muncul dan hadir di Batam, di penghujung 2014. Walaupun terbilang muda, tapi pengalaman petugas yang ada tak perlu dipertanyakan. Petugas-petugas pengontrol, teknis maupun bagian lainnya di AirNav, telah memiliki pengalaman mumpuni.
Kesulitan dalam berbagai kejadian dan halangan lain telah membuat petugas ATC Hang Nadim tumbuh menjadi pengontrol yang baik. Tentunya mereka juga semakin bijak, karena kenyang akan pengalaman. Kendati demikian banyak pula pengorbanan yang telah dilakukan petugas ATC demi memberikan baktinya untuk negeri khususnya dalam bidang transportasi penerbangan.
Salah satunya, saat momen liburan hari besar seperti Lebaran dan Natal misalnya. Jika masyarakat banyak yang pulang kampung bertemu dan berkumpul dengan keluarga. Tidak dengan para petugas ATC Hang Nadim.
“Kami jarang bisa dapat libur, saat Lebaran,” tutur Dedi.
Dedi mengaku telah berulang kali mendengar takbir Idul Fitri berkumandang saat mengontrol di ATC. Tentu, hal ini menjadi pergulatan batin. Sering kali, keluarganya menanyakan menapa tidak pulang saat Lebaran. Tapi, karena sering diberikan pemahaman. Akhirnya, mereka mengerti dengan pekerjaan Dedi.
Petugas ATC dan pilot hampir memiliki pekerjaan yang mirip. Bekerja kala semua orang menikmati liburan. “Kadang saat takbir berkumandang di mana-mana, sang pilot di alat komunikasi mengucapkan selamat Idul Fitri ke kami semua. Kami membalas hal yang sama. Untuk sama-sama menghibur diri,” ungkapnya.
Sebagai orang yang berasal dari Sumatera Barat. Ada satu hal yang dirindukan Dedi, kala mengontrol saat Lebaran. Yaitu lontong ketupat.
Beberapa tahun lalu, saat General Manager AirNav mengadakan open house. Saat diberitahu ada lontong ketupat pada salah satu menunya. Dedi merasa senang sekali.
“Sudah terbayang lezatnya lontong itu. Saya ke sana setelah shift kerja berakhir. Sampai sana ternyata lontongnya sudah habis, kecewa. Tapi mau gimana lagi,” kenangnya sambil tertawa.
Pengalaman-pengalaman melakukan pengontrolan saat Lebaran, Natal atau momen hari besar lainnya, kata Dedi sudah menjadi bagian sehari-hari bagi para pekerja di AirNav.
Ada satu hal nan penting yang ingin mereka pastikan. Para penumpang yang mudik Lebaran atau Natal, bisa terbang, mendarat hingga tujuannya. “Doa kami hanya satu. Semua yang berangkat sampai dengan selamat, semua yang datang mendarat dengan baik. Tak muluk-muluk,” tuturnya.
Hal yang senada diucapkan oleh Manager Operasinal AirNav Batam, Edward F Marpaung. Ia mengatakan walaupun sebagai manager Edward mengaku selalu standby di setiap musim mudik Lebaran dan Natal.
“Saya sudah sering ditanyakan keluarga, kapan Natalan di Medan. Pertanyaan mereka selalu sama, kok tak pulang. Tapi mau gimana lagi, ini sudah menjadi tugas kami, memastikan keselamatan penerbangan,” ungkapnya.
Selama bertugas, Edward mengaku sudah terbiasa tak pulang di kala Natal. Tak hanya itu saja. Dia juga beberapakali tetap harus bertugas kendati keluarganya ada yang sakit.
“Tetap standby di atas. Apapun konsekuensinya. Biasanya kalau sudah urgent, lapor ke atasan. Baru dicarikan pengantinya, syukur-syukur dapat cepat. Kalau tidak, ya tunggu. Karena ini pekerjaan yang tidak bisa ditinggal begitu saja, walau apapun alasannya,” ucapnya.
Setiap petugas ATC, kata Edward sudah paham konsekuensi pekerjaan yang mereka geluti. Sehingga tak ada waktu untuk mengeluh atas semua resiko dalam pekerjaan yang takmengenal siang atau malam tersebut.
“Petugas yang bekerja bergantian, per shift. Tapi kami selalu ada orang yang berjaga 24 jam di tower. Mau jam 2 pagi, atau tengah malam, ada petugasnya,” tutur dia.
Edward menjelaskan memang tidak setiap hari Bandara Hang Nadim, memilik penerbangan hingga dini hari. Tapi sejak musim haji, ada penerbangan di malam hari. Bahkan dini hari dan subuh.
“Pesawat yang datang malam hari. Lalu pesawat yang feeder, dari yang membawa jamaah debarkasi antara (Pekanbaru, Jambi, Pontianak),” ucapnya.
Walaupun pekerjaannya terbilang berat. Edward mengaku sudah melakoninya cukup lama, dan menjalani dengan nyaman. “Enjoy saja,” kata dia.
AirNav Hang Nadim, dalam sehari melayani 120 pesawat yang terbang maupun mendarat. Namun, sesekali juga melayani beberapa pesawat asing yang mendarat darurat di Hang Nadim.
Sekadar informasi, Bandara Hang Nadim menjadi salah satu tujuan divert pesawat maskapai asing yang tidak bisa mendarat di Singapura.
Apa bedanya mendaratkan pesawat asing dan domestik? Edward mengaku tidak ada bedanya. Karena metoda pendaratan pesawat domestik maupun luar negeri, semuanya sama di setiap negara. Sehingga tidak ada masalah dalam mendaratkan pesawat asing.
General Manager AirNav Batam Miwan menambahkan, dalam satu semester ini, beberapa kali pesawat asing mendarat darurat di Hang Nadim. Ada alasan tersendiri mengapa maskapai luar negeri menjadikan Hang Nadim tempat divertnya.
Landasan yang terbilang panjang, memiliki ILS dan tentunya penuntun yang mumpuni (petugas ATC).
“Secara umum, kerja AirNav dapat diringkas menjadi 3 poin. “Sefety, Security dan Service,” tuturnya.
AirNav adalah nama umum yang dikenal banyak kalangan. Tapi nama resminya yang terdaftar adalah Perum Lembaga Penyelenggaraan Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia. “Disingkat Perum LPPN PI. Tapi orang sering sebut AirNav,” ucapnya.
Ia mengatakan kini pekerjaan ATC Hang Nadim sedikit mulai berkurang. Karena dulunya, petugas ATC cukup terbatas. Sehingga beban para pekerja setiap shiftnya cukup besar. Kini, jumlah petugas bertambah. Sehingga mengurangi beban kerja setiap petugas.
“Merasa sedih tidak merayakan Lebaran dan Natal dengan keluarga. Wah, kalau ditanya ke semua petugas AirNav, rata-rata semuanya pasti merasakan itu. Tapi ini adalah tanggungjawab dan tugas sebagai orang yang memastikan keselamatan penerbangan,” ucapnya.
AirNav Bandara Hang Nadim, sangat menjaga agar tak terjadi Breakdown of Separation. “Kami selalu berusaha tidak BOS. Makanya para petugas selalu bekerja extra hati-hati dan teliti,” ucapnya. (*)