Minggu, 17 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11052

Ditanya Ex Officio, Wali Kota Batam: Saya Tak Komentar

0

batampos.co.id – Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 62 Tahun 2019 yang memuat aturan kebijakan ex officio, Wali Kota Batam sekaligus menjabat Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam telah diteken presiden.

Ditanyai tanggapannya perihal itu, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi masih enggan berkomentar.

“Saya tak komentar. Tak tahu saya (PP 62 diteken),” kata Rudi saat gotong royong di Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah Batuaji, Senin (16/9/2019) pagi.

Rudi beralasan, dirinya akan fokus bekerja daripada harus ikut membahas dan berkomentar, terkait kebijakan dari pusat yang dikeluarkan untuk mengurai persoalan dualisme Batam ini.

Baca Juga: Pelantikan Wali Kota Batam Sebagai Ex Officio Belum Pasti

“Saya bekerja saja sekarang, daripada membahas itu,” imbuhnya.

Lebih jauh, Rudi yang diberondong pertanyaan apa yang akan dilakukannya jelang pelantikan, dalam hal ini terkait persiapan dirinya memegang amanah baru sebagai Kepala BP Batam, mantan polisi itu kembali mengelak.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. Foto: Cecep Mulyana / batampos.co.id

“Nanti aja ya, kita bersihkan masjid saja dulu yuk,” kata Rudi lagi.

Terkait kepastian PP 62 telah diteken presiden juga dikonfirmasi langsung Kepala BP Batam Edy Putra Irawadi.

Baca Juga: Terjawab, Presiden Tanda Tangani Wali Kota Batam Sebagai Ex Officio Kepala BP Batam

“Iya, namanya PP Nomor 62 Tahun 2019. Isinya memuat kepala BP Batam oleh wali kota selaku ex officio,” kata Edy, Minggu (15/9/2019).

Setelah PP ini rampung, maka Dewan Kawasan (DK) Batam akan melakukan rapat sekali lagi untuk membahas mengenai struktur organisasi dan tata kerja (STOK) BP Batam yang baru.

Setelah SOTK selesai, maka pelantikan wali kota Batam sebagai pejabat ex officio kepala BP Batam baru bisa dilakukan.

“Rampungnya bisa kapan saja, kan dasar hukum ex officio sudah ada,” jelasnya lagi.(iza)

Pemulangan Jemaah Haji Debarkasi Batam Rampung

0

batampos.co.id – Seluruh kelompok terbang (kloter) jemaah haji Indonesia sudah kembali ke Tanah Air.

Jemaah asal Banjarmasin 19 (BDJ-19) menjadi kloter terakhir pulang ke Indonesia pada Minggu (15/9/2019) lalu.

Dari data terakhir, terdapat 40 orang jemaah Embarkasi/Debarkasi Batam yang meninggal dunia di Tanah Suci.

Berdasarkan data di Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama (Kemenag), proses pemulangan jemaah haji Indonesia selesai pada Minggu (15/9/2019).

Hingga di hari akhir pemulangan, sebanyak 450 jemaah haji wafat di Arab Saudi.
Jemaah haji yang meninggal di Arab Saudi berasal dari reguler dan haji khusus.

Sementara berdasarkan data Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2019, hingga kemarin jemaah haji yang masih dirawat di Arab Saudi sebanyak 74 orang.

Ilustrasi Jemaah Haji

PPIH bersama dengan instansi lain seperti Kantor Urusan Haji (KUH) dan Konsulat Jenderal Indonesia di Jeddah akan terus memantau kondisi jemaah haji tersebut.

Apabila kondisi jemaah membaik maka selanjutnya akan dipulangkan ke tanah air.
Sementara itu, Humas Pelaksana Ibadah Haji Batam Syahbudi menyebutkan, proses pemulangan jemaah haji Embarkasi dan Debarkasi Batam telah selesai, Minggu (15/9/2019).

Embarkasi/ Debarkasi Batam sendiri melayani empat provinsi yakni Kepri, Jambi, Riau, dan Kalimantan Barat.

Jemaah yang wafat berasal dari Kepri lima jemaah, Jambi 17 jemaah, Riau 10 jemaah, dan Kalimantan Barat delapan jemaah.

”Proses pelaksanaan haji sudah selesai. Terakhir kloter 29 tiba di Batam. Untuk jemaah yang wafat berjumlah 40 orang,” katanya.(rng)

Lukita: Saya Yakin Menang

0

batampos.co.id – Mantan kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo datang ke Kantor DPC PDIP Kota Batam untuk mengambil formulir pendaftaran bakal calon Wali Kota Batam, Minggu (15/9) dan resmi mendaftarkan diri pada Senin (16/9) kemarin.

Saat mendaftar ia disambut ketua tim penjaringan DPC PDIP, Zulhan, Sekretaris DPC PDIP, Ernawati, Bendahara DPC PDIP, Putra Yustisi Respati, ketua Bappilu DPC PDIP Nasir Pelawi, dan petinggi PDIP lainnya.

Kepada Batam Pos, Lukita menegaskan keseriusan dirinya yang ingin total maju sebagai calon Wali Kota Batam melalui kendaraan politik PDIP.

Saat silaturahmi sekaligus mendeklarasikan dirinya maju Pilwako Batam di Hotel PIH, Batamcentre, Senin (16/9/2019), Lukita kembali menegaskan keseriusannya itu.

“Saya ingin Batam itu bisa berkembang maju karena potensinya luar biasa,” ujarnya.

“Batam harus bisa dikelola dengan baik, saya cinta kota ini dan yakin bahwa masih akan terus memberikan sumbangsih kontribusi kepada Batam,” kata dia lagi.

Dalam proses menuju deklarasi, ia banyak mendengar masukan dari masyarakat. Baginya, selama memimpin BP Batam, banyak pengalaman yang telah diperolehnya dan hal tersebut menjadi pertimbangan kuat untuk maju pada Pilkada tahun depan.

“Ini semua adalah proses panjang. Saya banyak berdialog dengan diri sendiri dan juga dengan Allah SWT melalui salat istiqarah. Begitu juga dengan diskusi keluarga juga penting untuk membulatkan tekad,” paparnya.

Setelah melalui itu, Lukita yakin bahwa ia akan menang dalam persaingan sehat secara demokratis ini.

Lukita Dinasyah Tuwo (dua kiri) menyerahkan formulir pendaftaran balon Wali Kota Batam yang diterima Sekretaris DPC PDIP Ernawati di kantor DPC PDIP Kota Batam, Senin (16/9/2019). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Saya tekadkan bahwa saya yakin menang. Bahwa jika kehendak tuhan katakan tidak, tapi saya sudah berusaha semaksimal mungkin,” katanya optimis.

Lalu apa yang ditawarkan Lukita kepada masyarakat Batam. Pertama, pengalamannya menjabat Kepala BP Batam selama setahun tiga bulan.

“Di BP dulu, saya lebih membumi karena hadapi persoalan masyarakat,” jelasnya.

Kedua, Lukita yang dulu pernah lama berkecimpung sebagai Sekretaris Menko Perekonomian juga memahami bahwa Batam kaya dengan potensi ekonomi yang belum dimanfaatkan.

“Ada 11 titik parkir di Batuampar bisa dimanfaatkan jadi lokasi parkir kapal. Begitu juga Bandara Hang Nadim yang sangat potensial jadi pusat logistik. Ditambah lagi potensi pariwisatanya,” paparnya.

Ketiga, niat untuk menjamin kepastian investasi di Batam lewat penjaminan perizinan dan urusan lahan.

“Urusan rumah, lahan dan UWTO akan jadi perhatian saya dalam menyelesaikan isu-isu yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat,” jelasnya.

“Apalagi Batam punya dua mesin. Jadi sangat penting untuk membawa dua institusi baik itu Pemko maupun BP agar kompak bersama,” tegasnya lagi.

Sementara itu, Sekretaris DPC PDIP Kota Batam, Ernawati, menegaskan keseriusan Lukita maju menjadi calon Wali Kota Batam 2020-2024 mendatang tak diragukan lagi.

Hal itu dibuktikannya dengan mengambil formulir Minggu mengisi dan mendaftar secara resmi Senin kemarin.

Erna mengakui secara lisan sudah banyak parpol lain yang mengajak berkoalisi dengan PDIP untuk Pilwako 2020-2024 mendatang.

Parpol yang dimaksud seperti misalnya yang paling intens yakni adalah Golkar, Gerindra, Demokrat, Perindo, PSI dan Hanura.

“Kami menyambut baik niatan parpol lain yang mengajak berkoalisi dengan kami PDIP. Kami tetap menunggu itu,” ujarnya mengakhiri.

DPC PDIP Kota Batam sendiri resmi membuka pendaftaran bakal cawako/cawawako Batam untuk pilwako Batam tahun 2020 mendatang pada hari Kamis (12/9) kemarin.

Nantinya tim penjaringan akan melakukan verifikasi bakal calon yang mendaftar dan menyerahkan kembali berkas pencalonan kandidat ke DPD PDIP Kepri untuk diteruskan ke DPP.

Selanjutnya DPP PDIP nantinya akan mengumumkan bakal calon yang akan diusung PDIP Batam dalam Pilwako Batam tahun depan.

Untuk seleskinya tak dilakukan di DPC PDIP, melalinkan langsung oleh DPP. Tim penjaringan DPC PDIP Kota Batam diminta minimal mengajukan dua pasang bakal cawako dan dua pasang bakal cawawako Batam.

Pendaftaran terakhir dilakukan pada 20 September mendatang mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB tiap harinya.(leo/gas)

Sampah Plastik Kotori Pulau, Couchsurfing Batam Beraksi

0

batampos.co.id – Masalah kebersihan lingkungan dan sampah menjadi perhatian Komunitas Couchsurfing Batam tiga bulan belakangan ini.

Komunitas penggemar traveling ini sejak Juli lalu aktif melakukan bersih-bersih lingkungan dari sampah yang dibuang masyarakat secara sembarangan.

Terutama di tempat atau fasilitas umum, tempat wisata, dan pulau kecil. Terbaru, Couchsurfing Batam melakukan aksi bersih sampah plastik di Pulau Buluh, Batam, Minggu (15/9/2019).

Pulau ini dipilih karena kondisi sampah plastik yang berada di sekitar tempat tinggal warga sudah memprihatinkan.

Pulau yang pernah menjadi pusat kecamatan Batam sebelum Belakangpadang ini, dikotori beragam sampah plastik kemasan makanan dan minuman.

“Sampah plastik sangat banyak di sekitar rumah warga yang berada di pinggir laut. Satu titik saja sampahnya sangat banyak,” ujar koordinator kegiatan dari Komunitas Couchsurfing Batam, Tiurma Panjaitan, Senin (16/9/2019).

Begitu banyaknya sampah, hanya dalam dua jam terkumpul puluhan karung sampah yang didominasi plastik kemasan makanan dan minuman.

Padahal, tempat yang dibersihkan hanya dua titik saja. Sementara sejumlah titik lainnya di Pulau Buluh belum terjamah sepenuhnya.

“Saya yakin, kami tidak bisa menyelesaikan satu pulau itu dalam satu kali saja, butuh berkali-kali,” kata City Ambassador Couchsrufing Batam, Nabilla Bennett Lihawa.

Komunitas Couchsurfing Batam menggelar aksi bersih sampah di Pulau Buluh, Minggu (15/9/2019). Foto: Ahmadi Sultan/batampos.co.id

“Tapi setidaknya kami bisa memberikan contoh dan mengedukasi masyarakat setempat,” ujarnya lagi.

Sebelumnya, Komunitas Couchsurfing Batam melakukan hal yang sama di Alun-Alun Engku Putri dan Pulau Putri.

Menurut Nabilla, aksi bersih-bersih bukanlah tujuan utama komunitas ini. Namun sebagai penggemar traveling, mereka juga ingin menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan.

Kota atau tempat yang bersih tentu akan membuat masyarakat setempat dan pengunjung terutama turis, nyaman dan bisa menikmati Batam sebagai tujuan wisata di Indonesia.

Couchsurfing ini merupakan komunitas para traveler di seluruh dunia untuk bisa saling berbagi dan memperluas jaringan.

Salah satunya dengan berbagi akomodasi untuk sesama anggota saat traveling yang tentunya akan membuat perjalanan lebih hemat dan lebih mengenal orang-orang baru.

Dengan 14 juta orang di 200 ribu lebih kota, mereka saling berbagi pengalaman dan perjalanan.

Komunitas ini pun juga sudah ada di Indonesia dari tahun 2004. Di Indonesia sendiri terdapat 181.393 member.

Komunitas ini bisa diikuti oleh segala umur dengan batas minimum 18 tahun. Dikarenakan pada umur 18 tahun seseorang sudah bisa dianggap dewasa.

Seleksi untuk bergabung di komunitas ini dilakukan secara secara personal.

Di Batam sendiri, anggota komunitas ini di aplikasinya telah ada sekitar 1000an orang (aktif dan non-aktif). Anggotanya terdata sejak komunitas ini ada tahun 2010 silam.

Awalnya, kegiatannya hanya berkumpul secara reguler lalu membuat kegiatan untuk menarik anggota baru.

Di Couchsurfing ini sendiri terdapat 3 inti kegiatan. Yaitu Menerima tamu, menjadi teman jalan-jalan Couchsurfer yang sedang datang di kotanya atau menjadi traveler.

Dalam kegiatan sebagai penerima tamu Couchsurfing, rumah kita pun akan dibuka untuk orang yang akan datang ke kota kita.

Begitu pun sebaliknya, jika kita ingin pergi ke kota lain, kita bisa memilih salah satu dari member Couchsurfing yang bersedia untuk menerima kita tinggal sementara atau menginap di rumahnya.

Selain tiga kegiatan tersebut. Sebagai Couchsurfer kita juga bisa mengadakan event yang dapat mengundang anggota dari Couchsurfing lainnya.

Kegiatan ini sifatnya lebih terbuka dan berdampak langsung ke masyarakat seperti kasi bersih-bersih lingkungan.(uma)

Gabungan Komunitas Subuh Keliling Sambangi Kampung Pasir Panjang di Pulau Rempang, Batam

0

batampos.co.id – Gabungan komunitas subuh keliling yang terdiri Pejuang Subuh Nongsa (PSN), KNPI Kota Batam, Subuh Keliling Batam, Bikers Subuhan, Sahabat Hijrah Batam, Fosiwaja Kepri, dan Sahabat UAS, bersama melakukan safari subuh keliling di Kampung Pasir Panjang, Pulau Rempang, Minggu (15/9/2019).

Ketua PSN Batam, Zulkifli, melalui rilis yang dikirimkannya ke batampos.co.id, mengatakan, rombongan bergerak dari rumah masing-masing pada pukul 02.30 subuh.

Mereka kata dia, berkumpul di Jembatan Teungku Fisabilillah sebelum menuju Pulau Rempang dengan berkonvoi tujuh kendaraan kecil dan dua minibus.

Rombongan kata dia, melewati 4 jembatan Barelang menuju ke Masjid Nurus Sabil, Pasir Panjang, Pulau Rempang.

“Kegiatan subuh keliling kali ini terasa berbeda karena bergabungnya beberapa komunitas subuh Kota Batam yang jumlah peserta mencapai sekitar 100 orang,” kata dia.

Gabungan komunitas subuh keliling berfoto bersama di Jembatan II Barelang. Gabungan komunitas subuh keliling melakukan kunjungan ke Masjid Nurus Sabil, Pasir Panjang, Pulau Rempang. Foto: Dokumentasi Pejuang Subuh Nongsa untuk batampos.co.id

Zulkifli, mengatakan, sudah lebih dari 70 masjid di Batam dikunjungi komunitas subuh keliling sejak akhir Januari tahun ini.

“Tujuannya adalah untuk menggugah kaum muslimin untuk sholat subuh berjamaah di masjid dan untuk menjalin silaturahim dengan masyarakat,” kata Zulkifli.

Rangkaian kegiatan subuh lanjutnya, diawali dengan salat subuh berjamaah, dilanjutkan dengan taushiyah oleh Ustaz H. Marsapwan bin Abdul Wahab.

Dalam taushiyahnya, Ustaz Iwan, sapaan akrabnya, menyampaikan tentang keutamaan salat subuh dan mengingatkan agar setiap Muslim membiasakan diri bangun subuh.

“Memang, untuk bangun subuh, memang sulit dilakukan jika tidak terlatih sejak kecil, maka perlu adanya perjuangan keras,” kata Ustad Marsapwan.

Dia menambahkan, kebangkitan dan kejayaan umat islam akan nampak dimulai dengan melakukan salat subuh berjamaah di Masjid.

Pada subuh keliling gabungan kali ini, diakhiri dengan penyerahan infaq terbaik dari seluruh anggota masing-masing komunitas subuh yang diwakili oleh Ketua KNPI Kota Batam, Teddy M. Nuh, kepada pengurus Masjid Nurus Sabil dan dilanjutkan dengan sarapan bersama.(*)

Bencana Asap

0

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan memang bikin sesak. Lambat laun, daerah lain juga kena getahnya.

Sejak beberapa hari terakhir, warga Batam dan sekitarnya nyaris tidak dapat melihat silau matahari. Sang mentari hanya terlihat bulat di angkasa.

Dengan warna agak oranye. Bahkan bisa dilihat dengan mata telanjang.
Dari kejauhan, gedung-gedung pencakar langit di Serambi ASEAN juga agak samar-samar. Tak semegah seperti biasanya. Hanya tampak sekilas. Tak begitu jelas.

Ini yang saya takutkan. “Serangan” asap tiba juga di Batam. Wajar bikin waswas. Batam dikepung dua pulau dengan titik kebakaran terbesar.

Sumatera dan Kalimantan. Ibarat pepatah, maju kena, mundur kena. Ke manapun angin bertiup, ujung-ujungnya lari ke Batam. Bak buah simalakama.

Entah asap kiriman siapa. Sumatera kah? Kalimantan kah? Intinya sudah sampai Batam.
Ini yang saya takutkan lagi. Pemerintah tunjuk-tunjukkan.

Saling tuding. Minim solusi. Cuma saling menganalisis. Cuma bagi-bagi masker. Belum ada solusi matang. Bagaimana caranya menghilangkan asap.

Jebret. Badan Meteoroligi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga kasih kabar buruk. Mau buat hujan buatan tidak bisa. Alasannya tidak ada awan. Gedubrak….!!!

Artinya, kita hanya menunggu nasib. Kita disuruh pasrah. Sambil berdoa turun hujan. Berusaha mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Biar asap seger hilang. Hidup pun tenang.

Kalau tidak salah, bencana asap sudah sering terjadi. Entah ada unsur kesengajaan atau tidak. Yang pasti sudah berulang-ulang.

Penanganannya pun juga begitu-begitu saja. Kalau tidak bagi masker, ya imbauan. Itu tok.

Belum ada langkah konkret. Nyaris tidak ada kejelasan soal tindak lanjutnya. Apakah ada upaya hukum?

Atau tindakan tegas lain? Kalaupun ada, kok masih terjadi berkali-kali.
Kalau memang sengaja dibakar, siapa pembakarnya?

Segera ditindak. Biar ada efek jera. Jika tidak ditindak, bencana asap bisa menjadi “agenda” rutin.

Atau jangan-jangan…..

Entahlah. No comment. Kalimat di atas sengaja saya potong agar tidak menimbulkan fitnah. Biar tidak dikira menyebar hoaks.

Cukup saya yang tahu apa maknanya. Kalau Anda memaknai lain, silakan. Hehehehehe.
Tak ada salahnya bagi pemerintah meminta bantuan negara lain untuk mengatasi masalah asap.

Jangan dipendam sendiri. Nanti rakyatnya yang sengsara. Barangkali ada solusi lain.
Setahu saya, Indonesia negara kepulauan. Banyak airnya.

Saya kurang paham, mungkin pertanyaan saya agak aneh dan perlu dikoreksi jika salah. Bisakah air laut dipakai untuk memadamkan api?

Jika bisa, segera lakukan. Jika tidak bisa, ya dipikirkan lagi caranya. Kan sudah ada yang mengurusi. Biar yang berkompeten menyelesaikan. Kalau saya kan bagian sorak-sorak saja. Kwakakakakakak.

Bagaimanapun juga, kita semua berharap bencana asap segera berakhir. Biar tidak ada korban. Karena asap kalau dihirup bisa berakibat fatal.

Bikin penyakit. Sesak napas, ISPA, batuk, paru-paru, dan lainnya. Harus ada langkah pasti. Ja­ngan cuma berdebat, saling tu­ding, atau pasrah.

Ingat, ben­cana asap lebih penting daripada ribut-ribut soal kabinet atau polemik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).(*)

Di Kota Batam, 40 Ruang Kelas dan 2 Sekolah Baru Belum Selesai Dibangun

0

batampos.co.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam mempercepat pengerjaan proyek fisik jelang 30 November.

Kepala Disdik Batam, Hendri Arulan, menyebutkan, tahun ini ada 40 ruang kelas baru (RKB), dua pembangunan sekolah baru, serta revitalisasi bangunan sekolah.

Pengerjaannya masih berjalan dan diharapkan sesuai dengan kontrak kerja.

”Tergantung kontraknya. Kami berharap tak ada keterlambatan seperti tahun lalu. Masih on progress semua,” kata Hendri, Senin (16/9/2019).

Seluruh Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) yang bertugas turun ke lapangan mengawasi jalannya proyek fisik.

Laporan sementara pengerjaan sudah mencapai 60 persen. Pembangunan SMPN 58 yang di Kampung Bagan sudah mulai terlihat fisik bangunannya.

”Diupayakan rampung sesuai kontrak. Karena ada proyek yang harus lelang dua kali, sehingga berdampak pada kontrak kerja,” jelasnya.

“Jadi, tidak semua berakhir di akhir November,” bebernya lagi.

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 21 Sagulung tahun ini mendapat empat lokal tambahan. Dengan adanya tambahan tersebut proses belajar mengajar di SDN 21 Sagulung akan kembali normal. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Menurutnya, faktor cuaca serta akses menuju lokasi sekolah cukup mendukung sehingga tidak ada penundaan pengerjaan bangunan sekolah baru ini.

”Kalau tahun lalu yang SMPN 56 kan terhalang akses. Jadi, pengerjaan tidak selesai tepat waktu,” imbuhnya.

Ia mengakui kedua sekolah tersebut sudah menumpang lebih dari satu tahun. Persoalan lahan menjadi faktor terkendalanya pembangunan sekolah baru tersebut.

”Awalnya cuma satu yang mau dibangun, namun belakangan ada lahan lagi untuk SDN 008 Batuaji,” katanya.

“Jadi, kami bangun dua tahun ini,” sebutnya.

Untuk itu, pemba­ngunan gedung sekolah baru ini bisa mengurangi ketidaknyaman siswa yang saat ini masih belajar menumpang di sekolah lain itu.

Ia menargetkan siswa bisa menempati gedung baru akhir tahun ini. Selain pembangunan sekolah, pihaknya juga mulai mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung seperti meja dan kursi belajar.

Gedung sekolah selesai fasilitas pendukung juga sudah tersedia.

”Lagi proses lelang. Mudah-mudahan cepat selesai jadi sekolah selesai fasilitasnya juga,” tuturnya.

Hendri menambahkan pe-ngerjaan proyek kerja tahun ini benar-benar diawasi. Pengerjaan proyek harus berjalan sesuai dengan kontrak kerja yang sudah ada.

”Kami tidak mau lagi kalau ada permasalahan dengan pembangunan,” tutupnya.(yui)

Pengusaha di Batam Hibahkan Lahan untuk Pembangunan Balai Latihan Kerja

0

batampos.co.id – Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) mengucurkan anggaran Rp 17 miliar untuk pembangunan Balai Latih Kerja (BLK) pada 2020 di Kota Batam.

Sebelumnya rencana pembangunan BLK sudah ada sejak 2017 lalu, namun karena terkendala lahan, proyek fisik ini harus tertunda.

”Sudah ada dananya. Kemarin saya sudah ke Jakarta untuk membahas kelanjutan BLK ini,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam, Rudi Sakyakirti, Senin (16/9/2019).

Ia menyebutkan, dalam waktu dekat pihak Kemenaker akan datang ke Batam untuk penandatanganan hibah lahan dari Citramas kepada Kemenaker.

Sebelumnya, beberapa lokasi titik lahan sudah diusulkan untuk BLK namun tidak memenuhi syarat sehingga tidak bisa dilanjutkan.

”Banyak permasalahan terutama legalitas lahan. Kalau yang sekarang ini mereka sudah setuju dan akan dibangun BLK 2020 mendatang,” sebutnya.

Ilustrasi Balai Latihan Kerja.

Anggaran sebesar Rp 17 miliar tersebut akan digunakan untuk membangun kantor dan ruangan workshop atau pelatihan bagi pencaker nantinya.

Selanjutnya akan dianggarkan untuk melengkapi peralatan penunjang pengoperasian BLK.

Dikatakannya, sebelumnya juga BLK direncanakan untuk kemaritiman dan aviasi. Namun, melihat kebutuhan, pembangunan akan difokuskan pada pengembangan sektor shipyard.

”Kalau pem­bangunan lancar 2021 BLK sudah bisa digunakan,” jelasnya.

“Mungkin untuk pelatihan yang digelar Disnaker bisa digelar di sana, sambil menunggu keleng-kapan alat dari Kemenaker,” imbuhnya lagi.

Rudi menyebutkan lahan yang tersedia saat ini sudah siap bangun. Sehingga pemerintah bisa menghemat anggaran untuk pematangan lahan.

Ia berharap pembangunan berjalan dengan baik. Hal ini demi mendukung kemajuan sumber daya manusia (SDM) sesuai dengan kebutuhan Batam.

Disinggung mengenai perkembangan sektor industri, mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Batam ini menuturkan saat ini belum ada pergerakan yang siginifikan. Meskipun ada penerimaan tapi jumlahnya tidak banyak.

”Ya mudah-mudahan ada kemajuan tahun depan. Kalau sekarang masih lesu. Karena angka pencari kerja juga meningkat, khususnya dari luar daerah,” jelasnya.(yui)

Yes, Ada Tambahan Rp 8,6 Triliun untuk Rumah Subsidi

0

batampso.co.id – Pemerintah mengucurkan Rp 8,6 triliun untuk menutupi kekurangan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi perumahan subsidi tahun ini.

Dengan dana tersebut, akan ada 80 ribu rumah subsidi yang akan dibangun hingga November mendatang.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI), Soelaeman Soemawinata, usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Senin (16/9/2019).

Soelaeman mengatakan, penambahan dilakukan mengingat kuota FLPP tahun ini sudah habis.

“Saat ini terjadi kehabisan kuota FLPP yang hanya bisa sampai bulan Agustus,” ujarnya usai pertemuan.

Padahal, lanjut dia, untuk sampai akhir tahun, dibutuhkan kuota FLPP sebanyak 130 ribu rumah.

Ilustrasi Perumahan. Pemerintah mengucurkan alokasi dana tambahan untuk rumah bersubsidi Rp 8,6 triliun. Dengan begitu akan ada 80 ribu rumah murah yang dibangun hingga November mendatang. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Nah, dengan adanya alokasi tambahan Rp 8,6 triliun atau 80 ribu rumah, maka pembangunan rumah subsidi bisa berjalan hingga November.

Dia sendiri berharap anggaran penambahan kuota bisa segera dicairkan agar bisa direalisasikan bulan September.

Dengan demikian, konsumen yang saat ini masih dalam tahap menunggu pembangunan bisa segera menempati rumahnya.

“Tadi Bapak Presiden sudah memberikan solusi yang sangat cepat, menelpon menteri keuangan, dalam satu minggu ini, paling maksimal dua minggu, kuota FLPP tambahan,” imbuhnya.

Selain REI, pengembang yang diundang ke Istana kemarin adalah Asosiasi Pengembangan Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) dan Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra).

Ketiganya menyumbang lebih dari 60 persen pembangunan rumah dalam program 1 juta rumah tahun ini.

Masing-masing REI 400 ribu rumah, Himperra 60 ribu rumah, dan Apersi 150 ribu rumah.(far)

Pelantikan Wali Kota Batam Sebagai Ex Officio Belum Pasti

0

batampos.co.id – Dewan Kawasan (DK) Batam belum bisa memastikan kapan pelantikan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, sebagai pejabat ex officio Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Pasalnya, masih ada tahapan penyusunan struktur organisasi dan tata kerja (STOK) BP Batam yang belum rampung hingga saat ini.

“Saya belum terima undangan rapat berikutnya. Tapi bisa dipastikan rapat selanjutnya itu membahas SOTK BP Batam yang baru,” kata anggota tim teknis DK, Taba Iskandar, Senin (16/9/2019).

Taba menyatakan, SOTK baru ini merupakan bentuk perampingan dari organisasi sebesar BP Batam.

Salah satu contohnya nanti adalah perampi­ngan deputi yang akan mendampingi pejabat ex officio kepala BP Batam.

Kemudian pengaktifan kembali jabatan wakil kepala BP Batam yang sebelumnya dinonaktifkan saat masa kepemimpinan Lukita Dinarsyah Tuwo.

“Kemungkinan bisa jadi empat atau tiga seperti yang sudah diusulkan dalam rapat-rapat sebelumnya,” kata dia.

“Baru setelah SOTK selesai, maka bisa dilakukan pelantikan,” jelasnya lagi.

Mengenai target perampungan SOTK, Taba mengatakan, target DK yakni sebelum pe­lantikan presiden dan wa­kil presiden terpilih dan kabinet barunya pada Oktober men­datang.

Kantor BP Batam. Foto: Putut Ariyotejo/batampos.co.id

Sebelumnya, Sekretaris Men­ko Perekonomian, Susiwijono Mugiarso, menyatakan, akan ada perubahan baru dalam SOTK BP Batam seiring disahkannya kebijakan rangkap jabatan tersebut.

Yakni perampingan di deputi pendamping kepala BP Batam. Jika sebelumnya ada lima de­puti, maka nantinya ke­mung­kinan hanya ada empat deputi.

Susi tidak menyebut secara gamblang mengenai struktur kedeputian yang baru ini. Ia hanya sekilas menyebut bidang kerjanya saja.

Deputi yang ma­sih tetap di­pertahankan nantinya adalah Deputi I BP Batam yang membidangi administrasi dan keuangan BP Batam.

“Karena BP Batam itu Badan Layanan Umum (BLU), maka itu menjadi haknya Menteri Keuangan (Menkeu),” tuturnya.

Kemudian ia menyebut ada deputi khusus pengembangan usaha. Lalu ada deputi think thank atau deputi yang tugasnya memikirkan pengembangan Batam dan memberikan masukan soal politik, ekonomi, sosial, budaya dan lainnya kepada kepala BP Batam. Dan terakhir ada deputi kawasan dan pelayanan.

Susi menyebut, jabatan para deputi ini akan diisi kalangan profesional dan kemungkinan besar berasal dari kalangan internal di pemerintah pusat yang dipromosikan. Sekarang ini masih dibahas.

“Wakil juga nanti ada. Untuk kedeputian, makin ramping makin bagus. Kami siapkan SOTK-nya untuk mengakomodasi perubahan yang ada,” ujarnya lagi.

Perampingan ini, kata dia, pada prinsipnya dilakukan sebagai penajaman fungsi layanan perizinan.

Artinya lebih untuk visi Batam ke depan karena masih akan menjadi salah satu tulang punggung pembangunan ekonomi Indonesia di wilayah barat.

“Batam ini menarik untuk investasi dan kami ajak wali kota mendiskusikan itu,” jelasnya.

Perampungan regulasi ex officio yang sudah ditanda tangani Presiden Joko Widodo akhir pekan lalu mendapat respons yang positif dari kalangan pengusaha.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam Rafki Rasyid mengatakan, Apindo Batam akan mendukung sepenuhnya.

“Sejak awal kita juga mendorong diberikan kepastian hukum terkait transisi kepemimpinan BP Batam,” katanya.

“Jika sudah diputuskan, maka harus direalisasikan. Semakin lama ditunda maka semakin menimbulkan ketidakpastian hukum dan kebingungan di kalangan dunia usaha dan investor,” paparnya lagi.

Apindo, kata Rafki, akan mendukung wali kota Batam ketika menduduki jabatan sebagai pejabat kepala BP Batam dan juga memberi masukan untuk kemajuan Batam.

“Harapan kami, wali kota dapat menjalankan operasional BP Batam dengan baik di masa mendatang,” ujarnya.

“Tantangan mungkin akan datang dari resistensi kalangan internal BP Batam. Namun dengan pendekatan yang baik, saya yakin dapat diselesaikan,” paparnya lagi.

Rafki juga berharap agar BP Batam dapat dijalankan dengan pendekatan bisnis, bukan politik.

Tentunya dengan cara memilih orang-orang yang nantinya akan duduk sebagai pucuk pimpinan yakni orang-orang yang memahami bisnis dan dunia investasi, khususnya investasi asing.

Karena Batam masih butuh itu di tengah ancaman resesi ekonomi global saat ini.

“Kemudian soal perizinan jangan sampai berbelit lagi. Kalau bisa persoalan perizinan yang diselesaikan di pusat diselesaikan saja di Batam,” harapnya.(leo)

Play sound