batampos.co.id – Sudah pernah melihat patung singa duduk di Kota Batam? Jika belum Anda harus mengarahkan kendaraan Anda ke jalan pintas yang membelah persimpangan RS Elisabet Batam Kota.
Patung singa duduk ini letaknya persis di samping perumahan Sugiraya Villa Batam Centre.
Untuk melihat patung singa duduk ini tidaklah sulit. Bagi Anda yang datang dari arah kawasan PT Tunas II, cukup lurus saja kira-kira 1 kilometer tepatnya sebelum ke sampai di RS Elisabeth Batam Kota, belokkan kendaraan Anda ke kiri.
Dari sana Anda cukup memacu kendaraan dengan kecepatan sedang. Karena hanya sekitar 500 meter Anda akan mendapati patung singa duduk di sebelah kiri jalan.
Patung singa duduk yang berada tidak jauh dari perumahan Sugiraya, Batam Centre. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id
Patung singa duduk itu diperkirakan memiliki tinggi sekitar 6 meter, dengan lebar 8 meter dan panjang kebelakang sekitar 7 meter.
Informasi yang didapatkan batampos.co.id, patung singa duduk itu dibuat dengan cara dipahat dari batu sisa bukit didepan perumahan Sugiraya.
Patung singa duduk itu, terlihat sudah dilapisi dengan semen. Sehingga tidak terlihat seperti batu lagi.
Dibawahnya juga masih terlihat sisa batu bauksit. Hingga saat ini tidka diketahui siapa yang memiliki ide kreatif membuat patung singa duduk itu.
Namun lokasinya yang berada di perbukitan membuat patung singa duduk itu tampak garang.
Patung singa duduk ini dibuat dengan cara dipahat dan dilapisi semen. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id
Matanya menatap tajam ke arah kampus Universitas Batam (Uniba). Salah seorang warga sekitar, Anto, berharap patung singa duduk itu mendapatkan setuhan dari Pemko Batam. Khususnya dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam.
“Seandainya patung ini ini dirawat dan dikelola pemerintah mungkin banyak warga Batam yang datang untuk selfi atau hanya sekedar duduk di sekitar patung singa ini,” katanya kepada batampos.co.id, Senin (22/7/2019).
Anto mengaku baru mengetahui adanya patung singa duduk itu dua tahun belakangan. Tepatnya setelah ruas jalan tersebut di beton. “Dulu di sini masih jalan tanah dan masih banyak semak-semak,” paparnya.
Anto berharap kawasan tersebut bisa dikelola pemerintah dan nantinya menjadi daya tarik wisata baru bagi masyarakat Kota Batam.(nto)
batampos.co.id – Dermaga atau pelabuhan menjadi salah satu sarana yang dibutuhkan bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir.
Hadirnya pelabuhan akan memudahkan masyarakat pesisir yang umumnya berprofesi sebagai nelayan dalam menambatkan perahu dan ssampan mereka usai beraktivitas di laut.
Terlebih jika kondisi perairan tengah surut, pelabuhan menjadi sarana yang sangat memudahkan bagi nelayan.
Karena mereka tidak perlu mengarungi lumpur atau karang untuk kembali ke rumah.
Kondisi inilah yang tengah dinantikan masyarakat Kampung Monggak Kelurahan Rempang Cate, Galang, Kota Batam.
Permintaan pengadaan pelabuhan terus diajukan saban tahun pelaksanaan musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) di tingkat kelurahan dan kecamatan.
Suasana Kampung Monggak, Galang, Kota Batam saat air surut. Masyarakat Kampung Monggak sangat mengharapkan Pemko Batam dapat membangun pelabuhan di tempat mereka menetap. Foto: Bobi/batampos.co.id
Akan tetapi sampai saat ini hal tersebut belum juga direspon Pemko Batam.
“Musim air kering (surut) susah sekali, di mana kampong kami tak ade pelabuhan, masyakat susah kembali ke rumah,” kata warga Kampung Monggak, Rici Rahmat, Senin (22/7/2019).
“Harus ngarung lumpur dulu karena tak ada pelabuhan,” ujarnya lagi.
Rici melanjutkan, perjuangan untuk menghadirkan pelabuhan di Kampung Monggak ini memang terus-menerus akan dilakukan.
Ia berharap pemerintah bisa memahami apa yang benar-benar menjadi kebutuhan masyarakat pesisir.
Hadirnya pelabuhan, kata bapak satu anak ini, tidak hanya memudahkan masyarakat di Kampung Monggak saja.
Tapi juga akan memudahkan masyarakat dari berbagai daerah yang datang melalui jalur laut.
“Kalau sekarang ini orang tau mau singgah dimana, kalau orang yang baru datang pasti cari pelabuhan untuk singgah,” kata Rici lagi.(bbi)
batampos.co.id – Nguyen Hoang Hieu Dan, 26, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah sebelumnya terseret dan digulung ombak Pantai Klingking, Nusa Penida, Klungkung, Bali, Minggu (21/7/2019) sekitar pukul 13.00.
Kepala BPBD Klungkung, I Putu Widiada, mengungkapkan, wisatawan asal Vietnam, itu awalnya diketahui sedang duduk-duduk di pinggir pantai.
Tidak lama kemudian ombak besar datang menghempaskan dirinya dan menyeret korban ke dalam laut.
“Korban sempat hilang selama dua menit,” katanya.
Jasad wisatawan asal Vietnam, Nguyen Hoang Hieu Dan, 26, oleh tim BPBD Klungkung. Bali. Foto: jpnn
Dua WNA yang pada saat itu sedang berada di Pantai Klingking dan melihat kejadian tersebut berupaya menyelamatkan korban.
Namun, ombak yang sangat besar pada saat itu malah hampir menyeret keduanya ke dalam laut.
“Ombak pada saat itu dikatakan cukup besar,” ujarnya.
Beberapa saat kemudian, korban terhempas kembali ke pinggir pantai. Hanya saja korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.
Diperkirakan korban telah meninggal dunia saat terseret dan tergulung ombak.
“Ketinggian ombak saat menghempas korban diperkirakan mencapai 6 meter,” jelas Putu lagi.(jpnn)
batampos.co.id – Buntut rencana penerapan rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil (RZWP3K) membuat dua proyek investasi di Kota Batam mangkrak.
Pasalnya proyek-proyek ini membutuhkan wilayah laut sebagai basis usahanya.
“Ini soal kepastian tata ruang. Koh Brothers dan Putri apalah itu Putri Resort ya. Itu sudah lama, tapi saya tak bisa eksekusi,” kata Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Edy Putra Irawadi, Senin (22/7/2019) di Gedung Marketing Centre BP Batam.
Edy menyebut, dalam mengembangkan investasi di Kota Batam, pihaknya mengacu pada pola tata ruang kawasan perdagangan bebas.
Hal itu lanjutnya diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87/2011 tentang rencana tata ruang Batam, Bintan dan Karimun (BBK).
Dalam peta Perpres tersebut, lanjutnya, diatur mengenai pemanfaatan wilayah laut yang dalam hal ini dikelola BP Batam.
Seperti yang diketahui bahwa BP memang telah mengalokasikan sejumlah wilayah di tepi laut, terutama kawasan Teluk Tering kepada sejumlah perusahaan.
Wilayah laut yang diatur dalam Perpres 87 memang sudah dihitung sebagai daratan yang akan timbul nantinya.
Sehingga perusahaan-perusahaan yang dapat alokasi di lahan sejenis itu berkesempatan melakukan reklamasi.
Tapi sekarang dengan munculnya rencana penerapan RZWP3K, maka kewenangan pengelolaan wilayah laut, pesisir dan pulau-pulau kecil jatuh ke tangan pemerintah provinsi (Pemprov) Kepri.
“Mengapa tak bisa investasi, karena walau masuk dalam ruang Perpres 87, saya tak bisa eksekusi.” katanya.
Kepala BP Batam, Edy Putra Irawady. Saat bertemu KPK, Edy menyampikan 3 hal yaitu mengenai kedeputian, aturan yang menghambat investasi dan aset. Foto: Bobi/batampos.co.id
“Karena harus minta izin air (ke Pemprov Kepri,red). Padahal ini kan wilayah saya,” ucapnya lagi.
Koh Brothers lanjutnya, merupakan investor asal Singapura yang merupakan penyedia jasa konstruksi dalam teknik sipil dan proyek-proyek pembangunan sektor publik.
Koh kata dia, memiliki 40 anak perusahaan, usaha bersama dan perusahaan asosiasi yang tersebar di Singapura, China, Indonesia, Malaysia dan Vietnam.
Koh Brothers berencana berinvestasi di Batam sejak tahun 2016 lalu.
Investasinya hingga 100 juta dolar Amerika. Komitmen investasi di Batam akan dilakukan dengan membangun pabrik untuk produk beton pracetak yang diekspor ke Singapura dan negara-negara lain.
Penandatanganan kerjasama telah dilakukan pada tahun 2016 lalu dengan Kepala BP Batam saat itu, Hatanto Reksodipoetro.
Tapi hingga saat ini, investasi tersebut tidak berjalan alias mangkrak.
Sayangnya, Edy belum menjelaskan lebih lanjut di mana lokasi Koh Brothers dan Putri Resort ingin berinvestasi.
Ia mengaku sangat dipusingkan dengan hambatan investasi yang tidak diduga tersebut.
Edy bahkan sudah membicarakan masalah ini dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), agar dicari jalan keluarnya.
Menurut Edy, penghambat investasi seperti ini merupakan bentuk dari wewenang yang tak terlihat (invisible authority,red).
“Wewenang tak terlihat itu di permukaan tak kelihatan, tapi ketika menjalankan operasional akan mengganggu kecepatan investasi dan ekspor. Batam kan didesain untuk itu,” jelasnya.
Ia mengatakan mengapa Batam dan wilayah lautnya tak bisa disatukan saja dalam wewenang BP Batam.
Wewenang tak terlihat seakan-akan menggerogoti kinerja BP Batam.
Selain perizinan di zona laut, wewenang tak terlihat lainnya berupa status quo Pulau Galang dan Rempang.
“Kalau status Rempang dan Galang tetap hutan lindung, mengapa tak dikasih tujuh saja,” kata dia.
“Mengapa harus delapan pulau yang jadi wilayah kerja kami,” jelasnya lagi.
Ketidakpastian karena wewenang tak terlihat lanjutnya, akan membuat BP bertindak gegabah dalam mendorong target capaian invetasi.
Dia khawatir bahwa anggotanya nanti akan melakukan diskresi.
Diskresi lanjutnya, adalah kebebasan bertindak untuk mengambil keputusan yang biasa terjadi pada pejabat publik yang berwenang berdasarkan pendapatnya sendiri. Diskresi mendorong ke arah tindak pidana korupsi.
KPK lewat Ketua Koordinator KPK Wilayah 2, Abdul Haris, mengatakan, akan membantu memperbaiki sistem hubungan kerja antara BP, Pemko Batam dan Pemprov Kepri untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik.
“Kami akan mediasi, memberikan fasilitas agar mendorong baik BP, maupun Pemda dan Pemprov laksanakan tata kelola pemerintahan yang baik,” jelasnya.
Haris mengatakan, tugas KPK di daerah memang mengawal instansi pemerintah.
“Jadi agar segalanya bisa lebih transparan, lebih terbuka sehingga tidak ada korupsi, suap, gratifikasi dan tindakan lawan hukum,” jelasnya.(leo)
Dikutip dari Kelompok Studi Profesi Ternak Perah (KSPTP), maka karakteristik susu asli dapat dilihat dari rasa, tekstur, warna, aroma dan kebersihannya. Bagaimana cara mengenalinya?
Ilustrasi
Simak penjelasan berikut ini:
1. Rasa
Susu murni yang baik tidak terasa manis bahkan memiliki rasa sedikit asin atau creamy. Walaupun sudah dicampur dengan perasa lain seperti pemanis, biasanya rasa asin tetap terasa.
2. Tekstur
Tekstur yang dimiliki susu murni seharusnya tidak menggumpal walaupun sedikit kental. Jika susu sebelum diminum memiliki gumpalan atau bulir-bulir, susu tersebut sudah tidak layak untuk dikonsumsi.
3. Warna
Susu murni seharusnya berwarna putih. Namun, jika setelah dicampur dengan air, warnanya berubah menjadi agak kebiruan jangan khawatir karena secara kimiawi berarti susu murni tersebut berkualitas baik.
4. Aroma
Bau yang dimiliki susu murni yang baik adalah aroma creamy yang khas. Maka ketika bau sudah sedikit masam lebih baik jangan dikonsumsi karena menandakan susu tersebut sudah tidak layak.
5. Kebersihan
Walaupun belum dicampur bahan kimiawi, susu murni harus tetap bersih. Pastikan ketika membelinya sudah tidak terdapat kotoran fisik seperti darah atau bulu. (esy/jpnn)
batampos.co.id – PT Adhya Tirta Batam (ATB) mengklaim mengalami kerugian hingga Rp 70 juta per bulan karena kebocoran pipa yang terjadi di flyover laluan madani.
Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus, mengatakan, potensi kerugian materil akibat kebocoran di flyover Laluan Madani diperkirakan mencapai Rp 70 juta per bulan.
Perbaikan pipa bocor di Flyover Laluan Madani memasuki tahap akhir, Minggu (21/7). ATB akan memindahkan pipa distribusi ke jalur baru pada Selasa (23/7/2019) besok. Foto: ATB untuk Batam Pos
Dari data yang dipaparkan Maria, jumlah kebocoran pipa di Batam cukup tinggi. Rentang 2 tahun terakhir, jumlah kebocoran mencapai 198 titik setiap bulannya.
Kebocoran akibat pihak ketiga rata-rata berada di atas angka 150 titik. Maria juga mengingatkan agar pihak-pihak yang hendak melakukan pengerjaan proyek hingga dapat berdampak pada pipa distribusi air agar menginformasikan terlebih dahulu kepada ATB.(une)
batampos.co.id – Kepala BP Batam Edy Putra Irawadi mengaku senang dengan kunjungan Koordinator Wilayah II Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdul Haris ke BP Batam pada Senin (22/7/2019).
Dalam pertemuan tersebut Edy mengaku menyampaikan sejumlah masalah yang dihadapi BP Batam dalam menjalankan fungsinya.
Masalah-masalah tersebut terkait dengan kelembagaan BP Batam, aset, dan masalah aturan yang pada prosesnya menghambat proses yang dilakukan BP Batam di lapangan yang diistilahkannya ‘invicible authority’.
Kepala BP Batam, Edy Putra Irawady. Saat bertemu KPK, Edy menyampikan 3 hal yaitu mengenai kedeputian, aturan yang menghambat investasi dan aset. Foto: Bobi/batampos.co.id
Ini tiga masalah yang disampaikan Kepala BP Batam, Edy Putra Irawady, saat bertemu dengan perwakilan KPK:
1. Sisi Kelembagaan
Edy menyampaikan sebelumnya BP Batam memiliki lima kedeputian, kini hanya empat kedeputian. Meski begitu kata Edy, pengurangan itu dilakukan agar lebih fokus dan optimal.
Keempat deputi tersebut akan fokus mengurusi aset, usaha, perencanaan dan administrasi.
2. Aset
Terkait dengan aset, Edy menjelaskan jika BP Batam Selama ini mengurus pulau Batam saja. Sementara dalam Peraturan Pemerintah Nomor 46 dan Perpres 87 tahun 2011, ada delapan pulau yang diamanatkan kepada BP Batam.
“Kami diberikan kami delapan pulau, tapi tidak bisa diapa-apain, kepastian itu yang kita inginkan, agar jelas aturannya,” kata Edy usai pertemuan tersebut.
3. Aturan Penghambat Investasi
Edy juga menyampaikan adanya aturan invicible authority yang menghambat proses investasi, menjadi hal yang cukup mengganggu.
Salah satu contoh yang disampaikan Edy seperti penjualan barang yang harus melewati Singapura terlebih dahulu, aturan itu tidak salah karena memang pembeli harus membayar PPN untuk itu.
Ada lagi persoalan di lapangan ketika BP Batam akan melakukan penarikan lahan yang mangkrak, dimana pihaknya mendapat tantangan untuk melakukan hal tersebut.
“Aturan itu tidak salah, tapi membebani daya saing Batam. Ini sangat mengganggu kecepatan investasi dan ekspor,” jelasnya.(bbi)
batampos.co.id – PT Adhya Tirta Batam (ATB) melakukan relokasi pipa retribusi pada Selasa (23/7/2019) besok. Akibatnya ada 27 area di Kota Batam aliran airnya akan mati total.
Perbaikan pipa bocor di Flyover Laluan Madani memasuki tahap akhir, Minggu (21/7). ATB akan memindahkan pipa distribusi ke jalur baru pada Selasa (23/7/2019) besok. Foto: ATB untuk Batam Pos
Berikut area yang terdampak akibat relokasi pipa retribusi PT ATB:
batampos.co.id – Jemaah haji Indonesia yang menjalankan ibadah di Masjidilharam semakin membludak.
Mereka dihimbau untuk memilih waktu yang tepat dalam menjalankan ibadah di Masjidilharam. Terlebih saat siang hari suhu di Makkah bisa mencapai 42 derajat Celcius
Di antaranya memilih waktu selepas salat Isya hingga pagi hari. Imbauan itu disampaikan Kepala Seksi (Kasie) Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Makkah, Muhammad Imran, saat ditemui di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, Minggu (21/7/2019).
Dia menuturkan, imbauan tersebut penting karena jemaah yang masuk dan dirawat di KKHI Makkah umumnya dipicu dehidrasi.
”Setelah kita lakukan perawatan jemaah bisa kembali ke kloter masing-masing,” jelasnya.
Imran mengatakan umumnya jemaah yang masuk ke KKHI Makkah menjalani perawatan 2-3 hari.
Imran menuturkan sampai kemarin KKHI Makkah telah merawat 76 orang jemaah. Dari jumlah tersebut 15 orang di antaranya masih menjalani rawat inap.
Kemudian ada 38 orang jemaah yang dirujuk ke RS Arab Saudi (RSAS). Dimana 21 orang di antaranya belum dipulangkan.
”Prosedurnya setelah keluar dari RSAS, jemaah diobservasi dahulu di KKHI,” katanya.
Imran menuturkan jemaah yang sampai dirujuk ke RSAS mengalami gangguan pneumonia dan jantung.
Masjidilharam semakin dipadati jemaah haji, belum lama ini. Jemaah haji Indonesia diimbau untuk memilih waktu yang tepat dalam menjalankan ibadah di Masjidilharam. Foto: PPIH Arab Saudi/Jawa Pos
Sedangkan jemaah yang masuk ke KKHI Makkah umumnya ada keluhan hipertensi, diabetes melitus, ISPA, dan gangguan paru menahun.
Dia menjelaskan penyakit-penyakit itu biasanya muncul akibat dehidrasi. jemaah yang mengalami hipertensi, bisa menjadi lebih parah jika dalam kondisi dehidrasi.
Untuk itu Imran mengingatkan supaya jemaah memilih waktu yang tepat untuk menjalankan ibadah di Masjidilharam.
Dia berharap jemaah lansia atau uzur sebaiknya menggunakan fasilitas kemudahan di Masjidilharam.
”Misalnya menggunakan skuter atau kursi roda,” jelasnya. Menurut Imran waktu antara salat Isya sampai pagi hari cukup pas, karena tidak terlalu panas.
Saat ini pada siang hari suhu di Makkah bisa mencapai 42 derajat Celcius. Kondisi dehidrasi juga bisa memicu kondisi demensia jemaah kambuh.
Kemarin ada dua orang yang dirawat di KKHI Makkah karena demensia. Salah satunya adalah Jemaah laki-laki dari kloter UPG-05 yang berumur 89 tahun.
Jemaah ini bisa diterbangkan ke Saudi karena dinilai demensianya masih kelompok rendah atau sedang. Sehingga dinyatakan istitoah atau mampu.
”Mengalami gangguan perilaku pada demensia,” jelasnya. Setelah diberikan cairan melalui infus dan makan, kondisi jemaah tadi mulai stabil.
Tetapi saat di hotel dan tidak ada yang memperhatikan dengan intensif, asupan air kurang. Herlina berharap rekan sesama jemaah dalam satu kamar seharusnya bisa ikut memperhatikan.
Bagi dia ikut memperhatikan kesehatan sesama jemaah itu juga ibadah. Sementara itu Kepala Daerah Kerja Makkah Subhan Cholid menuturkan, jemaah haji semakin berbondong-bondong masuk Makkah.
Sehingga kondisi Makkah semakin padat. Terutama di Masjidilharam. Hampir di setiap sisi masjid, ada rombongan jemaah ”merah-putih”.
Dengan kondisi tersebut Subhan mengingatkan supaya jemaah memilih waktu yang pas untuk ke Masjidilharam. (jpg)
batampos.co.id – Dua residivis kasus pencurian dan kepemilikan senjata tajam kembali dibekuk jajaran Polsek Sagulung.
Keduanya kembali tertangkap atas dua kasus pencurian dan pemberatan yang terjadi di kawasan SP Plaza dan Mall Top 100 Tembesi.
Dari tangan keduanya polisi mengamankan delapan BPKB sepeda motor, delapan unit ponsel, dua cincin batu akik, satu unit jam tangan merk G Shock serta satu buah tas pinggang dengan total nilai sekitar Rp 25 juta.
Bersama keduanya, polisi juga mengamankan satu unit sepeda motor Honda Vario yang digunakan untuk melancarkan aksi kejahatannya.
Kapolsek Sagulung, AKP Riyanto, menjelaskan, aksi kriminal keduanya terjadi di dua tempat yang berbeda.
Aksi yang mengantarkan mereka ke dalam sel tahanan polsek itu terjadi di kawasan SP Plaza.
Dua pelaku merampas tas pingging milik penjual sepeda motor bekas di halaman Mall SP Plaza, tanggal 30 Juni 2019 lalu.
Kapolsek Sagulung, AKP Riyanto, melakukan press rilis terhadap dua residivis pencurian yaitu Sa alias Ali dan Wrp alias Ririn. Foto: Eja/batampos.co.id
Dalam tas tersebut berisikan delapan unit buku BPKB, ponsel dan uang tunai Rp 700 ribu.
“Korban lagi membersihkan sepeda motor jualannya, dua pelaku ini datang dan langsung mengaambil tas yang ada di meja kasir,” ujar Riyanto.
Setelah mendapatkan laporan, pihaknya langsung turun ke lokasi dan mencari pelaku. Hasilnya kedua pelaku diamankan di Seibeduk.
“Dari pengembangan kedua pelaku diketahui sebagai pelaku yang sama yang mencuri tas seorang pengunjung mall Top 100 pada pertengahan Juni lalu,” paparnya.
Dalam tas yang dirampas itu pihaknya mendapati enam unit ponsel, jam tangan seharga Rp 15 juta dan dua buah cincin batu akik.
“Modusnya sama, saat korban lengah mereka ambil dan bawa lari tas korban,” jelasnya.
“Untuk yang Top 100, korban lagi buka bagasi belakang mobil, kemudian mereka mengambil tas korban yang ada di depan mobil,” ujarnya lagi.
Kedua pelaku lanjutnya kerap menggunakan sepeda motor yang sama saat melakukan aksinya.
Kedua pelaku lanjutnya, sudah sering beraksi di berbagai tempat. “Keduanya sama-sama residivis kasus pencurian dan kepemilikan senjata tajam,” kata dia.
Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara.(eja)