Kamis, 21 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11088

Warisan BJ Habibie Untuk Kota Batam (2)

0

batampos.co.id – Selain mengusung konsep Benelux di Eropa menjadi Sijori (Singapura-Johor-Riau), Habibie juga mengenalkan Teori Balon BJ Habibie dalam membangun ekonomi Batam.

Yakni sebuah teori yang menggambarkan kondisi perekonomian di sebuah kawasan sebagai suatu sistem balon yang dihubungkan oleh satu dengan yang lain.

Dalam hal ini, Habibie membagi Batam menjadi tiga zona balon, yak-ni Balon I Batam, Balon II Rempang, Balon III Galang.

Teori Balon pertama kali dipaparkan di hadapan Perdana Menteri Lee Kuan Yew, pada saat kunjungan resmi perdananya ke Batam, Maret 1979.

Teori Balon merupakan sebuah teori yang menggambarkan kondisi perekonomian di sebuah kawasan sebagai suatu sistem balon yang lain dengan katup/pentil.

Ketika Balon I semakin besar dan terkena tekanan, anginnya akan tertiup ke Balon II. dan begitu selanjutnya.

Jika tidak ada katup/pentil, angin itu tidak akan sampai ke balon lainnya. Teori ini menjadi acuan BJ Habibie membangun Batam.

Penerapan teori balon inilah yang membuka kesempatan bagi Singapura untuk mengembangkan Pulau Batam sebagai Balon II.

Balon II ini berfungsi sebagai pencegah agar tidak terjadi letusan pada Balon I ketika terdapat tekanan yang berlebihan.

Balon II dengan sendirinya dapat membesar tanpa menyebabkan Balon I kempes. Balon II akan terus membesar hingga mencapai tekanan kritis.

Pada saat itulah, udara yang berlebihan itu akan mengalir ke Balon III dan seterusnya, kepada balon yang lain.

Misalnya, Pulau Rempang, Pulau Galang, dan Pulau Galang Baru. Batam merupakan sebuah pulau yang terletak di gugusan Kepulauan Riau yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia serta berada di jalur pelayaran internasional yang strategis Selat Malaka.

Perencanaan Batam dibangun oleh Presiden pertama RI Soekarno setelah era konfrontasi, yang pada awalnya sebagai basis militer.

“Pada era konfrontasi Jenderal Soeharto diutus ke Batam,” kata Habibie saat bertemu dengan para pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Batam di Harris Hotel Batam, Jumat (28/4/2017) lalu.

Habibie bercerita, saat itu, Soeharto pertama kali ke Batam untuk memantau Selat Singapura.

“Batam kala itu masih berupa pulau kosong tak berpenghuni, hanya ada kancil, ular piton serta binatang lainnya,” ungkapnya.

Singkat cerita, Habibie kemudian diutus Presiden Soe-harto untuk menyusun lang­kah-langkah strategis dalam menata dan me­ngembangkan Batam. Habibie kala itu baru pulang dari Jerman.

“Saat dipanggil, saya tidak tahu Batam itu di mana,” ujar Habibie.
Habibie mengatakan, kala itu ada sekitar 6.000 orang masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir yang kebanyakan dari mereka adalah nelayan.

Batam kemudian menjadi wilayah industri yang diharapkan bisa berkontribusi pada perekonomian nasional.

Belakangan, Habibie pernah mengusulkan agar Batam jadi provinsi khusus ekonomi. Usulan itu, menurut dia, sudah disampaikan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Saya tidak tahu apakah Presiden Jokowi tahu,” katanya.

Pesan Terakhir untuk Batam

Setelah tak lagi menjadi ketua Otorita Batam, Habibie kerap berkunjung ke Batam. Kamis 27 April 2019 lalu menjadi kunjungan terakhirnya ke Batam sebelum akhirnya ia wafat pada Rabu (10/9) petang.

Dalam kunjungan terakhir itu, Habibie menilai Batam sudah mengalami banyak perkembangan. Batam sudah lebih maju.

Hanya saja, ia menyayangkan masih banyak-nya perdebatan antarpemangku kebijakan di Batam. Menurut dia, situasi ini justru akan merugikan iklim investasi di Batam.

Kata Habibie, semua pihak, khususnya Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Pemko Batam, harus sama-sama memikirkan bagaimana Batam semakin maju.

Untuk itu, daripada sibuk berdebat, Habibie mengajak semua pihak memperbanyak peran dan sumbangsihnya untuk pembangunan Batam di semua sektor.(leo/ska)

Orang Pertama Itu Candra Ibrahim

0
ki-ka: Marganas Nainggolan, Candra Ibrahim, Zulhan dan Budi Mardiyanto

batampos.co.id – Direktur Utama Batam Pos sekaligus Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepri, Candra Ibrahim didampingi puluhan wartawan lintas media datang ke Kantor DPC PDIP Kota Batam mendaftar atau mengambil formulir pendaftaran bakal Cawako/Cawawako Batam.

Didampingi langsung oleh Wakil Komisaris Utama Batam Pos, Marganas Nainggolan dan Pemimpin Redaksi Batam Pos, M Iqbal, Candra Ibrahim yang mengenakan pakaian khas Melayu dan mengenakan tanjak, diterima langsung oleh ketua panitia penjaringan bakal Cawako/Cawawako Batam dari DPC PDIP Batam, Zulhan didampingi koordinator komunikasi politik penjaringan DPC PDIP Kota Batam, Budi Mardianto, Kamis (12/9) sore.

Candra Ibrahim merupakan kandidat bakal cawako/cawawako Kota Batam yang perdana atau pertama yang datang mendaftar dan mengambil formulir bakal cawako/cawawako Batam ke DPC PDIP Kota Batam.

“Kami disebut yang pertama tetnu ada sebabnya. Saya pribadi ingin memberikan sinyal kepada yang lainnya, kalau memang serius dan ingin maju pada Pilwako Batam, jangan ragu-ragu, makanya saya mencoba mendaftar perdana ke DPC PDIP Kota Batam. Mudah-mudahan dengan demikian, kami punya penilaian training siapa yang maju. Kami juga beradu cepat, makanya kami mencoba mendaftar di awal ke PDIP. Insya Allah semua persyaratan bisa kami penuhi dengan waktu yang diberikan selama tiga hari. Kami serius maju, makanya kami mencoba mendaftar terlebih dahulu,” ujar Candra Ibrahim.

Sementara koordinator komunikasi politik penjaringan DPC PDIP Kota Batam, Budi Mardianto sangat mengapresiasi kedatangan dan niatan Candra Ibrahim yang mendaftar sebagai bakal cawako/cawawako Batam dari PDIP.

“Terimakasih Pak Candra sudah mendaftar sebagai bakal cawako/cawawako Batam ke PDIP sebagai kandidat pendaftar yang perdana. Persyaratan dari DPC PDIP sendiri sangat normatif, kami tak memberlakukan persyaratan yang ribet. Kami sangat mendukung sekali upaya Pak Candra Ibrahim untuk mendaftar di awal, agar langkah ke depannya masyarakat akan tahu siapa sosok yang serius untuk maju sebagai bakal cawako/cawawako Batam, yang memiliki niatan baik dalam membangun Kota Batam lebih maju,” ujar Ketua Komisi I DPRD Batam ini.

Ditemui di dalam ruang pendaftaran, ketua panitia penjaringan bakal cawako/cawawako, Zulhan menyerahkan beberapa berkas pendaftaran yang nantinya harus diisi dan dilengkapi. Selanjutnya setelah dilengkapi, berkas pendaftaran tersebut harus dikembalikan paling lama dalam waktu tiga hari ke depan.

Usai menerima formulir pendaftaran, Candra Ibrahim membubuhkan tanda tangan di berkas pengambilan formulir yang diserahkan oleh Budi Mardianto didampingi Zulhan, langsung ke Candra Ibrahim.

DPC PDIP Kota Batam sendiri resmi membuka pendaftaran bakal cawako/cawawako Batam untuk pilwako Batam tahun 2020 mendatang mulai 12 September hingga 23 September mendatang.. (gas)

Kata Para Tokoh di Batam Tentang BJ Habibie (1)

0

batampos.co.id – Banyak kenangan ketika beberapa kali saya meliput Ketua Otorita Batam Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie di Batam. Paling tidak di era 90-an.

Suatu ketika, dalam tugas peliputan Presiden ke-3 Republik Indonesia itu di Bandara Hang Nadim di Batam, saya bersama wartawan Kompas mendiang, Abun Sanda, dan wartawan Tempo, Bambang Setyadi, melontarkan pertanyaan mendadak, ketika beliau bersama rombongan berjalan di Apron Bandara Hang Nadim ke arah pesawat nonkomersil yang akan membawanya.

Pada saat berjalan menapaki jarak ke pesawat dari ruang VVIP, kami bertiga mendekatinya lalu mengajukan pertanyaan.

Beliaupun masih menyisakan waktu untuk menjawab di sisi wak­tu yang me­pet, di tengah suara bising me­sin pesawat yang standby untuk take off.

Dengan gayanya yang khas dan tatapan bola mata melotot tajam, beliau langsung menjawab cepat kebenaran ekspor dari Batam yang kami tanyakan.

Mungkin karena tidak hafal angka ekspor dari Batam, dengan suara khas dan tegas beliau meminta data tentang ekspor yang baru dirilis dalam pidatonya beberapa saat sebelumnya di Gedung Otorita Batam (sekarang gedung BP Batam) di Batam Center.

Presiden ke 3 Republik Indonesia BJ Habibie. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Anda bilang barang yang ke luar dari Batam bukan ekspor?” ujarnya dengan suara agak serak.

Dalam posisi doorstop, di tengah deru mesin pesawat di kejauhan 25 meter, ditemani sekitar lima stafnya, tanya jawab antara beliau dengan kami semakin seru.

Ya, itu tadi, mengenai definisi ekspor atas barang rakitan elektronik yang akan direekspor.
Bukan hanya materi wawancara reekspor itu yang kami ajukan ke mantan Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) itu.

Juga masalah keamanan Batam yang semakin hari kualitas kriminalitasnya semakin tinggi.

Ada dua kasus pembunuhan terbaru ketika itu. Keduanya warga Singapura dalam interval waktu yang berlainan.

BJ Habibie memang sangat peduli soal faktor keamanan di Batam. Begitu pertanyaan angka kriminalitas itu kami ajukan, masih dalam posisi yang sama, tiba-tiba almarhumah Ainun Habibie yang dari tadi sudah duluan masuk ke pesawat, turun kembali ke apron.

Dengan derap langkah agak cepat, Ibu Ainun mendekat ke BJ Habibie dan spontan menarik lengan suami tercintanya itu sambil mengajak, “Ayo, Pak, pesawat sudah menunggu.”

Memang Ainun dan BJ Habibie seperti biasanya, setiap kali ke Batam selalu bersama rombongan dari bermacam institusi negara.

Ajakan Ibu Ainun tadi tak sertamerta diiyakan. BJ Habibie masih asyik menjawab kami.

Mantan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) itu pun langsung memanggil Kapolda Riau (ketika itu Batam masuk wilayah hukum Polda Riau) yang tengah dalam posisi berbaris bersama unsur Muspida Batam, di kejauhan sekitar 50 meter.

Begitu berdialog sebentar, diapun langsung menghubungi Kapolri by phone dan meminta agar Kapolres Batam (saat itu) diganti dengan Kapolres terbaik se-Indonesia, untuk bisa menjamin aspek keamanan di Batam.

Sejurus kemudian, Habibie pun memasuki pesawat buatan Nurtanio N21 itu untuk bertolak ke Jakarta.

Deretan para pejabat yang sedang sikap berdiri di apron keberangkatan VVIP, menjadi gusar. Baik Wali Kota Batam Abdul Azis, Kepala Satuan Pelaksana (Kasatkak) Otorita Batam Sudjatmiko, Kapolres dan yang lain menjadi gusar seketika tak tentu arah.

Mereka tidak tahu persis apa materi yang dibahas wartawan dengan BJ Habibie karena posisi mereka agak berjauhan dengan posisi doorstop wawancara itu.

Begitu cepat tindakan yang diputuskan Habibie saat itu demi kemajuan Batam sebagai kawasan ekonomi strategis yang dimimpikan akan terbesar di Asia Pasifik.

Dua hari kemudian Kapolres Batam pun diganti dengan Kapolres baru.
Habibie memang bisa dikatakan super kuat saat itu. Memerintah Kapolri pun beliau tak segan.

Begitulah BJ Habibie, selain memiliki power pada saat itu, beliau pun super sibuk meng-urus negara. Karena kesibukannya, kadang hanya beberapa jam saja di Batam.

Banyak dokumen yang harus diteken. Karena itulah tak jarang pundak stafnya pun menjadi meja kerja untuk sementara.

Itulah sekelumit kenangan seorang wartawan mengejar Habibie sampai ke apron lapangan udara di Bandara Hang Nadim Batam, yang dia bangun itu.
Bandara yang jauh hari beliau mimpikan menjadi hub di Asia Pasifik.(*)

Marganas

Sukseskan Progam KB, Pinti Batam Dukung BKKBN

0

batampos.co.id – Perhimpunan Perempuan Tionghoa Indonesia (PINTI) Batam dan Kep-ri turut ambil bagian untuk menyukseskan program Keluarga Berencana (KB) yang gencar disosialisasikan pemerintah.

Bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), organisasi kaum ibu-ibu itu mengadakan layanan KB dan pap smear gratis kepada ratusan ibu-ibu di Kelurahan Teluktering, Batam Kota, Rabu (11/9/2019).

Layanan gratis untuk mendukung program kesejahte-raan masyarakat ini berlangsung di kantor Kelurahan Teluktering dan dilayani belasan petugas BKKBN Batam.

Pengurus dan puluhan anggota Pinti Batam dan Kepri juga hadir melayani ibu-ibu yang datang.

Mereka bertindak sebagai fasilitator kepada warga yang akan mengikuti KB atau pap smear.

PINTI Batam dan Kepri bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) saat melakukan pelayanan KB dan pap smear gratis di Kelurahan Teluktering, Batam Kota, Rabu (11/9/2019). Foto: BKKBN untuk Batam Pos

”Pelayanan tetap oleh BKKBN dan paramedis puskesmas setempat, kami Pinti sebagai fasilitator dan mendukung sebagai mitra kerja,” jelas ketua panitia pelaksana acara Mei Salim dari Pinti Kepri.

“Kami yang data dan survei di lapangan, banyak masyarakat di sini yang belum KB, makanya kami ajak (BKKBN) ke sini,” ujarnya lagi.

Pantauan di lapangan, layanan KB dan pap smear gratis ini disambut antusias ibu-ibu setempat.

Sejak pelayanan dibuka pukul 09.00 WIB, puluhan ibu-ibu langsung memenuhi ruangan pelayanan yang disediakan.

Mereka tampak semangat untuk menyukseskan program keluarga berencana tersebut.

”Sudah lama saya mau KB tapi bingung mau ke mana. Alhamdulilah, hari ini ada pelayanan di sini, jadi saya datang lebih awal biar duluan dilayani,” ujar Fina, warga setempat.(eja)

Nuryanto Terpilih Kembali Menjadi Ketua DPRD Kota Batam

0

batampos.co.id – DPRD kota Batam menetapkan pimpinan definitif, Kamis (12/9/2019). Ada empat pimpinan yang diumumkan dalam sidang paripurna dengan agenda pengumuman dan penetapan calon pimpinan definitif DPRD kota Batam masa jabatan 2019-2024 tersebut.

Nuryanto

Nuryanto dari PDI Perjuangan ditetapkan sebagai Ketua DPRD. Sedangkan tiga wakilnya adalah Muhammad Jamaludin dari Partai Nasdem, Ruslan M. Ali Wasyim dari Golkar dan Iman Sutiawan dari Partai gerindra.

Penetapan pimpinan DPRD defenitif dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Batam sementara Putra Yustisi Respaty.(rng)

B.J. Habibie, Dibalik Kelahiran Telkomsel

0

Tahukah Anda, almarhum BJ Habibie ialah sosok penting dalam sejarah cikal bakal berdirinya Telkomsel di awal tahun 1990-an, yang menjadikannya sebagai salah satu Founding Fathers Telkomsel.

Direktur Utama Telkomsel, Emma Sri Martini mengatakan, “Pak Habibie merupakan sosok yang penting bagi kami, beliau memiliki hubungan sejarah erat dalam proses beroperasinya teknologi selular Global System for Mobile Communications (GSM) di Indonesia serta beroperasinya layanan Telkomsel pertama kali di Pulau Batam.”

Sejarah hadirnya teknologi GSM di Indonesia hingga berdirinya PT Telekomunikasi Selular tidak dapat dipisahkan dari peran penting almarhum Bapak Habibie. Pada tanggal 14 Juli 1993, sejumlah direksi PT Telkom menghadap beliau yang saat itu menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Republik Indonesia. Di atas sehelai kertas, beliau menuliskan persetujuan dan penerapan GSM sebagai standar teknologi seluler Indonesia. Tulisan ini yang kemudian menjadi referensi dari sebuah langkah besar migrasi teknologi dan pengembangan industri seluler analog ke digital di Indonesia.

Momen di saat Almarhum B.J. Habibie (tengah) mencoba sambungan telepon menggunakan GSM Telkom didampingi Direktur Utama Telkom Setyanto (paling kanan) dan Kepala Proyek Sistem Telekomunikasi Kendaraan Bergerak TelkomGaruda Sugardo (paling kiri) saat itu, pada acara Peresmian Telkomsel GSM di Pulau Batam pada tanggal 2 September 1994. Bapak Habibiemelakukan hubungan telepon dari GSM Telkomsel perdana, dari Batam ke Jakarta dan London.

Empat belas bulan kemudian, tepatnya pada tanggal 2 September 1994, Bapak Habibie meresmikan pengoperasian Telkomsel GSM di Pulau Batam. Pada saat itu, Telkomsel merupakan nama produk dari PT Telkom. Sebagai Menristek, beliau melakukan percobaan teknologi GSM dengan melakukan hubungan telepon dari GSM Telkomsel perdana, dari Batam ke Jakarta dan London. Berangkat dari dua momen penting tersebut, Telkomsel GSM kemudian dipersiapkan dan dikembangkan menjadi sebuah operator seluler, hingga akhirnya pada 26 Mei 1995, lahirlah PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel).

Sejak peristiwa bersejarah di Batam, sosok B.J. Habibie sejatinya merupakan pelanggan pertama Telkomsel. Namun sebagai bentuk penghormatan yang terdalam atas kontribusi beliau, Telkomsel kemudian memberikan penghargaan kepada Bapak Habibie sebagai pelanggan Telkomsel ke-100 juta pada perayaan pencapaian Telkomsel di tahun 2011.

Bapak Habibie juga pernah menyampaikan sebuah pesan berharga bagi keluarga besar Telkomsel.

Telkomsel adalah anak dan cucu ideologis-intelektual saya. Teruslah memberikan yang terbaik untuk bangsa”, pesan almarhum pada hari jadi Telkomsel yang ke-21 pada tanggal 26 Mei 2016.

“Semangat Pak Habibie akan selalu melekat dalam perkembangan dan pertumbuhan Telkomsel. Kami akan meneruskan cita-cita dan kontribusi Pak Habibie untuk mengembangkan pemanfaatan teknologi untuk kemajuan anak bangsa. Selamat jalan, Pak Habibie”, tutup Emma. (*)

Rumah Zakat Bersama Pegadaian Syariah Beri Layanan Kesehatan Gratis 

0

batampos.co.id – Rumah Zakat Sinergi Bersama Pegadaian Syariah Carina Batuaji mengadakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis di Artha Guna Lestari RW. 012 Kel. Sei Langkai Kecamatan Sagulung, Rabu (11/9/2019).

Layanan kesehatan gratis dimulai pada pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Ada sekitar 125 masyarakat yang mendapatkan pelayanan kesehatan gratis.

Branch Manager Rumah Zakat Kepri, Muhammad Isa, mengatakan, layanan kesehatan gratis itu merupakan hasil kerjasama pihaknya dengan Pegadaian Syariah untuk menyalurkan program kesehatan kepada masyarakat yang tidak mampu.

“Semoga Rumah Zakat dapat memberikan pelayanan terbaik kepada Penerima Manfaat” ujarnya.

Rumah Zakat Sinergi Bersama Pegadaian Syariah Carina Batuaji mengadakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis di Artha Guna Lestari di Sagulung. Foto: Rumah Zakat untuk batampos.co.id

Manager Marketing Pengadaian Syariah, Baim, berharap Rumah Zakat dan Pegadaian Syariah bisa saling sinergi untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

Pemeriksaan kesehatan gratis, berjalan lancar dan dipimpin dua orang dokter, dua orang paramedis, dua orang depo obat, seorang rekam medik serta 3 relawan Rumah Zakat yang telah bertugas dalam layanan kesehatan kali ini.

Antusiasme warga untuk menjalani pemeriksaan sangat besar. RW setempat, Dewi Handayani, mengatakan, warga Artha Guna mengucapkan banyak terima kasih kepada Rumah Zakat dan Pengadain Syariah.(*)

Perjalanan Cinta Habibie – Ainun Direkam dalam Prangko

0

batampos.co.id – Mendiang Presiden ke-3 Republik Indonesia (RI) Bacharuddin Jusuf Habibie sempat memesan prangko prisma berisi foto perjalanan cintanya dengan sang istri, Hasri Ainun Habibie, sebelum wafat.

Seharusnya prangko perjalanan cinta itu diserahkan pada Kamis (12/9) ini.

“Hari ini, PT Pos Indonesia harusnya menyerahkan prangko pesenan Bapak Habibie. Prangko prisma yang berisi perjalanan delapan windu Bapak Habibie dan Ibu Ainun dalam bentuk prangko prisma,” kata Kepala Regional 4 PT Pos Indonesia Onni Hadiono di rumah duka, Jalan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (12/9).

Onni menyampaikan, Bapak Demokrasi Indonesia itu telah memesan 100 ribu keping prangko prisma yang berisi 5.000 foto perjalanan cinta Habibie dan Ainun selama delapan windu. Namun, prangko itu tak sempat diberikan langsung kepada sang perancang pesawat N-250 itu.

Prangko prisma perjalanan cinta delapan windu Habibie dan Ainun, Jalan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (12/9). (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)

“Jadi, beliau pesan pada kami ada 100 ribu keping, yang mengabadikan perjalanan cinta beliau selama delapan windu. Ada 5.000 foto. Nanti sebenarnya ada delapan seri tapi baru jadi satu seri dan hari ini sebenarnya kami janji untuk menyerahkan kepada beliau, cuma ya turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya Pak Habibie,” terang Onni.

Onni menyebut, ide pembuatan prangko itu muncul pada dua tahun lalu. Selain mengabadikan cinta Habibie dan Ainun dalam bentuk film, pihak keluarga ingin ada dalam bentuk prangko.

“Jadi, dari pihak keluarga Pak Habibie disamping mengabadikan cinta beliau ke Bu Ainun dalam bentuk film, tapi juga ada dalam bentuk prangko prisma seperti ini,” ucap Onni.

Oleh karenanya, PT Pos Indonesia akan menyerahkan prangko prisma perjalanan cinta Habibie dan Ainun kepada pihak keluarga “Jadi, mungkin nanti bisa berhubungan dengan keluarga, keluarga Pak Habibie mungkin dari Pak Thareq karena yang pesan Pak Habibie,” tukasnya. (*)

Jenazah Pak Habibie telah Dimakamkan di TMP Kalibata

0

batampos.co.id – Prosesi pemakaman mendiang Presiden RI ketiga Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie dimulai. Jenazah sudah tiba di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan pukul 13.40. Didampingi segenap keluarga, serta pejabat negara, dan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Habibie dibawa dalam peti jenazah berwarna putih. Berbalut bendera merah putih. Peti jenazah dipanggul oleh Prajurit TNI. Proses pemakaman dilakukan dengan upacara militer. Presiden Jokowi bertindak sebagai inspektur upacara, dalam prosesi pemakaman kali ini.

Sepanjang perjalanan dari depan TMP, tepat setelah jenazah diturunkan dari kendaraan. Lantunan salawat tak henti-hentinya mengiringi Habibie ke peristirahatan terakhir. Prosesi pemakaman diawali dengan pembacaan biografi singkat Habibie semasa hidup. Sebelum diturunkan ke liang lahat, jenazah mendapat penghormatan terakhir secara militer.
Prosesi pemakaman Presiden ketiga RI BJ Habibie secara militer. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi inspektur upacara dalam pemakaman yang berlangsung di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan. (Kamis (12/9). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

Jokowi kemudian menjadi orang pertama yang melakukan penimbunan liang lahat secara simbolis. Dilanjut oleh pihak keluarga yang diwakili oleh Ilham Akbar Habibie. Dan diakhiri oleh petugas pemakaman.

Prosesi dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga atas nama negara dan bangsa, diwakili oleh Jokowi selaku inspektur upacara. Perwakilan keluarga juga turut meletakan karangan bunga.

Prosesi pemakaman Presiden ketiga RI BJ Habibie secara militer. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi inspektur upacara dalam pemakaman yang berlangsung di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan. (Kamis (12/9). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan, Indonesia kehilangan besar atas berpulangnya Habibie. Sebab, almarhum merupakan sosok yang begitu besar. Bahkan, Jokowi menyebut BJ Habibie sangat berjasa kepada bangsa.

“Beliau adalah negarawan sejati. Inspirator, ilmuan yang menyakini bahwa tanpa cinta kecerdasan berbahaya. Ilmu pengetahuan, iman dan taqwa harus bersatu. Beliau suri tauladan anak bangsa,” kata Jokowi di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (12/9).

Oleh karena itu, Jokowi menyampaikan sudah sepantasnya di upacara pemakaman ini menjadi penghormatan negara terkahir kepada Habibie. Jokowi mengenang pendahulunya itu sebagai sosok yang sangat vidioner. Di usia mudanya dia sudah berfikir jauh untuk bangsa dan negara, suapa di masa mendatang, Indonesia bisa lepas landas.

“Dari visi beliau lahir industri. Dedikasi beliau Pesawat Gatot Kaca pertama kali terbang pada perayaan 50 tahun kemerdekaan Indonesia,” tambahnya.

Selama masa kepresidenan, Habibie juga banyak meletakan pondasi kuat bangsa. Lahirnya demokrasti pun tak lepas atas jasanya. Pengabdiannya berlanjut sampai dengan masa senjanya. Dia masih tetap berkontribusi dalam untuk kemajuan bangsa.

Pemakaman Habibie turut dihadiri oleh sejumlah pejabat negara. Diantaranya Menteri Kabinet Kerja, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Presiden RI kelima Megawati Soekarnoputri, Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), serta sejumlah pejabat lain, termasuk tamu undangan negara sahabat. (JPC)

Warisan BJ Habibie Untuk Kota Batam (1)

0

batampos.co.id – Ada banyak hal penting dan berharga yang dilakukan Habibie selama masa kepemimpinannya di OB. Ia mampu membuat Batam berkembang sangat pesat.

Ia mengubah arah pembangunan Batam tidak hanya sekadar basis logistik Pertamina, Batam berubah jadi proyek nasional yang memberi nilai tambah tinggi sebagai daerah industri berteknologi tinggi, perdagangan, alih kapal, dan pariwisata.

Habibie menyiapkan pem­bangunan infrastruktur de­ngan material unggul, me­ngadakan pro­mosi dan ker­ja sama luar ne­geri untuk membawa investasi ke Batam.

Selain itu, Habibie juga membangun sa­rana dan prasa­rana untuk mendukung dan menarik investor.

Pada akhirnya, Habibie mampu membawa Batam menjadi kawasan industri yang kompetitif.

Pada masa kepemimpinan Habibie, penerimaan uang wajib tahunan otorita (UWTO) dimanfatkan seluas-luasnya sebagai modal Otorita Batam dalam penyediaan dan pembangunan infrastruktur dasar.

Dan sejak awal, pemerintah telah memberikan hak pengelolaan lahan (HPL) sebagai kewenangan Otorita Batam untuk mengelola lahan di Batam melalui Keppres 41 Tahun 1973.

Hal ini dimaksudkan agar perencanaan, peruntukan, dan penggunaannya dapat disesuaikan dengan tugas Otorita Batam untuk membangun Batam.

Dalam menjalani kepemimpinannya, Habibie mempunyai gaya yang khas. Ia penganut prinsip bahwa mutu keseluruhan sebuah karya ditentukan oleh mutu setiap detail pelaksanaannya.

Dalam rangka mencetak kader-kader yang terpercaya, ia mempunyai dua prinsip. Pertama: belajar dan mengu-asai teori.

Presiden ketiga RI BJ Habibie saat membaca koran Batam Pos. Foto: Cecep Mulyana

Kedua: keterampilan dengan malakukan spesialisasi. Prinsip inilah yang ia terapkan pada saat pembangunan Jembatan Barelang yang berlangsung selama enam tahun, mulai 1992 hingga 1998.

Ia memberikan kesempatan pada putra-putri bangsa untuk menerapkan pengetahuannya dalam membangun enam jembatan yang menghubungkan antarpulau, yang baru pertama kali dilakukan di Indonesia.

Satu di antaranya bertipe jembatan kabel (cable stayed bridge) yang menghubungkan Pulau Batam dan Pulau Tonton.

Pemilihan tipe jembatan yang berbeda-beda juga dimaksudkan untuk memberikan referensi dan pengalaman kepada putra-putri bangsa dalam hal teknologi pembangunan jembatan, yang sekaligus berfungsi sebagai laboratorium.

Sejak saat itu, sejumlah kawasan industri besar mulai terbangun di Batam. Singapura menjadi salah satu investor terbesar yang kemudian melahirkan Kawasan Industri Batamindo di Mukakuning.

Kawasan industri ini kemudian diisi oleh perusahaan-perusahaan asing berkelas dari berbagai negara, seperti Sumitomo, Thomson, Philips, Western Digital, Sony, dan Toshiba.

Pada tahun 1980-an, BJ Habibie mengusulkan adanya pemerintah daerah yang mengurusi masalah administrasi penduduk dan kemasya-rakatan.

Pada 24 Desember 1983 resmi terbentuk Kotamadya Administratif Batam sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 1983.

Pemerintah juga menerbitkan Keppres Nomor 7 Tahun 1984 tentang Kerja Sama antara Otorita Batam dan Pemerintah Kotamadya Batam.

Dalam hal pengembangan sosial kemasyarakatan, Habibie menginginkan penduduk yang masuk ke Batam adalah penduduk yang memiliki keahlian di bidang teknologi yang dibutuhkan industri di Pulau Batam, sebab Pulau Batam memang akan diperuntukkan untuk industri.

Ada pernyataan Habibie yang fenomenal kala itu: Batam bukan tempat merantau warga yang tidak memiliki keahlian atau skill.

“Tidak mungkin kita buka Pulau Batam untuk sembarang penduduk. Mereka membuka lahan, menebang pohon, dan hanya menanam sayur. Pulau Batam bukan untuk kebun sayur.”

Selain membangun enam jembatan, Habibie juga membangun Bandara Hang Nadim pada 1996.

Bandara ini dibangun dengan landasan pacu yang sangat panjang, bahkan disebut-sebut merupakan yang terpanjang di Indonesia dan terpanjang nomor dua di Asia Tenggara setelah Bandara Kuala Lumpur.

Kala itu, Hang Nadim merupakan salah satu bandara yang paling megah di Indonesia.
Selain menekankan industri berteknologi tinggi, Habibie juga ingin agar Batam dibangun sebagai kawasan berbiaya ekonomi rendah.

Konsep itu merupakan salah satu butir kesepakatan dengan Perdana Menteri Singapura waktu itu, Lee Kuan Yew.

Ciri kawasan ekonomi berbiaya rendah adalah sistem birokrasi yang tidak berbelit-belit, tidak terjadi masalah-masalah yang tidak dapat ditentukan atau diselesaikan, tidak terjadi masalah yang tidak kredibel, baik perseorangan maupun pemerintah.

“Intinya, tidak ruwet dan berbelit-belit,” kata Habibie saat berkunjung ke Batam, 2006 silam.

Habibie menginginkan agar prinsip ini dipegang teguh dalam membangun Batam. Sebab hal ini penting dengan harapan agar Batam dapat bersinergi secara positif dengan negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia.

“Kita tidak mungkin bisa berbisnis satu arah saja, kita butuh partner. Ini bisa kita lakukan jika kita jujur dan terbuka. Apalagi Batam harus menjadi pusat unggulan industri jasa, high-tech, maupun bidang lainnya,” ujarnya.

Meskipun acuan pengem-bangan Batam adalah negara-negara maju di bidang perindustrian, pengembangan Pulau Batam harus selalu sesuai dengan skenario dan filosofi pembangunan Indonesia secara menyeluruh, yang tidak sama dengan skenario pembangunan Singapura atau negara mana pun. Pembangunan Batam tetap bertujuan demi kepentingan nasional.

Hal tersebut disampaikan Habibie saat tatap muka dengan Wakil Presiden Umar Wirahadikusumah tahun 1985.

“Bukan berarti Pulau Batam nantinya tiba-tiba pada tahun 2020 menjadi independen dari Indonesia, bukan seperti itu. Maksudnya, dengan kata lain, Batam is a part of Indonesia, a small part, just a very small part of Indonesia,” katanya.

Singkatnya, kepemimpinan Habibie di Otorita Batam telah membawa Batam dalam masa kejayaan. Berkat kiprahnya, dunia mulai mengenal Batam sebagai kawasan industri.

Pada tahun 1990-an Batam mencapai perkem­bangan yang sangat pesat di sektor industri dan perdagangan.

Ini ditandai dengan laju pertumbuhan perekonomian Batam yang rata-rata 17 persen per tahun, bahkan pernah mencapai 31,28 persen pada tahun 1991.

Habibie melepaskan jabatannya sebagai Ketua Otorita Batam ketika ia dipilih oleh MPR RI sebagai Wakil Presiden ke-7 melalui Sidang Umum MPR tanggal 11 Maret 1998 dan kemudian menjadi presiden.

Pada saat kepemimpinan Habibie berakhir, industri di Pulau Batam sedang mengalami perkembangan yang pesat.

Bahkan, krisis ekonomi yang dialami Indonesia saat itu tidak berpengaruh besar pada kondisi investasi di Pulau Batam.

Namun, sampai akhir kepemimpinannya, industri di Batam belum sampai pada tahapan industri yang berteknologi tinggi.

Itu menjadi tugas pemerintah dan pemimpin Otorita Batam selanjutnya untuk meneruskan usaha yang telah dirintis Habibie(leo/ska)