batampos.co.id – Sanggar tari Wan Sendari bersama grup musik melayu Tabuh Kemilau tampil memukau dalam acara Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (HKG PKK) Nasional 2019 di Padang, Jumat (26/7/2019) malam.
Pada momen itu Wan Sendari membawakan dua tarian tradisional dan kreasi.
Pertama, tari berjudul Hantaran Wan Sendari. Tari ini berkisah tentang perjalanan leluhur Raja Melayu, Sang Sapurba untuk mempersunting Wan Sendari.
Prosesi hantaran yang diwujudkan dalam gerak tari ini hingga sekarang dipakai masyarakat melayu khususnya Provinsi Kepulauan Riau untuk acara adat lamaran.
Tarian kreasi internal sanggar ini juga yang membawa Wan Sendari mendapatkan gelar juara pada Parade Tari Daerah tingkat nasional dua tahun lalu.
Sedangkan di kesempatan kedua, sanggar Wan Sendari berkolaborasi dengan grup musik Tabuh Kemilau membawakan Tari Jogi.
Tari jogi menghipnotis peserta Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Nasional. Tari Jogi merupakan kesenian masyarakat melayu masa lampau yang menggambarkan tentang interaksi para muda-mudi ketika itu. Foto; Disbudpar Kota Batam untuk batampos.co.id
Tarian ini merupakan kesenian masyarakat melayu masa lampau. Gerakannya menggambarkan tentang interaksi para muda-mudi ketika itu.
Bunyi alat musik yang rentak seiring dengan derap kaki para penari.
Bahkan di penghujung penampilan, pengunjung HKG PKK Nasional 2019 juga ikut menari bersama.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata mengatakan Batam diberi kesempatan untuk tampil karena menjadi tamu undangan khusus di acara tersebut.
Menurut Ardi, Batam satu-satunya daerah tingkat dua atau kabupaten/kota yang diundang di acara ini.
Selebihnya merupakan Tim Penggerak PKK tingkat provinsi.
“Tentu saja kesempatan ini kita manfaatkan sebaik-baiknya. Terutama untuk promosi pariwisata karena dihadiri perwakilan 34 provinsi se-Indonesia,” kata Ardi.
Penampilan kesenian tari serta musik ini, sambungnya, sejalan dengan Peraturan Daerah nomor 1 tahun 2018 tentang Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah.
Terdapat 10 objek pemajuan kebudayaan berdasarkan perda tersebut.
Yaitu tradisi lisan, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat, olahraga tradisional, dan cagar budaya.
“Tari dan musik ini masuk dalam seni,” kata dia(*/esa)
batampos.co.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memiliki pekerjaan rumah untuk menyempurnakan penerimaan peserta didik baru(PPDB).
Sistem zonasi yang tidak diimbangi dengan pemerataan fasilitas dan mutu pendidikan dinilai justru menimbulkan kontroversi.
Jumat (26/7/2019), Ombudsman Republik Indonesia(ORI) membeberkan dugaan maladministrasi yang terjadi selama pelaksanaan PPDB 2019.
Total ada delapan temuan yang disampaikan Anggota Ombudsman RI, Ahmad Suadi, kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy dan Staf Ahli Menteri Dalam Negeri Bidang Aparatur dan Pelayanan Publik, Yusharto Huntoyungo.
Antara lain meliputi tidak ada SOP (Standar Operational Procedure) dan tim verifikasi calon siswa SMP di Jabar, Nusa Tenggara Timur, DKI Jakarta, dan Bengkulu.
Orangtua siswa mencari informasi PPDB SMA di Kantor Sekretariat Pengawas SMA/SMK Kota Batam di Sekupang, Jumat (28/6/2019) lalu. Foto: Yulitavia/batampos.co.id
Kemudian, Ombudsman masih menemukan adanya intervensi pejabat daerah yang meminta jatah bangku sekolah favorit di Jatim dan Bali.
Banyak kepala daerah yang belum melaksanakan zonasi sesuai aturan. Banyak modifikasi yang hasilnya justru menimbulkan kesemrawutan.
“Membuat semacam skenario A, B, C, dan seterusnya. Sehingga jika ada daerah yang mengalami masalah teknis segera bisa diatasi dengan cara-cara yang sudah ditetapkan tersebut,” jelas Suadi.
Mengenai adanya permainan surat domisili, lanjut dia, Kemendikbud harus bekerja sama dengan Kemendagri dalam melakukan verifikasi.(han/jpg)
batampos.co.id – Pertumbuhan hotel di Batam tidak sebanding dengan tingkat hunian. Munculnya hotel baru hanya dipengaruhi rencana pemerintah yang ingin mengembangkan sektor pariwisata.
Menurut Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batam, M Mansur, sejatinya hotel di Batam okupansinya masih rendah. Ironisnya kata dia, ada hotel yang juga tutup.
”Kenyataannya banyak yang sakit, hanya malu mau ngomong. Allium tutup, Sijori Resort tutup,” sebutnya, Jumat (26/7/2019).
Dia mengatakan, menyiasati permasalahan okupansi atau tingkat hunian, manajemen hotel lantas memutar otak untuk berinovasi baik segi pelayanan hingga harga.
”Kalau tidak begini, pasti ditinggal konsumen,” tuturnya.
Menurutnya, wisatawan mancanegara (wisman) yang ke Kota Batam mengandalkan satu pintu, yakni Singapura.
Sebab kenyataannya di lapangan, lanjutnya, yang berkunjung ke Kota Batam tidak semuanya menginap. Bahkan ada yang hanya berwisata sehari kunjungan lalu kembali (one day tour).
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata (tengah kemeja batik hitam), memotong pita pada grand opening Hotel Grand Avava Inn. Foto: Bobi/batampos.co.id
Maka dari itu, menurutnya, kunjungan wisatawan tidak bisa menjadi rujukan. Sebab pergerakan wisatawan domestik belum signifikan karena tingginya harga tiket.
Walau saat kini menurut informasi yang PHRI dapatkan harga tiket ada yang turun.
”Kalau hanya melihat dari jumlah kunjungan (wisatawan, red), tak bisa tahu berapa yang menginap,” terangnya.
Ia menilai, pada prinsipnya rencana pemerintah mengembangkan wisata adalah hal sangat bagus.
Namun, pihaknya menginginkan sektor lain tidak dilupakan, terlebih sektor andalan Batam, yakni industri.
”Industri manufaktur, galangan punya peran besar terhadap hunian. Kalau tumbuh sehat, hotel pasti otomatis naik okupansinya,” ujarnya.
Berbeda jika industri lesu. Menurut Mansur tentu berdampak langsung pada tingkat hunian hotel.
Bahkan, para pekerja asing di Batam tinggal di hotel dan industri yang hidup juga dinilai bisa menghidupkan usaha hotel karena dipakai untuk pertemuan bisnis.
”Mereka (pekerja asing, red) tak hanya tinggal, tapi rapat-rapat bahas proyek juga di hotel,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam Ardiwinata, mengatakan, pihaknya membutuhkan amenitas untuk menampung wisatawan yang datang ke Batam.
”Kita butuh hotel untuk menampung wisatawan, seperti kunjungan 1,8 juta jiwa wisman pada 2018,” ujarnya saat peresmian Avava Inn Hotel di Kawasan Pembelanjaan Nagoya Hill, Kamis (25/7/2019).
Ia menilai peran asosiasi pariwisata cukup penting dalam upaya peningkatan pariwisata. Menurutnya hotel terus tumbuh.
Di samping pemerintah sedang gencarnya membangun infrastruktur seperti jalan.
”Hotel ada 232, satu lagi ini (Avava Inn Hotel, red) diresmikan,” terangnya.(iza)
batampos.co.id – Storytelling yang dibawakan Direktur Keuangan PT Adhya Tirta Batam (ATB), Asriel Hay, memukau para pengunjung Kepri Mall terutama anak-anak yang mengikuti lomba mewarnai, Sabtu (27/7/2019).
Storytelling dibawakan oleh Direktur Keuangan PT ATB Asriel Hay bercerita dengan tema “Pentingnya Air bagi Kehidupan” dan slogan “Gunakan Air Seperlunya Bukan Secukupnya”.
Asriel mengisahkan pasukan blu-blu yang hidup dilingkungan masyarakat dan dipemukiman penduduk disajikan dalam bentuk video animasi.
“Pasukan blu-blu merupakan pasukan yang terbuat dari air hujan dan mereka tidak bisa menyebar dengan baik karena beberapa hal,” kata Asriel memulai dogengnya.
Antusiasme masyarakat Batam dalam mengikuti rangkaian acara ATB-BP Batam Festival Hijau di Kepri Mall, Sabtu (27/7/2019). Foto: Gun/batampos.co.id)
Saat jatuh ke bumi, pasukan blu-blu melihat kondisi bumi yang sangat kotor karena berbagai aktivitas. Di antaranya penebangan pohon dan banyaknya sampah.
Akibat kondisi bumi yang kotor dan banyaknya penebangan pohon, banyak bintang di bumi yang tenggelam akibat banjir.
Puncak dogeng berdurasi sekitar 20 menit itu mengajak anak-anak untuk menjaga lingkungan dan menyelamatkan bumi.
Anak-anak yang merupakan peserta mewarnai ATB-BP Batam Festival Hijau berjoget Baby Shake. Foto: Dhiyanto
Storytelling ini merupakan salah satu cara PT ATB untuk menanamkan sikap cinta lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut Asriel juga mengelar tanya jawab kepada para peserta lomba mewarnai. Anak-anak yang memberikan pertanyaan terbaik diberikan hadiah berupam alat tulis dan perlengkapan sekolah.
Setelah storytelling, para peserta lomba diajak untuk berjoget baby shake.(nto)
batampos.co.id – KBC Batam Center malam ini, Sabtu (27/7/2019) akan diramaikan dengan Free Zumba Fitness, Zumba Line Dance dan juga hiburan Live Music dari talent-talent berbakat.
Kegiatan Zumba Fitness dan Line Dance Party akan dipandu oleh instruktur berpengalaman.
Acara yang dimulai sore ini tentunya dibuka untuk umum dan gratis bagi seluruh warga yang ingin mengikuti kegiatan ini.
Manager Event Promotion Dcrown KBC Batam Center, Simon, mengajak seluruh warga Kota Batam agar membawa keluarga serta anaknya pada acara ini.
Para peserta dan instruktur zumba berfoto bersama di panggung KBC Batam Centre beberapa waktu lalu. Foto: Iman Wachyudi/batampos.co.id
“Karena kita juga akan hadirkan Zumba Instruktur (ZIN) Kids, dalam kegiatan tersebut,” kata Simon.
Simon menjelaskan, tidak hanya zumba, pada malam ini juga diadakan mini konser live musik.
“Tema mini konser live musik kita fresh star dan bisa dinikmati segala usia,” jelasnya.
Kata Simon, sehat sehat, masyarakat yang datang ke acara tersebut dapat bersenang-senang bersama keluarga di Dcrown KBC Batam Center.
“Jangan lupa ajak para kerabat untuk datang di kegiatan spesial ini,” tutur Simon.(iwa)
batampos.co.id – Tanpa disadari, persoalan lingkungan lambat laun akan semakin parah. Isu perubahan iklim dan pemanasan global yang pernah menyeruak sebagai berita utama di berbagai negara, dampaknya sudah mulai kita rasakan.
Jika dulu kita menganggap pemberitaan seputar permasalahan lingkungan adalah hal yang lazim, maka sudah saatnya kita mengubah pola pikir.
Jangan lagi menganggap sepele persoalan kerusakan lingkungan yang semakin kompleks ini.
PT Adhya Tirta Batam (ATB) meluncurkan program ATB Eco Office sejak Juni 2018 sebagai salah satu langkah memberikan kontribusi positif dalam upaya konservasi lingkungan.
Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus, mengatakan, Eco Office adalah kantor peduli lingkungan yang telah mewujudkan penerapan sistem manajemen lingkungan dalam kegiatan perkantoran.
”Tujuannya untuk menciptakan lingkungan kantor yang bersih, sehat dan nyaman serta meningkatkan efektifitas dan efisiensi pemakaian sumber daya alam,” ujar Maria, Jumat (26/7/2019).
PT ATB meluncurkan program ATB Eco Office sejak Juni 2018. Eco Office sebagai salah satu langkah memberikan kontribusi positif dalam upaya konservasi lingkungan. Foto: ATB untuk batampos.co.id
Praktik ATB Eco Office difokuskan untuk mendorong karyawan memiliki gaya hidup operasional kantor yang lebih ramah lingkungan dengan melakukan penghematan listrik dan air, efisiensi penggunaan kertas dan printing, tata ruang hijau, pengunaan produk ramah lingkungan hingga memilah sampah.
Ia menjelaskan, target awal yang ingin dicapai adalah mengurangi penggunaan kertas melalui program 3R (reduce, reuse, recycle) dan penghematan energi listrik serta sumber daya air.
Seperti yang kita ketahui, bahan baku utama pembuatan kertas adalah pohon.
Sementara, pohon sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlangsungan ekosistem hutan dan daerah resapan air.
Terutama bagi Kota Batam yang hanya mengandalkan waduk tadah hujan sebagai sumber air baku.
”Program efisiensi penggunaan kertas mungkin terlihat sederhana, namun konsistensi dalam melakukannya mampu mencegah atau setidaknya memperlambat proses deforestasi hutan dan kerusakan lingkungan,” terangnya.
Untuk memaksimalkan pelaksanaan program ATB Eco Office, perusahaan membentuk tim edukasi (Komite Hijau ATB) yang secara rutin memberikan informasi seputar penerapan eco-office di unit kerja masing-masing.
Tim ini bertugas melakukan sosialisasi guna meningkatkan kesadaran para karyawan akan pentingnya melaksanakan eco-office dalam membantu perbaikan kualitas lingkungan.(nji)
batampos.co.id – Rangkaian acara ATB-BP Batam Festival Hijau 2019 dimulai, Sabtu (27/7/2019) hari ini.
Beragam acara sudah disiapkan selama sehari penuh. Bekerja sama dengan event organizer Batam Pos.
Bertempat di hall Kepri Mall, acara dimulai dengan lomba mewarnai. Kegiatan ini diikuti oleh murid taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD). Ratusan peserta ambil bagian.
Kemudian, acara dilanjutkan dengan storytelling. Di mana, Direktur Keuangan ATB, Asriel Hay mendongeng dengan tema “Perjalanan Pasukan Blublu”. Benar-benar meriah.
Makin meriah lagi lantaran ada juga atraksi sulap dari pesulap Batam, Bung Cepi. Dengan gayanya yang khas, atraksi sulap tersebut mampu menghibur penonton dan pengunjung mal.
Yang ditunggu-tunggu pun tiba. Yaitu talkshow Kopi Benny. Talksshow ini berbicara tentang manajemen risiko.
Tak tanggung-tanggung, pembicaranya adalah Presiden Direktur ATB, Ir Benny Adrianto.
Antusiasme masyarakat Batam dalam mengikuti angkaian acara ATB-BP Batam Festival Hijau di Kepri Mall, Sabtu (27/7/2019). Foto: Gun/batampos.co.id)
Dalam talkshow yang dihadiri para mahasiswa dan pasca-sarjana tersebut, Benny berbagi tips dan pengalaman mengenai manajemen risiko.
Dengan pengalaman segudang di dunia manajemen, sayang jika kesempatan itu dilewatkan.
Sembari beristirahat, penonton dan pengunjung Kepri Mall akan dihibur oleh Michele Tan Dirgantara, jebolan The Voice Kids Indonesia.
Penampilan penyanyi “Kami Batam Pos” itu sekaligus membuka lomba solo vocal. Puluhan penyanyi Batam ambil bagian dalam acara tersebut.
Acara tak berhenti sampai di situ. Usai lomba solo vocal, berlanjut ke edukasi Bank Sampah. Lalu, diteruskan lagi ke lomba kreasi jingle ATB.
“Acara digelar seharian penuh di Kepri Mall. Nonstop,” kata Head of Corporate Secretary ATB, Maria Y Jacobus.
Fedelia, peserta lomba mewarnai tingkat TK sangat fokus memberikan warna pada gambar yang disediakan panitia. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id
Marwati, orangtua dari salah seorang peserta mewarnai mengatakan, kegiatan ATB-BP Batam Festival Hijau sangat baik.
Terlebih dengan adanya lomba mewarnai. “Anak saya hobi sekali mewarnai,” katanya.
Kata dia, sang anak Fedelia, sudah beberapa kali mengikuti lomba mewarnai. Meski belum menjadi salah satu juara, buah hatinya tersebut sangat senang dengan aktivitas mewarnai.
“Itu (mewarnai,red) hobi dia,” jelasnya.
Marwati mengatakan, ia tidak pernah menargetkan anak keduanya itu menjadi pemenang dalam perlombaan mewarnai tersebut.
“Yang penting anak saya senang dan anak saya itu sangat suka dengan warna kuning,” ujarnya lagi.
Marwati mengatakan, buah hati saat ini sedang menimba ilmu di Taman Kanak-kanak (TK) di Kalista.
“Anak saya itu suka warna kuning karena cerah,” paparnya lagi.(gun/nto)
batampos.co.id – Kepala Dinas Kominfo Kota Batam, Salim, mengakui bahwa Kota Batam masih kekurangan kamera pengawas (CCTv).
Idealnya kata dia, Kota Batam memiliki 350 titik CCTvyang tersebar di seluruh Batam.
”Memang masih kurang banyak sekali,” katanya, Jumat (26/7/2019).
Namun demikian, pihaknya tidak tinggal diam. Pemko Batam akan mendorong keterlibatan swasta melalui program Tanggung jawab Sosial Perusahaan (TSP) atau Corporate Social Responsibility (CSR) untuk ikut membantu pemerintah mengadakan kamera pengawas.
”Kalau melalui APBD belum terakomodir, makanya pengadaan melalui CSR,” katanya.
Siti salah seorang operator sedang memantau monitor CCTV di kantor Kominfo Batam, beberapa waktu lalu. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id
Saat ini lanjutnya, di Kota Batam hanya ada 36 CCTv yang tersebar di 20 titik. Jumlah kamera pengawas itu pun ada yang tidak berfungsi di beberapa lokasi.
Sehingga membutuhkan perawatan. Minimnya CCTv, lanjut Salim, karena tahun ini Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam tidak menganggarkan pengadaan alat.
Hal yang sama juga diakui Kapolresta Batam, Kombes Hengky. Ia mengatakan, kamera pengawas di Kota Batam masih minim.
Alhasil, polisi kerap kesulitan mengungkap pelaku kejahatan jalanan yang selama ini sering terjadi di Batam.
”Setidaknya Kota Batam membutuhkan 300-400 CCTv,” kata Hengky.(une)
batampos.co.id – Perusahaan jasa kesehatan asal Singapura, dClinic Internasionalyang bekerja sama dengan Deloitte South East Asia Partnerand Investment Advisor resmi berinvestasi di Kota Batam.
Mereka menandatangani fakta kerja sama dengan Kepala BP Batam, Edy Putra Irawadi The Fullerton Hotel, Singapura, Jumat (26/7/2019).
CEO dClinic Internasional, Richard Satur mengatakan pihaknya menawarkan konsep jasa kesehatan terpadu di Batam dimulai dari layanan data pasien yang terintegrasi yang diberi nama Batam Medical Blockchain (BMB) hingga tren lifestyle untuk menjaga kebugaran tubuh.
“Ini merupakan kontrak blockchain terbesar. Ini sangat hebat. Dan Batam menjadi pilot projek pertama karena ada inovator seperti RSBP Batam yang siap berkomitmen bangun pusat kebugaran,” katanya usai acara.
Secara garis besar, dClinic beserta koleganya menawarkan layanan jasa kesehatan model terbaru kepada Batam.
Untuk tahap pertama, dClinic akan membangun sebuah pusat data di RSBPuntuk sistem blockchain.
Blockchain merupakan konsep integrasi data secara digital yang bersifat real time. Dengan demikian, satu data pasien bisa digunakan untuk seluruh rumah sakit di Batam. Tidak hanya, data pasien di rumah sakit luar negeri akan ikut terintegrasi.
Dengan sistem Blockchain, maka catatan medis pasien berupa penyakit, obat, dokter yang menangani dan prosesnya bisa segera diketahui karena sudah direkam di sistem tersebut.
CEO dClinic Internasional, Richard Satur (kiri) dan Kepala BP Batam, Edy Putra Irawadi menandatangani MoU dClinic Internasional. dClinic Internasional menanamkan investasi 140 juta Dolar Amerika yang akan disalurkan secara bertahap dalam lima tahun. Foto: Rifki Setiawan/batampos.co.id
Setelah itu, selanjutnya guest house milik BP Batam di Sekupang akan direnovasi. Aset BP tersebut akan diubah menjadi penginapan dan pusat rehabilitasi bagi pasien-pasien yang datang mencari kesembuhan ke RSBP.
Kemudian, Tanjungpinggir Resort di Sekupang yang sudah lama terbengkalai juga akan direvitalisasi kembali untuk mendukung terbentuknya zona kesehatan di Sekupang.
Dan terakhir membangun kampus kesehatan di RSBP yang memberikan tambahan wawasan pada para sarjana yang berkecimpung di dunia kesehatan
BP memang telah merencanakan Tanjungpinggir di Sekupang dan sekitarnya akan diubah menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK) kesehatan.
Sehingga aset-aset BP seperti guest house dan Taman Rusa akan dimaksimalkan. Taman Rusa akan menjadi pusat rehabilitasi yang membantu pasien mendapat stimulasi jiwa yang membantu mempercepat penyembuhannya.
Sedangkan Chris de Lavigne dari Deloitte mengatakan, sistem BMB yang ditawarkan kepada memadukan inovasi online dengan mobile pintar.
“BMB punya potensi untuk berkembang. Kemampuannya dapat melektakkan pasien kedalam ekosistem yang sehat dan meningkatkan keamanan dan kenyamana,” jelasnya.
Indonesia memang menjadi pillihan bagi dClinic karena Indonesia banyak menghabiskan alokasi dana untuk fasilitas kesehatan.
Hal itu terpaksa dilakukan karena adanya tekanan demografi, ekspektasi hidup yang rendah dan beragam hal lainnya.
“Jadi smart healthcare dari BMB akan menangani beragam komponen biaya kesehatan dengan caranya yang pintar,” jelasnya.
Dan Direktur RSBP Batam, Sigit Riyarto, mengatakan RSBP Batam dan sekitarnya semakin mendekati ke arah status sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK) untuk zona kesehatan.
Regulasi yang mengatur penetapannya sebagai KEK kesehatan diperkirakan akan rampung pada akhir tahun.
“Akhir tahun, seluruh aturan sudah beres. Jadi kami bisa berlari kencang,” katanya.
“Begitu ditetapkan sebagai KEK kesehatan, jika ada investor tertarik bangun gedung baru ya silahkan,” ujarnya lagi.
Akhir tahun ini RSBP Batam masuk dalam KEK zona kesehatan. Guna memberikan pelayanan maksimal kepada pasien, RSBP Batam mengadakan bus medical check up.
Sigit menuturkan, kawasan KEK kesehatan di RSBP Batam dan sekitarnya akan mencakup 20 hektar.
Dengan keistimewaannya, kawasan RSBP akan menjadi sebuah pusat kebugaran (wellness centre) yang akan diprioritaskan menyasar segmen pelanggan dari luar negeri.
“Bagi mereka yang ingin wisata kesehatan dapat datang ke sini sekaligus menikmati berwisata,” paparnya.
“Jadi semacam KEK yang menawarkan jasa medical tourism. Produk yang ditawarkan akan membuat orang sehat jadi lebih sehat dan bisa menikmati berwisata di sini,” tuturnya.(leo)
batampos.co.id – Pemeriksaan para saksi kasus dugaan suap izin reklamasi yang menyeret Gubernur Kepri nonaktif, Nurdin Basirun, terus berlanjut.
Selain pengusaha, anggota DPRD, dan pejabat, Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) juga memeriksa Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, di Mapolresta Barelang, Jumat (26/7/2019).
Rudi diperiksa terkait Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) yang digagas Pemprov Kepri.
Ranperda ini nantinya akan dijadikan acuan penerbitan izin reklamasi di sejumlah titik pantai di Kepri, dan mengatur izin tambang pasir laut di beberapa wilayah laut di Kepri, termasuk di Kota Batam.
Terkait hal ini, Rudi menegaskan dari awal dirinya menentang ranperda tersebut. Terutama jika kelak ranperda itu melegalkan aktivitas tambang pasir laut di wilayah laut Batam.
“Seluruh Kota Batam saya minta tak ada penambangan pasir laut,” kata Rudi usai menjalani pemeriksaan di Mapolresta Barelang, kemarin.
Wali Kota Batam Muhammad Rudi meninggalkan Mapolresta Barelang usai diperiksa KPK sebagai saksi kasus dugaan suap izin reklamasi yang melibatkan Gubernur Kepri nonaktif Nurdin Basirun, Jumat (26/7/2019). Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id
Penyidik KPK, kata Rudi, fokus mengorek informasi terkait sikap Rudi terhadap ranperda tersebut.
KPK juga menanyakan apa alasan Rudi tidak sependapat dengan Ranperda RZWP3K, terutama soal klausul izin tambang pasir laut.
“Satu kalimat saja. Bahwa saya diminta keterangan tentang penolakan saya atas Ranperda RZWP3K yang di provinsi. Apa alasan saya menolak segala macam, itulah kira-kira,” kata Rudi.
“Kalau tambang pasir darat, tanah bisa bergeser dan longsor, tapi kalau pasir laut saya tak tahu bergesernya ke mana. Karena itulah saya tak menghendaki keduanya,” jelas Rudi.
Selain itu, Rudi juga ditanya seputar rencana Pemko Batam menata Pantai Nongsa. Rudi menjelaskan, Pemko Batam memang berencana menata pantai tersebut untuk kepentingan masyarakat.
Nantinya, pantai tersebut akan menjadi area publik dan tempat wisata murah bagi masyarakat umum.
Sebab menurut Rudi, saat ini sebagian pantai di Batam sudah dikuasai investor dan pengusaha dan dikembangkan menjadi kawasan komersial. Sehingga kadang masyarakat sulit mengaksesnya.
“Lalu rakyat tak mampu dan tak tahu mau berlibur kemana, itulah alasan mengapa saya ambil (keputusan penataan pantai Nongsa),” kata Rudi lagi.(gie)