Rabu, 29 April 2026
Beranda blog Halaman 11090

Ruang Kelas Sesak, Proses Belajar Mengajar di SMP Negeri 9 Kota Batam Tidak Maksimal

0

batampos.co.id – Regulasi Peraturan Walikota (Perwako) dalam acuan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang menampung 40 siswa dalam satu kelas masih menjadi polemik.

Sebab belum adanya pemerataan sekolah antar kelurahan se-Kota Batam.

Dari pantauan batampos.co.id di beberapa SMP Negeri di wilayah Sagulung dan Batuaji, Rabu (24/7/2019), proses belajar mengajar terlihat tidak maksimal.

Seperti di SMPN 11, Batuaji dan SMPN 9, Sagulung Kota. Kegiatan belajar mengajar terlihat kurang nyaman. Pasalnya ruang kelas terlalu sesak karena melebihi daya tampung.

“Awalnya masih mengacu pada Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 yakni satu kelas diisi 36 siswa,” kata Eny Murtiastuti, Kepala Sekolah SMPN 9 Sagulung.

Baca Juga: Satu Kelas Diisi 44 Siswa, Guru SMP Negeri 11 Ajak Siswa Belajar di Luar Ruangan

“Namun, setelah kebijakan rundingan agar siswa zonasi ini tertampung maka aturan yang dipakai adalah Perwako satu lokal diisi 40 siswa,” ujarnya lagi.

Ia mengatakan, proses belajar mengajar sudah memasuki minggu kedua. Di mana untuk siswa kelas VII diisi 40 siswa dari total 440 siswa. Terdiri dari 11 rombongan belajar atau kelas.

Suasana belajar mengajar di SMP Negeri 9 Kota Batam tidak maksimal. Hal itu dikarenakan dalam satu kelas jumlah siswa mencapai 40 orang. Foto: Azis Maulana/batampos.co.id

“Tentu ada kesulitan tersendiri bagi guru untuk mengajar siswa dengan jumlah segitu,” katanya.

Ia menjelaskan, pada PPDB tahap awal total siswa yang ditampung 324 siswa dan terbagi dalam sembilan lokal.

Namun setelah kebijakan dari Wali Kota Batam, Muhammad Rudi dan Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, jumlah siswa saat ini mencapai 440 orang.

“Dan otomatis kelas juga bertambah menjadi 11 kelas,” terangnya.

Untuk bisa mengkondisikan belajar mengajar lebih efektif, pihaknya membagi jadwal belajar mengajar untuk kelas VIII dan IX di laboratorium komputer serta gedung serba guna.

Baca Juga: Siswa Baru Membludak, SMAN 5 Tampung 40 Siswa per Kelas

Kata dia, saat ini beberapa bangunan di SMP Negeri 9 masih dalam tahap renovasi hingga Desember mendatang.

“Untuk mengakomodir agar proses belajar mengajar berjalan efektif, sementara waktu kita pergunakan gedung serba guna untuk siswa kelas VII, bercampur dengan ruang majelis guru,” jelasnya.

Ia menambahkan, agar nilai prestasi siswanya tidak menurun pihaknya memberlakukan sistem ekstrakulikuler pengembangan diri dan kelompok belajar untuk siswa dari jalur prestasi dan umum.

“Pengembagan diri melalui ekstrakulikuler dan kelompok belajar menjadi langkah dari pihak sekolah untuk meningkatkan prestasi siswa,” jelasnya.(cr1)

Ini Pelaku Penggelapan Iuran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan PT Snepac Grup Kota Batam

0

batampos.co.id – Jajaran Satreskrim Polresta Barelang mengamankan pelaku penggelapan uang iuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan milik karyawan dan PT Snepac Grup.

Pelakunya adalah YMP. Pria 51 itu ditangkap di Kelurahan Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Kamis (18/7/2019) lalu.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Andri Kurniawan, mengatakan, pelaku merupakan karyawan PT Snepac dengan jabatan Head Of HRD PT Snepac grup sejak 2015.

Dengan jabatannya itu, YMP menggelapkan iuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan yang dibayar perusahaan dan karyawan.

“BPJS itu iurannya ada dari perusahaan dan karyawan, uang iuran ini dikumpulkan menjadi satu, baru disetorkan ke BPJS,” katanya, Senin (22/7/2019).

“Uang itu sebagian ada yang disetorkannya dan ada yang tidak disetorkan pelaku,” ujarnya lagi.

Dijelaskan Andri, penggelapan iuran BPJS ini sudah dilakukan YMP selama tiga tahun. Mulai Januari 2016 hingga Januari 2019.

Pelaku Penggelapan YMP iuran BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan PT Snepac Kota Batam (dua dari kiri) diamankan satreskrim Polresta Barelang di Kota Salatiga, Jawa Tengah. Foto: Eggi Idriansyah/batampos.co.id

Aksi kejahatannya baru terbongkar pada Maret 2019 dan dilaporkan ke Satreskrim Polresta Barelang.

Mengetahui dirinya dilaporkan pihak perusahan, YMP melarikan diri ke kampung halamannya di Kota Salatiga.

“Selama tiga tahun ini, perusahaan mengalami kerugian kurang lebih Rp 2 miliar dan kami masih menelusuri jumlah kerugiannya,” paparnya.

“Jadi korbannya itu seluruh karyawan PT Snepac maupun PT Snepac itu sendiri,” tuturnya lagi.

Kata dia, usai menerima laporan, pihaknya melakukan penyelidikan dan pada April 2019, kasus ini kemudian ditingkatkan menjadi penyidikan dan dilakukan pencarian terhadap YMP.

Dari informasi yang didapat, YMP diketahui tengah berada di Kota Salatiga dan kemudian dilakukan pengejaran.

“Sesampai di sana, kemudian kami lakukan pencarian dan diketahui pelaku berada di kosannya,” tuturnya.

“Setelah dipastikan kembali, pelaku memang benar ada di kosannya, kemudian dilakukan penangkapan,” ujarnya lagi.

Andri menambahkan, saat ini pihaknya masih menelusuri uang hasil kejahatan tersebut. Sementara dari pengakuan YMP, penggelapan itu dilakukan sendiri dan uang dari penggelapan tersebut digunakannya untuk kebutuhan pribadi.

“Sampai saat ini, kami masih melakukan penelusuran terkait dengan kerugian perusahaan,” jelasnya.

“Untuk pelaku, sementara kami jerat dengan pasal 274 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan,” imbuhnya.(gie)

Ini Kata Kepala Biro Pemprov Kepri, Kadis PU dan Kadis Perhubungan Pemprov Kepri Saat Diperiksa Penyidik KPK

0

batampos.co.id – Kepala Biro Hukum Pemprov Kepri, Heri Mukrizal, satu dari belasan pejabat yang diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lantai 3 Mapolresta Barelang.

Heri yang ditanyai para jurnalis mengatakan ada tujuh kepala dinas yang dimintai keterangan oleh penyidik KPK.

Terkait dengan pertanyaan yang diajukan, Heri mengaku dirinya belum mendapat giliran memberikan keterangan.

Baca Juga: Sehari di Kepri, KPK Geledah 9 Lokasi

Akan tetapi, keterangan yang akan diberikan, kata dia, tidak jauh dari tugas dan fungsi mereka masing-masing.

Kabiro Hukum Pemprov Kepri, Heri Mukrizal, saat ditemui saat dirinya keluar dari ruang penyidikan di Mapolresta Barelang, Rabu (24/7/2019). Hari ini penyidik KPK melakukan pemeriksaan terhadap 8 orang Kepala Dinas di lingkungan Pemprov Kepri. Foto: Bobi/batampos.co.id

“Yang jelas kita sampaikan keterangan yang normatif-normatif saja,” kata Heri.

Beberapa pejabat lain yang berhasil ditemui adalah Kadis PU Kepri Abu Bakar dan Kadis Perhubungan Jamhur.

Abu Bakar yang ditemui seusai dirinya menunaikan ibadah salat zuhur, memilih bungkam. Sementara, Jamhur, terlihat lebih santai.

Jamhur mengatakan, dirinya masih akan memberikan sejumlah keterangan kepada para penyidik KPK.

“Yang umum-umum saja, sesuai dengan tugas kita dulu,” kata Jamhur sambil berlalu dan naik ke lantai 3 Mapolresta Barelang.(bbi)

Komisioner KPU Kepri dan Batam Dilaporkan ke DKPP

0

batampos.co.id – Lima komisioner KPU Provinsi Kepri dan lima komisioner KPU Kota Batam dilaporkan oleh caleg DPRD Provinsi Kepri dari Partai PAN dapil Kota Batam, Syamsuri, ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Laporan tersebut dimasukkan oleh pelapor pada akhir Juni lalu.

“Katanya kan mau diselesaikan secara internal di parpol kami, tapi sampai sekarang tak ada penyelesaian,” ujar Syamsuri Rabu (24/7) siang

“Makanya saya lapor ke DKPP, tak menutup kemungkinan saya juga akan melaporkan pengawas dalam hal ini Bawaslu,” katanya lagi.

Menurutnya, hingga saat ini aduannya ke Bawaslu Kota Batam dan Provinsi Kepri belum ada keputusan.

Ia melaporkan komisioner KPU Kepri dan Kota Batam, atas dasar atas hasil perolehan suaranya di pleno tingkat Kota Batam, unggul 10 suara atas rivalnya di internal parpol yakni Yudi Kurnain.

Namun saat pleno di tingkat provinsi, perolehan suara Syamsuri berubah dan posisinya di bawah, Yudi Kurnain.

“Saya melaporkan ke DKPP karena ada terjadi ketidaksinkronan 360 derajat, perolehan suara saya berubah drastis yang otomatis menggeser posisi saya,” jelasnya.

“Itulah dasar saya melaporkan KPU Kepri dan Kota Batam ke DKPP,” ujarnya lagi.

Menanggapi laporan Syamsuri ke DKPP, Ketua KPU Batam, Syahrul, mengatakan, kewenangan penentuan hasil perolehan suara caleg Provinsi Kepri berada di KPU Kepri, bukan KPU Kota Batam.

Pleno KPU Kota Batam beberapa waktu lalu. Foto: Dalil Harahap/ batampos.co.id

“Masyarakat kan tahu, hasil perolehan suara di tingkat kota, pelapor hasil plenonya yang kami menangkan,” paparnya.

“Semua kami hitung dan kami plenokan dalam forum terbuka dan disaksikan semua orang dan semua instansi terkait,” katanya lagi.

Kata dia, dalam pleno apabila ada pihak yang keberatan, harus berdasarkan bukti.

“Kami main pada argumen pembuktian, apa yang memberatkan, itu bisa dibuktikan salah atau benar, kami akan akomodir itu,” ujar Syahrul.

Pada saat itu, lanjut Syahrul, tak bisa dibuktikan dari partainya sendiri. KPU Batam tetap mengacu kepada hasil pleno di tingkat kecamatan.

“Bahwa di pleno tingkat kota, tidak ada angka atau hasil yang berubah, sama seperti pleno tingkat kecamatan,” jelasnya.

“Kecuali kalau memang ada pembuktian dan kalau kami dilaporkan, itu tak jadi masalah di kami,” tuturnya lagi.

Kata dia, pihaknya akan menjawab semua laporan itu secara terbuka ke DKPP. Syahrul menilai laporan, Syamsuri salah alamat.

Sedangkan Komisioner KPU Provinsi Kepri, Widiyono Agung, mengaku pihaknya sudah mengetahui dilaporkan ke DKPP.

“Secara resminya kami belum mendapatkan panggilan atau teregistrasi di dalam lamannya DKPP,” ujarnya.

“Ketika terjadi perbedaan data atau hasil, seharusnya tempat aduannya bukan ke DKPP tapi di dua tempat,” paparnya lagi.

Pertama ke Bawaslu atau satu minggu setelah kejadian. Informasi yang diperoleh pihaknya, Syamsuari waktu yang dimiliki pelapor ke Bawaslu sudah lewat dari batas yang ditentukan.

“Kedua tempatnya ke Mahkamah Konstitusi,” ujarnya.

Ia mengatakan, kemungkinan tim pelapor kurang mencermati secara detail terkait perkara yang diadukannya ke DKPP.

“Sehingga demi kepuasan batin, maka jalan satu-satunya yakni melapor ke DKPP yang harusnya ke Bawaslu atau ke MK,” jelasnya.

Kata dia, meski melapor ke DKPP, hal itu tidak akan mempengaruhi hasil yang sudah diketuk.

“Intinya kami akan hadapi dengan apa yang sudah kami lakukan dan kami terbuka kalau beliau, (pelapor) mau konsultasi ke kami seperti apa,” ujarnya mengakhiri.

Syamsuri melapor ke DKPP setelah gagal melenggang ke DPRD Kepri. Perolehan suaranya terpaut tiga suara dengan caleg Pan lainnya Yudi Kurnain. Saat pleno tingkat Kota

Batam, Syamsuri memperoleh suara sebanyak 4.119. Namun saat pleno di tingkat KPU Provinsi Kepri, suara Syamsuri menjadi 4.106 atau posisinya berada di bawah Yudi Kurnain.(gas)

Belasan Pejabat Pemprov Kepri Diperiksa di Lantai 3 Mapolresta Barelang Kota Batam

0

batampos.co.id – Sesuai dengan rencana sebelumnya, tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah meminta keterangan terhadap beberapa pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri di Mapolresta Barelang, Kota batam.

Pemeriksaan dilakukan di lantai tiga Mapolresta Barelang. Informasi yang diperoleh batampos.co.id, pemeriksaan dilakukan sejak pukul 09.30 WIB.

Ilustrasi

Ada belasan pejabat Pemprov Kepri yang diperiksa penyidik KPK di Maporesta Barelang. Mulai kepala dinas, kepala bidang, hingga kepala seksi.

Hingga pukul 12.15 WIB atau sekitar tiga jam lamanya, pemeriksaan dihentikan sementara.

Saat itu, sejumlah pejabat terlihat turun melalui tangga gedung menuju masjid di lingkungan Mapolresta Barelang untuk melakukan ibadah salat zuhur.(bbi)

Mau Beli Furniture? ke Yes Furniture Saja, Ada Diskon 20+20 Persen Lho

0

batampos.co.id – Anda Sedang mencari produk furniture yang berkualitas, lengkap, terjangkau dan bergaransi? Yes Furniture bisa menjadi solusi.

Toko yang furniture yang terletak di komplek Ruko The Summer Blok A Nomor 7-9 Batam Center itu menawarkan koleksi terbaiknya dengan harga yang relatif terjangkau.

Ratusan jenis furniture disediakan di toko ini. Berbagai macam jenis dan variasi tersedia di toko ini sehingga konsumen bisa memilih sesuai dengan kebutuhannya masing-masing.

“Toko kami sediakan koleksi furniture terlengkap, baik untuk seluruh keperluan rumah, kantor, kafe, restoran dan hotel,” ujar Mira, Pemilik Yes Furniture, kepada batampos.co.id, Rabu (24/7/2019).

“Kita Melayani grosiran maupun eceran,” kata dia lagi.

Marketing Yes Furniture, Rita, memperlihatkan sofa berkualitas yang ditawarkan di Yes Furniture. Foto. Iman Wachyudi/ batampos.co.id

Mira menjelaskan, di ruko tiga pintu yang dijadikan satu itu terdapat empat lantai. Setiap lantai dibagi dengan item produk yang ditawarkan.

Baca Juga: Kepri Furniture Buka Cabang di Sungai Panas, Ada Diskon Setengah Harga dan Undian Dengan Hadiah Utama Sepeda Motor

“Lantai 1 terfokus pada sofa dan tempat tidur, lantai 2 bedroom set, lantai 3 perlengkapan kantor dan meja makan, sedangkan di lantai 4 untuk lemari,” sebutnya.

Yes Furniture menawarkan kesempatan berbelanja dengan diskon yang fantastis. “Untuk semua produk yang kami tawarkan di toko baru ini diberikan diskon pembelian 20 persen ditambah 20 persen (20+20%),” terang Mira.

Diskon itu, lanjutnya, dapat dinikmati hingga akhir Juli mendatang.

“Kami buka setiap hari dari pukul 09.00 sampai 20.00 WIB, konsumen dapat memilih produk perabotan rumah untuk desain vintage maupun yang minimalis,” paparnya..

Selain berada di komplek Ruko The Summer Blok A Nomor 7-9 Batam Center, Yes Furniture juga ada di Lytech Home Center, Jalan Bengkong Nusantara Batam Center.(iwa)

SMA 26 Batam Masih Buka Pendaftaran hingga Akhir Bulan

0

batampos.co.id – Berbeda dengan sekolah kebanyakan yang kelebihan siswa pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) lalu, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 26 Batam justru kekurangan siswa. Hingga saat ini tercatat hanya 23 siswa yang terdaftar di sekolah tersebut.

SMAN 26 Batam yang kini menumpang di gedung milik SMP Negeri 43 Batam, yang berlokasi di kawasan Perumahan Oma, Batam Center, masih membuka pendaftaran siswa baru hingga akhir Juli ini.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri M Dali mengaku cukup kaget SMAN 26 Batam kekurangan siswa. Padahal, sebelum didirikan sekolah baru ini, ada ratusan orang yang tidak tertampung di SMAN 3 Batam dan puluhan di SMAN 20 Batam.

”Mungkin ada yang sudah mendaftar di swasta, atau tempat lainnya,” katanya, Selasa (23/7).

Terkait masih banyak calon siswa yang menunggu dibukanya rombongan belajar (rombel) baru, baik di SMAN 3 maupun SMAN 20, Dali dengan tegas mengatakan tidak ada penambahan siswa lagi di dua sekolah tersebut, karena jumlah siswanya sudah di tahap maksimal. Apabila ada penambahan, akan mengganggu proses belajar mengajar di sekolah tersebut.

Siswa SMA 26.
foto: batampos.co.id / dalil harahap

”Makanya dibuatkan sekolah baru,” ungkapnya.

Apakah dengan hanya jumlah siswa yang sedikit, SMAN 26 tetap berdiri? Dali menegaskan walaupun hanya 23 siswa, SMAN 26 akan tetap berjalan. Dan ia memastikan proses belajar mengajar akan berlangsung baik dan lancar. ”Saya jamin (mutu) pendidikan di sini,” tegasnya.
Ia mengatakan, guru-guru yang akan ditempatkan SMAN 26 memiliki kualifikasi yang baik. Khusus untuk guru berstatus ASN, ada guru senior sudah memiliki sertifikasi.

”Pengajar di sini (SMAN 26) tidak hanya guru ASN. Nantinya juga ada guru non ASN yang direkrut dari sekolah-sekolah lain,” terangnya. ”Selain itu, Disdik juga akan merekrut guru non ASN baru. Soal gaji, akan dibayar oleh pemerintah (Pemprov Kepri),” sambungnya.

Menyangkut banyaknya orangtua siswa yang khawatir dengan status akreditasi dan nasib sekolah ini ke depan, Dali minta untuk tidak perlu khawatir. ”Pasti akan diakreditasi, itu nanti dibuktikan di ijazah anak-anak saat lulus dari sini (SMAN 26 Batam),” ucapnya.

Anak-anak yang bersekolah di SMAN 26, menurutnya bukanlah anak-anak yang tak memiliki kemampuan. Na­mun karena sistem yang baru, membuat mereka kesulitan masuk ke sekolah-sekolah yang sudah lama berdiri di kawasan Batam Kota.

”Ada anak di sini (SMAN 26) yang nilai UN mencapai 94,85. Sangat luar biasa ini, jadi anak-anak di sini sangat luar biasa,” ucapnya.

Demi meningkatkan minat belajar anak-anak tersebut, Dali berjanji akan menjadi pengajar di sekolah tersebut.

”Saya akan datang ke sini, mengajari anak-anak di sini,” imbuhnya. Dali menambahkan SMAN 26 masih menerima siswa baru hingga akhir bulan ini. ”Siapa yang mau sekolah atau belum mendapatkan sekolah, silakan datang ke SMAN 26,” ungkapnya.

Ia menyampaikan bahwa bangunan sekolah, baik SMAN 25 dan SMAN 26, akan rampung saat penerimaan siswa baru tahun depan. Begitu juga penambahan ruang kelas baru (RKB).

”RKB untuk sekolah-sekolah di Batam, kami rencanakan pertengahan tahun depan sudah selesai,” ucapnya.

(ska)

Kongkow Bareng Helmy Hemilton, Ngobrol soal Pilwako hingga Komitmen Membangun Batam

0

“The Power of Silaturahim” jadi tema yang diusung Batam Pos untuk mendekatkan diri pada relasinya. Selasa (23/7), manajemen Batam Pos bersilaturahmi dengan wakil ketua DPRD Batam, Helmy Hemilton

Santai. Begitulah suasana yang tersaji di rumah makan Nelayan, kawasan Nagoya. Sembari menyantap hidangan menu laut, obrolan mengalir begitu saja. Sedikit “bergosip” soal masa depan Batam.

Pada kesempatan itu, Direktur Batam Pos, Guntur Marchista Sunan, didampingi Business & Marketing Manager batampos.co.id, Iman Wachyudi.

Sambutan hangat ditunjukkan Helmy yang saat itu mengenakan kemeja putih dipadu songkok hitam.

Helmy yang juga politisi Demokrat tengah mempersiapkan diri menyambut pemilihan wali kota (pilwako). Obrolan pun tak jauh dari seputar pesta demokrasi terbesar di Batam itu.

“Alhamdulillah, saat ini memang banyak agenda bertemu dengan masyarakat dan konstituen,” kata Helmy sembari menyeruput es kelapa jeruk.

“Soal pilwako, kita serahkan ke partai. Kalau ditugaskan partai, insya Allah siap,” kata Helmy lagi.

Bagi bungsu dari lima bersaudara itu, Batam adalah kota yang maju. Penduduknya majemuk. Berbatasan langsung dengan Singapura. Etalase Indonesia. Sehingga harus berdaya saing.

Wakil Ketua DPRD Batam Helmy Hemilton (tengah) bersama Direktur Batam Pos yang juga CEO batampos.co.id Group Guntur Marchista Sunan (empat dari kiri) usai kongkow bareng, Selasa (23/7/2019). Foto: Angga/batampos.co.id

“Sudah sekitar 16 tahun saya tinggal di Batam. Tapi bagi saya, Batam ini sudah seperti tanah kelahiran,” jelasnya.

“Sudah seharusnya saya mengabdikan diri untuk kebaikan Batam. Bakti saya untuk Batam,” tambah Helmy.

Di mata dia, pilwako sangat dinamis. Semua kandidat punya peluang yang sama. Tergantung dari program yang ditawarkan kepada masyarakat.

“Soal pilihan, ada di tangan rakyat,” kata dia.

Baginya, jabatan adalah amanah yang harus dijaga. Pengabdiannya selama duduk sebagai wakil rakyat didedikasikan untuk masyarakat Batam.

Ini sebagai bentuk pertanggungjawabannya karena mendapat amanah dari rakyat.

“Semua aspirasi saya, selalu saya peruntukkan untuk masyarakat. Mulai dari proyek fisik seperti semenisasi dan kegiatan lainnya,” ucapnya.

“Karena saya dipilih rakyat, maka semua saya kembalikan lagi ke rak-yat. Ini (jabatan, red) adalah amanah,” ujarnya lagi.

Sementara Guntur mengatakan, pilwako hanyalah gelaran lima tahunan. Menurut pria yang juga CEO batampos.co.id Group itu, yang terpenting adalah bagaimana menjaga Batam tetap kondusif dan menjadi surga investasi serta wisatawan.

“Bagi saya, kepentingan Batam lebih besar ketimbang sekadar pilwako,” katnaya.

“Karena pilwako cuma agenda lima tahunan. Sedangkan Batam untuk selamanya,” paparnya lagi.

Itulah mengapa, kata dia, Batam Pos berupaya untuk bersikap netral. Memberikan porsi yang sama kepada semua pihak.

“Karena Batam Pos adalah milik seluruh masyarakat Batam, milik seluruh kandidat,” jelasnya.

“Sehingga, kami berikan porsi yang sama kepada semua calon kandidat. Termasuk Pak Helmy,” tegasnya.(iwa)

KGB: Wajib Ikut Festival Hijau

0

batampos.co.id – Peserta fun bike ATB-BP Batam Festival Hijau 2019 terus bertambah. Kemet Gowes Brotherhood (KGB) juga tak ketinggalan untuk mendaftar.

Ketua KGB Hadi Sofyan me-ngatakan, sejak terbentuk 2015 silam, komunitas KGB tak pernah alpa mengikuti perhelatan Festival Hijau. ”Sudah masuk agenda tahunan, wajib ikut Festival Hijau,” ujar Hadi, Selasa (23/7).

Ia menjelaskan, komunitas tersebut terbentuk dari berbagai level karyawan PT Kemet Electronics Indonesia, yang punya hobi bersepeda. Selain untuk mewujudkan sehat dengan rutin berolahraga (sepeda), komunitas ini juga ditujukan untuk menjalin keakraban sesama karyawan maupun dengan komunitas sepeda lainnya.

”Latihan rutin digelar setiap minggunya, dan setiap ada event gowes diusahakan untuk tetap ikut seperti Festival Hijau,” terangnya.

Senior Engineer PT Kemet itu mengungkapkan, keterlibatan KGB dalam Festival Hijau merupakan bentuk kontribusi perusahaan untuk ikut memberi perhatian ke lingkungan Batam. Menurutnya, area resapan air (hutan) yang mulai berkurang akibat ulah manusia baik disengaja maupun tidak, harus kembali menjadi perhatian bersama.

”Hutan harus diselamatkan, karena sangat berpengaruh bagi masyarakat Batam dalam ketersediaan air baku, mengingat Batam hanya bergantung dengan curah hujan yang ditampung dalam lima waduk,” jelas Hadi.

Melalui Festival Hijau, aksi menyelamatkan hutan itu dapat diwujudkan yang mengajak masyarakat ikut menanam pohon di hutan yang sebagai daerah tangkapan air, dan mengalami kerusakan cukup parah.

”Menariknya, setiap tahun peserta fun bike diajak ke lokasi waduk berbeda-beda, sehingga kita bisa mengetahui persis bagaimana kondisi alam sekitar saat ini,” ungkapnya.

Ia berharap, kegiatan Festival Hijau semakin banyak mendorong semangat masyarakat di Batam untuk sama-sama menjaga dan merawat lingkungan. ”Semoga pesertanya terus bertambah,” tutup Hadi. (nji)

Menteri Hukum dan HAM: Jangan Terjebak pada Aturan yang Menjebak Investasi

0

batampos.co.id – Kota Batam adalah daerah yang diharapkan bisa menjadi kekuatan ekonomi Indonesia di wilayah Barat.

Namun hingga kini hal tersebut masih belum menjadi kenyataan. Badan Pengusahaan (BP) Batam selaku lembaga yang memegang tanggungjawab untuk mewujudkan harapan tersebut, tidak bisa bergerak sendiri.

Menteri Hukum dan Hak Azazi Manusia (Menkum-HAM), Yasonna Laoly, meminta semua pihak dapat berkontribusi untuk Kota Batam.

“Pesan presiden, aturan yang menyumbat dan menghalangi harus kita rubah, jangan terjebak pada aturan yang menjebak investasi,” kata Yasona lagi, Rabu (24/7/2019).

Menteri Hukum dan HAM, Yasona Laoly. Yasonna hadir pada FGD di Kota Batam dan menyampaikan Presiden, Joko Widodo agar aturan yang menyumbat dan menghalangi investasi harus diubah dan jangan terjebak pada aturan yang menjebak investasi. Foto: Bobi/batampos.co.id

Salah satunya melalui kebijakan yang mendukung hadirnya kenyamanan dalam proses masuknya investasi ke Batam.

“Saya mengajak pengusaha yang ada di Batam Kementerian Pemda untuk bergandengan tangan mendorong Batam sebagai pusat pertumbuhan ekonomi melalui investasi,” ujarnya lagi.

Yasona mengatakan, akan langsung berkoordinasi dengan sejumlah menteri untuk menghilangkan aturan-aturan yang menghambat masuknya investasi di Kota Batam.

Kat dia, penyelarasan aturan itu memang harus segera dilakukan, karena hal tersebut memang menjadi fokus pemerintah.

Yasona hadir di Kota Batam dalam focus group discussion (FGD) penyelesaian permasalahan kebijakan dan regulasi yang menjadi kendala pelaksanaan operasional investasi di KPBPB Batam.(bbi)