Rabu, 27 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11363

Kadisperindag: Tiga Hari ke Depan Harga Cabai Kembali Normal

0

batampos.co.id – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diaperindag) Kota Batam, Gustian Riau, menargetkan harga cabai akan kembali normal dalam tiga hari ke depan.

Menurutnya, harga cabai saat ini sudah mengalami penurunan walaupun masih berada di angka cukup tinggi,  yaitu Rp 90 ribu untuk cabai merah dan cabai setan, dan Rp 80 ribu untuk cabai rawit.

Gustian menuturkan, pihaknya akan langsung berkoordinasi dengan pemangku kepentingan untuk menjamin kemudahan proses distribusi bahan pokok untuk Kota Batam.

Ros, pedagang cabai merah di Pasar Fanindo, Tanjunguncang, Batuaji menyusun dagangannya. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

“Kita pastikan proses distribusinya, sudah kita jalin komunikasi dengan BC (Bea Cukai) juga untuk barang masuk Batam. Mulai hari ini kita turun, kita targetkan dalam tiga hari ke depan harga cabai akan kembali stabil,” kata Gustian ketik ditemui di halaman Gedung DPRD Kota Batam, Batam Centre, Senin (10/6/2019). Baca Juga: Dua Penyebab Harga Cabai di Kota Batam Melonjak Saat Momen Lebaran

Gustian melanjutkan, pihaknya juga akan melakukan komunikasi langsung kepada Direktorat Jenderal (Dirjen) Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) perihal pasokan bahan pangan untuk Kota Batam.

Kepada Dirjen Perdagangan Dalam Negeri ini, lanjut Gustian, pihaknya juga akan meminta arahan terkait rencana kerja sama dengan daerah lain. Baca Juga: Dua Penyebab Harga Cabai di Kota Batam Melonjak Saat Momen Lebaran

“Kita mengajukan kerja sama ke daerah lain nantinya sesuai arahan pusat,” kata Gustian menjelaskan.(bbi)

Menpan RB Pantau Kehadiran ASN se-Indonesia Secara Online

0

batampos.co.id – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Syafruddin, memantau kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) secara online di Command Centre KemenPAN-RB, Senin (10/6/2019).

Dengan menerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), Menteri Syafruddin memantau kehadiran melalui aplikasi SiDina.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Birokrasi (PANRB) Syafruddin (tengah); Walikota Batam, Rudi; (kiri); Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, saat sosialisasi manajemen PPPK di Hotel Swiss Bell Harbourbay, Rabu (23/1/2019) lalu. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Menteri Syafruddin menjelaskan, kehadiran para ASN di 543 pemerintah daerah dan 88 pemerintah pusat terpantau melalui aplikasi tersebut. Hingga saat ini, sejumlah instansi telah menginput data kehadiran ASN.

Laporan setiap instansi pemerintah itu akan ditutup pukul 15.00 WIB, sehingga data akan terus bergerak sampai batas waktu yang telah ditentukan. “Kami memberikan batas waktu kepada instansi sampai pukul 15.00,” ujar Menteri Syafruddin.

Setelah keseluruhan data terkumpul, hasil akan dianalisis dan dijadikan sebagai bahan evaluasi. Evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh dan komprehensif.

Selain memantau secara online, Menteri Syafruddin akan melakukan sidak langsung ke sejumlah instansi.(jpnn)

Konsumsi Avtur di Hang Nadim, Naik

0

batampos.co.id – Memasuki arus balik mudik Lebaran 2019, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I mengantisipasi kenaikan volume kendaraan dengan meningkatkan penyaluran bahan bakar minyak (BBM), terutama jenis premium sebanyak 11 persen selama periode 1 – 6 Juni 2019.

Unit Manager Communication & CSR MOR I Roby Hervindo, menerangkan pertamax menjadi bahan bakar andalan bagi para pemudik di Kepri. ”Selama pekan pertama Lebaran ini, rata-rata melonjak signifikan sebanyak 39 persen. Setara dengan 16 ribu liter per hari dibandingkan alokasi normal,” sebutnya.

Namun lanjut Roby, penyaluran premium pun turut meningkat 2 persen atau 801 ribu liter per hari dibandingkan dengan normal. Volume premium hingga saat ini masih terbesar dengan total penyaluran selama pekan pertama Lebaran ini, yakni sebanyak 4,8 juta liter.

Petugas PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I melalui Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) mengisi bahan bakar avtur ke dalam tanki Pesawat Garuda yang terletak di sayap pesawat tersebut di Bandar Udara Internasional Hang Nadim
foto / teks : IMAN WACHYUDI / BATAMPOS

Sementara konsumen dengan kendaraan berbahan bakar diesel memilih Dexlite. Terlihat dari peningkatan konsumsi sebesar 53 persen. Atau setara 18 ribu liter per hari.

Untuk menghadapi arus balik, Pertamina mengantisipasi dengan memperkuat ketahanan stok BBM. Rata-rata stok yang tersedia di TBBM Medan Group, mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 20 hari ke depan.

Untuk menambah kenyamanan masyarakat dalam menghadapi arus balik, Pertamina memastikan seluruh fasilitas layanan di SPBU dalam kondisi bersih dan berfungsi dengan baik. ”Melalui program bedah musala, kami juga melakukan perbaikan sarana maupun perlengkapan ibadah di SPBU 14.294.726 Kota Batam. Agar masyarakat yang melalukan perjalanan nyaman dalam beribadah,” kata Roby.

Sedangkan untuk avtur, konsumsi di Bandara Hang Nadim, Bandara Raja Haji Fisabilillah dan Bandara Ranai selama periode 22 Mei – 6 Juni meningkat 8 persen dibanding normal.

”Peningkatan signifikan terjadi di DPPU Hang Nadim sebanyak 12 persen selama periode Ramadan,” sebutnya.

Peningkatan penyaluran di DPPU Hang Nadim ini terjadi seiring dengan dibukanya enam penerbangan baru maskapai Lion untuk tujuan Surabaya, Pontianak, Semarang, Yogyakarta, Lampung, Pekanbaru, serta satu penerbangan tambahan Citilink tujuan Surabaya. Ketahanan stok avtur dalam kondisi sangat aman hingga 45 hari ke depan. (yui)

Harga Cabai di Kota Batam Merah Masih “Pedas”

0

batampos.co.id – Harga cabai mulai turun di beberapa pasar di Kota Batam. Namun begitu harganya masih dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan harga normal.

Dari pantauan batampos.co.id di Pasar Pujabahari, Jodoh, harga cabai merah yang sebelumnya dijual Rp 140 ribu per kilogram (kg) kini turun menjadi Rp 90 ribu per kg.

Demikian juga dengan harga cabai rawit yang sebelumnya Rp 150 ribu kini dijual Rp 80 ribu per kg. Sedangkan harga cabai setan yang sebelumnya dijual Rp 150 ribu turun menjadi Rp 90 ribu per kg.

Harga cabai merah di Kota Batam masih tinggi. Hal itu dikarenakan pasokan dari distributor minim dan tingginya biaya pengiriman. Foto: Rani/ batampos.co.id

Meski terjadi penurunan, namun harga tersebut masih lebih tinggi jika dibandingan dengan harga normalnya yakni Rp 30-35 ribu per kg.

Hasan, penjual sayur di pasar Pujabahari mengatakan, tingginya harga ketiga jenis cabai dikarenakan pasokan dari daerah penghasil masih sedikit. “Barang sedikit. Belum ada barang masuk, ” katanya, Senin (10/6/2019).

Selain pasokan berkurang, tingginya harga sewa kargo juga membuat barang tersebut mahal. “Cabai ada yang dari Jawa juga dari Medan. Mahal biaya kirimnya, ” ujarnya.

Tak hanya cabai, harga sayuran hijau seperti Sawi juga masih meroket. Sawi yang didatangkan dari Tanjungpinang tersebut dijual Rp 20 ribu per kg. Padahal harga normalnya kisaran Rp 10-12 ribu per kg.

Misnah, pedagang sayur mengaku tingginya harga tersebut disebabkan barang yang masuk ke Batam masih sedikit. “Saya cuman dapat satu keranjang saja. Barangnya nggak ada,” jelasnya.

Demikian juga dengan harga ayam segar juga masih tergolong mahal. Di pasar Pujabahari harga ayam masih dijual kisaran Rp 38-39 ribu per kg. “Harga belum turun. Mungkin masih suasana Lebaran, ” ujar Ramli, salah seorang penjual daging. (une)

Libur Lebaran Usai, Ribuan Warga Kembali ke Batam

0

batampos.co.id – Gelombang arus balik ke Batam usai libur Lebaran 2019 memasuki puncaknya, Minggu (9/6/2019). Namun jumlah penumpang yang datang melalui Bandara Hang Nadim, terlihat sepi. Sebaliknya, arus balik melalui sejumlah pelabuhan di Batam terpantau ramai, kemarin.

Di terminal kedatangan Bandara Hang Nadim, Minggu (9/6/2019), tidak terjadi penumpukan penumpang yang datang. Bahkan terminal kedatangan terkesan lengang. “Kalau untuk kedatangan memang seperti ini, tak pernah terlihat ramai. Beda dengan penumpang yang berangkat,” ujar seorang petugas bandara, kemarin.

Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Batam, Suwarso, juga mengakui jumlah kedatangan pada Minggu (9/6/2019) kemarin tidak seramai yang diperkirakan. Padahal, kemarin diprediksi merupakan puncak arus balik warga Batam setelah menikmati libur Lebaran di kampung halaman masing-masing.

Sejumlah penumpang pesawat saat menunggu di pintu kedatangan Bandara Hang Nadim Batam. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Hari ini (kemarin, red) memang diprediksi puncak arus balik, namun ternyata masih sepi. Diperkirakan arus balik masih berlangsung hingga seminggu ke depan, terutama hingga hari Rabu (13/6/2019),” ujar Suwarso.

Ia memperkirakan, jumlah penumpang yang datang melalui Hang Nadim sepanjang hari kemarin hanya sekitar 7.000 orang. Jumlah tersebut jauh berkurang jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

“Sabtu (8/6/2019) lalu yang datang cuma 6.000. Tahun lalu sebanyak 8.000 an,” katanya. Hingga memasuki H+4 Lebaran kemarin, Suwarso menyebut jumlah penumpang yang datang jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan pemudik yang berangkat sebelum Lebaran. Penurunannya mencapai 40 persen.

“Penumpang yang datang jauh lebih sedikit dari yang mudik. Sampai sekarang juga tak ada penambahan jadwal maskapai yang datang,” katanya.

Kondisi berbeda terjadi di sejumlah pelabuhan penumpang di Batam. Arus balik melalui pelabuhan terpantau ramai, Minggu (9/6/2019).

Di Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS), misalnya. Sejak pagi pelabuhan tersebut dipadati warga Batam yang kembali dari kampung halaman masing-masing. Pengelola PDS memperkirakan ada sekitar 4.000 penumpang yang datang di pelabuhan tersebut, kemarin.

Kepala Pos Syahbandar PDS, Parsaoran Samosir, mengatakan arus balik melalui PDS sudah terjadi sejak H+1 Lebaran atau pada Kamis (6/6/2019) lalu. Jumlah penumpang yang datang pada hari itu mencapai 3.895 orang.

Masyarakat Kota Batam memadati Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS) pada H+2 Lebaran, Kamis (6/6/2019). Rata-rata mereka hendak melakukan mudik antar pulau di Provinsi Kepri. Foto: Yulitavia/batampos.co.id

Jumlahnya terus meningkat pada H+2 Lebaran, yakni sebanyak 6.343 orang. Sementara penumpang yang berangkat pada H+1 Lebaran sebanyak 3.292 orang dan pada H+2 sebanyak 3.567 orang.

“Hari ini belum puncak arus balik, mungkin yang masuk kerja seperti PNS yang baru kembali. Kalau sekolah masih libur, mungkin satu minggu lagi,” katanya.

Ribuan penumpang yang kembali ke Batam tersebut, lanjutnya, merupakan warga pulau terdekat. Seperti Tanjungbalai Karimun, Tanjungbatu, Selatpanjang, dan lainnya.

“Cuaca hari ini cukup mendukung, jadi arus kedatangan dan keberangkatan berjalan lancar. Kalau cuaca aman, jalan. Kalau tidak berarti ditunda keberangkatannya. Tapi sejauh ini lancar saja,” katanya.

Sementara penumpang yang berasal dari Dumai baru tiba sekitar pukul 13.00 WIB. Sedangkan penumpang dari Buton baru tiba di Batam sekitar 15.00 WIB. Menurut Humas Dumai Line Batam, Asmadi, ada sekitar 1.600 penumpang yang kembali ke Batam dari dua daerah tersebut.

“Armada pengangkut ada enam kapal. Dari Dumai empat kapal sedangkan dari Buton dua kapal,” ucapnya.

Waspada Cuaca Buruk

Mengantisipasi kecelakaan laut akibat cuaca buruk, Polsek Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KPPP) gencar melaksanakan kegiatan patroli dan sambang ke beberapa pelabuhan seperti Pelabuhan Domestik Sekupang, Pelabuhan Punggur, dan beberapa pelabuhan lainnya yang ada di Kota Batam.

Hal ini dilakukan untuk dapat menyampaikan imbaian kepada para nakhoda kapal yang akan berlayar untuk tetap memperhatikan faktor keselamatan penumpang.

“Mengingat belakangan ini cuaca sering tidak menentu. Hujan bisa turun pagi maupun sore hari. Kalau saat hujan biasanya angin kencang dan gelombang tinggi,” ujar Kapolsek KPPP Barelang, AKP Syaiful Badawi.

Awan hitam yang disertai hujan menyelimuti kawasan Simpangjam Baloi. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Ia juga menyampaikan, pihaknya senantiasa mengimbau para nakhoda agar tetap waspada dan mengikuti terus perkembangan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Batam terkait kondisi cuaca terkini.

“Kami meminta kepada pengelola transportasi laut, untuk memperhatikan dan mengindahkan setiap imbauan yang dikeluarkan BMKG. Jika BMKG melarang, lebih baik jangan berangkat dulu,” katanya.

Kendati demikian, hingga kini arus transportasi laut dari beberapa pelabuhan di Batam masih berlangsung lancar dan kondusif. Namun, jika sewaktu-waktu cuaca berubah dan jarak pandang semakin minim, maka KPPP Barelang meminta kepada pengelola jasa transportasi laut melakukan penundaan pemberangkatan.

“Kami akan terus imbau kepada pengelola jasa transportasi laut untuk lebih mengutamakan keselamatan penumpang dengan memperhatikan life jacket dan alat keselamatan lainnya. Termasuk kapasitas penumpang,” tuturnya.

Untuk arus balik Hari Raya Idulfitri 1440 Hijriah melalui pelabuhan, Badawi menyebut sudah terjadi sejak Sabtu (8/6) lalu.

Baik di Pelabuhan Domestik Sekupang, Pelabuhan Roro Punggur, dan Pelabuhan Harbourbay. Sementara untuk arus balik di Pelabuhan Batuampar akan terjadi pada hari ini, Senin (10/6).

“Untuk yang di Pelabuhan Batuampar dari Medan akan bersandar besok (hari ini, red) setelah terakhir sebelum Ramadan kemarin. Penumpang yang akan turun kami perkirakan ada di atas tiga ribu,” katanya.(*)

Pesawat Jakarta-Surabaya Ubah Rute, Kenapa…..

0

batampos.co.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tidak akan memberi toleransi lagi bagi mereka yang menerbangkan balon udara ilegal.

“Kami sudah berkoordinasi dengan kepolisian dan disepakati pelaku balon liar akan diproses pidana,” terang Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana B. Pramesti.

Sesuai pasal 421 UU Nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan, setiap orang yang melakukan kegiatan membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan bisa dipidana penjara paling lama tiga tahun dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Sosialisasi dilakukan ke berbagai lapisan masyarakat. Mulai tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga sekolah. Selain itu, koordinasi dengan Pemkab, Polres, dan Kodim dilakukan untuk penegakan hukum.

Pesawat Lion Air dan Citilink saat berada di Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Foto: Putut Ariyotejo/ batampos.co.id

Kemenhub mewadahi festival balon udara yang sudah menjadi tradisi. Misalnya pada 12 Juni nanti festival diselenggarakan di Ponorogo dan Pekalongan. Balon tersebut juga ada ketentuan tidak boleh melebihi lebar empat meter.

Selain itu, balon harus diikat dengan ketinggian maksimal tujuh meter. “Solusi sudah ada melalui PM 40, bahwa balon udara boleh dengan sejumlah ketentuan. Nah kalau solusinya sudah diberikan, tapi tetap melanggar, maka penegakan hukum harus dijalankan,” ungkap Polana. Baca Juga: Yang Harus Anda Ketahui saat Mengangkut Jenazah via Pesawat

Pihaknya akan menurunkan PPNS Ditjen Perhubungan Udara, Inspektur Navigasi, dan Inspektur Bandara untuk bersama-sama dengan polisi-TNI menindaklanjuti ke proses hukum.

“Operasi di lapangan sudah dilakukan TNI dan Polri. Nanti kepolisian akan memproses hingga BAP, lalu PPNS akan menindaklanjutinya,” imbuhnya.

Dengan alasan keselamatan penerbangan, Polana menyetujui langkah Airnav Indonesia untuk mengalihkan sementara penerbangan rute Jakarta-Surabaya (CGK-SUB). Pesawat diminta melalui jalur yang lebih ke arah utara Laut Jawa.

Di lintasan tersebut dilaporkan aman dari balon udara berukuran besar sehingga keselamatan penerbangan lebih terjamin dibanding melewati lintasan di sisi utara Pulau Jawa. Baca Juga: Bangun Pabrik Pesawat di Batam

Polana juga memaklumi jika lintasan tersebut agak lebih panjang sehingga membuat perjalanan sedikit lebih lama. ”Kami mohon maaf kepada penumpang dan maskapai karena waktu perjalanan sedikit lebih lama,” ungkapnya.

Polana memastikan bahwa pengubahan lintasan rute tersebut bersifat sementara sampai lintasan penerbangan dinyatakan bebas dari bahaya balon udara berukuran besar.

Direktur Utama AirNav Indonesia Novie Riyanto menyatakan, pihaknya mengalihkan rute penerbangan karena banyaknya laporan pilot bertemu balon udara di ketinggian terbang pesawat.

“Memang, laporan pilot dari hari pertama lebaran sampai saat ini terus menurun. Namun dengan alasan keselamatan, kami mengalihkan rute,” ucapnya. Dia pun membenarkan pengalihan rute ini merugikan karena jarak tempuh lebih jauh dan bahan bakar  lebih boros.

Dia pun mendukung langkah tegas pemerintah untuk menindak pelaku balon udara liar. Novie juga bersedia untuk memberikan data jika diperlukan dalam penyidikan.(lyn/oni)

Proyek Jalan Dua Jalur Seitemiang Terhalang Pemukiman Liar

0

batampos.co.id – Pengerjaan jalan dua jalur di ruas jalan sekitaran Seitemiang, Kota Batam, terhalang pemukiman liar yang berada di area tersebut. Hingga saat ini pembangunan masih sebatas penggalian ruas jalan baru untuk jalur Batuaji-Sekupang.

Dari pantauan batampos.co.id, penggalian sudah sampai di gerbang Tempat Pemakaman Umum (TPU) Seitemiang dari Seiharapan, Sekupang. Proyek peningkatan akses jalan utama dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat itu berjalan lambat dikarenakan harus membelah sejumlah bukit yang menjulang dari kawasan hutan Seitemiang.

Bukit yang dibelah untuk akses jalan baru cukup panjang dan keras. Sehingga memakan waktu yang cukup lama. Selain membelah bukit, proyek itu juga harus diberangi dengan pembuatan gorong-gorong. Baca Juga: Lagi Jalan Diponegoro Kota Batam Menelan Korban jiwa

Alat berat eskavator mengeruk bukit di Jalan Diponegoro Seitemiang, Tanjungriau, Sekupang, Senin (15/4). Pemotongan bukit ini untuk pembuatan jalan jalur dua antara Sekupang dan Batuaji. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

“Sudah lumayanlah. Yang berat itu belah bukit-bukit ini tapi alhamdulilah sudah lewat semua, tinggal meratakan dan pengerasan,” ujar seorang pekerja yang enggan namanya disebutkan kepada batampos.co.id lokasi proyek, Senin (10/6/2019).

Kata dia, proyek tersebut tak ada kendala lagi sehingga proses perampungan selanjutnya akan berjalan normal adanya. Namun demikian, mereka berharap dukungan dari Pemk Batam agar rintangan lain seperti pemukiman liar di sekitar lokasi ruas jalan yang belum dan akan dikerjakan segera ditertibkan. Baca Juga: Makin Rawan, Sehari Dua Pengendara Meninggal Dunia di Jalan Diponegoro Kota Batam

Menurutnya, pemukiman liar berada di atas row jalan masih cukup banyak. Mulai dari Simpang Tobing hingga depan perumahan Mutiara Hijau. “Ada puluhan bangunan di sekitar pembangunan ini dan saat ini masih berdiri,” jelasnya.

Sekretaris Satpol PP Kota Batam, Fridkalter, saat dikonfirmasi mengaku belum mendapat informasi tentang kebutuhan lokasi yang akan dijadikan akses jalan di area Seitemiang. Sehingga sampai saat ini pihaknya belum melakukan penertiban. Baca Juga: Walikota Batam: 2025 Batam Bebas Jalan Rusak

“Untuk kepentingan umum apapun yang ada di atas row jalan akan ditertibkan. Apalagi jika sudah terdesak harus ditertibkan karena jalan ini untuk kepentingan umum,” ujarnya.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, sebelumnya menargetkan proyek jalan dua jalur yang sempat mangkrak sejak tahun 2014 itu, rampung tahun ini. Jalan yang menghubungkan wilayah Sekupang dan Batuaji itu memang harus dilebarkan karena rawan kecelakaan dan kerap terjadi kemacetan.(eja)

Dua Penyebab Harga Cabai di Kota Batam Melonjak Saat Momen Lebaran

0

batampos.co.id – Harga komoditas pangan, khususnya cabai di Kota Batam belum berada di kondisi normal. Meskipun saat ini sudah beberapa hari melewati momen lebaran 1440 Hijriyah. Hingga Senin (10/6/2019) hari ini, harga cabe masih berada di angka Rp 90 ribu per kilogram.

Kondisi ini memang sudah lebih baik dibanding pada dua hari sebelumnya, dimana pada Sabtu (8/6/2019) lalu harga cabai Setan di pasar Botania 1 mencapai angka Rp 200 ribu per kilogramnya.

Menanggapi kondisi ini, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, memberitahukan dua penyebab mengapa harga cabai melonjak. Kedua sebab itu adalah tidak adanya penjual dan distribusi cabai dari luar daerah yang terhambat.

Ros, pedagang cabai merah di Pasar Fanindo, Tanjunguncang, Batuaji menyusun dagangannya. Foto diambil beberapa waktu lalu. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Perihal tidak ada adanya penjual cabai di sejumlah pasar, lanjut Gustian, memang berkaitan erat dengan momen libur lebaran ini.

Sejumlah pedagang yang biasanya berdagang, memilih menutup kiosnya untuk menikmati momen lebaran bersama keluarga.

“Sehari sebelum lebaran kita datangi beberapa pasar, ada di Mitra Raya, Taman Raya, dan Botania, hasilnya memang sedikit sekali pedagang yang buka. Tidak ada pedagang ini masalahnya,” kata Gustian ketika ditemui di halaman Gedung DPRD Kota Batam, Batam Centre, pada Senin (10/6/2019).

Terhambatnya proses distribusi yang menjadi sebab selanjutnya, tutur Gustian lagi, juga tidak bisa dipisahkan dengan aktivitas arus mudik masyarakat menggunakan kapal laut.

Pergeseran moda transportasi mudik yang sebelumnya menggunakan pesawat ke kapal laut, membuat jatah untuk barang yang berasal dari luar kota menjadi berkurang.

Kondisi tersebut, diakui Gustian tidak bisa dihindarkan. Pihaknya terpaksa memakluminya, walaupun akhirnya menimbulkan gejolak atas peningkatan harga cabe secara signifikan.

“Biasanya kita pakai kapal barang, sekarang ini banyak yang mudik dengan kapal, sehingga yang diutamakan penumpang,” kata Gustian.

Lebih jauh, Disperindag sebenarnya sudah mengantisipasi ancaman kenaikan harga pangan pada momen libur lebaran ini. Dengan menyediakan stok cabe yang mencukupi untuk masyarakat Batam hingga akhir periode libur lebaran ini.

Akan tetapi, Gustian tidak menjelaskan lebih detil berapa stok pangan, khususnya cabe yang disiapkan untuk lebaran 2019 ini.(bbi)

3 Lokasi yang Kerap Didiami Pengamen, Pengemis dan Anak Jalanan di Kota Batam

0

batampos.co.id – Kota Batam dikenal sebagai salah satu kota yang cukup berkembang di Indonesia. Namun, hal itu juga berpengaruh terhadap jumlah masyarakat Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Dari beberapa pantauan batampos.co.id, ada sekitar tiga lokasi yang kerap didiami para pengamen, pengemis dan anak jalanan di kota industri ini.

Seorang anak yang diduga PMKS saat berada di traffic light sekitaran Nagoya, Kota Batam. Foto: Bobi/batampos.co.id

1. Lampu merah kawasan industri Batamindo.

Di lokasi ini kerap terlihat beberapa pengamen yang “menjual” suaranya kepada para pengendara saat menunggu lampu lalu lintas menyala hijau.

2. Lampu Merah Kepri Mall

Di sini tidak hanya pengamen, di lampu merah Kepri Mall juga kerap terlihat para pengemis yang mengharapkan belas kasihan pengendara baik roda dua maupun roda empat. Pengemis biasanya tidak sendiri.

3. Lampu Merah di Kawasan Baloi dan Nagoya

Di lokasi ini aktivitas PMKS bahkan berlangsung hingga malam hari. Dari pantauan batampos.co.id sekitar pukul 21.00 WIB mereka masih terlihat bergerak di antara para pengendara.(*)

Warga Malaysia Curi Berlian Senilai Rp 2,6 Miliar

0

batampos.co.id – Seorang tenaga kerja Malaysia ditangkap akibat mencuri sejumlah perhiasan senilai Rp 2,6 miliar atau setara 250.000 dolar Singapura. Ia ditangkap di kampung halamannya di salah satu negara bagian di Malaysia, Rabu (5/6) lalu.

Hasil investigasi polisi Singapura, pria tersebut merupakan karyawan dari toko perhiasan tempat ia mencuri di kawasan Clementi, salah satu kawasan di antara Jurong dan Dover.
Kepala Kepolisian Sektor Clementi, AKP Jarrod Pereira mewakili The Singapore Police Force (SPF) menyebutkan, tersangka setelah melakukan aksinya, langsung kabur. Kembali ke negaranya di Malaysia.

Investigasi polisi juga mengungkapkan dia telah melarikan diri dari Singapura ke Malaysia sebelum laporan masuk ke polisi. ”Dengan kerja sama yang kuat dan bantuan dari Kepolisian Kerajaan Malaysia, pria itu ditangkap di Malaysia pada Rabu, 5 Juni 2019.

ilustrasi

Penangkapan sesuai dengan prosedur, Tim kami dilengkapi surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri Singapura,” ujar Jarrod.

Dia menyebutkan, pria tersebut telah dibawa kembali ke Singapura dan telah menjalani dakwaan persidangan Sabtu (8/6) kemarin. Dia didakwa dengan pidana pencurian disengaja dan pelanggaran kepercayaan dan etika sebagai karyawan.

”SPF tidak akan membiarkan para penjahat yang melakukan kejahatan serius di Singapura karena melarikan diri dari perbatasan kami setelahnya. Tidak. Kami akan memburunya sampai dapat dan minta pertanggung jawaban,” ujar Jarrod.

Jika terbukti bersalah, pria Malaysia tersebut akan dikenai 15 tahun kurungan penjaran dan denda ribuan dolar Singapura. (*)