Kamis, 28 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11362

Candra Ibrahim Dinilai Layak Menjadi Calon Wakil Wali Kota Batam

0

batampos.co.id – Wali Kota aktif Rudi, sejauh ini masih menjadi figur yang dianggap mempunyai peluang paling besar untuk kembali terpilih menjadi Wali Kota Batam untuk kedua kalinya.

Tetapi saat ini ada beberapa figur yang dianggap layak untuk menjadi calon wakilnya selain Amsakar Ahmad. Salah satunya adalah ketua PWI Provinsi Kepri, Candra Ibrahim, tokoh muda dari kalangan profesional.

Praktisi hukum dan akademisi Markus Gunawan, mengatakan, Muhammad Rudi sangat layak untuk melanjutkan periode keduanya menjadi orang nomor satu di Batam.

Direktur Utama Batam Pos yang juga Ketua PWI Provinsi Kepri, Candra Ibrahim. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

“Yang menarik justru siapa yang akan mendampingi beliau sebagai wakil wali kota. Pak Amsakar memang yang paling berpeluang, tetapi banyak juga tokoh lain yang mungkin sangat pantas mendampingi beliau,” katanya, Rabu (12/6/2019).

Menurut Markus, birokrat sangat memungkinkan untuk tetap digandeng. Bisa saja anggota DPRD Batam atau DPRD Kepri terpilih, karena sudah jelas mempunyai basis massa.

“Tetapi yang paling menarik menurut saya adalah munculnya nama bung Candra Ibrahim. Katanya dia untuk Pilkada Natuna. Kalau saya pribadi mengatakan, beliau lebih cocok mengabdi untuk Batam,” katanya. Baca Juga: Lukita Dinarsyah Tuwo Digadang-gadangkan Menjadi Calon Wali Kota Batam

Nama-nama tersebut menurut Markus bisa menjadi referensi bagi Rudi dalam memilih kandidat wakilnya. Di mana semakin banyak kandidat akan semakin bagus. “Jadi nantinya yang terpilih adalah yang paling baik di antara yang baik,” katanya.

Sementara itu ketua DPC PKB Kota Batam, Jefri Simanjuntak, mengatakan, saat ini sudah banyak figur yang memang layak untuk dimajukan dalam Pilkada 2020 mendatang.

Bukan hanya dari kalangan internal partai tapi juga dari profesional. Menurutnya, semakin banyak calon maka akan semakin bagus. Baca Juga: Kepri Siap Pilkada Serentak

“Seperti yang saya katakan sebelumnya, sudah banyak calon yang berpotensi. Dan dari PKB sendiri, siapa yang muda dan punya visi yang jelas akan tetap kita tampung,”katanya.

Ia mengakui bahwa nama Candra Ibrahim memang sudah mencuat dalam beberapa minggu belakangan. Direktur Utama Batam Pos tersebut menurutnya berpeluang dicalonkan oleh semua partai termasuk PKB.

“Tergantung bung Candra berkoordinasi dengan partai mana nantinya. Kalau dari internal kami ada beberapa figur yang layak untuk dimajukan, dan Candra menurut kami layak diperhitungkan. Nah semua figur ini akan kita saring,” katanya.

Menurut Jefri, Batam memang sudah seharusnya dipimpin anak muda yang energik. Yang masih bisa dan mau capek bekerja untuk kepentingan masyarakat. “Kalau kita maunya harus tetap yang muda,” katanya.(ian)

Lampung Punya Gubernur Baru

0

batampos.co.id – Presiden Joko Widodo, melantik Gubernur Lampung periode 2019-2024, Arinal Djunaidi, bersama Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/6/2019) siang.

“Saya ingin Lampung itu berjaya pada masa yang akan datang, karena Lampung mempunyai potensi yang banyak, karena Lampung itu di antara pulau Sumatra dan Pulau Jawa, yang didepannya ada ibu kota (Jakarta), pusat ekonomi,” kata Arinal menjawab pertanyaan wartawan usai pelantikan dirinya sebagai Gubernur Lampung periode 2019-2024.

Arinal menyebutkan, Lampung punya komoditi nasional, rata-rata 10 besar nasional dan bahkan dunia. Tetapi, lanjut Arinal, ekonomi kerakyatannya atau masyarakat masih dalam posisi belum sesuai dengan yang diharapkan dengan potensi, sehingga memerlukan tata kelola yang lebih baik lagi.

“Sehingga dalam hal ini, artinya sektor pertanian dalam artian luas, jadi pangan, perkebunan, kelautan, peternakan, dan kehutanan harus baik, lebih baik dan berfungsi,” tegas Arfinal.

Selain itu, menurut Gubernur Lampung itu, pihaknya akan mengembangkan infrastruktur yang menunjang ekonomi karena bagaimanapun juga sekarang sudah ada jalan tol terpanjang di Indonesia, dan diharapkan tol itu juga bisa memberikan kontribusi terhadap ekonomi yang ada di pedesaan/kecamatan.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi didampingi Wagub Chusnunia Chalim menjawab wartawan usai pelantikan dirinya di Istana Negara, Jakarta Rabu (12/6) siang. (Foto: Jay/Humas)

“Tanpa harus berbasa-basi jalan provinsi harus ditingkatkan, jalan kabupaten harus ditingkatkan,” ujarnya.

Selain itu, Arinal melanjutkan, Lampung itu kaya dengan potensi alam, termasuk wisata alamnya luar biasa. Anggreknya juga 361 varietas di dalam kawasan Taman Nasional.

“Ini akan menjadi wilayah wisata khusus, karena eco-tourism-nya luar biasa,” tegasnya.

Jadi, paling tidak, lanjut Gubernur Lampung, dirinya akan menunjukkan menjadi pilot project di dalam mengembangkan sektor pertanian yang menjadi harapan. Ia menegaskan, bagaimanapun juga, apapun bentuknya kalau kita tidak kelaparan, itu masih sempat dan bisa berpikir.

“Oleh karena itu, ini dulu, ekonomi kerakyatan yang akan dikembangkan. Dan beliau mengesankan backup ibu kota, jangan sampai kebutuhan-kebutuhannya menjadi sulit. Karena 40% kebutuhan DKI itu dari Lampung,” tutu Arinal. (*)

BP Batam Imbau Masyarakat Jangan Mudah Tergiur Tawaran Kaveling Siap Bangun

0

batampos.co.id – Masyarakat diimbau berhati-hati dalam membeli kaveling siap bangun (KSB) yang marak diperjualbelikan secara nyata maupun di media sosial (medsos).

Karena ketiadaan legalitas, maka masyarakat yang membelinya nanti tidak bisa mengurus sertifikat hak guna bangunan (HGB).

”Apabila ada yang menawarkan lahan kaveling, sebaiknya dicek dulu legalitasnya,” kata Kasubdit Humas BP Batam Muhammad Taofan, Selasa (11/6/2019) di kantornya.

BP Batam lanjutnya, sudah tidak mengalokasikan lagi lahan KSB sejak tahun 2000-an. Selain itu, BP Batam kata dia, juga sudah tidak memberikan izin pematangan lahan bagi 33 perusahaan yang memiliki kaveling sejak tahun 2016.

Deretan Kaveling di Kecamatan Sagulung., Kota Batam. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

”Pada dasarnya, mengurus legalitas kaveling itu seharusnya menjadi tugas perusahaan yang memilikinya. Baru kemudian bisa dijual kepada masyarakat. Tapi praktiknya, mereka tidak mengurusnya ke BP, lalu menjualnya kepada masyarakat. Ini yang salah,” tuturnya.

Baca Juga: BP Batam Stop Alokasi Lahan KSB

Seyogyanya, kata Taofan, perusahaan pemilik kaveling harus melapor dulu ke BP sebelum memutuskan menjual kavelingnya. Setelah dijual, maka si pembeli dan penjual harus melaporkan ke BP agar datanya tercatat secara resmi.

”Kalau tidak begitu, nanti si pembeli yang baru tidak memiliki data. Ketika mau bayar UWTO (Uang Wajib Tahunan Otorita), datanya tidak ada sama sekali, tak bisa diproses dan lahannya tak bisa dibangun,” ungkapnya.

Menurutnya banyak kaveling yang dijual hanya dengan bermodalkan surat hibah, tanpa ada legalitas dari BP Batam. Dengan harga yang relatif murah, maka banyak masyarakat yang tergiur. Baca Juga: Lahan KSB Harus Diaudit

Dulu, sambungnya, KSB merupakan solusi untuk mengatasi persoalan sosial karena pembangunan Batam. ”KSB itu lebih kepada hibah karena tujuan awalnya adalah untuk selesaikan masalah sosial, bukan untuk diperjualbelikan,” terangnya.

Untuk itu, sambungnya, BP akan menata ulang kembali KSB di Batam karena pada kenyataannya banyak yang disalahgunakan. ”Kita akan mulai menata lagi dan inventariskan lagi,” pungkasnya.(leo)

Manfaatkan Perang Dagang Amerika-Tiongkok, Kepala Bank Indonesia Minta BP Batam dan Pemko Batam Jemput Bola

0

batampos.co.id  – Perang dagang antara Amerika dan Tiongkok meski dimanfaatkan sebaik mungkin oleh Kota Batam.

Selain dengan meningkatkan daya saing yang lebih kompetitif, juga perlu giat menggelar promosi di negeri tirai bambu tersebut.

Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri, Fadjar Madjardi, mengatakan kegiatan promosi diperlukan untuk memperkenalkan keunggulan Batam serta mengetahui potensi investasi yang bisa diperoleh dari Tiongkok.

“Melihat peluang tersebut harus dilakukan dengan promosi langsung. Sehingga mengetahui potensi industri yang mau pindah (dari Tiongkok-red) itu apa saja. Terus ketika sudah disini, potensi selanjutnya bagaimana. Itu semua harus dari kita,” ujarnya, Rabu (12/6/2019).

Kawasan industri Batamindo, Kota Batam. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Dengan kata lain, kata dia, Badan Pengusahaan (BP) Batam maupun Pemerintah Kota (Pemko) Batam harus berani menjemput bola langsung ke Tiongkok.

“Kita bisa jemput bola untuk mengetahui industri mana yang terdegradasi karena imbas perang dagang di Tiongkok,” ungkapnya. Baca Juga: Batam Diuntungkan Perang Dagang

Gerak cepat harus dilakukan, mengingat Indonesia sudah tertinggal jauh dari Vietnam yang mampu memanfaatkan momentum perang dagang dengan baik.

Fadjar mengatakan, Vietnam sangat serius dalam mengembangkan perekonomiannya. Negeri berpaham komunis tersebut bercita-cita jadi Tiongkok kedua.

“Vietnam sekarang tiba-tiba melesat. Karena mereka serius dan memiliki keyakinan yang tersentralisasi,” paparnya.

Keuntungan berinvestasi di Vietnam bisa dilihat dari proses pengalokasian lahan yang tidak rumit. Karena lahan disana semua milik negara, maka investor tinggal mencari ke pemerintahan disana.

“Vietnam melakukan langkah yang sama seperti yang dilakukan Tiongkok pada awal 2000-an. Contohnya mereka gelar karpet merah untuk investor yang datang,” katanya.

Keuntungan lainnya yakni komponen upah yang lebih bersahabat dibandingkan dengan Kota Batam. Karena berpaham komunis, negara tersebut memegang mutlak standar penetapan upah sesuai kebutuhan.

Menurut Fadjar, komponen upah sangat berpengaruh terhadap penilaian dari para investor. Pergerakan upah di Vietnam memang stabil karena ditentukan oleh pemerintah.  Sedangkan di Indonesia, penentuan upah selalu menemui jalan buntu dan berlarut-larut, tidak lupa juga dihiasi aksi demonstrasi.

Upah Batam Tertinggi di Asia Tenggara

Pada 2018, upah di negara Asia Tenggara lainnya lebih rendah dari Batam. Misalnya di Laos sebesar Rp 2.000.000 atau 1,2 Juta Kip. Di Vietnam sebesar Rp 2.415.000 atau 3.980.000 Dong.

Di Myanmar sebesar Rp 1.500.000 atau 144 Kyat. Di Filipina sebesar Rp 2.500.000 atau 9300 Peso. Di Kamboja sebesar Rp 2.150.000 atau 630.000 Riel. Saat itu, upah di Batam capai Rp 3,5 juta dan sekarang sudah Rp 3,8 juta.

“Investor pasti jeli melihat itu (upah pekerja). Kepastian dan profit itu yang paling penting. Sehingga bisa tahu alasannya ke Vietnam,” ungkapnya.

Baca Juga: Batam Diuntungkan, Perang Dagang Perluas Peluang Pasar Ekspor

Dampak perang dagang antara Amerika dan Tiongkok memang berskala global. Dampak negatifnya dapat dilihat dari penurunan volume perdagangan dunia. Imbasnya juga menyebabkan turunnya kinerja ekspor Indonesia sejak akhir tahun lalu.

“Di sisi lain, tensi perang dagang juga memunculkan ketidakpastian di pasar keuangan dunia. Akibatnya memunculkan gejolak arus modal dan fluktuasi nilai tukar,” kata Fadjar.

Sedangkan dampak positifnya justru dapat dilihat Indonesia sebagai peluang. Akibat pengenaan tarif tinggi untuk barang ekspor dari Tiongkok yang masuk ke Amerika, maka produk tekstil dari negeri tirai bambu itu juga terkena imbasnya.

Padahal sebelumnya Tiongkok dikenal sebagai eksportir tekstil terbesar ke Amerika. Kondisi ini dapat dimanfaatkan Indonesia untuk merebut pangsa Tiongkok di pasar Amerika.

“Strategi relokasi pabrik ke negara lain juga memberikan dampak positif. Tentunya hal ini dapat diperoleh jika daya saing produksi di Indonesia lebih baik dari alternatif negara potensial lainnya,” ujarnya.(leo)

3 Alasan Pemko Batam Ingin Ambil Alih Pengelolaan TPU Dari Yayasan

0

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Batam rencananya akan mulai mengambil alih pengelolaan Tempat Pemakaman Umum (TPU) mulai tahun 2019 ini. Pengelolaan TPU yang selama ini dilakukan oleh yayasan, nantinya akan dipegang oleh Pemkot Batam melalui Dinas Perumahan Rakyat, Pemukiman dan Pertamanan (Perkimtam).

Area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sei Temiang Kota Batam. Foto: Bobi/batampos.co.id

1. Mengatasi Persoalan Biaya

Kepala Disperkimtam Kota Batam, Eryudi, kepada batampos.co.id, Selasa (11/6/2019) sore, menuturkan, ada beberapa hal yang menjadi dasar bagi Pemkot Batam untuk mengambil alih pengelolaan TPU, salah satunya untuk mengatasi persoalan biaya yang saat ini banyak dikeluhkan masyarakat.

2. Biaya Pemakaman Mencapai Rp 1,350 Juta

Saat ini Disperkimtam mendapatkan informasi jika biaya makam termurah ada di TPU Sambau di Kecamatan Nongsa sebesar Rp 800 ribu untuk orang dewasa dan Rp 350 ribu untuk anak-anak.

Sementara di TPU Sei Temiang, biaya pemakaman berada di angka Rp 1.350 ribu untuk dewasa dan Rp 450 ribu untuk anak-anak. Sedangkan di TPU Taman Langgeng, Sungai Panas, biaya makam untuk dewasa sebesar Rp 1,3 juta dan untuk anak-anak sebesar Rp 500 ribu.

Kadis Perkimtam, Eryudi, berharap nantinya biaya yang tidak seragam dan sedikit memberatkan tidak ada lagi.

3. Meluruskan Pengelolaan

Hal lain yang menjadi alasan Pemko Batam ingin mengelola TPU adalah untuk meluruskan pengelolaan pemakaman agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kadis Perkimtam, Eryudi tidak menjelaskan secara detil apa saja hal-hal yang tidak sesuai dengan ketentuan yang dimaksudkannya.

Hanya saja, dengan pengelolaan di bawah Pemko Batam melalui Disperkimtam, aturan yang sebelumnya tidak sesuai akan bisa disesuaikan, melalui mekanisme yang memang telah disusun sebelumnya.

Kata Eryudi, pihkanya terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak yayasan sebagai pengelola TPU dan Badan Pengusahaan (BP) Batam selaku pemilik lahan. Saat ini pihaknya sedang membahas bentuk pengelolaan dan format TPU. Sehingga nantinya pengelolaan TPU akan dilakukan Pemko Batam.(bbi)

baca juga:

Pemko Batam Belum Bisa Membantu Fasilitas Tempat Pemakaman Umum, Ini Alasannya…..

Lagi, Pemko Batam Minta Hibah Tempat Pemakaman Umum ke BP Batam

 

4 Modus Para Pelaku Pembobol Mesin ATM di Kota Batam

0

batampos.co.id – Pembobolan mesin ATM Mandiri dan Permata bank di gerbang kawasan Industri Latrede, Tanjunguncang pagi tadi terus didalami penyidik Polsek Batuaji. Polisi sedikit kesulitan untuk mencari tahu siapa dan berapa banyak pelaku karena belum mendapatkan rekaman CCTv.

1. Matikan Aliran Listrik

Kapolsek Batuaji, Kompol Syafruddin Dalimunthe, mengatakan, rekaman CCTv belum didapat sebab pelaku diduga terlebih dahulu mematikan aliran listrik ke lokasi ATM sebelum beraksi.

Saat pihaknya melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) aliran listrik ke lokasi ATM tidak terhubung.

Dua mesin ATM yang dibobol maling di Tanjunguncang, Kota Batam, Rabu (12/6/2019). Foto: Eja/batampos.co.id

“Listriknya dipadamkan sebelum beraksi jadi kemungkinan tak rekeman CCTv ATM,” ujarnya.

2. Pembobolan Dilakukan Saat Hujan Lebat

Kapolsek Batuaji, Kompol Syafruddin Dalimunthe, mengatakan aksi pembobolan dua mesin ATM di Tanjuncang, terjadi pada Rabu (12/6/2019) dini hari. Saat itu di area tersebut sedang diguyur hujan lebat.

3. Pelaku Diduga Lebih Dari Satu Orang

Selain itu, polisi menduga pelaku pembobolan mesin ATM di Tanjunguncang, Kota Batam, pelakunya lebih dari satu orang dan mengendari kendaraan roda empat.

4. Tarik Pintu Brankas Dengan Rantai

Dari hasil olah TKP, diketahui pelaku terlebih dahulu merusak tutup luar brankas uang masing-masing mesin ATM. Untuk mendapatkan brankas, pelaku menggunakan alat bantu berupa rantai yang kemudian ditarik dengan mobil.

Namun aksi tersebut gagal karena rantai putus saat ditarik mobil. Hingga sata ini polisi juga belum mendapatkan laporan dari pihak bank terkait kehilangan brankas ATM. Dari olah TKP polisi hanya melihat fisik mesin yang rusak.(eja)

Dua Mesin ATM di Kota Batam Dibobol Maling

0

batampos.co.id – Dua unit mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang ada di gerbang masuk kawasan Industri Latrade, Tanjunguncang, Kota Batam dibobol. Kedua mesin ATM itu milik Bank Mandiri dan Permata. Aksi pembobolan diduga terjadi, Rabu (12/6/2019) dini hari saat kawasan tersebut diguyur hujan lebat.

Informasi yang diperoleh batampos.co.id dua unit mesin ATM tersebut ditemukan dalam kondisi rusak pagi tadi saat petugas dari masing-masing bank datang memeriksa. Kerusakan mesin ATM Bank Mandiri mulai dari layar monitor mhingga ke pintu brangkas bagian bawah.

Sementara mesin ATM Permata Bank mengalami kerusakan hingga ke bagian lubang untuk memasukan kartu ATM dan juga keluarnya uang.

Dua mesin ATM yang dibobol maling di Tanjunguncang, Kota Batam, Rabu (12/6/2019). Foto: Eja/batampos.co.id

Pelaku pembobolan diduga lebih dari satu orang dengan mengendarai kendaraan roda empat.

Pelaku diduga berniat membobol brangkas uang yang ada dalam mesin ATM tersebut dengan menggunakan tali rantai kemudian ditarik dengan kendaraan. Namun usaha para pelaku tidak berjalan mulus karena rantai putus.

Untaian tali rantai yang putus kini sudah diamankan di Polsek Batuaji. Selain untaian rantai, di lokasi kejadian polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti lain yaitu satu botol cairan pelembut besi.

Hingga berita ini ditulis, polisi belum bisa memastikan apakah ada brangkas ATM yang digondol maling atau tidak. “Iya ada (pembobolan mesin ATM), masih kami dalami. Kerugian belum tahu lagi,” ujar Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Melky Sihombing.

Pihaknya juga sedang berkoordinasi dengan pihak bank apakah brankas di kedua ATM tersebut hilanga tau tidak.(eja)

Terpilih Secara Aklamasi, Syamsul Bahri Pimpin Kerukunan Warga Tanjung Balik 

0

batampos.co.id – Syamsul Bahri, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPP Kerukunan Warga Tanjung Balik (Kwartab) masa bakti 2019-2022, dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-10 Kwartab yang dilakukan pada akhir pekan lalu.

Syamsul Bahri menggantikan Nasfryzal Carlo, yang telah memimpin Kwartab selama 12 tahun yakni sejak 2007-2019.

Carlo mengatakan, dirinya sudah 12 tahun mengabdi sebagai Ketua Kwartab, sehingga harus ada regenerasi. “Itu guna mempercepat sinergisitas perantau Tanjung Balik dengan Pemerintahan Nagari Tanjung Balik,” ujarnya.

Selain memilih nakhoda baru, Munas ke-10 juga menghasilkan rekomendasi untuk program 3 tahun ke depan. Di antaranya mengupayakan pemindahan Pasar Senin Tanjung Balik yang tidak lagi presentatif untuk menjadi pasar ibu Kecamatan X Koto Di atas.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Ketua DPP Kwartab Nasfryzal Carlo, dan Waki Bupati Solok Yulpadri Nurdin saat acara pulang basamo. Foto: Istimewa untuk batampos.co.id

Usulan lain adalah membangun SD-IT yang sudah ada murid dan yayasan yang mengelola. Tak lupa melanjutkan program tiga tahun lalu yang belum selesai.

Yaitu membuat direktori sumberdaya manusia yang ada pada masing-masing DPC Kwartab, membangun sistem informasi Kwartab, mensinergikan program pemberdayaan pemangku adat dan bundo kandung dengan program nagari.

Selain Munas ke-10, Kwartab juga dilakukan Munas ke-3 Ikatan Pemuda Pelajar Tanjung Balik (IPPTAB) dan Wawan Kurniawan terpilih menjadi ketua DPP IPPTAB periode
2019-2022.

Acara Munas ke-10 Kwartab dibuka Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno yang hadir di Tanjung Balit bersama Wakil Bupati Solok, Yulpadri Nurdin, Minggu (9/6/2019) di Pasar Senen Tanjung Balik.

Dapat Apresiasi Dari Gubernur

Pada kesempatan itu, Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, mengapresiasi para perantau Tanjung Balik yang selalu pulang basamo untuk membangun nagari.

Kata dia, tanpa adanya perantau yang pulang kampung untuk membantu pembangunan nagari, perkembangan nagari menjadi sangat lambat karena kemampuan keuangan pemerintah yang terbatas.

Oleh sebab itu sinergisitas yang baik antara perantau dengan orang yang ada dalam Nagari sangat diharapkan. “Singkirkan ego masing-masing, hilangkan perbedaan dan perpecahan dalam membangun nagari. Kebersamaan dan kekompakan diperlukan sesuai dengan tema Kwartab perkokoh kerukunan warga Tanjung Balik untuk membangun Nagari,” ujarnya.

Gubernur juga mengatakan usulan-usulan yang disampaikan dalam Munas kepada pemerintah. Seperti pembangunan pasar, pembangunan SD-IT, penambahan guru SMK, dan pembangunan lainnya akan ditindak lanjuti sesuai kewenangan dan prosedur yang ada.

Mulai dari bawah melalui Musrembang tingkat nagari, kecamatan, kabupaten, dan provinsi. Sejalan dengan gubernur, Wakil Bupati Solok, Yulpadri Nurdin, juga mengharapkan dengan adanya pulang basamo perantauan Tanjung Balik, akan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

“Sering-seringlah perantau pulang untuk melihat sanak famili dan sekaligus membangun nagari. Membangun nagari bukan hanya fisik saja tetapi ide-ide yang bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat nagari,” ujarnya.

Sudah 28 Tahun Berdiri

Ketua DPP Kwartab 2007-2019, Carlo menyampaikan terima kasih kepada semua masyarakat Tanjung Balik baik yang ada di kampung halaman maupun yang berada
di perantauan atas sokongan dan kerja kersama yang telah diberikan selama 12 tahun.

Selain itu, dirinya mohon maaf jika selama memimpin terdapat kesalahan. “Mari kita
dukung Ketua DPP baru, Syamsul Bahri yang akan menjadi nakhoda Kwartab tiga tahun ke depan,” ujarnya

Carlo memaparkan bahwa Kwartab berdiri secara resmi pada 16 September 1991 atau sudah ada sejak 28 tahun lalu. Organisasi itu kata dia, merupakan perluasan dan pengembangan organisasi perantau Tanjung Balik yang ada di Depok dan Jakarta.

Saat ini telah mempunyai 12 cabang di Indonesia dan 1 Perwakilan luar negeri (Malaysia). Acara pembukaan Pulang Basamo Kwartab ini selain Gubernur dan Wakil Gubernur, juga dihadiri Biro Humas Kantor Gubernur, Camat X Koto Diatas, Teta Midra, Unsur
Forkincam X Koto Diatas, Wali Nagari Tanjung Balik, Zulhidin, Wali Nagari se-X Koto Diatas, para pemangku adat dan bundo kandung, tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh
masyarakat yang ada di kampong dan yang datang dari perantau Tanjung Balik.(*)

Kubangan Raksasa di Ruas Jalan Perumahan di Marina

0

batampos.co.id – Ratusan kepala keluarga (KK) yang berdiam di perumahan Rhabayu dan Laguna Regency Marina, Kelurahan Tanjungriau, Sekupang, berhadapan dengan persoalan yang cukup serius selama musim hujan ini.

Pasalnya akses jalan masuk ke pemukiman mereka belum tersentuh aspal atau semenisasi dan akan menjadi kubangan raksasa sesaat setelah hujan turun.

Tidak hanya becek dan lumpur, lubang menganga juga sangat menganggu kenyamanan dan mengancam keselamatan warga sekitar.

Warga melintasi ruas jalan yang merupakan akses masuk ke perumahan Rhabayu dan Laguna Regency Marina, Sekupang. Foto: Eja/batampos.co.id

Informasi yang diperoleh batampos.co.id, hal tersebut sudah terjadi sejak perumahan-perumahan itu dipasarkan pada 2012 lalu. Sudah tujuh tahun akses jalan masuk masih berupa galian tanah.

Tahun 2018 lalu, sempat ada proyek semenisasi jalan utama jalur tengah di area tersebut. Mulai dari simpang perumahan Graha Mas hingga depan perumahan Oase Marina. Baca Juga: Tak Kunjung Diperbaiki, Masyarakat Tambal Jalan Rusak di Jalan Marina City

Sayangnya semenisasi hanya fokus di sepanjang jalan utama. Sementara jalan masuk perumahan warga tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Pantauan di lapangan, warga sangat kewalahan melintasi jalan berlumpur tersebut sebab tak ada celah jalan yang bagus. Para pengendara khususnya kaum wanita kerap jatuh karena kondisi jalan yang licin.

“Sudah banyak yang jatuh. Ibu-ibu yang kasian kadang bonceng sama anaknya jatuh,” kata Agus, warga setempat.

Kerusakan jalan ini sudah sering disampaikan ke pihak pengembang atau instansi pemerintah terkait, namun belum mendapatkan tanggapan hingga saat ini. Baca Juga: Penambalan Jalan Rusak di Marina City Tidak Merata

Lurah Tanjungriau, Agus Sofyan, yang ditanyai batampos.co.id mengaku akan segera menindaklanjuti keluhan tersebut. Pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak pengembang.

“Akses jalan tersebut masih tanggungjawab pengembang. Sekarnag lagi kami usahakan dengan pengembang,” jelasnya.

Menurutnya, pengerjaan ruas jalan perumahan bisa masuk ke proyek pemerintah. Namun tidak bisa melalui anggaran PIK (percepatan infrastrukfur kelurahan) karena anggarannya cukup besar.

“Ini tetap kami masukan dalam proyek APBD tapi untuk jangka pendek kami akan koordinasi dengan pengembang,” kata Agus.(eja)

10 Tahun Mengabdi di TPU Sei Temiang, Zulkifli Trauma Saksikan Pembongkaran Makam

0

batampos.co.id – Pengalaman mistis menjadi hal yang tidak bisa dihindari bagi mereka yang bekerja di kawasan Taman Pemakaman Umum (TPU). Seiring dengan berjalannya waktu, mereka seolah terbiasa dengan hal-hal ganjil selama bekerja di kawasan pemakaman.

Hal itu diakui oleh Zulkifli, salah satu pekerja di TPU Sei Temiang Kota Batam. Zulkifli telah lebih dari 10 tahun bertugas di sana.

Pria 42 tahun itu mengaku awalnya kaget dengan hal tak biasa yang dialaminya saat pertama kali bekerja di kawasan pemakaman seluas sekitar tujuh hektar itu.

Zulkifli, pegawai di kantor Yayasan Khairul Ummah pengelola TPU Sei Temiang, Kota Batam. Foto: Bobi/batampos.co.id

Aroma wangi yang terkadang tiba-tiba menyengat, suara-suara seram yang tiba-tiba terdengar, sempat membuatnya goyah saat pertama bekerja pada pertengahan 2008 ini.

“Namanya baru, pasti kaget juga, lama-lama jadi berani, cium bau wangi tiba-tiba itu sudah biasa,” kata Zulkifli ketika ditemui batampos.co.id di tempatnya bertugas, Selasa (11/6/2019).

Selama 10 tahun lebih itu, Zulkifli mengaku tidak pernah mengalami ketakutan dan ditakuti seperti melihat sosok makhluk yang menakutkan. Baca Juga: Aneh, Ada Seragam Sekolah di TPU Sei Temiang Kota Batam

Meskipun demikian, bukan berarti ia tidak memiliki pengalaman traumatis selama bertugas membantu Yayasan Khairul Ummah mengurus pemakaman Sei Temiang.

Trauma Saksikan Pembongkaran Makam

Zulkifli menceritakan pengalaman yang tidak bisa dilupakannya hingga saat ini terjadi pada 2017 lalu.

Area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sei Temiang Kota Batam. Foto: Bobi/batampos.co.id

Dia yang bertugas di bagian administrasi memang tidak berurusan langsung dengan jenazah. Namun saat itu, dirinya harus menyaksikan pembongkaran makam setelah tiga hari dimakamkan.

Saat itu ia mengaku sangat ketakutan ketika tidak sengaja melihat kondisi jenazah yang mulai berubah warna, ditambah lagi dengan aroma tidak sedap yang tercium oleh hidungnya. Baca Juga: 20 Ribu Kuburan Hasil Karya Pak Eko di TPU Taman Langgeng Kota Batam

“Bau jenazah memang tidak biasa, pas itu saya sempat pula melihat, tidak tahu kenapa saya sangat ketakutan, sampai sekarang tidak bisa lupa dengan pengalaman itu,” tutur laki-laki berkacamata ini.

Zulkifli melanjutkan, ketakutan yang ia alami itu tidak bisa dijelaskan. Padahal alasan pembongkaran makam tersebut tidak ada kaitan dengan hal-hal mistis atau ketidakwajaran dari kematian jenazah tersebut.

Makam tersebut adalah makam warga Aceh yang meninggal karena tersambar petir, makamnya dibongkar karena pihak keluarga ingin membawa jenazah tersebut kembali ke tanah kelahirannya.(bbi)