TPA punggur menjadi satu-satunya menjadi tempat pembuangan akhir sampah di Kota Batam. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id
batampos.co.id – Sejak awal bulan suci Ramadan jumlah sampah di Kota Batam meningkat lima hingga 10 persen setiap harinya. Rata-rata sampah merupakan sisa makanan habis berbuka atau pun yang dijual di bazar-bazar Ramadan.
Kabid Persampahaan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, kepada batampos.co.id, Faisal mengatakan, peningkatan sampah itu hampir terjadi di semua lini.
Namun, kata dia sampah paling banyak didapati di bazar dan pasar. “Kalau perharinya 900 ton, 10 persennya berarti nambah 90 ton. Hampir 1000 ton sehari, ” ujar Faisal, Selasa (14/5/2019)
Meski begitu, pihaknya telah mengantisipasi penambahan sampah dengan memaksimalkan kerja petugas kebersihaan. “Ya, kami menghindari terjadinya penumpukan sampah,” pungkas Faisal.(she)
Suasana PPDB di SMPN 3 Batam. foto: batampos.co.id / yulitavia
batampos.co.id – Tingginya antusias orangtua untuk mendaftar di hari pertama PPDB membuat proses pendaftaran online atau daring terkendala. Seperti yang terjadi di SDN 006 Sekupang.
Pendaftaran online sempat terkendala karena server eror saat operator mengunggah data siswa. “Sepertinya dari pusat. Kami sudah laporkan hal ini kepada Disdik Batam juga,” kata Kepala SDN 006 Sekupang, Wan Kasmawati, kepada batampos.co.id, Selasa (14/5/2019).
Menurutnya, pada hari pertama pihaknya hanya menerima 50 berkas dari orangtua dan 25 diantaranya sudah diunggah. Sementara sisanya akan diunggah setelah sistem kembali pulih. Baca Juga: Hari Pertama PPDB, Orangtua Serbu Sekolah
“Berkas tadi tetap diterima. Namun upload data ke sistem hanya sebagian dan dilanjutkan besok,” ujarnya.
Kata dia, orangtua yang sudah datang memang diminta meninggalkan sekolah dan kembali esok hari. “Pendaftaran kan masih panjang, jadi masih ada waktu daftar kembali,” lanjutnya.
“Hari ini baru ada 15 calon siswa yang kami terima dan memang kami batasi karena operator juga terbatas. Selain itu anak- anak masih ada yang belajar,” ujar Kepala SMPN 56 Batam Nurhayati.
Ia mengatakan memang ada gangguan pada sistem di beberapa sekolah. Namun hal itu ternyata tidak terjadi di sekolah yang dipimpinnya. “Alhamdulillah kami lancar. Jadi pendaftaran online bisa dilakukan operator,” katanya. Baca Juga: Berita PPDB; Siswa Bisa Pilih Dua Sekolah Satu Zonasi
Nurhayati mengaku tidak mengetahui apa yang menyebabkan terjadinya gangguan server di beberapa sekolah. “Tidak tahu juga permasalahanya, apakah ada hubungan dengan login ke sistem atau lainnya. Tadi memang sempat di bahas di grup kepala sekolah,” pungkasnya.(yui)
batampos.co.id – Total tunggakan sebanyak 30 perusahaan ke BPJS Ketenagakerjaan yang nilainya mencapai Rp 474 juta lebih. Tunggakan terbesar ada di salah satu perusahaan granit yang mencapai Rp 318 juta lebih.
Devi, pengunjung Masjid Jabal Arafah membaca salah satu buku koleksi yang dimiliki perpustakaan tersebut. Foto: she/batampos.co.id
batampos.co.id – Masjid Jabal Arafah merupakan salah satu tempat ibadah kebanggaan umat muslim di Kota Batam, Provinsi Kepuluan Riau. Masjid yang berjarak selemparan batu dari pusat perbelanjaan di Kota Batam ini, ternyata memiliki perpustakaan dengan 9 ribu koleksi buku.
Bagi Anda yang berkesempatan datang ke sana, batampos.co.id merekomendasikan Anda untuk mengunjung perpustakaan yang berada di lantai satu masjid tersebut sembari menunggu waktu berbuka puasa. Di dalam perpustakaan yang diperkirakan memiliki luas 10×10 meter persegi ini, pengunjung dapat dengan leluasa membaca buku.
Buku-buku di masjid tersebut tidak hanya mengenai agama, tapi ada juga buku umum seperti psikologi, biografi bahkan novel yang pasti akan membuat Anda semakin betah berada di sana untuk menemani Anda sembari menunggu jam berbuka puasa.
“Ada sembilan ribu buku yang bisa dipilih, tapi buku tak bisa dibawa pulang, hanya bisa dibaca di tempat, ” ujar Nadia, karyawan Perpustakaan Masjid Jabal Arafah, kepada batampos.co.id, Selasa (14/5/2019).
Menurut dia, sebagian buku-buku itu merupakan hibah dari beberapa pihak swasta. Meski sudah memiliki koleksi sembilan ribu buku, pihaknya masih menerima hibah buku apa saja untuk diletak di perpustakaan.
“Kami juga baru dapat penghargaan perpustakaan umum tiga terbaik nasional, ” terang wanita berhijab itu.
Tidka hanya itu, pengunjung juga dapat berinternet ria di perpustakaan tersebut. Ada lima komputer yang disiapkan dan dapat digunakan gratis oleh pengunjung selama perpustakaan buka.
“Kami buka dari jam 9 pagi sampai jam 8 malam. Tiap hari buka, kecuali hari raya, ” imbuh Nadia. Selama Ramadan, lanjutnya jumlah pengunjung ke perpustakaan masjid Jabal Arafah meningkat drastis.
Jika hari biasanya hanya didatangi 30 pengunjung, namun sejak Ramadan jumlahnya naik tiga kali lipat. “Sekarnag hampir 100 pengunjung per hari dan biasanya ramai jelang berbuka, ” ujar Nadia.
Para pengunjung Masjid Jabal Arafah juga akan mendapatkan makanan berbuka puasa gratis dari pengurus. “Di sini disediakan takjil 300 sampai 500 porsi, kalau akhir pekan jumlahnya bisa sampai 700 porsi,” pungkas Nadia.(she)
Lurah Tanjungriau, Agus Sofyan, menemui orangtua yang akan daftarkan anaknya di SMPN 47 Marina. Foto: Eja/batampos.co.id
batampos.co.id -Penerimaan peserta didik baru (PPDB) online tingkat SMP dibuka serentak hari ini, Selasa (14/5/2019) pagi. Hampir semua sekolah negeri di Batuaji dan Sagulung dibanjiri masyarakat yang ingin mendaftarkan anaknya.
Para orangtua yang datang bersama anaknya masing-masing sudah memenuhi lingkungan sekolah sejak subuh agar memperoleh nomor urut terdepan. Padahal sekolah baru buka pukul 08.00 WIB.
Seperti di SMPN 47 Marina. Aksi desak-desakan di gerbang sekolah membawa petaka bagi seorang ibu yang ingin mendaftarkan anaknya. Wanita yang belum diketahui indetitasnya itu, harus dilarikan ke klinik terdekat sebab jari tangannya terjepit pintu gerbang, saat pihak sekolah membuka gerbang sekitar pukul 08.00 WIB.
“Padahal kami sudah beri arahan untuk tidak berdesak-desakan tapi tetap saja terobos. Ibu itu mungkin pegang di ujung gerbang jadi saat dibuka tangannya kejepit,” ujar ketua Panitia PPDB SMPN 47, Jasin.
Kata Jasin, orangtua yang ingin daftar anaknya di sekolah tersebut sudah antre sejak pukul 04.30 WIB. Mereka lanjutnya adalah warga dari empat kelurahan terdekat. Di antaranya Kelurahan Tanjungriau, Kecamatan Sekupang, Kelurahan Bukit Tempayang dan Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji.
Selain itu ada juga warga yang datang dari Kelurahan Sagulung Kota, Kecamatan Sagulung. “Disini zonasinya lintas kecamatan, karena berada di wilayah perbatasan Kecamatan Sagulung, Sekupang dan Batuaji. Jadi agak banyak peminat,” katanya.
Kata Jasin, meski banyak peminat tak seharusnya para orang tua berdesak-desakan di hari pertama PPDB. Sebab lanjutnya, PPDB masih dibuka hingga 29 Mei 2019 mendatang. Jasin menjelaskan, sistem PPDB online mengharuskan orangtua atau calon siswa datang dan mengisi sendiri data di sekolah dan bisa dilakukan selama masa PPDB berlangsung.
“Hari pertama ini sebenarnya fokus untuk pengambilan nomor antrean pendaftaran,” katnaya. Setelah mendapatkan nomor antrean, para orangtua tinggal menunggu hari yang ditentukan untuk datang dan mendaftar.
“Karena input data kami batasi 30 peserta saja perhari dan itu tetap mencukupi kok karena PPDB buka sampai tanggal 29 nanti,” jelas Jazin.
Dengan adanya kejadian itu, Jazin, berharap agar orangtua colon siswa tak perlu lagi berdesak-desakan atau datang lebih awal sebab pendaftaran akan dilayani sesuai dengan nomor antrean yang sudah diambil.
Datang Sedari Subuh
Selain berdesak-desakan para orangtua sudah mendatangi sekolah sejak subuh. Salah satunya Asnah. Warga Bengkong Harapan, Bengkong, itu datang untuk mengambil nomor pendaftaran di SMPN 6 Batam sekitar pukul 05.00 WIB.
Namun keinginannya untuk mendapatkan nomor antrean pertama tidak terwujud. “Saya dapat nomor antrian 47 padahal datang pagi-pagi sekali, ada yang lebih dulu ternyata,” kata Asnah ketika ditemui batampos.co.id di SMPN 6 Batam sekitar pukul 10.40 WIB.
Para orangtua terlihat mengantre di SMPN 6 Kota Batam. Foto: bbi/batampos.co.id
Wanita 45 tahun itu mengaku tidak mengalami kendala sama sekali untuk mendaftarkan anaknya. Hanya saja, dirinya harus menunggu antrean yang cukup memakan waktu. Meskipun pihak sekolah telah menyiapkan layanan terhadap lima pendaftar sekaligus.
Hal senada diungkapkan Adam. Pria 59 tahun itu mengatakan datang ke SMPN 6 sekitar pukul 07.00 WIB dan hampir tidak kebagian nomor antrean. Dari total 60 pendaftar yang mampu dilayani sekolah ini, Adam mendapatkan nomor antrean 55.
“Saya datang sudah penuh, padahal pembagian nomor antrean baru mulai jam tujuh pagi,” kata Adam.
Adam melanjutkan, anaknya, Zaki, menginginkan sekolah di madrasah (Madrasah Tsanawiah). Akan tetapi sistem yang tidak sejalan antara sekolah swasta dan sekolah negeri, membuat niat anaknya tersebut tidak terpenuhi.
“Kita belum ujian, sekolah swasta sudah ujian duluan, jadi terlambat ikut pendaftaran,” jelasnya. Pemilihan SMPN 6, lanjutnya karena sekolah tersebut berada di zona yang sesuai dengan tempat tinggalnya.
Pantauan batampos.co.id di SMPN 6 Batam, para calon siswa dan orangtua masih terlihat membanjiri sekolah tersebut. Mereka umumnya sudah menyelesaikan proses pendaftaran dan tinggal menunggu pihak sekolah mengeluarkan surat keterangan telah mendaftar di sekolah ini.(eja/bbi)
batampos.co.id – Kehadiran media sosial, kini dapat mendatangkan rejeki yang menguntungkan bagi mereka yang berhasil memanfaatkannya. Seperti yang dilakoni Freddy Huang.
Pria kelahiran Batam 6 Juli 1994 itu, ia menjadi cepat populer dengan akun Instagramnya @freddyhwk. Dia menjadi salah satu model fesyen yang cukup terkenal.
Selain itu Freddy juga mempromosikan restoran, pakaian, barang-barang branded, jam tangan,makanan, minuman, sepatu, tas, aksesoris, juga produk-produk lainnya kepada 108 ribu followers-nya.
Tidak mengherankan setiap bulannya Freddy bisa menghasilkan puluhan juta rupiah dari meng-endorse. Hidup berkecukupan memang jadi tujuan Freddy, setelah sang ibu dan ayahnya yang bercerai sejak ia dan kedua saudaranya masih kecil, tentu terasa berat.
Hari-hari Freddy dihabiskan untuk bekerja apa saja, yang penting halal. Termasuk menjadi figuran di film Sense Of Our Falavor, film produksi Singapura namun mengambil lokasi syuting di Batam. Menjual kaos, gelang, jaket dan aksesoris merek freddylabels yang ia jual secara online. Semua dijalani Freddy dengan senang dan tak lupa ia selalu bersyukur.
“Bekerja apa saja yang penting halal dan bisa membantu mama, kakak dan adik, itu saja sudah lebih dari cukup. Yang penting tak lupa untuk selalu dan terus bersyukur,” ujar anak kedua dari tiga bersaudara itu.
Freddy mengaku dirinya juga kerap kali diundang ke event-event tertentu, seperti peresmian restoran baru, toko baju, toko tas, toko sepatu dan lainnya agar acara peresmian tersebut diposting di Instagramnya.
“Aamiin, syukurnya setiap kali saya memposting kegiatannya di event, akan mendapat antusias dari para masyarakat,” ujar sarjana manajemen ini.
Selain aktif di Instagram, Freddy yang hobi traveling juga selalu mendokumentasikan perjalanannya yang kemudian ia unggah ke Youtube. Dari kegiatan ini ia mengaku bisa mendapat Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta.
“Jumlah subscribers masih sedikit, mudah-mudahan nanti bisa menjadi banyak. Tapi lumayan banget bisa buat nambah uang jajan, juga buat beli keperluan lainnya,” ujar pria yang memiliki lebih 1.900 subscribers di channel YouTube-nya.
Freddy bercerita banyak keuntungan yang dia dapat semenjak menjadi selebgram, seperti jalan-jalan yang dibiayai, mendapatkan produk-produk terbaru, teman-teman baru, pengetahuan dan penghasilannya pun bertambah.
Selain itu ia juga dengan mudah mengenalkan produk freddylabels miliknya kepada masyarakat melalui akun Instagram freddylabels dan freddyhwk.
“Pelan-pelan ekonomi keluarga mulai terangkat, yang tadinya tinggal di kos-kosan, kesana kemari naik angkutan umum sekarang bisa beli rumah dan mobil, aamiin,” ujar alumni Gici Bussiness Shcool ini.
Bagi yang ingin membeli produk freddylabels ataupun meng-endorse produk-produk yang ingin diposting di freddyhwk bisa menghubungi 089686260944 atau WA ke +6581835375. (iwa/adv)
Komisioner KPU Provinsi Kepri menggelar pleno rekapitulasi suara Pemilu 2019 tingkat Provinsi Kepri, Senin (13/5). Berdasarkan hasil pleno KPU, banyak wajah baru yang terpilih menjadi anggota DPRD Kota Batam periode 2019-2024. Sementara untuk DPRD Kepri masih akan didominasi wajah-wajah lama. Foto: Dokumentasi KPU Kepri untuk Batam pos
batampos.co.id – Berbeda dengan DPRD Batam, anggota DPRD Provinsi Kepri periode 2019-2024 akan didominasi wajah-wajah lama. Sekitar 56 persen caleg petahana berhasil terpilih kembali.
Dari 45 anggota, hanya 20 orang yang merupakan pendatang baru. Berdasarkan hasil Pleno KPU Provinsi Kepri, hanya ada 10 partai politik (Parpol) yang berbagi kursi DPRD Kepri untuk priode lima tahun ke depan.
Parpol tersebut adalah PDI Perjuangan, Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai NasDem, Partai Gerindra, Partai Hanura, Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Beberapa wajah baru yang akan mewarnai DPRD Kepri nanti dari Dapil Kepri 1 (Tanjungpinang) adalah Lis Darmansyah, Eis Aswati, Bobby Jayanto. Kemudian dari Kepri II (Bintan-Lingga) ada nama Debby Maryanti, Harlianto, Kamaruddin Ali, dan Khazalik
Melangkah ke Kepri III (Karimun), ada nama Bakti Lubis, dan Zainuddin Ahmad.
Selanjutnya Kepri IV (Batuampar, Bengkong, Lubukbaja, Batam Kota) ada Uba Ingan Sigalingging, Raden Hari Cahyono, Yudi Kurnain, Surya Sardi, dan Wirya Putra Silalahi.
Berikutnya di Kepri V (Sekupang, Batuaji, Sagulung, Belakangpadang) ada Sugianto, M. Ridho, dan Suigwan.
Kemudian Wahyu Wahyudin menjadi satu-satunya wajah baru dari Dapil Kepri VI (Seibeduk, Sembulang, Galang, Nongsa). Sedangkan dari Dapil Kepri VII (Natuna-Anambas) ada Hadi Candra dan Ilyas Sabli.
Pada saat berlangsungnya pleno hasil pileg di Dapil Batam, diwarnai dengan berbagai intrupsi dari sejumlah saksi. Pasalnya saksi dari Partai Amanat Nasional (PAN) Herly Irawan, memprotes rekapitulasi perolehan suara caleg nomor urut 4 dan nomor urut 3.
Kepada KPU dan Bawaslu, Herly Irawan, mengatakan, dari 4.119 total perolehan suara Caleg PAN Nomor urut 4 atas nama Syamsuri dituding memeloroti suara caleg PAN Nomor urut 3 Nursafriyadi di TPS 17 Kampung Seraya, Batam. Akibatnya suara Nursyafriadi berkurang.
Sebelumnya, KPU Kota Batam mengaku sudah menyelesaikan permasalahan tersebut. Namun berdasarkan Bukti BA1, akhirnya KPU Kepri dan Bawaslu mengurangi 13 suara Syamsuri dari 4.119 menjadi 4.106 suara. Sedangkan suara Nursyafriadi bertambah menjadi 1.992 suara.
Dengan berkurangnya perolehan suara tersebut, mengakibatkan Syamsuri yang sebelumnya mewakili PAN di kursi DPRD Kepri dari Dapil 4 Batam, kalah 3 suara dari Caleg PAN nomor urut 10 Yudi Kurnain yang memperoleh 4.109 suara.
Ketua Bawaslu Kepri, Heri Papeni, yang terlihat agresif dan proaktif untuk perbaikan perolehan suara caleg PAN itu mengatakan, pengalihan 13 suara caleg PAN momor urut 4 ke caleg nomor urut 3 sudah sesuai dengan dokumen BA1 yang dibawa saksi. “Atas dokumen BA1 saksi, maka 13 suara di TPS 17 tetap milik caleg Nomor urut 3 Nursyafriadi,” ujar Papeni.
Sementara itu, Komisioner KPU Kepri Arison mengatakan, sistem penghitungan kursi untuk DPR, DPRD provinsi, dan kabupaten/kota menggunakan rumus Sainte Lague. Aturan mengenai metode tersebut tertuang dalam UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017. Dalam pasal 414, disebutkan bahwa setiap partai politik peserta pemilu harus memenuhi ambang batas perolehan suara sebesar 4 persen.
“Partai yang tidak memenuhi ambang batas tak akan diikutsertakan dalam penentuan kursi di DPR. Sementara itu, untuk penentuan kursi DPRD provinsi dan kabupaten/kota, seluruh partai politik akan dilibatkan,” jelas Arison.
Setelah memenuhi ambang batas, perolehan suara partai itu akan dikonversi menjadi kursi di DPR pada setiap daerah pemilihan. Sesuai pasal 415 ayat 2, suara partai itu akan dibagi dengan pembagi suara bilangan ganjil.
“Artinya untuk DPRD provinsi, parpol bisa mendapatkan dua kursi, jika perolehan suara kursi pertama 50 persen lebih banyak dari perolehan partai politik lainnya,” kata Arison.
PDIP Pertahankan Kursi Pimpinan
Sementara itu, meskipun sama-sama meraih delapan kursi dengan Golkar, PDI Perjuangan tetap akan mempertahankan tahta pimpinan DPRD Kepri untuk periode 2019-2024 mendatang.
Karena partai tersebut secara keseluruhan unggul 17.728 suara. Berdasarkan data rekapitulasi yang dibacakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepri, PDI Perjuangan menang di lima Daerah Pemilihan (Dapil). Jumlah perolehan kursi PDI terbanyak adalah di dapil Kepri IV, dan V (Batam). Sedangkan Partai Golkar meraih kursi terbanyak di Dapil Kepri II (Bintan-Lingga).
“Di Dapil Batam, Golkar meraih tiga kursi. Sedangkan PDI Perjuangan lima kursi. Sehingga mereka punya kans mempertahankan posisi ketua dewan,” ujar Badan Pemenang Pemilu (Bapilu) Partai Golkar Kepri, Asmin Patros.
Menurut Asmin, Golkar hanya menang suara di Dapil Kepri II dan Kepri VII. Namun jumlah kursi sama, yakni delapan. Karena meskipun PDI-P mendapatkan lima kursi di Batam, namun kehilangan satu kursi di Bintan-Lingga.
“Ketentuan final memang dilihat dari suara akhir partai secara keseluruhan,” jelas Asmin Patros.(jailani)
Maaz Ismail (kiri) dalam pertemuan adat di Gedung LAM Kota Batam. foto: batampos.co.id / bobi bani
batampos.co.id – Peradaban Melayu sangat kental dengan istilah adat, aturan yang dilaksanakan secara turun temurun di masyarakat Melayu. Aturan yang bersumber dari pola hubungan manusia dengan lingkungan spiritual, alam, dan sesama manusia.
Sampai saat ini, upaya masyarakat Melayu untuk menjaga adat agar tetap lestari terus dijalankan. Salah satunya adalah hadirnya Lembaga Adat Melayu (LAM) di berbagai daerah di Kepulauan Riau (Kepri), termasuk di Kota Batam.
Penasehat LAM Kota Batam, Maaz Ismail menjelaskan pada prosesnya ada empat kategori adat yang menjadi acuan LAM dalam bergerak. Empat kategori tersebut adalah
adat yang benar-benar adat
adat yang teradat
adat yang diadatkan
adat istiadat.
Adat yang benar-benar adat merupakan adat Melayu yang bersumber dari ajaran agama islam. Aturan yang bersumber dari kitab suci al-qur’an dan hadist yang tidak bisa ditawar lagi.
Selanjutnya adat yang teradat, merupakan adat melayu yang bersumber dari kebiasaan-kebiasan dari luar budaya melayu. kebiasaan yang sesuai dan bisa diterima oleh masyarakat Melayu. Memberikan ruang bagi masyarakat melayu untuk mengikuti perkembangan zaman.
“Kebiasaan lain yang sesuai dengan kita ya kita terima dan itu menjadi adat yang teradat,” kata Maas ketika ditemui di gedung LAM Kota Batam pada Senin (13/5/2019).
Adat yang diadatkan, lanjut Maaz, merupakan bentuk ketentuan yang bersumber dari musyawarah dan mufakat masyarakat Melayu di suatu daerah. Seperti pemberian gelar kepada seseorang yang dianggap berjasa kepada masyarakat. Maas menjelaskan, gelar tersebut hanya bisa diberikan oleh LAM dan berlaku hanya di daerah tersebut.
“Boleh kita memberikan penghargaan pada orang baik, sebaliknya bisa juga, kalau pihak tertentu mengusik masyarakat melayu secara umum kita bisa,” kata Maaz lagi.
Terakhir, adat istiadat, merupakan kebiasaan yang penerapannya tertuju pada upacara khusus, seperti adat perkawinan dalam masyarakat Melayu, dan prosesi adat lainnya. Mencerminkan bagaimana kehidupan masyarakat melayu.(bbi)
Kantor DPRD Kota Batam. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id
batampos.co.id – Wajah-wajah baru akan mendominasi anggota DPRD Kota Batam periode 2019-2024. Dari 50 anggota legislatif yang terpilih dalam pemilu 17 April lalu, 27 di antaranya merupakan pendatang baru. Sementara sisanya atau sebanyak 23 orang merupakan para petahana yang terpilih kembali menjadi wakil rakyat.
Dari Fraksi PDI-Perjuangan, diperkirakan akan ada tiga wajah baru. Yakni Putra Yustisi Respaty, Thomas Sembiring, dan Tohap Erikson Pasaribu. Nama terakhir sebenarnya pernah menjadi anggota DPRD Kota Batam periode 2009-2014.
Sementara dari Partai Gerindra juga diperkirakan akan ada tiga wajah baru. Yakni Ahmad Surya, Muhammad Yunus, dan Muhammad Rudi. Lalu dari Partai Golkar ada dua pendatang baru. Yakni Jimmy SM Nababan dan Nina Mellanie. Jimmy terpilih dari Dapil Batuaji. Sedangkan Nina berasal dari Dapil Belakangpadang-Sekupang.
Wajah-wajah baru ini juga muncul dari beberapa partai lain. Seperti Nasdem, Demokrat, PPP, PKB, PKS, dan PAN. Dari segi jumlah caleg terpilih, masing-masing partai rata-rata masih sama seperti periode sebelumnya. Misalnya PDI-Perjuangan yang tetap dominan dengan wakil terbanyak, yakni delapan orang. Disusul Golkar yang menempatkan tujuh wakilnya.
Lalu Partai Gerindra tetap enam anggota. Dari PAN lima anggota, Hanura empat anggota, dan PKB tetap tiga anggota. Sementara beberapa partai lainnya mengalami perubahan dalam hal jumlah anggota di DPRD Kota Batam. PPP misalnya. Jika periode sebelumnya memiliki tiga wakil di DPRD Batam, pada pemilu kali ini partai tersebut hanya meloloskan satu wakil atas nama Muhammad Fadli dari Dapil Sagulung.
Sedangkan Partai Nasdem mengalami penambahan jumlah wakil di DPRD Batam. Dari sebelumnya empat orang, kali ini menjadi tujuh orang. Begitu juga dengan PKS. Jika periode sebelumnya hanya memiliki empat wakil di kursi dewan, maka kali ini PKS berhasil meloloskan lima kadernya sebagai anggota DPRD Batam periode 2019-2014.
Kondisi berbeda dialami Partai PKPI.
Jika sebelumnya memiliki satu wakil di DPRD Batam, maka kali ini dipastikan tidak ada satupun kader PKPI yang lolos di kursi dewan Batam. Sementara partai pendatang baru, PSI, berhasil meloloskan satu kadernya menjadi anggota legislatif di DPRD Batam, yakni atas nama Tan A Tie.
Kemenangan Bisa Dibatalkan
Hasil pemilu tingkat Kota Batam memang sudah final. Namun kemenangan sejumlah calon legislatif, baik untuk tingkat kota maupun provinsi, bisa dibatalkan jika yang bersangkutan terlibat kasus hukum dan pelanggaran pemilu.
Ketua Bawasalu Kota Batam Syailendra Reza mengatakan, ada lima kasus hukum yang membelit caleg yang tengah berjalan saat ini. Dua di antaranya sudah masuk di pengadilan, satu di penyidik Polresta Barelang, satu di Gakumdu, dan satu lagi dalam investigasi Bawaslu Batam.
“Jika nanti mereka benar ditetapkan bersalah, padahal yang bersangkutan menang pemilu, kasus ini bisa membatalkan kemenangan mereka,” kata Reza, Senin (13/5).
Menurut Reza, dari beberapa kasus yang tengah berjalan tersebut melibatkan caleg yang dalam pemilu kali ini kemungkinan besar lolos atau terpilih sebagai anggota DPRD.
“Dari yang tengah diproses saat ini mereka mendapatkan perolehan suara yang cukup baik. Maka dari itu mereka berpotensi gagal nantinya,” ujar Reza. Namun demikian, penentuan nasib caleg terpilih yang berkasus tersebut tetap menunggu keputusan dari pengadilan.
Pihaknya tidak bisa langsung membatalkan penetapan oleh KPU Batam. Walaupun memang ada bukti dan temuan terkait pelanggaran mulai dari politik uang dan pelanggaran lainnya.
“Nanti kalau hasil sudah keluar dari pengadilan, mereka kan bisa banding juga jika keberatan. Ada mekanismenya jika mereka tidak terima,” sebutnya. Ketua KPU Batam Syahrul Huda mengatakan, penanganan pelanggaran yang dilakukan caleg merupakan wewenang dari Bawaslu Batam. Pihaknya sudah menetapkan hasil rekapitulasi tingkat kota.
Jika nantinya beberapa caleg terpilih harus berhadapan dengan kasus hukum itu diserahkan kembali kepada mereka. “Itu domain Bawaslu. Kami hanya menetapkan berdasarkan hasil pemilihan saja,” sebutnya.
Komisioner Bawaslu Kota Batam Mangihut Rajagukguk mengatakan, pihaknya akan menelaah terlebih dahulu sejauh mana keterangan saksi yang dilaporkan selama ini.
“Dan setelah kami periksa ternyata dua minimal alat bukti yang sah, maka terlapor akan ditingkatkan statusnya ke penyidikan (tersangka). Makanya sabar, kami sedang periksa,” papar Mangihut.
Banyak Catatan
Ketua KPU Batam Syahrul Huda mengaku lega karena akhirnya proses rekapitulasi suara tingkat Kota Batam berhasil dirampungkan pada Senin (13/5) pagi kemarin. Meski begitu, ia mengakui banyak sekali catatan dan keberatan yang diajukan oleh saksi yang hadir.
“Alhamdulillah meskipun sudah tengah malam kami berhasil juga menyelesaikan tahapan ini. Hasil ini langsung ditandatangani dan kami bawa ke KPU Provinsi Kepri untuk ditetapkan setelah sahur,” kata Syahrul, Senin (13/5)).
Mengenai batas waktu pengiriman hasil tingkat kota ke KPU Provinsi Kepri, Syahrul mengungkapkan tidak ada masalah karena ada perpanjangan waktu hingga tiga hari setelah penetapan di provinsi.
“Sudah ada edarannya jadi kami tidak telat. Meskipun pleno awal direncanakan harus sudah selesai 7 Mei lalu dan beberapa kali diskor karena Sagulung lambat menyelesaikan,” imbuhnya.
Mengenai data hasil pleno tingkat Kota Batam yang sulit didapatkan, Syahrul menjelaskan, belum menerima bentuk soft copy dari staf KPU yang ada di Batam. Untuk itu, ia akan mencari tahu alasan staf tidak mau memberikan data untuk dipublikasi.
“Saya tidak tahu kenapa. Saya masih di Tanjungpinang. Nanti saya mintakan,” kata dia.
Sebelumnya, awak media mengalami kesulitan untuk mendapatkan hasil penetapan tingkat Kota Batam, meskipun sudah meminta kepada komisioner KPU Batam.
Salah seorang staf KPU Kota Batam mengatakan, tidak mau memberikan data tanpa adanya alasan yang jelas. Staf KPU tersebut malah menilai komisioner KPU tidak memahami administrasi terkait hasil penetapan tersebut.
Komisioner Bawaslu Batam, Syailendra Reza mengungkapkan banyak hal yang menjadi catatan dalam pelaksanaan pemilihan tahun ini. Menurutnya, catatan ini bisa menjadi acuan nanti untuk pemilihan kepala daerah yang akan dimulai tahun depan.
“Sangat banyak sekali. Mulai dari perbedaan angka hingga kekurangan surat suara di TPS serta proses jalannya tahapan dari awal yang sangat amburadul. Ini laporan akan kami teruskan ke Bawaslu pusat,” kata Reza, kemarin.
Mengenai data hasil pleno, menurutnya saat penetapan usai harusnya data sudah bisa dipublikasi tanpa harus menunggu pleno tingkat kecamatan. “Kalau sudah ketok palu harusnya sudah bisa diketahui publik. Kan masyarakat juga berhak mengetahui hasil pemilu seperti apa,” imbuhnya.(yulitavia/yulianti)
Berikuta Daftar Caleg Terpilih DPRD Batam 2019-2024.
Dapil I: Lubukbaja-Batam Kota
1. Putra Yustisi Respaty PDIP
2. Lik Khai Nasdem
3. Hendra Asman Golkar
4. Ahmad Surya Gerindra
5. Rohaizat PKS
6. Biyanto PAN
7. Sahat P Tambunan Demokrat
8. Aman PKB
9. Thomaas Sembiring PDIP
10. Taufik Muntasir Nasdem
11. Ides Madri Golkar
12. Tan A Tie PSI
Dapil II: Bengkong-Batuampar
1. Nuryanto PDIP
2. Asnawati Atiq Nasdem
3. Rubina Situmorang Hanura
4. Harmidi Umar Husein Gerindra
5. M Yunus Muda Golkar
6. Syahrul PAN
7. Siti Nurlaela PKS
8. Udin P Sihaloho PDIP
Dapil III: Bulang-Galang-Nongsa-Seibeduk
1. M Yunus Gerindra
2. M Kamaludin Nasdem
3. Tumbur Sihaloho PDIP
4. M Mustopa PKS
5. Ruslan Ali Wasyim Golkar
6. M Yunus Demokrat
7. Bobi Alexander Siregar Hanura
8. Edward Brando PAN