Selasa, 19 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11370

Curi Handphone di Pasar Fanindo Batuaji, Pemuda Diamuk Massa

0

batampos.co.id – Kosentrasi petugas dan nasabah bank di deretan ruko pasar Fanindo, Batuaji, buyar. Tariakan maling yang diikuti aksi kejar-kejaran dari dalam pasar mengagetkan mereka.

Seorang pemuda berjaket biru tampak lari tunggang langgang karena dikejar oleh puluhan pedagang dan pengunjung pasar. Pemuda itu akhirnya tertangkap karena dikepung puluhan masyarakat yang berada di pasar Fanindo.

Pemuda yang belakangan diketahui berinisial F itu pun akhirnya menjadi bulan-bulanan warga dan pengunjung pasar.

Hendro sekuriti bank dan beberapa rekannya yang menyaksikan kejadian itu langsung mengamankan situasi. F diamankan ke dalam pegadaian untuk menghindari amukan massa yang lebih buruk lagi.

F (jaket biru) yang kedapatan mencuri handphone salah satu pengunjung pasar Fanindo, Batuaji. Foto: Eja/batampos.co.id

Dari dalam kantong celana F, petugas mendapati satu unit smartphone yang dicurinya di parkiran pasar Fanindo. Dia tak bisa berkutik sebab aksi pencuriannya disaksikan oleh banyak pengunjung pasar.

“Kalau sempat tak kami amankan habis dia tadi. Orang-orang yang sering kemalingan di sini pada keluar semua dan menuduh dia yang mencuri,” ujar Hendro. Tidak ingin kemarahan warga memuncak, F langsung diserahkan ke Mapolsek Batuaji.

Okta, pemilik ponsel yang dicuri F, mengaku baru sebentar saja parkir sepeda motornya di depan pasar untuk berbelanja. Dia lupa mengambil ponsel di dasbord sepeda motornya sehingga diambil pelaku.

“Baru lima meter masuk ke dalam pasar, orang tariak maling. Ternyata hape saya yang kemalingan. Saya lupa ambil dari motor,” kata Okta di Mapolsek Batuaji.(eja)

PMKS Kembali Beraksi di Lampu Merah

0

batampos.co.id – Penjangkauan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batam pada Kamis (16/5/2019) malam lalu, nampaknya belum memberi efek jera. Hal itu tergambar dari kembali terlihatnya PMKS di salah satu kawasan di sekitar Nagoya, Kecamatan Lubukbaja, Selasa (21/5/2019).

PMKS yang teridentifikasi adalah pengemis dan masih berusia anak-anak ini terlihat beraktivitas di ruas jalan ke arah menuju pusat perbelanjaan Nagoya Hill. Ia terlihat mengitari kendaraan yang berhenti saat lampu lalu lintas berwarna merah.

Mengenakan baju berwarna ungu dengan kombinasi biru, anak perempuan yang berusia sekitar sembilan tahun itu terlihat memegang kaleng yang dijadikan wadah untuk menerima pemberian dari pengendara.

Seorang anak yang diduga PMKS saat berada di traffic light sekitaran Nagoya, Kota Batam. Foto: Bobi/batampos.co.id

Ia terlihat santai berjalan menuju pintu-pintu mobil kendaraan yang berhenti tersebut, para pengendara sepeda motor yang juga menunggu lampu hijau menyala juga tak luput dari aksinya tersebut. Baca Juga: Dinas Sosial Menduga PMKS di Batam Memiliki Jaringan di Kota Batam

Hal serupa juga ditemui di kawasan Masjid Agung Batam (MAB), dimana seorang bocah perempuan juga terlihat beraktivitas menjajakan koran di ruas jalan yang tepat berada berseberangan dengan MAB ini.

Wajahnya terlihat cemberut di sela dirinya menjajakan koran kepada pengendara yang menunggu lampu hijau menyala. “Kayaknya dia ngambek pas disuruh jual koran sama orangtuanya, dia cemberut gitu sambil jualan,” kata seorang pengendara berinisial S, 26, yang juga melihat anak perempuan tersebut sekitar pukul 10.00 WIB.

Tetap hadirnya PMKS ini, menjadi catatan tersendiri buat Dinsos Kota Batam. Dimana sebelumnya Sekretaris Dinsos Kota Batam, Leo Putra, mengaku akan terus melakukan pengawasan terhadap kemunculan PMKS ini. Baca Juga: Wujudkan Kota Wisata, Dinas Sosial Amankan 35 PMKS

Dinsos, kata Leo sejatinya terus melakukan pengawasan, melakukan penjangkauan hingga lima kali setiap bulannya. Pada momen bulan puasa ini, Dinsos, kata Leo terus akan meningkatkan pengawasan dan penjangkauan terhadap PMKS yang masih berkeliaran di sejumlah titik, khususnya di kawasan lampu merah di jalan-jalan utama di Batam.(bbi)

Apa Manfaat Daun Pandan untuk Kesehatan? Baca Ini…..

0

Aromanya yang wangi seperti vanila, membuat daun pandan sering digunakan saat memasak. Tapi tahukah Anda, di balik aromanya yang harum daun pandan memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan.

Daun pandan diketahui mengandung phytochemical berupa senyawa aktif biologis alami serta mengandung sifat anti bakteri.

Dilansir dari Fashion Lady, Selasa (21/5/2019), cukup dengan merebus daun pandan kemudian meminum airnya bisa memberi manfaat untuk kesehatan. Akan lebih optimal jika diminum secara rutin. Bisa juga dicampur dengan bahan lainnya seperti madu.

Ilustrasi

Mengurangi Tekanan Darah Tinggi

Salah satu manfaat kesehatan terbaik dari daun pandan adalah mengobati hipertensi atau tekanan darah tinggi. Minuman yang terbuat dari daun pandan bisa menormalkan tekanan darah. Minum air rebusan pandan secara teratur telah menunjukkan efek positif pada jantung.

Caranya, tambahkan 3 gram daun pandan ke 2-3 gelas air mendidih. Biarkan mendidih sampai air berkurang menjadi setengah gelas. Minumlah ramuan ini dua kali sehari, pagi dan sore hari.

Mengatasi Insomnia

Penelitian telah membuktikan bahwa daun pandan mengobati sulit tidur karena mengandung senyawa alkaloid yang memiliki efek menenangkan pikiran dan tubuh. Ambil beberapa daun pandan dan seduh dengan air mendidih. Tambahkan satu sendok makan madu ke dalamnya dan minumlah saat masih hangat.

Menghilangkan Kecemasan

Kecemasan biasa dihadapi kaum urban akhir-akhir ini. Daun pandan memiliki efek menenangkan pada tubuh. Untuk menekan kecemasan, setidaknya ambil 3-5 daun pandan dan potong-potong menjadi irisan tipis. Lalu masukkan ke dalam secangkir air mendidih. Saring dan minumlah airnya sekaligus tiga kali sehari untuk efek menenangkan pada tubuh.

Mengobati Saraf Lemah

Saraf lemah sering menyebabkan kram. Daun pandan bisa mempromosikan saraf yang sehat di dalam tubuh. Siapkan 3 gelas air tambahkan 3 lembar daun pandan. Biarkan mendidih sampai air berkurang menjadi 2 gelas. Biarkan dingin. Saring dan minumlah ramuan ini dua kali sehari, pagi dan sore hari.

Menyembuhkan Diare

Sifat-sifat antibakteri dan antimikroba yang ada dalam daun pandan membantu menyembuhkan infeksi lambung, termasuk diare. Minumlah air rebusan pandan setiap pagi dan sore hari sampai membaik.

Mengurangi Demam

Demam disebabkan karena ada infeksi di dalam tubuh. Daun pandan memiliki sifat anti bakteri, sehingga dapat menghilangkan segala jenis infeksi bakteri dalam tubuh. Buatlah 2 gelas air mendidih, tambahkan 2-3 lembar daun pandan. Saring dan minum air ini dua kali sehari.(jpc)

Kota Batam Kekurangan Petugas Panggilan Darurat

0

batampos.co.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mendorong daerah meningkatkan layanan panggilan gawat darurat. Hal ini merupakan upaya untuk menampung keluhan masyarakat via layanan tersebut.

Sayangnya, Pemko Batam masih kekurangan tenaga atau sumber daya manusia (SDM) untuk menjadi petugas panggilan darurat. Kepala Dinas Kominfo Batam, Salim, mengatakan operator layanan panggilan darurat di kota Batam melalui layanan 112 hanya empat orang dan bekerja dengan sistem sif.

“Artinya, dalam satu sif hanya satu orang dan kita sesuaikan dengan anggaran,” kata Salim, Senin (20/5/2019). Menurutnya, pembiayaan sudah diserahkan ke daerah, termasuk masalah gaji operator.

Ia mengaku, dulu waktu dibiayai pusat, operator cukup banyak yakni sembilan orang. Artinya, satu sif terdiri dari 3 orang. Salim melanjutkan, Pemko Batam juga memiliki operator kamera pengintai (CCTv). Jika dibanding dengan operator 112, petugas CCTv lebih banyak yakni 11 orang.

Bambang, pegawai Kominfo Batam, memantau layar monitor yang terkoneksi dengan CCTv di Kantor Wali Kota Batam, belum lama ini. Saat ini, Dinas Kominfo Batam kekurangan tenaga untuk layanan darurat 24 jam. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Dalam satu sif, operator CCTv yang bertugas dua orang. “Rencananya, yang dari operator CCTv ini akan kami latih menjadi operator 112 juga. Kerja sama-sama,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ahmad M Ramli, menyebutkan, hal utama yang harus diperbaiki oleh daerah ini adalah respons cepat.

Menurutnya, layanan gawat darurat haruslah cepat. Walau pihaknya tidak menentukan batas kecepatan karena pertimbangan kemampuan daerah yang beragam. “Ini tergantung kesiapan Pemda, kalau hanya punya nomor tapi respons kurang cepat, agak susah juga kan,” katanya.

Dalam penyelenggaraan layanan ini, ia memberi contoh Surabaya dan Palembang. Ia memaparkan, Surabaya kini telah menetapkan tujuh menit aduan masyarakat sudah direspons.

Sementara Palembang, sejak Asian Games sudah menerapkan layanan multibahasa. “Kabupaten kota lain belum begini, silakan mencontoh Surabaya dan Palembang. Surabaya kenapa tujuh menit, orang stroke itu punya waktu tujuh menit untuk segera ditangani secara medis. Palembang sudah pakai Bahasa Indonesia, Inggris dan Jepang,” papar dia.

Ia mengatakan, kesiapan petugas adalah hal yang penting pada sebuah layanan, terlebih layanan gawat darurat. Menurutnya, hal inilah yang diterapkan di negara-negara maju. Batam sebagai daerah yang berdekatan dengan negara tetangga, harusnya lebih baik dalam hal ini.

“Dari jumlah penduduk 1,3 juta jiwa, Batam ini kategori besar. Minimal petugasnya tiga kali tiga sif, artinya harus sembilan orang,” imbuhnya. Sekadar diketahui, beberapa waktu lalu tepatnya dalam kurun waktu pergantian April ke Mei, ada warga Seibeduk yang menelepon 112 guna melaporkan lubang pada jalan yang membahayakan pengendara.

Apalagi, jalan tersebut belum ada penerangan. Namun, tidak ada respons dari operator. Pengakuan Kominfo, petugas merespons panggilan tersebut, hanya saja tidak ada suara. “Kami akan cek dulu, apakah ada gangguan atau apa,” imbuh Salim.(izi)

Nama Sungai Jodoh Lahir Akibat Perkelahian Dua Orang Sakti

0

batampos.co.id – Sungai Jodoh adalah salah satu kawasan di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau yang telah berkembang sejak dulu. Bahkan daerah tersebut sudah ramai sebelum Kota Batam menjadi daerah industri yang baru mulai dibangun sekitar tahun 1970 lalu.

Saat itu kawasan Jodoh ini sudah menjadi pusat kegiatan perekonomian masyarakat pesisir, termasuk di dalamnya kawasan Tanjunguma di Kecamatan Lubukbaja dan kawasan Tanjungsengkuang di Kecamatan Batuampar yang kita kenal saat ini.

Yanwar M Nor, warga Kampung Tua Tanjung Sengkuang yang ditemui batampos.co.id belum lama ini mengatakan, nama Jodoh tidak ada kaitannya sama sekali dengan jodoh dalam artian pertemuan untuk kemudian berakhir pada tali pernikahan.

Pria 66 tahun itu menjelaskan, kata “Jodoh” yang melekat pada nama Sungai Jodoh bersumber dari tragedi perkelahian antara dua orang sakti di masa itu.

Salah satu ruas jalan yang berada di Sungai Jodoh Kota Batam. Foto: Bobi/batampos.co.id

Sampai saat ini, tutur Yanwar, jejak tragedi tersebut masih bisa ditemukan dalam bentuk makam dua petarung sakti tersebut, satu makam berada di kawasan Masjid Baitusy Syakur, Jodoh dan satu makam lagi berada di kawasan pesisir daerah Melcem di Kecamatan Batu Ampar.

“Masing-masing makamnya di situ, kalau lokasi mereka berkelahi itu ada di sekitar kawasan hotel Allium, saya pernah lihat kawasan tersebut tidak ditumbuhi rumput karena sejarahnya panas,” kata Yanwar menjelaskan.

Cerita tentang sejarah perkelahian sendiri, diakui Yanwar, didapat dari kakak iparnya yang merupakan warga asli Tanjungsengkuang. Ia sendiri adalah perantau yang singgah di Tanjungsengkuang pada tahun 1979, kemudian menikah tepat dua tahun setelah berada di Tanjungsengkuang. Baca Juga: Makam Tua di Sungai Jodoh Kota Batam, Sering Didatangi Warga Malaysia dan Singapura

Melanjutkan sejarah yang ia dapat dari penuturan tersebut, Yanwar menjelaskan bahwa ‘Jodoh’ perkelahian tersebut bermula dari aktivitas salah satu orang hebat yang ada di kawasan yang kini disebut Sungai Jodoh.

Dulunya kawasan itu dikenal dengan nama Sungai Tering. Di lokasi tersebut, orang sakti yang diketahui berasal dari sebuah kerajaan di wilayah Riau Lingga ini menantang orang-orang untuk beradu kekuatan.

Warga yang merasa memiliki kekuatan akhirnya menyanggupi tantangan tersebut, namun kekuatan sang penantang belum bisa diimbangi sehingga tidak ada yang berhasil mengalahkannya. “Tidak tahu pula siapa namanya, tapi dia memang sakti tak ada yang menang,” jelas Yanwar lagi.

Pasar seken yang berada di kawasan Jodoh, Kota Batam. Foto: dokumentasi batampos.co.id

Aktivitas yang terus berlanjut ini, akhirnya sampai di telinga Pandak, salah satu warga yang tinggal di wilayah pesisir di Tanjung Sengkuang. Pandak yang memang memiliki ilmu yang juga sakti tersebut, akhirnya berjalan kaki menyusuri kawasan Tanjung Sengkuang hingga sampai ke lokasi perkelahian tersebut.

Awalnya ia hanya menonton pertunjukan bela diri itu, namun sang penantang yang berhasil mengalahkan semua pendekar di daerah tersebut kembali mencabar, apakah tidak ada lagi pendekar di daerah Sungai Tering tersebut.

Kata-kata yang menantang itu, akhirnya membuat Pandak terpancing dan terlibat perkelahian hebat hari itu. Mereka bertarung hingga sore hari dan berakhir dengan keduanya sama-sama terluka.

“Orang memanggilnya Cik Pandak, ‘berjodoh’ mereka di sana dan dua-duanya meninggal,” tutur Yanwar. Setelah kejadian itu, Yanwar menjelaskan bahwa kawasan tersebut kemudian berganti nama dari Sungai Tering menjadi Sungai Jodoh. Sungai yang menjadi saksi akan jodoh pertarungan dua orang sakti.

Terkait dengan nama Sungai Tering sendiri, Yanwar menjelaskan bahwa sungai ini masih ada kaitan erat dengan kawasan Teluk Tering yang terhampar di kawasan Batam Centre dan Bengkong. Kalau di Bengkong menjadi hulu sungai, Batam Centre merupakan bagian teluknya, di Sungai Jodoh ini merupakan bagian hilir sungai Tering.(bbi)

Kejari Natuna Periksa Kasubid Anggaran

0

batampos.co.id – Kepala Sub Bidang (Kasubid) Anggaran di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Pemkab Natuna, Maryamah, diperiksa Kejaksaan Negeri Natuna, Senin (20/5/2019).

Pemeriksaan Maryamah sesuai panggilan kejaksaan terkait dugaan perjalanan dinas fiktif. Dari pantauan di lapangan, Maryamah didampingi pengacara diperiksa hampir lima jam di ruang Kasi Intel.

Kedatangan Maryamah menggunakan mobil Kijang Innova BP 1xx9 NA, dan diantar pegawai Pemda.

Kajari Natuna, Juli Isnur, menjelaskan pemeriksaan Maryamah merupakan proses penyelidikan, adanya laporan dugaan tidak pidana korupsi, kolusi dan nepotisme.
Selain Maryamah, sambung Kajari, dalam penyelidikan pihaknya sudah memanggil pejabat lain, yakni Kepala Bagian Umum Suhardi dan Herlina, pegawai di bagian umum sekretariat daerah.

”Pemeriksaan Maryamah untuk mengumpulkan barang bukti dan pengumpulan keterangan. Sebelumnya saudara Suhardi juga sudah diperiksa,” ujarnya.

Kajari mengatakan, secara teknis pihaknya akan terus melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut, yang diduga terjadinya tindak pidana perjalanan dinas fiktif.

”Memang surat perintah perjalanan dinas di bagian umum melibatkan Maryamah di BPKPAD ini akan diungkap nanti. Yang jelas ada dugaan tidak pidana korupsi, kolusi dan nepotisme,” ujar Kajari. (arn)

Fasilitas Pasar Ikan Dabo Rusak

0

batampos.co.id – Pedagang ikan yang berjualan di Pasar Ikan Dabo mengeluhkan kondisi sejumlah fasilitas di tempat mereka berjualan. Gedung yang dibangun Pemerintah Provinsi Kepri itu, saat ini mengalami sejumlah kerusakan yang cukup parah. Di antaranya, bagian pintu utama tidak dapat berfungsi dengan baik, begitu juga dengan penutup saluran air yang bolong, dan pintu WC yang tidak dapat ditutup lagi.

Kondisi ini tentunya sangat mengganggu dan berdampak terhadap kenyamanan warga yang berbelanja di pasar tersebut. Banyaknya kerusakan fasilitas ini ditengarai mengurangi minat warga berbelanja di pasar ini.

”Bagaimana tidak berdampak, rel pintu rolling door tepat di pintu utama terbuka ke atas sehingga membahaya kan setiap pengunjung. Besi penutup selokan air sudah bolong, juga membahayakan pembeli. Mereka bisa terperosok ke dalam selokan,” kata seorang pedagang ikan, Junaidi, Senin (20/5/2019) pagi.

Sementara itu, pedagang ikan lain juga mengaku tidak dapat menggunakan WC di pasar tersebut. Pasalnya, dua unit WC yang ada, tidak lagi tertutup dengan baik karena pintu WC telah rusak parah.


Warga menunjukkan saluran air yang sudah rusak di Pasar Ikan Dabo, belum lama ini.
foto: batampos.co.id / wijaya satria

Selain fasilitas, pedagang ju­ga mengeluhkan pelayanan ke­bersihan yakni tong sampah yang ada di belakang gedung pasar ikan. Di mana tong itu tidak lagi digunakan pedagang, karena mereka takut sampah lam­bat diangkat akan menimbul­kan bau yang sangat tidak sedap.

“Sedangkan tong sampah yang ada di depan bangunan pasar ini telah digunakan masyarakat, jadi kami mau pakai tong sampah mana lagi?” tanya pedagang lainnya.

Pedagang mengatakan, mereka telah menunaikan kewajiban dengan membayar iuran setiap waktu. Namun mereka merasa heran karena tidak ada juga tindakan perbaikan dan perawatan dari dinas terkait untuk mengatasi kekurangan.

Pedagang juga mengaku telah beberapa kali menyampaikan hal ini ke sejumlah instansi terkait namun hingga saat ini mereka belum mendapat jawaban apalagi melihat adanya perbaikan di sejumlah titik kerusakan pasar. (wsa)

Festival Musik Ramadan Meriahkan Suasana Pantai

0

batampos.co.id – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Natuna kembali memeriahkan nuansa Ramadan dengan Festival Semarak Ramadan, melalui tema musik sahur 2019. Kegiatan ini mengambil tempat di Pantai Kencana Ranai, Sabtu (18/5) malam.

Festival tersebut diikuti belasan peserta dari berbagai kalangan masyarakat. Mereka tampil dengan berbagai kreativitas. Mulai dari kostum hingga alat musik yang digunakan. Bahkan terdapat peserta yang mengenakan kostum serba seram seperti di film horor.

Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal berharap melalui event tahunan di bulan Ramadan ini dapat memperjuangkan budaya dan nuansa tradisional Melayu di Natuna. Selain itu, untuk melestarikan serta mengundang kedatangan wisatawan ke Kabupaten Natuna.

”Kegiatan ini memungkinkan pariwisata Natuna ke depannya lebih maju,” ujarnya.

Hamid mengatakan, pemerintah daerah sangat memberikan dukungan berbagai kegiatan yang membantu pembangunan daerah di segala bidang. Termasuk kegiatan Festival Semarak Ramadan.


Berbagai kreativitas peserta memeriahkan Festival Sahur Ramadan yang digelar di Pantai Kencana Ranai, Sabtu (18/5).
foto: batampos.co.id / batampos.co.id

”Positif dan kreatif dituntut dari generasi muda saat ini. Caranya memberikan kontribusi dalam membangun Natuna dari sisi pariwisata dan bidang lain,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Natuna Hardinansyah menambahkan, Disparbud Natuna sangat mendukung dan menerima munculnya ide kreatif dari berbagai organisasi kemasyarakatan untuk kemajuan dan perkembangan pariwisata Natuna.

”Festival musik sahur juga dimeriahkan dengan pawai sepanjang jalan dengan rute dari Pantai Kencana menuju Jalan Soekarno Hatta, Air Kubang dan kembali ke Pantai Kencana,” jelas Hardinansyah. (arn)

Makin Rawan, Sehari Dua Pengendara Meninggal Dunia di Jalan Diponegoro Kota Batam

0

batampos.co.id – Sehari dua pengendara meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Diponegoro Kota Batam. Ruas jalan yang berlubang dan bergelombang menjadi faktor utama kecelakaan kerap terjadi di daerah tersebut.

Andika, tukang tambal ban yang berada di Simpang TPU Seitemiang, mengatakan pada Sabtu (18/5/2019) terjadi dua kecelakaan lalu lintas. “Satunya pagi korban meninggal dunia. Sorenya ada lagi, korban meninggal juga. Semakin rawan jalan ini,” katanya, Senin (20/5/2019).

Andika menuturkan, dua pengendara tersebut mengalami kecelakaan di tempat yang berdekatan yakni di sekitar jalan Simpang TPU Seitemiang dan Simpang Tobing.

Keduanya sama-sama ingin mendahului kendaraan lain namun berpapasan dengan jalan yang bergelombang sehingga tabrakan dengan kendaraan yang datang dari arah berlawanan.

Kondisi ruas Jalan Diponegoro Mata Kucing terlihat sangat sempit. Masyarakat Kota Batam berharap ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Batuaji dan Sekupang itu bisa segera dilebarkan. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Kecelakaan seperti itu, diakui Andika, sudah kerap terjadi ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Batuaji dan Sekupang itu. Ada yang cedera serius, ringan hingga meninggal dunia.

Penyebab umumnya sama yakni jalan yang masih menggunakan dua jalur dan satu lajur namun kurang bagus. “Sudah seharusnya dua jalur biar mengurangi kecelakaan seperti ini. Hampir setiap hari kecelakaan terjadi,” ujarnya.

Junaidi, pengguna jalan lainnya juga berharap yang sama. Jalan Diponegoro yang sedang dalam proses pembangunan jalan dua jalur diharapkannya segera dirampungkan. “Sudah mendesak memang. Sudah saatnya dua jalur. Terlalu lama proyek itu karena sempat mangkrak juga. Semoga yang sedang berjalan ini secepatnya dirampungkan,” katanya.

Pantauan di lapangan, kelanjutan proyek jalan dua arah Seitemiang masih terus dikerjakan. Pengerjaan masih sebatas membuka akses jalan mulai dari tikungan maut sebelum pemakaman umum Seitemiang hingga hutan Mata Kucing. B

elum bisa dipastikan kapan proyek tersebut rampung, namun sebelumnya Wali Kota Batam Muhammad Rudi mememastikan bahwa proyek dua jalur ini akan dirampungkan tahun ini.(eja)

Hemat Air, Solusi Sederhana Berdampak Besar

0
Kondisi Dam Nongsa yang mengalami penyusutan akibat curah hujan tidak merata

Batam merupakan salah satu kota dengan pertumbuhan terpesat di Indonesia karena berada di jalur pelayaran internasional. Memiliki iklim tropis dan kondisi kontur tanah yang relatif sulit untuk terjadinya resapan air, menjadikan waduk tadah hujan sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat kota Batam.

Sebagai perusahaan air terbaik di Indonesia dengan cakupan pelayanan mencapai 99,6 persen, PT Adhya Tirta Batam (ATB) sangat memahami bahwa waduk tadah hujan sendiri sangat bergantung kepada intensitas curah hujan. Bagi wilayah beriklim tropis, musim kemarau dan curah hujan tidak merata akibat pancaroba menjadi momok yang membuat cadangan air baku menipis.

Menghemat air tentu saja bukan lagi sekedar saran tapi sudah menjadi kewajiban bagi segenap warga Batam. ATB sebagi pemegang konsesi pengolahan dan pendistribusian air bersih di Pulau Batam, mengajak masyarakat memulai sebuah perubahan untuk berkontribusi dalam mempertahankan sumber daya air.

ATB telah melakukan berbagai upaya konservasi air mulai dari program edukasi rutin ke komunitas warga, informasi melalui media, school campaign sampai aksi nyata penanaman bibit pohon di area resapan air melalui kegiatan ATB Festival Hijau. Konservasi air dapat membawa dampak yang signifikan yaitu meningkatkan volume air tanah, efisien dalam penggunaan air, menjamin ketersediaan air di masa mendatang dan membantu keseimbangan ekosistem.

Peran serta masyarakat sangat diperlukan dalam upaya menghemat air baku yang tersedia di waduk-waduk yang dikelola ATB. Langkah kecil menggunakan air seperlunya secara konsisten akan memberikan dampak besar dalam pemenuhan kebutuhan air bersih di Batam. Terlebih lagi bagi pelanggan yang saat ini mengalami penggiliran air bersih, sikap toleransi dalam penggunaan air dapat membantu pelanggan yang berada di hilir dan elevasi tinggi bisa menikmati air.

Masyarakat juga diharapkan proaktif dan responsif jika mengetahui kejadian kebocoran di pipa distribusi ATB dengan segera melaporkan ke ATB melalui baragam akses informasi dan pengaduan ATB seperti Call Center (0778) 467111, Fanpages Facebook, Twitter, Instagram, Mobile Apps dan fasilitas Webchat Official Website ATB. Selain itu, Kantor Pelayanan Pelanggan ATB juga tersebar di Sukajadi, Batu Aji, Tiban dan Bengkong untuk memudahkan layanan informasi dan pengaduan bagi pelanggan. (*)