Senin, 13 April 2026
Beranda blog Halaman 11397

Pemko Dorong Belakangpadang Jadi Destinasi Wisata Favorit

0

batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam terus membenahi infrastruktur di hinterland atau pesisir guna menuju destinasi wisata pulau di Belakangpadang. Ia meminta agar pemerintah bersama-sama dengan warga menyiapkan homestay atau rumah singgah di Belakangpadang.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan Belakangpadang merupakan salah satu pulau dengan beragam sejarah dan terkenal dengan wisata kulinernya. Untuk itu pihaknya melalui kegiatan peningkatan infrastruktur kelurahan (PIK) terus membenahi jalan lingkungan agar pelancong nyaman ketika berkunjung ke Belakangpadang.

“Tahun ini ada Rp 1,6 miliar setiap satu kelurahan. Rp 1,3 dari APBD dan Rp 350 juta dari pusat untuk membenahi permukiman warga,” kata dia.

Ia berharap kepada perangkat kecamatan dan dinas terkait untuk menata Belakangpadang.

“Jadi, mereka pelancong juga bisa menginap di homestay yang dikelola masyarakat seperti daerah wisata lainnya yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Pembenahan infrastruktur menurut Rudi bisa meningkatkan taraf hidup dan perekonomian masyarakat pulau. Kuliner yang sudah terkenal bisa juga dinikmati oleh pelancong.

“Kalau biasanya bisa jual 10 kalau sudah kedatangan wisman bisa jadi 20 atau 100 cendol sehari,” kata Rudi.

Camat Belakangpadang Yudi Admaji mengatakan, ke depan akan ada penataan di Belakangpadang.

“Nanti akan kami buat semenarik mungkin. Jadi yang datang bisa mengabadikan momen baik foto maupun vlog. Ini akan membantu juga pengenalan Belakangpadang sebagai salah satu destinasi wisata,” lanjutnya.

Yudi menyebutkan tahun ini ada 50 PIK di seluruh kelurahan yang ada di Belakangpadang. Satu kelurahan rata- rata mendapatkan 9-10 kegiatan PIK.

“Jalan sudah mulai bagus dan tertata. Dan akan dilan-jutkan tahun ini. Semua spot- spot penunjang desa wisata juga akan dibenahi,” ungkap mantan Kabag Humas Pemko Batam ini.

Ia berharap ke depan Belakangpadang lebih sering dikunjungi wisatawan baik lokal maupun luar. Untuk itu seluruh kebutuhan penunjang tengah disiapkan, termasuk kesiapan warga mendirikan homestay.

“Mana tahu ada wisatawan yang ingin menghabiskan waktu di sini. Jadi, mereka tidak kebingungan lagi untuk tempat tinggal,” tutupnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Batam Ardiwinata mengatakan, saat ini Pemko tengah membenahi seluruh lokasi yang bisa dijadikan destinasi wisata. (yui)

Nelayan Jepang Tangkap Ikan Pertanda Tsunami

0
Oarfish biasanya menghuni perairan dalam dan jarang terlihat di permukaan laut. (Dokumentasi Deep Sea News)

batampos.co.id – Media sosial Jepang menjadi gempar setelah nelayan menangkap sejumlah ikan laut dalam yang secara tradisional dianggap sebagai pertanda bencana alam seperti tsunami. Dilansir dari South China Morning Post pada Jumat (1/2), seekor ikan oarfish berukuran hampir empat meter ditemukan terbelit jaring ikan di lepas Pantai Imizu, di Prefektur Pantai Utara Toyama.

Ikan itu sudah mati tetapi kemudian dibawa ke Akuarium Uozu terdekat untuk dipelajari. Sembilan hari sebelumnya, dua ikan orafish juga ditemukan di Teluk Toyama. Rekor empat oarfish juga ditemukan di Teluk Toyama pada 2015.

Spesies ini mempunyai ciri tubuh pipih panjang dengan sirip merah. Oarfish biasanya menghuni perairan dalam dan jarang terlihat di permukaan laut. Legenda Jepang mengatakan, ketika oarfish naik ke perairan dangkal, berarti akan terjadi bencana.

Bahkan ikan tersebut mempunyai nama tradisional Jepang, Ryugu No Tsukai, yang diterjemahkan sebagai utusan dari Istana Raja Naga, mengisyaratkan keterkaitannya dengan bencana alam di masa lalu.

Menurut pengetahuan, ikan itu naik ke permukaan sebagai pertanda gempa yang akan datang. Ini terkait dengan teori-teori ilmiah bahwa ikan yang hidup di bawah mungkin sangat rentan terhadap pergerakan garis patahan seismik dan bertindak dengan cara yang tidak seperti biasanya sebelum gempa bumi.

Seorang Profesor Ichthyology di Universitas Kagoshima, Hiroyuki Motomura memiliki penjelasan yang lebih biasa untuk penemuan oarfish baru-baru ini di Prefektur Toyama.

“Saya memiliki sekitar 20 spesimen ikan ini dalam koleksi saya sehingga bukan spesies yang sangat langka. Namun saya percaya ikan ini cenderung naik ke permukaan ketika kondisi fisik mereka buruk. Mereka naik ke permukaan laut saat kondisi fisiknya makin buruk makanya mereka sering ditemukan mati ketika ditemukan nelayan, “katanya.

Meski demikian, reputasi oarfish sebagai indikator malapetaka tetap meningkat setelah setidaknya 10 oarfish terhanyut di sepanjang garis Pantai Utara Jepang pada 2010. Pada Maret 2011, gempa berkekuatan 9 melanda timur laut Jepang, memicu tsunami besar yang menewaskan hampir 19 ribu orang dan menghancurkan pembangkit nuklir Fukushima.

Meskipun ada kekhawatiran, para ahli mengatakan, tidak mungkin secara ilmiah menghubungkan peningkatan penampakan oarfish ke permukaan laut dengan bencana alam yang akan datang.

Profesor Shigeo Aramaki, Seismolog di Universitas Tokyo, menepis kekhawatiran pengguna media sosial tersebut. “Saya bukan spesialis ikan, tetapi tidak ada literatur akademik yang telah membuktikan hubungan ilmiah dengan perilaku hewan dan aktivitas seismik,” katanya.

“Saya sama sekali tidak melihat alasan untuk khawatir dan saya belum melihat laporan terbaru tentang peningkatan aktivitas seismik di negara ini dalam beberapa pekan terakhir,” ujarnya. (dyah/JPG)

Maret Harga Ikan Normal

0
Mansar, 55, warga Tanjungriau menangkap ikan menggunakan bubu di kelongnya di Karangtumpuk, Pulau Seloko, Tanjungriau, Sekupang.
F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Memasuki bulan Februari harga ikan laut masih tinggi di pasaran. Tak hanya tinggi, jenis ikan karang juga langka di pasaran.

Seperti yang terlihat di pasar Tos 3000 Jodoh, Sabtu (2/2/2019). Jenis ikan kerang yang dijual tak banyak, harganya pun selangit.

“Harga ikan memang sedang mahal, gelombang sedang tinggi,” ujar Ujang penjual ikan.

Kepala Dinas Perikanan, Husnaini membenarkan harga ikan di pasaran Batam cukup tinggi. Hal itu dampak dari cuaca yang tidak bersahabat bagi nelayan. Sehingga nelayan banyak yang tidak melaut.

“Gelombang tinggi, otomatis harga ikan mengalami kenaikan,” ujarnya kepada Batampos, kemarin.

Menurut dia, kebutuhan ikan di Batam tepenuhi dari Batam maupun luar Batam, seperti Anambas, Natuna, Jakarta dan Padang. Nah, ikan yang harganya naik itu berasal dari luar Batam.

“Karena biaya pengiriman juga, makanya harga ikan turut naik,” jelas Husnaini.

Spesifik harga ikan yang naik seperti ikan selar dan Kerang. Selain karena langka, peminat ikan tersebut cukup banyak.

“Ikan kerang peminatnya banyak, namun ketersediaan sedikit karena banyak nelayan tidak melaut,” imbuh Husnaini.

Meski begitu, ia yakin awal Maret harga ikan akan kembali normal. Sebab, saat itu musim utara juga sudah mulai berakhir.

“Insyallah Maret sudah mulai normal,” pungkasnya. (she)

3 Hal Ini Sebaiknya Dilakukan Sebelum Imlek

0

batampos.co.id – Menjelang perayaan Imlek 5 Februari, masyarakat keturunan Tionghoa mulai berbenah. Imlek merupakan perayaan tahun baru dimulainya perputaran kalender Tionghoa. Tahun ini ditandai dengan dimulainya shio Babi Tanah.

Ahli Feng Shui Suhu Yo menjelaskan ada tiga hal yang harus dilakukan menjelang perayaan Imlek. Hal itu agar tak ada hambatan dan kesukaran sepanjang tahun nanti.

“Ada beberapa hal yang harus diselesaikan dan dipersiapkan sebelum Imlek. Sehingga kalimat Gong Xi Fa Cai bisa lebih gembira diucapkan,” katanya baru-baru ini di Glodok, Jakarta Barat.

Rukun dengan Keluarga

Menurut Suhu Yo sebelum Imlek masing-masing orang harus menghilangkan perselisihan atau salah pendapat dengan keluarga. Sebab Imlek memiliki makna untuk berkumpul bersama keluarga. “Sebelum Imlek masuk kita harus mendamaikan dan hilangkan perselisihan dengan keluarga,” tegasnya.

Bayar Utang

Memasuki tahun yang baru, akan lebih baik jika utang-utang yang kecil dibayarkan dulu. Sehingga di tahun baru nanti seseorang bisa memulai dengan lembaran baru. “Hilangkan atau bayar utang dengan saudara yang kecil-kecil. Kalau utang yang besar kayak cicilan kan enggak mungkin,” kata Suhu Yo tertawa.

Membersihkan Rumah

Sebelum Imlek disarankan untuk membersihkan rumah. Sehingga akan mendatangkan rezeki dan keberkahan. “Justru saat Imlek jangan bersih-bersih rumah. Nanti malah hilang rezekinya,” jelasnya. (nurul/JPG)

Cara Dapetin Tarif Bagasi Murah ala Lion Air

0

batampos.co.id – Sudah pada tahu kan… Maskapai Lion Air tidak membolehkan penumpang membawa barang ke kabin melebihi 7 kilogram.

Apabila lebih dari itu, maka akan dihitung sebagai bagasi.

Ada cara agar kamu tidak kena tarif mahal untuk bagasi yang kamu bawa.

Maskapai Lion Air menerapkan pesan bagasi berbayar minimal dilakukan 6 jam sebelum jadwal keberangkatan.

Voucer bagasi berbayar ialah kelipatan 5 kg. Tarif sih tergantung tujuan. Beda tujuan beda tarif.

“Apabila beli saat berada di konter cek in jauh lebih mahal. Tapi melalui agen-agen kami, atau langsung ke kantor-kantor Lion Air lebih murah,” kata Distrik Manager Lion Air Batam, M Zaini Bire.

Masyarakat yang membeli tiket secara online, kata Bire tidak dapat membeli voucer bagasi di agen-agen travel. Karena, agen travel tentunya mengharuskan penumpang tak hanya beli voucer bagasi tapi juga membeli tiket dengan mereka.

“Tapi kalau yang sudah terlanjur beli tiket secara online, bisa beli di kantor-kantor perwakilan kami salah satunya di GGI hotel,” ucapnya.

Prosedur pembelian voucer ini menurut Bire cukup gampang. Karena penumpang hanya tinggal memilih voucer 5 kg, 10 kg atau lebih.

Bagaimana bila barang yang kita lebih berat dari voucher yang sudah kita beli?

“Misalnya beli tiket 5 kilogram, ternyata barangnya lebih 1 kilogram. Saat di konter cek in, kelebihannya itu dihitung tarif di konter,” ungkapnya. (ska)

 

Hari Ini, Pengurus PWI Kepri Dilantik di Gedung Daerah Tanjungpinang

0

batampos.co.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri akan menggelar pelantikan pengurus pada Senin, 4 Februari 2019 di Gedung Daerah Tanjungpinang.

PWI Kepri periode 2018 – 2023 yang dipimpin Candra Ibrahim ini resmi terbentuk dalam Konferprov PWI Kepri IV yang digelar di Ballroom, Hotel Harmoni One Batam, Sabtu 15 Desember 2018 lalu.

Sekretaris PWI Kepri Novianto menyebutkan, acara pelantikan ini akan dihadiri oleh segenap pengurus PWI Kepri mulai dari Dewan Penasehat, Dewan Kehormatan, dan Pengurus Harian yang telah disahkan oleh PWI Pusat melalui Surat Keputusan Nomor: 024-PGS/PP-PWI/2019 yang ditandatangani Atal S Depari, 2 Januari 2019.

Sebagai pemegang tampuk kepemimpinan PWI Kepri, Candra Ibrahim berkomitmen untuk menata kembali organisasi PWI Kepri, isu – isu kesejahteraan wartawan, serta perbaikan database kewartawanan.

”Selain secara internal, kami akan berusaha meningkatkan kesejahteraan wartawan, kami juga berusaha untuk segera merealisasikan pengadaan sekretariat atau kantor PWI Kepri, serta mengefektifkan kembali koperasi wartawan,” sebut Candra, beberapa waktu lalu.

Direktur Utama Batam Pos ini menambahkan, selama kepemimpinannya di PWI Kepri akan meningkatkan kepedulian terhadap pembangunan daerah, mengaktifkan kembali peranan wartawan dalam memberikan masukan-masukan ke pemda dalam menentukan arah kebijakan pembangunan.

Sebelum resmi dilantikm Pengurus PWI yang baru telah melakukan berbagai kegiatan positif, selain menggelar bakti sosial dalam rangka menyambut Hari Pers Nasional, PWI Kepri , juga telah dibentuk Masyarakat dan Pers Pemantau Pemilu (MAPILU). (*)

SMA Ananda dan SMA Yos Sudarso Menangi HSBL 2019

0

batampos.co.id – Kemeriahan Batam Pos-Honda Student Basketball League berakhir sudah. Dalam laga puncak yang digelar di Hi-Test Arena, Minggu (3/2/2019) SMA Ananda menjadi yang terbaik di kategori putra.

Sementara SMA Yos Sudarso menjadi yang terbaik di kategori putri.

Sebagai juara pertama kategori putra dalam kejuaraan ini berhak atas hadiah sebesar Rp 5 juta. Sedang juara kedua mendapatkan hadiah Rp 2,5 juta. Sedang juara pertama putri diberi hadiah sebesar Rp 2,5 juta dan peringkat kedua mendapat hadiah Rp 1,25 juta

Sedang Most Valuable Player (MVP) putra diraih oleh Desmond dari Ananda Sedang MVP putri diraih Dewi Marcella dari SMA Yos Sudarso. MVP diganjar hadiah sebesar Rp 750 ribu.

Sales Manager Honda Kepri Syaiful mengatakan terima kasih pada Perbasi, Batam Pos yang telah membantu terselenggaranya event ini.

“Selamat pada para pemenang. Dan semoga ajang ini terus digelar dan mampu mengembangkan cabor basket di Kepri semakin berjaya,” ujarnya.

“Juga terima kasih pada seluruh peserta yang telah berpartisipasi di ajang ini,” tegas Syaiful

Sedang Ketua Perbasi Batam Satrio mengatakan penyelenggaraan Batam Pos-HSBL IV berjalan sukses.

“Event keempat ini sangat luar biasa dan menyajikan tontonan yang sangat menghibur. Harapan kami tahun depan bisa lebih baik lagi dan peserta dari luar Batam semakin banyak sehingga kompetisi semakin menarik,” tuturnya.

Di babak final putra berhadapan SMA Ananda harus berjuang ekstra keras untuk bisa meraih gelar juara. Di kuarter pertama kedua tim bermain hati-hati. Baik SMA Ananda maupun SMA Maha Bodhi berusaha mencari celah defend lawan. Blocking dan rebound diperagakan pemain SMA Ananda san Maha Bodhi untuk mencegah lawan menambah poin.

Memasuki tiga menit kuarter pertama kedudukan 6-3 untuk SMA Maha Bodhi. Pertengahan kuarter pertama SMA Maha Bodhi mulai menemukan celah defend lawan. Kedudukan menjadi 8-3.

Ketatnya laga membuat kedua tim mulai meningkatkan tensi pertandingan. Kuarter pertama berakhir dengan keunggulan SMA Maha Bodhi 14-9 atas SMA Ananda.

Memasuki kuarter kedua SMA Ananda banyak melakukan kesalahan. Hal ini berimbas pada serangan balik dari SMA Maha Bodhi. Melvin sukses menjadi kreator SMA Maha Bodhi dalam mendulang poin. Skor 19-11 untuk keunggulan SMA Maha Bodhi di menit ke tiga.

Saat laga berjalan lima menit, SMA Ananda mulai mendekati perolehan SMA Maha Bodhi. Kedudukan menjadi 24-22 masih untuk keunggulan SMA Maha Bodhi.

Laga berjalan ketat hingga akhir kuarter kedua. Di dua menit terakhir Ananda berhasil menyamakan kedudukan menjadi 28-28. Kedudukan menjadi 34-30 untuk keunggulan SMA Maha Bodhi di akhir kuarter kedua

Laga cepat dan ketat masih terjadi di kuarter ketiga. Hanya saja akurasi SMA Ananda belum maksimal. SMA Maha Bodhi masih memimpin dengan skor 36-33.

Di menit ke empat kembali SMA Ananda berhasil menyamakan kedudukan. Akselerasi Desmond berhasil menyamakan kedudukan sementara menjadi 38-38.

Tapi memasuki pertengahan kuarter ketiga SMA Maha Bodhi kembali memimpin. Melvin berhasil mengoleksi lima poin dalam satu menit. Kedudukan menjadi 47-40 untuk SMA Maha Bodhi.

Di menit ketujuh kembali skor imbang 47-47. Laga berjalan kian cepat dan menegangkan. Kedua tim berupaya menambah pundi-pundi perolehan poin. Kuarter ketiga berakhir keunggulan SMA Ananda dengan skor tipis 49-51.

Laga kian menegangkan saat memasuki kuarter keempat. Kedua tim terus memompa semangat menjadi yang terbaik.

Desmond membuka perolehan angka SMA Ananda di kuarter keempat. Sekaligus menjauhkan jarak dengan SMA Maha Bodhi menjadi 49-53.

Tapi SMA Maha Bodhi mampu menyamakan kedudukan menjadi 55-55 saat laga memasuki menit ketiga. SMA Maha Bodhi berbalik unggul saat laga memasuki menit lima. Skor menjadi 61-57.

Gemuruh teriakan suporter membahana memberikan dukungan pada SMA Maha Bodhi. Skor menjadi 64-59 di di sisa waktu dua menit.

Di 20 detik terakhir situasi berubah. Ananda berhasil melewati perolehan poin Maha Bodhi menjadi 64-65. Tapi Maha Bodhi mampu menyamakan kedudukan saat laga menyisakan dua detik. Final putra diputuskan melalui babak perpanjangan waktu.

Di babak tambahan waktu, SMA Ananda terus menekan pertahanan Maha Bodhi. Tapi upaya Desmond dkk belum bisa menembus defend Ananda. Sempat unggul satu poin, skor kembali sama 66-66.

Desmond kembali membawa keunggulan bagi SMA Ananda setelah melalui tembakan tiga angkanya. Kemudian Desmond kembali menambah poin Ananda dengan layupnya. Selisih poin Ananda semakin jauh seelah Agus Rey berhasil mencetak lima angka. Skor menjadi 66-76.

Ananda akhirnya menutup babak tambahan dengan skor 66-78 sekaligus
memastikan diri menjadi juara dalam kompetisi bola basket antarpelajar se-Kepri.

Pelatih SMA Maha Bodhi, Yulfi Lonardus mengatakan fisik menjadi dasar alasan SMA Maha Bodhi gagal meraih juara. “Kami kalah karena fisik. Fisik yang terkuras membuat kami tidak fokus. Dan ini sangat berpengaruh dalam permainan” keluhnya.

“Secara permainan kami seimbang hanya memang fisik kami banyak terkuras,” tambahnya

Sedang Pelatih SMA Ananda Mustofa mengatakan mental dan momentum menjadi pembeda dalam laga puncak ini.
“Kami berhasil juara karena mental dan momentum,” serunya.

“Padahal defend kami kurang bagus terutama di babak pertama hingga keempat. Selamat atas kerja keras anak-anak,” papar Mustofa.

Sementara itu, SMA Yos Sudarso berhasil menjadi juara usai mengalahkan SMA Maha Bodhi di babak final.

Di kuarter pertama SMA Yos Sudarso unggul terlebih dulu lewat shooting three point. SMA Maha Bodhi berupaya membalas, tapi malah melakukan kesalahan. Pelatih SMA Maha Bodhi melakukan time out di menit keempat dengan keunggulan ASMA Yos Sudarso 0-3.

Memasuki menit keenam SMA Yos Susarso terus menambah keunggulan. Berturut-turut enam poin berhasil dilesakkan. Sementara SMA Maha Bodhi hanya berhasil menyarangkan dua poin. Kedudukan 2-9 untuk SMA Yos Sudarso di menit ketujuh.

Akurasi dan fokur penyerangan menjadi kendala SMA Maha Bodhi gagal mencetak poin. Kuarter pertama ditutup dengan keunggulan SMA Yos Sudarso atas SMA Maha Bodhi 4-12.

Memasuki kuarter kedua, SMA Maha Bodhi berusaha menekan defend SMA Yos Sudarso. Kematangan bermain dan pengalaman membuat SMA Yos Sudarso malah berhasil menambah perolehan poin. 8-18 untuk keunggulan SMA Yos Sudarso.

SMA Maha Bodhi terlihat kesulitan menambah perolehan poin. Kuarter kedua berakhir dengan skor 14-26 untuk keunggulan SMA Yos Sudarso.

SMA Yos Sudarso semakin percaya diri saat laga memasuki kuarter ketiga. Tapi SMA Maha Bodhi mulai tumbuh kepercayaan dirinya. Dua menit pertama skor 16-26 untuk SMA Yos Sudarso.

SMA Maha Bodhi belum bisa mengatasi rotasi bola SMA Yos Sudarso. Sementara itu tekanan yang dilakukan SMA Yos Sudarso terus memaksimalkan peluang untuk menambah poin. Kuarter ketiga berakhir dengan skor 22-33.

Kuarter keempat tak jauh berbeda. Kesalahan demi kesalahan hang dilakukan SMA Maha Bodhi membuat peluang untuk mengikis selisih poin semakin sulit. Kuarter keempat berakhir dengan kedudukan 26-42. SMA Yos Sudarso kampiun Batam Pos-HSBL IV 2019 kategori putri.

Pelatih SMA Maha Bodhi Hendro mengatakan stamina yang sudah terkuras membuat anak asuhnya gagal menjuarai event ini. “Banyak pemain cedera dan juga kondisi fisik yang terkuras,” keluh Hendro, Minggu (3/2).

“Kami memang tak menargetkan juara. Tapi bisa melangkah ke final adalah kebanggan tersendiri. Selamat pada SMA Yos Sudarso,” ucapnya.

Pelatih SMA Yos Sudarso Santi mengaku bersyukur bisa meraih kemenangan dalam kejuaraan ini.

“Ini kebanggaan tersendiri bagi SMA Yos Sudarso,” serunya

“Tahun depan kami akan berusaha untuk bisa mempertahankan gelar juara. Terima kasih atas kerja keras anak-anak dan support semua pihak hingga kami bisa meraih juara tahun ini,” tutur Santi. (yan)

 

Apindo Ancam akan Gugat Gubernur Jika …

0

batampos.co.id – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepri mengecam keras rencana Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengesahkan usulan Upah Minimum Sektoral (UMS) Kota Batam 2019. Bahkan Apindo mengancam akan menggugat gubernur Kepri jika nekat mengesahkan UMS Kota Batam 2019.

Selain menambah menyulitkan pengusaha yang notabene sudah mengaku berat dengan nilai Upah Minimum Kota (UMK) Batam 2019 sebesar Rp 3.806.358, pe­ngesahan UMS juga dinilai bisa mencederai iklim investasi di Batam yang sudah bagus.

“Pak Gubernur memang punya hak untuk tanda tangan, serikat pekerja juga punya hak untuk berdemo, (tapi) pengusaha juga punya hak untuk tidak bayar dulu, kami akan gugat sampai kemanapun,” ujar Ketua Apindo Kepri Cahya, Jumat (1/2/2019).

Menurut Cahya, mestinya gubernur menggunakan acuan yang dibuat pemerintah pusat dalam hal penentuan upah. Baik itu UMK ataupun UMS Kota Batam 2019. Selain Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, ada juga ketentuan dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) Nomor 15 yang mengatur tentang Upah Minimum.

Dalam beleid tersebut, yak-ni pasal 12 ayat 2 mengatur tentang penetapan UMS Kota/Kabupaten. Bunyinya; UMS Provinsi dan/atau UMS Kota/Kabupaten ditetapkan berdasarkan hasil kesepakatan asosiasi pengusaha pada sektor dengan serikat pekerja/serikat buruh pada sektor yang bersangkutan.

Bahkan, dalam Permenaker Nomor 15/2018, harus ada kajian untuk menentukan sektor unggulan dulu, baru kemudian dibahas antara asosiasi sektor usaha terkait dengan serikat pekerjanya.

“Kalau ini kan gubernur ambil alih langsung menentukan 100-an sektor (unggulan), kan kacau kalau begini,” ujarnya.

Meski, Cahya mengatakan Apindo pernah diajak membahas rencana UMS Kota Batam 2019, namun menurutnya mekanisme itu keliru. Pasalnya, yang harus diajak diskusi mestinya adalah asosiasi sektor usaha terkait dengan asosiasi pekerja atau buruh terkait.
Misalnya, asosiasi usaha galangan kapal dengan serikat pekerja galangan kapal. Namun, ini tidak dijalankan sehingga Apindo menyatakan tak ada pengusaha yang sepakat dengan usulan UMS Kota Batam 2019.

“Kami minta Pak Wali Kota dan Pak Gubernur mematuhi aturan yang sudah dikeluarkan sesuai Permenaker No 15/2018. Kalau pemerintah sendiri tidak mematuhi aturan, siapa lagi yang mau mematuhi,” ujarnya.

ilustrasi
foto: batampos.co.id / dalil harahap

Selama itu, kalangan pengusaha sudah mengikuti keputusan pemerintah yang menetapkan UMK sesuai PP 78/2015. Meskipun besaran UMK Rp 3,8 juta dinilai berat, namun Cahya menyebut kalangan pengusaha tetap patuh menjalankannya.

“Apindo akan menaati jika semua ditentukan sesuai aturan,” kata dia.

Apindo juga mengingatkan, kebijakan menetapkan upah terlampau tinggi namun di luar kemampuan pengusaha, malah akan berimbas negatif terhadap keberlangsungan usaha di Batam. Bahkan, bisa membuat investor hengkang dari kota ini.

“Pengusaha lokal tidak akan lari ke mana-mana, yang lari itu investor,” katanya.

Menurutnya, saat ini banyak pengusaha lokal yang tidak menerapkan kebijakan UMK Batam 2019 karena belum sanggup. Cahya bahkan menyebut, lebih dari 60 persen pengusaha lokal tidak membayar sesuai ketentuan UMK tersebut. Meski begitu, jumlah pencari kerja tetap banyak dan lowongan kerja yang ada saling diperebutkan.

“Sektor informal seperti foodcourt, mal atau toko-toko, hanya mampu bayar sekitar Rp 2 juta sampai Rp 2,5 juta. Jauh dari UMK yang kita tetapkan. Tapi itu kenyataannya,” ungkapnya.

Karena itu, Cahya meminta para kepala daerah bijak sebelum mengambil kebijakan soal upah. Terlebih, ini menyangkut penyediaan lapangan pekerjaan ke depan yang sangat erat berkaitan dengan kehidupan ekonomi masyarakat.

“Saya berharap Pak Wali (Kota) dan Pak Gubernur melihat ke lapangan, jangan karena diancam demo oleh sekelompok serikat, kemudian asal menetapkan UMS Kota Batam. Ini bisa buat kacau semua,” tutupnya.

Sebelumnya pada Jumat (25/1), Gubernur Kepri Nurdin Basirun melalui Asisten 1 bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Raja Arizal, mengatakan SK UMS Kota Batam akan ditandatangani paling lama pekan pertama Februari 2019. Rencana tersebut diklaim sudah disepakati pemerintah Provinsi Kepri dengan semua pihak, termasuk perwakilan buruh.

Minggu pertama Februari dipilih karena menyesuaikan dengan hari ulang tahun Federasi Sarikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) yang jatuh pada tanggal 6.

“Kami upayakan bisa mengesahkan UMSK pada 6 Februari, sesuai dengan permintaan buruh,” jelas Arizal seusai menemui buruh yang unjuk rasa saat itu di depan gedung Graha Kepri, Batam Center.

Angka UMS yang akan disahkan gubernur untuk sektor I yang terdiri atas industri galangan kapal dan migas sebesar Rp 3.806.358. Sektor II untuk industri manufaktur sebesar Rp 3.806.358. Sektor III untuk pariwisata sebesar Rp 3.806.358. (*)

Jaga Kebersihan, Waspada DBD

0
ilustrasi

batampos.co.id – Jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) di Bengkong meningkat lebih dari 100 persen. Selain faktor cuaca, hal lain yang memicu meningkatnya DBD adalah banyaknya penampungan air.

Kepala Puskesmas Seipanas dr Anggrainie NW mengatakan, satu bulan terakhir ini jumlah penderita DBD meningkat tajam. ”Tahun lalu hanya empat penderita, namun saat ini lebih dari 10. Untuk angka pasti saya tak pegang data,” ujar Anggi, Jumat (1/2/2019).

Ia berharap di musim peng-hujan seperti saat ini, masya-rakat harus lebih waspada dan menjaga kebersihan. Sebab, diperkirakaan serangan nya-muk DBD ini masih akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.

”Karena jumlah penderita di luar dugaan, hari Minggu depan kami bersama Camat Bengkong dan seluruh puskesmas akan gotong royong ke kawasan Bengkong yang rawan. Masyarakat diminta turut serta, karena ini untuk kepentingan bersama,” terang Angggi.

Menurut Anggi, nyamuk demam berdarah menyukai air jernih yang tergenang hingga air tampungan seperti bak mandi dan air di ember. Sementara nyamuk biasa, suka bertelur di air comberan atau parit.

”Nah, sebagian masyarakat Bengkong banyak memiliki tampungan air. Diduga masih banyak yang jarang membersihkan air di bak mandi, sehingga memicu berkembangbiaknya nyamuk ini. Jadi tempat berkembangbiaknya bukan di air comberan, tapi air jernih,” tegasnya.

Satu-satunya cara untuk mengatasi DBD, lanjutnya, adalah menjaga lingkungan pemukiman tetap bersih. Sebab jika sudah ada satu penderita di kawasan tersebut, dikhawatirkan akan memakan korban lagi.

”Fogging bukan jalan untuk membasmi nyamuk ini, karena yang dibunuh hanya induk. Pembasmian nyamuk DBD dengan 3 M plus dan hidup sehat,” tutur Anggi.

Camat Bengkong M Tahir membenarkan jumlah penderita DBD. Bahkan menurutnya, penderita DBD kebanyakan berasal dari masyarakat berada.

”Nyamuk DBD itu suka di air jernih, bukan kotor. Jadi, DBD ini tak mengenal lokasi. Bisa saja tempat yang sudah dianggap bersih, ternyata ada genangan airnya, nah, itu yang memicu,” jelas Tahir.

Oleh sebab itu, ia berharap masyarakat bisa menjaga kebersihan, terutama yang menampung air.

”Kuraslah bak mandi seminggu sekali, atau terlihat adanya jentik nyamuk. Jangan biarkan mereka berkembang biak sehinga ada korban lagi,” imbau Tahir. (*)

Penilaian Walikota Batam terhadap Taman Kota ialah …

0
Taman Buluh foto: batampos.co.id / ccep mulyana

batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi menilai taman di Batam belum memadai. Padahal, taman yang bagus erat kaitannya dengan pariwisata yang kini dikembangkan Pemko Batam.

”Taman kita masih belum elok untuk dilihat. Pohon baru ditanam, tak hidup,” ucap Rudi, Jumat (1/2/2019).

Maka dari itu, ia telah menugaskan Kepala Disperkimtan Batam Eryudhi Apriadi kembali membagikan tugas pada OPD-OPD untuk ikut memelihara taman-taman tertentu sesuai dengan tugas yang telah ditetapkan.

”Saya kasih waktu dua bulan, dari 25 Januari kemarin, jadi 25 Maret pohon harus hijau dan besar,” kata Rudi.

Rudi meminta OPD dapat menjalankan sebaik-baiknya tugas tersebut. ”Jaga pohon tersebut, kalau besar menye-jukkan orang di bawahnya, pahala kalian kan tak putus,” kata dia.

Tidak hanya itu, ia mengaku penataan taman jadi fokusnya karena sudah menjadi sorotan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. Ia bercerita dalam satu kesempatan, Tjahjo mengapresiasi perkembangan infrastrukur Batam, akan tetapi menteri meminta taman juga harus di-perbaiki.

”Jalan yang kita buka ia sampaikan terima kasih, tapi ekor ungkapan yang ia sampaikan bercabang, dia bilang tinggal tamannya yang belum sempurna,” imbuh Rudi, mengulang percakapannya dengan Tjahjo.

Pembagian tugas sejatinya bukan baru-baru ini dibebankan kepada OPD, pembagian tugas sudah dilakukan seiring penanaman serentak ketapang kencana, di antaranya di Simpang Kabil hingga Simpang Jam (jalan layang Laluan Madani).

Sayangnya, pohon-pohon yang ditanam di kawasan yang disebut yang digadang jadi hutan Kota ini banyak yang mati. Padahal, penanaman pohon di lokasi tersebut dulunya melibatkan 10 ribu orang. Mulai dari pemerintah, gerakan pramuka, PGRI, Karang Taruna, dan lainnya.

Memang pada titik-titik tertentu ada yang tumbuh, seperti ketapang kencana di median jalan dekat jalan la-yang. Pohon-pohon ini dulu ditanam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Batam yang juga turut dihadiri Panglima Kodam (Pangdam) I/Bukit Barisan saat itu, Mayjen TNI Ibnu Triwidodo.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan (Disperkimtan) Kota Batam Eryudhi Apriadi memastikan pemeliharaan bakal hutan kota ini akan terus berjalan. Bahkan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dulu pernah dibagi wilayah kerja untuk mengurus area dengan luasan tertentu, masih berlaku dan tugasnya wajib untuk dijalankan.

”Tugas yang telah dibagi tetap harus dilaksanakan,” kata Eryudhi. (iza)