batampos.co.id – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Edy Putra Ramayadi mengatakan rencana pengembangan kota air bukan merupakan tugasnya.
Fokus Edy dan tim saat ini adalah bagaimana meningkatkan pelayanan perizinan, mengawal investasi yang akan masuk dan merampungkan master plan pembangunan Batam.
“Rencana kota air itu urusan “dewa-dewa”, bukan urusanku. Urusanku itu kejar tata ruang dan master plan supaya Kantor Lahan bisa kerja, bisa membuat bank lahan untuk fasilitas investasi. Itulah urusan kita,” katanya usai acara dialog investasi bersama sejumlah asosiasi pengusaha di Batam, Jumat (15/2) di Gedung BP Batam.
Seandainya wilayah Teluk Tering yang menjadi lokasi pengembangan kota air diambil alih pengembangannya untuk pembanguan properti, BP juga tetap akan mendukungnya sejauh itu menyangkut kepentingan perekonomian Batam.
“Kami akan susun master plan sendiri, sehingga dimana kepastian yang perlukan reklamasi lewat KKP bisa jelas. Supaya ada kepastian Hak Pengelolaan Lahan (HPL),” ujarnya.
BP tidak akan pernah mengkhawatirkan hal tersebut, karena masih memiliki sejumlah pulau yang menjadi kewenangannya.
“Wilayah kerja BP itu ada delapan pulau dibawah kewenangan kami, tanggung jawab kami, baru dieksekusi. Jadi kami itu dibuang dari dunia-dunia lain itu,” ucapnya.
Memang, rencana pengembangan kota air sempat digaungkan di era kepemimpinan BP Batam sebelumnya, tapi dalam perjalanannya terjadi gesekan-gesekan kepentingan.
“Saya boleh saja punya rencana seperti itu. Tapi di dalam implementasinya ada friksi, jadi harus diselesaikan dewa-dewa. Ya kita biarkan. Kita kan cuma (kasta) sudra. Kalau katanya boleh ya terusin, kalau tidak ya sudah. Batam ini luas, ada delapan pulau FTZ, ada Rempang, Galang, Galang Baru, masih luas,” paparnya.
Dewa yang dimaksud Edy adalah Dewan Kawasan (DK) Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam.
Rencana penyelesaian master plan lahan nanti akan membuat BP memiliki neraca lahan yang baik. Dan untuk lahan-lahan yang tersisa, BP hanya akan terima industri yang punya nilai tambah tinggi.
“Kami punya neraca lahan untuk industri nilai tambah tinggi saja, kita tak terima recehan lagi. Makanya kami fokus untuk hub logistik Hang Nadim, medical services, factory outlet yang akan masuk kesini,” ucapnya.
Sebelumnya, Walikota Batam, Rudi mengakui telah mengeluarkan satu surat rekomendasi kepada Gubernur Kepri untuk pengembangan kawasan Teluk Tering, Batamcentre.
Rudi mengatakan, rekomendasi ini keluar atas permintaan PT Kencana Investindo Nugraha. Pengajuan rekomendasi sudah dilakukan sejak 2 tahun lalu. Namun, rekomendasinya memang baru dikeluarkan pada tahun 2018.
“Saya hanya memberikan rekom ke gubernur bahwa PT ini mampu dan akan membangun daerah di Batam Center laut. Itu saja,” katanya.
Ia melanjutkan penerbitan rekomendasi tersebut masih menjadi kewenangan pihaknya. Hal tersebut diatur dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
“Perlunya rekom ini, karena itu daerah saya (wilayah kerja di Pemko Batam). Izin bangun, dan lainnya nanti ke saya. Pak gubernur hanya memberikan izin untuk reklamasi,” tegasnya.
Pengembangan kawasan Teluk Tering memang menjadi pembahasan hangat di media belakangan ini. Kabarnya, mega proyek Batam Marina Bay akan dibangun disana. Di sisi lain, Badan Pengusahaan (BP) Batam juga sudah merencanakan Teluk Tering Batam Center sebagai kota air. Ketika disinggung mengenai ini, Rudi menjawab diplomatis.
“Itu wewenangnya di kami, bukan di BP Batam. Dan ini (soal rekomendasi) tak ada hubungan langsung dengan BP Batam. Karena kami bekerja ini berdasarkan undang-undang. Begitu UU (UU No.23/2014) keluar, wewenang melekat,” ujarnya. (leo)
Jalan rusak terlihat di sebagian jalan Fisabililah Batamcenter, Selasa (12/2).Jalan rusak tersebut bekas pemasang pipa yang belum dilakukan pengaspalan baru dicor. F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) segera memperbaiki jalan yang rusak karena proses penanaman pipa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Batam. Hal itu sekaligus merespons keluhan dari masyarakat.
Kepala Bidang Pengelolaan Limbah BP Batam Iyus Rusmana mengatakan hal tersebut terjadi karena subkontraktor baru akan mengaspal bekas penanaman pipa tersebut, pekan depan.
“Semua penggalian setelah ditimbun dan dipadatkan terus dicor. Kemudian baru diaspal. Cuma menurut subkontraktor, jadwal pengaspalan baru bisa pekan depan karena harus order aspal sekaligus dalam volume besar,” ujarnya, Kamis (14/2/2019).
Tetapi, ia sudah meminta agar pengaspalan dilakukan segera agar tidak membuat masyarakat Batam resah.
“Saya sudah minta mereka harus diaspal hari ini atau besok. Jangan dibiarkan berlama-lama apalagi itu fasilitas umum,” ungkapnya.
Iyus mengakui, ada sejumlah kendala dalam menyelesaikan proyek IPAL Bengkong ini.
“Karena ada kendala yang sulit diantisipasi seperti musim hujan, material aspal, subkon yang kurang profesional dan lain-lain,” sebutnya.
Sedangkan pemasangan pipa, progresnya tetap berjalan.
“Sementara pemasangan pipa sudah 70,8 kilometer dari target 114,3 kilometer. Sedangkan untuk pekerjaan IPAL yang terdiri dari pembangunan stasiun pompa, pemasangan pipa, dan sambungan rumah sampai Januari sudah mencapai 34,03 persen,” ungkapnya. (leo)
batampos.co.id – Distrik Manager Lion Air Grup Batam, M Zaini Bire memperkirakan promo tiket pesawat rute Batam menuju Letung, Anambas berlangsung selama 3 bulan ke depan. Lion Air Grup melalui maskapai Wing Air memberikan harga promo dikisaran Rp 600ribuan.
Bire mengatakan karena penerbangan masih baru, makanya promo dibuka sedikit lebih panjang.
“Kalau normalnya lebih mahal,” katanya, Sabtu (16/2/2019).
Ia berharap masyarakat bisa mempergunakan kesempatan promo tiket murah ini, untuk berlibur ke beberapa tempat yang ciamik di Kabupaten Anambas. Bagi yang biasa berlibur ke Anambas menggunakan jalur lauy, tentunya membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama.
Namun dengan menggunakan jalur udara, dari Batam ke Anambas hanya membutuhkan waktu penerbangan selama 1 jam 5 menit.
“Kami melayani penerbangan dengan pesawat baru jenis ATR 72,” ungkap Bire.
ATR 72 adalah pesawat penumpang regional jarak pendek bermesin twin-turboprop yang dibangun perusahaan pesawat Prancis-Italia ATR. Pesawat ini memiliki kapasitas hingga 78 penumpang dalam konfigurasi kelas tunggal dan dioperasikan oleh dua kru penerbang.
Frekuensi penerbangan yang jalani Wings Air dari Batam ke Letung, Anambas setiap Senin, Rabu, Jumat serta Minggu pukul 12.30. Sedangkan dari Jemaja, Anambas ke Batam dijalani setiap Senin, Rabu, Jumat serta Minggu pukul 13.55.
“Kami buka rute ini tidak hanya memudahkan dan membantu transportasi masyarakat Anambas saja. Tapi juga untuk mendukung iklim pariwisata,” ucapnya. (ska)
Calon penumpang PELNI tujuan Batam-Jakarta. F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) melaporkan peningkatan jumlah penumpang pada awal 2019. Jika dibandingkan dengan Januari tahun lalu, jumlah penumpang naik 21 persen. Perusahaan tersebut juga melakukan geb-rakan dengan mengeluarkan kebijakan gratis biaya bagasi hingga 50 kg. Hal ini diyakini akan menambah minat penumpang.
Pada Januari 2018 jumlah pengguna kapal sebanyak 343.965 orang. Sedangkan tahun ini jumlahnya mencapai 414.649 orang.
Kepala Kesekretariatan PELNI Ridwan Mandaliko kemarin (14/2/2019) memprediksi kenaikan jumlah pelanggan didasari beberapa hal, di-antaranya tingkat pelayanan yang makin membaik, kemudahan memperoleh tiket yang bisa diakses dari telepon selular, dan cara pembaya-ran dengan kartu debet.
”Kebijakan free bagasi hingga 50 kg untuk setiap penumpang juga mempengaruhi,” ucapnya.
Selain itu, mahalnya biaya penerbangan juga jadi penyebab orang beralih ke jalur laut. Dari data yang dihimpun, pada jarak jauh kenaikan terjadi pada rute Jakarta-Medan, Jakarta-Makassar dan Jakarta-Ambon. Sedangkan untuk rute pendek terjadi kenaikan pada ruas Makassar-Baubau, Makassar-Ambon, Batam-Belawan, dan Ambon-Bandaneira. Penumpang dengan rute tersebut naik rata-rata antara 5.000 hingga 6.000 orang per hari.
”Kenaikan jumlah penumpang menunjukkan PELNI masih menjadi alternatif transportasi, mes-kipun sudah ada akses via udara,” ungkap Ridwan.
Dia menambahkan, PELNI memberikan bagasi gratis sebesar 50 kg per-penumpang ke seluruh pelayaran. Namun, bagasi gratis tersebut tidak boleh melebihi ukuran volume maksimal 30 cm x 30 cm x 30 cm, setara satu koper atau koli. Jika sudah berlebih maka disebut over bagasi.
”Akan dikenakan tarif over bagasi,” tuturnya. Berat ini menurutnya sangat toleran.
Ridwan berharap penumpang dapat memperhatikan aturan tersebut.
”Agar ketertiban, keamananan, dan kelancaran penerapan barang bagasi dapat berjalan sesuai ketentuan dan dapat mendukung keselamatan pelayaran,” bebernya.
Dia menyayangkan, di lapangan masih saja ada yang melanggar.
”Bagi yang membawa bagasi melebihi berat atau volume, PELNI menerapkan tarif over bagasi, tujuannya agar tertib, aman, dan selamat,” imbuh Ridwan. (lyn)
batampos.co.id – Pesawat Lion Air tergelincir keluar landas pacu saat mendarat di Bandara Udara Internasional Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (16/2/2019) sekira pukul 15.00. Kala itu hujan.
Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro memastikan tidak ada korban jiwa atas kecelakaan ini.
Pesawat dengan nomor penerbangan JT-714 tersebut membawa tujuh kru dengan 180 penumpang dewasa dan dua bayi.
Pesawat lepas landas dari Soekarno-Hatta pukul 13.50 WIB. Saat mendarat, jarak pandang di Bandara Supadio dilaporkan memenuhi persyaratan pendaratan dan kondisi hujan.
“Seluruh penumpang dan kru sudah dievakuasi dengan keadaan selamat. Saat ini sudah berada di ruang terminal bandar udara untuk mendapatkan layanan terbaik,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.
Danang memastikan penerbangan pesawat ini dipersiapkan secara baik.
foto: viral@akbaraidhelF
Pesawat Boeing 737-800NG registrasi PK-LPS sebelum dioperasikan sudah dilaksanakan pengecekan lebih awal (pre-flight check).
“Pesawat juga dinyatakan laik terbang (safe to flight),” tegasnya.
Saat ini, sambung Danang, Lion Air bekerjasama dengan berbagai pihak terkait untuk melakukan proses evakuasi pesawat dan langkah berikutnya.
Sementara itu, badan pesawat Lion Air yang tergelincir di Bandara Internasional Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat mulai dievakuasi.
Evakuasi dilakukan setelah pihak Lion Air dan pengelolan bandara mendapat izin dari pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
“Saat ini, Lion Air bersama pihak pengelola bandar udara setempat, Lanud dan instansi terkait sedang mempersiapkan proses evakuasi pesawat,” jelas Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (16/2/2019).
“Seluruh penumpang dan kru sudah dievakuasi dengan keadaan selamat. Saat ini sudah berada di ruang terminal bandar udara untuk mendapatkan layanan terbaik,” jelasnya.
Akibat kecelakaan ini beberapa penerbangan tertunda. (ian/rmol)
batampos.co.id – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam Didi Kusmarjadi mengakui jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Batam cukup tinggi dalam beberapa bulan terakhir. Menurutnya, selain pola hidup masyarakat, perubahan musim yang melanda wilayah ini jadi faktor utama peningkatan penyakit yang ditimbulkan gigitan nya-muk aedes aegypti tersebut.
“Desember 2018 lalu musim hujan, jadi (efeknya) banyak penderita di Januari,” ujar Didi, Kamis (14/2/2019).
Dinkes mencatat, pada Januari 2019 kemarin sedikitnya ada 89 penderita DBD yang dinyatakan positif. Sementara sebulan sebelumnya atau Desember 2018, jumlah penderita 72 orang. Sehingga, terjadi kenaikan jumlah penderita saat berakhirnya musim hujan dan masuk ke musim cuaca panas dalam beberapa bulan belakangan ini.
Banyaknya kasus DBD tersebut membuat Dinkes meminta masyarakat waspada. Tak hanya itu, warga juga diminta cepat tanggap jika ada keluarga yang memiliki ciri-ciri menderita DBD.
Seperti, demam tinggi, nyeri pada otot, mual, dan muntah, sakit kepala, dan kelelahan. Sebab, jika penanganannya lambat tentu sangat membahayakan penderita.
“Kami terus mengimbau penerapan 4M plus, cuma faktanya memang belum maksimal,” sebutnya.
4M plus artinya menutup tempat penampungan air, menguras tempat penampungan air secara rutin minimal seminggu sekali sekaligus memantau jentik nyamuk, dan mengubur tempat penampungan air yang tidak terpakai. Plus di sini artinya menghindari gigitan nyamuk menggunakan repelen antinyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, melakukan larvasidasi, dan menggunakan kelambu.
Sementara di Puskesmas Sekupang, sepanjang 2019 ini sudah ditemukan 11 penderita DBD.
“Januari ada tujuh kasus dan bulan ini ada empat kasus. Semua lokasi (yang ditemukan penderita) sudah di-fogging,” kata Kepala Puskesmas Sekupang Desi Atry, Kamis (14/2/2019).
Ia menjelaskan, pengasapan sudah dilakukan di beberapa titik. Di antaranya, Perumahan Parabola Tanjungpinggir, Tiban I dan beberapa lokasi lainnya yang ditemukan penderita positif DBD.
“Hari ini (kemarin, red) ada dua titik yang kami fogging,” ucapnya.
Desy menyebutkan, selama proses penyidikan epidemiologi (PE), sarang nyamuk banyak ditemukan di sekitar rumah penderita.
Seperti, di dispenser dan barang-barang bekas hingga penampungan air milik warga.
”Radius 100 meter sudah di-fogging semua. Kami berharap ke depan di wilayah tersebut tidak ada korban lagi,” katanya.
Pihaknya saat ini juga terus menyosialisasikan gerakan memberantas sarang nyamuk dengan benar. Selain itu ada juga pembentukan juru pemantau jentik (Jumantik) di setiap rumah. Warga juga diminta lebih peduli dan menerapkan 4M plus.
“Kalau pemberian abate (bubuk pembunuh jentik nyamuk) khusus untuk penampungan air yang sulit dijangkau saja,” imbuhnya.
Sementara di RSUD Embung Fatimah Batam di Batuaji, data pasien rawat inap dan jalan pada Januari 2019, terdapat 11 pasien terdiagnosa dan terjangkit DBD. Satu pasien di antaranya meninggal dunia yakni warga asal Bengkong Laut.
Lalu, di Februari ada empat pasien terdiagnosa. Dari data tersebut, pasien DBD masih didominasi usia anak-anak dan remaja.
Novi, Humas RSUD Embung Fatimah Batam menganjurkan warga yang mengalami gejala-gejala yang mengarah pada DBD, agar segera datang ke fasilitas kesehatan (faskes) terdekat untuk memastikan gejala awal demam atau panas tubuh termasuk DBD atau tidak.
“Untuk pasien yang jauh dari faskes bila perlu dirawat inap, ketimbang rawat jalan. Terlebih, memastikan kondisi pasien apabila benar pulih baru diizinkan pulang,” ujarnya.
Sebelumnya, Puskesmas Seipancur mencatat dari Januari 2019 ada lima orang terjangkit DBD. Pihak Puskesmas Seipancur mengklaim sudah memberikan pelayanan dan pencegahan DBD di lingkungan sekitar, baik berupa tenaga medis dan sosialisasi ke masyarakat.
“Nantinya ditinjau kembali di titik manakah yang dianggap rawan terjangkit DBD,” kata Kepala Puskesmas Seipancur Hatta Syaifullah, Rabu (13/2/2019).
Faktor kebersihan, sambung dia, menjadi salah satu penyebab utama. Pasalnya, lingkungan di sekitar Kecamatan Seibeduk yang dekat dengan Dam Duriangkang dan juga saluran air, berpotensi memperbanyak munculnya nyamuk aedes aegypti penyebab DBD.(yui/cr1)
Pegawai Negeri Sipil dan Honorer Pemko Batam usai melaksanakan upacara di Dataran Engku Putri Batamcenter Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Tenaga honorer kategori dua (K2) sudah bisa mendaftar pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) sejak Selasa malam (12/2). Tetapi jumlah pelamar belum signifikan. Data Badan Kepegawaian Negara (BKN) tadi malam (14/2), pelamar baru 38 ribuan orang.
Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan mengatakan pendaftaran PPPK bisa diakses melalui situs
ssp3k-daftar.bkn.go.id.
Jumlah pendaftar bergerak cukup dinamis. Hingga pukul 11.00 WIB kemarin, sudah 31.686 orang. Tetapi, menjelang magrib tadi malam, angkanya bergerak mencapai 38 ribuan orang.
’’Artinya jumlah pelamar naik tujuh ribu akun dalam kurun enam jam,’’ jelasnya.
Dia mengatakan, perlahan tapi pasti jumlah tenaga honorer K2 yang mendaftar PPPK semakin banyak. Terkait jumlah pelamar yang masih di angka 38 ribuan, masih bisa dimaklumi karena pendaftaran baru berjalan beberapa hari.
Ridwan menuturkan, dari seluruh pelamar, belum semuanya menuntaskan pendaftaran. Data BKN pukul 11.03 WIB kemarin menunjukkan, jumlah pelamar yang sudah mengisi formulir pendaftaran sebanyak 14.827 orang. Dari total pelamar yang sudah mengisi formulir tersebut, 4.556 di antaranya sudah melakukan submit pendaftaran.
Sesuai jadwal, pendaftaran PPPK tahap pertama ini dibuka hingga 16 Februari mendatang. Merujuk data BKN, ada sekitar 150 ribu orang eks honorer K2 yang bisa (eligible) mendaftar PPPK.
Perinciannya, 129.938 orang guru dan dosen di PTN baru, 5.527 orang tenaga kesehatan, serta 15.355 orang penyuluh pertanian. Para penyuluh pertanian itu terbagi menjadi dua. Sebanyak 454 penyuluh yang direkrut pemerintah daerah dan 14.901 orang rekrutan Kementerian Pertanian.
Ridwan mengingatkan kepada seluruh honorer K2 untuk mendaftar. Minimal membuat akun terlebih dahulu. Jika ada persoalan dalam pendaftaran, bisa memanfaatkan channel helpdesk di website.
’’Atau bisa menghubungi Badan Kepegawaian Dearah (BKD) setempat jika ada kendala lain atau mencari informasi lebih lanjut,’’ jelasnya.
Dia menegaskan, BKN tidak membuka helpdesk offline atau tatap muka. Sebab, potensi persoalan yang akan timbul biasanya sangat spesifik dan sesuai dengan daerah masing-masing.
Sehingga, jika ditemukan persoalan, pelamar bisa menghubungi BKD masing-masing.
Sementara itu, gugatan pasal 94 ayat 2 UU Aparatur Sipil Negara (ASN) tentang PPPK yang diajukan enam guru honorer asal Kebumen ke Mahkamah Konstitusi (MK) dicabut. Pencabutan tersebut ditetapkan dalam sidang putusan ketetapan yang dipimpin Ketua MK Anwar Usman di Gedung MK, Jakarta, Kamis (14/2).
Anwar mengatakan, gugatan tersebut sebetulnya sudah dilakukan sidang pendahuluan pada 15 Januari 2019. Hanya saja, 10 hari kemudian atau 25 Januari, MK menerima surat pencabutan perkara dari pemohon.
Berdasarkan UU tentang MK, pemohon dapat menarik kembali permohonan sebelum atau selama pemeriksaan.
“Mengabulkan permohonan penarikan kembali permohonan para pemohon,” ujarnya saat membacakan putusan.
Kuasa hukum pemohon Andi Muhammad Asrun menjelaskan, pihaknya sengaja mencabut untuk menata ulang gugatan.
“Dicabut untuk diajukan lagi ke MK dengan tambahan beberapa pasal minggu depan,” ujarnya kepada Jawa Pos. Sayangnya, saat didesak pasal-pasal apa saja yang akan digugat, dia enggan menyampaikan. Saat ini pihaknya masih mematangkan persiapan dan berkas-berkas yang dibutuhkan.
“Ya, ada beberapa,” imbuhnya.
Sebelumnya, para honorer menggugat skema PPPK yang disiapkan bagi pegawai pemerintah. Termasuk di dalamnya para guru. Asrun menilai, skema PPPK sebagai jenis perbudakan modern yang dilakukan pemerintah kepada guru. Pihaknya merasa, menyematkan status pegawai kontrak kepada guru sebagai tindakan kurang etis.
Idealnya, kata dia, guru bersifat tetap karena proses kerjanya berkelanjutan. (wan/far/oni)
batampos.co.id – Produk hukum berupa peraturan daerah (Perda) yang dihasilkan DPRD Kota Batam sejak berdiri 16 tahun yang lalu hingga saat ini sudah mencapai 150 Perda. Namun sayang, sebagian besar Perda tersebut mandul dan tidak diterapkan maksimal di Kota Batam.
Yang terakhir Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan Perda tentang Pemajuan Kebudayaan Melayu yang disahkan Maret 2018.
Sayangnya, perda tersebut belum bisa diimplementasikan dengan baik. Perda KTR contohnya. Perda yang dibentuk agar beberapa titik di Batam bebas dari asap rokok, seperti perkantoran, rumah sakit, bandara, sekolah, tempat ibadah, dan yang lainnya.
Namun faktanya, masih banyak pejabat yang justru melanggar perda tersebut. Ini bisa dilihat di keseharian oknum anggota DPRD Batam saat berkantor. Bukan hanya di ruang kerja komisi, tetapi malah saat sidang paripurna pun beberapa oknum anggota dewan merokok. Padahal mereka yang menggodok aturan itu hingga disahkan menjadi Perda.
Bobi Alexander Siregar, anggota Komisi IV DPRD Batam beberapa waktu lalu ketika ditanya Batam Pos mengaku akan tetap merokok di kantor DPRD Batam selagi tidak ada ruangan khusus merokok.
“Tidak ada yang melarang saya untuk merokok. Kalau memang paripurna dilarang untuk merokok, ya kami harapkan ada ruangan khusus,” katanya.
Selain itu, untuk Perda Pemajuan Budaya Melayu, ada ketentuan yang meminta setiap hari Jumat, pegawai pemerintah termasuk anggota DPRD sendiri untuk mengenakan pakain Melayu. Tetapi disayangkan, sering kali setiap hari Jumat anggota DPRD Batam menggunakan pakaian biasa.
“Perdanya sudah ada dan memang setiap hari Jumat itu harus menggunakan pakaian Melayu,” kata Muhammad Yunus, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Batam, beberapa waktu lalu.
Dalam perda kebudayaan tersebut juga mengatur bagaimana di tempat-tempat hiburan dan tempat umum untuk memperdengarkan lagu-lagu Melayu seperti di bandara dan pelabuhan. Namun kenyataannya, itu belum berjalan.
Wakil ketua Badan Pembentukan Perda DPRD Kota Batam, Tumbur M Sihaloho juga mengakui saat ini banyak Perda yang tidak maksimal. Bahkan terkesan mandul karena penegakan perdanya lemah. Menurutnya, banyak Perda yang sudah disahkan tetapi tidak diketahui khalayak ramai.
“Saya saja yang di DPRD tidak hafal semua Perda yang ada itu. Misalnya Perda Terumbu Karang, saya baru tahu itu. Apalagi masyarakat luas. Jadi, sosialisasi harus terus dilakukan,” katanya.
Ia menyebutkan beberapa Perda yang mandul tersebut di antaranya Perda tentang Ketertiban Sosial, Perda tentang Ketertiban Umum, Perda Sampah, Perda tentang Narkoba, Perda KTR, dan masih banyak lainnya.
“Misalnya untuk Perda sampah. Penindakan sudah tidak terdengar saat ini. Laut kita banyak sampahnya, tetapi yang buang sampah jarang ditindak. Dan masih banyak Perda lain yang hanya disahkan setelah itu, selesai tak ada penindakan,” katanya.(ian)
batampos.co.id – PT Alfa Yamaha Scorpi menggelar acara dengan konsep Yamaha Got Talent. Sembari mempromosikan produk terbaru bertipe motor matik Yamaha Free Go di Atrium Panbil Mall, Muka Kuning, Sabtu (16/2/2019).
Yamaha Alf Scorpi ingin membuat sesuatu yang beda untuk warga Batam agar bisa mengekspresikan dirinya dengan talent atau bakat dimiliki yang ingin ditunjukan kepada masyarakat Batam juga.
“Jadi kami membuat wadah agar warga Batam bisa mengekspresikan dirinya,” kata Frengky Area Marketing Devlopment Riau dan Kepulauan Riau.
Sekaligus mempromosikan produk terbaru dari Yamaha, Yamaha Free Go dengan tag line The amazing matic.
“Karena ingin menjawab kebutuhan melalui fitur canggih yang diciptakan agar mempermudah konsumen,” ujarnya.
Fitur yang diberikan Yamaha Free Go dengan kapasitas mesin 125 cc, motor matik ini dilengkapi teknologi Smart Front Refuel. Dimana tutup tanki motor berada di samping dengan kapasitas 4.2 liter, serta berbahan pelat baja.
“Saat pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak perlu ribet lagi membuka jok motor, cukup tekan satu tombol “paparnya.
Keunggulan lainnya, lampu depan LED lebih terang serta digital speedometer dan electric power socket., kemudian jok bagasi juga luas 25 L, helm full face dan plus barang lainnya, motor matik ini sangat cocok bagi orang dengan mobilitas tinggi.
“Tetap diutamakan adalah kenyamanan dalam berkendara,” jelasnya.
Motor ini juga dilengkapi Smart Key System (SKS) yang merupakan sistem kunci tanpa anak kunci (Keyless). Termasuk teknologi Stop dan Start System yang membuat motor mati secara otomatis saat berhenti lebih 5 detik.
Harga Yamaha Free Go dipasaran untuk tipe standart RP 18.996.000. Sedangkan untuk tipe S memakai kunci remot RP 20.965.000. Selesih harga dua juta ini menurutnya sangat sepadan dengan fitur yang diberikan.
Jadi saat ini Yamaha memberikan program khusus untuk tipe Free Go ini, setiap pembelian diberikan voucher plus RP 200.000 serta diskon angsuran sampai tiga bulan.
“Jadi kalau kredit 36 bulan menjadi 33 bulan,” tutupnya. (cr1)