Jumat, 1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11414

Kemenag akan Pecat Dua Pegawai yang Terciduk KPK

0

batampos.co.id – Kementerian Agama (Kemenag) terseret kasus yang melibatkan mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (Romy). Sebab, Romy ditangkap Bersama pejabat kantor wilayah Kemenag dan ruang kerja di Kemenag juga ikut disegel KPK. Menag Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan permohonan maaf.

Menag Lukman mengatakan, permintaan maaf itu terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang melibatkan dua pejabatnya. Seperti diberitakan sebelumnya, KPK menetapkan dua pejabat kantor wilayah Kemenag sebagai tersangka pemberi suap jual beli jabatan kepada Rommy.

Kedua pejabat itu adalah Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi (MFQ) dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur,Haris Hasanuddin (HRS).

“Kemenag menyadari betul kekecewaan dan kemarahan masyarakat atas peristiwa OTT KPK yang terjadi terhadap diri RMY, HRS, MFQ dan 3 orang lainnya,” ucap Lukman, Sabtu (16/3).

Itulah kenapa, Menag Lukman langsung menyampaikan permohonan maaf.

’’Kemenag menyampaikan pernyesalan dan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas terjadinya OTT yang melibatkan pejabat Kemenag terkait dengan pengisian jabatan di lingkungan Kemenag,” tambahnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, operasi tangkap tangan tersebut merupakan peristiwa hukum yang bersifat personal. Dia lantas mengakui kalau OTT menjadi cerminan masih adanya kelemahan dalam sistem tata kelola pemerintahan di Kemenag. Kelemahan itu menurutnya harus diidentifikasi.

“Peristiwa ini merupakan tanggung jawab pribadi dan bukan persoalan kelembagaan. Akan kami lakukan perbaikan sebagai upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi di masa mendatang,” imbuh Lukman.

Kementerian Agama akan menyerahkan sepenuhnya proses hukum maupun pidana atas dua pejabatnya kepada KPK. Lukman juga menegaskan kalau pihaknya siap memberikan dukungan dan akses seluas-luasnya terhadap kebutuhan data, informasi, dan bukti yang relevan.

’’Segala yang diperlukan untuk kepentingan penyelidikan oleh KPK,” tegas Lukman.

Kedua tersangka lain, yakni Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin, diduga sebagai pihak pemberi suap ke Rommy.

KPK menyebut Muafaq diduga memberi duit Rp 50 juta pada Jumat (15/3) ke Romy terkait posisi kepala kantor Kemenag Kabupaten Gresik. Sedangkan Haris diduga menyetor duit Rp 250 juta kepada Rommy diduga terkait posisi Kakanwil Kemenag Jatim pada 6 Februari 2019.

“Diduga terjadi kerja sama pihak-pihak tertentu untuk tetap meloloskan HRS dalam proses seleksi jabatan tinggi Kementerian Agama RI tersebut,” pungkas Wakil Ketua KPK Laode M Syarif.

Kakanwil Kemenag Jatim Haris Hasanudin (kiri) dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi (kanan) mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (16/3). (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

Kementerian Agama (Kemenag) akan memecat Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kabupaten Gresik dan Kakanwil Jawa Timur yang terjerat operasi tangkap tangan (OTT). Kedua pejabat tersebut ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka.

Selain akan memecat, Menteri Agama, Lukman Hakim menegaskan tak akan memberi bantuan hukum kepada kedua pejabat tersebut.

“Kementerian Agama segera memberhentikan pegawai yang terlibat OTT KPK dan tidak akan memberi bantuan hukum apapun,” kata Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin di kantornya, MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (16/3).

Diketahui dua pejabat Kemenag yang ditetapkan sebagai tersangka yakni Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin. Mereka diduga sebagai pihak yang memberi suap kepada Ketum PPP yang juga anggota DPR RI Romahurmuziy (Romy).

Dia menambahkan, akan adanya peristiwa ini Kemenag menjadikan sebuah pembelajaran sekaligus peringatan keras bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN). Sebab, peristiwa ini akan jadi dasar untuk meningkatkan langkah pencegahan untuk perbaikan sistem dan manajemen kepegawaian.

“Untuk itu Kementerian Agama berkomitmen untuk membangun kolaborasi bersama KPK sebagai langkah preventif agar tak terulang lagi di masa yang akan datang,” tuturnya.

Terkait dukungan dalam menegakan hukum, Lukman menyatakan akan memberikan dukungan dan akses seluas-luasnya dengan memberikan berbagai data, informasi, dan bukti yang relevan dan diperlukan KPK.

Selain itu, Kemenag juga akan melakukan evaluasi terhadap sistem dan tata kelola pemerintahan di Kementerian Agama agar benar-benar bisa mencegah dan memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Dia juga mengingatkan ASN Kemenag untuk menjaga integritas pribadi dan institusi dengan menolak setiap pengaruh yang dapat menjerumuskan diri dan institusi ke dalam praktik KKN. Lukman juga meminta ASN Kemenag untuk tetap bekerja dengan baik dalam memberi pelayanan kepada semua umat beragama.

“Menegakkan etika, disiplin, dan aturan dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan termasuk dalam penjatuhan sanksi dan hukuman disiplin,” pungkasnya.

Sebelumnya, dua pejabat Kemenag ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan memberi suap kepada Romahurmuziy. Keduanya diduga memberi suap sebesar Rp 300 juta kepada Romahurmuziy.

Romahurmuziy dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf atau huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (jpc)

Romy Mundur, Suharso Maju

0
Suharso Manoarfa saat ditetapkan sebagai pelaksana tugas Ketua Umum PPP, Sabtu (16/3) (HENDRA EKA/JAWA POS)

batampos.co.id – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (Romy) memilih mundur setelah kena operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK), Jumat (15/3). Partai tersebut langsung bergerak cepat mencari penggantinya. Ketua Dewan Pertimbangan PPP Suharso Manoarfa ditunjuk menjadi pengganti Rommy.

Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani mengatakan, pihaknya telah menerima surat pengunduran diri Rommy dari jabatan ke‎tua umum.

“Jadi ini ada surat pengunduran diri, dan saya baru baca pengunduran dirinya. Dia mundur dari jam 15.00 WIB,” ujar Arsul di DPP PPP, Jakarta, Sabtu (16/3).

Wakil Ketua Umum PPP Reni Marlinawati mengatakan, datangnya surat tersebut membuat keputusan partai bernuansa hijau itu resmi memberhentikan Rommy secara tetap dari jabatan ketua umum PPP. Hal itu berdasarkan AD/ART PPP yang menegaskan tidak boleh ada kader tersangkut masalah korupsi atau narkoba.

“Maka, keputusan rapat untuk memberhentikan Bapak Muhammad Romahurmuziy. Ini adalah pertimbangan dati para majelis,” katanya.

Untuk menjaga PPP terus berjalan dan tidak ada kekosongan jabatan ketua umum, maka ditunjuk pelaksana tugas. Dia adalah Ketua Dewan Pertimbangan PPP Suharso Manoarfa.

“Atas ketentuan tersebut, majelis syariah mengusulan dan meminta bapak Suharso Manoarfa untuk menjadi Plt ketua umum. Dalam rangka menyelamatkan partai,” katanya.

Selanjutnya, keputusan Suharso Manoarfa menjadi Plt Ketua Umum PPP akan dibawa dalam musyawarah kerja nasional (Mukernas) dalam waktu dekat. Tujuannya, untuk dilakukan pengukuhan.

“Mukernas akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Informasi akan segara diberitahukan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif ‎mengatakan pihaknya resmi menetapkan Romahurmuziy atau yang akrab disapa Rommy sebagai tersangka. Dia tersandung perkara dugaan suap seleksi jabatan di lingkungan Kementerian Agama Tahun 2018-2019. Rommy ditetapkan sebagai penerima suap.

Selain Rommy, KPK juga menetapkan dua orang lainnya sebagai tersangka. Yakni, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur Haris Hasanudin dan Kepala Kantor Kementerian Agama Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dalam perkara yang sama. Mereka diduga sebagai pemberi suap.

Dalam perkara suap ini, KPK menduga Rommy bersama-sama dengan pihak Kementerian Agama menerima suap untuk memengaruhi hasil seleksi jabatan pimpinan tinggi di Kementerian Agama.‎ (jpc)

Surat Terbuka Romy

0

batampos.co.id – Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Diduga terlibat dugaan kasus jual-beli jabatan di Kementerian Agama.

“Setelah melakukan pemeriksaan dan sebelum batas waktu 24 jam, sebagaimana diatur dalam KUHAP dilanjutkan dengan gelar perkara. Disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi memberikan atau menerima hadiah atau janji terkait seleksi jabatan kepada Kemenag tahun 2018-2019,” kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, Sabtu (16/3).

Selain Ketum PPP Romahurmuziy (RMY), dua orang lainnya yang menjadi tersangka yakni Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi, dan Kepala Kantor Wilayah Kemenang Jawa Timur, Haris Hasanuddin.

“Dalam perkara ini diduga RMY bersama-sama dengan pihak Kementerian Agama RI menerima suap untuk mempengaruhi hasil seleksi jabatan pimpinan tinggi di Kemang yaitu kepala kantor Kemenag Kabupaten Gresik dan kepala kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur,” sambung Syarif.

Terkait OTT ini, tim KPK mengamankan uang total Rp 156.758.000 dari sejumlah orang yang diamankan. Rommy ditangkap bersama lima orang lainnya pada Jumat (15/3) kemarin. Setelah itu Rommy langsung dibawa ke Jakarta untuk kembali diperiksa di gedung KPK.

Rommy keluar dari gedung KPK sekitar pukul 11.45 WIB. Kemudian ditahan di Rutan Cabang KPK di belakang gedung KPK (K4). Saat itu Rommy membagikan suratnya kepada wartawan.

Rommy dijerat Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf atau huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Berikut isi lengkap surat Rommy:

Surat Terbuka untuk Indonesia

Jakarta 16/3/2019

1. Saya ingin memulai dengan pepatah arab: musibah yang menimpa suatu kaum akan menjadi manfaat dan faidah untuk ke kaum yang lain.

2. Saya merasa dijebak dengan sebuah tindakan yang tidak pernah saya duga, saya pikirkan, atau saya rencanakan. Bahkan firasatpun tidak. Itulah kenapa saya menerima sebuah permohonan silaturahmi di sebuah lobi hotel yang sangat terbuka dan semua tamu bisa melihatnya. Ternyata niat baik ini justru menjadi petaka.

3. Dengan adanya informasi pembuntutan saya selama beberapa pekan bahkan bulan, sebagaimana disampaikan penyelidik, maka inilah risiko menjadi juru bicara terdepan sebuah koalisi yang menginginkan Indonesia tetap dipimpin oleh paham nasionalisme-religius yang moderat.

4. Kejadian ini juga menunjukkan inilah risiko dan sulitnya menjadi salah satu public figure yang sering menjadi tumpuan aspirasi tokoh agama atau tokoh-tokoh masyarakat dari daerah.

5. Kepada rekan-rekan TKN Jokowi-Amin dan masyarakat Indonesia saya mohon maaf atas kejadian menghebohkan yang tidak diinginkan ini. Inilah risiko pribadi saya sebagai pemimpin yang harus saya hadapi dengan langkah-langkah yang terukur dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah. Mohon doanya.

6. Kepada warga PPP di seluruh pelosok tanah air, rekan-rekan pengurus DPD, DPW, DPC, PAC, dan ranting:

Saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas seluruh persepsi dan dampak akibat kejadian yang sama sekali tidak pernah terlintas di benak ini. Jangan kendurkan perjuangan karena waktu menuju pemilu hanya tinggal hitungan hari. Saya sudah keliling nusantara dan meyakini PPP lebih dan mampu untuk melewati ambang batas parlemen. Saya akan segera mengambil keputusan yang terbaik untuk organisasi setelah bermusyawarah dengan rekan-rekan fungsionalis DPP dan DPW dalam keterbatasan komunikasi yang saya miliki saat ini.

7. Kepada kakak adik keluarga besar, terkhusus istri dan anakku tercinta, ayah mohon maaf atas sebesar-besarnya atas segala kesedihan, kerepotan, dan perasaan yang kalian terima. Dengan seluruh perasaan ayah yang masih tersisa saat ini, dengan segala ketulusan, ayah mohon keyakinan kalian bahwa apa yang sesungguhnya terjadi tidaklah seperti yang tampak di media. Ikhlaskanlah takdir yang menimpa ayah sebagai pemimpin saat ini.

Anakku, permataku, dan pembuat senyumku, engkau harus tetap belajar yang rajin karena UN sudah dekat, tak usah kau pedulikan apa kata orang jika mereka membullymu, karena inilah risiko menjadi pemimpin politik seperti yang selalu ayah bilang. Ayah mendoakan semoga engkau tetap menjadi yang terbaik seperti biasanya di sekolahmu. Peluk cium ayahmu dari jauh yang selau mencitaimu.

Isrtiku, belahan nyawaku, engkaulah kekuatanku, aku yakin kita akan terus saling menguatkan, menghadapi badai ini agar cepat berlalu. Aku merasakan begitu besarnya cinta dan kesungguhan serta pengorbanan mendampingiku. Terima kasih untuk terus mempercayaiku, karenanya izinkan aku untuk terus mencintaimu. Titip ciuman untuk anak kita setiap hari. (*)

Mbah Moen Kecewa

0
Ketua Majelis Syariah PPP, Maimoen Zubair saat menerima kunjungan dari capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu. (instagram Romahurmuziy @romahurmuziy)

batampos.co.id – Ketua Majelis Syariah PPP, Maimoen Zubair mengaku kecewa karena lagi-lagi ada kader partai berlogo Kakbah harus berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Mengapa dulu Pak SDA, dulu, dan sekarang terjadi lagi. Saya kecewa tapi ini adalah takdir Allah,” ujar pria yang akrab disapa Mbah Moen di DPP PPP, Jakarta, Sabtu (16/3).

Mbah Moen mengatakan, posisi ketua umum tidak boleh dibiarkan kosong menyusul penetapan Rommy sebagai tersangka. Dia meminta, roda partai bernuansa hijau ini harus tetap jalan.

“Tapi kita punya partai harus diselamatkan walau bagaimanapun,” katanya.

Seperti diberitakan, Romahurmuziy (Rommy) menambah deretan ketua umum partai Kakbah yang tersangkut kasus korupsi. Sebelumnya Suryadharma Ali yang kala itu sempat menduduki posisi Ketua Umum PPP juga tersandung kasus korupsi.

Mbah Moen menghargai proses hukum yang dijalankan oleh KPK. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya kasus Rommy kepada lembaga antirasuah ini untuk diselesaikan.

“Proses hukum adalah hukum. Hukum adalah suatu kewajiban bagi siapapun sebagai bangsa Indonesia,” pungkasnya. (jpc)

Romy Terjerat Kasus Jual Beli Jabatan

0

batampos.co.id – Konsolidasi politik Ketua Umum (Ketum) PPP Muchammad Romahurmuziy berakhir dengan operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ditangkap di Hotel Bumi Surabaya, Jawa Timur Jumat (15/3) pagi, pria yang juga dikenal dengan panggilan Romy itu langsung digelandang ke markas Polda Jawa Timur. Selain Romy, lembaga antirasuah turut menangkap lima orang lainnya.

Ketua KPK Agus Rahardjo menyampaikan, anak buahnya sudah lama memantau pergerakan Romy. Langkah tersebut dilakukan setelah instansinya menerima laporan masya-rakat.

”Laporannya kami verifikasi, kemudian dari verifikasi memang keliatannya ada alat bukti permulaan,” terang Agus.

Berdasar itu pula, KPK lantas menelusuri hingga melak-sanakan penindakan melalui OTT di Surabaya.

Berdasar data yang dia terima sampai tadi malam, penangkapan Romy terkait promosi jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag).

”Suap yang terkait dengan promosi jabatan,” imbuh Agus.

Dari promosi jabatan itu Romy lantas diduga menerima sejumlah uang.

”Kemudian yang bersangkutan menerima suap,” imbuhnya.

Jabatan apa saja yang dijadikan ladang untuk meraup duit oleh para terduga pelaku, Agus belum menjawab.

Hanya, kuat dugaan kasus yang menyeret Romy hingga kena OTT KPK ada hubungannya dengan pengisian jabatan kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur. Belum lama, Haris Hasanuddin dikukuhkan oleh Kemenag. Dia diberi mandat untuk mengisi jabatan tersebut.

Dugaan OTT Romy terkait dengan jabatan Haris kian kuat lantaran dia termasuk dalam daftar salah seorang pejabat yang dibawa oleh KPK ke Jakarta.

Namun demikian, Agus menyampaikan jumlah uang yang diamankan saat OTT tidak besar. Angkanya, sambung dia, bakal diumumkan lebih lanjut.

”Tapi yang perlu dicatat itu bukan pemberian yang pertama,” kata dia.

Hanya, KPK juga menegaskan, penin-dakan terhadap Romy sama sekali tidak ada kaitannya dengan urusan politik. Semua dilaksanakan sesuai tugas dan kewajiban KPK.

Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, lima orang tersebut berasal dari tiga pejabat Kemenag, seorang staf, dan satu unsur swasta.

”(Penangkapan di Jawa Timur) di tempat yang berbeda,” ungkap dia di Jakarta, kemarin.

Namun demikian, Febri belum bisa menyampaikan secara detail nama-nama serta lokasi penangkapan enam orang tersebut. Yang pasti, tim penindakan KPK melaksanakan OTT berdasar laporan masyarakat.

Febri juga menjelaskan, langkah-langkah yang dilakukan instansinya dilandasi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK serta aturan dan ketentuan yang tertuang dalam KUHAP.

”Karena itu, tadi (kemarin) pagi tim KPK mengamankan enam orang setelah diduga terjadi transaksi yang kesekian kalinya,” terang dia.

Dari OTT tersebut, lembaga superbodi turut mengamankan sejumlah uang dalam pecahan rupiah.

Jumlah uang itu, sambung Febri, belum bisa disebutkan. Yang pasti, uang tersebut diduga merupakan barang bukti. Diduga barang bukti itu dipakai sebagai alat transaksi.

”Kami duga itu bukan transaksi pertama,” ujar dia.

Artinya, KPK menduga sebelum transaksi yang dilakukan kemarin pagi sudah pernah terjadi transaksi serupa.

”Dari identifikasi yang sudah kami lakukan diduga terkait pengisian jabatan di Kemenag,” tambahnya.

Pengisian jabatan yang dimaksud Febri tidak ubahnya praktik jual beli jabatan. Dimana para terduga pelaku melaksanakan transaksi dengan latar belakang posisi tertentu yang ada dalam struktur Kemenag.

”Baik di pusat atau pun di daerah,” imbuhnya.

Guna menggali lebih jauh data, fakta, dan informasi yang dibutuhkan, tim penindakan KPK langsung membawa Romy bersama lima orang lainnya untuk diperiksa di kantor Polda Jawa Timur.

Selain mejabat sebagai ketum PPP, Romy merupakan anggota Komisi III DPR periode 2014–2019. Pria kelahiran Sleman, Yogyakarta itu juga pernah bertugas sebagai Ketua Komisi IV DPR.

Catatan Laporan Harta Kekayaan Penyelengara Negara (LHKPN) atas nama Romy di KPK yang paling anyar tercatat pada 2010 lalu. Dengan total kekayaan Rp 11,8 milar. Setelah itu, dia belum pernah menyerahkan LHKPN kepada KPK.

Alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) itu tercatat sebagai ketum PPP kedua yang harus beurusan dengan KPK.

Setidaknya ada enam petugas pamdal yang berjaga. Tiga orang menjaga pintu kaca tempat akses sayap kanan lantai 15 Gedung Nusantara I. Tiga lagi berjaga tepat di depan pintu ruang kerja Romy. Ruang kerja Romy bersebelahan dengan ruang kerja Sekjen PPP Arsul Sani, yang juga tidak ada di tempat.

Istana Tunggu Keterangan KPK

Sementara itu, Presiden Joko Widodo enggan berkomentar terkait OTT yang menjerat Romy. Dia masih ingin mendengar keterangan resmi dari KPK.

”Saya masih menunggu keterangan resmi dari KPK,” ujarnya di sela-sela kunjungan kerja di Sumatera Utara tadi malam.

Jokowi menegaskan, dirinya akan berkomentar jika sudah mendapat pernyataan resmi.

“Sebelum ada keterangan resmi dari KPK saya gak mau komentar,” imbuhnya.

Wakil Presiden sekaligus Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Muhammad Jusuf Kalla pun ikut buka suara. Dia mengaku belum tahu detail kasus yang mendera Romy.

”Kita menunggu saja. Yang benarnya cukup penjelasan dari KPK,” katanya.

JK berharap publik menunggu penjelasan resmi dari KPK.

Namun, JK tidak membantah OTT terhadap Romy berpotensi menggerus elektabilitas pasangan capres dan cawapres 01. Sebab PPP adalah salah satu partai pengu-sung kandidat 01. Menurut JK kasus itu pasti memiliki efek negatif. Terutama kepada PPP yang dipimpin oleh Romy.

”Kalau PPP (terkena, Red) efek, yang lain juga punya efek. Pasti,” pungkasnya.

Selain itu, di struktural Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Romy menduduki jabatan sebagai Anggota Dewan Penasihat.

KPK Segel Ruang Kerja Kemenag

Selain menangkap Romy dan lima orang lainnya, KPK juga menyegel ruang kerja Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifudin.

“Jadi, kami kooperatif saja. Kami membantu proses yang memang itu bagian dari yang harus dilakukan, karena ada proses di KPK,” ujar Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenag Mastuki, Jumat (15/3) malam.

Mastuki mengklaim belum mengetahui soal adanya jual beli jabatan terkait operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK yang meringkus Romy.

“Kami belum tahu yang dimaksud pengisian jabatan itu yang mana. Siapa orangnya, dan lain-lain,” katanya. (bay/far/syn/wan)

Mengenal Lebih Dekat Area Nuvasa Bay melalui kegiatan Sunset Funwalk @ Nuvasa Bay

0
Icip-icip di Sunset Funwalk @ Nuvasa Bay foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Kawasan pengembangan kota mandiri prestisius di Batam yakni Nuvasa Bay, tak pernah henti memanjakan masyarakat dengan menghadirkan serangkaian kegiatan yang digelar di kawasan seluas 228 hektar itu. Kali ini pihaknya membuat kegiatan bertajuk Sunset Funwalk @ Nuvasa Bay, Sabtu (16/3).

Project Sales & Marketing Departement Head Raichan Bohari mengatakan, kegiatan ini merupakan kegioatan rutin Nuvasa Bay yang di konsep dengan tema berbeda-beda.

“Sunset Funwalk diartikan sebagai kegiatan untuk mengajak masyarakat Batam lebih mengenal dekat area yang ada di Nuvasa Bay ini,” ujar Raichan.

Serangkaian acara yang dimulai dari pukul 16.00 WIB itu, diisi dengan aktivitas yang menghibur. Ada zumba bersama di tepi pantai kala sunset, penampilan spesial dari para caddy Palm Springs, penampilan musik dari Vassacoustic, game, pengundian doorprize, serta food truck dan bazar kuliner yang terdiri dari 30 stan.

“Semuanya terbuka untuk umum, dan peserta bazar pun tidak di pungut biaya,” terangnya.

Untuk lebih menambah daya tarik, lanjut Raichan, pihaknya juga membuat Fun Photo Challenge yang diunggah ke media sosial Instagram.

“Para pengunjung akan didampingi tim kami menuju area-area yang memiliki spot terbaik untuk menghaasilkan foto-foto yang cocok mengikuti lomba ini,” paparnya.

Peserta cukup mengungah hasil foto di area Nuvasa Bay, khusus selama kegiatan berlangsung (16.00-19.00 WIB) dengan wajib mengikuti dan menandai akun @nuvasabay dan @seaforest diserta keterangan foto nan menarik dan hastag #sunsetfunwalk #funphotonuvasa #nuvasabay #seaforest

“Dari foto yang masuk, akan dipilih beberapa foto terbaik dan diumumkan melalui Instagram @nuvasabay yang masing-masing pemenang mendapatkan voucher bermain di Seaforest Adventure Nuvasa Bay,” ucap Raichan.

Ia menambahkan, Sunset Funwalk at Nuvasa Bay merupakan bagian dari rangkaian event menuju Promo Spring Vaganza yang dimulai April mendatang.

“Yang pada dasarnya, di setiap kegiatan Nuvasa Bay akan banyak pengalaman menarik yang dapat dirasakan pengunjung, termasuk keuntungan-keuntungan untuk memiliki unit,” ungkapnya. (nji)

Manajemen Pabrik Plastik San Hai Pasrah

0

batampos.co.id – Manajemen PT San Hai akhirnya angkat bicara terkait kasus hukum yang tengah membelit perusahaan asal Tiongkok tersebut. Pihak perusahaan mengaku pasrah dan siap mengikuti semua proses hukum yang tengah berlangsung. Jika memang terbukti bersalah, mereka siap menerima sanksi.

“Tak ada yang ditutup-tutupi. Kalau memang salah ya salah dan perusahaan siap menerima sanksi yang diberikan,” kata konsultan sekaligus juru bicara PT San Hai, Daniel, saat dihubungi Batam Pos, Jumat (15/3/2019).

Daniel juga menegaskan, sejauh ini pihaknya tidak membantah isu dan tudingan yang beredar di media. Mi-salnya soal dugaan adanya tenaga kerja asing (TKA) ilegal hingga dugaan pelanggaran izin dokumen lingkungan. Namun ia berharap, tuduhan tersebut harus dibuktikan secara hukum.

“Manejemen kooperatif, cuma kami berharap ada kepastian hukum atas tudingan-tudingan ini,” ujar Daniel.

Hanya saja, soal perizinan operasional, Daniel mengaku keberatan jika pihaknya disebut tidak memiliki izin. Sebab PT San Hai sudah mengurus sejumlah izin yang diperlukan. Namun jika dianggap ada yang belum lengkap, menurut Daniel seharusnya disampaikan melalui pemberitahuan terlebih dahulu supaya pihak perusahaan bisa segera melengkapinya.

“Sejauh ini memang belum ada pemberitahuan apapun, datang langsung ditindak,” ujar Daniel.

Soal dugaan TKA asal Tiongkok yang bekerja di San Hai, Daniel juga tak menampiknya. Hanya saja, ia enggan menyebut berapa jumlah TKA Tiongkok yang bekerja di sana. Baik yang mengantongi izin resmi, maupun TKA yang hanya bermodal visa kunjungan atau visa turis.

“Kalau TKA lagi ditangani Imigrasi. Kalau memang bermasalah silakan ditindak lebih lanjut,” ujarnya.

Namun Daniel menegaskan, tidak hanya TKA Tiongkok yang bekerja di San Hai. Menurut dia, selain TKA ada 70 pekerja lokal yang bekerja di sana. Ia berharap hal ini menjadi pertimbangan pemerintah Kota Batam sebelum memutuskan menutup pabrik PT San Hai.

“Perusahaan juga masih disegel jadi tak bekerja lagi orang itu. Ini juga harus di-pertimbangkan pemerintah di sini,” katanya.

Timbun Belasan Ton Limbah

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam Herman Rozie juga menyoroti limbah yang ditumpuk di area pabrik PT San Hai. Volumenya belasan ton. Sebab setiap hari pabrik ini meng-hasilkan sekitar 250 kg limbah. Sementara pabrik tersebut sudah beroperasi sejak awal Januari 2019 lalu.

CEO PT FCS RGP Plastik YAO Shanhua (tengah) didampingi Manager Opearsional Adi Zainal bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam Herman Rozi memberikan keterangan di kantor Pemko Batam, Jumat (15/3). F Cecep Mulyana/Batam Pos

“Kalau memang bahan baku semua, kenapa mesti ada sampah sortiran lagi,” ujar Herman ditemui saat dialog tiga tahun Rudi dan Amsakar di BCS Mall, Kamis (14/3).
Mestinya, kata Herman, limbah tersebut dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) di Telaga Punggur. Namun karena pabrik tersebut tidak memiliki izin, maka pihak TPA menolaknya.

“Kalau nggak ada izin, saya tidak bakalan terima,” katanya.

Hingga sampai saat ini perusahaan asal Tiongkok tersebut masih diperiksa oleh penyidik di Polda Kepri. Herman juga mengaku pabrik itu terancam tertutup karena beberapa persyaratan yang tidak dipenuhi, salah satu izin lingkungan.

“Kemungkinan ditutup,” katanya.

Sementara terkait nasib puluhan pekerja lokal yang bekerja di perusaan tersebut, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Batam Rudi Syak-yakirti mengungkapkan pihak perusahaan akan menyelesaikan hak mereka.

“Ada 51 pekerja lokal. Me-nurut informasi yang saya dapat mereka akan selesaikan semua,” katanya.

Mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam ini mengungkapkan perusahaan sudah memiliki beberapa izin, namun tersandung izin Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam. Sehingga pabrik tersebut disegel dan perusahaan tidak beroperasi.

“Kalau masih disegel tentu tak bisa kerja. Izin UPL-nya itu yang tak mereka urus,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II Belakangpadang Washono mengatakan, kasus TKA ilegal di PT San Hai juga menjadi perhatian pihaknya. Pasalnya perairan sekitar Belakangpadang sangat dekat dengan perbatasan lintas negara.

“Imigrasi Belakangpadang mengawasi 78 pulau yang berpenghuni. Untuk perusahaan asing tidak ada sama sekali. Tapi kami tetap akan koordinasi dengan aparat lain untuk pengawasan orang asing. Kalau ada info, akan kami tindak,” kata Washono, Jumat (15/3).

Selama tahun 2018, Imigrasi Belakangpadang baru mendeportasi warga negara asing (WNA) asal Singapura yang menyalahgunakan izin tinggal.

“Kita koordinasi dengan kon­sulat jenderal (konjen) Singapura di Batam, kemudian kita cekal,” paparnya.

Biasanya, orang asing yang datang ke Belakangpadang bertujuan untuk melakukan wisata kebudayaan. Tahun lalu, ada 150 siswa dari luar negeri berwisata kebudayaan ke kawasan ini.

“Kami awasi mengenai izin tinggalnya supaya tidak ada penyalahgunaan,” paparnya.

Sepanjang 2019, Imigrasi Belakangpadang sudah melakukan tiga kali kegiatan intelijen dan tiga kali patroli pengawasan. Dan sejauh ini belum didapati pelanggaran.

“Kami juga selalu awasi Pulau Sambu dan belum juga menemukan adanya pelanggaran,” paparnya lagi.

Namun, ada satu kendala yang dialami Imigrasi Belakangpadang terkait pengawasan. Hingga saat ini, kegiatan patroli dengan daerah laut yang luas tersebut hanya mengandalkan satu unit kapal cepat. Anggaran untuk pengadaan kapal baru juga belum turun dari pemerintah pusat.(eja/yui/une/leo/eja)

Melihat Proses Produksi Minuman Jahe Instan Buatan Siswa SMKN 4 Batam

0

Perjuangan siswa-siswi SMKN 4 Batam untuk membuat serbuk minuman jahe instan boleh diacungi jempol. Pasalnya, meski pernah gagal saat proses produksi dan bersusah payah harus berdiri selama delapan jam mengolah bahan baku, kini mereka menuai hasil kerja kerasnya. Produk itu laris manis, dan omzet mengucur deras setiap bulannya.

Nurmamidah,17, sibuk mempersiapkan mesin pengu-apan atau evaporator. Mesin ini digunakan untuk mengolah air sari jahe jadi bubuk jahe. Setidaknya, butuh tiga jam pengolahan di mesin ini agar jahe parut bisa berubah jadi serbuk jahe dan siap untuk dikemas sebelum nanti dijual.

Ya, perempuan yang duduk di kelas XI Kimia Industri SMKN 4 Batam itu bersama siswa lainnya pada Senin (11/3) lalu membuat minuman serbuk jahe baru, karena produk yang dihasilkan sebelumnya sudah laku terjual.

Ia terlihat cekatan menjelaskan langkah-langkah pembuatan jahe dari proses awal hingga akhir. Masing-masing siswa juga telah paham tugasnya masing-masing. Di sudut ruangan, juga terlihat alat parut jahe. Di ruang produksi ini, siswa lainnya juga tengah sibuk menggunting label bertuliskan SMKN 4 Batam, yang akan ditempelkan di setiap bungkus jahe serbuk yang sudah dikemas.

Setelah diparut, siswa laki-laki terlihat mengambil perannya memeras jahe tersebut. Jahe yang telah diparut memang harus diperas terlebih dahulu untuk mendapatkan air sari jahe, yang merupakan bahan utama pembuatan jahe serbuk instan.

Maruf, Hafiz, Rendi dan siswa lainnya terlihat bergantian dan saling membantu men­dapatkan sari jahe sebaik mungkin. Tugas ini memang dibebankan untuk siswa lelaki, karena butuh tenaga yang kuat.

”Jadi, bahan yang sudah siap, kami parut dulu di mesin parut. Sebelumnya, jahe sudah dibersihkan terlebih dahulu,” kata Nur, di sela-sela proses pembuatan jahe.

Setiap kali produksi, pihaknya membutuhkan sedikitnya 10 kilogram (kg) jahe kualitas bagus untuk diolah. Selain itu, beberapa bahan tambahan juga harus disiapkan. Di antaranya gula 10 kg, minyak makan 10 liter dan bahan-bahan lainnya.

”Nanti, adonan dipanaskan selama dua jam, agar bisa menghasilkan bubuk jahe yang siap diseduh. Lebih cepat bila dibanding dulu karena prosesnya manual,” terangnya.

Ia menceritakan, sebelum memiliki mesin penguapan, ia bersama teman-temannya harus bergantian mengaduk adonan jahe kurang lebih selama delapan jam.

”Jadi bergiliran ngaduk-nya. Karena kalau tak diaduk nanti tumpah. Jadi delapan jam berdiri sambil ngaduk. Biar tak capek kami gantian. Ada sifnya juga,” cerita perempuan yang mengenakan jas putih ini.

foto-foto: batampos.co.id / yulitavia

Untuk proses pembuatan jahe, sebelum adanya mesin tersebut membutuhkan waktu sampai belasan jam. Siswa mulai praktik pembuatan dari pagi sekitar pukul 07.00 WIB dan selesai sore harinya.

”Keluar ruangan sudah bau jahe,” seloroh perempuan 17 tahun ini.

Selama memproduksi jahe, sambung dia, tidak semua berjalan sukses. Beberapa kali juga pernah gagal. Pernah waktu lupa tahap pembuatan, sehingga hasilnya gagal.

”Adonan malah jadi kayak permen,” ungkapnya.

Belajar dari kegagalan tersebut, ia dibantu guru dan kakak kelas berusaha tidak mengulangi kegagalan selama produksi.

”Alhamdulillah, sekarang kami sudah cukup menguasai, dan me-ngurangi kesalahan,” ucapnya.

Jahe yang telah diproduksi harus segera dipasarkan. Setelah dua kali produksi, ia bersama teman-temannya harus memasarkan jahe yang telah dikemas dalam bentuk sachet. Ia bersama siswa Kimia Industri lainnya turun langsung ke pasar-pasar dan rumah warga untuk menawarkan produk jahe tersebut.

Awalnya mungkin tidak percaya diri, karena produk jahe miliknya harus bersaing dengan produk yang sudah memiliki merek dan nama besar di Tanah Air.

”Sejauh ini produk kami diterima dengan baik. Malah pembelinya minta lagi karena rasanya enak,” ucap Nur.

Selain itu, pemasaran jahe juga memanfaatkan media sosial untuk mengenalkan dan menjual produk asli buatan tangan para siswa ini. Satu bungkus besar jahe instan berisikan lima saset jahe dengan berat 20 gram per sasetnya.

”Setelah selesai, kami harus pasarkan ini jahe ini agar bisa balik modal lagi untuk produksi selanjutnya,” tambahnya.

Nur menyebutkan, satu sachet jahe di jual Rp 3 ribu. Karena dalam satu bungkus ada lima, jadi harganya Rp 15 ribu. Ia bersama teman-temannya bersama-sama memasarkan produk mulai dari pasar, pedagang wedang jahe dan lingkungan keluarga sendiri.

”Selama ini responsnya baik. Ini kan kami yang buat jadi kalau dibeli pasti sangat senang. Apalagi kalau bisa menjual lebih banyak lagi,” kata dia.

Siswa lainnya, Eliana Sya-firti,18, menceritakan dulu pembuatan jahe instan dengan proses manual sehingga siswa tidak bisa meninggalkan proses pembuatan hingga benar-benar selesai.

”Sekarang yang masih manu-al itu memeras sari jahe dari yang selesai diparut. Itu kami masih manual. Biasanya siswa laki-laki yang bagian ini, karena mereka punya tenaga lebih kuat,” ujarnya.

Dulu untuk menyelesaikan produksi jahe ia bersama temannya bahkan harus masuk Sabtu dan Minggu demi menuntaskan produksi.

”Iya, kan semua harus segera dijual. Jadi kami harus cepat selesaikan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Program Kimia Industri SMKN 4 Batam Hari Sugondo mengatakan, saat ini jahe instan hasil produksi anak didiknya juga dipasarkan dengan bekerja sama dengan salah satu pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang di Batam. Nantinya setiap ada pameran, produk jahe SMKN 4 Batam akan dilibatkan.

”Saat ini kami juga tengah mengurus izin usaha rumah tangga dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam. Jadi ada tambahan jaminan untuk produk yang dihasilkan anak-anak,” jelasnya.

Ia menceritakan, untuk menghasilkan 140 bungkus jahe dalam setiap kali produksi, membutuhkan modal Rp 500 ribu hingga Rp 600 ribu. Jika dipasarkan dengan baik, uang yang kembali bisa mencapai Rp 2 juta.

”Alhamdulillah dan lumayan juga. Jadi usaha kerja mereka ini ada hasilnya,” imbuh Hari.

Ia menjelaskan, saat memulai produksi jahe memang membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Siswa bahkan rela menggunakan waktu liburnya untuk menyelesaikan produksi jahe ini.

”Sampai sekarang sudah ribuan yang diproduksi. Waktu awal-awal masih terbatas. Sekarang mereka sudah bisa dapat untung dari hasil kerja mereka,” tambahnya.

Berbagai kegagalan pernah dialami saat praktik pembuatan jahe instan. Dari adonan tidak sempurna hingga yang dihasilkan malah berbentuk permen. ”Kalau gagal ya anak-anak belajar lebih baik lagi. Jangan sampai ada tahapan yang terlewatkan agar hasilnya baik,” ungkapnya.

Jahe yang diproduksi men­dapatkan sambutan yang sangat baik dari pasar. Saat anak-anak turun mereka mencoba menawarkan produk ini.

”Langsung turun ke lapangan. Jadi, mereka juga belajar menjadi pengusaha atau wirausahawan muda,” imbuhnya.

Menurut dia, para siswa juga mendapat pendampingan dari pelaku UKM. Siswa diajarkan menjadi enterpreneur muda. ”Selain produksi, mereka juga diberikan keterampilan bagaimana memasarkan produk jahe mereka,” tutupnya.(yui)

Kebakaran di Hutan Duriangkang

0
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Kebakaran hutan masih terjadi di Batam, Sabtu (16/3/2019), kawasan hutan lindung Duriangkang, Mukakuning, Sei Beduk. Hutan yang letaknya tidak jauh dari kawasan industri Batamindo ini, cukup membuat masyarakat sekitar menyesalkan, pasalnya debu dan asapnya yang sampai memengaruhi jarak pandang ke kawasan industri Batamindo.

“Pasalnya ini musim kemarau, asap kebakaran hutan ini, bisa saja mengganggu pernafasan, belum lagi menganggu aktivitas warga penghuni rusun Muka Kuning,” ujar Bin Idris, salah seorang warga pengguna jalan yang hendak menuju kawasan Mukakuning.

Menurut informasi yang didapat sejauh ini, kebakaran di area hutang lindung Duriangkang ini terjadi sedari pukul 10.00 Wib pagi ini, dan hingga siang hari api masih membakar hutan seluas 7 hektar area tersebut

“Jam 10 tadi kita dapatkan info kebakarannya,” ujar Herman, Humas Manggala Agni Daops Batam.

Ia juga mengatakan, sejauh ini kesulitan pemadaman di hutan lindung Duriangkang ialah akses jalan ke lokasi, di mana dari lokasi terakhir yang bisa dimasuki mobil damkar, dibutuhkan lagi perjalanan ke area kebakaran lebih kurang sekitaran 1 kilometer.

“Lebih kurang sekitaran 1 kilometer lebih lagi ke dalam, dan mobil kita tidak bisa masuk tapi tetap kita usahakan bisa dipadamkan,” lanjutnya.

Sementara itu, selain kendala akses ke lokasi, tempat kebakaran juga jauh dari sumber air,

“Tapi setidaknya akan terus kita optimalkan. Sekarang ya kami bawa selang air ke dalam menggunakan sepeda motor dan ambil air dari dam Duriangkang pakai mesin genset,” terangnya. (cr1)

Mengetahui Gaji Pokok PNS

0

batampos.co.id – Pada 13 Maret 2019, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedelapan Belas Atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil.

Alasan kebijakan itu ialah dalam rangka meningkatkan daya guna dan hasil guna serta kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Dalam PP itu disebutkan, mengubah lampiran II Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2015.

“Ketentuan sebagaimana dimaksud mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2019,” bunyi Pasal 1 ayat (2) PP ini.

Dalam lampiran PP ini disebutkan, gaji terendah PNS (golongan I/a masa kerja 0 tahun) menjadi Rp1.560.800 (sebelumnya Rp1.486.500).

Sementara gaji tertinggi PNS (golongan IV/2 masa kerja lebih 30 tahun) menjadi Rp5.901.200 (sebelumnya Rp5.620.300).

Untuk PNS golongan II (II/a masa kerja 0 tahun), kini gaji terendah menjadi Rp2.022.200 (sebelumnya Rp1.926.000), tertinggi (II/d masa kerja 33 tahun) menjadi Rp3.820.000 (sebelumnya Rp3.638.200.

Golongan III (III/a masa kerja 0 tahun), kini gaji terendah menjadi Rp2.579.400 (sebelumnya Rp2.456.700), tertinggi (III/d masa kerja 32 tahun) menjadi Rp4.797.000 (sebelumnya Rp4.568.000).

Sedangkan gaji PNS golongan IV terendah (IV/a masa kerja 0 tahun) menjadi Rp3.044.300 (sebelumnya Rp2.899.500), dan tertinggi (IV/e masa kerja 32 tahun) menjadi Rp5.901.200 (sebelumnya Rp5.620.300).

“Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan,” bunyi Pasal II Peraturan Pemeritah Nomor 15 Tahun 2019, yang telah diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly pada 13 Maret 2019 itu. (ES)