Senin, 11 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11534

Jalur Wisata Harus Terang

0

Ketua Forum Tanggungjawab Sosial Perusahaan (TSP) Kota Batam Johanes Kennedy mendorong jalan menuju objek wisata harus terang benderang. Terutama akses menuju daerah wisata di Rempang-Galang. Dengan penerangan yang baik, maka wisatawan akan tetap nyaman meski harus jalan-jalan di malam hari.

“Kalau sekarang ini, wisatawan yang mau ke Jembatan VI tidak nyaman karena gelap saat malam hari. Jadi kami mendorong pemerintah membuat penerangan di sepanjang jalan di sana,” kata Johanes Kennedy, Senin (11/2/2019).

Johanes mengatakan, saat ini lampu jalan menuju Galang hanya ada di beberapa titik saja. Padahal banyak wisatawan yang suka berjalan-jalan untuk menikmati suasana malam di Galang dan Rempang.

“Paling tidak wisatawan yang hendak pulang dari daerah Galang bisa aman dan nyaman,” tambahnya.

Demikian halnya di sejumlah pantai dan objek wisata di Batam, semuanya harus menyiapkan penerangan yang memadai. Dengan demikian, para wisatawan akan betah dan bisa berlama-lama di sebuah objek wisata.

“Intinya tugas kita semua menciptakan Batam tetap aman bagi wisatawan. Sehingga kalau ada wisatawan yang sudah pernah ke Batam, maka akan rindu dan akan kembali lagi ke Batam,” katanya.

Sebelumnya, Johanes Kennedy mengatakan forum TSP bekerja sama dengan pemerintah akan membangun rest area di sekitar Jembatan Barelang, mulai dari jembatan II hingga jembatan IV.

Selain itu,TSP juga akan membangun dan menata taman yang ada di Batam. Taman ini ada yang dibangun di pusat kota. Yang terbaru, PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Area Batam sudah membangun sebuah taman di dekat perempatan perumahan Rosedale Batam Center.

“Kami berharap semua perusahaan untuk ikut bergabung. Sudah tugas kita bersama untuk memajukan pariwisata Batam ini,” katanya. (ian)

Dendam Kesumat Bikin Yuda Nekad

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Polisi berhasil menangkap Yuda Lesmana, 26, pelaku pembunuhan Fitri Suryati alias Yu Weiwei, 25, yang jenazahnya ditemukan di kamar rumahnya di Kompleks YKB Blok F Nomor 9, Kelurahan Bengkong Laut, Kecamatan Bengkong, Senin (11/2) siang. Yuda ditangkap Senin (11/2) sekitar pukul 23.30 WIB.

“Terduga pelaku kami amankan di kosnya kawasan Beng­kong Permai,” ujar Kasat Res­krim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan, Selasa (12/2/2019) siang.

Saat ditemui di Polresta Barelang, Yuda mengaku nekat menghabisi nyawa Yu karena sakit hati yang dipendamnya sejak lima tahun yang lalu. Saat itu, Yu dinilainya menjadi orang yang menyebabkan berakhirnya hubungan Yuda dengan mantan pacarnya yang tak lain merupakan teman Yu.

“Gara-gara dia (Yu, red), sa­ya putus dengan pacar saya. Ka­rena dia bilang sama mantan (pacar) saya bahwa saya hanya tamatan SMP dan tidak punya masa depan,” ujarnya.

Dijelaskan Yuda, ucapan Yu kepada mantan pacarnya itu disampaikan saat ia bersama dengan pacarnya dan Yu makan malam di Nagoya. Sejak saat itu, hubungan Yuda dengan pacarnya terus merenggang hingga akhirnya berakhir. Yuda menganggap Yu menjadi penyebab putusnya hubungannya dengan sang pacar.

“Sejak itu saya sakit hati sama dia. Saya berusaha cari dia selama ini untuk melampiaskan dendam saya. Tapi tidak pernah ketemu,” katanya.

Empat tahun berlalu sejak putus dengan pacarnya, Yuda memutuskan pulang kampung ke Sumatera Utara. Ia mencoba melupakan sang mantan dan mengobati sakit hatinya dengan menjalin kasih dengan wanita lain. Namun, upaya itu tak membuahkan hasil. Yuda mengaku tetap teringat dengan mantannya dan masih menyimpan dendam terhadap Yu.

“Selama setahun saya di kampung. Setelah itu balik lagi ke Batam,” tuturnya.

Tak disangka, sekitar satu bulan lalu secara tak sengaja Yuda bertemu dengan Yu. Saat itu Yuda hendak membeli gas elpiji di pangkalan milik Yu.

Sejak saat itu, Yuda kembali teringat masa lalunya dengan sang mantan. Bersamaan dengan itu, rasa sakit hatinya terhadap Yu kembali membara. Yuda pun berencana membalaskan dendam yang ia simpan selama lima tahun itu.

Selama satu bulan, Yuda mengaku terus mengintai Yu untuk mencari waktu yang tepat untuk menjalankan aksi balas dendamnya. Dan kesempatan itu tiba pada Senin (11/2/2019) pagi.

Saat itu, Yu sedang sendirian di rumahnya.

“Waktu saya pastikan dia tinggal sendiri, saya pura-pura mau beli gas. Waktu keluar langsung saya cekik sampai pingsan dan bawa ke dalam rumah,” jelasnya.

Saat korban dalam keadaan pingsan, pelaku kemudian mengikat tangan Yu dan membawanya ke dalam kamar korban. Namun saat Yuda berniat meninggalkan kamar korban, tiba-tiba Yu tersadar dan mencoba lari keluar kamar.

Melihat korbannya sadarkan diri dan mencoba kabur, Yuda langsung kalap. Secepat kiat ia mengeluarkan pisau yang telah disiapkannya dan langsung menghunjamkannya ke beberapa bagian tubuh Yu, terutama di bagian leher.

“Saya tikam lehernya berkali-kali dengan pisau. Saya lupa berapa kali saya tikam. Setelah itu, saya ambil beberapa barang,” jelasnya.

Adapun beberapa barang yang dibawa Yuda itu di antaranya satu unit ponsel dan satu unit laptop milik korban. Barang elektronik itu rencananya akan dijual oleh Yuda. Selain itu, ia juga mengambil rekaman CCTv di rumah korban agar aksinya itu tidak terdeteksi.

“Baju yang saya pakai langsung saya bakar karena ada bekas darahnya. Pisau sama CCTv saya buang ke Seiladi,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Bidang Dokter Kesehatan Polda Kepri, Kombes Djarot Wibowo, mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan luar jenazah korban, diduga Yu dihabisi dengan cara brutal. Terdapat luka akibat kekerasan benda tumpul berupa luka memar dan luka lecet pada wajah, leher, dada, dan anggota gerak atas bawah.

“Selain itu, ada luka terbuka akibat benda tajam berupa luka terbuka pada pipi kiri 1 buah, tangan kiri 1 buah, pinggang 1 buah, kepala belakang 3 buah, leher bagian belakang 8 buah, leher depan sisi kiri 1 buah dan sisi kanan 1 buah,” kata Kombes Djarot, Selasa (12/2/2019).

Sedangkan hasil pemeriksaan dalam, petugas menemukan pembuluh darah kosong, limpa melisut, dan organ dalam pucat. Lalu juga ada luka akibat kekerasan benda tajam berupa putusnya pembuluh darah nadi leher depan sisi kiri, robeknya pembuluh darah nadi leher sisi kanan, terputusnya pembuluh darah nadi tulang leher sisi kanan.

“Jadi kesimpulannya, sebab kematian luka tusuk pada leher mengakibatkan robeknya dan terputusnya pembuluh darah nadi leher yang menye-babkan perdarahan hebat,” ungkap Djarot.

Sedangkan Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Kepri Kombes Hernowo Yulianto mengatakan dendam kesumat pelaku selama lima tahun itu, terlihat dari bekas tusukan pisau ke tubuh korbannya. Dari hasil visum luar, berbagai bekas tusukan pisau ke badan korban mulai dari leher, bagian wajah, badan, dan beberapa titik vital lainnya.

“Pelaku merasa disakiti akibat perkataan korban. Ada penghinaan,” katanya, Selasa (12/2/2019).

Walaupun dilandasi rasa dendam, Hernowo menyebut pembunuhan tersebut dilakukan tanpa perencanaan. Karena selama lima tahun itu, Yuda tidak pernah berusaha mencari keberadaan korban. Namun, hanya secara kebetulan Yuda kembali bertemu dengan korban saat kembali ke Batam.

“Dari sinilah, dendam lama yang dipendam Yuda timbul kembali. Jadi, pelaku ini bukan sengaja mencari, kebetulan ketemu,” ungkap Hernowo.

Hernowo mengatakan belum mengetahui Yuda melakukan pembunuhan sendiri atau dibantu rekan-rekannya. Tapi, sejauh ini polisi menduga Yuda melakukan aksi kejinya itu sendirian.

Sementara itu, usai dilakukan autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri, jenazah Yu Weiwei disemayamkan di Rumah Duka Marga Tionghoa, Batu Batam. Isak tangis dari keluarga dan kerabat korban pecah saat melihat jenazah Yu terbaring kaku di Blok G.

foto: batampos.co.id / cecep mulyana

Salah satu pelayat yang juga merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepri Asmin Patros menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya Yu Weiwei. Ia juga berterima kasih kepada pihak kepolisian yang dengan cepat bisa menangkap pelaku pembunuhan ini.

“Orangtua masih syok, emosi, dan masih terpukul atas kejadian ini. Saya sebagai sesama warga Tionghoa menyampaikan terima kasih kepada polisi yang sudah mengungkap kasus ini,” ujar Asmin di rumah duka.

Ia mengatakan, jenazah Yu Weiwei itu rencananya akan dimakamkan di Pemakaman Sambau, Nongsa, pada Rabu (13/2) hari ini. Sebelum dimakamkan, akan dilakukan ibadah pelepasan jenazah pukul 14.00 WIB.

Diberitakan sebelummnya, Fitri Suryati alias Yu Weiwei ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kamar rumahnya di Kompleks YKB Blok F Nomor 9, Kelurahan Bengkong Laut, Kecamatan Bengkong, Batam, Senin (11/2) sekitar pukul 13.30 WIB. Saat ditemukan, kedua tangan wanita keturunan Tionghoa itu dalam keadaan terikat.

Jasad Yu ditemukan dalam posisi telungkup di lantai kamarnya dan mengenakan baju tidur berwarna merah muda. Kematian Yu pertama kali diketahui Robert, tetangga korban yang saat itu hendak membeli gas elpiji kemasan 3 kilogram di pangkalan gas milik korban. Saat itu, Robert memanggil si pemilik rumah. Namun setelah beberapa kali memanggil, Yu tidak keluar rumah. Robert kemudian pulang dan meminta orantuanya menghubungi korban. Dari situ diketahui korban tewas dibunuh.(egi/ska))

Pemko Batam Ajukan Tambahan 93 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja

0
Pegawai Negeri Sipil dan Honorer Pemko Batam usai melaksanakan upacara di Dataran Engku Putri Batamcenter
Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengajukan tambahan kuota Pegawai Pemerintah dengan perjanjian Kerja (P3K) ke Kementrian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Jika sebelumnya Pemko Batam telah diperbolehkan merekrut 244 P3K, Jumat (8/2) lalu Pemko Batam mengajukan tambahan 93 kuota.

Tambahan kuota ini diperuntukkan bagi honorer K2 yang gagal diangkat jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) bersama 425 honorer K2 tahun 2017 lalu. 425 CPNS dari honorer K2 ini merupakan rekrutmen tahun 2013 dan mendapat SK tahun 2016 lalu.

“Mana tahu di P3K bisa diakomodir oleh BKN, makanya 93 ini kami ajukan lagi,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKP SDM) Kota Batam, M Sahir, Senin (11/2/2019).

Untuk diketahui, 93 honorer K2 yang gagal diangkat menjadi CPNS ini merupakan yang sebagian terkendala karena tidak terpenuhi masa kerjanya. Salah satunya, karena merupakan pindahan dari sekolah swasta, sementara aturannya K2 harus sepenuhnya mengabdi di instansi pemerintah.

Sahir membenarkan telah mendapat surat dari Menpan RB yakni surat bernomor B/480/FP3K/M.SM.01.00/2019 tertanggal 4 Februari 2019. Dalam surat ini, Pemko Batam dapat merekrut sebanyak 244 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan status P3K.

Dengan rincian, guru sebanyak 235 orang, tenaga kesehatan lima orang serta empat orang penyuluh pertanian berdasarkan SK Menteri Pertanian dan/atau MoU Kementerian Pertanian dan Pemerintah Daerah.

“Jumlah yang 244 ini merupakan teman-teman yang belum lulus CPNS 2013. Tambah 93 yang tadi, jadi total yang kami ajukan kembali adalah 336 kuota,” terangnya.

Sahir mengatakan, ajuan tambahan ini belum direspons oleh Kemenpan RB. Maka dari itu, pihaknya belum bia membuka pendaftaran P3K dan mengumumkannya secara luas.

“Dasar kami terima pendaftaran apa, tak ada. Kalau sudah jelas formasinya ada, baru kami terima pendaftaran karena dasarnya ada, kalau dasarnya hanya usulan, kok PD (Percaya Diri) kali (Pemko buka pendaftaran),” papar dia.

Ditanya apakah Pemko Batam sudah pasti akan menerima P3K, karena sebelumnya Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengaku bingung untuk mengalokasikan gaji P3K yang belum terakomodir di APBD 2019, Sahir juga berkelit.

“Kalau ini tanya Sekda (Jefridin) saja,” imbuhnya.

Senin (11/2) kemarin, honorer K2 di lingkungan Pemko Batam dikumpulkan di aula lantai 4 Kantor Wali Kota Batam. Sahir menjelaskan, pengumpulan honorer K2 yang dilakukan tertutup ini dilakukan guna memberikan informasi terkait kesempatan honorer K2 menjadi P3K. “Intinya kami sampaikan, usulan kuota P3K telah kami sampaikan ke pusat, jangan ada kesan kami diam-diam saja,” pungkasnya. (iza)

Diupah Rp 40 Juta, Mat Sahrah Mencoba Selundupkan 948 Gram Sabu ke Surabaya, Langkahnya Terhenti di Batam

0
ilustrasi

batampos.co.id – Petugas keamanan Bandara Hang Nadim Batam dan Bea Cukai mengamankan Mat Sahrah, 30, kurir narkoba yang membawa sabu seberat 948 gram, Sabtu (12/2) lalu. Modus penyelundupan yang dilakukan Mat cukup nekat, yakni dengan memasukan 6 bungkus sabu ke dalam koper miliknya. Berkat kecermatan petugas di security check point (SCP) pertama, aksi Mat berhasil dihentikan.

“Dia sudah kami serahkan ke instansi terkait,” kata Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim Batam, Suwarso, Selasa (12/2/2019).

Suwarso mengatakan, penangkapan ini bermula dari kecurigaan petugas terhadap Mat saat akan memasuki SCP I Hang Nadim di Terminal Keberangkatan. Petugas melakukan pemeriksaan manual terhadap Mat, namun tidak menemukan benda yang mencurigakan.

“Tapi dari hasil pengecekan petugas kami di mesin X-Ray didapati benda mencurigakan dalam koper. Namun pas dibongkar hanya ada tumpukan baju,” ungkap Suwarso.

Hal ini tak membuat petugas hilang akal. Suwarso mengatakan, petugas melakukan pemeriksaan ulang. Lalu, di bagian bawah koper dirasakan ada benda mencurigakan.

Ketika bagian bawah koper itu dibongkar, ditemukan 6 bungkus plastik sabu yang sudah dilapisi selotip warna hitam.

“Tasnya itu ternyata sudah dimodifikasi sedemikian rupa, agar dapat mengelabui kami. Tapi berkat kecermatan, penyelundupan ini bisa digagalkan,” ungkap Suwarso.

Dari pengakuan Mat ke petugas, ia diupah Rp 40 juta untuk sekali pengiriman ke Surabaya.

“Dari jadwalnya Mat akan berangkat menuju Surabaya pukul 18.20,” tutur Suwarso.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri Kombes Yani Sudarto membenarkan penangkapan kurir sabu di Hang Nadim Batam telah diserahkan ke jajarannya.

“Iya, dari hasil penyelidikan kami, tersangka ini mengaku baru sekali melakukan perbuatan ini. Namun pernyataan ini tidak kami percaya begitu saja, kami akan terus melakukan pengembangan,” ungkapnya. (ska)

Ratusan Kendaraan Terjaring Razia, Denda Bayar di Tempat

0
foto: batampos.co.id / yulitavia

batampos.co.id – Ratusan kendaraan bermotor terjaring operasi penertiban yang digelar Badan Penerimaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Provinsi Kepri lewat Unit Pelaksana Teknis (UPT) Batam di Kompleks Tiban Center, Selasa (12/2). Penertiban ini berhasil menjaring berbagai pelanggaran seperti penunggakan pembaya-ran pajak kendaraan bermotor hingga pengendara yang tidak membawa dokumen kelengkapan seperti Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Kepala BP2RD UPT Batam Vira Respaty mengatakan kegiatan kali ini merupakan kali kedua digelar. Sebelumnya, razia juga dilaksanakan di kawasan Edukits, Batam Center. Selama operasi berlang-sung ratusan pemilik kendaraan ditemukan belum membayar pajak kendaraannya.

“Lumayan banyak juga yang terjaring. Dan mereka lang-sung membayar di lokasi,” kata Vira di sela-sela operasi penertiban.

Razia pertama, pihaknya berhasil mengumpulkan Rp 41 juta dari 118 kendaraan roda dua dan 211 kendaraan roda empat. Untuk razia kali ini, pihaknya masih mendata.

“Ini merupakan langkah kami dalam meningkatkan kesadaran pemilik kendaraan untuk membayar tanggung jawab atas kepemilikan kendaraan.

Selain itu, juga untuk mendongkrak PAD (Pendapatan Asli Daerah),” jelasnya.

Vira menyebutkan, rata- rata kendaraan sudah tidak membayar pajak selama dua hingga tiga tahun. Untuk jangka waktu tersebut, masih bisa melakukan pembayaran di lokasi razia. “Kalau lima tahun harus di kantor pusat di Batam Center. Karena STNK-nya harus diganti,” lanjutnya.

Sementara itu, Kanit Turjawali Satlantas Polresta Barelang Iptu Fredyando mengatakan hingga pukul 10.00 WIB kemarin, sudah satu truk kendaraan yang terjaring razia.

“Cukup banyak, hanya saja totalnya saya belum tahu karena masih berlangsung,” sebutnya.

Ia mengatakan, bentuk pelanggaran paling banyak adalah tidak memiliki SIM hingga tidak membawa STNK. Selanjutnya, kendaraan akan dibawa ke Kantor Polresta Barelang untuk proses lebih lanjut.

“Ada juga kendaraan yang tidak sesuai antara KTP dan STNK. Ini kami lanjut proses. Apakah belum balik nama atau hasil kejahatan kita perlu proses penyelidikan dulu,” tutupnya.(yui)

Pertamina Pasok 450 Kl per Hari, Tapi Sering Langka

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Warga Batuaji dan Sagulung mengaku masih kesulitan mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium. Pantauan Batam Pos di SPBU Tembesi, Selasa (12/2/2019), warga yang ingin mengisi premium harus gigit jari. Sebab, BBM penugasan tersebut kosong.

Beda halnya di SPBU Seitemiang, terlihat antrean panjang kendaraan yang akan mengisi premium, baik roda dua maupun empat.

“Sudah mutar-mutar baru dapat bensin (premium) di sini. Itu pun harus antre,” ujar Karyo, warga Sagulung di SPBU Tembesi, Selasa (12/2).

Hal senada dikeluhkan Adrian, warga Batuaji. Ia mengaku kesulitan mendapatkan premium. Bahkan ia menilai, kehadiran BBM jenis lain seperti pertalite merupakan upaya agar masyarakat beralih meninggalkan premium.

“Sepertinya masyarakat dipaksa beralih memakai bahan bakar nonsubsidi (penugasan, red), kasihan warga tak mampu mereka butuh aktivitas dengan biaya rendah untuk kehidupan sehari-hari,” ujar pengemudi ojek online itu.

Terpisah, Sales Eksekutif BBM Pertamina Kepulauan Riau (Kepri) Arwin Nugraha menuturkan, penyalurkan BBM penugasan maupun subsidi di Kota Batam sesuai dengan regulasi dan kebutuhan di masyarakat. Penyaluran BBM premium misalnya, didasarkan atas realiasi kebutuhan di tahun sebelumnya.

“Premium sebenarnya tak ada kuota. Jadi, akan disalurkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Diakui Arwin, setiap harinya Batam mendapatkan pasokan premium sebesar 450 kiloliter (kl). Bila dibandingkan 2018 lalu, kuota penyaluran premium di Batam masih di angka yang sama tanpa peningkatan.

“Kuota premium setahu saya belum ada pengurangan ataupun penambahan kuota. Konsumsi tahun lalu rata-rata 450 kl per hari,” ucapnya.

Selain premium, Pertamina juga menyalurkan 150 kl bio solar per hari. Sedangkan untuk pertalite 250 kl per hari, pertamax 50 kl, dan dexlite 10 kl. Angka ini sama dengan realisasi 2018.

Disinggung harga pertamax series setelah adanya penurunan harga beberapa hari lalu, Arwin menjelaskan, untuk pertalite dijual dengan harga Rp 8.000 per liter, pertamax Rp 10.250 dan pertamax turbo Rp 11.600 per liter.

Sedangkan untuk jenis lainnya seperti dexlite, seharga Rp 10.600 per liter dan dex Rp 12.200 per liter. “Kita tak ada kuota. Yang ada hanya kuota bio solar. Untuk premium, penyaluran memang sesuai kebutuhan,” jelasnya. (rng)

4 Jam Lebih Cepat daripada 10 Menit

0
ilustrasi

BEGITU mendapat kabar bahwa sang bunda terjatuh dan tulang pinggangnya patah, Mark Clements langsung bergegas. Dari London dia naik bus, lalu tube (angkutan cepat listrik), dilanjutkan dengan dua kali berganti kereta api hingga akhirnya sampai di Devon.

Total, Clements butuh empat jam untuk sampai ke kediaman orangtuanya. Eh, lha kok ndilalah masih lebih cepat dia ketimbang ambulans yang markasnya, seperfi dilansir Daily Mail, hanya 10 menit perjalanan dari rumah ayah bunda Clements.

”Ibu saya terbaring tak bisa bergerak di lantai yang dingin, sementara ayah saya tak bisa berbuat apa-apa,” tutur Clements kepada BBC.

South Western Ambulance Service meminta maaf atas keterlambatan stafnya. Mereka beralasan ada kenaikan luar biasa permintaan layanan ambulans. Tak disebutkan berapa kenaikan permintaan itu. Sampai ambulans butuh lebih dari 4 jam untuk tiba di rumah yang bisa dijangkau dalam 10 menit. (c11/ttg)

Persib Bandung Tunda Jadwal Kedatangan ke Batam

0

batampos.co.id – Persib Bandung memutuskan untuk memundurkan lagi jadwal kedatangan ke Batam. Langkah ini terpaksa dilakukan lantaran gelaran 16 Besar yang akan memulai pertandingan Selasa (19/2/2019).

Ketua Viking Batam Iyan Sofyan Vicky mengatakan pihak Persib Bandung memohon maaf pada Viking Batam dan memastikan jika Persib Bandung tetap berkunjung ke Batam. Hanya saja waktu kedatangan yang harus menyesuaikan dengan perubahan skedul Piala Indonesia.

”Ini merujuk pada surat resmi yang dikirimkan kepada kami melalui email tertanggal 8 Feb-ruari lalu. Isinya perubahan skedul dan drawing yang dilakukan untuk babak 16 Besar Piala Indonesia, Persib Bandung terpaksa harus kembali mengubah jadwal kedatangan,” terang Vicky, Minggu (10/2/2019).

Persib Bandung memastikan jika kunjungan ke Batam akan tetap dilaksanakan. ”Hanya saja menyesuaikan dengan jadwal laga Persib Bandung.”

”Kami saat ini tengah mengajukan tiga opsi pilihan jadwal kedatangan, terkait dengan perubahan skedul ke Batam,” Vicky menambahkan.

Tiga opsi yang ditawarkan itu adalah, pertama, Persib Bandung akan datang ke Batam saat usai penyelenggaraan babak 16 Besar Piala Indonesia, 22-28 Februari. Sedan opsi kedua, Persib Bandung akan datang ke Batam saat jeda waktu babak penyisihan jelang putaran final Piala Presien 2019, 26 Maret hingga 11 April.

”Sedang opsi ketiga adalah usai Pemilu 2019, sebelum dimulainya Liga 1 musim 2019-2020, 22-29 April,” papar Vicky.

Pihaknya tetap berusaha untuk secepatnya bisa mengusahakan Persib Bandung datang ke Batam. ”Kami tetap berusaha on schedule, hanya saja mungkin menye-suaikan dengan padatnya jadwal laga Persib Bandung.”

ilustrasi

”Karenanya kami tengah mengusahakan opsi pertama bisa disetujui oleh manajemen Persib Bandung. Apalagi memang ini menjadi event tahunan yang kami selenggarakan,” jelas VIcky.

Ia juga memohon maaf pada seluruh pihak-pihak yang telah membantu penye-lenggaraan kegiatan ini. ”Mohon maaf pada pihak-pihak yang telah membantu dalam penyelenggaraan event ini. Juga pada para bobotoh di Batam,” ujar Vicky.

”Yang jelas Persib Bandung tidak membatalkan rencana berkunjung ke Batam. Hanya saja rescheduling dengan jadwal laga,” ucapnya.

Kedatangan Persib Bandung ke Batam Dalam rangka memperingati HUT ke-9 Viking Persib Club DistriK Batam. Selain menyemarakkan #9th Anniversary Viking Batam, Pertsdib Bandung juga akan menggelar training center (TC) di Batam.

Di Batam, Persib Bandung akan menjalani dua agenda penting. ”Agenda pertama Meet and Greet dengan bobotoh. Dan yang kedua adalah laga ujicoba melawan Macan Tidar Batam Selection FC,” urai Vicky.

Untuk laga ujicoba, panitia menyiapkan 3.500 tiket bagi yang akan menonton secara langsung tim papan atas Liga 1 asal Jawa Barat ini.

”Untuk mendapatkan tiket, bisa langsung datang ke sekretariat Viking Batam,” jelas Vicky.

”Penjualan tiket untuk umum dibanderol dengan harga Rp 75 ribu,” tambahnya.

Selain itu, untuk semakin memeriahkan acara, juga akan dibuka stand bagi UKM, PKL, dan lainnya. ”Silakan bagi UKM, PKL, dan lainnya yang ingin membuka stan untuk datang ke sekretariat Viking Batam,” tegasnya.

”Juga bagi yang ingin menjadi sponsor kegiatan dan saksi dalam dahsyatnya event ini juga bisa langsung datang ke sekretariat,” tutur Vicky.

Selain memuaskan kerinduan para bobotoh, Vicky juga menjelaskan jika skuad baru Persib Bandung akan diperkenalkan saat meet and greet. Beberapa nama memastikan mengisi tim ini di skuat Persib Bandung.

”Kim Jeffrey Kurniawan, Esteban Viscara, Erwin Ramdani, Frets Butuan, dan Ezechiel N’Douassel. Dan pemain-pemain yang sudah promosi dalam tim senior diantaranya adalah Beckham Putra Nugraha, Muchlis Hadi, dan wildan Ramdhani. Mereka akan berada dibawah bimbingan pelatih Miljan Radovic,” tegasnya.

Tak hanya Viking Batam, dalam event nanti juga dihadiri oleh 12 korwil dari regional Sumatera. ”Rencananya nanti akan dibacakan pernyataan sikap bobotoh,” ujarnya.

”Intinya ini adalah bentuk dukungan bagi Persib Bandung untuk musim 2019-2020. Juga agar tidak ada lagi mafia bola dan pengaturan skor. Sepakbola adalah pemersatu bangsa, bukan ajang politik atau pencarian kepentingan pribadi,” tutur Vicky.

Selain itu, dengan adanya dukungan dari Viking Persib Club Distrik Batam, diharapkan Persib Bandung bisa kembali meraih hasil maksimal di kancah persepakbolaan nasional. Sekaligus hal ini akan meningkatkan motivasi Persib Bandung untuk menjalani laga di musim mendatang.

”Viking harus menjadi cerminan bagi suporter mengenai pentingnya fairplay dan sportivitas dalam mendukung tim kesayangannya. Hal ini sesuai slogan totalitas Bukan untuk Popularitas,” ujarnya mengakhiri.(yan)

Asah Minat Baca Anak Sejak Dini

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Menumbuh-kan minat baca pada anak-anak bukanlah perkara mudah. Perlu kerja sama berbagai pihak, seperti orangtua, guru di sekolah, dan masyarakat. Apalagi di tengah gempuran perkembangan teknologi dan game online.

Namun, hal cukup menarik terlihat di Dataran Engku Putri, Batam Center, Minggu (10/2/2019) pagi. Puluhan anak berkumpul di lapak baca buku yang digelar Yayasan Gelora Madani Batam. Di lapak tersebut, terdapat ratusan buku untuk anak dan dewasa yang dapat dibaca secara gratis. Selain buku, Yayasan Ge-lora Madani Batam juga menyediakan game internet sehat.

Kiara, 5, antuasias membolak balik beberapa buku yang diambil dari lapak tersebut. Dia pun terlihat mengeja bebera-pa kata, meski pada akhirnya lebih tertarik melihat gambar.

”Senang gambarnya,” ucapnya yang saat itu masih fokus melihat buku dengan beragam gambar hewan.

Rini, orangtua Kiara, mengaku senang dengan respons anaknya ketika melihat buku. Menurut dia, saat ini untuk mengajarkan anak suka dengan buku cukup susah. Anak-anaknya lebih tertarik dengan gawai elektronik. ”Pas lihat ada anak-anak ramai ke sini, dia ikut ke sini. Dan alhamdulillah, dia terlihat senang dengan buku,” ujar ibu dua anak ini.

Sementara, Ketua Yayasan Gelora Madani Batam, Fendi Hidayat, senang melihat res-pons dan antuasias masyarakat, khususnya anak-anak dengan lapak baca buku gratis tersebut. Padahal, lapak tersebut baru pertama kali digelar, dengan menyediakan ratusan buku cerita anak dan dewasa.

”Ini baru pertama kali dan ternyata respons anak-anak untuk datang ke lapak baca buku gratis luar biasa. Untuk kali pertama ini kami sediakan lebih dari 200 buku anak dan juga untuk pembaca dewasa,” ujar Fendi.

Selain buku, pihaknya juga menyediakan game internet sehat berwujud ular tangga. Setiap kotak ular tangga terdapat kata-kata edukatif tentang tata cara memakai internet. Permainan itu dapat dimainkan anak usia di bawah 11 tahun.

”Anak-anak bisa main sambil jalan dari kotak satu ke kotak lainnya, seperti permainan ular tangga. Kata-kata di setiap kotak itu cukup mengedukasi anak-anak untuk bisa bermain internet sehat,” jelas Fendi.

Menurut dia, tujuan kegiatan tersebut lebih memberi literasi minat baca anak dan internet sehat. Bahkan ke depannya, Yayasan Gelora Madani Batam ingin menyediakan layanan pendidikan anak, seperti pelatihan gratis. Pihaknya juga membuka donasi buku dari masyarakat.

”Kalau bisa, sekolah gratis untuk anak. Mudah-mudahan istiqomah,” tutur Fendi.(*)

Ayo, Wakaf Alquran

0

batampos.co.id – Gerakan Wakaf Sejuta Alquran yang dimulai sejak Desember 2018 lalu, mendapat respons positif dari masyarakat Kepulauan Riau (Kepri). Para dermawan dan donatur mengirim uang yang akan dibelikan Alquran untuk disumbangkan ke masjid, musala, Taman Pendidikan Alquran (TPA), dan pesantren di pelosok Kepri.

Gerakan Wakaf Sejuta Alquran dan Tebar Alquran ke Pelosok Kepri ini merupakan kerja sama antara Percetakan Bintana, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kepulauan Riau, Harian Batam Pos, batampos.co.id, dan Bank Muamalat Cabang Batam.

Direktur Percetakan Bintana, Socrates mengatakan Alquran yang diwakafkan ini sudah sesuai dengan standar Kementerian Agama RI dengan cover dan desain menarik. Alquran ini diproduksi PT Dinamika Cahaya Pustaka, anak perusahaan PT Temprina dan satu grup dengan Percetakan Bintana.

“Alquran ini cocok untuk wakaf,’’ katanya.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kepulauan Riau Drs H Mustamin Hussain mengatakan, Gerakan Wakaf Sejuta Alquran dan Tebar Alquran ke pelosok Kepri diharapkan meningkatkan kualitas umat Islam.

“Gerakan Wakaf Sejuta Alquran ini, Insyaallah pahalanya sangat besar dan mengalir terus bagi yang membaca Alquran dan mewakafkan Alquran,’’ katanya.

Gerakan Wakaf Sejuta Alquran ini mendapat tanggapan baik dari masyarakat Kepri. Sampai Senin (11/2), sudah 80 Alquran yang diwakafkan dari berbagai kalangan. Total dana yang sudah terkumpul sebesar Rp 5.620.000.

Jika Anda berminat mewakafkan Alquran, dapat menghubungi Wanda Sari Dewi (081372327127), Liza Andriani (085262836651), Yasir Huda (08117006381), Andi Arifin-Baznas Batam (085271907097) dan Baznas Kepri Official (081261325253).

Gerakan Wakaf Sejuta Alquran ini, juga bekerja sama dengan Harian Pagi Batam Pos dan media online www.batampos.co.id. Sebagai pertanggungjawaban kepada publik, wakaf dari masyarakat dan pemberian Alquran yang diwakafkan, akan diinformasikan secara berkala. (*)