Minggu, 10 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11535

Wanita Ditemukan Tewas di Rumah di Bengkong Laut

0
ilustrasi

batampos.co.id – Seorang wanita berusia 25 tahun ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya, Kompleks YKB Blok F nomor 9, Rt 02 Rw, 11, Kelurahan Bengkong Laut Kecamatan Bengkong, Senin (11/2) sekitar pukul 13.30 WIB.

Wanita yang diketahui bernama Fitri alias Yuwewe itu ditemukan tewas di dalam kamar dalam keadaan tangan diikat dan posisi terlungkup di lantai samping tempat tidur.

Fitri ditemukan pertama kali oleh salah seorang warga, Robert yang hendak beli gas di rumah Fitri.

Saat di rumah Fitri, Robert beberapa kali memanggil orang di dalam rumah. Namun saat itu tidak ada yang keluar dari rumah dan kondisi pintu teralis rumah sedang dalam keadaan terbuka.

“Saya intip ke dalam rumah. Saat itu suara tivi hidup dan anjing di dalam rumah dan di luar gonggong terus,” ujarnya.

“Kalau ada orang tidak mungkin gak keluar rumah karena anjing gonggong terus,” imbuhnya.

Sebelum kembali ke rumah, Robert sempat lihat beberapa tetesan darah di atas lantai, termasuk tetesan darah yang berada di body sepeda motor Honda Beat BP 3015 JQ yang terparkir di teras rumah.

Di lokasi kejadian, puluhan warga berkumpul di depan rumah Fitri. Sementara di rumah korban, saat ini pihak kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara. (gie)

Pengembangan Pelabuhan Penagi Dilanjutkan

0
F. AULIA RAHMAN/BATAM POS
Aktivitas bongkar muat barang di Pelabuhan Penagi, Tanjungpayung, Natuna berlangsung normal, meski saat ini sudah memasuki musim angin Utara.

batampos.co.id – Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Natuna Iskandar DJ mengatakan, tahun ini akan dilaksanakan pemba-ngunan lanjutan pengembangan Pelabuhan Penagi. Yakni, berupa penambahan panjang pelabuhan.

“Tahun lalu sudah ada penambahan sekitar 100 meter. Tahun ini akan ditambah lagi,” ujarnya, Jumat (8/2/2019).

Dikatakannya, Pelabuhan Penagi yang sekarang menjadi pelabuhan bongkar muat barang, terus dikembangkan sebagai pendukung sentra ekonomi di Natuna, di samping keberadaan pelabuhan Selat Lampa yang saat ini dijadikan pelabuhan penumpang.

Pengembangan Pelabuhan Penagi akan diperpanjang hingga terhubung menuju pelantar Penagi. Pemerintah sudah mengucurkan anggaran untuk pengembangan pelabuhan tersebut.

“Pelabuhan Penagi disiapkan menjadi pelabuhan sentral perekonomian dengan skala menengah, sehingga bisa disandari kapal di bawah 1.500 gross ton,” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan pelabuhan tersebut sangat pen-ting, karena Natuna adalah daerah maritim yang minim akan sarana pelabuhan berkapasitas basar.

sumber: mapcarta

“Tentu nantinya aktivitas bongkar muat barang di pelabuhan cukup ramai. Pengembangan pelabuhan juga untuk melengkapi sarana pelabuhan seperti pembangunan gudang, terminal penumpang dan fasilitas pendukung lainnya,” jelasnya.

Seperti diketahui, keberadaan Pelabuhan Penagi yang dijadikan pelabuhan bongkar muat barang dinilai belum memadai. Dimana pelabuhan ini masih sempit dan kecil. Hal ini sering menyebabkan proses bongkar muat barang di kapal terjadi molor, hingga satu minggu.

Menurut laporan pemerintah daerah, kondisi tersebut, memicu salah satu faktor inflasi didaerah serta kelangkaan kebutuhan masyarakat. (arn)

6.000 Orang Kembali ke Batam Puncak Arus Balik Imlek

0
foto: batampos.co.id / peri irawan

batampos.co.id – Puncak arus balik libur Imlek di Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS) terjadi pada Minggu (10/2/2019). Pada hari itu sekitar 6.000 lebih orang kembali ke Batam lewat pelabuhan tersebut.

Kepala Bidang Angkutan Laut DPC INSA Batam Asmadi mengatakan, arus balik di PDS mulai padat sejak Sabtu (9/2). Namun, puncak kepadatan terlihat pada Minggu karena merupakan hari terakhir libur Imlek.

“Diperkirakan hari ini (kemarin) hingga pukul 18.00, sekitar 20 kapal akan datang secara bergantian,” kata Asmadi, Minggu (10/2).

Asmadi menjelaskan, untuk kapal dari Selatpanjang, Meranti, biasanya hanya dipersiapkan sebanyak tiga kapal. Namun, pada Minggu kemarin disediakan tujuh kapal untuk membawa penumpang.

“Karena penumpang terbanyak itu dari Selatpanjang,” ujarnya.

Pada Sabtu lalu, kepadatan juga mulai terlihat karena saat itu ada sekitar 4.000 orang yang datang ke Batam dari berbagai daerah, seperti Tanjungbatu, Guntung Tembilahan, Selatpanjang dan sebagainya.

“Kemarin (Sabtu) sudah mulai padat, seperti kapal yang datang dari Tanjungbatu hampir semuanya penuh,” ucapnya.

Ia mengatakan, arus balik akan berlangsung hingga Senin hari ini. Namun, untuk jumlah penumpang belum bisa diperkirakan karena untuk menghitung penumpang dimulai dari sore hingga pagi harinya. “Setelah itu barulah bisa dihitung berapa perkiraan penumpang yang akan berangkat,” sebutnya.

Namun, ia menyebutkan masih ada kemungkinan arus balik tetap ramai. Itu karena, selama dua hari terakhir jumlah pemudik yang balik ke Batam diperkirakan baru sekitar 10 ribu orang. Sementara pada puncak arus mudik, penumpang mencapai 13 ribu orang.

“Berarti kan ada sekitar 3.000 orang lagi yang akan menyusul,” katanya.

Asmadi mengatakan, pada momen H+1 atau H+2 Imlek, memang ada peningkatan jumlah orang yang datang ke Batam lewat pelabuhan. Namun, menurutnya adalah masyarakat daerah lain yang memanfaatkan liburan Imlek di Batam, dan biasanya kembali pada hari itu juga atau esok harinya. Karena itu, arus balik memang terjadi pada tiga hari terakhir jelang berakhirnya libur Imlek.

“Arus balik hanya tiga hari saja, Sabtu, Minggu dan besok (hari ini) Senin,” tuturnya.(cr2)

Buronan Polres Bukittinggi Ditangkap di Batam

0
ilustrasi

batampos.co.id – Seorang buronan Polres Bukittinggi dalam kasus pencurian berhasil diamankan oleh Unit Opsnal Polres Bukittinggi bersama Opsnal Polresta Barelang dan Opsnal Polsek Batamkota di kawasan Seraya, Sabtu (9/2/2019) lalu. Usai diamankan, buronan atas nama Zufrizal, 32 itu dibawa ke Satreskrim Polresta Barelang untuk dimintai keterangannya.

Saat ditemui di Mapolresta Barelang, Kanit Opsnal Polres Bukittinggi Ipda Fikri Rahmadi mengatakan, pencurian ini bermula dari ia baru pulang ke Bukittinggi dari Batam minggu lalu. Saat itu, ia langsung dijemput oleh sepupu korban yang dikenalnya sewaktu sama-sama bekerja di Batam beberapa tahun yang lalu.

“Kepada temannya itu atau sepupu korban, ia mengatakan dia mau berangkat ke Palembang untuk mencari kerja disana. Tapi, sepupu korban berniat baik mencarikan pekerjaan untuk pelaku ini dengan mengenalkannya kepada korban,” katanya.

Karena merasa kasihan, kemudian korban atas nama Beni memberikan pelaku pekerjaan dan diizinkan untuk tinggal di rumah korban. Dua hari berselang, kemudian korban mengajak pelaku untuk menuju ke tokonya. Karena ada keperluan, korban kemudian meninggalkan pelaku di toko dan melihat kunci rumah yang ditinggalkan korban di toko.

“Tidak lama kemudian, korban pulang ke toko dan menanyakan keberadaan pelaku sama karyawannya. Saat itu, karyawannya mengatakan kalau pelaku tidak ada di toko dan berpikir bahwa pelaku pulang ke rumah untuk mengambil barang miliknya,” ujarnya.

Selang beberapa jam, pelaku tidak kembali ke toko hingga menimbulkan kecurigaan korban. Ia pun kemudian pulang ke rumahnya dan sampai di rumah melihat seluruh isi rumah dalam keadaan berantakan. Uang milik korban sebesar Rp 70 juta beserta emas seberat 150 gram senilai Rp 180 juta juga hilang dibawa kabur oleh pelaku.

“Atas kejadian itu, korban melaporkan kejadian ini ke Polres Bukittinggi dengan kerugian Rp 250 juta. Kemudian kita lakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan, kita ketahui kalau pelaku kabut ke Batam dan kemudian kita lakukan pengejaran,” tuturnya.

Sesampainya di Batam, Unit Opsnal Polres Bukittinggi melakukan koordinasi dengan Polresta Barelang dan Polsek Batamkota. Dari sana, pelaku diketahui berada di Seraya dan langsung dilakukan penangkapan. Saat hendak ditangkap, pelaku saat itu hendak membeli sepeda motor sport jenis Kawasaki Ninja senilai Rp 45 juta di dealer sepeda motor bekas kawasan Seraya.

“Uang hasil curian ini sudah dibayarkan pelaku untuk membeli motor itu. Namun, saat mau pergi, pelaku langsung kami amankan dan dibawa ke Polresta Barelang dan kemudian kami bawa ke Polres Bukittinggi untuk proses lebih lanjut,” katanya.

Sementara itu, dari pengakuan Zufrizal, ia tergiur melihat uang korban saat tinggal di rumah korban selama dua hari. Sehingga ia nekat dan melakukan pencurian saat kondisi rumah sedang kosong. Atas kejadian ini, Zufrizal mengaku menyesal karena korban sudah memberikan tempat tinggal dan fasilitas selama di Bukittinggi.

“Niat saya disana memang mau mencari kerja. Tapi saya khilaf melihat uangnya banyak. Saya benar-benar nyesal,” akunya. (gie)

Bupati Natuna Tinjau Jembatan Kayu Tanjung Sebauk

0
Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal (√)

batampos.co.id – Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal mengunjungi masyarakat Tanjung Batang dan meninjau kondisi infrastruktur yang selama ini memprihatinkan. Di antaranya jembatan kayu yang menghubungkan desa tersebut, Minggu (10/2/2019).

Hamid Rizal yang didampingi Hendra Kusuma, yang juga Plt Kadis Perkim dan Kepala Dinas BP3D disambut oleh Camat Bunguran Batubi beserta Kades Tanjung Sebauk, dan masyarakat setempat.

Dikatakan Hamid, memang sudah agendanya untuk melihat langsung kondisi infrastruktur Tanjung Batang.

”Ini silaturahmi, sekaligus melihat langsung kondisi infrastruktur di Tanjung Batang,” ujar Hamid.

Hamid mengatakan, pemerintah daerah akan melakukan pemerataan pada pembangunan infrastruktur di Natuna, hingga di desa-desa yang selama ini belum terjangkau pembangunan termasuk di Tanjung Batang. Apalagi saat ini listrik sudah menyala 24 jam.

Kunjungan tersebut, Hamid Rizal menyinggung kondisi Natuna yang terdiri dari 97 persen laut. Namun secara bertahap, hak-hak kabupaten sudah mulai berkurang dan diambil alih provinsi.

”Dulu, laut beberapa mil masih kewenangan kabupaten, tapi sekarang tidak lagi dan masih banyak hal lagi. Sehingga Natuna harus bekerja keras agar hak dikembalikan,” ujarnya.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi serta penambahan infrakstruktur di Natuna dapat terus berkembang, jika segala hak diberikan untuk dikelola. Sehingga dengan aturan saat ini, solusi yang dapat dilakukan adalah membentuk provinsi di Natuna. Dengan dukungan berbagai elemen masyarakat. (arn)

Menteri Pariwisata, Arief Yahya Memantau Aksi #BatamUntukIndonesia

0

batampos.co.id – Hari ini, Senin (11/2/2019) dengan tagar #BatamUntukIndonesia pegiat pariwisata Batam menyuarakan aspirasi terkait mahalnya ongkos terbang dan bagasi.

Suara itu disampaikan dengan sebuah pawai menggunakan baju adat.

Pembaca batampos.co.id aksi ini dipantau langsung oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia Arief Yahya.

Pak Menteri menilai aksi itu unik, kreatif dan smart.

Aksi ini viral.

“Pak menteri tahu, saya up date ke beliau dan beliau mengapresiasi,” ujar Guntur Sakti, Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata.

Guntur menyampaikan pesan Pak Menteri Arief. “Kebijakan tarif di industri penerbangan ini sangat mempengaruhi sektor pariwisata dan Menpar minta harus ada price elasticity, bila ingin menaikan tarif jangan secara besar dan mendadak. Sesuatu yang mendadak dan besar impactnya relatif tidak bagus,” urai Guntur.

Pariwisata sangat tergantung dengan ketersediaan akses yang multi-moda dan murah.

“Oleh karena itu harga yang terjangkau akan menjadi key succes factor juga dalam pencapaian target kinerja pariwisata.

“Aspirasi dari berbagai daerah ini sudah didengar oleh pemegang otoritas dan kita berharap agar ada solusi cepat agar ekosistem pariwisata kembali normal, karena tahun industri pariwisata akan di proyeksikan sebagai penyumbang devisa terbesar di indonesia,” imbuh Guntur. (ptt)

Polda Kepri Ungkap Pelacuran Online, Tangkap Mucikari dan 3 PSK

0
ilustrasi

batamnpos.co.id – Polda Kepri mengkap satu orang mucikari online, As,33, Sabtu (9/2/2019) lalu. Selain itu, polisi juga mengamankan 3 orang PSK online.

Terkait penangkapan ini dibenarkan oleh Direktur Ditreskrimum Polda Kepri Kombes Hernowo.

“Iya,” katanya singkat.

Saat ini pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan mendalam terhadap mucikari dan PSK online tersebut. Dari informasi didapat batampos.co.id, prostitusi online ini dijalankan As antar provinsi. Pemesanan bisa dilakukan dimana saja, dan kapan saja. Pemesanan ini dilakukan dengan menggunakan aplikasi whatsapp.

Hingga kini kepolisian masih melakukan pengembangan. Karena diduga As memiliki beberapa orang PSK lainnya. (ska)

Rumah Dibobol Maling, Sepeda Motor dan Laptop Lenyap

0
ilustrasi

batampos.co.id – Sebuah rumah di perumahan Genta I Batuaji, dibobol maling, Minggu (11/2/2019) siang. Satu unit sepeda motor Honda Vario dan Laptop yang ada di dalam rumah lenyap digondol maling.

Informasi yang didapat, pembobolan terjadi saat penghuni rumah sedang keluar. Rumah yang ditinggal kosong dibobol maling dengan cara merusak gembok teralis dan pintu masuk rumah. Posisi rumah yang berada pinggiran perumahan dan dipagarin tembok pembatas perumahan memuluskan aksi para pelaku.

Pemilik rumah saat didatangi Batam Pos Minggu malam membenarkan adanya kejadian itu, namun mereka enggan memberi komentar dan menyarankan untuk konfirmasi ke kepolisian saja.

“Nanti kePpolisi saja Pak. Sudah lapor ke sana. Yang hilang sepeda motor dan laptop,” ujar wanita pemilik rumah.

Kanit Reskrim Polsek Batuaji Ipda Bonar membenarkan kejadian itu. Sesuai laporan pemilik rumah barang yang hilang digondol maling satu unit sepeda motor dan laptop.

“Pelaku sedangi kami dalami,” ujar Bonar. (eja)

Penumpang Pesawat Mulai Ada Peningkatan

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Secara bertahap, jumlah penumpang di Bandara Hang Nadim mulai mengalami peningkatan sejak harga tiket dan bagasi mengalami kenaikan drastis.

Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Batam, Suwarso menyebut angka penumpang meningkat sekitar kurang lebih 10 persen dibandingkan dengan akhir Januari lalu.

“Lumayan ada peningkatan jumlah penumpang di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, dimana sebelumnya, diketahui sebanyak 5.600 penumpang dan kini menjadi 6.000 penumpang. ” kata Suwarso, Sabtu (9/2)

Peningkatan ini, tambahnya, disebabkan oleh beberapa faktor. Antara lain sudah adanya penurunan harga tiket yang sebelumnya diberlakukan oleh maskapai dan dikeluhkan oleh calon penumpang.

Sebelumnya, harga tiket tujuan Jakarta dari Batam yang sebelumnya diatas Rp 1.800.000 kini sudah berada di angka Rp 1.500.000.

“Salah satu faktor melonjak penumpang tadi, mungkin saja disebabkan harga tiket yang sudah mulai turun. Banyaknya aktivitas di akhir pekan terakhirnya yang menyebabkan banyak yang bepergian,” jelasnya.

Selain itu, tambahnya, kondisi bagasi berbayar yang sebelumnya dikeluhkan sudah tidak berpengaruh lagi bagi calon penumpang untuk bepergian dengan pesawat.

Meskipun begitu, kenaikan tiket pesawat masih di angka yang memberatkan. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam, Jadi Rajagukguk mengatakan pelaku pariwisata sudah sangat keberatan dengan mahalnya tiket pesawat di penerbangan domestik. Turis harus mengeluarkan uang lebih banyak saat berwisata di Indonesia. Sehingga banyak yang membatalkan kunjungannya.

“Meskipun ini kebijakan secara nasional, kami keberatan. Saya kira Menteri perhubungan harus bisa selesaikan ini. Pemerintah harus segera bertindak,” ungkapnya.

Investor Asia Timur Serbu Batam

0
ilustrasi

batampos.co.id – Investor baru dari Asia Timur yakni dari Jepang dan Hongkong akan masuk ke Batam dan beroperasi di Batamindo. Penanam Modal Asing (PMA) asal Jepang yakni PT Maruho Hatsujyo sudah konfirmasi akan segera beroperasi dalam tempo tiga bulan.

“PT Maruho sewa gedung dengan ukuran 1.000 meter persegi. Nilai investasinya 1,6 juta dolar Amerika dan akan merekrut 70 pekerja. Mereka memproduksi spring wire atau kawat pegas,” kata Manager General Affair Batamindo, Tjaw Hoeing, Sabtu (9/2).

Tjaw mengatakan bahwa Maruho juga akan berorientasi pada ekspor. Setelah Maruho, perusahaan asal Hongkong yakni PT Simatelex Manufactory juga akan segera beroperasi di Batamindo.

“Simatelex bergerak di bidang manufaktur industri peralatan listrik rumah tangga dan industri peralatan elektrotermal rumah tangga dengan nilai 3,2 juta dolar Amerika dan akan merekrut 120 karyawan untuk tahap awal,” ungkapnya.

Tjaw mengungkapkan bahwa limpahan investasi ini merupakan dampak dari perang dagang berkepanjangan antara Amerika dan Tiongkok. Apalagi, Amerika akan meningkatkan bea masuknya menjadi 25 persen kepada produk ekspor dari Tiongkok.

“Banyak perusahaan yang memindahkan pabrik manufakturnya dari Tiongkok ke tempat lain termasuk Batam. Kabarnya Vietnam yang berbatasan langsung dengan Tiongkok sudah kewalahan menampung limpahan industri dari Tiongkok. Jadi ini sebuah kesempatan besar,” katanya lagi.

Namun, meskipun menjadi sasaran pabrikan dari Tiongkok, Batam tetap punya kelemahan. Di Tiongkok, pabrikan utama bersanding harmonis dengan pabrikan pemasok komponen dan bahan baku. Sehingga biaya produksi sangat murah. Sedangkan di Batam tidak seperti itu.

“Kalau tak punya industri penghasil bahan baku, maka biaya produksi akan tinggi karena harus impor bahan baku dari luar negeri. Di Tiongkok sudah semua. Coba di Batam dibangun supply chain industry, pasti daya tariknya akan semakin meningkat,” ucapnya.

Kemudian, persoalan birokrasi juga harus dibenahi, contohnya soal urusan ekspor impor. Investor harus mengurus izin pemasukan barang ke Kementerian Perdagangan di Jakarta. Jika barangnya terkait dengan kesehatan, maka harus mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan. Ini butuh waktu yang lama.

“Sebuah perusahaan punya banyak pabrik di masing-masing negara yang ada kawasan perdagangan bebasnya. Mereka akan membandingkan perlakuan di masing-masing negara tersebut,” ungkapnya. (leo)