batampos.co.id – Lukita Dinasyah Tuwo, menjabat sebagai Kepala BP Batam sekira 15 bulan saja. Namun, kesannya layaknya 15 tahun. Karyawan BP Batam seolah sudah dekat dan lekat dengannya.
Tengok saja, saat perpisahan di balairung BP Batam mereka antusias dan haru melepas kepergiannya.
Sehari setelah sertijab dengan Edy Putra, Lukita menyempakan diri berpamitan secara khusus kepada unit kerja yang ada di Kantor BP Batam Center dan yang terpisah.
Lukita D Tuwo saat pamitan dengan pegawai di bagian Pengembangan Manajemen Kinerja.
Foto perpisahan sederhana ini menyebar melalui lini masa medsos tiap karyawan.
Pagi ini, pun karyawan BP Batam melepas kepergian mantan Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo di VIP Bandara Hang Nadim.
ANGGOTA Tim Teknis DK Batam Taba Iskandar (kiri) saat rapat di kantor Kemenko Perekonomian di Jakarta, Kamis (10/1/2019). F. tim teknis DK Batam untuk Batam Pos
batampos.co.id – Tim Teknis Dewan Kawasan (DK) Batam terus menggesa regulasi yang mengatur jabatan ex-officio kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam oleh wali kota Batam. Tim ini menggelar rapat perdana di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian di Jakarta, Kamis (10/1/2019).
“Rapat akan digelar secara maraton,” ujar anggota Tim Teknis DK Batam Taba Iskandar, Kamis (10/1) malam.
Anggota Komisi I DPRD Kepri tersebut menjelaskan, ada sembilan Kementerian yang dilibatkan dalam rapat ini. Antara lain Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
Lalu Kementerian Perdagangan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang, dan Sekretariat Kabinet. Sedangkan dari Kepri dihadiri perwakilan dari BP Batam, Pemprov Kepri, dan Wali Kota Batam Muhammad Rudi.
Politikus Partai Golkar tersebut menyebutkan, ada tiga poin strategis yang dibahas dalam pertemuan perdana kemarin. Pertama persoalan waktu. Karena masa kerja tim teknis sangat singkat, maka rapat pembahasan reguliasi jabatan ex-officio kepala BP Batam harus digesa sehingga tidak molor dari tenggat waktu yang diberikan.
Kemudian membahas rencana kerja BP Batam dalam periode sementara ini. Yakni Januari-April 2019. Menurut Taba, dalam periode tersebut, tanggung jawab yang diemban Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BP Batam Edy Putra Irawady secara umum ada empat.
Pertama penyiapan laporan peralihan jabatan ex-officio yang di dalamnya menyangkut tentang aset, Barang Milik Negara, keuangan, Sumber Daya Manusia (SDM), dan audit.
Kemudian tugas Plt kepala BP Batam mengenai peningkatan iklim investasi. Untuk mendukung hal itu, Menko Perekonomian akan memfasilitasi pelaku usaha dan calon investor di Batam dalam waktu dekat.
Rencana kerja berikutnya adalah melakukan konsolidasi di internal BP Batam, baik itu soal anggaran, organisasi, dan SDM. Ditegaskan Taba, Plt kepala BP Batam hanya melaksanakan tugas rutin yang tidak bersifat kebijakan (policy).
“Apalabila ada kebijakan strategis disampaikan ke Dewan Kawasan Batam melalui Tim Teknis. Sedangkan poin terakhir adalah menyiapkan regulasi dan tata kelola keuangan dan pengelolaan aset dalam pelaksanaan jabatan ex-officio,” tegas Taba.
Dikatakannya juga, dalam melaksanakan rencana kerja tersebut, Plt kepala BP Batam akan berkoordinasi dengan wali kota Batam.
batamps.co.id – Mantan Kepala Otorita Batam (OB) periode 1998-2005 sebelum berganti nama menjadi Badan Pengusahaan (BP) Batam pada tahun 2007, Ismeth Abdullah, angkat bicara soal pergantian pimpinan di Badan Pengusahaan (BP) Batam.
Ia mengatakan tugas utama BP ke depan adalah membuat iklim dunia usaha semakin kondusif untuk mendorong investasi.
“BP itu harus fokus ke marketing dan memecahkan persoalan logistik yang selama ini jadi hambatan dunia usaha,” katanya kepada Batam Pos, Kamis (10/1/2019).
Menurutnya, BP harus kembali kepada fitrahnya sesuai dengan tujuan pembentukannya. Harus fokus memajukan dunia usaha.
Sebagai kota industri yang menganut sistem Free Trade Zone (FTZ), Batam diciptakan untuk menampung industri yang mengekspor barang produksinya ke luar negeri. Makanya sangat perlu bagi BP Batam mencari cara untuk mengatasi persoalan tarif logistik dari Batam menuju Singapura yang lebih mahal dari Batam menuju Tiongkok.
“Batam itu FTZ yang didesain untuk menghadapi Johor, Vietnam, dan lainnya. Sehingga dalam kerangka berpikir, harus mencari cara bagaimana memajukan industri dengan membuat produk domestik meningkat sehingga daya tarik Batam akan terus meningkat,” ucapnya.
Bukan hanya tarif, persoalan seperti gaji, utilitas seperti listrik dan air, harga bahan pokok serta kenyamanan dan lainnya juga harus masuk dalam kajian.
“Dulu waktu Saipem masuk, biaya telepon juga dihitung dan dibandingkan dengan negara lain. Intinya apapun di sini harus dibuat lebih murah daripada di tempat lain agar investasi bisa cepat masuk,” paparnya.
Pembangunan infrastruktur yang menunjang kenyamanan industri juga harus ditingkatkan agar membuat pengusaha di kawasan industri betah.
“Idealnya Batam lebih baik tetap FTZ, tinggal ditambah kemudahan atau ditambah fasilitas seperti tax haven (suaka pajak, red) seperti di Malaysia,” ucapnya lagi.
Di Malaysia, kata Ismeth, memiliki area tax haven di Pulau Labuan. Tarifnya sangat rendah untuk perusahaan perdagangan mencapai tiga persen. Sementara untuk perusahaan non perdagangan tidak dikenakan pajak.
Labuan sebagai offshore financial centre-nya Malaysia juga dilengkapi dengan bursa efek bernama Labuan Financial Exchange (LFX).
“Batam bisa cocok seperti di Labuan. Akan sangat menguntungkan,” katanya.
Ia juga sangat berharap agar putra-putra terbaik Batam ditempatkan di jajaran kepemimpinan BP Batam. Pengetahuan putra daerah bisa menjadi masukan berharga dalam menentukan arah kebijakan pimpinan BP Batam.
“Karena mereka lebih paham situasi daerahnya,” ungkapnya. (leo)
batampos.co.id – Harga ikan melonjak. Kepala Dinas Perikanan Kota Batam Husnaini mengatakan kenaikan harga ikan di pasaran dipicu faktor cuaca. Menurutnya, saat ini sedang musim angin utara, sehingga membuat nelayan lokal kesulitan melaut. Akibatnya terjadi kelangkaaan ikan di pasar yang menyebabkan harga mahal.
Selain permasalahan tersebut, peralatan melaut milik nelayan lokal masih sangat sederhana. ”Mereka (nelayan lokal, red) tak berani melaut karena sedang musim angin utara. Karena perahu yang mereka pakai untuk melaut juga masih kecil,” kata dia, Kamis (10/1).
Diakuinya kondisi cuaca yang tengah melanda perairan Kepri saat ini, membuat pasokan ikan ke Batam turun. Hal ini menyebabkan harga ikan naik hingga dua kali lipat. Sebab untuk memenuhi kebutuhan ikan tetap terpenuhi di pasar Batam, distributor ikan berusaha mendatangkan ikan dari luar daerah seperti Natuna hingga Anambas.
Efeknya, kata Husnaini lagi, distributor harus mengeluarkan biaya operasional yang lebih besar, sehingga turut berdampak pada harga ikan yang dijual di pasar.Seperti ikan tongkol, selar, dan beberapa jenis ikan lainnya. ”Kalau ikan dari nelayan lokal hanya jenis ikan karang. Sedangkan jenis lainnya didatangkan dari luar,” sebutnya.
Selain itu, diakuinya bahwa kondisi ikan di pasar saat ini kualitasnya juga kurang bagus, namun masih layak untuk dikonsumsi. ”Itu karena pasokan yang tidak lancar tadi. Jadi berimbas juga pada kondisi ikannya,” imbuhnya. (cr1/rengga/yul)
CINTA sejati benar-benar ada. Barbara Cotton dan Curtis Brewer adalah buktinya. Meski terpisah selama 57 tahun, hati mereka tetap terpaut. Pasangan yang sama-sama berusia 70-an tahun itu akhirnya menikah di Milwaukee, Wisconsin, Sabtu (5/1/2019).
Cotton mengungkapkan, pada 1960-an mereka merupakan sepasang kekasih.
Saat itu keduanya duduk di bangku SMA di Connecticut. Setelah lulus, mereka terpaksa berpisah. Brewer kuliah dan menetap di Florida. Sementara itu, Cotton tetap tinggal di kampung halamannya untuk merawat lima adik lelakinya setelah sang ibu meninggal.
Nah, Juli lalu Cotton melihat Brewer di Classmates.com, situs untuk menghubungkan teman lama.
Mereka ternyata sama-sama single dan masih saling cinta. Setelah kencan enam bulan, Brewer akhirnya melamar Cotton.
’’Dia (Brewer) dulu tampan, tinggi, dan lucu,’’ ujar Cotton kepada Inside Edition.
Sekarang tentu tidak lagi. Separo rambut Brewer sudah hilang.
Meski begitu, dia tetap tampan di mata Cotton.(sha/c18/oni/jpg)
batampos.co.id – Jahe adalah salah satu rempah tersehat di dunia. Jahe pun dikenal sebagai obat herbal. Akar ini memiliki nutrisi yang kuat dan sarat dengan mineral termasuk kalium, mangan, tembaga, dan magnesium. Jahe juga tinggi vitamin C, A dan E.
Cobalah menyeduh air jahe setiap pagi dan rutin meminumnya. Tak hanya jahe, tetapi campurlah dengan bahan lainnya. Misalnya lemon dan madu. Dilansir dari Pulse, Kamis (10/1), seduhan air jahe bisa memberikan khasiat ajaib bagi tubuh.
Turunkan Berat Badan
Tahukah, jika kelebihan berat badan dapat menyebabkan serangan jantung, stroke, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, diabetes, dan beberapa jenis kanker. Jahe adalah bahan alami yang membantu penurunan berat badan. Jahe dapat mempercepat metabolisme, yang mengarah ke pembakaran kalori. Jika mengonsumsinya rutin, dapat membuat merasa kenyang lebih lama dan mengurangi asupan kalori secara keseluruhan.
Hilangkan Gas
Minum air jahe adalah satu-satunya obat yang teruji untuk menghiangkan gas. Minumlah secangkir teh jahe sebelum tidur untuk membiarkannya bekerja semalaman saat tidur. Sehingga jahe bertindak untuk membersihkan sistem pencernaan dan menetralisir masalah dari dalam.
Melawan Kanker
Menurut para peneliti, jahe mengandung senyawa yang disebut 6-gingerol yang memiliki aktivitas anti-bakteri, anti-inflamasi dan anti-tumor. Menambahkan jahe ke dalam makanan dapat membantu mencegah pembentukan sel kanker baru. Jahe juga bermanfaat bagi orang yang sudah menjalani perawatan kanker karena jahe telah dikenal untuk mencegah efek racun dari obat kanker.
Baik Untuk Otak
Jahe mengandung senyawa yang disebut 6-shogaol, yang melindungi otak. Sehingga.menjaganya tetap sehat dengan menghambat pelepasan bahan kimia jahat yang merusak neuron (saraf). ***
Saat ini konsumen sudah sangat jeli dan pintar dalam memilih kenderaan baik untuk keluarga maupun pribadi. Jika dulu mereka hanya mengedepankan penampilan, berbeda dengan sekarang para konsumen akan mencari informasi dan perbandingan merek satu dengan merek lainnya sebelum menjatuhkan hatinya memilih kenderaan yang sesuai dengan kriterianya.
Apa lagi sebuah mobil modern seperti sekarang ini, fitur keselamatan menjadi syarat utama. Tidak hanya airbag atau kantung udara saja yang menjadi fitur wajib, tapi juga fitur-fitur keselamatan lain.
Di Mitsubishi Motors, mobil-mobil yang dipasarkan di Indonesia sudah memiliki berbagai fitur keselamatan. Secara umum fitur keselamatan pada mobil terbagi menjadi dua, yaitu aktif dan pasif. Keduanya berfungsi mengantisipasi potensi kecelakaan. Atau, jika sudah terjadi fitur keselamatan itu mampu meminimalisasi dampak fatal.
Fitur keselamatan aktif bekerja sebelum atau mencegah terjadinya kecelakaan. Fitur keselamatan ini bekerja secara kompurterisasi, sebelum mobil hilang kendali atau akan menabrak. Adapun fitur-fitur keselamatan aktif adalah Antilock Braking System (ABS), Brake Assist (BA), Electronic Brake force Distribution (EBD), Active Stability Control (ASC), dan Hill Start Assist (HSA).
Sedangkan fitur keselamatan pasif bekerja ketika mobil terkena benturan atau kecelakaan. Ada banyak fitur pasif, beberapa di antaranya adalah Supplemental Restraint System (SRS) Airbag, sabuk keselamatan dengan Pretension dan Force Limiter, serta Isofix atau pengait pada kursi baris kedua untuk mengunci bangku anak-anak.
Termasuk struktur rangka bodi RISE (Reinforced Impact Safety Evolution) pada mobil Mitsubishi seperti di Xpander, Pajero Sport, dan lainnya. Ini adalah teknologi rangka body yang dibuat dari High Tensile Metal, sehingga bagian dalam kabin terlindungi dari benturan karena rangkanya lebih kuat.
RISE ini merupakan kesatuan antara body dan sasis untuk meningkatkan kenyamanan berkendara. Efektif menyerap energi tabrakan dari segala arah (depan, belakang, samping). untuk meminimalisir kerusakan dan menjagab penumpang dalam kabin tetap aman. Dalam tabrakan hebat, fitur ini menjaga bentuk interior tetap utuh, sehingga kemungkinan selamat pada penumpang menjadi lebih besar.
Selain itu, ada juga fitur Pedestrian Protection yang dibuat sedemikian rupa agar lebih aman bagi pejalan kaki. Fitur ini merupakan struktur peredam energi benturan di kap mesin, bumper, dan fender untuk minimalisir deformasi akibat benturan serta minimalisir cedera bagi pejalan kaki.
Fitur ini mampu menekan dampak kecelakaan terhadap pejalan kaki melalui built impact-absorbing di material kap mesin dan bumper depan. Dalam kasus ketika terjadi tabrakan, cidera diminimalkan dengan bentuk depan yang akan membulat dan terbuat dari bahan non-logam. (*)
Tsunami yang menerjang kawasan pesisir Lampung Selatan lebih dari dua pekan lalu masih menyisakan duka. Ratusan infrastruktur luluh lantak tersapu ombak. Anak-anak terdampak tsunami juga kehilangan seragam sekolah mereka yang hanyut terbawa tsunami. Sejak masuk sekolah pada Senin (7/1/2019), mereka terpaksa menggunakan pakaian seadanya.
Untuk mereka, Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) bergerak membagikan seragam sekolah agar pengungsi anak dapat kembali bersekolah dengan seragam yang layak. Selama dua hari dari Selasa (7/1/2019) hingga Rabu (8/1/2019), tim membagikan seragam di dua desa terdampak yaitu Desa Sukaraja dan Desa Rajabasa. Terlihat kebahagiaan di wajah mereka saat menerima paket seragam tersebut.
“Saya sempat bingung mau sekolah karena sudah tidak ada seragam. Tapi, kakak-kakak dari ACT ngasih seragam, kita jadi senang,” ucap Wahyu (12), seorang siswa kelas 5 SD dari Desa Sukaraja.
Ungkapan senada juga disampaikan oleh Laura Safara pelajar dari Desa Rajabasa. “Seneng dapat seragam. Jadi tidak bingung mikirin seragam. Terima kasih ACT,” tutur Safara.
Penyaluran bantuan seragam ke Desa Rajabasa sendiri dilakukan pada Rabu (8/1) sehari setelah pendistribusian logistik di Desa Sukaraja. Bantuan didistribusikan langsung dari Posko Unit ACT di Desa Sukaraja. Gelar selaku Komandan Posko Unit Sukaraja menuturkan, pendistribusian ini sebagai bentuk kepedulian ACT untuk membantu semua lapisan masyarakat, termasuk kalangan anak-anak. Baginya, jangan sampai anak-anak menjadi tidak konsentrasi dalam belajar karena tidak memiliki seragam sekolah.
Gelar sendiri ikut senang merasakan kebahagiaan anak-anak penerima bantuan. “Pastinya kita turut bahagia bisa membantu mereka. Terima kasih untuk para donatur. Semoga ke depan kita dapat terus membersamai para penyintas Lampung Selatan,” ungkap Gelar.
Hingga saat ini, Tim ACT terus membersamai masyarakat terdampak tsunami. Berbagai program telah diluncurkan untuk membantu masyarakat Lampung bangkit dari trauma. Program-program unggulan sudah diimplementasikan seperti Dapur Umum yang menyuplai kebutuhan makanan korban tsunami, psiko sosial untuk menghilangkan trauma, pelayanan medis, distribusi logistik, dan bantuan lainnya. Hingga saat ini, posko-posko ACT di Way Urang, Maja, Sukaraja, Way Muli, dan Kunjir terus aktif menyalurkan bantuan. [*]
Yuliana seorang warga saat memilih cabai di pasar Mega Legenda. (Cecep Mulyana/Batam Pos)
batampos.co.id – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdaga-ngan (Disperindag) Kota Batam Zarefriadi menganggap kenaikan harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok, seperti cabai, ikan dan ayam potong segar, masih wajar. Termasuk harga cabai merah yang sudah menembus Rp 85 ribu per kilogram (kg)
Menurutnya perubahan atau fluktuasi harga di pasaran hal lumrah. Bahkan, ia mengatakan tingginya harga suatu komoditas pangan di salah satu pasar bukanlah sebagai patokan. ”Biasa, misal hari Selasa turun lalu Kamisnya naik,” kata Zaref, Kamis (10/1).
Dia juga mengklaim saat ini tidak ada kenaikan harga yang cukup signifikan. ”Sekarang enggak ada (kenaikan harga kebutuhan pokok, red) yang luar biasa. Biasa saja,” ucapnya.
Bahkan, ketika disinggung soal rencana kerja sama de-ngan daerah lain, seperti Jambi dan Padang, Sumatera Barat guna mendatangkan bahan pokok, diakuinya belum ada perkembangan berarti hingga kini. ”Masalahnya satu, transportasi,” sebutnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Batam Adisthy menyampaikan bahwa berdasarkan hasil survei harga yang dirilis pada Selasa (8/1) lalu, harga cabai merah menyentuh di angka Rp 85 ribu per kg. Demikian juga cabai rawit merah dijual Rp 70 ribu serta cabai merah keriting Rp 44 ribu per kg.
Dikatakan Adisthy, daftar rilis survei harga sembako tersebut sudah diserahkan ke Satgas Pangan. Selanjutnya, Satgas Pangan yang akan memberikan penindakan jika terjadi permainan harga. ”Kalau dari pedagang sudah kita kontrol, sekaligus kita minta tulis harga di tokonya,” kata Adisthy.
Sementara itu, pantauan di sejumlah pasar kemarin, harga cabai merah, ikan segar maupun ayam potong segar masih tinggi. Andre, pedagang di Pasar Fanindo, Batuaji menyebutkan harga cabai merah masih berkisar Rp 65 ribu sampai Rp 70 ribu per kg. Bahkan sempat menembus Rp 80 ribu per kg. ”Kini sudah berangsur turun tetapi belum normal,” katanya.
Untuk persediaan, kata dia, hanya 15 sampai 20 kg. Diakui-nya, melambungnya harga cabai merah membuat sejumlah pedagang tidak berani memasok dengan jumlah ba-nyak. Sebab, tingkat konsumsi masyarakat juga menurun. ”Rata-rata pembeli mengurangi jumlahnya. Hanya membeli seperempat sampai sete-ngah kilogram saja,” jelasnya.
Selain cabai, harga ayam potong segar juga mengalami kenaikan. Di Pasar Sagulung misalnya. Pedagang menjual ayam potong segar di kisaran Rp 36 ribu hingga Rp 37 ribu per kg. Dampaknya, pembeli juga menurun. ”Yang beli hanya sedikit, kalau ba-nyak untuk rumah makan dan katering,” sebut Hendra, pe-dagang ayam di Pasar Sagulung, kemarin.
Hendra menyebutkan, dalam sepekan ini harga ayam potong segar mengalmi beberapa kali kenaikan. Mulai dari Rp 28 ribu, Rp 29 ribu, Rp 34 ribu, dan terakhir naik jadi Rp 37 ribu per kg. ”Biasanya mampu memotong 500 sampai 600 ekor per hari, sekarang hanya 300-an ekor saja,” sebutnya.
Sedangkan Herman, pedagang cabai di Pasar Mega Legenda mengatakan, harga cabai merah terus naik sejak pekan lalu. Saat ini ia menjual di kisaran Rp 75 ribu per kg. ”Cabai merah naik. Tadinya Rp 50 ribu sampai Rp 55 ribu, tapi sekarang sudah Rp 75 ribu per kilogram,” ungkapnya.
Kemarin, harga ikan segar juga terpantau masih tinggi. Misalnya, ikan selar biasanya dijual Rp 35 ribu sampai Rp 38 ribu per kg, kemarin sudah Rp 45 ribu per kg. Begitu juga ikan tongkol dijual Rp 32 ribu per kg. Sedangkan sayur-sayuran seperti bayam dan kangkung cenderung stabil. Biasanya bayam dijual Rp 10 ribu per kg, kini hanya Rp 7 ribu per kg. Begitu juga sayur kangkung, Rp 7 ribu per kg.
Sementara itu, harga ikan di Pasar Tiban Center dijual bervariasi, seperti ikan tongkol dijual Rp 37 ribu per kg, kembung Rp 45 ribu per kg, dan lebam Rp 45 ribu per kg.(cr1/rengga/yul)
batampos.co.id – Sederet perubahan telah dibawa Kepala BP Batam periode 2017-2018, Lukita Dinarsyah Tuwo untuk Batam. Perubahan utama yakni di sektor perizinan dan pengembangan pariwisata di Batam.
“Batam itu punya potensi yang bagi saya bisa katakan akan berkembang lebih maju lagi. Jadi ketika ada kesempatan ke Batam, saya betul-betul ingin jadi bagian dari Batam melalui BP Batam untuk bisa beri kontribusi sebagai Kepala BP agar bisa buat Batam lebih baik lagi,” katanya saat memberikan salam terakhir pada rekan-rekan media di Gedung BP Batam, Rabu (9/1/2019).
Memang setelah menjalani rutinitas sebagai Kepala BP di Batam, ternyata bukan hal yang mudah untuk membawa perubahan. Karena banyak tantangan yang harus diselesaikan.
“Namun bersama teman-teman, kami bisa lakukan sesuatu. Perbaiki apa yang kurang, mulai dari organisasi dan terutama di pelayanan, kami memulainya,” paparnya.
Fokus BP memang memperbaiki perizinan yang banyak dikeluhkan seperti Izin Peralihan Hak (IPH), Fatwa Planologi dan lain-lain. Sekarang, IPH bisa diperoleh dalam rentang waktu yang cepat, hanya empat hari. Sedangkan fatwa dalam 10 hari.
“Ini membuat saya gembira, karena bisa berikan pelayanan baik buat masyarakat. Ini sangat menenangkan kami,” ucapnya.
Di zaman Lukita, Batam ramai akan sejumlah even. Even paling mutakhir adalah Batam International Culture Carnaval (BICC) yang digelar tiap Desember. Dan saat ini sudah masuk dalam 100 agenda Kementerian Pariwisata setiap tahunnya.
Ditambah lagi, even-even lainnya seperti Batam Menari, Duta BP Batam dan lainnya. Pariwisata memang dianggap dapat menyumbang kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi. Buktinya tingkat pertumbuhan ekonomi Kepri yang sempat jeblok di angka 1,06 pada triwulan kedua 2017, kini sudah naik menjadi 4,5 pada triwulan pertama 2018.
Investasi juga terus berkembang. Beberapa rencana investasi baru ke Batam di antaranya PT Pegatron. Pabrik yang relokasi dari Tiongkok ini akan memproduksi komponen untuk iPhone.
“Kami harus terus yakinkan yang bersangkutan untuk menjadikan Batam sebagai tempat lokasinya,” harap dia.
Sejumlah rencana lain yakni ekspansi PT Satnusa Persada Tbk. Lalu ada proyek properti seperti Nusava Bay yang sudah melakukan groundbreaking November lalu dan akan memulai konstruksi pada 2019 mendatang.
Kemudian pengembangan akses jalan menuju ke Tanjungpiayu, khususnya ke kawasan wisata terpadu yang akan dibangun konsorsium dari investor Tiongkok dan pemodal dalam negeri.
“Juga pengembangan wisata Pulau Tonton oleh Korea, angkanya sangat besar. Mereka serius membangun tempat wisata ini mejadi tempat wisata yang besar. Mereka sedang menunggu bagaimana kelanjutan situasi di Kota Batam,” paparnya.
Kepala BP Batam Lukita Dinasyah Tuwo bersama Deputi dan jajaran memberikan keterangan kepada wartawan di Gedung BP Batam, Rabu (26/12/2018). F Cecep Mulyana/Batam Pos
Lukita menjelaskan, rencana kerja BP Batam tahun depan akan lebih fokus pada pengembangan pariwisata dan peningkatan investasi masuk ke Batam.
Di bidang investasi, BP Batam belum bisa menayangkan data hingga akhir tahun. Penyebabnya karena BP Batam belum bisa mengakses data investasi yang terintegrasi dengan sistem Online Single Submission (OSS) sejak Juli lalu.
“Hingga Juli kemarin, realisasi sudah mencapai 391,8 juta dolar Amerika dari target 2018 sebanyak 500 juta dolar Amerika. Namun sejak OSS berlaku, kami kesulitan mengakses data di sentral OSS. Kami berharap ada kenaikan hingga akhir tahun ini,” katanya.
Sedangkan dari segi pendapatan, capaian BP lewat pendapatan negara bukan pajak (PNBP) meningkat meskipun ada penurunan tarif di sektor lahan dan pelabuhan.
“Tahun 2017, PNBP kami Rp 974 miliar. Dan tahun ini naik 25,97 persen menjadi Rp 1,227 triliun. Nilai ini juga melebihi target sebanyak Rp 1,217 triliun atau tercapai 100,84 persen,” ucapnya. (leo)