Senin, 20 April 2026
Beranda blog Halaman 11545

ATB Batam Kenalkan Duta Air Anak

0

Duta air Anak ATB Muhammad Altaf Manhaju Al Fikri Rahman dari sekolah Islam Nabila saat mengikuti proses seleksi beberapa waktu lalu.

Anak-anak merupakan generasi penerus masa depan yang berperan besar dalam kelangsungan dan kelestarian hidup. Menanamkan kesadaran menjaga lingkungan khususnya sumber daya air sejak dini, memupuk mereka lebih memiliki tanggung jawab.

ATB memfasilitasi generasi muda yang memiliki talenta luar biasa. Melalui Duta air anak ATB, Duta Air Anak jadi ujung tombak sebagai penyambung informasi ATB bagi generasi muda Batam.

“Duta air anak dapat berperan aktif mengkampanyekan program penggunaan air secara bijak terutama untuk anak usia dini. Duta air anak akan terlibat dalam program-program yang ada di ATB,” ujar Maria Jacobus, Head of Corporate Secretary ATB, Rabu (19/12).

Baru baru ini duta air anak ATB telah terpilih, proses seleksi dilakukan dengan cukup ketat. Sebanyak 36 Sekolah Dasar yang aktif di kegiatan Cerdas Cermat dan Kreasi Jingle ATB diseleksi. Seleksi dibagi dalam dua tahapan, berupa tes tertulis dan wawancara langsung dengan tim ATB.

“Setelah mengikuti proses seleksi, Duta air anak dipilih empat pemenang, satu pemenang akan jadi juara utama untuk selanjutnya menjadi jadi Duta air anak ATB,” ujar Maria.

Proses seleksi dan pemilihan duta air anak telah berlangsung sejak 28 Oktober 2018, diikuti antusias oleh masing-masing perwakilan sekolah. Saat mengikuti proses seleksi duta air anak, sejumlah perwakilan guru turut hadir memberikan dukungan.

“Ya saya mewakili perwakilan guru sengaja hadir di sini menemani proses seleksi, sekaligus memberikan motifasi juga buat anak-anak,” jelas seorang guru yang hadir.

Setelah melalui tahapan seleksi dan menilai hasil tes tertulis dan wawancara, tim ATB akhirnya memutuskan Muhammad Altaf Manhaju Al Fikri Rahman dari sekolah Islam Nabila sebagai pemenang Duta Air Anak ATB, serta untuk runner up diraih oleh Cut Athaya Najla Ruhuma dari SD Al Kaffah. Dua lainnya sebagai pemenang favorit yakni Esqi Wilaida Kusuma dari SD Kallista dan Clark Steven Ken Hutabarat dari SD Elsadai

Duta air anak ATB akan terlibat dalam program reguler edukasi bulanan maupun dalam event besar ATB selama satu tahun kedepan. Tidak hanya itu, duta air anak akan dibekali dengan pengetahuan seputar ATB.

“Duta air anak akan dibekali dengan pengetahuan seputar ATB mulai dari visi misi, core value ATB, begitu juga seputar proses operasional air bersih secara umum mulai dari proses produksi, distribusi hingga pengenalan kantor pelayanan dan area Instalasi Pengelolaan Air (IPA),” lanjut Maria.

Dalam menjalankan tugasnya duta air anak diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pada anak-anak di Batam secara luas, khususnya dengan kondisi sumber air di Batam yang sangat terbatas. Lebih dari itu duta air anak diharapkan dapat meningkatkan perilaku bijak dalam menggunakan air bersih sehari hari. (*)

Batam Raih Penghargaan APE 2018 Kategori Utama

0
Menteri PPPA RI, Yohana Yembise (kanan) memberikan piala penghargaan kepada Walikota Batam, Muhammad Rudi.
foto: humas kementerian PPPA

batampos.co.id – Sehari setelah Hari Jadi Batam, Pemerintah Kota (Pemko) Batam kembali meraih penghargaan, kali ini Batam meraih Anugerah Parahita Ekapraya (APE) 2018 Kategori Utama.

Penghargaan ini merupakan apresiasi dari Pemerintah atas komitmen dan peran Pemko Batam yang telah berupaya dan berkomitmen melaksanakan pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

Penghargaan diserahkan oleh Menteri PPPA RI, Yohana Yembise kepada Walikota Batam, Muhammad Rudi, di Istana Wakil Presiden RI, Rabu (19/12/2018).

Pemberian penghargaan APE ini terdiri dari empat kategori,

  • Kategori Pratama,
  • Kategori Madya,
  • Kategori Utama
  • Kategori Mentor.

Pemko Batam menerima penghargaan APE Kategori Utama bersama dengan 1 Kementrian, 8 Provinsi dan 36 Kabupaten/Kota.

“Sejak 2014, Pemerintah melalui Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak telah melakukan evaluasi pelaksanaan pembangunan pengarusutamaan gender,” sebut Yohana dalam sambutannya.

Melalui penghargaan APE ini diharapkan dapat memotivasi Kementrian/Lembaga dan Pemda dalam melakukan berbagai inisiatif untuk mewujudkan proses pelaksanaan pembangunan dan menjamin hasil pembangunan yang adil bagi semua. Yohana mengajak agar Pemda terus berkreasi untuk perempuan dan anak Indonesia.

Pemberian penghargaan APE 2018 ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ibu ke 90 Tahun 2018.

“Harapan kami semua stakeholder dapat bekerjasama, berkolaborasi dan saling bahu membahu mengemban mandate Negara untuk menjadikan perempuan dan anak Indonesia berada pada garis aman, mandiri, bermartabat dan berkualitas,” tutupnya.

Atas penghargaan APE yang diterima Pemko, Walikota Batam, Muhammad Rudi mengatakan penghargaan ini sebagai apresiasi dari Kementrian PPPA kepada Pemko Batam.

Terlebih Pemko Batam telah berhasil meraih penghargaan APE Kategori Utama, sebelumnya memperoleh penghargaan kategori Madya. Perlahan Pemko Batam menurutnya terus melengkapi sarana untuk pengarusutamaan gender ini. Seperti di Kantor Walikota, Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) dan halte sudah dilengkapi dengan sarana untuk kaum perempuan dan disabilitas.

Di Kantor Walikota misalnya sudah terdapat parkir khusus untuk disabilitas begitu juga tempat untuk berjalan. Selanjutnya bagi ibu menyusui sudah dilengkapi dengan ruang laktasi. Begitu juga di di MPP terdapat ruang laktasi dan area bermain bagi anak-anak.

“Penghargaan ini merupakan satu keberhasilan dari Pemko Batam dalam hal pengarusutamaan gender. Capaian ini akan menjadi motivasi bagi Pemko Batam ke depannya untuk menjadi lebih baik,” ucap Rudi.

Salah satu bentuk penghargaan yang diberikan kepada anak-anak disabilitas, penghargaan khusus kepada siswa SLB Kartini Batam.

Siswa SLB Kartini, Rafly ikut serta dalam lomba menulis surat untuk Walikota sempena Hari Jadi Batam Ke-189 Tahun 2018.

Penghargaan ini diserahkan Walikota kepada Rafly dalam acara Anugerah Batam Madani (ABM). (ptt)

Penghapusan Denda PBB Berbuah Rp 13,5 Miliar

0

batampos.co.id – Program penghapusan denda Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) berdampak cukup signifikan terhadap pembayaran piutang pajak. Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Batam Raja Azmansyah mengatakan total piutang yang sudah terbayar dari Januari 2018 sampai sekarang sebesar Rp 28,739 miliar.

“Piutang yang terbayar melalui program penghapusan denda ini mulai dari 13 November lalu sampai dengan sekarang berjumlah Rp 13,58 miliar,” kata Raja, kemarin.

Raja menjelaskan target PBB-P2 Kota Batam tahun ini sebesar Rp 158,58 miliar (Rp 158.583.296.894). Dan Rp 30 miliar di dalamnya adalah piutang pajak. “Sedangkan total realisasi PBB-P2 di tahun 2018 sampai sekarang ini berjumlah Rp 147 miliar,” sebut Raja.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota (Pemko) Batam memperpanjang program penghapusan denda PBB-P2 hingga 31 Desember mendatang. Ketentuan ini tertuang dalam Surat Keputusan Walikota Batam nomor 305 tahun 2018 tertanggal 13 November 2018. Sebelumnya keputusan Walikota menyatakan pembebasan denda PBB-P2 berlaku selama 30 hari terhitung 8 November.

“Kami mengimbau wajib pajak untuk memanfaatkan insentif dari Walikota ini,” kata Raja.

Penghapusan sanksi administratif berupa penghapusan bunga atau denda PBB-P2 terutang diberikan pada wajib pajak yang memiliki tunggakan periode 1994 sampai 2017. Penghapusan sanksi administratif ini bisa dengan cara membayar pokok pajak terutang di periode itu.

Anggota DPRD Batam Hendra Asman menyebutkan, program penghapusan denda PBB-P2 menjadi terobosan dan keseriusan Pemko dalam menyelesaikan semua piutang PBB-P2 oleh wajib pajak.

“Saya berharap sosialisasi harus terus dilakukan secara terus menerus melalui semua kesempatan. Karena masih banyak masyarakat yang belum tahu informasi ini,” kata Hendra.

Ia juga menghimbau masyarakat Batam untuk memanfaatkan momen ini. Penghapusan diyakini akan membantu masyarakat meringankan pembayaran pajak yang terhutang.

“Makanya pada kesepatan ini semua masalah itu kita harapkan bisa diselesaikan. Artinya bukan menghapus denda pajak saja, tetapi juga ukuran yang tak sesuai juga harus disesuaikan,” jelasnya. (rng)

Sedikitnya 25 Ribu Pencaker Berebut Kerja di Batam per Tahun

0
foto: batampos.co.id / cr1

batampos.co.id – Masuknya investor ke Batam turut membawa dampak yang positif bagi daya serap pencari kerja (pencaker) yang ada di Batam. Setiap tahun sedikitnya 25 ribu pencaker berebut pekerjaan di industri yang ada di Batam.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam, Rudi Sakyakirti mengatakan kenaikan upah minimum kota (UMK) tahun depan menjadikan Batam masih menjadi pilihan utama bagi mereka pencaker baik lokal maupun luar daerah.

“Masih dan mungkin bisa jadi tambah banyak yang mau cari kerja di sini (Batam, red),” kata Rudi, Selasa (18/12).

UMK Batam lanjutnya menempati peringkat ketiga dengan upah terbesar setelah DKI Jakarta. Hal ini membuat pencari kerja di Sumatera memilih Batam, selain itu daya saing juga lebih rendah dari pada Jakarta dan Tangerang.

Rudi menambahkan selain faktor kenaikan UMK Batam, masuknya investor baru juga menjadi penyebab meningkatnya angka pencari kerja tahun depan di Batam. “Informasinya kan memang ada perusahaan besar yang akan beroperasi di Batam mulai tahun depan. Ya kita doakan saja semua proses lancar,” ujarnya.

Rudi menyebutkan untuk perizinan tidak akan memakan waktu lama. Meskipun pihaknya belum menerima informasi resmi dari perusahaan tentang waktu pasti beroperasinya perusahaan tersebut.

“Saya belum dapat info. Tapi ini kan sesuatu yang baik. Pastinya kami senang dengan adanya industri yang buka,” ungkapnya.

Sebelumnya, Perusahaan Pegatron diinformasikan akan pindah ke Batam. Perusahaan ini rencananya akan memproduksi bagian dari telepon pintar merek Iphone dan merek ponsel lainnya.(yui)

Dinkes Minta Warga Waspada Beli Kosmetik

0
ilustrasi

batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam imbau warga Batam khususnya perempuan untuk berhati- hati dalam memilih peralatan komestik yang akan digunakan. Hal ini mengingat masih ditemukannya kosmestik ilegal di Batam.

Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmardjadi mengatakan hingga saat ini masih banyak kosmetik yang kosmetik yang beredar dan itu tidak mengantongi izin edar dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

“Masih banyak sekali. Dan itu mengandung bahan yang berbahaya,” sebutnya, Selasa (18/12).

Ia menjelaskan, kaum perempuan sangat mudah tergoda dengan hasil akhir yang ditampilkan kosmetik tanpa mengetahui kandungan dalam kosmetik tersebut. Seperti pemutih yang banyak beredar dan mengandung bahan berbahaya seperti mercuri.

“Maunya yang instan dan murah. Sehingga tidak memperhatikan label keamanannya,” ujarnya.

Didi tidak menapik peran media sosial menjadi salah satu faktor yang menyebabkan pecinta komestik terpengaruh. Saat ini sangat banyak produk kosmetik dari luar di jual online. “Dan itu mempengaruhi pecinta komestik di Batam. Jadi mereka sangat cepat responnya, tanpa memperhatikan kesehatan kulit mereka,” lanjutnya.

Didi menambahkan pengguna kosmetik harus memahami isi-isi kandungan yang ada di dalamnya. Kaum hawa, terutama ibu-ibu, diminta tidak sembarang membeli make up yang dapat membahayakan kulit.

“Yang paling harus diperhatikan, tentu labeling. Kalau sudah ada label Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), berarti sudah lolos pemeriksaan,” ungkapnya.

Didi mengakui, masih banyak masyarakat yang kurang sadar akan kosmetik-kosmetik berbahaya yang tersebar di pasaran. Selain itu, para penjual juga perlu diberikan edukasi sehingga tidak sembarangan menjual kosmetik.

“Banyak sekarang salon-salon kecantikan yang membeli kosmetik dari luar Negeri, seperti Singapura. Mungkin dari Food and Drug Administration (FDA) Amerika sudah lolos. Tapi kan perlu lolos BPOM juga,” paparnya.

Adapun kandungan berbahaya pada kosmetik yang harus diwaspadai, yakni kandungan merkuri. Kandungan ini, biasa teridentifikasi di kosmetik pemutih kulit. Kandungan merkuri merupakan zat dengan unsur logam berat yang dalam jangka panjang dapat menyebabkan kanker.

“Kalau diserap pembuluh darah, tentu akan meracuni organ tubuh. Kulit bisa terkena kanker,” katanya.

Merkuri dalam krim pemutih kulit, diketahui dapat menyebabkan kulit ruam, perubahan warna kulit, terbentuknya jaringan parut, dan berkurangnya ketahanan kulit terhadap infeksi bakteri dan jamur. Sementara efek samping utama dari merkuri anorganik yang terkandung dalam sabun dan krim pencerah kulit, bisa sebabkan kerusakan ginjal.

“Makanya kami imbau agar berhati-hati. Jangan asal membeli kosmetik,” ujarnya. (yui)

BP Batam Melirik Investor Asal Malaysia

0

batampos.co.id – Setelah Singapura, Amerika dan Tiongkok, Badan Pengusahaan (BP) Batam akan mendorong investasi masuk dari negeri jiran Malaysia.

“Tahun 2017, Malaysia menempati urutan ketiga untuk investasi terbesar di Indonesia dengan jumlah 7,78 juta dolar Amerika dan 60 persen diantaranya menempati sektor utama yakni perdagangan, transportasi dan industri,” kata Kepala Biro Perencanaan Pengembangan Usaha, Purnomo Andiantono, Senin (17/12).

Salah satu cara untuk menggaet investor dari negeri jiran tersebut adalah lewat temu muka antara BP dan calon investor saat acara forum bisnis di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (14/12) kemarin. Pelaku usaha dari Malaysia sangat tertarik dengan Indonesia karena sudah memiliki perizinan terintegrasi seperti Online Single Submission (OSS).

“Malaysia itu pasar ekonomi penting bagi Indonesia dimana investasi 2018 hingga September kemarin sudah mencapai 1,2 juta dolar Amerika,” tambah Andi.

Investasi tersebut masih berkutat di sektor transportasi, pergudangan, agrikultur dan industri makanan halal.”Itu menandakan dekatnya hubungan antara keduanya,” ucapnya.

Sedangkan Wakil Duta Besar Indonesia untuk Malaysia K.U. Hanan mengatakan acara temu muka ini dapat meningkatkan hubungan baik antara Indonesia dan Malaysia.

“Saya percaya kegiatan ini akan meningkatkan hubungan baik antara Indonesia dan Malaysia khususnya dalam upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dikedua negara,” ucapnya.(leo)

Sembilan Ribu Napi di Batam Punya Hak Pilih

0
ilustrasi

batampos.co.id – Sebanyak sembilan ribu narapidana (Napi) akan menggunakan hak pilihnya di Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019 mendatang. Ribuan pemilih napi ini akan dimasukkan pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) khusus.

Komisioner KPU Batam, Zaki Setiawan mengatakan pasca penetapan DPT minggu lalu, KPU masih harus menuntaskan empat tahapan untuk mendata jumlah pemilih. Tahapan pertama dilakukan bagi mereka yang sudah punyak hak pilih namun tidak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) hasil perbaikan 2 beberapa waktu lalu.

“Nanti yang belum masuk kami akomodir di DPT-b,” sebutnya, Selasa (18/12).

Tahapan selanjutnya yaitu DPT khusus. Proses pendataan dan verifikasi ini akan dilakukan sebanyak tiga kali dan akan dimulai Januari mendatang.

Ia menjelaskan mereka yang masuk DPT khusus diantranya mereka yang tengah menjalani hukuman di rumah tahanan (rutan), lembaga permasyarakatan (lapas) perempuan dan anak serta mereka yang berusia 17 tahun sebelum pemilihan dimulai.

Ia menjelaskan berdasarkan informasi yang diterima dari instansi terkait, sedikitnya sembilan ribu napi memiliki hak pilihnya tahun depan. Jumlah tersebut tersebar di lapas anak dan perempuan hingga rumah tahanan. “Itu data yang kami terima November lalu. Kalau sekarang tidak tahu apakah ada perubahan atau seperti apa,” sebutnya.

Lanjunya, untuk pemilih pemula, Zaki menyebutkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Batam terkait jumlah pemilih pemula yang akan berpartisipasi tahun depan.

“Perekaman keliling sudah dilakukan disduk, jumlahnya masih kami data lagi. Kemarin sudah ada datanya dan sudah dilaporkan ke pusat,” sebutnya.

Ia memperkirakan masih ada tambahan pemilih pemula hingga pemilu dimulai. Pihaknya memperkirakan masih ada 20 ribu pemilih pemula yang akan masuk dalam DPT khusus nantinya. “Laporan dari Disduk yang merekam satu hari itu berkisar 250-300 siswa,” tambahnya.

Saat ini KPU Batam masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dan mekanisme pendataan serta verifikasi pemilih ini. “Kalau sudah turun juknisnya, nanti kami tinggal jalan saja lagi,” imbuhnya.

Sebelumnya KPU Batam telah menetapkan DPT hasil perbaikan 2 sebanyak 650 ribu lebih pemilih, 288 diantaranya merupakan pemilih disabilitas.(yui)

Abadikan Momen, Bagikan Kegembiraan

0

Batam Internasional Culture Carnival, sebuah acara yang megah ditaja BP Batam. Acara ini menampilkan karnaval aneka budaya.

Karnaval yang baru kedua kali dihelat ini dilaksanakan di kawasan Nagoya, Minggu (9/12/2018) Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Tak heran warga Batam Antusias menyaksikannya.

Tak sedikit warga Batam mengabadikan gambar sepanjang pertunjukan.

Ada yang sekadar foto ada yang merekam video bahkan ada yang live streaming melalui akun medsos masing-masing.

4G Telkomsel jaringan internet cepat dengan jangkauan luas serta kecepatan tinggi dan stabil dengan keuntungan kecepatan yang lebih unggul untuk streaming video.

Foto/teks: Cecep Mulyana/Batam Pos

Pelabuhan Domestik Sekupang Tak Sediakan Parkir Inap

0
Ruang kedatangan Pelabuhan Domestik Sekupang.
F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pengelola Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS) tidak menyediakan parkir inap bagi pemudik yang akan meninggalkan kendaraannya di PDS. Hal ini disebabkan karena keterbatasan lahan parkir yang tersedia.

“Tak ada kami sediakan. Pemudik yang ingin mudik minta diantar keluarga saja,” kata Kepala Satuan Kerja (Kasatker) PDS Suherman, Senin (17/12).

Ia menjelaskan selain itu, petugas juga kesulitan mengontrol kendaraan yang menginap di pelabuhan. Hal ini disebakan karena sistem parkir pelabuhan yang masih manual, sehingga tidak kendaraan yang masuk tidak tercatat.

“Sekarang kan masih menggunakan tiket biasa saja. Pintu masuk juga tidak menggunakan plang parkir,” jelasnya.

Saat ini jumlah kendaraan yang parkir juga sudah cukup banyak baik dari pengelola, Karyawan Kantor Pelayanan Pelabuhan, Bea dan Cukai, taxi dan beberapa instansi lainnya. “Ini saja sudah cukup padat, jadi yang mudik minta didrop saja,” ujarnya.

Herman mengungkapkan hingga saat ini pihaknya belum menerapkan parkir inap. Namun jika sistem sudah lebih baik, parkir inap bisa saja diterapkan. “Sekarang masih belum. Tapi kalau nanti ada perbaikan sistem itu bisa saja diterapkan,” ujarnya.

Dalam waktu dekat ini, pemasangan plang parkir di pintu depan akan dilakukan. Kendaraan yang masuk akan tercatat. Setiap motor akan dikenakan Rp 1 ribu dan mobil Rp 2 ribu satu kali masuk. “Jadi tidak hitung per jam. Masih pakai sistem yang lama kami. Sekali masuk dan biayanya masih sama,” jelasnya.

Untuk antisipasi kemacetan jelang mudik Natal dan Tahun Baru nanti, Herman menambahkan pihaknya sudah menyiapkan mekanisme lalu lintas kendaraan.

“Sudah kami siapkan polanya. Agar pengantar tidak lama saat menurunkan calon penumpang,” tutupnya.(yui)

Wakil Bupati Natuna Berharap Telekomunikasi Lancar

0

batampos.co.id – Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti mengatakan layanan telekomunikasi di Natuna masih banyak kekurangan dan kelemahan. Salah satunya masih menggunakan satelit.

Kondisi ini, katanya, membuat layanan telekomunikasi kurang lancar, dan rawan rusak. Salah satunya di Pulau Laut dan Serasan.

”Sekarang tower seluler di Pulau Laut dan Serasan rusak, tentu layanan telekomunikasi juga terganggu. Sementara teknisinya jauh dan perlu waktu untuk perbaikan,” kata Ngesti, Senin (17/12).

Pemerintah daerah mengharapkan operator seluler dapat memanfaatkan layanan Palapa Ring Barat (PRB) yang sudah terkoneksi di Natuna.

Menurutnya, menggunakan satelit di Natuna kurang menjanjikan. Terkecuali di Natuna sudah ditempatkan teknisi dari operator.

”Sekarang ada tower BTS rusak, harus menunggu teknisinya datang dari Batam. Belum lagi proses administrasi, butuh berhari-hari perbaiki kerusakan. Ditambah lagi tower-nya di Pulau Laut atau Serasan, butuh waktu lagi menuju ke sana,” kata Ngesti.

Menurut Ngesti, sudah semestinya seluruh ope-rator di Natuna menjalin kerja sama dengan pe-ngelola PRB, agar layanan telekomunikasi di Natuna stabil, lancar, merata dan adil menyesuaikan tingkat kebutuhan.

Ngestimenyatakan bahwa saat ini sudah masuk operator Smartfren. Terdapat beberapa titik akan melayani telekomunikasi selain operator Telkomsel. Saat ini operator tersebut masih dalam proses perakitan tower BTS, seperti di Cemaga, wilayah Ranai, Sepempang, dan beberapa titik lainnya.

”Smartfren ini kabarnya menggunakan layanan palapa Ring Barat. Mudah-mudahan Telekomunikasi di Natuna terus merata hingga ke pelosok,” harapnya.(arn)