Selasa, 14 April 2026
Beranda blog Halaman 11550

Motor Hilang, Cek Langsung ke Polsek Sekupang

0

batampos.co.id – Belasan sepeda motor hasil curian masih terparkir di halaman kantor Polsek Sekupang, Jumat (30/11). Berbagai jenis dan merek sepeda motor mulai dari matik hingga manual terparkir menunggu diambil pemiliknya.

Kapolsek Sekupang Kompol Oji Fharoji masih menunggu laporan warga yang kehila-ngan motor pasca mengungkap kasus pencurian 16 sepeda motor.

”Hingga kini belum ada korban yang datang untuk melihat sepeda motor yang sudah kami amankan,” kata Oji, Jumat (30/11).

Beberapa dari sepeda motor curian tersebut masih dalam kondisi baru. Untuk itu ia mengimbau kepada warga yang kehilangan sepeda motor dari Oktober dan November bisa datang ke Polsek Sekupang untuk mengecek kendaraan hasil ungkapannya yang siapa tahu milik mereka.

”Datang saja dan cek. Kalau memang iya miliknya, bisa diambil,” ujarnya.

Oji menjelaskan, warga yang merasa kehilangan motor bisa menunjukkan barang bukti kepemilikan dengan membawa surat-surat kendaraan seperti STNK dan BPKB ke Polsek Sekupang.

Saat ini semakin banyak motif pencurian sepeda motor. Untuk mencuri motor, mereka hanya butuh waktu dua hingga empat menit.

”Jadi, kalau bisa parkir di tempat yang aman serta gunakan kunci ganda. Setidaknya ini bisa mengurangi risiko pencurian,” sebut Oji.

Sebelumnya, jajaran Polsek Sekupang berhasil meringkus enam pencuri sepeda motor dan mengamankan 16 sepeda motor dan tiga unit mobil yang digunakan dalam beraksi. Pencuri hanya membutuhkan waktu dua hingga empat menit untuk membawa kabur kendaraan milik warga.(yui)

Gaji Honorer Diusulkan Naik 5 Persen

0
ilustrasi
foto: iman wachyudi / batampos

batampos.co.id – PEMERINTAH Kabupaten Natuna berencana menaikkan gaji tenaga honorer di lingkungan Pemkab Natuna. Usulan kenaikan gaji tersebut sudah dibahas dalam APBD 2019.

Wakil Ketua DPRD Natuna Hadi Candra mengatakan, rencana kenaikan gaji pegawai honorer tersebut sudah disetujui dalam paripurna DPRD. Kalau tak ada halangan dan permasalahan, rencana kenaikan gaji pegawai honorer akan direalisasikan 2019 mendatang.

”Penambahan anggaran juga termasuk untuk insentif tenaga medis,” ujar Hadi Candra, Jumat (30/11) lalu.

Namun, kenaikan gaji pegawai honorer dan insentif tenaga medis di lingkungan Pemkab Natuna bergantung pada kondisi keuangan daerah serta situasi keuangan di bulan Desember untuk kepastiannya.

”Mudah-mudahan saja usulan kenaikan gaji pegawai honorer ini direalisasi dan didukung keuangan daerah, memang gaji pegawai honorer di Natuna saat ini masih jauh dari upah minimum kabupaten,” katanya.

Kepala Bidang Anggaran Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah Pemkab Natuna Suryanto mengatakan, usulan kenaikan gaji pegawai honorer ditentukan sebesar 5 persen.

”Kenaikan gaji pegawai honorer sebesar 5 persen diusulkan dalam APBD, kenaikan ini mengikuti pemerintah pusat,” katanya. (arn)

Pasokan Solar di Batam Belum Stabil

0
Pengelola SPBU Tanjunguncang, Batuaji, memasang plang “BBM Bio Solar dalam Pengiriman”, Rabu (7/11) lalu. (Dalil Harahap/Batam Pos)

batampos.co.id – Pasokan solar masih tersendat di wilayah Batuaji dan Sagulung. Masyarakat harus berjuang keras untuk dapat pasokan solar sebab SPBU yang melayani pembelian solar terbatas.

Pantauan di lapangan, meskipun sudah lebih baik dari pekan-pekan sebelumnya, masyarakat tetap saja kewalahan. Untuk dapat solar pembeli harus ikut antre panjang sebab, belum semua SPBU mendapat pasokan solar dalam waktu yang bersamaan. Dalam sehari paling satu atau dua SPBU yang memiliki pasokan solar sehingga tetap tak bertahan ama.

Masyarakat yang tidak kebagian solar harus mengatur jadwal ulang pada hari berikutnya dengan terlebih dahulu mencari tahu informasi SPBU mana yang memiliki stok solar keesokan harinya.

“Masih (langka) sampai sekarang. Kalaupun ada ya haru sabar antre. Itupun kadang tak kebagian karena belum sampai giliran ternyata solar sudah habisa duluan,” tutur Mulyadi, warga perumahan Taman Lestari, Batuaji, Minggu (2/12/2018).

Situasi ini diakui Mulyadi sedikit lebih baik dari pekan-pekan sebelumnya karena ketersediaan solar di SPBU lebih lama dibandingkan pekan-pekan sebelumnya.

“Susah agak mendingkan dibandingkan minggu lalu. Minggu ini meskipum belum merata (ketersediaan solar) tapi bisa sampai siang. Kalau minggu sebelumnya pukul 09.00 WIB sudah tak ada sama sekali. Semua SPBU itu,” katanya.

Sepanjang akhir pekan kemarin, situasi di lapangan memang seperti itu. Banyak SPBU yang tidak menjual solar karena stok habis. SPBU yang ada stokpun tak bisa buka sampai sore sebab siang hari sudah habis.

SPBU Genta III misalkan, pagi kemarin melayani pembelian solar namun siangnya sudah habis. Sementara SPBU Tanjunguncang sama sekali tak ada stok solar.

Petugas SPBU saat dikonfirmasi mengaku solar dalam pengiriman dan pasokan sebelumnya sudah habis. “Biasa bang kalau Sabtu dan Minggu agak susah. Paling nanti malam diantar. Besok pagi sudah ada,” ujar Budi petugas SPBU, Tanjunguncang. (eja)

Penertiban Pasar Induk Dipastikan Tuntas Akhir Tahun ini

0
Deretan kios kios berjejer berdiri didepan Pasar Induk Jodoh, Rabu (7/3). Satpol PP Pemko Batam akan melakukan penertinban kios dikawasan depan Pasar tersebut. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Hingga kini pembongkaran Pasar Induk, Jodoh belum dilakukan. Wali Kota Batam Muhammad Rudi bahkan mengaku hal ini belum bisa dilakukan karena masih ada pedagang yang belum mau pindah.

”Belum lagi, belum ditertibkan,” kata Rudi, kemarin.

Ditanya lebih lanjut soal anggaran pembangunan, Rudi enggan berkomentar. ”Nanti ya,” ucapnya singkat kemudian berlalu.

Dana yang sudah pasti dianggarkan di 2019 yakni dana untuk Detail Engineering Design (DED) yang bersumber dari APBD Kota Batam senilai Rp 2 miliar, hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perindus-trian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam.

Terkait usaha Pemko Batam untuk menjaring dana pembangunan , Kepala Bidang Pasar Disperindag Batam Zulkarnain mengatakan, Disperindag Batam atas arahan Wali Kota Batam intens berkomunikasi dengan pemerintah pusat. Yakni Kementerian Perdagangan (Kemendag) serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rak-yat (KemenPUPR).

”Kami kawal terus,” ucapnya.

Dalam kunjungannya menyambangi KemenPUPR, pihaknya diterima langsung perwakilan Direktorat Cipta Karya KemenPUPR. Namun sayang, soal besaran belum bisa dipastikan dan masih akan dibahas terlebih dahulu.

”Soal dukungan tetap, ini kan masuk program nawa cita, besarannya belum diketahui,” imbuhnya.

Lagi pula Pasar Induk, Jodoh di Batam adalah kebutuhan yang vital. Zulkarnain mengklaim KemenPUPR memahami kebutuhan ini. Dukungan serupa juga hadir dari Kemendag terkait sharing anggaran pembangunan pasar ini.

”Tugas pokok soal perdagangan di tingkat kementerian yakni Kemendag, makanya kami ajukan juga, mereka mau bantu juga, cuma ini berapanya masih dalam pembahasan mereka,” terangnya.

”Yang jelas sekarang apa yang mereka minta lengkapi kami lengkapi, akan kami penuhi. Pasar induk ini penting untuk diperjuangkan,” paparnya.

Sementara itu, Tim Terpadu memastikan penertiban pedagang di Pasar Induk, Jodoh tetap dilakukan tahun ini.

”Jika waktunya sudah sampai, tetap kami gusur. Sampai akhir tahun ini,” kata Ketua Tim Terpadu Kota Batam, Yusfa Hendri, belum lama ini.

Ia mengatakan, pasca penertiban beberapa waktu lalu gagal dilaksanakan, pihaknya beberapa kali melakukan negosiasi dengan para pedagang. Namun sayang, belum ada kata sepakat antara pemerintah dan pedagang.

”Mereka ingin tetap bertahan dengan kondisi itu, kami tak bisa biarkan juga, kasihan mereka. Pasar itu mesti dibongkar,” imbuhnya.

Menurutnya, penertiban merupakan keharusan, karena tidak mungkin pembongkaran dan pembangunan baru pasar itu jika di dalamnya ada pedagang.

Untuk pedagang, lanjut Yusfa, pemerintah bukan tidak mempersiapkan solusi. Salah satunya yakni dengan menggandeng pihak ketiga dengan menyiapkan tempat relokasi sementara, bahkan tiga bulan pertama gratis.

”Tempat relokasi itu sebenarnya pilihan, kalau merasa ada tempat lain yang mereka cari sendiri lebih bagus, kami persilahkan,” ucapnya.

Ia menilai seharusnya bersyukur karena sudah ada bantuan dari pemerintah pusat terkait pembangunan kembali pasar yang sudah lama lapuk tersebut.

”APBD kota terbatas, dan sedang fokus bangun infrastruktur. Kini kita dibantu, ini yang kita harus jemput sama-sama,” kata mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam ini.(iza)

Hang Nadim Akan Terintegrasi dengan Kabil

0
Sejumlah pesawat dari beberapa maskapai penerbangan menurunkan dan menaikkan penumpang di Bandara Hang Nadim Batam.
F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Bandara Hang Nadim akan dirancang terintegrasi dengan Pelabuhan Kabil. Tujuannya adalah untuk mendukung bisnis Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) yang akan menjadi tulang punggung perekonomian Batam di masa depan.

”Di Batam nanti, Hang Nadim gandeng Pelabuhan Kabil. Keduanya diintegrasikan,” ujar Deputi II BP Batam Yusmar Anggadinata, Jumat (30/11).

“Kelak, komponen mesin pesawat banyak yang akan di-kirim melewati laut dan bongkar muatnya nanti di Pelabuhan Kabil. Ini akan jadi proses yang efisien nantinya,” jelasnya.

Menurut Angga, hanya di Batam saja, dimana bandara dan pelabuhannya tidak terlalu jauh. Dari segi bisnis ini sangat menguntungkan, apalagi Bandara Hang Nadim juga akan menjadi pusat logistik.

”Bandara itu punya peran utama. Bukan hanya melayani penumpang dan barang. Tapi juga punya sistem untuk membantu industri. Jika industri butuh bahan baku atau sete-ngah jadi, bisa dipasok ke Batam via udara,” paparnya.

Hang Nadim juga nanti dapat menjadi tempat penyimpanan barang supplier dari luar negeri. Sehingga akan lebih efisien dalam waktu pengantaran barang, hanya sekitar 10 menit.

“Total luas area Bandara Internasional Hang Nadim itu 1.790 hektare. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 350 hektare saja yang dibangun. Sehingga masih ada ruang banyak untuk difungsikan,” katanya.

Sementara itu, Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan, dengan adanya proyek ini diharapkan dapat membantu Batam mencapai target pertumbuhan PDRB Batam sebesar 7 persen dalam dua tahun.

“Proyek ini bertujuan untuk mendorong peningkatan yang signifikan pada perdagangan, investasi, dan PDB dengan cara menyediakan transportasi yang cepat dan dapat diandalkan dengan pilihan destinasi yang lebih banyak, frekuensi yang lebih tinggi, dan fleksibilitas jadwal yang lebih besar bagi para investor dan warga, yang ada di Batam” jelasnya.(leo)

Insentif Guru Madrasah Belum Jelas

0

batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi menegaskan bahwa perhatian Pemko Batam terhadap semua guru tetap mejadi prioritas di 2019 mendatang. Selain insentif guru swasta, Pemko Batam juga menaikkan gaji guru honorer menjadi Rp 2,9 juta. Ini bertolak belakang dengan guru madrasah yang ada di Batam. Dimana insentif untuk mereka belum jelas.

“Guru-guru tak usah khawatir. Semua tetap saya perhatikan,” kata Rudi usai membuka acara HUT ke-73 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Dataran Engku Puteri, Sabtu (1/12).

Ia berharap kenaikan gaji ini bisa menjadi semangat baru bagi dua ribuan guru honorer yang ada di lingkungan Pemko Batam.

“Keberadaan guru ini penting dalam melahirkan siswa-siswa yang berprestasi ke depannya. Saya ingin Batam dikenal dengan pendidikannya,” harapnya.

Mengenai insentif guru swasta, Rudi menyebutkan masih dalam tahap penyelesai­an. Semua yang sudah terdaftar dan terverifikasi akan segera menerima haknya dari Pemko Batam. “Semua tetap prioritas,” tegas mantan anggota DPRD Batam ini.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Batam, Erizal Abdullah mengatakan hingga saat ini ratusan guru madrasah belum menerima insentif dari Pemko Batam. Menurutnya, Wali Kota Batam menyam-paikan secara pribadi akan menggelar pertemuan dengan guru madrasah untuk membahas insentif ini.

“Tahun ini belum ada yang terima insentif dari Pemko. Kami berharap di hari guru ini, kesejahteraan guru madrasah juga diperhatikan,” katanya.

Dalam pertemuan nanti, wali kota akan menjelaskan insentif yang akan mereka terima di tahun depan, sekaligus menjelaskan insentif tahun ini yang masih dalam proses pencairan.

“Saya berharap segera, tapi itu kebijakan ada di Pemko Batam. Kami hanya menunggu dan menerima saja,” terangnya.

Ketua PGRI Batam Rustam Efendi mendukung kebijakan Wali Kota Batam tetap memprioritaskan kepentingan guru yang ada di Batam, terutama mereka yang masih honorer.

“Peran honorer itu sangat besar bagi mendukung proses belajar mengajar di sekolah. Untuk itu kami sa-ngat mendukung kenaikan gaji mereka,” ungkapnya.
Ke depan pihaknya berharap, guru bisa menghadirkan mutu pendidikan yang lebih baik. Dan menghasilkan inovasi untuk menunjang sektor pendidikan.

“Guru harus upgrade ilmunya, karena dunia pendidikan terus berkembang,” imbuhnya. (yui)

PKS adalah Bagian dari NU

0

batampos.co.id – Ketua DPD PKS Kota Batam H. Syaifudin Fauzi memberikan sambutan pada Pengajian Akbar “Ngaji Sifat 20” bersama pakar ahlussunnah waljamaah dari Nahdlatul Ulama (NU) KH Muhammad Idrus Ramli di Asrama Haji Batam Center pada Ahad (2/12/2018).

Pada sambutannya, Fauzi mengatakan bahwa kader PKS sebagian besar berasal dari NU.

“PKS adalah bagian dari NU, bagian dari Muhammadiyah, yang mana bisa bersinergi untuk membangun bangsa menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Fauzi yang juga Caleg DPRD Kota Batam Dapil Batu Aji ini mengatakan, selain untuk menambah wawasan bagi kader dan masyarakat umum, acara Ngaji Sifat 20 ini menjadi jawaban atas anggapan negatif yang mengatakan PKS sama dengan Wahabi.

“Event ini menjawab tuduhan PKS sebagai Wahabi, PKS anti shalawat, anti tahlilan. PKS adalah partai tempat berkumpulnya ummat Islam dengan berbagai latar belakang,” tegas Fauzi.

Ngaji Sifat 20 ini juga dihadiri oleh Ketua Dewan Syariah Wilayah DPW PKS Kepri Ustadz Bakhtiar, Lc, M.Sy dan Ketua I MUI Kota Batam KH Effendy Asmawi, Lc, MA.

Fauzi berharap acara “ngaji” ini dapat menambah khazanah ilmu pengetahuan tentang ahlussunnah waljamaah, bagi kader PKS dan masyarakat umum. (*)

Warga Bawean se-Kota Batam Peringati Maulid Nabi Muhammad ﷺ

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ dilakukan oleh warga Bawean se-kota Batam di Grand Ballroom 933 Gelden Prawn. Minggu (2/12/2018).

Selain peringatan Maulid Nabi juga ada acara pengukuhan Pengurusan Pemuda Bawean.

Ketua panitia acara Senin Rahmat menjelaskan acara ini bertujuan untuk membangkitkan semangat warga Bawean dalam menyonsong kehidupan yang saat ini penuh dengan krisis, mulai krisi ekonomi, kepemimpinan, moral serta prilaku masyarakat yang saat ini butuh acuan dalam menyonsong kehidupan yang baik untuk kedepannya.

“Inilah arti dari tema majelis mulia kami hari ini,” ujar ketua panitia. Minggu (2/12).

Bersamaan dengan acara Maulid Nabi ini juga diadakan pengukuhan Pengurus Pemuda Bawean yang akan melanjutkan kepengurusan yang mempersatukan warga bawean.

Ketua Umum Warga Bawean Se-Kota Batam, Aman dalam sambutanya menyampaikan majelis mulia ini tidak hanya untuk peringatan Maulid Nabi, melainkan wadah bagi warga Bawean dalam berkumpul dan menjalin silaturahmi sesama warga Bawean yang ada di Kota Batam.

“Sehingga hubungan kekeluargaan ini makin kental dan terasa kebersamaannya,” katanya.

 (cr2)

Ratusan Peserta Antusias Mengikuti Kejuaraan Nasional Binaraga

0
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Ratusan peserta antusias mengikuti Kejuaraan Nasional Binaraga, Sabtu (1/12). Kejuaraan yang dipertandingkan awal yakni kategori Binaraga Kelas 60 Kg, 65 kg, 70 kg, 75 kg, 80 kg, 85kg dan 85+ Kg.

Selain itu digelar untuk kategori Man Sport Physique dan Man Athletick Physique. “Dari para peserta per kategori dan kelas itu dipilih liam orang untuk mengikuti babak final,” kata Ketua Pengurus PABBSI Kepri Heri Mochrizal, Sabtu (1/12/2018).

Ia menatakan untuk kategori 60 kg yang masuk ke babak final yakni Kosari dari Riau, Jefry dari Sulteng, Dayat Tanjung dari Kaunsing, Junaidi dari DKI Jakarta dan Samsul Bahri dari Banten.

Kelas 65 kg, Jondrizal dari Sumber, Siwayudi dari Pulau Pisau, Kuswanto dari Riau, Indra Sugiarto Kab Kuansing, dan Masudin dari Banten. Kelas 70, Iwan Tito dari Jabar, Santius Logo dari Papua, Bambang W dari Jateng, Idrus dari Kalbar dan Misnadi dari Jatim.

Kelas 75, Adi Santoso dari Riau, Iwan Samuray dari Sumbar, Daniels dari Manado, Oppan Saputra dari Asahan dan Akbar Asmi dari Jatim. Kelas 80 kg, Teungku Ian dari Banten, Azhar Bin dari Malaysia, Hendra Gunawan dari Riau, Fuad dari Jateng dan Roy dari Jatim.

Sedangkan kelas 85, Marshal dari Kotim, Diding Grimon dari Sumbar, Andre dari Bengkulu, Nur Ikhsan dari DIY dan Fuady dari DKI Jakarta. Lalu kelas 85+ Kg, Putu Sembah dari Bengkulu, Herwin Adianto dari Bali, Hendra Sain dari Banten, Elvis dari DKI Jakarta, Jay dari Kaltim dan Amsyar dari Malaysia.

“Untuk kategori Man Sport Phsique dan Man Athletic Physique lima besarnya masih di susun para juri,” ucapnya.

Kepala Bidang Binaraga Persatuan Angkat Besi dan Berat Seluruh Indonesia (PABBSI), Irwan Alwi menambahkan penilai juri kepada seluruh peserta ini, menilai kualitas otot, bobot otot, simetris badan dan kekeringan otot.

Untuk Kategori Binaraga, ada beberapa pose wajib yang ditampilkan seperti Front Double Bicep, front lat spread, side chest, back lat spread, back double biceps, side triceps, abdominal and thigh.

“Kalau untuk kategori Binaraga, seluruh pose wajib diperlihatkan. Namun kategori Man Sport dan Man Athletic hanya beberapa pose saja ditampilkan,” ucapnya.

Ia mengatakan tidak mudah mempertahankan untuk memperlihatkan otot-otot yang berkualitas dengan berbagai gaya tersebut.

“Mereka ini diberbagai pose, wajib mempertahankan konsitensi otot mereka di depan juri,” ungkapnya.

Dari pantauan Batam Pos setiap peserta berusaha memperlihatkan konsistensi otot-otot mereka di depan juri. Ada yang terlihat sedikit kelelahan, karena harus mempertahankan dalam jangka waktu lama dalam setiap pose yang diminta juri.

Kejuaran Nasional Binaraga ini memperebutkan hadiah dengan total Rp 170 juta. (ska)

Lima PNS Pemko Batam Diberhentikan

0
Sekdako Batam Jefridin -F Cecep Mulyana (3)

batampos.co.id – Lima pegawai negeri sipil (PNS) yang tersandung kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) diberhentikan dan tidak lagi menerima haknya sebagai PNS Desember ini.
Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Batam Jefridin usai menghadiri acara HUT ke-73 PGRI di Dataran Engku Puteri, Sabtu (1/12/2018).

Ia menyebutkan lima PNS tersebut selama ini ditempatkan di Dinas Kesehatan, bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah dan di dua OPD lain.

“Jadi totalnya lima bukan delapan. Mereka ini sudah inkrah dan administrasinya sudah selesai. Mereka tak menerima gaji dan hak pensiunan juga,” tegasnya.

Dia menjelaskan pegawai yang diberhentikan ini merupakan mereka yang masih aktif di lingkungan Pemko Batam. Sedangkan mereka yang memutuskan pindah ke luar daerah dan yang sudah pensiun itu bukan menjadi kewenangan Pemko Batam.

“Kan ada itu dari mereka yang sudah inkrah memutuskan pindah ke daerah lain. Nah, ini bukan kewenangan kami,” sebutnya. Menurutnya keputusan ini sudah sesuai dengan pusat.

Pegawai yang bermain dengan kewenangan dan merujuk pada Tipikor ada sanksinya hingga diberhentikan tidak hormat. Jika keberatan dengan keputusan ini silahan menempuh jalur hukum. “Semua ada aturan mainnya. Ikuti saja,” imbuhnya.

Jefridin mengimbau kepada seluruh PNS yang ada di lingku­ngan Pemko Batam jangan ad­a lagi yang bermain dengan ko­rupsi. Semua sudah diatur da­lam undang-undang dan sanksinya jelas. Ia tidak me-na­mpik yang terjadi saat ini bukan hanya kesalahan pegawai.

“Untuk itu kami tidak ingin lagi pegawai kami diinterven­s­i pihak manapun. Semua harus bekerja sesuai dengan atu­ran. Kalau tidak bersiaplah terim­a hukuman,” ungkapnya.(yui)