Jumat, 17 April 2026
Beranda blog Halaman 11561

Pesta Kampung Tua Tampilkan Lagu dan Permainan Melayu

0
Mah Jong dimainkan warga Pulau Panjang

batampos.co.id – Pesta rakyat kampung tua Batam digelar di Tanjung Mak Dara, Kampung Melayu, Kelurahan Batu Besar, Nongsa pada 22 Desember mendatang.

Ketua Panitia Agustiar Abbas mengatakan, kegiatan ini terselenggara juga inisiasi bersama warga kampung tua.

“Pesertanya tidak hanya kampung tua di Nongsa tapi se Kota Batam. Ada dari pesisir Galang juga,” kata Agustiar, kemarin.

Acara ini akan dimeriahkan artis legenda pop tahun 60-an dari Malaysia, A Rahman Onn dan Dato Jeffrydin yang akan membawakan lagu-lagu melayu bertajuk memori rindu mengusik kalbu.

Selain itu, akan tampil permainan rakyat kampung tua, seperti jong, gasing, Dam, engke-engke, congkak, injit-injit semut. Selain itu, ada lomba mewarnai anak-anak tingkat TK serta pertunjukan silat.

Menurut dia, pihaknya baru pertama kali menggelar acara ini. Tidak berhenti sampai di sini, ke depan akan ada kegiatran serupa dan digelar di kampung tua lain.

“Kalau ada kampungtua yang inginkan, bisa dibicarakan,” imbuhnya.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Batam Ardiwinata mengatakan, acara yang ditaja bersama Perkumpulan MC Melayu dan Penggiat Seni Melayu ini merupakan kegiatan yang positif.

Pihaknya menyambut baik inisiasi warga ini. Pemko Batam dalam hal ini akan mendukung kegiatan tersebut.

“Ini acara yang bagus, apalagi dengan hadirnya dua legenda pop 60an dari Malaysia akan menambah daya tarik pariwisata,” ujar Ardi.

Tidak hanya kali ini, acara yang berbasis masyarakat juga digelar masyarakat Tanjunguma, akhir Januari 2018 lalu. Acara itu disebut Festival Kampung Tua Tanjunguma.

Ketua Gerakan Masyakarat Tanjunguma (GEMA) Batam Zulkifli Ismail mengatakan, Kampungtua Tanjunguma hadir dengan berbagai potensi wisata, baik kuliner, bahari hingga budaya. Hal inilah yang mendorong pihaknya bersama Pemuda Peduli Tanjung Uma (PPTU) menginisiasi acara tersebut.

“Kami harap kampung kami ini jadi salah satu destinasi andalan di Batam ini. Kami dukung Pemko Batam mengembangkan potensi wisata,” kata Zulkifli, saat itu.

Bahkan di Tanjunguma, ada kuburan yang sudah ada sejak Zaman Kerajaan Riau Lingga yang akan dikembangkan potensinya menjadi wisata budaya.

“Ada tulisan atau logo Kerajaan Riau Lingga,” pungkasnya. (iza)

Peta Dasar Batam Dibuat Berskala 1:5000

0
Peta Batam
foto: google

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan membuat peta Batam dengan skala 1:5000. Peta ini kemudian akan diverifikasi oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) agar bisa terkoneksi dengan seluruh lembaga atau kementerian di seluruh Indonesia.

”Peta dasar atau peta rupa bumi untuk Batam itu belum ada. Nantinya peta dasar ini bagi pemangku kepentingan Batam,” kata Deputi II BP Batam Yusmar Anggadinata, Senin (3/12).
Bagi BP Batam, kepentingan peta ini terletak pada percepatan penerbitan izin-izin lahan.

”Nanti kalau ada perusahaan, individu, developer yang ajukan izin permohonan fatwa planologi, Izin Mendirikan Bangunan (IMB), melihat tempatnya bisa menggunakan peta dasar itu,” katanya.

Sebelumnya, untuk mendapatkan izin-izin tersebut, pemohon harus membawa banyak salinan foto kopi sebanyak 16 lembar yang akan menjadi basis data buat BP Batam.

”Nantinya oleh sistem akan ditarik, sehingga prosesnya langsung ketahuan bahwa permohonan itu bisa diproses lebih lanjut atau tidak,” katanya lagi.

Peta ini nanti akan disinkronkan dengan peta milik Pemko Batam yang juga menjalin kerja sama dengan BIG.

”Nanti kita kan bisa berbagi, BP konsentrasi di pengembangan kawasan industri atau objek pariwisata baru. Makanya mulai dari sekarang akan duduk dengan stakeholder untuk perencanaan ini,” paparnya.

Sedangkan Kepala BIG Hasanudin Z Abidin mengatakan, secara geospasial nasional, data peta dari BP Batam belum masuk sama sekali.

”BP diharapkan jadi stakeholder one map policy dan ikut dalam jaringan nasional geospasial sehingga bisa terkoneksi de-ngan lembaga pemerintah dari seluruh provinsi, sehingga bisa share data,” ungkapnya.

Memiliki peta dasar 1:5000 sangat penting karena bisa meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dalam menerbitkan izin. ”Keduanya di Batam baik Pemko maupun BP harus naik kapasitas soal peta dasar ini,” pungkasnya.

BIG juga akan membantu Batam untuk menyiapkan peta satelit untuk menjadi materi penentuan rencana detail tata ruang (RDTR).

Nota kesepahaman antara Pemko Batam dan BIG, akan dilakukan di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (3/12).

Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Suhar mengatakan, kini Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dan BIG telah mengambil citra satelit wilayah Batam dan sudah mencapai 70 per-sen. Penyiapan konten RDTR pada prinsipnya sembari me­nunggu pengesahan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) yang kini pembahasannya ada di DPRD Batam.

”Peta diharapkan selesai tahun depan. Tahun 2020 proses pengajuan Ranperda RDTR, sesuai RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), target RDTR itu 2021,” kata dia.

Pemko dan DPRD Batam, tetap bekerja untuk menyelesaikan Perda RTRW. Untuk diketahui, Perda RTRW merupakan syarat untuk mereka membuat Perda RDTR. Saat ini, pembahasan RTRW sedang berlangsung antara Pemko dan DPRD. Minggu depan, tim akan berkonsultasi ke pemerintah pusat.

”Kami harap awal 2019 RTRW sudah selesai,” ucap dia.

Setelah RTRW, baru akan dibahas Ranperda RDTR. Namun, sembari menuju pembahasan RDTR akan disiapkan kontennya terlebih dahulu, seperti citra satelit dan penyediaan peta. RDTR merupakan hal penting terkait perizinan lahan seiring penerapan One Single Subimission (OSS). Dengan RDTR, pengusaha dapat melihat langsung lahan yang bakal ia kelola.

“Makanya resolusi peta nanti tinggi,” ungkapnya.

Sejatinya soal penyiapan RDTR, Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) pernah punya rencana membantu kota/kabupaten yang belum punya RDTR sebesar Rp 2 miliar per daerah. Namun soal ini, belum ada kejelasan soal rencana ini.

”Dana untuk RDTR ini lumayan banyak, dan segitu tak cukup juga. Di Mainland minimal 6 miliar, apalagi untuk daerah padat seperti Bengkong itu susah,” kata dia. (leo/iza)

 

Proyek 2018 Tutup 15 Desember

0
Walikota Batam Muhammad Rudi -F Cecep Mulyana (2)

batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengungkapkan proyek fisik tahun 2018 akan ditutup 15 Desember mendatang. Proyek tahun ini disebut sudah mencapai 99 persen.

“Yang belum tinggal finishing, ada juga yang sudah  diistirahatkan,” kata Rudi di Engkuputri usai apel HUT 47 Korpri serta sempena Hari Bhakti PU 2018, kemarin.

Menurut dia, proyek yang tidak selesai tentu akan dilanjutkan tahun 2019 mendatang. Yakni dengan cara melelang ulang. Menurutnya dilakukan lebih dari dua tahun, semata-mata persoalan anggaran.

“Tersendat dengan PAD kita yang tak capai target,” imbuh dia.

Jangka panjangnya, ia mengaku persoalan anggaran akan mempengaruhi pembangunan tahun anggaran tahun selanjutnya. Dalam hal ini, pihaknya akan menentukan skala prioritas.

“Efesiensi dalam artian penggunaan anggaran tepat, itu yang dilakukan,” imbuhnya.

Ditempat yang sama Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengatakan pembangunan dibawah tanggungjawab Pemprov Kepri di Batam berjalan tanpa kendala.

“Semua kabupaten/kota di Kepri, menurut saya sudah cukup maksimal menggunakan anggaran,” ucap dia.

Secara umum penyerapan anggaran di Pemprov Kepri juga cukup baik. “Setiap dinas hampir 80 persen. Memang ada yang lambat, tapi kendala teknis saya belum cek,” pungkas Nurdin. (iza)

Tujuh Napi Perempuan Dan 7 Anak Usulkan Dapat Remisi

0

batampos.co.id – Lembaga Pembinaan Perempuan (LPP) dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Baloi mengusulkan masing-masing 7 nama narapidana untuk mendapatkan remisi natal. Paling lama adalah remisi 1,5 bulan.

“Jadi yang kami usulkan ada tujuh nama. Ada dua orang yang mendapatkan 15 hari, ada empat orang yang satu bulan dan satu orang lainnya diusulkan mendapat satu bulan 15 hari,” kata kepala LPP Batam, Mulyani, Senin (3/12).

Mulyani mengatakan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi narapidana jika ingin mendapatkan masa potongan tahanan ini. Salah satunya adalah berkelakuan baik selama pembinaan.

“Syarat lainnya adalah yang bersangkutan sudah menjalani hukuman minimal enam bulan,” katanya.

Saat ini ada sekitar 237 tahanan dan narapidana di LPP Baloi. Terdiri dari 184 narapidana dan 53 tahanan. Sebagian besar penghuni LPP Baloi ini terjerat kasus narkoba.

“Narkoba paling banyak. Kemudian pencurian, penganiayaan dan kasus lainnya,” katanya.

Sementara itu ketua Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Baloi Novriadi mengatakan, tujuh narapidana anak yang mendapatkan remisi di LPKA anak yakni enam anak mendapatkan 15 hari dan satu anak lainnya selama satu bulan.

“Kalau persyaratannya sama semua.Di mana itu ketentuan yang berlaku sesuai dengan undang-undang. Yang jelas selama dalam pembinaan harus berkelakuan baik,” katanya.

Menurut Novriadi, penentuan remisi dan besaran remisi ini bukan di tangan kepala LPKA tetapi langsung dari pusat melalui Ditjen Pemasyarakatan.(ian)

Batam Semakin Diminati Golfer Luar Negeri

0

batampos.co.id – Batam semakin dekat dengan idiom sebagai kota tujuan favorit golfer dari seluruh dunia, menyusul kesuksesan dua even golf yakni Batam Golf Adventure dan Tering Bay-Spin Golf Gathering Final Round Champions of Champions 2018.

“Dukungan dan apresiasi kami berikan pada pelaksanaan even ini yang merupakan lanjutan dari Batam Golf Adventures. Ini akan menarik sebanyak mungkin wisatawan mancanegara untuk datang ke Batam melalui wisata olahraga,” kata Deputi V BP Batam, Bambang Purwanto, Senin (3/12).

Even Tering Bay-Spin Golf yang digelar pada Minggu (2/12) melibatkan 144 peserta dari Malaysia, Brunei, Singapura, Hongkong, Taiwan, Thailand, India, Jepang dan Indonesia.”Tahun 2019 akan ada event berikutnya, harapannya Batam akan semakin meriah,” paparnya.

Sementara Ketua PGI Suyono berterima kasih kepada dukungan BP Batam dalam upaya meningkatkan minat golfer untuk berkunjung ke Batam.

“Ini adalah wujud kolaborasi dan target kami untuk peningkatan wisman dalam sektor pariwisata olahraga selain dari industri sehingga dapat menghidupkan nilai ekonomi dari sektor olahraga, transportasi, perhotelan dan kuliner di Kota Batam,” jelasnya.

Tering Bay Golf & Country Club merupakan satu diantara lapangan golf yang berlokasi di Nongsa Batam, dimana desainnya dirancang oleh salah satu pegolf professional di dunia yaitu Greg Norman.

Di tahun 2019, Tering Bay juga akan menghadirkan satu bentuk kolaborasi golf tournament yang di dukung sepenuhnya oleh BP Batam dan direncakan pada awal Februari 2019.

Tentunya selain akan tetap meneruskan penyelenggaraan Tering Bay – Spin Golf Gathering 2019. Kemudian ada SSG – Tering Bay International Amateur Championship 30 Juni – 3 Juli 2019, disamping juga Nongsa Cup di bulan Oktober 2019 nanti merupakan penyelenggaraan yang ke 14. Serta digelarnya kembali Batam Golf Adventures 2019 yang merupakan event golf tournament terbesar di kota Batam bahkan di Indonesia.(leo)

Jadwal Tes CPNS Belum Jelas

0

batampos.co.id – Informasi seputar tahapan tes CPNS Pemko Batam masih menyisakan tanda tanya. Nama-nama peserta yang lolos tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) melalui mekanisme perangkingan belum diumumkan. Selain itu, hingga Senin (3/12) malam, jadwal tes SKB juga belum ditetapkan.

Kepala UPT BKN Kepri-Batam Andri Ferbian hanya menyebutkan, tes SKB akan digelar di dua lokasi. Lokasi pertama bertempat di kantor UPT BKN di Gedung Bersama Pemko Batam di Batam Center.

“Di UPT BKN akan dipakai untuk tes CPNS Kemenkumham Kanwil Kepri dan Pemko Batam,” kata Andri, Senin (3/12).

Namun saat ditanya kapan jadwal tes itu, Andri mengaku belum tahu. “Mungkin bisa dikonfirmasi ke BKP-SDM Batam,” kata dia. Sementara lokasi tes yang kedua, Andri menyebut sampai saat ini belum ditentukan. Sebab pihaknya masih menggelar proses lelang oleh BKN Pusat.

Jika proses lelang sudah selesai dan lokasinya ditentukan, lokasi ke­dua nanti akan digunakan untuk tes SKB peserta CPNS Pemprov Kep­­ri, Pemko Tanjungpinang, Pemkab Karimun, Pemkab Lingga, dan instansi vertikal lainnya. Semen­tara tes SKB untuk peserta CPNS Pemkab Bin­tan, Natuna, dan Anambas pe­laksanaannya akan dilakukan di da­erah masing-masing.

“Ini sama seperti SKD dulu,” ucap dia. Meski lokasinya belum ditentukan, jad­wal tes SKB untuk pelamar CPNS Pem­prov Kepri, Pemko Tanjungpinang, Pem­kab Karimun, Pemkab Ling­ga, dan instansi vertikal lainnya akan di­gelar pada 7 sampai 13 Desem­ber men­datang.

Jadwal ini ber­beda de­ngan keterangan Sekda Ko­ta Batam, Jefridin, yang pernah me­nyebut tes SKB akan digelar mu­lai ha­ri ini, Selasa (4/12) sampai Rabu (5/12).

Para peserta tes CPNS di Batam.
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKP-SDM) Kota Batam M Sahir mengatakan, hingga kemarin pihaknya memang belum mengumumkan nama-nama peserta CPNS Pemko Batam yang lolos ke tahapan tes SKB melalui mekanisme perangkingan. Selain itu, BKP-SDM Kota Batam juga belum menetapkan jadwal tes SKB untuk pelamar CPNS Pemko Batam. Alasan dia, sampai tadi malam pihaknya masih menusun daftar nama dan jadwal tersebut.

“Insya Allah rencananya nanti malam (kemarin) baru kita infokan,” kata Sahir via WhatsApp.

Sementara Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengaku pihaknya selalu siap melak-sanakan tes SKB kapanpun. Pemko Batam, kata Rudi, juga siap menjadi tuan rumah penyelenggaraan tes SKB peserta CPNS dari daerah lain di Kepri.

“Kami oke oke saja, siap-siap saja. Tapi soal jadwal tanya BKD (BKP-SDM, red) saja,” kata Rudi di Dataran Engkuputri Batam Center, kemarin.

Sebelumnya diberitakan, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKP-SDM) Pemko Batam masih menutup rapat data seputar peserta CPNS yang lolos tahap Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) melalui jalur perangkingan.

Di internal Pemko Batam sendiri, seputar jumlah peserta CPNS yang lolos ke tahap SKB ini juga simpang siur. Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan, data tersebut sudah diserahkan oleh Panselnas ke BKP-SDM Kota Batam.

“Data itu sudah, ada di BKP-SDM. Tanya Pak Sahir (Kepala BKP-SDM Kota Batam, red),” kata Rudi, Kamis (29/11) siang.

Namun begitu, Rudi mengaku tidak tahu berapa jumlah peserta CPNS yang lolos ke tahapan SKB melalui jalur perangkingan. Ia hanya kembali memastikan bahwa pemerintah pusat sudah me-ngumumkan data peserta CPNS yang lolos SKB dari jalur perangkingan untuk semua daerah yang menggelar rekrutmen CPNS tahun ini.

“Angkanya tak tahu saya berapa, hitungannya susah jelaskan ya. Tiap bidang beda-beda,” imbuhnya.

Namun, kala itu Kepala BKP-SDM Kota Batam M Sahir membantah pihaknya telah menerima hasil perangkingan CPNS Pemko Batam dari Panselnas.(iza)

Harga Gas Bumi untuk Industri Naik Bertahap hingga 55 Persen

0

batampos.co.id – Pengelola kawasan industri di Batam keberatan dengan kenaikan harga gas bumi untuk sektor industri. Berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 58/2018, harga gas alam naik sebesar 55 persen. Kenaikan harga dilakukan secara bertahap mulai awal November lalu.

Ketua Koordinator Wilayah Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri OK Simatupang mengatakan, beberapa pengelola kawasan industri di Batam mengeluhkan kenaikan harga gas bumi ini. Terutama kawasan industri yang mengelola pembangkit listrik tenaga gas (PLTG).

“Pengelola kawasan industri terpaksa harus berpikir ulang dalam menetapkan harga jual listriknya ke tenant,” kata OK, Senin (3/12).

Menurut OK, porsi gas dalam menentukan harga jual listrik sekitar 70 persen. Sehingga jika harga gas naik, otomatis tarif listrik untuk tenant di kawasan industri juga harus naik. Namun di satu sisi, pengelola kawasan industri ingin ikut menjaga daya saing dan iklim investasi di Batam dengan memberikan tarif pelayanan yang tidak memberatkan investor. Hal ini sejalan dengan semangat pemerintah yang terus mendorong pertumbuhan industri berorientasi ekspor.

“Tapi kenaikan tarif gas ini dirasa kurang tepat,” katanya.

Seperti diketahui, kenaikan harga gas bumi ini menggunakan formula sesuai Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 58/2018. Harga gas dari hulu naik dari 3,5 dolar AS per MMBTU menjadi 5,44 dolar AS per MMBTU. Sehingga harga gas bumi sampai ke hilir juga ikut naik dari 5,72 dolar AS per MMBTU menjadi 7,22 dolar AS per MMBTU.

“Dalam Permen tersebut mengatur bahwa harga jual gas bumi adalah harga gas bumi ditambah biaya penge-lola infrastruktur ditambah biaya niaga sesuai dengan Pasal 7 Ayat 2 Permen tersebut,” ungkapnya.

Dalam komposisi tersebut, biaya pengelola infrastruktur dikenakan 11 persen. Biaya ini dihitung berdasarkan pembebanan biaya yang ditimbulkan dari kegiatan pengangkutan gas bumi melalui pipa transmisi atau distribusi milik PT Perusahaan Gas Negara (PGN). Sedangkan biaya niaga ditetapkan paling besar tujuh persen dari harga gas bumi.

“Kami harapkan PGN dapat memperhatikan kembali komposisi harga yang telah disampaikan tersebut. Karena ini akan mempengaruhi daya saing Batam terhadap kawasan serupa di regional ASEAN,” kata OK.

Liquied Natural Gas (LNG)
f. dokumentasi jawapos.com/jpg

Senada dengan OK, Manager General Affair PT Batamindo Investment Cakrawala Tjaw Hoieng mengatakan, saat ini banyak pabrik manufaktur di Batam yang menggunakan gas bumi sebagai bahan bakar. Ia khawatir, kenaikan harga industri gas bumi ini akan membebani biaya operasional sektor industri.

“Kita merasakan biaya operasional di Batam sudah tidak lagi kompetitif dan dengan mudah mereka akan memindahkah atau merelokasi plant (pabrik, red) ke negara tetang-ga saingan Batam,” paparnya.

Di sisi lain, pemerintah daerah telah menetapkan kenaikan Upah Minimum Kerja (UMK) sebesar 8,03 persen. “Kami sangat memohon perhatian dari PGN dan Kementerian ESDM dalam hal ini karena kenaikan-kenaikan tersebut sudah membuat struktur biaya sebuah produk akan mengalami kenaikan,” ungkapnya.

Sales Area Head PGN Batam Amin Hidayat mengatakan, pemerintah melalui Kementerian ESDM memang menaikkan harga gas bumi, khususnya untuk sektor industri. Kenaikannya sebesar 55 persen.

Namun, kata Amin, kenaikan akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama naik sebesar 30 persen per 1 November 2018. Untuk tahap kedua, Amin mengaku belum mengetahui kapan pastinya.

“Itu (harga gas, red) naiknya di hulu sejak Oktober. Tapi PGN melihat secara agregasi nasional dengan mempertimbangkan kondisi masing-masing daerah,” kata Amin.

Sehingga diputuskan, kenaikan harga gas bumi di Batam dilakukan secara bertahap.

“Sebenarnya kami masih bisa tahan, walaupun sebenarnya agak dirugikan,” ungkapnya.

Amin mengaku pihaknya berada di posisi dilematis. Di satu sisi, sebagai distributor PGN ingin fokus meningkatkan keandalan pelayanan dan pasokan gas bumi untuk mendorong pertumbuhan industri di Batam. Namun di sisi lain PGN tidak bisa menunda kenaikan harga gas karena memang sudah naik dari hulunya. (leo)

Upah Rp 10 juta Berujung Penjara

0

batampos.co.id – Subli alias Bli bin Mat Jewes didakwa dalam perkara narkotika, yang dituntut penjara 14 tahun di Pengadilan Negeri Batam, Senin (3/12/2018).

Jaksa penuntut umum (JPU) pengganti Nani Herawati, juga menuntut terdakwa dengan denda senilai Rp 1 miliar subsider 1 tahun kurungan.

“Tuntutan ini diatur sebagaimana perbuatan terdakwa yang terbukti bersalah melanggar pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” ujar Nani dihadapan majelis hakim Taufik Abdul Halim, Yona Lamerossa dan Rozza Elafrina.

Dalam perkaranya, terdakwa ditawarkan membawa sabu dari Karimun tujuan Surabaya oleh Daus (Daftar Pencarian Orang), Juli lalu. Ia dijanjikan upah Rp 10 juta untuk pekerjaan itu. Terdakwa yang berdomisili di Batam ini tanpa ragu menerima tawaran tersebut, dan bergegas ke Karimun untuk mengambil barang dari Daus.

Ia mendapat sepasang sepatu yang berisi empat paket sabu seberat 514 gram, serta tiket pesawat tujuan Surabaya. Sepatu itu dikenakannya menuju Batam, tepatnya ke Bandara Hang Nadim. Saat pemeriksaan X-Ray kedua, terlihat benda mencurigakan di sepatu terdakwa dari layar pemeriksaan X-Ray.

Dari hasil penggeledahan, ditemukan barang bukti masing-masing dua paket sabu dalam sepatu.

Tuntutan yang dijatuhkan tersebut ditanggapi terdakwa untuk melakukan pembelaan secara tertulis.

“Saya akan buat pembelaan tertulis yang mulia,” ungkap terdakwa.

Majelis hakim kemudian menjadwalkan persidangan terdakwa berikutnya dengan agenda pembelaan, pekan depan. (nji)

Tiket Feri Mudik Natal Ludes

0
Warga membeli tiket di konter iket Pelabuhan Sekupang.
F Dalil harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Berbagai persiapan jelang persiapan arus mudik natal dan tahun baru mulai dilakukan di Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS). Salah satunya fasilitas ruang tunggu yang nyaman selama penumpang menunggu jadwal keberangkatan.

“Semua sudah siap. Tinggal nunggu pemudik yang akan berangkat saja lagi nanti,” kata Kepala Satuan Kerja (Kasatker) PDS Sekupang, Suherman, Senin (3/12).

Ia menjelaskan pelayaran tujuan Dumai menjadi destinasi paling ramai pelayarannya. Karena setelah itu mereka akan melanjutkan perjalanan darat menuju Medan.

“Armada sudah oke. Tiket aman dan yang paling penting itu alat keselamatan juga dalam kondisi bagus dan mencukupi sesuai jumlah penumpang,” sebutnya.

Pihaknya juga telah mengatur jadwal petugas yang akan bertugas selama arus mudik natal nanti. Sama halnya dengan mudik lebaran. Petugas akan menyiapkan lalulitas di pelabuhan agar tidak terjadi kemacetan.

“Keberangkatan paling crowded itu pagi. Makanya nanti petugas subuh udah ada yang standby,” sebut Herman.

Selain itu, nanti pelabuhan juga akan mendapat bantuan dari pihak kepolisian untuk mengamankan arus mudik natal. “Biasanya ada anggota yang disiagakan,” imbuhnya.

Kepala Bidang Kapal, DPC INSA Batam, Asmadi menambahkan persiapan armada untuk arus mudik sudah selesai. Pihaknya tinggal menunggu jadwal rapat bersama seluruh stakeholder untuk keamanan pelayaran.

“Tiket sudah boleh dipesan. Saat ini penjualan sudah ada. Paling ramai itu keberangkatan 20 hingga dua hari sebelum natal,” ujar Asmadi.

Dia berharap arus mudik bisa berjalan dengan baik. Belakangan ini cuaca juga sering terjadi gelombang, namum masih aman untuk pelayaran.

“Biasanya syahbandar yang kasih tahu soal izin berlayarnya. Kalau kurang bagus cuaca bisa ditunda. Tapi sejauh ini masih aman,” tutupnya.

Sementara itu, Manager Operasional PT Pelni Batam, Dicky Dermawandi mengatakan dua minggu jelang mudik natal, tiket tujuan Belawan ludes terjual.

“Untuk yang tanggal 21 dan 23 Desember sudah habis,” sebutnya.

Ia menambahkan untuk persiapan mudik, pihaknya sudah siap. Pelabuhan tempat KM Kelud bersandar yakni Pelabuhan Batuampar juga telah disiapkan untuk calon penumpang nantinya. “Tinggal nunggu undangan rapat dari KSOP saja lagi,” tutupnya.(yui)

Gedung SMPN 3 Batam Rampung

0

batampos.co.id – Memasuki penghujung tahun, berbagai pengerjaan proyek fisik mulai selesai. Seperti yang revitalisasi gedung belajar SMPN 3 Batam. Banguann bercat putih tersebut sudah rampung dikerjakan dan siap untuk digunakan untuk proses belajar.

Kepala SMPN 3 Batam, Wiwik Darwiyanti rehab gedung sudah selesai dikerjakan, namun hingga kini belum ditempati karena manunggu serah terima dari Dinas Pendidikan Kota Batam.

“Masih terkunci. Kami belum bisa masuk ke sana karena belum diserahkan ke kami,” kata dia, Senin (3/12/2018).

Gedung yang terdiri dari empat lokal ini berkemungkinan ditempati awal tahun depan, selesai libur sekolah. “Yang penting udah selesai dulu. Kalau udah serah terima nanti kami mulai pindahin kursinya kesana,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota (Setdako) Batam, Jefridin mengatakan masih menunggu penyerahan proyek fisik kepada Pemerintah Kota Batam. Ia menyebutkan beberapa pengerjaan sudah rampung seperti revitalisasi SMPN 3 Batam.

“Tinggal menunggu serah terima saja. Nanti baru bisa ditempati,” sebutnya.

Ia menilai pengerjaan gedung proyek bernilai Rp 900 juta tersebut sesuai dengan kontrak yang disepakati. “Bagus pengerjaannya. Sekarang SMPN 6 juga lagi finalisasi. Akhir bulan ini selesai lah,” sebutnya.

Beberapa proyek fisik lainnya juga masih dalam tahap penyelesaian. Ia berharap semua proyek bisa tercapai sesuai dengan target.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengungkapkan pembayaran proyek akan dilakukab berdasarkan target penyeselaaian. ” Jika selesai 70 persen kami bayarkan dulu segitu. Sisa pengerjaan bisa dilanjutkan tahun depan,” sebutnya.

Jika nilai sisa proyek di atas Rp. 200 juta akan dilelang kembali. Namun bila di bawah Rp 200 juta akan ada penunjukan langsung (PL). “Intinya semua harus selesai sesuai kontrak,” tegasnya.

Selain itu, juga ada aturan main tambahan waktu, terhadap pemenang tender yang optimis bisa 100 persen selesai sampai akhir tahun. Semisal, deadline kontraktor selesai 20 Desember, akan tetapi kontraktor merasa bisa 100 persen sampai akhir tahun. Maka hal itu tak masalah.

“Jadi kan ada tambahan waktu 10 hari. Itu tak masalah. Tapi, dalam rentan waktu tersebut ada penalti per harinya. Sudah ada aturan mainnya di proses tender ini,” paparnya.

Sebelumnya, Pemerintah sedang mengumpulkan data mana-mana saja proyek pembangunan fisik yang diperkirakan akan mengalami tunda bayar. Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan bahwa pihaknya baru tahu berapa jumlah proyek beserta nilainya yang tunda bayar, awal Desember ini.

Dijelaskan Rudi, tunda bayar ini baru bisa dihitung pada Desember. Karena, sampai saat ini proyek terutama pembangunan fisik masih berjalan. Jika memang tak selesai Desember, maka pembangunan akan dilanjutkan tahun depan dengan sistem lelang ulang.

“Berapa persen mereka (kontraktor) selesai kerjakan, itu yang kita bayar. Selanjutnya, dilanjutkan tahun depan,” kata Rudi.

Ditanya mengenai kabar adanya penambahan dana tunda bayar, Rudi belum bisa memastikan. Ia masih menunggu laporan dari bagian Keuangan Pemko Batam.

“Intinya tidak akan menggangu proyek tahun depan. Masih sama,” katanya. (yui)